cover
Contact Name
Fahrul Basir
Contact Email
fahrulb@uncp.ac.id
Phone
+6285399753612
Journal Mail Official
pedagogy@uncp.ac.id
Editorial Address
Jalan Latammacelling No.9 Kota Palopo
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 25023802     EISSN : 25023799     DOI : https://doi.org/10.30605/pedagogy
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menerbitkan artikel penelitiannya. Ruang lingkup artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini membahas berbagai topik yang terkait dengan pembelajaran matematika.
Articles 621 Documents
PENERAPAN GENERATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Jauhar Bahi; Heni Pujiastuti; Hepsi Nindiasari
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/0xhgx647

Abstract

Pendidikan matematika esensial untuk melatih penalaran analitis, namun peserta didik kerap menghadapi kesulitan dalam pemecahan masalah yang kompleks. Kehadiran Generative Artificial Intelligence (GenAI) seperti ChatGPT membawa disrupsi besar yang menawarkan potensi bantuan personalisasi sekaligus memicu perdebatan mengenai risiko pedagogis. Systematic Literature Review (SLR) ini bertujuan untuk mengevaluasi bukti empiris terkait integrasi GenAI dalam pembelajaran matematika. Mengikuti pedoman pelaporan PRISMA 2020, pencarian literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar dengan rentang tahun 2022–2026. Dari 200 temuan awal, proses penyaringan yang ketat menghasilkan 21 artikel empiris primer yang memenuhi kualifikasi untuk dianalisis melalui sintesis tematik. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa tren utama penggunaan GenAI berfungsi sebagai scaffolding kognitif bagi siswa dan asisten perancang instruksional bagi guru. Secara kognitif, GenAI terbukti mampu menurunkan kecemasan matematis dan mempercepat pemahaman prosedural; namun, ketergantungan berlebihan berisiko menumpulkan nalar kritis dan kemampuan pemecahan masalah mandiri. Tantangan terbesar yang teridentifikasi mencakup fenomena halusinasi AI yang menghasilkan logika matematis keliru, serta ancaman terhadap integritas akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi GenAI yang efektif memerlukan desain pedagogis yang berpusat pada proses reflektif dan pembaruan sistem asesmen.
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI EKSPONEN MENGGUNAKAN TES DIAGNOSTIK THREE-TIER DI KELAS X SMA NEGERI 3 SAMARINDA Winda Sari; Rusdiana Rusdiana; Haeruddin Haeruddin; Azainil Azainil
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/3d52e618

Abstract

Berdasarkan kajian awal di kelas X-I SMA Negeri 3 Samarinda ditemukan siswa mengalami kendala pada materi eksponen di antaranya siswa keliru dalam menentukan basis dan pangkat, keliru dalam menerapkan sifat-sifat bilangan berpangkat, serta keliru dalam memaknai tanda negatif pada bilangan berpangkat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui apakah siswa mengalami miskonsepsi pada materi eksponen menggunakan tes diagnostik three-tier, dan (2) Untuk mendeskripsikan karakteristik jawaban siswa yang teridentifikasi mengalami miskonsepsi dominan pada materi eksponen menggunakan tes diagnostik three-tier. Subjek penelitian ini adalah 25 siswa kelas X-I SMA Negeri 3 Samarinda. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan tes diagnostik three-tier, wawancara, sera dokumentasi. Instrumen yang digunakan yaitu lembar soal tes diagnostik three-tier dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat miskonsepsi yang dialami siswa pada materi eksponen menggunakan tes diagnostik three -tier yang ditandai dengan munculnya miskonsepsi false positif M (FP) sebanyak 8 kemunculan pada 6 siswa, miskonsepsi false negatif M (FN) sebanyak 8 kemunculan pada 8 siswa serta miskonsepsi murni (M) sebanyak 36 kemunculan pada 17 siswa. Miskonsepsi ini cenderung terjadi pada konsep-konsep tertentu seperti pada konsep eksponen negatif, pangkat dari suatu hasil bagi, serta eksponen rasional, (2) Karakteristik jawaban siswa yang teridentifikasi mengalami miskonsepsi dominan pada materi eksponen menggunakan tes diagnostik three-tier ditandai oleh kecenderungan mengingat contoh soal, menyesuaikan jawaban dengan pilihan yang tersedia, kurangnya pemahaman konsep terhadap konsep dasar pangkat, serta adanya keyakinan terhadap jawaban yang tidak sesuai dengan konsep yang benar
PROSES BERPIKIR MATEMATIS SISWA KELAS X SMAN 13 TAKALAR DITINJAU DARI TINGKAT PEMAHAMAN KONSEP BARISAN DAN DERET Putri Putri; Andi Mulawakkan Firdaus; Abdul Gaffar
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/mr9vts20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir matematis siswa kelas X SMAN 13 Takalar dalam menyelesaikan masalah kontekstual barisan dan deret berdasarkan tahapan Polya ditinjau dari tingkat pemahaman konsep. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling, mewakili kategori pemahaman konsep tinggi (S1), sedang (S2), dan rendah (S3). Instrumen penelitian meliputi Tes Kemampuan Awal Matematika (TKAM), Tes Kemampuan Pemecahan Masalah (TKPM), dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Subjek S1 menunjukkan trajektori berpikir sistematis pada tahap memahami dan merencanakan, namun mengalami stagnasi prosedural pada tahap pelaksanaan rencana akibat defisit keterampilan aljabar (pemfaktoran), dengan kontrol metakognisi yang baik. (2) Subjek S2 memiliki pemahaman masalah parsial dan mengalami hambatan kognitif berupa kegagalan koneksi matematis saat menyusun rencana, sehingga tahap pelaksanaan dan evaluasi tidak terlaksana. (3) Subjek S3 mengalami hambatan literasi matematis fundamental sejak tahap awal, sehingga aktivitas penyelesaian bersifat spekulatif (trial and error) tanpa landasan logis. Temuan ini mengimplikasikan perlunya penerapan strategi pembelajaran terdiferensiasi yang menargetkan titik kritis kognitif pada masing-masing level kemampuan siswa.
PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL LIVEWORKSHEET UNTUK MENINGKATKAN SIKAP DAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS PESERTA DIDIK Silvi Munawaroh; Tina Sri Sumartini; Rostina Sundayana
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/ft51mx52

Abstract

Kemampuan representasi matematis peserta didik serta sikap mereka terhadap penggunaan media digital dalam pembelajaran matematika masih belum berkembang secara optimal sehingga diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan representasi matematis, perubahan sikap peserta didik terhadap media digital, serta hubungan antara kedua variabel tersebut melalui penerapan Liveworksheet pada materi statistika. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan representasi matematis dan angket sikap peserta didik terhadap media digital, kemudian dianalisis menggunakan uji N-Gain, paired sample t-test, uji Wilcoxon signed-rank, dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis meningkat dengan nilai N-Gain sebesar 0,53 yang termasuk kategori sedang serta terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretes dan postes (p < 0,001). Sikap peserta didik terhadap penggunaan media digital juga mengalami peningkatan signifikan setelah diterapkannya pembelajaran berbantuan Liveworksheet (p < 0,001). Selain itu, ditemukan hubungan antara sikap peserta didik terhadap media digital dan kemampuan representasi matematis dengan koefisien korelasi r = 0,42 yang berada pada kategori sedang. Dengan demikian, penggunaan Liveworksheet terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan representasi matematis sekaligus membangun sikap positif peserta didik terhadap media digital dalam pembelajaran matematika.
PENGEMBANGAN FILM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DIGITAL DENGAN KONTEKS RUMAH ADAT KAJANG LAKO UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA Selvi Anggelia; Wardi Syafmen; Novferma Novferma
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/f6qwxz20

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa terhadap matematika yang ditunjukkan melalui kurangnya partisipasi, perhatian, dan ketertarikan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan film pembelajaran matematika digital dengan konteks rumah adat Kajang Lako serta menguji tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan minat belajar siswa. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 7 Muaro Jambi, dengan instrumen berupa angket validasi ahli, angket kepraktisan, angket minat belajar, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dengan persentase kevalidan media sebesar 85% dan persentase materi sebesar 85,3%. Berdasarkan presentase kepraktisan oleh guru sebesar 84% dan persentase kepraktisan oleh kelompok kecil sebesar 74,3% kategori sangat praktis. Untuk nilai N-Gain didapatkan hasil 0,72 dikategorikan efektif dan hasil tes kemampuan belajar matematika, didapat persentase 78% yang dikategorikan efektif. Kesimpulannya, film pembelajaran matematika digital dengan konteks rumah adat Kajang Lako layak digunakan sebagai media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan minat belajar siswa.
PERAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Tania Gaby Roito Siregar; Raphita Yanisari Silalahi; I Gusti Ngurah Pujawan; Gst Ayu Mahayukti; Ni Made Sri Mertasari
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/7nmk7j45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran model pembelajaran Think Talk Write (TTW) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dilakukan dengan mengadopsi tahapan PRISMA yang meliputi identification, screening, eligibility, dan included. Proses penelusuran artikel dilakukan melalui Google Scholar, GARUDA, dan Semantic Scholar pada rentang tahun 2020-2025. Berdasarkan hasil seleksi diperoleh 15 artikel dari 987 artikel yang ditemukan. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pembelajaran TTW berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada berbagai jenjang pendidikan. Sebagian besar penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dan mayoritas   penelitian dilakukan pada jenjang SMP. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa siswa yang belajar menggunakan model TTW memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Selain itu, tahapan think, talk, write dalam model TTW mampu membantu siswa dalam memahami masalah, berdiskusi, serta menyusun penyelesaian masalah secara sistematis. Dengan demikian, model Think Talk Write (TTW) dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
IMPLEMENTASI PHENOMENON-BASED LEARNING BERBASIS ETNOMATEMATIKA MABBILANG WETTU DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI DUA DIMENSI Sukmawati Sukmawati; Naimah Naimah; Sirwanti Sirwanti; Andi Muhammad Irfan Taufan Asfar; Andi Muhamad Iqbal Akbar Asfar; Andi Nurannisa
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/ame81326

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep geometri dua dimensi pada peserta didik sekolah dasar disebabkan oleh pembelajaran yang masih bersifat abstrak dan minim mengintegrasikan konteks budaya lokal. Kondisi ini menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan dalam mengenali bentuk, sifat, serta hubungan antarbangun datar secara bermakna. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan Phenomenon-Based Learning berbasis etnomatematika Mabbilang Wettu untuk meningkatkan pemahaman konsep geometri dua dimensi peserta didik. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian sebanyak masing-mmasing 20 peserta didik dari kelas VI UPT SD Inpres 5/81 Tompong Patu dan UPT SD Inpres 5/81 Ponre-Ponre. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes pemahaman konsep matematika, angket, dan validasi ahli. Validator ahli terdiri atas ahli materi matematika, ahli media pembelajaran, dan ahli budaya Bugis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis etnomatematika Mabbilang Wettu memenuhi kriteria valid berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, dan ahli budaya dengan kategori valid hingga sangat valid. Implementasi pembelajaran juga menunjukkan kategori praktis berdasarkan respons positif guru dan peserta didik. Hasil efektivitas menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep geometri dua dimensi yang ditandai oleh peningkatan rata-rata hasil posttest dan nilai N-Gain 0,70 atau kategori tinggi. Temuan penelitian membuktikan bahwa integrasi simbol budaya Mabbilang Wettu melalui pendekatan Phenomenon-Based Learning mampu menciptakan pembelajaran geometri yang lebih kontekstual, bermakna, dan mendukung penguatan literasi budaya peserta didik.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA INTERAKTIF BERBASIS FLIP PDF PROFESSIONAL UNTUK PESERTA DIDIK KELAS VII SMP Hamzah Upu; Hamda Hamda; Rezki Nur Ilham
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/5fn2p108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar matematika interaktif berbasis Flip PDF Professional pada materi rasio untuk peserta didik kelas VII SMP Negeri 3 Barru. Pengembangan bahan ajar dilakukan menggunakan model ADDIE yang mencakup lima tahapan, yaitu Analisis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Tahap analisis dilakukan melalui wawancara dengan guru dan penyebaran angket kepada peserta didik untuk mengetahui kebutuhan serta kesulitan dalam proses pembelajaran matematika, khususnya materi rasio. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik mengalami kesulitan memahami materi rasio dan menginginkan bahan ajar yang menarik, interaktif, dan dapat dipelajari secara mandiri di rumah. Berdasarkan temuan ini, dikembangkan bahan ajar berbasis Flip PDF Professional dengan tampilan flipbook, memuat gambar menarik, teks, video pembelajaran, pertanyaan pemantik, aktivitas diskusi, latihan soal, serta penguatan karakter, yang memungkinkan peserta didik belajar kapan saja dan di mana saja. Bahan ajar yang dikembangkan divalidasi oleh dua ahli materi dan ahli media. Hasil validasi menunjukkan rata-rata persentase kualitas bahan ajar sebesar 84% dari ahli materi dengan kategori sangat valid, dan 80% dari ahli media dengan kategori valid. Selanjutnya, bahan ajar diuji cobakan kepada satu guru mata pelajaran matematika dan 20 peserta didik kelas VII SMPN 3 Barru. Respon guru dan peserta didik menunjukkan persentase 93% dan 84%, yang termasuk kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar interaktif berbasis Flip PDF Professional yang dikembangkan untuk pembelajaran matematika peserta didik kelas VII di SMP Negeri 3 Barru memiliki tingkat validitas dan kepraktisan yang sangat baik.
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA QUIZIZZ DENGAN ANTUSIASME  BELAJAR MATEMATIKA Alviana Romantika Dewi; Rostina Sundayana Rostina Sundayana; Tina Sri Sumartini
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/44j2w241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap penggunaan media Quizizz, mengetahui tingkat antusiasme belajar matematika, serta menganalisis hubungan antara kedua variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 28 siswa kelas X SMA Darussalam yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang disusun berdasarkan indikator Technology Acceptance Model (TAM) untuk variabel persepsi siswa dan indikator student engagement untuk variabel antusiasme belajar. Instrumen telah melalui proses expert judgment, uji validitas empiris, dan uji reliabilitas dengan koefisien Cronbach alpha memiliki tingkat reliabilitas yang sangat tinggi pada variabel persepsi siswa dan variabel antusiasme belajar, sehingga dinyatakan memiliki tingkat keandalan yang baik. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji Korelasi Pearson setelah memenuhi uji prasyarat analisis. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa siswa memberikan penilaian positif terhadap penggunaan media Quizizz dengan nilai rata-rata 3,54 yang masuk dalam kategori tinggi, sedangkan antusiasme belajar matematika berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 3,06. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa terhadap penggunaan media Quizizz dengan antusiasme belajar matematika (r = 0,48 ; p = 0,009 < 0,05). Ini membuktikan bahwa persepsi positif terhadap penggunaan media Quizizz berkontribusi terhadap meningkatnya antusiasme belajar matematika.
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS STATISTIKA SISWA SMP MELALUI LKPD DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) Okta Dwi Lestari; Julia Dwi Riyanti; Siti Fatimah; Nazwa Meilina Az-Zahra; Novita Sari; Zulkardi Zulkardi
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/d3wkpq61

Abstract

Penguasaan berpikir kritis statistika siswa SMP di Indonesia masih tergolong lemah, khususnya dalam memahami, mengevaluasi, dan menyimpulkan data statistika. Kondisi ini tercermin dari rendahnya penguasaan siswa pada materi statistika, termasuk ukuran pemusatan data, yang menuntut kemampuan bernalar dan berpikir kritis, bukan sekadar hafalan prosedur. Oleh sebab itu, dibutuhkan pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) yang dapat merangsang kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan menggambarkan perkembangan kemampuan berpikir kritis statistika siswa SMP melalui implementasi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang mengintegrasikan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi ukuran pemusatan data. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods sederhana dengan desain One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VIII SMP. Instrumen berupa soal uraian pretest dan posttest yang disusun mengacu pada indikator berpikir kritis statistika dari P. A. Facione, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan eksplanasi. Analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta didukung oleh perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 8,50 meningkat menjadi 72,07 pada posttest, dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,70 yang termasuk kategori tinggi. Analisis jawaban siswa menunjukkan peningkatan pada seluruh indikator berpikir kritis statistika, dengan indikator evaluasi dan inferensi mengalami peningkatan. Implementasi LKPD berbasis CTL yang menggunakan data nyata seperti nilai tinggi badan siswa terbukti mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir secara kontekstual, analitis, dan kritis dalam mengolah data statistika.