cover
Contact Name
Lalu Masyhudi
Contact Email
laloemipa@gmail.com
Phone
+6287864008292
Journal Mail Official
laloemipa@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Taman alamanda III Blok T No.3 Karang Pule Mataram
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Innovation Research and Knowledge
Published by bajang Institute
ISSN : 27983471     EISSN : 27983641     DOI : 10.53625
Journal of Innovation Research and Knowledge, published by Bajang Institute. Published in two formats, print and online, print version of ISSN: 2798-3471 and the online version of ISSN: 798-3641, both of which are published every month. The scope of the journal studies broadly includes: Culture (a unique study of performing arts and classical culture, traditional from various regions in Indonesia, and modern cultural arts such as dance, fine arts, and music art also includes the study of Indonesian literature on classical and contemporary literary issues) Religion (Study of comparative religion, study of pluralism and religious diversity in Indonesia) Sociopolitical Science/State Administration Media (Cultural studies and media, New Media and Contemporary Societies) Gender (Urban Culture, Gender bias, and gender inequality) Public policy (extractive public policies, distributive public policies, and regulative public policies) Development (economic and social development, urban and regional development) Environment (customs, social and environmental, land and natural resource utilization) Disaster (local wisdom and social culture, disaster management, community empowerment, survival and humanity, disaster and social emergency response organizations) Tourism (ecotourism, tourism management, religious tourism, urban tourism, and cultural tourism) Agriculture Economics Health Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,651 Documents
ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASIDALAM TINDAK PIDANA KONSUMEN Sahala Tua Situmorang; Cut Wahidah Mumtaza; Parningotan Malau
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara mendalam pertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana konsumen di Indonesia, dengan fokus pada perkembangan pola kejahatan yang semakin kompleks seiring kemajuan teknologi, perubahan lanskap pasar, dan meningkatnya penggunaan media digital dalam pemasaran. Berbasis pada metode penelitian yuridis normatif yang diperkaya dengan analisis kasus, penelitian ini menemukan bahwa praktik misleading information, manipulasi algoritma, pelanggaran keamanan produk, pelabelan yang menyesatkan, dan penyalahgunaan data pribadi merupakan bentuk tindak pidana konsumen yang paling dominan dalam 15 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka hukum positif Indonesia—seperti UUPK, UU ITE, UU Kesehatan, dan berbagai regulasi sektoral lainnya—belum sepenuhnya mampu merespons karakteristik kejahatan korporasi modern, terutama yang berbasis teknologi dan melibatkan jejaring perusahaan besar. Melalui analisis berbagai doktrin seperti corporate culture, vicarious liability, identification theory, dan reactive corporate fault, penelitian ini menegaskan pentingnya perluasan standar kesalahan korporasi serta penerapan pertanggungjawaban pidana yang konsisten terhadap pelaku usaha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan regulasi, sinergi antarotoritas pengawas, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, serta pembangunan sistem kepatuhan internal yang lebih ketat dalam korporasi, merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas perlindungan konsumen di Indonesia.
PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO KELAINAN REFRAKSI PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI ERA DIGITAL: STUDI KASUS SDN PONDOK RANGGON 4 JAKARTA Atti Kartikawati; Fitri Yati; Sahel, Sahel; Suci Haryanti; Shinta Amelia Astuti
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kelainan refraksi merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan pada anak usia sekolah dasar di Indonesia. Prevalensi kelainan refraksi terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan menganalisis faktor risiko kelainan refraksi pada siswa sekolah dasar di SDN Pondok Ranggon 4 Jakarta. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada 446 responden yang terdiri dari siswa kelas 3, 4, 5 serta guru dan staff. Pemeriksaan visus menggunakan Snellen Chart dan autorefraktometer. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan langsung dan wawancara terstruktur. Hasil: Dari 446 responden, 164 (36,77%) memerlukan koreksi kacamata. Prevalensi tertinggi pada kelas 5 (52,12%), diikuti kelas 3 (36,92%), dan terendah kelas 4 (18,46%). Seluruh guru dan staff (100%) memerlukan koreksi. Faktor risiko yang teridentifikasi meliputi riwayat keluarga dengan kelainan refraksi, durasi penggunaan gadget lebih dari 3 jam per hari, dan jarak baca yang terlalu dekat (20-30 cm). Kesimpulan: Prevalensi kelainan refraksi pada siswa SDN Pondok Ranggon 4 cukup tinggi. Diperlukan program skrining mata berkala dan edukasi kesehatan mata bagi siswa, orang tua, dan guru
LABORATORY EXAMINATION OF HEMOLYTIC DISEASE IN NEONATES DUE TO RHESUS INCOMPATIBILITY Danny Ernest Jonas Luhulima; Christian Ronald Tanggo; Ria Amelia
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemolytic disease of the newborn (HDN) occurs when fetal red blood cells (RBCs), which possess an antigen that the mother lacks, cross the placenta into the maternal circulation, where they stimulate antibody production. The antibodies return to the fetal circulation and result in RBC destruction. Three classifications of HDN are: ABO, other causes like unexpected immune antibodies like anti-c or anti-K and Rhesus–anti D alone or may be accompanied by other Rh antibodies, examples anti-D with anti-C or anti-E. Clinical presentation of HDN varies from mild jaundice and anemia to hydrops fetalis (with ascites, pleural and pericardial effusions). This article discusses hemolytic due to incompability Rhesus anti-D.)
PROFILE OF PATIENTS WITH MULTIDRUG-RESISTANT PULMONARY TUBERCULOSIS AT MERAUKE REGIONAL GENERAL HOSPITAL, MERAUKE REGENCY, SOUTH PAPUA, JANUARY 2021 – DECEMBER 2024 Luana N. Achmad; Jimmi M. P. Aritonang; Febtusia Puspitasari; Ganda Pariama
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulmonary MDR-TB is tuberculosis that is resistant to first-line drugs, especially isoniazid and rifampicin, due to genetic mutations at drug target sites, so it requires combinations of drugs from Groups A and B, and if needed, Group C. This descriptive study used medical records of MDR-TB patients treated at Merauke Regional Hospital from January 2021 to December 2024 and was analyzed univariately with SPSS version 26. Most patients were 18–59 years old (90.6%), female (53.1%), and had a history of previous TB treatment (89.3%), with a small proportion experiencing treatment interruption and treatment failure. Comorbidities included diabetes mellitus (6.3%) and HIV (18.8%), and the mortality rate was relatively high at 40.6%.
ACTIVE CASE FINDING TUBERKULOSIS DENGAN PORTABLE X-RAY DI KABUPATEN ALOR, NUSA TENGGARA TIMUR Simon Sani Kleden; Christina Grasia Kellen; Fransiskus S. Onggang; Aminah Haslinda Baun; Marianus Lino; Sri Jayanti Wahyuni Adang Djaha
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) tetap menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat terbesar di dunia, dengan Indonesia termasuk dalam tiga negara dengan beban TB tertinggi menurut laporan WHO. Wilayah kepulauan Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi hambatan geografis, keterbatasan infrastruktur radiologi, serta stigma sosial yang memperlambat pencapaian target eliminasi TB nasional tahun 2030. Program pengabdian masyarakat ini dirancang sebagai intervensi berbasis komunitas untuk meningkatkan penemuan kasus TB aktif melalui pendekatan Active Case Finding (ACF) dengan pemanfaatan Portable X-Ray Mobile Unit, yang adaptif terhadap kondisi daerah terpencil. Kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Alor pada 22–25 November 2025, melibatkan 502 individu dari tiga desa prioritas (Wetabua, Lendola, Petleng). Proses skrining mengikuti alur kerja terstruktur enam meja: registrasi, skrining gejala, pemeriksaan X-Ray thoraks, penentuan terduga TB, pemeriksaan lanjutan (dahak, TST, TPT), serta input data ke Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Hasil menunjukkan 498 pemeriksaan X-Ray (99,2%), 121 TST (24,1%), 79 pengambilan dahak (39,5% dari kasus terduga), serta 200 kasus terduga TB (yield 39,8%). Input SITB mencapai 376 orang (74,9% dari yang diskrining), atau 62% dari target 800 sasaran. Temuan ini menegaskan efektivitas strategi ACF dalam menjangkau populasi berisiko tinggi, meskipun capaian target belum optimal. Tingkat temuan kasus terduga yang tinggi menunjukkan bahwa pendekatan berbasis risiko mampu mengidentifikasi beban tersembunyi TB di komunitas. Selain dampak kesehatan, program ini memperkuat kapasitas tenaga kesehatan lokal, menghasilkan data epidemiologi valid untuk kebijakan berbasis bukti, serta meningkatkan koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, puskesmas, akademisi, dan masyarakat. Secara operasional, penggunaan teknologi portable X-Ray terbukti memperluas akses diagnostik ke wilayah dengan keterbatasan fasilitas radiologi. Implikasi kebijakan dari program ini adalah perlunya replikasi model ACF berbasis komunitas di daerah kepulauan lain, integrasi SITB secara real-time, serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan lokal untuk keberlanjutan program. Dengan evaluasi berkelanjutan dan dukungan lintas sektor, intervensi ini diharapkan berkontribusi pada pencapaian target eliminasi TB global tahun 2030.
ASSOCIATION BETWEEN FORMALDEHYDE VAPOR EXPOSURE AND EYE IRRITATION AND UPPER RESPIRATORY TRACT IRRITATION DURING ANATOMY LABORATORY SESSIONS Silphia Novelyn; Morado Natanael Sidauruk; Reinne Natali Christine
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Formaldehyde is routinely used to preserve cadavers for anatomy practicums; however, volatilization releases airborne formaldehyde that can acutely irritate the eyes and upper respiratory tract. According to the WHO, irritation may be triggered at 0.08–2.52 ppm during 30 minutes of exposure. This comparative cross-sectional study involved 130 medical students (Faculty of Medicine, Universitas Kristen Indonesia/UKI; 2020 cohort) and examined the association between measured formaldehyde concentrations and acute irritative symptoms during anatomy practicum. Air measurements in the practicum room were 0.595 ppm (intact cadaver specimens) and 0.395 ppm (organ specimens), both reported to exceed the WHO limit and Indonesia’s Ministry of Manpower (PERMENAKER) threshold. The most common eye symptoms were eye stinging/pain (n=119; 91.5%), watery eyes (n=102; 78.5%), red eyes (n=42; 32.2%), and itchy eyes (n=37; 28.5%), with additional complaints including a history of eye irritation (n=22; 29.2%), eye discomfort (n=19; 14.6%), and eye swelling (n=11; 8.5%). Upper respiratory symptoms included nasal stinging (n=75; 57.7%), runny nose (n=57; 43.8%), shortness of breath (n=32; 24.6%), sneezing (n=25; 19.2%), cough (n=24; 18.5%), difficulty swallowing (n=17; 13.1%), nausea/vomiting (n=16; 12.3%), hoarseness (n=14; 10.8%), and itchy throat (n=10; 7.7%).
PERDAGANGAN BARANG DALAM REGIONAL COMPREHENSIVE ECONOMIC PARTNERSHIP AGREEMENT (PERSETUJUAN KEMITRAAN EKONOMI KOMPREHENSIF REGIONAL) TERHADAP HUKUM PERDAGANGAN INTERNASIONAL Juliana, Juliana; Febrian Rizki Pratama
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perdagangan merupakan kegiatan yang paling banyak dilakukan di Indonesia bahkan di semua negara di dunia. Tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan ekspor-impor, juga memberikan kontribusi besar dalam perekonomian setiap negara. Oleh karena itu, perlu dipelajari dan dianalisa mengenai perjanjian internasional yang digunakan dalam perdagangan internasional. Salah satu perjanjian internasional yang paling besar dan berpengaruh adalah Regional Comprehensive Economic Partnership Agreement atau Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP). RCEP sendiri juga bisa berfungsi untuk meningkatkan hubungan persahabatan antar negara yang secara otomatis bisa meningkatkan kerjasama dalam bidang perdagangan antar negara. Indonesia telah menandatangani RCEP pada 15 November 2020. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis hukum terhadap urgensi RCEP dalam mengatur pedagangan barang di Kawasan Asia-Pasifik, serta akibat hukum keanggotaan Indonesia dalam RCEP. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yang berfokus pada penelitiannya dengan metode penelitian yang bersifat normatif hukum. Dari penelitian dapat disimpulkan Indonesia harus melakukan harmnonisasi hukum yang mengatur agar produsen produk lokal tetap bisa berproduksi dan bisa menjaga stabilitas perdagangan nasional tanpa merusak hubungan Indonesia dengan negara-negara lain tetap berjalan dan terjaga dikarenakan RCEP ini menyebabkan adanya pembatasan pada kebijakan proteksi nasional. Sehingga, harmonisasi hukum ini tetap harus memperhatikan aturan hukum yang sudah disepakati dalam perjanjian RCEP.
KONSUMSI KONTEN FERRY IRWANDI SEBAGAI FAKTOR PEMBENTUK PERSEPSI MAHASISWA BEM IPB MENGENAI ISU NASIONAL Muhammad Zaki Ilham; Hudi Santoso; Enden Darjatul Ulya; Rici Tri Harpin Pranata
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Perkembangan media digital telah mengubah cara individu mengakses dan memaknai informasi, terutama di kalangan mahasiswa yang aktif mengikuti isu sosial dan politik nasional melalui platform seperti YouTube. Salah satu figur yang menonjol dalam ranah ini adalah Ferry Irwandi, seorang komunikator independen yang dikenal melalui analisis dan komentar berbasis data terhadap isu-isu aktual. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh konten Ferry Irwandi terhadap persepsi anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Pertanian Bogor (IPB) Bidang Sosial dan Politik mengenai isu nasional. Penelitian menggunakan metode kuantitatif eksplanatori. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner daring kepada 56 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan margin kesalahan 10 persen. Instrumen penelitian disusun berdasarkan teori Uses and Gratifications dan Source Credibility dengan indikator relevansi topik, kredibilitas komunikator, dan teknik penyampaian pesan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan SPSS. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi bagi kajian komunikasi digital dengan menjelaskan peran konten politik independen dalam membentuk persepsi mahasiswa terhadap isu nasional.
ANALISIS SOSIOLOGI HUKUM TERHADAP BELUM DIRATIFIKASIKANNYA KONVENSI CISG OLEH INDONESIA DITINJAU DARI PERSPEKTIF TEORI SISTEM HUKUM Mahmud Haidir Harahap; Rosmalinda, Rosmalinda; Agusmidah, Agusmidah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines Indonesia's non-ratification of the United Nations Convention on Contracts for the International Sale of Goods (CISG) from the perspective of Lawrence M. Friedman's Legal System Theory, which emphasizes three main elements: structure, substance, and legal culture. The purpose of this study is to analyze the integration of these three factors and to identify the legal, administrative, and social obstacles that hinder the ratification of the CISG. The method used is a qualitative approach with a socio-legal research type through literature studies and interviews with academics and practitioners of international trade law. The results of the study indicate that the non-ratification of the CISG is influenced by three main factors. First, structurally, coordination between government agencies involved in the ratification process is still weak and not yet integrated. Second, in terms of legal substance, there are differences in principles and norms between the CISG and national civil law that raise concerns about disharmony. Third, the legal culture of policymakers and business actors who are still conservative towards international law slows down the acceptance of this convention. In addition, administrative obstacles such as lengthy bureaucracy, lack of human resource capacity, and the perception that CISG ratification is not urgent also contribute to inhibiting factors. This study concludes that the lack of integration between the structure, substance, and legal culture is the main root of the failure to ratify the CISG in Indonesia. Therefore, legal system reform is needed through strengthening institutional coordination, harmonizing the substance of contract law, and increasing literacy and awareness of international law among policymakers and business actors.
ACCURACY OF NON-INVASIVE PRENATAL TESTING USING MASSIVELY PARALLEL SEQUENCING FOR DETECTING TRISOMY 21: A META-ANALYSIS Almira Clarissa Sungkono; Agriefa Chrysantia Noormay El Kariim; Novia Tria Nurcahya
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v5i8.12110

Abstract

Background:Non-Invasive Prenatal Testing (NIPT) for fetal trisomy 21 aneuploidy has been widely adopted in clinical practice due to its superior accuracy. NIPT has also been developed and validated as an option for early detection of genetic abnormalities prior to invasive diagnostic procedures. The aim of this study was to evaluate the accuracy of NIPT using Massively Parallel Sequencing (MPS) technology for screening Down syndrome in singleton pregnancies across all trimesters. Methods:This systematic review and meta-analysis analyzed literature on the accuracy of NIPT with MPS technology for Down syndrome screening in singleton pregnancies across all trimesters, following PRISMA guidelines. Eight studies were included, and data extraction was performed independently by three reviewers. Study quality was assessed using the Quality Assessment of Diagnostic Accuracy Studies 2 (QUADAS-2) tool. Results:Among 485,365 pregnant women screened for major autosomal trisomies confirmed by fetal karyotype or newborn phenotype, 2,092 cases were verified from the total population. The sensitivity of NIPT for detecting trisomy 21 ranged from 0.80 (95% CI: 0.73–0.87) to 1.00 (95% CI: 0.48–1.00) based on the eight identified studies. NIPT showed very high specificity, with most studies reporting a specificity of 1.00 (95% CI: 1.00–1.00). Conclusion: NIPT using MPS technology demonstrated very high sensitivity and specificity in detecting trisomy 21 (Down syndrome) in singleton pregnancies across all trimesters. It is a reliable and effective screening tool due to its high accuracy in detecting true-positive cases and minimizing false-positive results.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026 Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025 Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025 Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 4 No. 12: Mei 2025 Vol. 4 No. 11: April 2025 Vol. 4 No. 10: Maret 2025 Vol. 5 No. 4: September 2025 Vol. 5 No. 3: Agustus 2025 Vol. 5 No. 2: Juli 2025 Vol. 5 No. 1: Juni 2025 Vol. 4 No. 9: Februari 2025 Vol. 4 No. 8: Januari 2025 Vol. 3 No. 12: Mei 2024 Vol. 3 No. 11: April 2024 Vol. 3 No. 10: Maret 2024 Vol. 4 No. 7: Desember 2024 Vol. 4 No. 6: Nopember 2024 Vol. 4 No. 5: Oktober 2024 Vol. 4 No. 4: September 2024 Vol. 4 No. 3: Agustus 2024 Vol. 4 No. 2: Juli 2024 Vol. 4 No. 1: Juni 2024 Vol. 3 No. 9: Februari 2024 Vol. 3 No. 8: Januari 2024 Vol. 2 No. 12: Mei 2023 Vol. 2 No. 11: April 2023 Vol. 2 No. 10: Maret 2023 Vol. 3 No. 7: Desember 2023 Vol. 3 No. 6: Nopember 2023 Vol. 3 No. 5: Oktober 2023 Vol. 3 No. 4: September 2023 Vol. 3 No. 3: Agustus 2023 Vol. 3 No. 2: Juli 2023 Vol. 3 No. 1: Juni 2023 Vol. 2 No. 9: Februari 2023 Vol. 2 No. 8: Januari 2023 Vol. 1 No. 12: Mei 2022 Vol. 1 No. 11: April 2022 Vol. 1 No. 10: Maret 2022 Vol. 2 No. 7: Desember 2022 Vol. 2 No. 6: November 2022 Vol. 2 No. 5: Oktober 2022 Vol. 2 No. 4: September 2022 Vol. 2 No. 3: Agustus 2022 Vol. 2 No. 1: Juni 2022 Vol. 1 No. 9: Februari 2022 Vol. 1 No. 8: Januari 2022 Vol. 1 No. 7: Desember 2021 Vol. 1 No. 6: Nopember 2021 Vol. 1 No. 5: Oktober 2021 Vol. 1 No. 4: September 2021 Vol. 1 No. 3: Agustus 2021 Vol. 1 No. 2: Juli 2021 Vol. 1 No. 1: Juni 2021 More Issue