cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@gmail.com
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
ukazh01@gmail.com
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157 Sukabumi, Indonesia
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Ukazh : Journal of Arabic Studies
ISSN : -     EISSN : 27971910     DOI : 10.37274
Ukazh is a Journal of Arabic studies published twice a year, this scientific publication is managed by the Institute for Research and Community Service (LPPM) Ar-Raayah Arabic Language College (STIBA) Sukabumi. This journal focuses on the study of language arabic, in the form of Research Results, Ideas, Theories, Methods and other Actual Problems Related to Arabic studies.This journal openly accepts contributions from experts to publish the results of his research. Ukazh : Journal of Arabic Studies has a focus on the study of Arabic, with the following scope: Arabic Language Education, Arabic Literature and Islamic sciences that use Arabic language literacy are very welcome.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 182 Documents
Ushul Al-Nahwi Al-Arabi: Analisis Penerapan Qiyas Dari Perspektif Basrah dan Kuffah Firda, Muhammad Ikram
Ukazh: Journal of Arabic Studies Vol 4 No 2 (2023): Ukazh : Journal of Arabic Studies, December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/ukazh.v4i2.871

Abstract

Qiyas merupakan salah satu landasan hukum untuk merumuskan kaidah ilmu nahwu. Selama ini dalam penerapan Qiyas sebagai landasan untuk merumuskan kaidah nahwu masih banyak perbedaan dan pertentangan diantara dua mazhab yaitu Basrah dan Kuffah. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengkaji secara mendalam mengenai Qiyas sebagai dasar dari ilmu tata bahasa. Metode yang diaplikasikan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan, yang melibatkan serangkaian aktivitas yang berkaitan dengan pengumpulan data dari sumber-sumber tertulis, membaca, mencatat, dan menganalisis bahan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam penerapan Qiyas antara dua mazhab tata bahasa terdapat perbedaan, namun keduanya sepakat bahwa Qiyas adalah salah satu landasan penting dari ilmu tata bahasa. Qiyas is one of the legal foundations for formulating the rules of Arabic grammar. In its application as a basis for formulating the rules of grammar, there have been many differences and conflicts between the two schools of thought, Basrah and Kuffah. The purpose of this article is to deeply examine Qiyas as the basis of Arabic grammar. The research method used in this study is a literature review, which involves a series of activities related to collecting data from written sources, reading, taking notes, and analyzing research materials. The results of this study indicate that there are differences in the application of Qiyas between the two schools of Arabic grammar, but both agree that Qiyas is one of the important foundations of Arabic grammar.
Analisis Soal Tes Kompetensi Kebahasaan Pada PAS Bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Fauzi, Safran
Ukazh: Journal of Arabic Studies Vol 4 No 2 (2023): Ukazh : Journal of Arabic Studies, December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/ukazh.v4i2.873

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis soal pada ASAS Ganjil Mata Pelajaran Bahasa Arab peserta didik kelas IX MTs Minhajul Haq Purwakarta tahun pelajaran 2023-2024 dari aspek kebahasaan serta menawarkan inovasi bentuk tes kebahasaan untuk melengkapi kekurangan yang ditemukan selama proses analisis berlangsung. Mini riset ini memakai pendekatan kualitatif deskriptif analisis melalui teknik analisis konten yang memuat bentuk penilaian melalui tes kebahasaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Tes kompetensi kebahasaan mencakup tes gramatikal dan tes kosakata serta morfologi, kemampuan berbahasa hakikatnya dipengaruhi oleh aspek kompetensi kebahasaan. 2) Kompetensi kebahasaaraban pada soal ASAS Ganjil peserta didik kelas IX MTs Minhajul Haq Purwakarta tahun pelajaran 2023-2024 masih kurang bervariasi yakni hanya dengan mengandalkan soal pilihan ganda dan esai saja, dan juga memperbanyak soal diskret, sehingga tidak membentuk peserta didik untuk berpikir secara HOTS . 3) Peneliti menawarkan inovasi bentuk tes kebahasaan yang dikutip dari beberapa pakar pengajar bahasa Arab dalam bukunya untuk melengkapi kekurangan, di antaranya ialah penambahan bentuk tes penguasaan struktur morfologi dalam teks dan tes penyusunan teks.
Analisis Quotes Aesthetic Bahasa Arab di Konten Media TikTok Untuk Mengungkapkan Perasaan Seseorang Az Zahra, Fatimah; Kholiq Hasan, Moh. Abdul; Al-Hazmi Wibowo, Moh. Milzam
Ukazh: Journal of Arabic Studies Vol 4 No 2 (2023): Ukazh : Journal of Arabic Studies, December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/ukazh.v4i2.876

Abstract

Media aplikasi TikTok merupakan sebuah jaringan yang berbentuk platform vidio musik yang sudah banyak digunakan masyarakat dunia. Salah satunya warga kita masyarakat Indonesia yang sudah tidak asing lagi dikenal. Media tersebut sudah menjadi makanan sehari hari bagi masyarakat Indonesia yang dimanfaatkan sebagai hiburan, menambah pengetahuan, update konten, dan juga mencari pendapatan uang. Saat ini media tersebut sangat ramai, termasuk warga masyarakat kita yang gemar sekali dalam mengeluarkan komentar komentar sehingga sangat membantu viralnya suatu konten konten, terutama konten yang terbaru atau berita yang hangat diperbincangkan di masyarakat kita. Kali ini peneliti ingin menganalisis terkait konten di media TikTok terkait konten Quotes Aesthetic bahasa Arab yang digunakan sebagai pengungkap ekspresi perasaan seseorang. Tujuan peneliti mengambil penelquoitian ini, karena banyak anak muda yang biasanya sulit untuk melampiaskan perasaan hatinya, maka biasanya seorang pemuda ataupun kebanyakan akhwat dengan nalurinya membuat konten ataupun menikmati konten konten di media TikTok dalam mengekspresikan isi hatinya. Pada penelitian kali ini, peneliti berfokus pada pengguna media TikTok dalam memahami ungkapan perasaan seseorang engan konten Quotes Aesthetic bahasa Arab. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif Deskriptif yaitu dengan teknik pengumpulan data: wawancara, angket, dan observasi. Hasil dan pembahasan bahwa konten Quotes Aesthetic bahasa Arab pada media TikTok pertama, sangat menarik perhatian, terutama pemuda yang sedang mencari jati diri kemudian dalam melampiaskan perasaan hatinya. Kemudian mereka lebih tertarik dengan mengungkapkan perasaannya dengan Quotes yang menurut mereka menggambarkan apa yang mereka sedang rasakan. Kedua, konten Quotes Aesthetic bahasa Arab juga memudahkan kita belajar bahasa Arab lewat puisi, syair, maupun ayat al Qur’an yang indah. Ketiga, Quotes Aesthetic bahasa Arab dapat menarik perhatian suatu konten sehingga dapat meramaikan like, komentar pada pengguna media sosial terlebih pada media TikTok. The TikTok media application is a network in the form of a music video platform that is widely used by people around the world. One of them is our Indonesian people who are already well known. This media has become daily food for Indonesian people, which is used for entertainment, increasing knowledge, updating content, and also earning money. Currently, the media is very busy, including members of our society who are very fond of making comments, so it really helps the viral content of content, especially the latest content or news that is hotly discussed in our society. This time the researcher wants to analyze the content on TikTok media regarding the content of Arabic aesthetic quotes which are used to express someone's feelings. The aim of the researcher in taking this research is because many young people usually find it difficult to express their feelings, so usually young people or most female students instinctively create content or enjoy content on TikTok media to express their feelings. In this study, researchers focused on TikTok media users in understanding someone's expression of feelings using Arabic aesthetic quotes content. The method used in this research is the descriptive quantitative method, namely data collection techniques: interviews, questionnaires and observation. The results and discussion show that the Arabic Aesthetic Quotes content on the first TikTok media really attracted attention, especially young people who were looking for their identity and then venting their feelings. Then they are more interested in expressing their feelings with quotes which they think describe what they are feeling. Second, the Arabic aesthetic Quotes content also makes it easier for us to learn Arabic through poetry, poems and beautiful verses from the Qur'an. Third, Arabic aesthetic quotes can attract attention to content so that it can enliven likes and comments on social media users, especially on TikTok media.
Musâhamah Barnâmij I'thô' Al-Mufradât (Giving Vocab) fî Itqón Mufradât Al-Lughah Al-Arabiyah li Tullab Al-Madrasah Al-'Âliyah Al-Dîniyah Al-Khâsah Al-Hikmah 2 Umam, Ahmad Zaimul; Ridlo, Akhmad; Syihabuddin; Abdurrahman, Maman
Ukazh: Journal of Arabic Studies Vol 5 No 1 (2024): Ukazh: Journal of Arabic Studies, March 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/ukazh.v5i1.885

Abstract

إن إتقان المفردات أمر أساسي في اللغة العربية، فبدون إتقان المفردات من المستحيل أن يتمكن شخص ما من التحدث باللغة. لذا، من أجل إتقان المفردات العربية، نحتاج أيضًا إلى أساليب يمكن أن تدعم إتقان المفردات العربية. الهدف من هذا البحث هو شرح مساهمة برنامج إعطاء المفردات في إتقان مفردات اللغة العربية لدى طلاب المدرسة العالية الدينية الخاصة الحكمة 2. استخدم هذا البحث طريقة البحث النوعي الوصفي. استخدمت تقنية جمع البيانات لهذا البحث تقنيات الملاحظة والمقابلة، حيث يتم الحصول على عينات البيانات من ملاحظات الأشخاص الذين يلعبون دورًا في تشغيل برنامج إعطاء المفردات Giving Vocab)). ونتائج الاختبار على الطلاب. أظهرت نتائج هذا البحث أنه في تحقيق هدف إتقان مفردات اللغة العربية، يتم دعم برنامج إعطاء المفردات بوسائل مثل: مجموعة من المفردات العربية، والأخبار العربية، والأغاني العربية، ونتائج اختبار مدى مساهمة البرنامج لدى الطلاب في إتقان مفردات اللغة العربية، أظهرت أن الطلاب يتقنون في المتوسط من جوانب الإتقان الثلاثة، وهي جوانب النطق والمعنى والاشتقاق، بينما في جانب استخدام المفردات يتقنون فقط في المفردات الموجودة في مجموعة المفردات العربية. Mastery of vocabulary is a basic thing in Arabic, without mastery of vocabulary someone can't be able to speak the language. So to master Arabic vocabulary, we also need methods that can support mastery of Arabic vocabulary. This research aims to explain the contribution of the Giving Vocab program to the mastery of Arabic vocabulary for MA Al-Hikmah 2 Religious Program (MAPK) students. This research uses descriptive qualitative research methods. The data collection technique for this research uses observation and interview techniques, where data samples are obtained from observations of people who play a role in the running of the Giving Vocab program and test results on students. The results of this research show that in achieving the goal of mastering Arabic vocabulary, the Giving Vocab program is supported by media such as a collection of Arabic vocabulary, Arabic news, and Arabic songs, and the results of testing the program's contribution to students' mastery of Arabic vocabulary show that that the students on average mastered all three aspects of mastery, namely aspects of pronunciation, meaning, and istiqaq, while in the aspect of vocabulary use only the vocabulary contained in the Arabic vocabulary dictionary. Penguasaan kosakata merupakan suatu hal yang pokok dalam berbahasa Arab, tanpa adanya penguasaan kosakata seseorang tidak mungkin dapat berbahasa. Sehingga dalam rangka menguasai kosakata bahasa Arab, maka diperlukan pula cara yang dapat mendukung penguasaan kosakata bahasa Arab. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan konstribusi dari program Giving Vocab terhadap penguasaan kosakata bahasa Arab siswa MA Al-Hikmah 2 Program Keagamaan (MAPK). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian ini, menggunakan teknik observasi dan wawancara, dimana sampel data diperoleh dari hasil observasi terhadap para orang yang berperan dalam berjalannya program Giving Vocab dan hasil pengujian terhadap para siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam mencapai tujuan penguasaan kosakata bahasa Arab, program Giving Vocab didukung oleh media-media seperti: kumpulan kosakata bahasa Arab, berita Arab, dan lagu Arab, dan hasil dari pengujian konstribusi program tersebut terhadap penguasaan kosakata bahasa Arab para siswa menunjukkan bahwa para siswa rata-rata menguasai ketiga aspek penguasaan, yaitu aspek pelafalan, makna, dan isytiqaq, sementara pada aspek penggunaan kosakata hanya pada kosakata yang terdapat dalam media kamus kosakata bahasa Arab.
Efikasi Diri Guru Bahasa Arab Untuk Menjadi Guru Penggerak Asy’ari, Hasyim; Rufaiqoh, Elok
Ukazh: Journal of Arabic Studies Vol 4 No 2 (2023): Ukazh : Journal of Arabic Studies, December 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/ukazh.v4i2.891

Abstract

Efikasi diri merupakan hal yang sangat penting bagi seorang guru bahasa arab, karena akan mempengaruhi keberhasilannya dalam mengajar. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengeksplore efikasi guru bahasa arab di wilayah jember untuk menjadi guru penggerak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif . penentuan sampel menggunakan Teknik purposive sampling. Sampel yang diambil adalah guru di MA Al-Qodiri Jember berjumlah 3 guru. Analisis data menggunakan teori analisis miles dan huberman. Hasil penelitian menunjukkan Efikasi diri merupakan hal penting yang harus dimliki oleh guru. Satu dari tiga guru bahasa arab MA Al-Qodiri telah memiliki efikasi diri yang baik dalam semua apek, dan dua guru dengan efikasi diri yang kurang. Hal ini karena kurangnya pengalaman dalam mengajar dan satu guru belum memenuhi kualifikasi akademik yang memadai. Guru yang memiliki Efikasi diri yang baik dalam penguasaan materi bahasa arab akan menjadikannya yakin saat mengajar. Sedang Efikasi yang perlu ditingkatkan oleh sebagian guru bahasa arab MA Al-Qodiri yaitu keyakinan memiliki keterampilan yang cukup dalam mengajar bahasa arab yang efektif dan keyakinan meningkatkan pencapaian siswa dalam belajar. Self-efficacy is very important for an Arabic language teacher because it will influence his success in teaching. The purpose of this article is to explore the efficacy of Arabic language teachers in the Jember area to become driving teachers. This research uses a descriptive qualitative approach. Determining the sample using a purposive sampling technique. The samples taken were 3 teachers at MA Al-Qodiri Jember. Data analysis uses Miles and Huberman's analysis theory. The research results show that self-efficacy is an important thing that teachers must have. One in three MA Al-Qodiri Arabic language teachers has good self-efficacy in all aspects, and two teachers have less self-efficacy. This is due to a lack of experience in teaching and one teacher does not meet adequate academic qualifications. Teachers who have good self-efficacy in mastering Arabic language material will be confident when teaching. Medium The efficacy that some MA Al-Qodiri Arabic language teachers need to improve is the belief in having sufficient skills in teaching Arabic effectively and the belief in increasing student achievement in learning.
Al-mu’jam Al-Aroby baina yadaik wa manhaju ta’līfihi Almimbar, Alvi Huda; Dwi Kurnianto, Irawan; Bahruddin, Uril
Ukazh: Journal of Arabic Studies Vol 5 No 1 (2024): Ukazh: Journal of Arabic Studies, March 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/ukazh.v5i1.892

Abstract

انتشرت القواميس ذات النماذج المختلفة في جميع أنحاء العالم كأحد العناصر الداعمة في تعلم اللغة، حيث تسهم في توفير وسيلة فعالة لفهم المفردات والتعبيرات. يُعتبر "كتاب العربية بين يديك" من القواميس البارزة في تعلم اللغة العربية، ويتميز بشموليته وترتيبه البنّاء للمعلومات.يهدف هذا البحث إلى استكشاف معجم العربية بين يديك، مسلطًا الضوء على تاريخ مؤلف القاموس وأهميته في تعلم اللغة. سيتم توضيح إجراءات استخدام القاموس وتحليل مزاياه وعيوبه. يسعى البحث لفهم كيف يسهم القاموس في تطوير مهارات اللغة العربية لدى المتعلمين وكيف يمكن استغلال كتاب العربية بين يديك بشكل أمثل في سياق تعلم اللغة. Dictionaries with various models have spread worldwide as essential tools in language learning, providing an effective means to understand vocabulary and expressions. Al-arobiyyah baina yadaik is considered one of the prominent dictionaries in learning the Arabic language, distinguished by its comprehensiveness and structured organization of information. This research aims to explore the Arabic dictionary baina yadaik. shedding light on the history of the author and the significance of the dictionary in language learning. The procedures for using the dictionary will be elucidated, and its advantages and disadvantages will be analyzed. The study seeks to understand how the dictionary contributes to the development of Arabic language skills among learners and how to optimize the use of al-arobiyyah baina yadaik in the context of language learning. Kamus dengan berbagai model telah tersebar di seluruh dunia sebagai salah satu elemen pendukung dalam pembelajaran bahasa, memberikan sarana efektif untuk memahami kosakata dan ekspresi. Kamus Al-Arobiyyah baina yadaik dianggap sebagai salah satu kamus terkemuka dalam pembelajaran bahasa Arab, ditandai dengan cakupannya yang luas dan struktur pengaturan informasinya yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi kamus Arab Al-Arobiyyah baina yadaik, menyoroti sejarah penulis dan signifikansinya dalam pembelajaran bahasa. Prosedur penggunaan kamus akan dijelaskan, dan kelebihan serta kekurangannya akan dianalisis. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kamus berkontribusi pada pengembangan keterampilan bahasa Arab para pelajar dan bagaimana memanfaatkan Kamus Arobiyyah baina yadaik secara optimal dalam konteks pembelajaran bahasa.
Analisis Konten Instagram @alazharcenterpare dalam Pembelajaran Bahasa Arab Online Rahmawati, Siti Uriana; Aisyah, Siti Nurul; Mufidza, Shafira; Umbar, Kisno
Ukazh: Journal of Arabic Studies Vol 5 No 1 (2024): Ukazh: Journal of Arabic Studies, March 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/ukazh.v5i1.895

Abstract

The development of science and technology demands educators to continually enhance innovation and creativity in teaching and learning activities. Proficiency in language, particularly Arabic, is crucial to facilitate communication, understand the Quran and Hadith, and broaden perspectives. The learning of the Arabic language can be facilitated through the use of applications and platforms available over time. An analysis of the content on the Instagram account @alazharcenterpare was conducted to identify various features and content that can be utilized as a learning medium in the digital era. Using a qualitative descriptive method, this research will illustrate Instagram as one of the widely used applications for learning media due to its various attractive features such as stories, reels, and feeds. The stories feature is a suitable choice for conducting quizzes, polls, and Q&A sessions to assess the extent of students' proficiency in understanding the Arabic language. Thus, this research indicates that Instagram, with its diverse and contemporary features, can enhance the enthusiasm and motivation of individuals in learning the Arabic language.
Deiksis Persona dalam Surat Ibrahim pada Quran Terjemah Karya Ahmad Hasan (Kajian Pragmatik) Abdurrohman, Roni; Syihabuddin; Abdurrahman, Maman
Ukazh: Journal of Arabic Studies Vol 5 No 1 (2024): Ukazh: Journal of Arabic Studies, March 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/ukazh.v5i1.935

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji deiksis persona dalam Quran Surat Ibrahim. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan fokus pada analisis teks Al-Quran dan tafsir Al-Furqan. Temuan penelitian mencakup penggunaan deiksis persona dalam bentuk tunggal dan jamak, baik dalam bentuk bebas maupun terikat, dengan mengacu pada objek seperti Allah SWT, Nabi Ibrahim, dan Bani Israil merupakan rujukan yang sering muncul pada persona pertama. Analisis data mengungkapkan penggunaan deiksis persona untuk menyoroti penghormatan, pengagungan, pengingkaran, dan hubungan antarobjek. Studi ini memberikan gambaran komprehensif tentang penggunaan deiksis persona dalam Surat Ibrahim, menawarkan pemahaman mendalam tentang hubungan linguistik dan pragmatik dalam teks Al-Quran. Implikasi hasil penelitian dapat memperkaya pemahaman mengenai deiksis dan memberikan kontribusi pada kajian pragmatik dan linguistik Al-Quran. This research aims to examine persona deixis in the Quranic Surah Ibrahim. The research employs a qualitative descriptive method with a focus on the analysis of the Quranic text and the Al-Furqan exegesis. The research findings encompass the usage of persona deixis in both singular and plural forms, in both free and bound forms, with reference to objects such as Allah SWT, Prophet Ibrahim, and the Children of Israel frequently serving as first-person references. Data analysis reveals the use of persona deixis to highlight aspects of respect, admiration, denial, and the relationships between objects. This study provides a comprehensive overview of the use of persona deixis in Surah Ibrahim, offering an in-depth understanding of the linguistic and pragmatic relationships within the Quranic text. The implications of the research results can enhance the understanding of deixis and contribute to the study of pragmatic and linguistic aspects of the Quran.
Jam’u Al-Taksîr fî Kitâb “Matn Al-Arba’în” wa Tatimmah Al-Khamsîn” Chasanah, Ella Ayu; Shodiq, Muh. Fajar
Ukazh: Journal of Arabic Studies Vol 5 No 1 (2024): Ukazh: Journal of Arabic Studies, March 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/ukazh.v5i1.937

Abstract

Agama Islam mempunyai dua pedoman yaitu Al- Qur’an dan Hadis. Kedua pedoman tersebut berbahasa Arab. Kitab “Matan Arba’in Wa Tatimmatu Al- Khamsin” merupakan salah satu kitab hadis yang mengandung hal- hal penting dan peringatan untuk menjalankan semua ketaatan. Selain itu menurut pengamatan penulis materi yang dianggap sulit oleh mahasiswa IAIN Bengkulu khususnya Program Pendidikan Bahasa Arab adalah pemahaman terhadap konsep Jamak Taksir. Hal inilah yang menjadi dasar peneliti untuk meneliti Jamak Taksir dalam Kitab “Matan Arba’in Wa Tatimmatu Al- Khamsin”. Dalam penelitian yang penulis lakukan ini terdapat beberapa poin yang yang dapat di rumuskan: 1. Wazan Jamak Taksir dan Mufradnya, 2. Proses Perubahan Wazan Jamak Taksir, 3. Makna dari Wazan Jamak Taksir. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Wazan- wazan shighat mufrad, proses perubahan serta makna- makna Jamak Taksir yang ada di dalam Kitab tersebut. Dalam memperoleh data penelitian ini termasuk ke dalam penelitan pustaka (Library Reseach). Artinya penelitian yang dilakukan dengan cara menelaah dan mengkaji berbagai literatur serta bahan- bahan kepustakaan yang sesuai dengan tema penelitian. Sementara dalam menganalisis data peneliti menggunakan metode deskriptif analitik. Yakni memecahkan problem dengan menggambarkan objek berdasarkan fakta- fakta yang ada, menganalisisnya, kemudian menarik kesimpulan dari hasil analisis. Dari hasil analisis Jamak Taksir dalam Kitab “Matan Arba’in Wa Tatimmatu Al- Khamsin” peneliti menemukan 69 wazan Jamak Taksir. Jamak Taksir Qillah ada 15 yang mencakup wazan أَفْعَالٌ dan أَفْعِلَةٌ . Jamak Taksir Katsrah ada 43 yang mencakup wazan فُعُلٌ, فِعَالٌ, فُعُوْلٌ, أَفْعِلَاءُ فُعَلَاءُ, فِعْلَانٌ, فُعَلٌ. Jamak Taksir Shighat Muntaha al- Jumu’ ada 11 yang mencakup wazan فَعَائِلُ, فَعَالَى, فَوَاعِلُ, مَفَاعِلُ. Adapun proses perubahan dari setiap jamak taksir bermacam- macam yakni ada yang dengan penambahan huruf dan penggantian harakat, penambahan huruf dan penggantian huruf, Pembuangan huruf dan dan penggantian harakat, Penggantian huruf dan harakat serta pembuangan huruf.
Morphosemantic Analysis Skills Among Digital Native Non-Arabic Speakers Adawiah, Siti Robiatul; Sopian, Asep; Nursyamsiah, Nunung
Ukazh: Journal of Arabic Studies Vol 5 No 1 (2024): Ukazh: Journal of Arabic Studies, March 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/ukazh.v5i1.938

Abstract

This study aims to determine the ability of Arabic morphosemantic analysis on digital natives who are not native Arabic speakers. The research method used is descriptive quantitative with percentage-based analysis. Data were collected through an open-ended multiple-choice test that was structured based on morphosemantic indicators. The validity of the test instrument has been confirmed by Arabic morphosemantics experts. The study involved 34 digital native Arabic students, selected through a purposive sampling technique. The results show that the morphosemantic analysis ability of digital native non-Arabic speakers is generally considered insufficient, with a percentage of 49.2%. The ability in the aspects of word derivation and shighat is classified as moderate with a percentage of 67.6% and 65.7% respectively, while the ability in the aspects of affixes, word roots, semantic aspects, and wazan is categorized as "very poor" with a percentage of 44.7%, 42.1%, 37.2%, and 36.4% respectively. This study concludes that the morphosemantic analysis ability of digital native non-Arabic speakers is still at a deficient level, and effective strategies need to be developed to improve it Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan analisis morfosemantik bahasa Arab pada digital native yang bukan penutur asli Arab. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis berbasis persentase. Data dikumpulkan melalui uji pilihan ganda terbuka yang disusun berdasarkan indikator morfosemantik. Validitas instrumen uji telah dikonfirmasi oleh ahli morfosemantik bahasa Arab. Penelitian melibatkan 34 mahasiswa bahasa Arab digital native, dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan analisis morfosemantik digital native non penutur Arab secara umum tergolong kurang, dengan persentase 49.2%. Kemampuan dalam aspek derivasi kata dan shighat diklasifikasikan sebagai sedang dengan persentase masing-masing 67.6% dan 65.7%, sementara kemampuan dalam aspek imbuhan, akar kata, aspek semantik, dan wazan dikategorikan sebagai “sangat kurang” dengan persentase masing-masing 44.7%, 42.1%, 37.2%, dan 36.4%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kemampuan analisis morfosemantik digital native non penutur Arab masih memiliki tingkat yang kurang, dan strategi yang efektif perlu dikembangkan untuk meningkatkannya.

Page 11 of 19 | Total Record : 182