cover
Contact Name
Aenor Rofek
Contact Email
biro3@unars.ac.id
Phone
+6281331725275
Journal Mail Official
aenor_rofek@unars.ac.id
Editorial Address
Universitas Abdurachman Saleh Situbondo Jl. Pb. Sudirman No.7, Karangasem, Patokan, Kec. Situbondo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68312
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Education and Counseling Journal
ISSN : 27761223     EISSN : 27759466     DOI : 10.36841
Core Subject : Education, Social,
Jurnal consilium adalah jurnal bidang pendidikan dan konseling untuk semua jenjang pendidikan yakni Sekolah Dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi (PT). jurnal consilium merupakan cerminan aspirasi guru-guru di SD – SMA yang membutuhkan jurnal pendidikan dan juga konseling, jurnal ini mewadahi segala bentuk penelitian yang diharapkan mampu memberikan publikasi kepada masyarakat luas.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 378 Documents
THE ROLE OF MORAL EDUCATION IN PREVENTING BULLYING IN SCHOOLS Bidayah, Afifah; Firman, Firman; Mohamed Sidik, Mohd Suhadi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 1 (2024): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i1.3981

Abstract

SCSCS
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MODEL LEARNING CYCLE 5E SDN NGADIREJO 01 KARTASURA Arffianto, Arief; Muhroji, Muhroji; Purnaningsih, Lindasari
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 1 (2024): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i1.4273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) peningkatan hasil belajar matematika melalui model learning circle 5E, 2) penerapan model learning circle 5E dapat meningkatkan hasil belajar, dan 3) kelebihan model learning circle 5E. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kuantitatif dengan statistic deskriptif. Kehadiran peneliti bertindak sebagai instrumen dan sebagai pengumpul data penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber yaitu pengamatan dari proses pembelajaran, tes unjuk kerja peserta didik, dan modul ajar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, 1) penerapan model learning circle 5E pada mata pelajaran matematika dapat dilaksanakan dengan 5 sintak yaitu Engage (pengaitan), Eksplorasi (libatkan), Exsplain (menjelaskan), Elaborasi, dan Evaluasi, 2) penerapan model learning circle 5E dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran matematika. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil belajar dari prasiklus dengan nilai rata-rata kelas 69siklus I dengan nilai rata-rata kelas 74 dan siklus II dengan nilai rata-rata kelas 86 3) kelebihan model learning circle 5E yaitu dapat meningkatkan kerjasama kelompok, berfikir kritis peserta didik, peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran, meningkatkan kemampuan komunikasi peserta didik dan meningkatkan motivasi belajar dengan pembelajaran bermakna.
EFEKTIVITAS TEKNIK SELF INSTRUCTION DALAM MENINGKATKAN PERCAYA DIRI SISWA KELAS VII MTSN 7 JEMBER Nilna Jauhariyatul Maknuna; Imaratul Ulwiyah; Weni Kurnia Rahmawati
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Efektifitas Teknik Self Instruction Dalam Meningktkan Percaya Diri Siswa Kelas VII MTsN 7 Jember. Jenis Penelitian ini Pretest – Postest Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 orang siswa,10 orang siswa kelas VII A sebagai kelompok eksperimen dan 10 siswa kelas VII E sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitin ini menggunakan angket. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan percaya diri siswa meningkat setelah diberikan perlakuan berupa konseling kelompok dengan teknik self instruction. Hal ini terlihat dari hasil pretest dan posttest penelitian, didalam pretest menunjukkan skor nilai 73,7 dan posttest menunjukkan hasil skor 88,2 maka hal ini dapat disimpulkan bahwa percaya diri siswa setelah diberikan perlakuan mengalami peningkatan skor sebesar 8,2%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik self instruction efektif untuk meningkatkan percaya diri siswa kelas VII MTsN 7 Jember. Berbeda dengan kelompok kontrol yang tidak mengalami peningkatan percaya diri, hal itu bisa dilihat dari hasil pretest yang menunjukkan skor 70,5 dan hasil posttest menunjukkan skor 71,4. Hal ini menunjukkan bahwa pada kelompok kontrol tidak mengalami peningkatan.
EFEKTIFITAS TEKNIK COGNITIVE RESTRUCTURING UNTUK MENGURANGI PERILAKU MEROKOK PADA SISWA KELAS X MADRASAH ALIYAH MINHAJUT THULLAB MUNCAR Arifin, Bustanul
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 1 (2024): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i1.4211

Abstract

Penggunaan layanan konseling kelompok dalam penelitian ini diharapkan mampu membantu mengurangi perilaku merokok pada siswa. Adapun tahapan tahapan seperti asesment/diagnosa, mengidentifikasi pikiran-pikiran negatif siswa, memonitor pikiran-pikiran siswa melalui thought record, intervensi pikiran negatif siswa menjadi pikiran yang positif, dan yang terakhir adalah latihan penguatan pikiran positif agar pikiran positif dapat dikembangkan serta tidak dapat dimanipulasi pikiran negatif kembali. Penelitian eksperimen melibatkan dua kelompok yaitu pertama adalah kelompok eksperimen dan kontrol. Subjek yang diambil peneliti merupakan siswa dari kelas X tahun ajaran 2022/2023 yang mempunyai keterangan sebagai perokok aktif yang terdata sebanyak 8 siswa yang semuanya berjenis kelamin laki-laki. Berdasarkan hasil pre-test diperoleh rata-rata skor sebesar 58,00. Sementara itu, data hasil post-test diperoleh rata rata skor 48,12 yang menunjukkan skor rata-rata hasil post-test lebih rendah dibandingkan skor rata-rata pre-test yang mengalami penurunan yang signifikan sebanyak 9,88. hasil pada kelompok eksperimen berdasarkan hasil analisis uji-t sebagai berikut. Dimana dalam tabel harga t diketahui bahwa db =8, taraf signifikansi 5% diperlukan harga ttabel = 2,31. Harga ttabel tersebut kemudian dibandingkan dengan thitung. Berdasarkan perhitungan menunjukkan 1,25 2,31 yang memiliki arti bahwa t hitung t tabel. Hal ini mengandung arti bahwa Teknik cognitive restructuring efektif dalam mengurangi perilaku merokok pada siswa kelas X Madrasah Aliyah Minhajut Thullab Muncar.
MEMAKSIMALKAN PEMBELAJARAN INTERAKTIF PESERTA DIDIK MELALUI APLIKASI QUIZIZZ Khairani, Putri; Kesuma, Sapta; Muslim, Yusnita
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i2.4446

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan pembelajaran interaktif melalui aplikasi quizizz. Penelitian ini tergolong kedalam jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus penelitian. Pada tiap-tiap siklus penelitian terdapat empat tahapan yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini yakni siswa SMA Negeri 13 Medan tepatnya kelas X-1 dengan jumlah siswa 35 peserta didik. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan menggunakan metode tes, wawancara, dan observasi dengan instrument penelitian berupa tes hasil belajar PPKn siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Quizizz dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik secara signifikan. Pada siklus I, terjadi sedikit peningkatan hasil belajar, dengan 21 siswa mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) dan 15 siswa belum berhasil mencapainya. Nilai tertinggi pada siklus I adalah 85 dan nilai terendah adalah 60. Di siklus II, tidak ada siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM, dengan nilai terendah 75 (sesuai dengan KKM untuk pelajaran PPKn) dan nilai tertinggi 90. Seluruh siswa berhasil mencapai KKM pada siklus II, dan 35 siswa menyatakan bahwa pembelajaran menggunakan Quizizz lebih seru dibandingkan pembelajaran di hari lainnya, menunjukkan bahwa Quizizz mendapat feedback positif dari siswa.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA KELAS V SD NEGERI Susanti, Ratih; Stavinibelia, Stavinibelia
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 1 (2024): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i1.4159

Abstract

This research study aims to determine the increase in student learning activity by applying a project-based learning model in learning on the material of economic activity objects, people and objects in the environment in class V SDN 01 Ulak Karang. This research is a Kemmis & MC Taggart model classroom action research using a project-based learning model implemented in II cycles. The subjects in this study were the fifth grade students of SDN 01 Ulak Karang Selatan, which amounted to 28 people. Consisting of 16 male students and 12 female students. The students' activities were measured from the students' observation sheets, students' learning activity sheets, and LKPD sheets for each pre-cycle or each session. From the results of the study, it is known that the project-based learning model can increase student activeness in the thematic learning process in class V SDN 01 Ulak Karang Selatan. Project-based learning can improve the results of student activeness seen from the pre-cycle. Initial observations obtained a percentage of 2.6% with a less active category, in cycle I with a percentage of 3% with a fairly active category, in cycle II experienced an increase with a percentage of 4.1% with an active category. In Cycle II, it can be seen from the pre-cycle that there was a better increase in student activeness so that it reached a percentage of 4.1% in the active category.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT MEMBACA SISWA MELALUI PERPUSTAKAAN DI SDN 08 GUNUNG TULEH KABUPATEN PASAMAN BARAT Utami, Dini Sri; Efendi, Nofriza; Prananda, Gingga; Stavinibelia, Stavinibelia
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 1 (2024): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i1.4342

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi peran guru dalam meningkatkan minat membaca anak dengan memanfaatkan perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru sekolah dalam meningkatkan minat baca siswa melalui perpustakaan di kelas I SDN 08 Gunung Tuleh. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, Kemudian data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh temuan bahwa (1) Peran guru kelas 1 dalam meningkatkan minat membaca siswa melalui perpustakaan di SDN 08 Gunung Tuleh, yaitu guru kelas membiasakan siswa membaca sebelum memulai pembelajaran di kelas dan membuat jadwal membaca di perpustakaan dengan pengawasan langsung oleh guru kelas. (2) Fasilitas pendukung guru kelas dalam meningkatkan minat membaca siswa melalui perpustakaan di SDN 08 Gunung Tuleh, selain dari koleksi buku di perpustakaan yang sudah cukup lengkap, kondisi gedung yang baru dan bagus serta kondisi ruangan yang nyaman dan bersih. Guru kelas 1 dalam meningkatkan minat membaca siswa melalui perpustakaan di SDN 08 Gunung Tuleh yaitu agar siswa kelas 1 lancar membaca dan agar siswa dapat memahami suatu pembelajaran dengan cepat
PERAN TEKNOLOGI ARKAS DALAM MENINGKATKAN AKURASI PERENCANAAN DAN PENGELOLAAN ANGGARAN BOS REGULER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SMKN 1 KECAMATAN LUAK Tresia, Lusiana; Waskito, Waskito
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 1 (2024): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i1.4061

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran krusial teknologi ARKAS dalam meningkatkan akurasi perencanaan dan pengelolaan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMKN 1 Kecamatan Luak. Dengan melakukan evaluasi komparatif sebelum dan setelah penerapan ARKAS, penelitian ini menyoroti perbaikan yang signifikan dalam akurasi perencanaan anggaran, penggunaan dana yang lebih efisien, dan transparansi dalam pengelolaan dana. Meskipun demikian, kendala seperti adaptasi pengguna, kurangnya pelatihan awal, serta tantangan teknis menjadi perhatian selama proses implementasi ARKAS. Hasil positif dalam alokasi anggaran memberikan indikasi kuat bahwa penggunaan teknologi ARKAS memiliki dampak yang positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah
PERBEDAAN MODEL COOPERATIF LEARNING TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN (REASONING) MATEMATIS SISWA KELAS VI DI SDN TAPEN 1 Husen, Ach. Munawi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 1 (2024): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i1.4243

Abstract

tudent Team Achievement Division (Stad) Dengan Model Pembelajaran Langsung Terhadap Kemampuan Penalaran (Reasoning) Matematis Siswa Kelas VI DI SDN TAPEN 1. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pengumpulan data dengan teknik kuisioner atau angket dan dokumenter. Bersumber pada hasil riset didapat bahwasannya Implementasi bentuk kegiatan belajar mengajar STAD dicoba buat meninngkatkan keahlian anak didik dalam menalar matematis.. Keahlian anak didik dalam berfikir tingkatan besar bisa membuat anak didik sanggup menuntaskan kasus yang diserahkan oleh guru ataupun kasus dalam pertanyaan. Hasil pengetesan anggapan yang dicoba oleh periset yang hasilnya membuktikan kalau ada perbandingan yang penting dari implementasi bentuk kegiatan belajar mengajar STAD kepada keahlian menalar anak didik( Reasoning) siswa dari pada implementasi bentuk kegiatan belajar mengajar langsung. Hasil percobaan anggapan terdapatnya akibat pula dibuktikan dari hasil post- test yang dicoba di akhir kegiatan belajar mengajar yang membuktikan bila kelas penelitian ialah kelas IVB mempunyai angka pada umumnya nilal 75, 6 dari pada kelas pengawasan ialah kelas IVA dengan angka pada umumnya 52, 1. Hasil percobaan anggapan mendapatkan angka penting kalau Thitung( 8, 55)>Ttabel( 2, 04) yang maksudnya t jumlah lebih besar dari t bagan alhasil Ha diperoleh serta Ho di dorong jadi ada perbandingan yang penting implementasi STAD dari pada kegiatan belajar mengajar langsung kepada keahlian menalar matematis.
TRANSFORMASI PENINGKATAN MUTU SEKOLAH MELALUI PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK Reksa Adya Pribadi; Ananda Fatihah Auliya; Khanza Shofiana; Muhammad Herlan Yudo Winarno; Mutmainah Mutmainah
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v3i2.3844

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui mengenai transformasi peningkatan mutu sekolah melalui program sekolah penggerak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teknik untuk pengumpul data, yakni: observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dalam penelitian di salah satu sekolah yang berada di Kota Serang yaitu SDN Rawu bahwa sekolah tersebut telah melakukan pendaftaran sebagai sekolah penggerak pada tahun 2021. Sekolah penggerak bukan berarti sekolah besar dengan sarana prasarana yang lengkap namun sekolah penggerak merupakan sekolah yang dipimpin oleh seorang kepala sekolah yang telah lulus pelatihan dan pembekalan sekolah penggerak tentunya kepala sekolah tersebut mau melakukan perubahan di bidang pendidikan. Di bawah kepemimpinan kepala sekolah yang baik sekolah kecil akan menjadi maju, bahkan sekolah yang peneliti kunjungi boleh dikatakan sekolah yang kecil dengan lahan yang sangat terbatas. Tetapi sekolah tersebut mampu menjadi agen perubahan yang tentunya memacu orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah tersebut. Berdasarkan paparan data dari hasil pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa Program Sekolah Penggerak merupakan sekolah yang mempunyai semangat bergerak menuju perubahan yang lebih baik. Program sekolah penggerak seperti yang dirumuskan oleh Kemendikbudristek merupakan salah satu inovasi yang dapat mempercepat peningkatkan mutu kualitas pendidikan di Indonesia.