cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
jurnal.ilung@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend H. Hasan Basry, Kayu Tangi Banjarmasin , Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 271 Documents
Pelatihan Case Method dan Team Based Project Guru IPS SMP Di Malang Raya Sebagai Solusi Mengatasi Demotivasi Siswa Agus Purnomo; Khofifatu Rohmah Adi; Ike Ratnawati
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i4.6915

Abstract

This community service is carried out for social studies teachers throughout Malang Raya with the aim that social studies teachers can overcome student demotivation during distance learning through the case method and team-based project. This learning method has also been shown to be able to increase student motivation to participate in learning activities, which promotes learning and improves performance in assessments. This activity includes the stages of implementing mentoring, monitoring performance, and giving an impact on alumni who work as Social Studies Teachers for Middle Schools in Malang Raya. The stages of the activity include (1) assistance by a team of experts in Learning Evaluation at Universitas Negeri Malang, (2) practice of preparing learning tools, and (3) learning simulations using the Case Method and Team based Project. The results of this dedication show that the case method and team-based project can increase student motivation during distance learning. Therefore, the implications of this research can be used as a solution to the problems of the learning process so far related to student demotivation. So, social studies teachers in junior high school can implement this case method and team-based project training.
Pemberian Stimulus Kecerdasan Pada Anak TK Tunas Bangsa Desa Margasari Ilir Melalui Metode “BEROTAK” (Bercerita Dan Senam Otak) Tina Handayani Nasution; Didik Dwi Sanyoto
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i4.6679

Abstract

Kekurangan gizi merupakan masalah yang masih dihadapi Indonesia sampai saat ini. Anak yang mengalami kekurangan gizi sejak dalam kandungan dapat menurunkan tingkat kecerdasan (IQ) sebesar 10-15 poin. Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah yang prevalensi kekurangan gizinya diatas prevalensi nasional. Desa Margasari Ilir menjadi salah satu lokus utama penanganan stunting karena memiliki prevalensi stunting yang tinggi. Penanganan stunting dan gizi buruk setelah usia anak 2 tahun dapat dikatakan sudah agak terlambat, akan tetapi masih dapat dioptimalkan kondisi kecerdasan yang ada pada diri anak tersebut yaitu dengan memberikan berbagai stimulus. Untuk itu program pengabdian masyarakat kali ini diarahkan untuk memberikan stimulus kecerdasan pada anak melalui bercerita dan senam otak pada anak TK Tunas Bangsa Margasari Ilir. Pendekatan yang digunakan dalam program kemitraan ini adalah pendekatan yang berbasis kebutuhan mitra serta aktivitas pendampingan program dengan terlebih dahulu melakukan identifikasi permasalahan lalu dilanjutkan dengan menyusun strategi pemecahan masalah. Tim PkM Memberikan training of trainer (TOT) pada guru-guru tentang manfaat dan cara senam otak bagi anak-anak,mempraktikkan senam otak kepada guru-guru dan murid-murid TK, dan melakukan praktik stimulasi kecerdasan linguistik melalui kegiatan bercerita pada anak-anak TK, menyumbangkan buku-buku dan alat peraga (boneka tangan) yang dapat dipergunakan sebagai alat bantu stimulus kecerdasan anak dan memberikan edukasi berupa penyuluhan kepada orang tua murid (ibu) pada saat menunggu anaknya di sekolah. Dalam kegiatan tersebut beberapa hasil positif bisa terlihat antara lain : peningkatan pemahaman guru – guru TK dalam pemberian stimulus kecerdasan pada anak dan peserta kegiatan merasakan manfaat yang banyak dari kegiatan bercerita dan senam otak (BEROTAK) ini.
Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Pemanfaatan Assesmen Diagnostik Guna Optimalisasi Pembelajaran Hendro Yulius Suryo Putro; Eklys Cheseda Makaria; Hairunisa Hairunisa; Gazali Rahman
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i4.7697

Abstract

Implementasi kurikulum pada satuan pendidikan menjadikan guru sebagai figur utama yang harus memiliki kecakapan dalam mengembangkan kurikulum, tujuannya agar memiliki acuan dalam mengoptimalkan proses pembelajaran sehingga dapat mencapai pendidikan yang berkualitas. Salah satu upaya yang dapat mewujudkan proses pembelajaran optimal adalah dengan mengetahui segala hal yang menjadi kebutuhan peserta didik, Oleh karena itu, setiap satuan pendidikan perlu untuk memanfaatkan asesmen diagnostik guna mengidentifikasi kebutuhan siswa baik berkaitan dengan aspek kognitif maupun nonkognitif agar pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kondisi peserta didik. Namun demikian, hal tersebut menjadi kendala di SD Hippindo Banjarmasin saat ini khususnya para guru masih asing dengan istilah asesmen diagnostik, akibatnya perencanaan pembelajaran belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan siswa. Permasalahan itu menjadi alasan diadakannya pelatihan sebagai upaya peningkatan kapabilitas tenaga pendidik terlebih dengan jumlah guru yang tergolong sedikit. Target capaian diadakan pelatihan ini adalah agar para guru memiliki wawasan mengenai asesmen diagnostik khususnya era digital saat ini dan mampu untuk menerapkannya dalam proses pembelajaran demi mencapai pembelajaran yang optimal.
“Balance Training Program” Untuk Kader Posbindu Sebagai Upaya Pencegahan Bahaya Jatuh Pada Lansia Yang Tinggal di Area Lahan Basah Kurnia Rachmawati; Fatma Sayekti Ruffaida; Herawati Herawati
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i4.6662

Abstract

Abstract The elderly had a proportion of 14% of the total population in Mandikapau Timur Village, a wetland area. Based on previous assessment, it was found that pain in the musculoskeletal system of the extremities was the most common pain experienced by the elderly (53.5%). Assessment of the risk of falling using the Morse Fall Scale (MFS) showed that most of the elderly (66.7%) have a risk of falling. There were health cadres who run Posbindu, but the knowledge of cadres regarding the health of the elderly was still lacking. Cadre training for fall prevention through increasing musculoskeletal strength in the elderly has never been carried out. Based on the analysis of the situation and problems faced by partners, the solutions offered to solve the problems was a "Balance Training Program" as a program to prevent falls in the elderly who live in the wetland areas and a program to train cadre a health intervention. These activities were carried out in 3 stages (planning, implementation, and monitoring evaluation) for a period of 6 months (May-October 2022). The program consisted of (1) "Balance Training Program" training for cadres, and (2) Assessment/checking of fall risk and balance in the elderly by trained cadres. Based on the pre- and post-test evaluation of cadre knowledge in the "Balance Training Program", the average knowledge score increased by 45.7 (0-100), where the pre-test score was 34.3 and the post-test was 80. Six out of seven (85.7%) cadres who were asked to perform this exercise were able to demonstrate the exercise correctly. The results of the risk of falling and balance assessment in the elderly conducted by cadres showed 4 elderly at risk of falling (44%) and 5 elderly not at risk of falling (56%). This program had helped improve the capacity of Posbindu cadres to perform health intervention and had increased the health of the elderly living in the wetland area.  Keywords: elderly, fall risk, balance, balance training program Abstrak Lansia memiliki proporsi 14% dari total penduduk di Desa Mandikapau Timur yang merupakan area lahan basah. Berdasarkan hasil pengkajian diperoleh hasil bahwa nyeri pada sistem muskuloskeletal ekstremitas  merupakan keluhan yang paling banyak dirasakan oleh lansia (53,5%). Pengkajian pada risiko jatuh menggunakan pengkajian Morse Fall Scale (MFS) pada kelompok lansia menunjukkan sebagian besar lansia (66,7%) memiliki risiko jatuh. Terdapat kader kesehatan yang menjalankan Posbindu, tetapi pengetahuan kader terkait kesehatan lansia masih kurang. Pelatihan kader untuk pencegahan jatuh melalui peningkatan kekuatan muskuloskeletal  pada lansia belum pernah dilaksanakan. Berdasarkan analisis situasi dan permasalahan yang dihadapi mitra, maka solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi mitra, yaitu mengadakan “Balance Training Program” sebagai upaya pencegahan bahaya jatuh pada lansia yang tinggal di area lahan basah dan kepada kader kesehatan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu). Kegiatan ini akan dilaksanakan melalui 3 tahap (perencanaan, implementasi, dan monitoring evaluasi) selama jangka waktu 6 bulan (Mei-Oktober 2022). Pelaksanaan program yang telah dilakukan yaitu (1) Pelatihan “Balance Training Program” pada kader, (2) Pengkajian/pemeriksaan risiko jatuh dan keseimbangan pada lansia oleh kader terlatih. Berdasarkan evaluasi pre dan post test pengetahuan kader dalam Latihan “Balance Training Program” didapatkan peningkatan skor rerata sebanyak 45,7 (0-100), dimana skor pre test adalah 34,3 dan post test adalah 80. Sebanyak 6 dari 7 (85.7%) kader yang diminta mencontohkan latihan ini mampu memperagakan latihan dengan benar. Hasil pemeriksaan risiko jatuh dan keseimbangan pada lansia yang dilakukan oleh kader menunjukkan  4 orang berisiko jatuh (44%) dan 5 orang tidak berisiko jatuh (56%). Kegiatan ini telah membantu meningkatkan kemampuan kader Posbindu dan meningkatkan kesehatan lansia yang tinggal di area lahan basah. Kata kunci: lansia; risiko jatuh; keseimbangan; balance training program
Pos Hipertensi Sebagai Upaya Pengendalian Penyakit Hipertensi di Desa Wonorejo Rudi Fakhriyadi; Youlanda Eka Widiono; Yuli Sepira; Yulisa Putri Ra'bang; Meisya Maulani
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i4.8306

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi medis dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah secara kronis. Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup berbahaya di seluruh dunia karena hipertensi merupakan faktor risiko utama yang mengarah kepada penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung, gagal jantung, stroke dan penyakit ginjal yang mana pada tahun 2016 penyakit jantung iskemik dan stroke menjadi dua penyebab kematian utama di dunia. Dengan adanya Pos Hipertensi di Desa Wonorejo RT 21 Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu melakukan pemeriksaan kesehatan tentang hipertensi secara rutin dan deteksi dini hipertensi. Metode kegiatan yang digunakan adalah metode ceramah, metode diskusi dan pelatihan. Instrumen kegiatan yang digunakan adalah angket berupa pre-test dan post-test serta lembar evaluasi. Peserta kegiatan ini adalah masyarakat desa Wonorejo RT 21 sebanyak 24 orang. Dari hasil analisis dengan dengan uji Wilcoxon mengenai sikap, diketahui bahwa nilai sig. 0.182 > 0.05 yang berarti tidak ada peningkatan atau perubahan sikap antara sebelum dan sesudah dilakukan intervensi berupa penyuluhan hipertensi secara signifikan. Kegiatan intervensi kepada masyarakat yang dilakukan dengan melihat perubahan dari hasil pre-test dan post-test mampu mempengaruhi peningkatan pengetaguan, sikap dan pemahaman bagi para peserta mengenai hipertensi.
Diversifikasi Olahan Ikan Patin dan Pelatihan Pembuatan Maggot di Desa Bangkiling Raya Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong Arfa Agustina Rezekiah; Abdi Fithria; Hafizianor Hafizianor; Noor Arida Fauzana; Candra Candra; Ahmad Yunani; Susilawati Susilawati; Muhammad Ruslan
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i4.8073

Abstract

The community empowerment activities of the Community Science and Technology Program are specifically aimed at enhancing the knowledge of the residents, especially the housewives of Bankirin Raya Village, Banua Lawas District, Tabalong District. Meatballs and nuggets are a commodity and easy to make. This empowerment activity encourages communities to start new businesses based on catfish exploitation to increase income for the surrounding communities. Methods used include socialization and counseling, and training. , production management development, program discussion and evaluation. This activity took place in a resident home with 20 participants. Many participants participated in this activity. During the activity, all participants were very enthusiastic to participate in training and coaching. Materials were provided to participants on how to process catfish into economically valuable products. The participant also received online her marketing and financial management guidance and training on starting a new business to improve the participant's skills and knowledge.
Pemanfaatan Tanah Gambut Sebagai Energi Domestik Di Desa Kayu Bawang Melalui Teknologi Pembriketan Abdul Ghofur; Agung Cahyo Legowo; Zain Lillahulhaq
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i4.6976

Abstract

Kebutuhan energi diwilayah Kabupaten Banjar dari tahun ke tahun terus meningkat. Sebagian besar kebutuhan energi  penduduk pedesaaan adalah untuk sektor rumah tangga. Tanah gambut yang mempunyai nilai kalori cukup tinggi dapat dijadikan sebagai salah satu energi domestik untuk memenuhi kebutuhan energi. Dengan potensi yang cukup besar  dan nilai kalori efektif sekitar 24 MJ/kg, tanah gambut dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar, sehingga masalah kebutuhan akan sumber energi  dapat diatasi, Berdasarkan ketersediaan sumber daya gambut yang cukup banyak di desa Kayu Bawang ini, maka daerah mempunyai potensi untuk memanfaatkan gambut sebagai bahan bakar domestik. Sumber energi dari minyak, gas bumi, dan batubara sedikit demi sedikit berkurang, sehingga perlu dicarikan sumber energi domestik untuk memenuhi kebutuhan eberdi di desa.. Keadaan seperti ini menuntut kita untuk melakukan satu usaha yaitu bagaimana memanfaatkan gambut sebagai bahan bakar domestik dengan produk yang mudah digunakan dan dijangkau oleh masyarakat desa. Salah satu teknologi tepat guna yang bisa memanfaatkan tanah gambut sebagai bahan bakar adalah  dengan cara tanah gambut di jadikan briket tanah gambut melalui teknologi pembriketanTujuan dari kegiatan ini adalah memanfaatkan tanah gambut sebagai energi domestik dengan membuat briket tanah gambut yang pada akhirnya memberikan manfaat dan solusi kepada  warga Desa Kayu Bawang dalam  permasalahan energi. Metode yang gunakan adalah observasi lapangan dan pembuatan cetakan briket tanah gambut yang di praktekan dengan mitra sesuai dengan target dan harapan. Target yang dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah produk cetakan briket tanah gambut. Dari kegiatan ini dihasilkan cetakan briket yang mampu mencetak briket tanah gambut yang digunakan sebagai energi domestik  oleh warga Desa Kayu Bawang ini. Warga sangat tertarik terhadap kegiatan ini, karena dengan adanya kegiatan ini  tanah gambut bisa dimanfaatn sebagai energi domestic di desanya yang pada akirnya  dapat mengurangi biaya pengeluaran bahan bakar
Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Bidan tentang Unmet Need Keluarga Berencana di Masa Pandemi Covid-19 melalui Focussed Grup Disscussion (FGD) Renny Aditya; Farida Heriyani; Yuven Ricardo
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i4.6782

Abstract

 Renny Aditya*1, Farida Heriyani2, Yuven Ricardo31Bagian Obstetri & Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, RSUD Ulin Banjarmasin2Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru3Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 (PPDS-1) Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, RSUD Ulin Banjarmasin*korespondensi : rennyaditya@gmail.comReceived: dd mm yyyy/ Accepted: dd mm yyyy  Abstrak: Latar Belakang: Pandemi COVID-19 telah menyebabkan disrupsi pada sistem kesehatan termasuk pelayanan keluarga berencana. Hal ini dapat berujung pada kehamilan yang tidak diinginkan hingga laju pertumbuhan penduduk yang tidak terkontrol dan dapat memperburuk kemiskinan dan rendahnya kualitas sumber daya manusia. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh FGD terhadap pengetahuan dan sikap bidan tentang unmet need pelayanan KB di masa pandemi COVID-19.Metode: Penelitian menggunakan quasi experimental dengan one group pretest-posttest design, dengan intervensi FGD, pemberian kuesioner sebelum dan sesudah FGD. Hasil: Terdapat 90 orang responden yang diberikan diskusi kelompok terfokus. Nilai rata-rata pretest adalah 20,81 pada pengetahuan dan 30,66 pada sikap. Nilai rata-rata posttest adalah 22,58 pada pengetahuan dan 34,61 pada sikap. Data dilanjutkan dengan uji T-berpasangan, pada variabel pengetahuan didapatkan hasil p=0,292 (p>0,05), sehingga terdapat perbedaan yang tidak bermakna signifikan secara statistik. Pada variabel sikap didapatkan hasil p=0,012 menggambarkan terdapat perbedaan yang bermakna.  Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap setelah dilakukan FGD terhadap bidan Kota Banjarmasin tentang pelayanan KB di masa pandemi COVID-19. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara pengetahuan sebelum dan sesudah diskusi kelompok terfokus, sedangkan pada sikap terdapat perbedaan bermakna antara sikap bidan di wilayah Kota Banjarmasin setelah dilakukan diskusi kelompok terfokus.Kata kunci: diskusi kelompok terfokus, Unmet need, Pengetahuan dan Sikap, Keluarga Berencana, COVID-19. AbstractBackground: The COVID-19 pandemic has caused disruptions to the health system, including family planning services. This can be lead in unwanted pregnancies to uncontrolled population growth rates and can exacerbate poverty and the low quality of human resources. The purpose of this study was to determine the effect of FGD on differences of knowledge and attitudes of midwives about the unmet need for family planning services during the COVID-19 pandemic.Method: This study used a quasi-experimental one group pretest-posttest design, by giving a questionnaire before and after FGD.. Result: There were 90 respondents. The mean score of the pretest was 20.81 on knowledge and 30,66 on attitude. The posttest mean score was 22.58 in knowledge and 34.61 in attitude. The data was followed by a paired t-test and the results were p = 0.292 on the knowledge aspect which illustrates that there is no significant difference and p = 0.012 on the attitude aspect which illustrates that there is a significant difference between the knowledge score and the midwife attitude after FGD.Conclusion: There is increasing of knowledge and attitudes of midwives in the City of Banjarmasin after FGD was conducted. There was not significantly different knowledge aspect between before and after FGD. There was significantly different of attitude aspect between before and after FGD. Key words: Focus Group Discussion, Unmet need, Family Planning, Knowledge and Attitude, COVID-19.
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Tentang Kerajinan Tas Purun Hias Kerjasama Dengan Desa Wisata Kampung Purun Fifi Swandari; Laila Refiana Said; Gusti Rina Fariany
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i4.7764

Abstract

Abstract The objectives of this Community Partnership Program or PKM activity are as follows: (a) participants are able to decorate Purun bags, (b) participants understand how to market decorative Purun bag crafts and (c) participants earn additional income by making these crafts. This goal is sought to be achieved with the method of training and lectures. Its implementation through several stages of activity. Phase 1 activities were held on Friday, 19 August 2022. Phase 2 was held on Saturday, 24 September 2022. Stage 1 consisted of decorating purun bags while stage 2 consisted of making furing and continuing to decorate bags. Phase 3 was carried out on Saturday, 26 November 2022. Phase 3 activities were filled with: (a) promotional lectures using social media, in this case using Facebook, (b) announcement of winner bags. The plan is that after the service will continue to produce 20 purun ornamental bags. The service team will also accompany promotions to IG community leaders, as well as accompany participants to sell through local e-catalogs. This activity can be considered successful because of the following indicators: (a) participants' knowledge increases, (b) participants are able to decorate purun bags, (c) there are participants who have succeeded in selling their work and (d) requests for plain bags to decorate themselves until the report this is still ongoing. This activity was also published in the B Post/Tribune News and uploaded on You Tube Keywords: purun decorative bag; marketing via facebook; endorse community leaders; local e-catalog.
Penerapan Peta Daerah Penangkapan Ikan Berbasis Web Bagi Kelompok Nelayan Di Desa Pagatan Besar Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut Muhammad Syahdan; Baharuddin Baharuddin; Oktoviandi Oktoviandi; M Sauqi Mubarok; Muh. Afdal
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i4.6677

Abstract

Kelompok nelayan di Desa Pagatan Besar Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut sebagian besar merupakan nelayan pesisir tradisional yang dilihat dari minimnya kapasitas alat tangkap, jangkauan lokasi penangkapan dan keterampilan nelayannya. Secara khusus keterbatasan yang dimiliki dalam menentukan daerah penangkapan potensial mengakibatkan perolehan hasil tangkapan ikan tidak cukup signifikan untuk meningkatkan pendapatannya dalam kondisi layak. Metode yang dikembangkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok nelayan dalam memetakan daerah penangkapan ikannya adalah penyuluhan mengenai urgensi pemetaan berbasis web, pengaplikasian dan  pelatihan cara menggunakan peta daerah penangkapan ikan berbasis web kepada nelayan mitra dan ceramah/diskusi mengenai interpretasi terhadap peta daerah penangkapan ikan yang sudah dihasilkan pada website yang telah dirancang sebelumnya. Hasil dari pelaksanaan kegiatan adalah bahwa pengembangan pemetaan berbasis web untuk nelayan di Desa Pagatan Besar Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut memberikan dampak signifikan bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam penentuan daerah penangkapan ikan. Pada tahap selanjutnya website pemetaan yang dihasilkan dapat menunjang peningkatan produksi perikanan pada wilayah tersebut. Luaran yang dihasilkan berupa website pemetaan daerah penangkapan ikan yang dilengkapi dengan buku panduan penggunaannya serta publikasi pada jurnal ilmiah memberikan manfaat bagi pengembangan keilmuan di bidang perikanan dan kelautan serta berpotensi untuk mendukung peningkatan kesejahteraaan masyarakat. Jenis luaran lainnya berupa keikutsertaan pada publikasi kegiatan pada media online dan video dokumentasi kegiatan.Kata kunci: pemetaan, web, daerah penangkapan ikan, penyuluhan, pelatihan