cover
Contact Name
Aenor Rofek
Contact Email
biro3@unars.ac.id
Phone
+6281331725275
Journal Mail Official
aenor_rofek@unars.ac.id
Editorial Address
Universitas Abdurachman Saleh Situbondo Jl. Pb. Sudirman No.7, Karangasem, Patokan, Kec. Situbondo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68312
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Education and Counseling Journal
ISSN : 27761223     EISSN : 27759466     DOI : 10.36841
Core Subject : Education, Social,
Jurnal consilium adalah jurnal bidang pendidikan dan konseling untuk semua jenjang pendidikan yakni Sekolah Dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi (PT). jurnal consilium merupakan cerminan aspirasi guru-guru di SD – SMA yang membutuhkan jurnal pendidikan dan juga konseling, jurnal ini mewadahi segala bentuk penelitian yang diharapkan mampu memberikan publikasi kepada masyarakat luas.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 378 Documents
PENERAPAN METODE THINK-PAIR-SHARE TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PARTISIPASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN PPKN DI KELAS X-2 SMA NEGERI 3 MEDAN Munthe, Fitria Fahmi; Tampilen, Tampilen; Suriana, Suriana
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i2.4447

Abstract

Pendekatan pembelajaran Think Pair Share memiliki beberapa manfaat, termasuk meningkatkan keterlibatan siswa, khususnya untuk kegiatan lugas. Selain itu, setiap anggota kelompok mempunyai banyak kesempatan untuk berkontribusi aktif pada kelompoknya masing-masing, dan proses pembentukannya dipercepat dan disederhanakan. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk menyelidiki efektivitas pendekatan pembelajaran Think Pair Share dalam meningkatkan keterlibatan siswa di kelas X-2 SMA Negeri 2 Medan selama pembelajaran PPKn. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menerapkan pendekatan penelitian tindakan kelas, yang melibatkan melakukan penelitian untuk meningkatkan dan mengoptimalkan metode pengajaran yang digunakan oleh pendidik. Penelitian tindakan kelas adalah metode yang efektif untuk mengatasi permasalahan kelas, meningkatkan kinerja guru, dan mendorong peningkatan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Medan. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 36 orang dari kelas X-2. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan paradigma pembelajaran Think Pair Share (TPS) menghasilkan peningkatan substansial dalam keterlibatan siswa sepanjang pengalaman pembelajaran.
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN PERCAYA DIRI DALAM BERKOMUNIKASI PADA SISWA KELAS VIII SMP DARUSSALAM KALIBARU Harun, Lukman
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.5194

Abstract

Penelitian ini merupakan permasalahan ini terjadi pada siswa SMP Darussalam Kalibaru. Berdasarkan laporan yang peneliti proleh dari Guru BK dan Wali Kelas VIII SMP Darussalam Kalibaru , bahwa guru BK menjelaskan bahwa sebagian siswa merasa gugup, bingung, bingung dan terkadang tidak berani ketika guru meminta siswa untuk tampil di depan kelas, misalnya untuk menjawab pertanyaan guru atau mengemukakan pendapatnya selama pembelajaran berlangsung. Hal ini dikarenakan siswa belum terbiasa berbicara di depan banyak orang di kelas, seperti teman. Karakter guru mata pelajaran juga mempengaruhi keberanian siswa untuk tampil dan tampil di depan kelas. Ketika siswa sudah nyaman dengan gurunya, siswa akan berani untuk tampil di depan teman-temannya, meskipun merasa gugup di depan teman-temannya. Namun, siswa tersebut merasa tidak nyaman ketika guru apalagi di depan kelas menyuruhnya jalan terus, itu sangat sulit. Berdasarkan pembahasan dan analisis data penelitian di MAS Minhajut Thulab, terkait dengan efektifitas layanan konseling kelompok terhadap peningkatan percaya diri siswa dalam berkomunikasi pada kegiatan belajar mengajar diKelas VIII SMP Darussalam Kalibaru . Dapat menjawab Kebenaran hipotesis dalam penelitian, Hal ini didasari dari hasil temuan dilapangan sebagai berikut.Pertama, dilihat dari hasil pre-test dalam pengukuran tingkat percaya diri siswa sebelum diberikan treatment atau perlakuan menggunakan layanan konseling kelompok terdapat 15 siswa yang terindikasi dan terbukti atas kurangnya rasa percaya diri pada diri siswa tersebut. Nilai rata rata perolehan nilai pretest sangat kurang dan rendah dengan hanya memperoleh nilai 31.55.Kemudian, dilihat dari tingkat percaya diri siswa sesudah diberikan layanan konseling kelompok. 15 siswa yang memiliki tingkat percaya diri Rendah dapat meningkat pada tingkat Tinggi sesudah diberikan layanan konseling kelompok. hal ini dibuktikan dengan hasil pre-test yang awalnya 31,55 menjadi Tinggi pada posttest dengan skor 60,00. Didalam tabel harga t diketahui bahwa db =14, taraf signifikansi 5% diperlukan harga ttabel = 2,10. Harga ttabel tersebut kemudian dibandingkan dengan thitung. Berdasarkan perhitungan menunjukkan 7,76 > 2,10 yang memiliki arti bahwa t hitung t tabel. Hal ini mengandung arti bahwa ada efektifitas pengaruh yang terjadi akibat suatu perlakuan khusus yang dimana pada penelitian ini dengan menggunakan suatu treatment layanan konseling kelompok guna meningkatkan sikap percaya diri siswa dalam berkomunkasi pada kegiatan belajar mengajar diKelas VIII SMP Darussalam Kalibaru pada taraf signifikansi 0,05 atau dengan kata lain pada tingkat kepercayaan 95% dapat dinyatakan bahwa keterkaitan perlakuan tersebut benar adanya.
ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK: IDENTIFIKASI DAN PERUMUSAN MASALAH Asfiah, Eka Wardatul; Ramadhani, Putri Oktaviana; Yulianto, Hendrik; Ksatria Yudha, Putra Pratama; Alamsyah, Muhammad Iqbal; Egimanda, Revo Alghazar; Angin, Ria
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i2.4696

Abstract

Analisi kebijakan Publik: identifikasi dan perumusan masalah sangat penting untuk tercapainya suatu kebijakan dan dapat dicapai secara maksimal. Untuk mengidentifikasi masalah dan merumuskan masalah dalam pembuatan kebijakan perlu diketahui proses, tahapan dan langkah langkah identifikasi dan perumusan masalah tersebut. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengamati, mempelajari dan mendapatkan informasi terhadap proses dan tahapan tahapan dalam pembuatan kebijakan. Metode penulisan ini menggunakan study perpustakaan. Penulisan artikel ini dilakukan dengan mengkaji 15 artikel yang berkaitan dengan kebijakan publik, konsep pembuatan kebijakan yang ada di goggle scholar. Dari hasil mengkaji dan mempelajari ditemukan beberapa definisi tentang identifikasi masalah dan bagaimana perumusan masalah serta tahapan-tahapan nya yaitu Pengenalan Masalah, definisi, spesifikasi, penetapan prioritas masalah. Pada tahapan ini dalam pembuatan kebijakan yaitu Identifikasi Tanda-tanda Adanya Masalah, Memahami Konteks dan Latar Belakang, mendefinisikan dan membatasi masalah, menganalisis akar permasalahan, merumuskan pernyataan masalah, pengkajian ini menemukan bahwa salah satu tahapan dalam pembuatan kebijakan yaitu mengidentifikasi dan perumusan masalah kebijakan.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI KONTEN DAN PROSES BERDASARKAN GAYA BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK Zebua, Erlinda; Tampilen, Tampilen; Suriana, Suriana
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i2.4401

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi adalah proses atau filosofi untuk pengajaran efektif dengan memberikan beragam cara untuk memahami informasi baru untuk semua siswa dalam komunitas ruang kelasnya yang beraneka ragam, termasuk cara untuk: mendapatkan konten; mengolah, membangun, atau menalar gagasan dan mengembangkan produk pembelajaran dan ukuran penilaian sehingga semua siswa di dalam suatu ruang kelas yang memiliki latar belakang kemampuan beragam bisa belajar dengan efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat peningkatan keaktifan siswa dalam belajar dengan implementasi pembelajaran berdiferensiasi. Peneliti melakukan penelitian di SMA Negeri 3 Medan dengan jumlah peserta didik 36 orang di kelas XII MIA 3. Jenis penelitian ini adalah penelitian Tindakan kelas (PTK). Langkah-langkah awal dalam penyusunan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdapat empat tahap yaitu perencanaan, akting (pelaksanaan), observasi (pengamatan), dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini dapat meningkatkan keaktifan peserta didik berdasarkan lima indikator: fokus, kerjasama, pengungkapan pendapat atau ide, pemecahan masalah, dan disiplin. Pada siklus keaktifan ini belum mencapai target ≥ 75%. Selain itu, hanya 50% siswa yang mengumpulkan tugas tepat waktu. Pada siklus II, keaktifan siswa meningkat lebih dari 75%: 85% siswa fokus, 78% siswa bekerja sama, 80% siswa berani mengungkapkan pendapat, 78% siswa berkontribusi dalam pemecahan masalah, 89% siswa disiplin. Studi dokumentasi menunjukkan bahwa 100% siswa mengumpulkan tugas tepat waktu, membuktikan efektivitas pembelajaran diferensiasi konten dan proses dalam meningkatkan keaktifan siswa
KORELASI STRES AKADEMIK DAN SUICIDAL IDEATION PADA MAHASISWA Lestari, Putri Regina; Suryati, Suryati; Fitri, Hartika Utami
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i2.5013

Abstract

Ide bunuh diri (suicidal ideation) merupakan salah satu alasan terbesar seseorang bisa melakukan bunuh diri. Hal ini dialami juga oleh kaum akademisi yaitu salah satunya mahasiswa. Sebagai mahasiswa tentu saja mendapatkan banyak tuntutan dalam menjalankan kewajiban akademiknya. Lalu tak jarang juga dapat menimbulkan stres pada diri mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara stres akademik dan suicidal ideation. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif, menggunakan jenis penelitian korelasional. Adapun populasi dalam pelaksanaan penelitian ini adalah Mahasiswa Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam angkatan 2020, yang terdiri dari 141 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sistem Purpuse Sampling dengan kriteria yang sudah ditentukan yaitu Mahasiswa Bimbingan Penyuluhan Islam angkatan 2020. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, sedangkan analisis data menggunakan Uji Korelasi Product Moment Pearson. Dari hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara stres akademik dan suicidal ideation pada mahasiswa. Uji Korelasi Product Moment Pearson memberikan hasil yaitu sebesar 0,735. Nilai rhitung dari rtabel menjadi dasar pengambilan keputusan pengujian ini. Jika rhitung>rtabel, maka terdapat hubungan positif antara stres akademik dengan suicidal ideation. Apabila rhitung < rtabel, maka tidak ada hubungan pasti antara variabel stres akademik dan suicidal ideation. Kemudian nilai signya bisa dibandingkan untuk melihatnya juga. Hubungan positif terbentuk jika nilai sig kurang dari 0,05. Nilai rhitung tersebut lebih besar dari nilai rtabel product moment yaitu sebesar 0,256 sesuai data rtabel. Nilai signifikansinya yaitu sebesar 0,000 menunjukkan kurang dari 0,05. Karena Ha dapat diterima dan H0 tidak, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara suicidal ideation dengan stres akademik. Hasil koefisien korelasi yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai R dapat digunakan untuk menentukan derajat hubungan.
ANALISIS HUBUNGAN PERHATIAN ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR MURID KELAS IV SDN 1 LINGGAJAYA Ahmad Aulia, Andra; Hadiwijaya Z, Rizki; Dwi Febriani, Winarti
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.5282

Abstract

Sekolah menjadi sistem pendidikan yang terencana dan sistematis menjadi jenjang Pendidikan formal yang mengemban tanggung jawab yang besar. Keluarga menjadi pendidikan informal yang tak kalah pentingnya bertindak sebagai pengontrol pertumbuhan secara berkelanjutan dan sebagai penanaman nilai-nilai norma pertama dalam diri anak. Berdasarkan hasil wawancara awal dengan guru Kelas IV telah membuahkan suatu data yang menyatakan orang tua siswa Kelas IV SDN 1 Linggajaya kurang maksimal dalam memberikan perhatiannya yang mengakibatkan menurunnya hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek yang terlibat yakni siswa dan orang tua. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan data dari hasil wawancara awal dengan guru Kelas IV. Hasil penelitian menyatakan (1) perhatian orang tua siswa kelas IV SDN 1 Linggajaya bisa dikatakan sudah cukup baik; (2) adanya hubungan perhatian orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas IV SDN 1 Linggajaya.
PENERAPAN BUDAYA POSITIF MELALUI KESEPAKATAN KELAS UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR PADA PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 13 MEDAN Simanjuntak, March Kevin; Kesuma, Sapta; Muslim, Yusnita
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i2.4469

Abstract

Warga kelas dapat mencapai kesepakatan atau prinsip dasar bersama untuk melakukan disiplin positif. Untuk meningkatkan disiplin belajar peserta didik Kelas X SMA Negeri 13 Medan, praktik positif ini bertujuan untuk mengajarkan mereka berperilaku budaya positif melalui kerja sama kelas. Dengan menerapkan budaya positif melalui kesepakatan kelas, upaya untuk meningkatkan disiplin peserta didik. Dengan bantuan guru, kesepakatan kelas ini tercipta melalui proses curah pendapat dari semua peserta didik. Guru juga dapat mencatat bagaimana penerapan kesepakatan kelas berdampak pada situasi belajar dalam lembar observasi ini. Hasil dari praktik positif ini, yaitu penerapan budaya positif melalui kesepakatan kelas, menunjukkan bahwa disiplin belajar peserta didik dapat ditingkatkan dan peserta didik dengan sendirinya akan mengurangi perilaku tidak disiplin. Perilaku budaya positif yang ditunjukkan peserta didik menunjukkan bahwa disiplin mereka mulai meningkat.
FAKTOR FAKTOR PENYEBAB PERILAKU SISWA TERLAMBAT SEKOLAH DI KELAS XIII TKJ SMK MINHAJUT THULLAB MUNCAR BANYUWANGI TAHUN AJARAN 2022/2023 Hafidzun Ni’am, Muhamad; Maghfiroh, Nasruliyah Hikmatul; Suharmawan, Wahid
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i2.5138

Abstract

Fakta dilapangan menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang sering terlambat. Dalam aturan sekolah mengharuskan siswa datang sebelum jam 07.00 WIB, tetapi kenyataannya masih ada siswa yang datang lewat jam tersebut. Banyaknya siswa yang terlambat mengakibatkan kurang lancarnya proses kegiatan belajar mengajar pada sata jam pertama. Sekolah telah melakukan beberapa usaha untuk mengatasi masalah perilaku siswa yang datang terlambat ke sekolah misalnya dengan menutup pintu gerbang sekolah setelah kurang lebih 5 menit dari bel dibunyikan, memberikan hukuman fisik, membersihkan halaman sekolah, Membaca do’a di depan pintu gerbang sekolah. Namun begitu, sekolah telah melakukan beberapa usaha untuk mengatasi masalah perilaku siswa yang datang terlambat ke sekolah. Hasil dari observasi dan wawancara dengan guru BK di kelas XII TKJ SMK Minhajut Thullab, keterlambatan pada siswa tersebut bukan berarti tanpa sebab, berbagai macam alasan diungkapkan para siswa yang sering terlambat. Dari 29 siswa di Kelas XII TKJ, terdapat 3 siswa yang sering memiliki masalah keterlambatan datang kesekolah diantaranya adalah terdapat 1 (satu) siswa yang memiliki masalah tentang transportasi dan 2 (dua) siswa bermasalah dengan sering bangun kesiangan. Permasalahan seperti inilah yang sering dikemukakan siswa ketika datang terlambat pada saat jam pelajaran pertama sudah dimulai. Namun, apapun asalan para siswa yang datang terlambat menunjukkan tingkat kedisplinan yang rendah. Hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja sehingga pada akhirnya akan menjadi budaya yang tidak baik pada lembaga pendidikan yang bersangkutan.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DILEMBAGA PENDIDIKAN : STUDI LITERATUR Wapa, Andi; Suastra, I Wayan; Lasmawan, I Wayan
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i2.4618

Abstract

Penelitian ini menjawab persoalan tentang manset kurikulum merdeka yang dianggap menjadi revolusi kurikulum yang tidak disukai oleh guru. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada Lembaga Pendidikan terutama guru agar dapat merubah manset dari yang tidak mau berubah menjadi dapat beradaptasi. Penelitian ini dilakukan dalam studi literatur diberbagai sumber seperti buku, jurnal, surat edaran, serta sumber lainnya yang dapat memberikan informasi dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Adapun hasil dari penelitian berdasarkan sumber yang peneliti dapatkan Kurikulum merdeka dapat memberikan kebebasan kepada siswa dalam meningkatkan bakat dan minat sesuai dengan keahliannya. Selain juga diberikan kemerdekaan memilih keterampilan, juga dapat mengembangkan sesuai dengan keinginan siswa dalam memilih materi dan pengetahun. Bagi guru akan lebih mempermudah dalam mengembangkan materi karena disesuaikan dengan kampuan siswa. Guru sebagai fasilitator yang dapat membimbing dan mengarahkan siswa dalam belajar sehingga dapat mengakomudir pengetahuan yang ada pada dirinya.
ANALISIS PENANAMAN NILAI MORAL DAN ETIKA DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPS TERPADU BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SMP NEGERI 2 MA’U TAHUN PELAJARAN 2023/2024 Gulo, Petra Agusman; Laoli, Eka Septianti; Lase, Asali; Harefa, Yearning
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i2.5103

Abstract

Pada pembelajaran IPS terpadu nilai moral dan etika harus perlu ditanamkan kepada para siswa. Permasalahan yang sering terjadi di SMP Negeri 2 Ma’u, dimana masih ada siswa yang memiliki karakter yang buruk, mulai dari cara berpakaian, hingga bertutur kata yang tidak sopan. Terkait masalah tersebut, penulis melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui penyebab memudarnya nilai moral dan etika bagi siswa SMP Negeri 2 Ma’u, serta untuk mengidentifikasi apa saja kendala yang dihadapi. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana hasil dari penelitian menunjukkan bahwa masih rendahnya tingkat kesadaran siswa meskipun telah diajarkan tentang moral dan etika melalui pembelajaran IPS terpadu, hal tersebut dikarenakan faktor lingkungan dan keluarga. Kendala berikutnya adalah adanya kemajuan teknologi yang tidak dapat difilter oleh para siswa, hal ini cenderung mempengaruhi psikis atau pola pikir para siswa.