cover
Contact Name
Aenor Rofek
Contact Email
biro3@unars.ac.id
Phone
+6281331725275
Journal Mail Official
aenor_rofek@unars.ac.id
Editorial Address
Universitas Abdurachman Saleh Situbondo Jl. Pb. Sudirman No.7, Karangasem, Patokan, Kec. Situbondo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68312
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Education and Counseling Journal
ISSN : 27761223     EISSN : 27759466     DOI : 10.36841
Core Subject : Education, Social,
Jurnal consilium adalah jurnal bidang pendidikan dan konseling untuk semua jenjang pendidikan yakni Sekolah Dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi (PT). jurnal consilium merupakan cerminan aspirasi guru-guru di SD – SMA yang membutuhkan jurnal pendidikan dan juga konseling, jurnal ini mewadahi segala bentuk penelitian yang diharapkan mampu memberikan publikasi kepada masyarakat luas.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 378 Documents
PENERAPAN TEKNIK BIBLIOKONSELING DALAM BIMBINGAN KELOMPOK SISWA SMP PGRI 2 GLENMORE Nur Patria, Devan; Suharmawan, Wahid
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.5191

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan untuk menguji penerapan teknik bibliokonseling utnuk meningkatkan percaya diri siswa SMP PGRI 2 Glenmore dengan jumlah subjek 7 Siswa angkatan 2021. Hasil observasi awal pada tanggal 11 Februari 2024 dengan mengadakan wawancara langsung dengan guru pembimbing Ibu Evaya Yustin, S.PdI di SMP PGRI 2 Glenmore tentang adanya kepercayaan diri rendah yang dimiliki oleh siswa. Teridentifikasi banyak siswa yang memiliki kepercayaan diri rendah. Hal ini ditunjukkan dengan adanya sikap siswa yang tidak berani mengemukakan pendapat, pesimis, takut gagal, selalu menempatkan dirinya pada level terakhir karena menganggap dirinya kurang mampu, cenderung menolak pujian, mudah menyerah, sulit menerima realita diri. Hal ini juga menyebabkan siswa tidak dapat melakukan hubungan sosial dengan baik dan kemungkinan gagalnya siswa melaksanakan dan menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Dari ketujuh Siswa tersebut diperoleh berdasarkan hasil pre-test yang telah dilakukan. Kemudian pada hasil post-test yang dilakukan setelah pelaksanaan treatment selama empat kali pertemuan menunjukkan Siswa yang mengalami percaya diri rendah mengalami peningkatan. Hasil analisis pre-test dan post-test dengan uji tanda menunjukan bahwa adanya perbedaan skor antara sebelum diberikan perlakuan dan sesudah diberikan perlakuan, hal ini berarti perlakuan teknik bibliokonseling berpengaruh positif terhadap siswa yang mengalami percaya diri rendah. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji tanda terdapat perbedaan skor yang cukup signifikan, berdasarkan data diketahui subjek berjuamlah 7 Siswa. Dengan melihat Mean ranks atau rata-rata peningkatan tingkat tersebut adalah sebesar 4, 00 sedangkan jumlah rangking atau sum of ranks sebesar 28,00., maka diperoleh ρ (kemungkinan harga di bawah H0) = 0,01. Bila dalam ketetapan α (taraf kesalahan) sebesar 5% adalah 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa harga 0,01 < 0,05, berdasarkan hasil tersebut, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberia
TINGKAT KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DALAM PRESENTASI AKADEMIK: EVALUASI DARI BERBAGAI ASPEK KUALITAS PENYAMPAIAN DAN INTERAKSI Nurhayati, Septi; Erviana, Yurita
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i2.4688

Abstract

Pembelajaran dalam bentuk presentasi akademik adalah salah satu bentuk penilaian kritis atas kualitas berpikir seorang mahasiswa yang sangat penting dalam penilaian pembelajaran di dalam Pendidikan tinggi atau universitas. Kemampuan berpikir kritis dapat meningkatkan kualitas lulusan yang siap menghadapi dunia kerja. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengevaluasi tingkat kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam presentasi akademik, dengan fokus pada berbagai aspek kualitas penyampaian dan interaksi. Pendekatan ini dipilih untuk memungkinkan pemahaman mendalam terhadap fenomena yang diteliti dan untuk menganalisis secara komprehensif faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan berpikir kritis dalam konteks presentasi akademik. Populasi dan Sampel dalam penelitian ini terdiri dari mahasiswa Universitas Amikom Purwokerto yang dipilih dari dua kelas spesifik yaitu kelas IF18C sebanyak 40 mahasiswa dan kelas IF18D sebanyak 40 mahasiswa. Ke-80 mahasiswa tersebut dijadikan responden dalam penelitian. Berdasarkan hasil observasi kualitas penyampaian mahasiswa dalam presentasi akademik menunjukkan hasil yang positif, meskipun masih ada area yang memerlukan perbaikan. Kejelasan dalam menyampaikan materi, struktur presentasi yang baik, penggunaan visual yang efektif, dan teknik penyampaian yang tepat adalah elemen kunci yang harus terus diasah oleh mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan presentasi mereka. Sedangkan tingkat kemampuan berpikir kritis mahasiswa dapat diketahui bahwa tidak ada mahasiswa yang kemampuan berpikir kritisnya berada pada kategori sangat kurang. Sejumlah 20 dari 80 siswa atau sebesar 25% dari siswa memiliki kemampuan berpikir kritis pada kategori kurang. Persentase terbesar pada kategori cukup yaitu sebesar 38,75%. Selebihnya pada pada kategori baik sebesar 25%dan kategori sangat baik sebesar 11,25%
EFEKTIVITAS TEKNIK MODELING UNTUK MENINGKATKAN EMPATI SISWA KELAS X TPM SMK MINHAJUT THULLAB Srianto, Agus; Isriyah, Mudafiatun; Mawaddati, Ika Romika
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i2.5122

Abstract

Untuk mengetahui apakah dan bagaimana teknik modeling efektif untuk meningkatkan empati siswa kelas X TPM SMK Minhajut Thullab. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pre eksperimental design. Dengan desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini 20 siswa kelas X TPM SMK Minhajut Thullab. Subjek Penelitian dipilih secara porposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 15 siswa dengan kriteria empati rendah. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket skala empati siswa. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis data yaitu uji wilcoxon dengan bantuan SPSS versi 16.0 for windows. Berdasarkan hasil perhitungan uji wilcoxon menggunakan SPSS versi 16.0 diperoleh nilai Z sebesar -3,412 dengan simpotik signifikansi untuk uji dua arah sebesar 0,001. Dari hasil pengujian diatas, diketahui nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,001<0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima. Peningkatan empati siswa juga dapat dilihat berdasarkan hasil setelah diberikan treatment bimbingan kelompok dengan teknik modeling pada setiap pertemuan. pertemuan pertama tingkat enpati siswa sebanyak 42%, pertemuan kedua meningkat menjadi 55%, pertemuan ketiga meningkat menjadi 63%, kemuadian pertemuan terakhir tingkat empati siswa meningkat menjadi 86%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik modeling efektik untuk meningkatkan empati siswa kelas X TPM SMK Minhajut Thullab.
INTEGRASI MEDIA BELAJAR BERBASIS GAME WORDWALL DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK Hutabarat, Yohanna Minta Ito; Tampilen, Tampilen; Suriana, Suriana
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i2.4400

Abstract

Kurangnya motivasi belajar peserta didik dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan guru mengenai media pembelajaran digital yang cocok digunakan dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat menyebabkan siswa merasa jenuh, bosan dan mengantuk selama pembelajaran. Media wordwall merupakan salah satu tipe media pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam penguasaan materi dan mampu membuat mereka antusias dalam pembelajaran Maka, tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana media pembelajaran berbasis game wordwall dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di SMA Negeri 3 Medan. Subjek penelitian ini adalah semua peserta didik kelas XI IS-2 dengan jumlah 36 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Data motivasi belajar siswa diperoleh melalui pengisian angket oleh siswa. Analisis pra-siklus menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa rendah, dengan banyak siswa termasuk dalam kategori sangat rendah. Setelah menerapkan wordwall dalam siklus I, terdapat peningkatan motivasi belajar siswa. Jumlah siswa dengan motivasi sangat tinggi meningkat menjadi 12 orang dan kategori tinggi menjadi 10 orang. Namun, meskipun ada peningkatan, persentase motivasi belajar secara keseluruhan masih rendah. Pada siklus II, penggunaan game di wordwall lebih meningkatkan antusiasme peserta didik. Sebagian besar siswa, 85%, akhirnya memiliki motivasi belajar yang sangat tinggi. Oleh karena itu, media pembelajaran wordwall terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
PENGGUNAAN PLATFORM MERDEKA MENGAJAR (PMM) DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL GURU DI SEKOLAH DASAR Zanuba Qathrunnida, Azda; Rakhmat, Cece; Pratama, Febri Fajar
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.5266

Abstract

Platform Merdeka mengajar ini merupakan sebuah platform edukasi yang dikembangkan oleh kemendikbudristek untuk mendukung implementasi kurikulum Merdeka dengan cepat dan mampu menjadi sarana pengembangan bagi guru dalam mengajar, belajar, dan berkarya untuk mengembangkan kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang kemudahan dan perubahan yang guru rasakan setelah mengakses Platform Merdeka mengajar (PMM) ini. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, melalui kegiatan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang di dapat di paparkan secara naratif, deskriptif dan rinci. Penelitian ini dilakukan kepada dua guru di SDN 4 Setiamulya. Hasil penelitian ini menjelaskan, bahwa dalam Upaya pengembangan kompetensi pedagogic dan professional guru melalui penggunaan Platform Merdeka mengajar (PMM). Guru merasakan perkembangan dalam kegiatan pembelajaran seperti, mampu melaksanakan pembelajaran yang interaktif dan melibatkan peserta didik dalam setiap pembelajaran. Seperti membuat pertanyaan pemantik untuk anak berfikir kritis. Guru juga mampu membuat suasa kelas yang nyaman dengan menata tempat duduk, menghias ruangan dengan berbagai karya yang dibuat oleh peserta didik.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI MATERI DAERAHKU KEBANGGANKU KELAS V SD NEGERI 4 ARCAWINANGUN Wahyuni, Meida Tri; Badarudin, Badarudin
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i2.4704

Abstract

Differentiated learning is an approach that considers the individual needs of students in terms of speed, learning style, and level of understanding. Differentiated learning is relatively new, so there are still many teachers who do not understand how to implement differentiated learning. The purpose of this study is to describe the Implementation of Differentiated Learning of My Regional Pride Material in Grade V of SD Negeri 4 Arcawinangun. The research method used is descriptive qualitative. Data collection was carried out by conducting observations, interviews and documentation of fifth grade teachers and students of SD Negeri 4 Arcawinangun. Based on the results of the research that has been carried out, the implementation of differentiated learning consists of 1) initial diagnostics to understand student needs with a focus on the components of content, process, product, and learning environment, 2) Differentiated learning planning, 3) Implementation of differentiated learning, 4) Evaluation and reflection. Keywords: Implementation, Learning, Differentiation
UPAYA GURU PENDIDIKAN PANCASILA DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR YANG NYAMAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI KELAS 11 SMA N 8 SEMARANG Novitasari, Eis; haryati, Titik; Eni, Sri Topo; Sudrajat, Rahmat
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i2.4616

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi dengan Guru Pendidikan Pancasila yang merupakan salah satu guru yang bertugas untuk meningkatkan motivasi belajar pada siswa dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Upaya Guru Pendidikan Pancasila dalam Menciptakan Lingkungan Belajar yang Nyaman untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Kelas 11 SMA N 8 Semarang. Metode peneitiannya yitu kualitatif dan teknik pengumpulan datanya observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari pengumpuln data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) cara atau upaya yang dilakukan oleh guru pendidikan pancasila untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman adalah dengan: Membangun hubungan yang positif dengan siswa, Menyediakan materi yang relevan dan menarik, Mendorong siswa untuk ikut aktif dalam kegiatan pembelajaran, Menciptakan lingkungan yang mendukung dan bebas dari ketakutan, Menyediakan umpan balik yang konstruktif, Menjadi teladan. 2) Kendala yang dihadapi guru pendidikan pancasila dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA N 8 Semarang Kendala pertama adalah memiliki perasaan dan pemikiran yang merasa takut salah dalam memberikan respon saat kegiatan pembelajaran, Kendala kedua kurangnya dorongan untuk belajar, Kendala ketiga yaitu kegiatan pembelajaran yang kurang menarik , Kendala keempat yitu lingkungan belajar yang kurang nyaman atau kurang kondusif. 3) Solusi yang dilakukan guru pendidikan pancasila dalam menciptakan ingkungan belajar yang nyaman untuk meningkatkan motivasi siswa kelas 11 di SMA N 8 Semarang Solusi pertama yaitu guru lebih mendekatkan diri kepada siswa, Solusi kedua yaitu memberikan dorongan untuk belajar, Solusi ketiga yaitu memberikan kegiatan yang menarik dalam pembelajaran, Solusi keempat yaitu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MAN 1 KERINCI Marselina, Suci
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i2.4576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh motivasi belajar dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa MAN 1 Kerinci. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa siswa MAN 1 Kerinci yang berjumlah 32 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, sedangkan teknik analisa yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda, uji t, uji f, dan uji koefesien determinasi. Secara parsial terdapat pengaruh antara Motivasi Belajar (X1) terhadap Hasil Belajar (Y) pada MAN 1 Kerinci dibuktikan dengan nilai t hitung > t tabel. Nilai t hitung = 2,964 (t tabel > 2,04523) terdapat pengaruh Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar secara parsial adalah sebesar 68,40%. dengan signifikan = 0,000 (signifikan < 0,05). Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara lingkungan sekolah (X2) secara parsial terhadap hasil belajar (Y) pada MAN 1 Kerinci dibuktikan dengan nilai t hitung = 2,388 dan t tabel = 2,04523 terdapat pengaruh Lingkungan Sekolah terhadap Hasil Belajar secara parsial adalah sebesar 25,89%. dengan signifikan = 0,024 (signifikan < 0,05). Terdapat pengaruh secara simultan pengaruh antara motivasi belajar (X1) dan lingkungan sekolah (X2 terhadap hasil belajar (Y) sebesar 94,28% Sedangkan sisanya 5,72% dijelaskan oleh faktor penyebab lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAY BERBASIS CAPCUT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 1 TUHEMBERUA Yudikasih Gea, Onema Berkat; Lahagu, Arianto; Laoli, Bezisokhi; Harefa, Yearning
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i2.5102

Abstract

Kurangnya motivasi belajar siswa yang berdampak pada penurunan hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Tuhemberua disebabkan penerapan model pembelajaran yang kurang efektif. Berkaitan dengan hal tersebut, penulis melakukan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran Role Play berbasis capcut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan model pembelajaran tersebut, serta untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 1 Tuhemberua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan menggunakan dua siklus pada pelaksanaannya. Dari hasil penelitian diketahui bahwa persentase nilai lembar observasi guru dan siswa serta lembar hasil belajar siswa pada siklus I tidak sebesar pada siklus II. Pada siklus II, rata-rata lembar observasi guru, lembar observasi siswa dan hasil belajar siswa meningkat sebesar 93,18%, 80,86%, dan 80,33% dengan presentase ketuntasan siswa pada mata pelajaran sebesar 90,63%. Dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Role Play berbasis capcut.
PERAN REMAJA MASJID AL-AMIN DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL REMAJA DESA BANDAR SETIA Arlina, Arlina; Yuliyani, Yuliyani; Rizki Aini, Putri; Br Munte, Rahma Nadira; Hasibuan, Rosid Fauzan
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.5301

Abstract

Kecerdasan spiritual memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan seorang remaja, namun saat ini remaja sudah jauh dari sikap spiritual yang seharusnya dikarenakan pergaulan yang salah dan perkembangan jaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran remaja masjid Al-Amin berbentuk program dan kegiatan dalam meningkatkan kecerdasan spiritual remaja desa bandar setia khususnya di kawasan Masjid Al-Amin Desa Bandar Setia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data di lapangan yaitu: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini yaitu peran remaja Masjid Al-Amin dalam meningkatkan kecerdasan spiritual remaja Desa Bandar Setia dengan meningkatkan hubungan kepada Allah melalui kegiatan PHBI, majelis ilmu, praktik ibadah, pesantren kilat, tadarus Al-Qur’an. Meningkatkan hubungan sosial dengan mengajar mengaji maghrib serta meningkatkan kecintaan kepada lingkungan melalui kegiatan gotong-royong kebersihan.