cover
Contact Name
debie anggraini
Contact Email
scientificj.id@gmail.com
Phone
+6281277167619
Journal Mail Official
scientific.journal@scientic.id
Editorial Address
Jalan Khatib Sulaiman, Kel. Alai Parak Kopi, Kec. Padang Utara, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Scientific Journal
ISSN : 28100204     EISSN : 28100204     DOI : https://doi.org/10.56260/sciena
Core Subject : Health, Science,
Scientific Journal(SCIENA) published by an official of Scientific.id_considers the following types of original contribution for peer review and publication: Research Articles, Review Articles, Letters to Editor, Brief Communications, Case Reports, Book Reviews, Technological Reports, and Opinion Articles. It Is published six times a year and serves the need of scientific and non-scientific personals involved/interested in Natural Science (Physics, Chemistry, Electronics, Mathematics, Astronomy, Oceanography, Engineering), Social Science, Economics, Biology and Medicine. Each issue covers topics, which are of broad readership interest to personals from General Public, Industry, Clinicians, Academia, and Government. Scientic Journal is a must read journal for every one with curiosity in science.
Articles 188 Documents
Karakteristik Penyakit Kulit pada Geriatri di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSI Siti Rahmah Padang Tahun 2021-2023 Sjaaf, Fidiariani; Fanisa, Maisyaro Raudatul; Izrul, Irdawaty
Scientific Journal Vol. 4 No. 4 (2025): SCIENA Volume IV No 4, July 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i4.236

Abstract

Latar belakang:  Gangguan kulit sangat lazim terjadi pada populasi lansia, Penelitian yang telah dilakukan diberbagai pusat baik diluar maupun dalam negeri menemukan adanya perbedaan karakteristik penyakit kulit berdasarkan usia penderita, hal ini diakibatkan dari kesehatan yang rumit pada lansia, yang seringkali disertai oleh berbagai masalah medis dan penggunaan obat-obatan yang bermacam-macam. Tujuan:  Mengetahui karakteristik penyakit kulit pada geriatri di poliklinik kulit dan kelamin RSI Siti Rahmah padang tahun 2021-2023. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kategorik dengan desain cross sectional. Data diperoleh dari rekam medik bagian poliklinik kulit dan kelamin RSI Siti Rahmah. Sampel penelitian ini adalah pasien geriatri yang berusia 60 tahun keatas dengan penyakit kulit yang datang ke RSI Siti Rahmah Padang tahun 2021-2023 yang memenuhi kriteria inklusi dengan 93 sampel. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi IBM 25.0. Hasil :  Hasil penelitian dari 93 pasien geriatri didapatkan 80 orang (86%) termasuk kedalam golongan 60-74(elderly), jenis kelamin didominasi oleh perempuan sebanyak 51 orang (54,8%) dan frekuensi dermatosis pada pasien geriatri tercatat 163 dermatosis, dengan lima penyakit terbanyak, antara lain: dermatitis eritroskuamosa merupakan dermatosis yang paling banyak ditemukan pada penelitian ini sebanyak (66,6%), diikuti dengan: infeksi jamur (23,6%), dermatitis (20,4%), pruritus (17,2%), serta infestasi parasit dan penyakit alergi yang memiliki frekuensi yang sama (9,6%). Kesimpulan: Usia terbanyak merupakan golongan 60-74(elderly) dan jenis kelamin terbanyak
Aspek Pemeriksaan Laboratorium Pada Hemophagocytic Lymphohistiocytosis Komala, Winda; Donaliazarti
Scientific Journal Vol. 4 No. 4 (2025): SCIENA Volume IV No 4, July 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i4.246

Abstract

Hemophagocytic Lymphohistiocytosis (HLH) adalah kelainan hematologi dimana makrofag teraktivasi di luar regulasi sistem imun yang normal. Kelainan ini merupakan sindrom hiperinflamasi yang disebabkan aktivasi berlebihan limfosit dan makrofag yang memproduksi banyak sitokin. Sindrom HLH merupakan keadaan gawat darurat pada seluruh usia. Manifestasi klinis yang tidak spesifik menyebabkan penyakit ini sering luput dari diagnosis. Seorang perempuan berusia 65 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan utama badan terasa letih, pucat dan demam hilang timbul sejak beberapa waktu yang lalu. Pada pemeriksaan darah ditemukan pansitopenia, peningkatan D-Dimer, gangguan elektrolit, hipoalbuminemia dan peningkatan enzim hepar. Pemeriksaan Bone Marrow Punction (BMP) menunjukkan eritropoietik, granulopoietik, dan trombopoietik dalam batas normal kecuali makrofag yang mencapai 11% dan disertai hemofagositosis oleh makrofag. Makrofag yang ditemukan di BMP terlihat sedang memfagosit sel-sel hematologi seperti neutrofil segmen, neutrofil batang, trombosit, dan berbagai sel hematologi lain yang tidak dapat dipastikan jenisnya. 
Penggunaan Sitologi Imprint Intraoperatif Pada Lesi Ganas Payudara: Suatu Mucinous Carcinoma yang Dikonfirmasi dengan Pemeriksaan Histopatologi Putri, Dwi Yanti Fioni; Asri, Aswiyanti; Rustam, Rony; Oktora, Meta Zulyati
Scientific Journal Vol. 4 No. 4 (2025): SCIENA Volume IV No 4, July 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i4.247

Abstract

Pendahuluan: Mucinous carcinoma (MC) merupakan jenis karsinoma payudara yang langka dan khusus, ditandai oleh kelompokan sel tumor epitel yang berada dalam kumpulan musin ekstraseluler. Diagnosis MC dapat diperoleh pada sampel sitologi imprint yang memberikan gambaran berupa kelompok epitel tiga dimensi dan sel tunggal berukuran kecil hingga sedang, atipia inti ringan hingga sedang, dan vakuola intrasitoplasma, yang tersuspensi dalam musin ekstraseluler yang melimpah. Penting untuk menentukan fitur sitologi dari karsinoma ini karena keberadaan musin ekstraseluler saja tidak patognomonik untuk MC. Laporan kasus: Seorang pasien perempuan usia 62 tahun datang ke poliklinik Bedah RS UNAND dengan keluhan utama benjolan pada payudara kanan sejak 2 tahun yang lalu. Pasien dilakukan tindakan MRM berdasarkan hasil pemeriksaan potong beku berupa lesi ganas. Pemeriksaan sitologi imprint intraoperatif dilakukan bersamaan dengan potong beku dan didapatkan gambaran berupa kelompokan sel-sel dengan peningkatan N/C ratio dan inti hiperkromatik dengan latar belakang musin ekstraseluler. Kesimpulan gambaran sitologi adalah mencurigakan untuk keganasan. Diagnosis histopatologi dari sediaan blok paraffin mengkonfirmasi suatu Mucinous Carcinoma Tipe A. Kesimpulan: Penggunaan sitologi imprint intraoperatif dapat menjadi pilihan dalam diagnostik sitologi dengan spesifisitas dan sensitivitas tinggi dalam mendiagnosis lesi jinak dan ganas. Sitologi imprint memiliki tingkat akurasi yang sama dengan FNA dengan pemeliharaan detail sel yang sangat baik, sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu diagnosis introperatif pada lesi payudara di negara-negara berkembang.
A Rare Case of Multiple Hereditary Exostosis: Making The Correct Diagnosis with Triple Diagnosis Ramadhani, Rahmi; Hilbertina, Noza; Yenita; Tofrizal; Mayorita, Pamelia; Devianti, Loli; O ktora, Meta Zulyati
Scientific Journal Vol. 4 No. 4 (2025): SCIENA Volume IV No 4, July 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i4.248

Abstract

Background: A rare genetic disorder characterized by the development of multiple benign bone tumors called osteochondromas. This condition is primarily hereditary and follows an autosomal dominant pattern of inheritance, with mutations in the EXT1 and EXT2 genes being the most common genetic. Case report: This case report describes an 12-year-old boy with lumps in all four extremities accompanied by intermittent pain. Femur x-rays concluded MHE of the femur, tibia, and bilateral fibula. Histopathological examination shows that the cartilage tissue contains chondrocyte cells that form the cartilage cap. There is a transition of cartilage to bone trabeculae through endochondral ossification and bone marrow between the bone trabeculae. Discussion and Conclusion: MHE is a rare condition, with an incidence of approximately 1 in 50,000 to 100,000 live births. MHE is closely related to genetic mutations that occur in the EXT1, EXT2, and EXT3 genes. These genes code for enzymes involved in the biosynthesis of heparan sulfate, which is necessary for normal bone growth. Mutations in any of these genes disrupt the regulation of bone growth and lead to osteochondroma formation. Symptoms of MHE can range from mild to severe, and they tend to appear in childhood or adolescence. The main clinical manifestations include the formation of a hard lump on the bone, which can cause deformity, pain, and limitation of movement. Osteochondroma can also compress nerves or blood vessels, causing complications such as circulatory disorders or paralysis. We report a rare case emphasizing the typical morphology of multiple hereditary exostosis of the long bones to establish the final diagnosis without immunohistochemistry and molecular examination. In low-resource settings where molecular analysis is not available, histopathological examination are key tools to establish a correct diagnosis.
Fine Needle Aspiration Biopsy as A Useful Diagnostic Adjunct in The Management of Ameloblastoma: A Cytology Case Report Rasfa, Rum Affida; Intan, Shinta Ayu; Hilbertina, Noza; Oktora, Meta Zulyati
Scientific Journal Vol. 4 No. 4 (2025): SCIENA Volume IV No 4, July 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i4.249

Abstract

Background: Ameloblastoma is one of the most common benign odontogenic tumors, known for its slow growth but locally invasive behavior, often leading to extensive bone destruction if not diagnosed and treated early. Preoperative diagnosis of ameloblastoma can be made by Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) which is used as a guide for surgical planning. Diagnosis of ameloblastoma from cytology is challenging due to many pitfalls and differential diagnosis with other odontogenic lesions, but proper sampling and accurate diagnosis are very useful inpatient management Understanding its cytomorphological features can greatly assist in early differentiation from other maxillofacial neoplasms. This case report aims to describe the appearance of ameloblastoma on FNAB and reveal the contribution of the FNAB examination in the preoperative diagnosis of ameloblastoma so that adequate surgery can be carried out and the results are more optimal. Case report: We report a case of a tumor in the mandible of a 16-year-old man with a diagnosis of right mandibular tumor. The patient was sent for FNAB to the anatomical pathology laboratory. Preoperative cytology examination showed benign odontogenic lesions indicating ameloblastoma from FNAB. Furthermore, tumor resection was performed on the patient and histopathology tissue examination was performed with results consistent with ameloblastoma. Discussion: The FNAB procedure can be performed to establish for a pre-operative diagnosis of ameloblastoma. Cytological characteristics of ameloblastoma include basaloid cells or epithelial cells resembling ameloblasts with nuclei arranged palisade at the periphery and in the middle consisting of cells resembling stellate reticulum cells. False-negative results in the FNAB procedure can occur due to inadequate specimens or inaccurate sampling, mostly related to cystic tumors. To avoid this, FNAB tissue sampling can be performed at multiple sites and the deeper aspects of the tumor can assist in establishing an accurate preoperative diagnosis. Conclusion: The FNAB cytology is a reliable procedure for the pre-operative diagnosis of ameloblastoma. Pre-operative diagnosis of ameloblastoma can be used for planning therapy and early diagnosis of recurrence cases that can improve patient survival. The correlation between t
Infeksi Luka Bakar, Mikrobioma dan Penggunaan Mikroorganisme Teraupetik dalam Pengendalian Infeksi Luka Bakar Saputra, Deddy
Scientific Journal Vol. 4 No. 4 (2025): SCIENA Volume IV No 4, July 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i4.250

Abstract

Luka bakar menimbulkan risiko tinggi infeksi akibat kerusakan struktur pelindung kulit dan terjadinya disfungsi sistem imun. Terapi konvensional seperti eksisi eschar, perawatan luka dengan pemilihan terapi topikal dan antibiotik sistemik saat ini terbatas efektivitasnya karena resistensi antimikroba. Tujuan kajian literatur ini adalah untuk meninjau potensi probiotik dan terapi bakteriofag sebagai mikroorganisme terapeutik dalam pengendalian infeksi luka bakar. Analisis mencakup studi pra-klinis pada hewan dan uji klinis skala kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi topikal probiotik, misalnya Lactobacillus plantarum, Enterococcus mundtii dan bakteriofag dapat menurunkan jumlah bakteri, memperbaiki hasil akhir cangkok kulit, dan mempercepat penyembuhan luka pada model hewan. Probiotik dan bakteriofag menawarkan alternatif sebagai terapi adjuvan yang menjanjikan untuk infeksi luka bakar, terutama melawan patogen multiresisten. Diperlukan uji klinis terstandar berskala besar untuk memvalidasi keamanan, efektivitas, dan prosedur aplikasi sebelum integrasi ke praktik klinik.
Korelasi Lama Terapi Hemodialisis dengan Skor Geriatric Depression Scale (GDS) pada Lansia Penderita Penyakit Ginjal Kronik (PGK) di RSUP Dr. M. Djamil Padang Wulandari, Regina Zenia; Heppy, Fredia; Siana, Yusti
Scientific Journal Vol. 4 No. 4 (2025): SCIENA Volume IV No 4, July 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i4.251

Abstract

Latar belakang: Depresi merupakan gangguan suasana hati yang sering ditemukan pada pasien geriatri. Terdapat tiga stressor yang sering berperan dalam kejadian depresi pada pasien geriatri, seperti gangguan fungsional, kondisi fisik medis, pengobatan atau tatalaksana medis jangka panjang yang dijalani pasien. Hemodialisis merupakan salah satu tatalaksana medis jangka panjang pada pasien penyakit ginjal kronik stadium terminal. Ketergantungan pada mesin dialisis sepanjang hayat berisiko menimbulkan perasaan tertekan dan ketidaknyamanan serta kelelahan yang merupakan ciri khas depresi secara umum. Berdasarkan studi terdahulu diperoleh hubungan lama terapi hemodialisis dengan risiko kejadian depresi.  hasil kuesioner Geriatric depression scale. Sedangkan studi korelasi lama terapi hemodialisis dengan skor geriatric depression scale. Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara lama terapi hemodialisis dengan skor Geriatric Depression Scale pada lansia penderita penyakit ginjal kronik. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain penelitian potong lintang. Responden penelitian berjumlah 33 orang. Teknik pengambilan sampel dengan metode consecutive sampling. Metode penelitian: Pengumpulan data menggunakan kuesioner Geriatric Depression Scale untuk menentukan skor dan derajat depresi pada lansia. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS. Hasil Penelitian : Mayoritas responden lansia muda, jenis kelamin laki-laki 84,8% dan tingkat pendidikan menengah 51,5%, telah menikah 75,8%, semua responden tidak bekerja, tidak memiliki pengasuh profesional, dan tidak berpenghasilan 100%, serta penyakit yang mendasari utama yaitu hipertensi 51,5% dan diabetes melitus 27,7%, rerata lama hemodialisis pada lansia dan skor GDS yaitu 5,18 bulan dan 21,73. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi range spearman menemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lama hemodialisis dengan skor GDS pada pasien lansia dengan PGK di RSUP Dr. M. Djamil Padang (p=0,17 dan r=0,23). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lama hemodialisis dengan skor GDS pada pasien lansia dengan PGK di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Profil Pasien Serumen Prop di RSI Siti Rahmah pada Tahun 2022 Triola, Seres; Saputra, Andika; Ashan, Haves; Eldrian, Febianne
Scientific Journal Vol. 4 No. 4 (2025): SCIENA Volume IV No 4, July 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i4.253

Abstract

Latar Belakang: Serumen prop adalah penumpukan kotoran telinga yang mengeras yang dapat menyebabkan berbagai gejala seperti nyeri, vertigo, tinnitus, dan rasa penuh pada telinga. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi pendengaran dan memerlukan penanganan yang tepat untuk mencegah komplikasi. Individu lanjut usia memiliki risiko lebih tinggi akibat perubahan fisiologi saluran telinga, seperti kekeringan dan menurunnya mekanisme pembersihan alami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil pasien serumen prop di RSI Siti Rahmah pada tahun 2022 berdasarkan jenis kelamin, usia, manifestasi klinis, dan metode terapi yang digunakan. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien serumen prop di RSI Siti Rahmah tahun 2022. Sebanyak 96 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis dalam penelitian ini. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berusia ≥60 tahun (34,4%), dan perempuan (52,1%) sedikit lebih banyak dibandingkan laki-laki (47,9%). Gejala klinis yang paling sering dilaporkan adalah rasa penuh di telinga (70,8%), diikuti nyeri (19,8%), vertigo (7,3%), dan tinnitus (2,1%). Terapi utama yang digunakan adalah irigasi telinga (86,5%), sementara agen serumenolitik digunakan pada 11,5% pasien, dan manual removal pada 2,1%. Kesimpulan: Pasien serumen prop di RSI Siti Rahmah didominasi oleh kelompok usia lanjut, dengan gejala utama berupa rasa penuh di telinga. Terapi irigasi telinga menjadi metode penanganan yang paling banyak digunakan sebagai terapi serumen prop di RSI Siti Rahmah pada tahun 2022. Penelitian ini menekankan pentingnya deteksi dini dan intervensi yang tepat untuk mencegah komplikasi terkait serumen prop.
Correlation Between Body Mass Index and Cardiovascular Fitness in Medical Student Dhuha, Alief; Rahmadhoni, Berry; Sari, Lovea Ajeng; Puspita, Dian; Akbar, Resti Rahmadika; Sari, Widia
Scientific Journal Vol. 4 No. 5 (2025): SCIENA Volume IV No 5, September 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i5.254

Abstract

Introduction: Cardiovascular fitness is one of the components that can be used to evaluate health-related physical fitness. Body mass index (BMI) is a factor that can influence cardiovascular fitness. This is due to the strong correlation between BMI and cardiovascular fitness. Aims: To assess the correlation between BMI and cardiovascular fitness among medical students at Universitas Baiturrahmah. Method: The research was conducted at the Physiology Laboratory, Faculty of Medicine, Universitas Baiturrahmah. We assessed each subjects’s BMI and evaluated their cardiovascular fitness using the Harvard Step Test. The data were processed using Spearman rho correlation analysis. Results: Among the 50 subjects who participated in this study the mean BMI was 23.66±0.67 kg/m2, with approximately 68% (34) of subjects categorized in the normal BMI group. Out of the total number of subjects, around 34% (17) subjects had good cardiovascular fitness, with a mean value around 75.48±2.17. The results showed a significant correlation between BMI and cardiovascular fitness (r = -0.436, p<0.05), indicating that a higher BMI is related to lower levels of cardiovascular fitness. Conclusion: The results of this study indicate a significant negative correlation between BMI and cardiovascular fitness among medical students at Universitas Baiturrahmah.
Sarkoma Ewing Sinonasal dengan Klinis dan Pencitraan Jinak: Pentingnya Pemeriksaan IHK Berlapis dalam Menentukan Diagnosis Akurat Mayorita, Pamelia; Oktora, Meta Zulyati
Scientific Journal Vol. 4 No. 5 (2025): SCIENA Volume IV No 5, September 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i5.256

Abstract

Sarkoma Ewing merupakan tumor ganas dari kelompok tumor sel kecil bulat yang umumnya ditemukan pada tulang panjang anak dan remaja. Keterlibatan regio sinonasal sangat jarang dan dapat menyerupai lesi jinak, baik secara klinis maupun radiologis, sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan diagnosis. Kami melaporkan kasus sarkoma Ewing primer di regio sinonasal dengan manifestasi yang menyerupai polip jinak, serta menekankan pentingnya pendekatan diagnostik histopatologi dan imunohistokimia berlapis dalam kasus dengan presentasi tidak khas. Seorang laki-laki usia 18 tahun datang dengan keluhan hidung tersumbat, epistaksis, dan penurunan penciuman. Pemeriksaan CT menunjukkan massa hipervaskuler sinonasal dengan kesan awal angiomatous polyp. Pasien menjalani embolisasi dan endoscopic sinus surgery (ESS). Histopatologi awal menunjukkan proliferasi sel bulat kecil dengan pleomorfisme dan mitosis atipik, dengan dugaan awal Sinonasal Undifferentiated Carcinoma. Pemeriksaan imunohistokimia CK dan CD45 menunjukkan hasil negatif. Pemeriksaan lanjutan menunjukkan CD99 positif kuat dan difus pada membran sel, Ki-67 positif >30%, dan desmin negatif. Hasil ini mendukung diagnosis sarkoma Ewing. Pasien dirujuk untuk tatalaksana radioterapi. Sarkoma Ewing sinonasal sering kali tidak dikenali karena lokasinya yang tidak umum dan presentasinya yang menyerupai lesi jinak seperti polip atau angiofibroma. Pemeriksaan imunohistokimia, khususnya ekspresi CD99, merupakan penanda penting dalam membedakan sarkoma Ewing dari entitas lain dalam spektrum tumor sel kecil bulat. Diagnosis yang akurat sangat penting untuk menentukan terapi multimodal yang tepat, termasuk kemoterapi dan radioterapi. Sarkoma Ewing di regio sinonasal merupakan kasus langka dengan manifestasi klinis dan radiologis tidak khas. Pemeriksaan histopatologi dan imunohistokimia berperan penting dalam menegakkan diagnosis, terutama pada lokasi yang tidak lazim.