cover
Contact Name
Astri Ayu Purwati
Contact Email
jkip.almatani@gmail.com
Phone
+6282283109433
Journal Mail Official
jkip.almatani@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kaharudin Nst, Komplek UIR, Pekanbaru-Riau, Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
ISSN : 27745074     EISSN : 27750531     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan is published by Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani as an information and communication media for practitioners, researchers and academics who are interested in the field of Business Management and Accounting Studies. First publish in November 2020. The Editorial Team invites scientists, scholars, professionals, and researchers to publish the results of their research after the selection of manuscripts, with the peer review and the editing process. JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan with registered number ISSN 2774-5074 (Print) and ISSN 2775-0531 (Online) is a peer-reviewed journal published two times a year (Mei and November). KIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan publishes any research-based articles on and about education i.e. articles which contribute to the understanding, theoretical development, theoretical concept and implementation of theories of education at any level.
Articles 543 Documents
Pengaruh Teknik Kursi Kosong Dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SMP Negeri 3 Makassar Afsarina, Andi; Pratama, Sandi; Wulandari, Ratna
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peningkatan kepercayaan diri siswa setelah diberikan layanan konseling individual dengan menggunakan teknik kursi kosong.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain one group pretest-posttest.Subjek penelitian berjumlah 26 siswa SMP Negeri 3 Makassar yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah dan sedang,yang dipilih melalui teknik purposive sampling.Instrumen yang digunakan berupa angket kepercayaan diri berbasis skala Likert.Pengumpulan data dilakukan melalui pretest sebelum perlakuan dan posttest setelah diberikan layanan konseling individual dengan teknik kursi kosong.Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk melihat perubahan tingkat kepercayaan diri siswa. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan layanan konseling individual dengan teknik kursi kosong terjadi peningkatan kepercayaan diri siswa. Perubahan tersebut terlihat dari sikap siswa yang menjadi lebih berani mengemukakan pendapat lebih aktif dalam interaksi kelas serta memiliki pandangan lebih positif terhadap kemampuan dirinya.
Implementasi Manajemen Kurikulum Berbasis Cinta Dalam Meningkatkan Karakter Siswa Di MI Mathla’ul Anwar Tanjung Rejo Ramadhani, Afifah; Maisaroh, Iis; Pratiwi, Wulan Octi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kurikulum berbasis cinta (love-based curriculum) dalam upaya meningkatkan karakter siswa di Madrasah Ibtidaiyah. Kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan kasih sayang, empati, dan hubungan emosional yang positif sebagai landasan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur (literature review) dimana penulis mengumpulkan berbagai sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian. Penulis juga menganalisis dokumen-dokumen resmi yang berkaitan dengan kurikulum pendidikan di Indonesia, seperti dokumen Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013, untuk memahami bagaimana kurikulum berbasis cinta diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan formal kita. Berdasarkan Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta berdampak positif terhadap perkembangan emosional dan sosial siswa dengan menciptakan lingkungan pembelajaran yang hangat dan kondusif, di mana nilai-nilai seperti empati, rasa hormat, dan kebaikan diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Namun, tantangan seperti kurangnya persiapan guru, pelatihan, dan keterbatasan sumber daya juga teridentifikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun Kurikulum Berbasis Cinta memiliki potensi dalam mendukung pengembangan karakter, keberhasilannya sangat bergantung pada dukungan berkelanjutan dan kolaborasi antara pendidik, siswa, dan pengelola sekolah. Penelitian ini merekomendasikan agar madrasah ibtidaiyah mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam setiap aspek kurikulum sebagai strategi penguatan pendidikan karakter yang berkelanjutan.
Pengaruh Variasi Metode Diskusi Kolaboratif dan Presentasi Siswa Terhadap Kepercayaan Diri Siswa Dalam Proses Pembelajaran Di SMA Negeri 1 Sidikalang Sihombing, Octavianty; Simarmata, Sovia Elphani; Gultom, Cindi Anjuani; Adriani, Deni
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi metode diskusi kolaboratif dan presentasi siswa terhadap kepercayaan diri siswa dalam proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Sidikalang dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis regresi linier sederhana pada 43 siswa sebagai sampel. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data telah memenuhi syarat analisis, ditandai dengan nilai signifikansi uji normalitas sebesar 0,163 (>0,05), tidak terdapat gejala heteroskedastisitas, serta tidak ditemukan autokorelasi dengan nilai signifikansi 0,927 (>0,05). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variasi metode diskusi kolaboratif dan presentasi siswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan diri siswa, dengan koefisien regresi sebesar 0,757 dan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Selain itu, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,617 menunjukkan bahwa 61,7% variasi kepercayaan diri siswa dapat dijelaskan oleh variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Dengan demikian, penerapan metode pembelajaran yang kolaboratif dan partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam proses pembelajaran.
An Analysis Of Students’ Difficulties In Using Past Tense In Writing Narrative Text At SMK Negeri 3 Medan Sihaloho, Putri Purnama; Tampubolon, Sahlan; Tampubolon, Ernawati
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2265

Abstract

This study aimed to analyze students’ difficulties in using the simple past tense in writing narrative texts at SMK Negeri 3 Medan. The research focused on identifying the types of grammatical errors and exploring the factors contributing to these difficulties. A descriptive qualitative research design was employed. The participants were tenth-grade students of the Rekayasa Perangkat Lunak program. Data were collected through a writing test and semi-structured interviews and were analyzed using data condensation, data display, and conclusion drawing techniques. The findings revealed that students experienced significant difficulties in forming regular and irregular verb forms, using the past forms of “to be” (was/were), and maintaining tense consistency throughout their narratives. The errors were primarily influenced by limited vocabulary mastery, insufficient understanding of grammatical rules, lack of structured practice, and low learning motivation. These findings indicate that students’ grammatical competence significantly affects their narrative writing performance. Therefore, contextualized grammar instruction, systematic explanation of verb forms, and continuous guided writing practice are essential to enhance students’ mastery of the simple past tense and improve their overall writing proficiency.
The Realization Of Interpersonal Function On The Tenth Grade English Textbook Of Senior High School Students Sitinjak, Jesica; Sidabutar, Usman; Lestari, Febrika Dwi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2266

Abstract

This study analyzes the realization of interpersonal function in the tenth grade English textbook Bahasa Inggris: Work in Progress used in Senior High School under the Merdeka Curriculum. The objectives are to identify how interpersonal function is realized through mood types and to determine the dominant mood type in the textbook. The study applies Halliday’s Systemic Functional Linguistics (SFL), focusing on the interpersonal metafunction and the Mood system, which includes declarative, interrogative, and imperative clauses. A descriptive qualitative design with document analysis was employed. The data were clauses taken from reading texts. A total of 180 clauses were analyzed by identifying mood elements such as Subject, Finite, Predicator, Complement, and Adjunct, and then classified into mood types. The findings show that all three mood types are realized in the textbook, with declarative mood as the most dominant, functioning to present information and explanation. Interrogative mood is used to guide students’ comprehension and encourage interaction, while imperative mood functions to give instructions and direct learning activities. The dominance of declarative mood indicates that the textbook positions the writer as an information provider and students as receivers of knowledge, although the presence of interrogative and imperative clauses still promotes participation. Overall, the textbook supports communicative learning and contributes to the development of students’ communicicative competence through its linguistic choices.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Mengebangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik pada Pembelajaran Sejarah Kelas XI Khasanah, Arum Nur; Nurpratiwi, Hany
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Project Based Learning (PjBL) dengan pendekatan deep learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMA Negeri 6 Semarang dengan subjek guru sejarah dan peserta didik kelas XI-I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi diterapkan melalui penyesuaian konten, proses, dan produk berdasarkan hasil asesmen diagnostik terkait gaya belajar dan karakteristik peserta didik. Integrasi model PjBL dan pendekatan deep learning mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam mengeksplorasi materi, memecahkan masalah, serta menghasilkan produk pembelajaran yang kreatif dan beragam. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif terlihat pada aspek kelancaran (fluency), keaslian (originality), dan elaborasi (elaboration). Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi berbasis PjBL dengan pendekatan deep learning efektif dalam menciptakan pembelajaran sejarah yang bermakna sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik.
Pengaruh Penggunaan Media Flipbook Digital Interaktif Terhadap Kemampuan Menulis Teks Cerpen Siswa Kelas XI SMK Negeri 11 Medan Banjarnahor, Samuel Pangihutan; Panggabean, Sarma; Simanjuntak, Harlen
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis teks cerpen siswa sebelum pengunaan media Flipbook Digital Interaktif serta untuk mengetahui pengaruh pengunaan media Flipbook Digital Intearktif terhadap kemampuan menulis teks cerpen siswa kelas XI SMK Negeri 11 Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain 0ne Group PretestPosttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 11 Medan, sedangkan sampel penelitian yang dilakukan menggunakan satu kelas, yakni kelas XIc, yaitu kelas Pretest dan Posttest. Kelas Posttest diberi perlakuan menggunakan media Flipbook Digital Interaktif, sedangkan kelas Pretest menggunakan pembelajaran konvensional atau media yang tersedia disekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks cerpen siswa pada kelas Posstest memperoleh nilai rata-rata 79,67 dengan skor tertinggi 95 dan skor terendah 60. Sementara itu, kelas Pretest memperoleh nilai rata-rata 48,83 dengan skor tertinggi 70 dan skor terendah 30. Berdasarkan hasil uji-t pada taraf signifikansi α = 0,05 dengan db = 58, maka T tabel = 2,001 Karena T hitung > T tabel atau 11,59 > 2,001, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media Flipbook Digital Interaktif terhadap kemampuan menulis teks cerpen siswa kelas XI SMK Negeri 11 Medan.
Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat Di SMP Negeri 1 Poga Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Kogoya, Eita; W. Mangolo, Ewendi; Sampebua, Mingsep Rante; Albaiti, Albaiti; Gultom, Monika; M. Hutabarat, Ida
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2276

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat di SMP Negeri 1 Poga Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan dengan tujuan penelitian untuk menganalisis peran orang tua dan komite sekolah memberdayakan potensi lingkungan sebagai sumber belajar, mensinergikan program pada lingkungan akademisi dan giat pendidikan LSM, faktor pendukung dan penghambat serta dampak implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.. Informan sebanyak 15 orang terdiri dari kepala sekolah, guru, tata usaha, masyarakat, siswa orang tua, komite sekolah dan LSM dari LMA Kabupaten Lanny Jaya. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara dan melakukan keabsahan data melalui kecermatan data penelitian dan triangulasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh implementasi penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat di SMP Negeri 1 Poga 1) melibatkan peran orang tua dan komite sekolah dalam penguatan pendidikan karakter telah berjalan dan menunjukkan dampak positif melalui sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya terprogram secara sistematis dan berkelanjutan. 2) Memberdayakan potensi lingkungan sebagai sumber belajar dengan pemanfaatan potensi lingkungan, kolaborasi dengan akademisi serta LSM, dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan telah meningkatkan partisipasi orang tua dan masyarakat, menciptakan iklim serta budaya sekolah yang lebih tertib, nyaman, dan kondusif, serta membentuk perilaku positif dan disiplin siswa. 3) Penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat dengan mensinergikan program pada lingkungan akademisi dan giat pendidikan LSM berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, baik pada proses pembelajaran maupun perkembangan karakter dan akademik siswa secara menyeluruh. 4) Faktor pendukung keberhasilan implementasi didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah, kerja sama warga sekolah, komunikasi yang baik, serta dukungan orang tua dan masyarakat, sementara kendala masih ditemui pada keterbatasan waktu, sarana prasarana, pemerataan partisipasi orang tua, dan koordinasi program. Oleh karena itu, keberlanjutan penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat memerlukan perencanaan yang lebih matang, dukungan kebijakan, ketersediaan sumber daya, serta komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Peran Kepala Sekolah Sebagai Motivator Di SMP YPPGI Wiringgambut Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Kogoya, Denius; W. Mangolo, Ewendi; Waromi, Juliana; Tanta, C.; Gultom, Monika; Kurniawan, Diki
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2277

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kepala sekolah sebagai motivator di SMP YPPGI Wiringgambut Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan. Tujuan penelitian adalah menganalisis peran kepala sekolah sebagai motivator dalam mengatur lingkungan fisik sekolah, suasana iklim kerja yang kondusif, menegakkan disiplin guru dan tenaga kependidikan, memberi motivasi kepada guru dan tenaga kependidikan, memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi dan menyediakan sumber belajar untuk pengembangan profesional guru serta faktor pendukung dan penghambat kepala sekolah sebagai motivator dalam meningkatkan kinerja guru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi adalah seluruh warga sekolah dan informan adalah kepala sekolah dan guru sebanyak 6 orang. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi dan dilakukan keabsahan data berdasarkan kecermatan dalam penelitian dan triangulasi selanjutnya data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh peran kepala sekolah sebagai motivator yaitu 1) mengatur lingkungan fisik secara aktif menata ruang kelas, ruang guru, dan sarana-prasarana sekolah, melibatkan guru dan siswa dalam perawatan lingkungan, serta memberikan motivasi dan teladan dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan, 2) menciptakan suasana iklim kerja yang kondusif mampu meningkatkan motivasi, rasa aman, dan tanggung jawab guru melalui sikap terbuka, adil, komunikasi dua arah, dan pendekatan kekeluargaan, 3) Menegakkan disiplin guru dan tenaga kependidikan dilakukan secara jelas, adil, dan konsisten, dengan pendekatan persuasif dan pembinaan personal sebelum pemberian sanksi, 4) memberikan motivasi secara konsisten mempengaruhi semangat kerja, rasa percaya diri, loyalitas, dan kualitas kinerja guru, 5) Peran kepala sekolah sebagai motivator dalam memberi penghargaan secara terbuka, adil, dan objektif sehingga menumbuhkan kompetisi sehat dan motivasi untuk berprestasi di antara guru, 6) menyediakan sumber belajar mendukung pengembangan profesional guru dengan ketersediaan buku, modul, akses internet, komputer, dan kesempatan mengikuti pelatihan, 7) Faktor pendukung keberhasilan kepala sekolah sebagai motivator meliputi: komunikasi terbuka, keteladanan, kesempatan pengembangan profesional, suasana kerja harmonis, dan iklim kerja kondusif. Faktor penghambat mencakup keterbatasan sarana dan prasarana, minimnya anggaran sekolah, kondisi geografis yang jauh, beban kerja administrasi yang tinggi, disiplin guru yang bervariasi, dan kondisi sosial-ekonomi guru.
Mitos Dan Mistisisme Sebagai Sistem Simbol Budaya Dalam Cerita Pendek Jaya Baya Hudaya, Ihya' Widhyatma; Ernawati, Yunita
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2279

Abstract

Fenomena pada masyarakat Jawa yang sering dilakukan yaitu praktik kebudayaan mitos dan mistis. Permasalahan yang timbul dari fenomena tersebut adalah banyaknya rasa ketidakpercayaan terhadap praktik kebudayaan tersebut, karena dianggap tradisional. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui wujud representasi mitos dan mistis dalam cerpen dan menganalisis fungsi kultural dan makna simbolik berdasarkan kerangka antropologi sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Analisis data yang dilakukan adalah mengklasifikasikan data, menyajikan data, dan menarik sebuah kesimpulan dari data-data yang digunakan. Penelitian ini mengasilkan sebuah pembahasan yang dapat disimpulkan bahwa, cerita pendek yang terdapat dalam majalah Jaya Baya terdapat beberapa yang terdapat unsur praktik kebudayaan mitos dan mistis. Praktik kebudayaan tersebut kerap ditemukan dalam sebuah simbol yang sering disebut dengan gugon tuhon. Bentuk yang paling dominan dalam cerita pendek yang digunakan adalah praktik kebudayaan mitos. Mitos yang sering ditemukan dan menjadi pembahasan yang paling dominan yakni mengenai gugon tuhon dalam masyarakat Jawa.