cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 855 Documents
PENINGKATKAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT (SBM) MELALUI PROGRAM PEMBUATAN SEPTIK TANK KOMUNAL DI KELURAHAN JATINEGARA KAUM JAKARTA TIMUR Santoso Sri Handoyo; Eka Murtinugraha
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Jatinegara Kaum Sub-District, is one of the sub-districts in Pulogadung District, East Jakarta City. The area of Jatinegara Kaum Village is 123.45 hectares (Ha), or 1,234,500 m2. Most of the Jatinegara Kaum Village area (59.7 Ha, or 48.4%) is a residential area. The Jatinegara Kaum Village area is traversed by the Sunter River. Data states that in 2021, around 7% or 770,000 residents of DKI Jakarta will still have open defecation (BABS), including some residents of the Jatinegara Kaum Village, who live in the Sunter River flow area, some do not have a septic tank, so that the disposal of water dirty (feces) straight into Sunter River. Jakarta State University (UNJ), through a community service program (PkM) held activities to build communal septic tanks for some RT residents (community). 003/05 Kelurahan Jatinegara Kaum. Septic tanks are made as many as 2 (two) units of communal septic tanks, each measuring length = 300 cm, width = 100 cm, depth = 250 cm. The net volume of the septic tank = 6 m3. A septic tank consists of 2 cubicles, one cubical for storing dirty water dregs, and one for infiltration. The size or volume for collecting the sludge is larger (length = 200 cm, width = 100 cm, and 250 cm deep) than the size or volume for infiltration (length = 100 cm, width = 100 cm, and 250 cm deep). Septic tanks are made of hebel pairs reinforced with reinforced concrete construction. The septic tank is equipped with a runoff pipe (if the infiltration water is full) to the sunter river, a ventilation pipe, and a 4 inch pipe outlet, as a suction hole if the septic tank is full. Planting of septic tanks from road surface to a depth of 30 cm. This communal septic tank can serve 34 families, or 99 people. The survey results after the construction of the communal septic tank, obtained information from the residents that: (1) 81.25% of the residents separated the drains for washing dishes, washing clothes, and bathing with dirty water (feces). (2) 62.5% of the residents said that the used water was filtered before being disposed of into the public canal, and (3) 100% of the residents who had a communal septic tank made were happy, would maintain and maintain cleanliness by not throwing garbage into the septic tank canal, and willing to pay for desludging dirty water (feces) if the septic tank is full. Abstrak Kelurahan Jatinegara Kaum, merupakan salah kelurahan yang ada di Kecamatan Pulogadung, Kota Jakarta Timur. Luas wilayah Kelurahan Jatinegara Kaum 123,45 hektare (Ha), atau 1.234.500 m2. Wilayah Kelurahan Jatinegara Kaum sebagian besar (59,7 Ha, atau 48,4%) merupakan area permukiman. Wilayah Kelurahan Jatinegara Kaum dilalui oleh Kali Sunter. Data menyebutkan bahwa pada tahun 2021, sekitar 7% atau 770.000 warga DKI Jakarta masih ada yang buang air besar sembarangan (BABS), diantaranya sebagian warga Kelurahan Jatinegara Kaum, yang bermukim di daerah aliran kali sunter ada yang tidak mempunyai septik tank, sehingga pembuangan air kotor (tinja) langsung ke Kali Sunter. Universitas Negeri Jakarta (UNJ), melalui program pengabdian kepada masyarakat (PkM) mengadakan kegiatan pembuatan septik tank komunal untuk sebagian warga (masyarakat) RT. 003/05 Kelurahan Jatinegara Kaum. Septik tank yang dibuat sebanyak 2 (dua) unit septik tank komunal, masing – masing berukuran panjang = 300 cm, lebar = 100 cm, kedalaman = 250 cm. Volume bersih septik tank = 6 m3. Septik tank terdiri dari 2 kubikal, satu kubikal untuk menampung ampas air kotor, dan satu lagi untuk resapan. Ukuran atau volume untuk menampung ampas air kotor lebih besar (panjang = 200 cm, lebar = 100 cm, dan dalam 250 cm) dari ukuran atau volume untuk resapan (panjang = 100 cm, lebar = 100 cm, dan dalam 250 cm). Septik tank terbuat dari pasangan hebel diperkuat dengan konstruksi beton bertulang. Septik tank dilengkapi dengan pipa limpasan (jika air resapan penuh) ke kali sunter, pipa ventilasi, dan outlet pipa 4 inci, sebagai lubang penyedot jika septik tank penuh. Penanaman septik tank dari permukaan jalan sedalam 30 cm. Septik tank komunal ini dapat melayani 34 KK, atau 99 jiwa. Hasil survei pasca pembuatan septik tank komunal, diperoleh informasi dari warga bahwa: (1) 81,25% warga memisahkan saluran buangan air bekas cucian piring, cucian pakaian, dan mandi dengan saluran air kotor (tinja). (2) 62,5% wrga mengatakan air bekas disaring, sebelum dibuang ke saluran umum, dan (3) 100% warga yang telah dibuatkan septik tank komunal merasa senang, akan memelihara dan menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah pada saluran septik tank, serta bersedia membiayai penyedotan air kotor (tinja) jika septik tank penuh.
PELATIHAN OPTIMALISASI FUNGSI MEDIA SOSIAL UNTUK SARANA PROMOSI UMKM CILINCING JAKARTA UTARA Nadya Fadillah Fidhyallah; Corry Yohana; Muhammad Fawaiq; Annisa Lutfia; Rina Herlina
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract There are two main problems felt by micro, small and medium enterprises (MSME), namely: (1) the lack of skills of MSME actors in developing businesses (2) the lack of skills of MSME’s actors in using social media as a promotional medium. The Social Media Function Optimization Training for MSME Promotion Facilities is an activity to improve the promotion and marketing competence of MSME actors. The training was carried out on June 12, 2022, attended by a number of MSME actors with various types of businesses they run such as coffee shop entrepreneurs, food entrepreneurs, and so on. The activities carried out in this series of services include: (1) Providing material on how to optimize the function of social media, (2) Checking various e-commerce, and (3) Checking and improving promotions for MSMEs. After the Social Media Function Optimization Training for MSME Promotion Facilities, 93% of participants gave a positive assessment of the training provided. On the other hand, the participants also requested that training could be followed up with various other trainings. Another potential that can be developed in the future is related to the form of training which is developed into a workshop so that participants can directly practice the materials. It is hoped that MSME actors in partner places can take advantage of social media as a promotional medium so that they can increase their sales and profits. Abstrak Terdapat dua permasalahan utama yang dirasakan pelaku UMKM, yaitu: (1) kurangnya keterampilan pelaku UMKM dalam mempromosikan usahanya (2) kurangnya keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan media sosial sebagai media promosi. Kegiatan Pelatihan Optimalisasi Fungsi Media Sosial Untuk Sarana Promosi UMKM merupakan kegiatan untuk meningkatkan kompetensi promosi maupun pemasaran pelaku UMKM. Pelatihan dilakukan pada 12 Juni 2022 dan dihadiri oleh sejumlah pelaku UMKM di Kecamatan Cilincing Jakarta Utara dengan berbagai jenis usaha yang mereka jalankan seperti pengusaha kedai kopi, pengusaha makanan, pengusaha pakaian, dan lain sebagainya. Adapun aktivitas yang dilakukan dalam rangkaian kegiatan pengabdian ini meliputi: (1) Pemberikan materi bagaimana mengoptimalkam fungsi media sosial, (2) Pengecekan berbagai e-commerce, dan (3) Pengecekan dan perbaikan promosi untuk UMKM. Setelah kegiatan Pelatihan Optimalisasi Fungsi Media Sosial Untuk Sarana Promosi UMKM, 93 % peserta memberikan penilaian yang positif terhadap pelatihan yang diberikan. Di sisi lain, para peserta juga meminta agar kegiatan pelatihan seperti ini dapat ditindaklanjuti dengan berbagai pelatihan lainnya. Potensi lainnya yang dapat dikembangkan kedepan adalah berkaitan dengan bentuk pelatihan yang dikembangkan menjadi workshop agar peserta dapat langsung mempraktikkan materi yang disampaikan sehingga narasumber hanya berperan sebagai fasilitator yang memonitoring langsung kemampuan para peserta. diharapkan pelaku UMKM di tempat mitra dapat memanfaatkan social media sebagai media promosi sehingga dapat meningkatkan penjualan dan keuntungan mereka.
EFEKTIFITAS PELATIHAN KOMPETENSI MOTIVASI DALAM MENINGKATKAN WELL-BEING PELATIH OLAHRAGAEFEKTIFITAS PELATIHAN KOMPETENSI MOTIVASI DALAM MENINGKATKAN WELL-BEING PELATIH OLAHRAGA Kurnia Tahki; Sujarwo; Yunita; Tridinda Aprilia
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Motivational competence must be possessed by sports coaches because it is very beneficial both to motivate athletes and to motivate oneself coaches themselves. Coaches who have motivational competence will feel that they are more comfortable, calm, and meaningful. This research was conducted to determine the effectiveness of motivational competency training in improving the well-being of sports coaches. To find out the effectiveness of motivational competency training, it is seen from the difference in the well-being of coaches before and after attending training. This study used an experimental method with a pre-test post-test one group design model. The population of this study was sports coaches in Depok City, West Java Province, while the research sample was taken using convenience sampling techniques or based on the coach's willingness to participate in this study. A total of 86 trainers attended the training, but not all data can be used because only 67 trainers participated in a complete series of research (pre-test, intervention in the form of motivational competency training, and post-test). Data collection on well-being used a well-being questionnaire from Keyes, while data analysis used t-tests and descriptive statistics. The results showed that there was a significant difference in well-being of sports coaches between before and after attending motivational competency training (p= 0.000 < 0.05). The average well-being score of a trainer before attending motivational competency training is 68.25 with a minimum score = 43 and a maximum score = 84 (SD = 9,044). Meanwhile, the average score of trainers after attending motivational competency training is 74.06 with a minimum score = 59 and a maximum score = 84 (SD = 7,328). These results conclude that motivational competency training is effective for improving the well-being of sports coaches. Abstrak Kompetensi motivasi harus dimiliki oleh pelatih olahraga karena sangat bermanfaat baik untuk memotivasi atlet maupun untuk memotivasi diri pelatih sendiri. Pelatih yang memiliki kompetensi motivasi akan merasakan bahwa dirinya lebih nyaman, tenang, dan bermakna. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas pelatihan kompetensi motivasi dalam meningkatkan well-being pelatih olahraga. Untuk mengetahui efektifitas pelatihan kompetensi motivasi tersebut dilihat dari perbedaan well-being pelatih sebelum dan setelah mengikuti pelatihan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan model pre-test post-test one group desain. Populasi penelitian ini adalah pelatih olahraga Kota Depok Provinsi Jawa Barat, sementara sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik convenience sampling atau berdasarkan kesediaan pelatih dalam mengikuti penelitian ini. Sebanyak 86 pelatih mengikuti pelatihan, namun tidak semua data dapat digunakan karena hanya 67 pelatih yang mengikuti secara lengkap rangkaian penelitian (pre-test, intervensi berupa pelatihan kompetensi motivasi, dan post-test). Pengumpulan data tentang well-being menggunakan kuesioner well-being dari Keyes, sementara analisis data menggunakan uji-t dan statistik deskriptif Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan well-being pelatih olahraga yang signifikan antara sebelum dan setelah mengikuti pelatihan kompetensi motivasi (p= 0,000 < 0,05). Nilai rata-rata well-being pelatih sebelum mengikuti pelatihan kompetensi motivasi sebesar 68,25 dengan nilai minimum=43 dan nilai maksimum=84 (SD=9,044). Sedangkan nilai rata-rata pelatih setelah mengikuti pelatihan kompetensi motivasi sebesar 74,06 dengan nilai minimum=59 dan nilai maksimum= 84 (SD= 7,328). Hasil ini menyimpulkan bahwa pelatihan kompetensi motivasi efektif untuk meningkatkan well-being pelatih olahraga.
COACHING CLINIC BOLA VOLI BAGI PEMAIN BOLA VOLI DESA/KEC. CIKAUM BARAT, KAB. SUBANG Tirto Apriyanto; Muhamad lham; Agus Salim
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The purpose of this service activity is to help solve partner problems, namely; The problem of overcoming social conflicts that often occur in West Cikaum District, volleyball coaching in the village as a form of coaching the potential is quite large in West Cikaum village, lack of knowledge and understanding of volleyball athletes in the village in improving the skills of volleyball. Assistance in solving partner problems is carried out through a systematic, structured, and measurable process of tracing the potential of regional sports. Coaching Clinic volleyball is one of the short training programs that aims to improve the knowledge and skills of coaching, teaching volleyball. Assistance in solving partner problems is carried out through a systematic, structured, and measurable process of tracing the potential of regional sports. Coaching Clinic volleyball is one of the short training programs that aims to improve the knowledge and skills of coaching, teaching volleyball. Service activities will be held on May 11-13, 2022, in the form of lectures on volleyball coaching and practice, discussions and questions and answers, as well as friendly matches with students involved in this activity. The subject of the participants was volleyball player Oskar as many as 20 players. Coaching Clinic on this occasion is so that teenagers in West Cikaum village can improve their knowledge and skills in playing volleyball, especially in the aspects of technique, physique, and regulations. The results of this Coaching Clinic program also obtained a participant satisfaction score of 87.5% which means that the level of satisfaction is quite high. Abstrak Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah membantu menyelesaikan permasalahan mitra yaitu; Permasalahan mengatasi konflik sosial yang sering terjadi di Kecamatan Cikaum Barat, pembinaan olahraga bola voli di desa sebagai bentuk pembinaan potensi cukup besar di desa Cikaum Barat, kurangnya pengetahuan dan pemahaman atlet bola voli di desa dalam meningkatkan kemampuan keterampilan cabang olahraga bola voli. Bantuan penyelasaian permasalahan mitra dilakukan melalui proses penelusuran potensi olahraga daerah secara sistematis, terstruktur, dan terukur. Coaching Clinic bola voli merupakan salah satu program pelatihan singkat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melatih, mengajar voli. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 11- 13 Mei 2022, berupa kegiatan ceramah tentang pembinaan dan latihan bola voli, diskusi dan tanya jawab, serta pertandingan persahabatan dengan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini. Subjek peserta adalah pemain bola voli Oskar sebanyak 20 pemain. Coaching Clinic pada kesempatan ini adalah agar remaja di desa Cikaum Barat dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bermain bola voli terutama dalam aspek teknik, fisik, dan peraturannya. Hasil dari program Coaching Clinic ini juga diperoleh nilai kepuasan peserta sebesar 87,5% yang berarti tingkat kepuasan cukup tinggi.
PELATIHAN PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS CANVA BAGI DOSEN Maulana Rahman; Roni Faslah; Marsofiyati; Henry Eryanto; Dedi Purwana; Ponco Dewi Karyaningsih; Muhammad Ikhwan
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Learning situations that are usually done face-to-face and in class now have to be done from home and done through the media, as a result of the pandemic. The problem faced by partners is that lecturers at STIE MBI still have minimal skills in making learning videos, so the solution offered is to provide training in making learning videos that are relatively easy to train through the Canva application. The service implementation method used is training using an introduction, training, evaluation and feedback approach. The results of community service carried out showed that participants had a good understanding of the elements interesting learning videos, increased skills in using ICT in the learning process, and mastery in using the Canva platform as a medium for making learning videos. The success of the implementation of the activities was also shown by the enthusiasm of the participants in participating in the training activities, seen from the active involvement of the participants in asking questions, discussing, and practicing. Abstrak Situasi belajar yang biasanya dilakukan melalui tatap muka dan dilakukan dikelas kini harus dilakukan dari rumah masing masing dan dilakukan melalui media, sebagai dampak hadirnya pandemi. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra yakni para dosen di STIE MBI, masih memiliki kemampuan yang minim dalam pembuatan video pembelajaran, sehingga solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan pelatihan pembuatan video pembelajaran yang relatif mudah dilatihkan yakni melalui aplikasi Canva. Metode pelaksanaan pengabdian yang digunakan adalah pelatihan dengan menggunakan pendekatan pengenalan, pelatihan, evaluasi serta pemberian umpan balik. Hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan menunjukkan peserta mendapatkan pemahaman yang baik terkait dengan unsur-unsur video pembelajaran yang menarik, peningkatan keterampilan dalam pemanfaataan TIK dalam proses pembelajaran, dan penguasaan dalam memanfaatkan platform Canva sebagai media dalam pembuatan video pembelajaran. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan juga ditunjukkan antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan pelatihan, dilihat dari keterlibatan secara aktif oleh peserta dalam bertanya, berdiskusi, dan praktik.
PENERAPAN KIDS ATLETIK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI PADA KKGO KEC. JOHAR BARU JAKARTA PUSAT Hidayat Humaid
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Hasil analisis situasi permasalahan di lingkungan guru PJOK di KKGO Kecamatan Johar Baru teridentifikasi beberapa permasalahan berkaitan dengan pembelajaran atletik. Permasalahan pertama yaitu mayoritas guru-guru di KKGO Kecamatan Johar Baru pengetahuan tentang Kids Atheltics dirasa masih kurang, hal ini disebabkan karena dari guru-guru PJOK tersebut belum pernah mengikuti seminar atau pelatihan kids atletik. Permasalahan kedua yaitu dalam pelaksanaan Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN) pada tingkat sekolah dasar baik secara nasional maupun daerah. Namun pada kenyataannya, selama ini beberapa sekolah khususnya sekolah dasar guru PJOK mengadakan seleksi melalui pengukuran bentuk tes gerak dasar Kids Atletik. Bahkan untuk kegiatan KOSN sekolah di wilayah kecamatan Johar Baru tidak mengadakan seleksi secara optimal untuk perlombaan kids atletik. Pemecahan terhadap permasalahan di atas yaitu dilakukan dengan coaching clinic pengetahuan baik teori maupun praktek tentang tentang kids atletik. Kegiatan coaching clinic Penerapan Kids Atletik Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Pada KKGO Kec. Johar Baru Jakarta Pusat mendapatkan respon yang antusias dari para peserta kegiatan. Hal ini terbukti dari tingkat partisipasi peserta kegiatan sebesar 90,91% dari total guru PJOK di Kecamatan Johar Baru. Tingkat kepuasaan guru PJOK Kecamatan Johar Baru terhadap kegiatan coaching clinic ini sangat tinggi yaitu sebesar 89,50%. Abstrak Hasil analisis situasi permasalahan di lingkungan guru PJOK di KKGO Kecamatan Johar Baru teridentifikasi beberapa permasalahan berkaitan dengan pembelajaran atletik. Permasalahan pertama yaitu mayoritas guru-guru di KKGO Kecamatan Johar Baru pengetahuan tentang Kids Atheltics dirasa masih kurang, hal ini disebabkan karena dari guru-guru PJOK tersebut belum pernah mengikuti seminar atau pelatihan kids atletik. Permasalahan kedua yaitu dalam pelaksanaan Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN) pada tingkat sekolah dasar baik secara nasional maupun daerah. Namun pada kenyataannya, selama ini beberapa sekolah khususnya sekolah dasar guru PJOK mengadakan seleksi melalui pengukuran bentuk tes gerak dasar Kids Atletik. Bahkan untuk kegiatan KOSN sekolah di wilayah kecamatan Johar Baru tidak mengadakan seleksi secara optimal untuk perlombaan kids atletik. Pemecahan terhadap permasalahan di atas yaitu dilakukan dengan coaching clinic pengetahuan baik teori maupun praktek tentang tentang kids atletik. Kegiatan coaching clinic Penerapan Kids Atletik Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Pada KKGO Kec. Johar Baru Jakarta Pusat mendapatkan respon yang antusias dari para peserta kegiatan. Hal ini terbukti dari tingkat partisipasi peserta kegiatan sebesar 90,91% dari total guru PJOK di Kecamatan Johar Baru. Tingkat kepuasaan guru PJOK Kecamatan Johar Baru terhadap kegiatan coaching clinic ini sangat tinggi yaitu sebesar 89,50%.
COACHING CLINIC PENGUKURAN OLAHRAGA BAGI KLUB BOLAVOLI TUNAS DESA / KEC. LOHBENER, KAB. INDRAMAYU Hendro Wardoyo; Tirto Apriyanto; Muhamad Ilham
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The main objectives of community service activities for the Superior Assisted Area are coaches, coaches and players of the Tunas Volleyball Club in Lohbener village, Indramayu district, Indramayu district. Service activities are carried out by providing knowledge both theoretical and practical about measurement knowledge and skills, especially in physical aspects and procedures for their implementation. The participants of this activity are coaches, coaches and volleyball players of Lohbener village, Indramayu district, kab. Indramayu had 25 participants. Community service activities for the Superior Assisted Areas regarding coaching clinics have been carried out well. Through this service activity produced 25 coaches, coaches and athletes who have competence about knowledge and measurement skills, especially in the physical aspects and procedures for their implementation. This community service activity in the Ungulan Fostered area received an enthusiastic response from the participants of the activity. This is evident from the coach's satisfaction with coaching clinic activities is very high, which is 88.40%. AbstrakTujuan utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat Wilayah Binaan Unggulan adalah pelatih, pembina dan pemain Klub Tunas bola voli desa Lohbener, kec. Indramayu, kab. Indramayu. Kegiatan pengabdian dilakukandengan pemberian pengetahuan baik teori maupun praktek tentang pengetahuan dan keterampilan pengukuran terutama dalam aspek fisik dan prosedur pelaksanaannya. Peserta kegiatan ini adalah pelatih, pembina dan pemain bola voli desa Lohbener, kec. Indramayu, kab. Indramayu sebanyak 25 peserta. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Wilayah Binaan Unggulan mengenai coaching clinic telah terlaksana dengan baik. Melalui kegiatan pengabdian ini menghasilkan 25 pembina, pelatih dan atlet yang memiliki kompetensi tentang pengetahuan dan keterampilan pengukuran terutama dalam aspek fisik dan prosedur pelaksanaannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat wilayah Binaan Ungulan ini mendapatkan respon yang antusias dari para peserta kegiatan. Hal ini terbukti dari kepuasaan pelatih terhadap kegiatan coaching clinic sangat tinggi yaitu sebesar 88,40%.
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA DI LINGKUNGAN SMA NEGERI 4 KOTA JAYAPURA TENTANG PRESIDENSI G20 INDONESIA TAHUN 2022 Danial Darwis Darwis; Claudia Conchita Renyoet
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Adolescence is one of the periods in the human life span with an age of about 10-19 years. Based on the 2010 population census of Indonesia, the number is around 43.5 million (approximately 18% of Indonesia's population). The age of high school education in Indonesia is about 15-18 years and a maximum of 21 years, so this high school age is included in adolescence. The exciting thing to attract youth is the position of Indonesia, which in 2022 received the mandate for the first time as the G20 Presidency. Based on this, it is essential to see the knowledge of youth about the G20 Presidency of Indonesia in 2022. The author sees that young people in Jayapura City still have minimal knowledge about the G20 Presidency of Indonesia. For that, the author takes the initiative to carry out community service activities for applying science and technology, SMA Negeri 4 Jayapura City being the target of partners and cooperation networks. This activity is expected to increase the knowledge of teenagers in SMA Negeri 4 Jayapura City about the G20 Presidency of Indonesia in 2022 and encourage them to become good messengers for schools and surrounding communities about the G20 Presidency of Indonesia. The method used for applying science and technology is in the form of education and training, and to measure the increase in participants' knowledge, pretest and posttest are used. The results obtained from community service activities through education and training are an increase in the understanding of teenagers in SMA Negeri 4 Jayapura about the G20 and the G20 Presidency of Indonesia in 2022. This increase can be seen from the analysis of participants' knowledge through the pretest and posttest. Abstrak Masa remaja merupakan salah satu periode dalam rentang kehidupan manusia dengan usia sekitar 10-19 tahun. Berdasarkan sensus penduduk Indonesia tahun 2010, jumlahnya sekitar 43,5 juta jiwa (sekitar 18% dari penduduk Indonesia). Usia pendidikan SMA di Indonesia sekitar 15-18 tahun dan maksimal 21 tahun, sehingga usia SMA ini termasuk dalam masa remaja. Hal yang menarik untuk menarik minat kaum muda adalah posisi Indonesia yang pada tahun 2022 menerima mandat untuk pertama kalinya sebagai Presidensi G20. Berdasarkan hal tersebut, penting untuk melihat pengetahuan pemuda tentang Kepresidenan G20 Indonesia pada tahun 2022. Penulis melihat bahwa anak muda di Kota Jayapura masih memiliki pengetahuan yang minim tentang Kepresidenan G20 Indonesia. Untuk itu penulis berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, SMA Negeri 4 Kota Jayapura menjadi binaan mitra dan jejaring kerjasama. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan remaja di SMA Negeri 4 Kota Jayapura tentang Kepresidenan G20 Indonesia tahun 2022 dan mendorong mereka untuk menjadi penyampai pesan yang baik bagi sekolah dan masyarakat sekitar tentang Kepresidenan G20 Indonesia. Metode yang digunakan dalam penerapan iptek berupa pendidikan dan pelatihan, dan untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta digunakan pretest dan posttest. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan adalah peningkatan pemahaman remaja di SMA Negeri 4 Jayapura tentang G20 dan Kepresidenan G20 Indonesia tahun 2022. Peningkatan ini dapat dilihat dari analisis pengetahuan peserta melalui pretest dan posttest.
PEMBUATAN BATIK CAP GUNA MENDONGKRAK PENJUALAN DAN PENDAPATAN KAMPUNG BATIK “NGANTANG AGUNG” DESA SUMBERAGUNG KABUPATEN MALANG Annisau Nafiah; Eddy Sutadji; Hapsari Kusumawardani; Nurul Aini
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The pandemic period has a very broad impact on most people, especially in the economic field. This is experienced by batik craftsmen in the Ngantang Agung batik village. Sales turnover decreased drastically because of the public's interest in buying batik, especially written batik, which was much more expensive and became a mainstay product in the Ngantang Agung batik village. Based on the survey results, people are more interested in buying batik produced from stamps because the price is relatively cheap and can be reached by the community. Based on the results of the analysis, a new breakthrough is needed to boost sales turnover of the Ngan tang Agung Batik Village by providing training in the form of stamped batik making. Making stamped batik is relatively easier and time efficient so that craftsmen can produce on a large scale in a short time. In addition, the training also emphasized on the coloring process to produce good quality batik and worth selling. The purpose of this service is to provide knowledge and skills for batik craftsmen about making stamped batik and the coloring process in accordance with production standards. The method used is a direct demonstration in front of the batik craftsmen participants. The results achieved in this community service are that most of the craftsmen really need knowledge about stamped batik making and industry standard pearman techniques. This has an impact on the enthusiasm of the batik craftsmen to be able to produce stamped batik and produce batik that has better quality compared to previous productions. Abstrak Masa pandemic memberikan dampak yang sangat luas bagi sebagian besar kalangan masyarakat terutama dibidang perekonomian. Hal ini di alami oleh pengrajin batik di kampung batik ngantang agumg. Omset penjualan menurun drastis karena minat masyarakat untuk membeli batik terutama batik tulis yang yang harganya jauh lebih mahal dan menjadi produk andalan di kampung batik ngantang agung. Berdasarkan hasil survey masyarakat lebih berminat membeli batik yang dihasilkan dari cap karena harganya relative murah dan dapat dijangkau oleh masyarakat. Berdasarkan hasil Analisa tersebut maka diperlukan terobosan baru untuk mendongkrak omset penjualan kampung batik ngantang agung dengan memberikan pelatihan berupa pembuatan batik cap. Pembuatan batik cap ini relative lebih mudah dan efisien waktu sehingga pengrajin bisa memproduksi dalam sekala besar dalam waktu singkat. Selain itu dalam pelatihan juga ditekankan pada proses pewarnaan untuk menghasilkan kualitas batik yang bagus dan layak jual. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi para pengrajin batik tentang pembuatan batik cap dan proses pewarnaan yang sesuai dengan standard produksi. Metode yang digunakan adalah dengan demonstrasi langsung didepan para peserta pengrajin batik. Hasil yang dicapai pada pengabdian masyarakat ini adalah Sebagian besar para pengrajin sangat membutuhkan pengetahuan tentang pembuatan batik cap dan Teknik Pearman yang standard industry. Hal ini berimbas pada semangat para pengrajin batik untuk mampu memproduksi batik cap dan menghasilkan batik yang mempunyai kualitas lebih bagus dibanding dengan produksi sebelum-sebelumnya.
PELATIHAN PENATAAN RUANG KANTOR UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI DI KECAMATAN MUARA GEMBONG KABUPATEN BEKASI JAWA BARAT Nurlaila Abdullah Mashabi; Mulyati; Ayu Friditya Wulaningrum Wulaningrum; Kantoni
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Every office employee or employee needs a place to work, workplace or office needs to be arranged to improve employee performance. However, not all offices consider the layout of the office to be important, in fact, situations like this are often seen where they think the office is just a temporary place to work. One of them is an employee at the Muara Gembong District Office, Kab. Bekasi, West Java, where the arrangement of office space is irregular. This will make employees feel uncomfortable in doing their job. Therefore, there is a need for spatial planning training for employees at the Muara Gembong sub-district office. The training aims to improve the quality of human resources, namely the knowledge, attitudes and abilities of employees in managing office space. This training is carried out by providing concept material, types of spatial arrangement, color theory for the room, and arrangement steps. In this training, an evaluation of activities in the form of a satisfaction test will be carried out to determine the knowledge, attitudes, and abilities of the participants after this training is carried out. In the implementation of the training, it was found that as many as 58.8% of respondents were very satisfied, and another 35.3% were satisfied with the training provided because it was in accordance with the conditions of the office in Muara Gembong sub-district. Abstrak Setiap pegawai kantor atau karyawan membutuhkan tempat untuk bekerja, tempat kerja atau kantor perlu dilakukan penataan untuk meningkatkan kinerja pegawai. Namun, tidak semua kantor menganggap penataan tata ruang kantor itu penting, bahkan seringkali keadaan seperti ini terlihat dimana mereka menganggap kantor itu hanyalah tempat sementara di waktu bekerja. Salah satunya adalah pegawai di Kantor Kecamatan Muara Gembong, Kab. Bekasi, Jawa Barat, dimana penataan ruang kantor tidak teratur. Hal ini akan membuat pegawai merasa tidak nyaman dalam melakukan pekerjaan. Oleh karenanya, diperlukan adanya pelatihan penataan ruang terhadap pegawai di kantor kecamatan muara gembong. Pelatihan dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yaitu pengetahuan, sikap dan kemampuan pegawai dalam menata ruang kantor. Pelatihan ini dilakukan dengan pemberian materi konsep, macam penataan ruang, teori warna untuk ruangan, dan langkah Penataan. Pada pelatihan ini akan dilakukan evaluasi kegiatan berupa test kepuasan guna mengetahui pengetahuan, sikap, dan kemampuan peserta setelah pelatihan ini dilaksanakan. Pada pelaksanaan pelatihan dihasilkan bahwa sebanyak 58.8% responden merasa sangat puas, dan 35.3% lagi merasa puas dengan pelatihan yang diberikan karena sesuai dengan bagaimana kondisi dari kantor yang ada pada kecamatan muara gembong.