cover
Contact Name
Ofi Hidayat
Contact Email
ofi.hidayat@uts.ac.id
Phone
+6282244500788
Journal Mail Official
ilkom@uts.ac.id
Editorial Address
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS TEKNOLOGI SUMBAWA Jalan Olat Maras, Batu Alang, Kec. Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, 84371
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
KAGANGA KOMUNIKA: Journal of Communication Science
Core Subject : Social,
Strategi Komunikasi, Public Relation, Komunikasi Sosial Budaya, Manajemen Komunikasi, Media dan Komunikasi, Komunikasi Bisnis, Komunikasi Politik, Komunikasi Pembangunan.
Articles 106 Documents
PENGARUH GAMBAR PERINGATAN LARANGAN MEROKOK PADA KEMASAN ROKOK TERHADAP KESADARAN BAHAYA MEROKOK: (Studi pada Mahasiswa Aktif Program Studi S1 Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman) Aditama, Bagus Aditya; Sucipta, Johantan Alfando Wikandana; Purwanti, Silviana; Sary, Kezia Arum
KAGANGA KOMUNIKA: Journal of Communication Science Vol 7 No 1 (2025): Edisi 12
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/kagangakomunika.v7i1.5344

Abstract

Tingginya angka perokok di Indonesia, khususnya di kalangan pemuda, menunjukkan bahwa kebiasaan merokok masih bertahan meskipun pemerintah telah menerapkan kebijakan gambar peringatan larangan merokok pada kemasan rokok. Observasi awal penelitian ini yang dilakukan pada Mahasiswa Aktif Program Studi S1 Administrasi Publik Fisip Unmul menggambarkan bahwa, sebagian besar dari mereka percaya bahwa gambar peringatan larangan merokok pada kemasan rokok merupakan gambaran nyata akibat merokok, namun, banyak dari mereka yang tetap merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gambar peringatan larangan merokok pada kemasan rokok terhadap kesadaran bahaya merokok di kalangan mahasiswa. Penelitian ini merujuk pada Teori Perilaku Terencana dari Ajzen, yang menyatakan bahwa dalam konteks ini, gambar peringatan larangan merokok pada kemasan rokok mampu menimbulkan sikap negatif terhadap rokok, memperkuat norma sosial anti-merokok, serta meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa untuk mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok. Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Dengan jumlah sampel sebanyak 85 Responden, pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang dirancang untuk mengukur penerimaan informasi dari gambar peringatan larangan merokokdan tingkat kesadaran responden mengenai bahaya merokok. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik Bivariat menggunakan Chi Square Test 2X2. Hasil analisis tersebut memperoleh nilai signifikansi sebesar 0.411, yang dimana angka tersebut lebih besar dari 0.05. Dapat disimpulkan bahwa gambar peringatan larangan merokok pada kemasan rokok tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kesadaran mahasiswa akan bahaya merokok. Responden umumnya menganggap gambar tersebut sebagai peringatan yang bersifat informatif, tetapi tidak cukup kuat untuk memotivasi mereka berhenti merokok atau meningkatkan kesadaran akan risiko kesehatan secara mendalam.   Kata Kunci: Gambar Peringatan Kemasan Rokok, Komunikasi Visual, Kesadaran Mahasiswa, Teori Perilaku Terencana, Perilaku Merokok
KOMUNIKASI ANTARBUDAYA MASYARAKAT ETNIK BALI DAN ETNIK BUGIS DALAM MEMBANGUN KERJASAMA DI SEKTOR PERTANIAN KELURAHAN NGKARING-NGKARING KOTA BAUBAU Nirwana; Farid, Muhammad; Ismail, Ahmad
KAGANGA KOMUNIKA: Journal of Communication Science Vol 7 No 1 (2025): Edisi 12
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/kagangakomunika.v7i1.5392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat komunikasi antarbudaya masyarakat etnik Bali dan etnik Bugis dalam membangun kerja sama di sektor pertanian kelurahan Ngkaring-ngkaring kota Baubau. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat etnik Bali dan etnik Bugis. Informan Bugis sebagai petani pemilik dan Informan Bali sebagai penggarap. Data diperoleh dari proses wawancara langsung dengan informan yang dianggap berkompeten sesuai dengan topik yang dibahas. Hasil pada riset ini menunjukkan bahwa faktor saling ketergantungan ekonomi merupakan faktor dasar komunikasi antar budaya yang terjadi di kelurahan Ngkaring-ngkaring, khususnya pada sektor pertanian. Etnik Bali dan etnik Bugis ini membangun interaksi melalui hubungan kerjasama di sektor pertanian. Informan Bugis merupakan pemilik sawah dan orang Bali yang dipercayakan orang Bugis untuk bekerja sebagai penggarap. Sistem yang diterapkan dalam hubungan kerjasama ini adalah sistem bagi hasil. Dimana penggarap dan pemilik lahan menyepakati proporsi pembagian hasil panen. Model kerjasama ini tidak hanya mencerminkan aspek ekonomi semata, tetapi juga menunjukkan bagaimana komunikasi antarbudaya dapat menjadi jembatan untuk membangun perasaan saling percaya antara kedua kelompok etnik dalam menciptakan hubungan yang berkelanjutan di sektor pertanian   Kata Kunci: Komunikasi Antarbudaya, Kerjasama Antar Etnik, Etnik Bali, Etnik Bugis, Ngkaring-Ngkaring
KETIKA MOBIL BICARA TENTANG PEREMPUAN: FEMVERTISING DAN STORYTELLING MARKETING DALAM IKLAN VOLVO EX90 Gurning, Sisca T.; Ingratubun, Adrian; Andrian, Pieter
KAGANGA KOMUNIKA: Journal of Communication Science Vol 7 No 1 (2025): Edisi 12
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/kagangakomunika.v7i1.5656

Abstract

Iklan sebagai media komunikasi pemasaran memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi dan preferensi konsumen terhadap produk, tidak hanya dengan informasi yang rasional, tetapi juga dapat melalui pendekatan emosional dan simbolik. Industri otomotif yang secara tradisional identik dengan nilai-nilai maskulinitas, kini mulai menghadirkan narasi yang lebih inklusif. Salah satu contohnya adalah iklan mobil listrik Volvo EX90, membuat iklan di era digital ini dengan pendekatan femvertising. Iklan berdurasi 3 menit 45 detik ini menempatkan perempuan sebagai pusat cerita, baik secara visual maupun naratif, melalui tokoh istri, anak perempuan, perempuan profesional dan ibu tokoh utama pria. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa representasi perempuan dalam iklan Volvo EX90 dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui metode analisis isi deskriptif-interpretatif. Kerangka analisis yang digunakan mengacu pada elemen storytelling serta dengan pendekatan komunikasi visual dan simbolik, berdasarkan narasi dalam iklan. Hasil penelitian menunjukkan walau narasi iklan dibangun dari sudut pandang tokoh laki-laki, namun seluruh alur cerita justru berpusat pada pengalaman, emosi dan posisi perempuan sebagai subjek utama. Representasi perempuan lintas generasi dalam iklan ini, memperlihatkan nilai-nilai keberdayaan, empati dan keselamatan, sekaligus menggugat stereotip maskulinitas dalam pemasaran produk otomotif. Penelitian ini berkontribusi pada perluasan pemahaman tentang strategi femvertising dalam kategori produk non-tradisional, serta menekankan pentingnya storytelling marketing dalam membangun komunikasi merek yang lebih humanis, inklusif dan relevan dengan konsumen di era digital.   Kata Kunci: Femvertising, Mobil Listrik, Storytelling Marketing, Representasi Perempuan, Iklan Digital
MAKNA PESAN MOTIVASI DALAM LIRIK LAGU “PROLOGUE” KARYA AESPA Sukmawati, Putri Hatasca
KAGANGA KOMUNIKA: Journal of Communication Science Vol 7 No 1 (2025): Edisi 12
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/kagangakomunika.v7i1.5659

Abstract

AESPA merupakan girl group dari Korea Selatan yang dikenal dengan konsep dunia pararel dan virtual. Melalui lagu “Prologue”, AESPA mengajak pendengarnya untuk menghargai keistimewaan dan potensi unik yang dimiliki setiap orang. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis makna pesan motivasi yang terkandung dalam lagu “Prologue” menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Lagu ini dipilih karena memiliki komunikasi emosional dengan pendengar terkait proses penerimaan diri dan pengembangan diri pada masa peralihan menuju kedewasaan. Melalui analisis terhadap hubungan penanda (signifier), petanda (signified) dan signifikasi (signification) dibentuk dalam setiap bait lagu, artikel ini mengungkapkan bagaimana seseorang menghadapi tekanan sosial, merasa bingung akan jati diri serta usahanya untuk memahami dan menerima dirinya sendiri. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data terdiri dari observasi nonpartisipan dan studi pustaka. Data analisis secara mendalam untuk menemukan makna tersembunyi dalam lirik lagu. Hasil analisis menunjukkan bahwa lagu “Prologue” memuat pesan motivasi, seperti untuk menerima diri sendiri apa adanya, tidak membandingkan hidup dengan orang lain, dan berani menjalani hidup dengan cara serta langkah yang sesuai dengan diri sendiri. Lagu ini juga menyampaikan bahwa merasa tersesat dan bingung adalah hal yang wajar dalam hidup, karena hal itu membantu membentuk karakter dan kekuatan mental seseorang. Melalui lagu “Prologue” mengajak pendengarnya untuk merangkul tidak sempurnaan dengan melihat proses kehidupan sebagai perjalanan yang berharga dan menjadikan penerimaan diri sebagai landasan menuju pengembangan diri. Lagu ini memberikan penguatan mental serta dorongan semangat untuk tetap berkembang, dan menjadikan musik bukan hanya sebagai hiburan, tetapi sarana inspiratif yang mampu membentuk kesadaran diri dan motivasi.   Kata Kunci: Lirik Lagu, AESPA, Motivasi, Semiotika, Penerimaan Diri dan Pengembangan Diri
KECEMASAN KOMUNIKASI DAN INTERAKSI SOSIAL DISOSIATIF PADA GEN Z Tillah, Safira Rahma; Nisa, Uswatun
KAGANGA KOMUNIKA: Journal of Communication Science Vol 7 No 1 (2025): Edisi 12
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/kagangakomunika.v7i1.5667

Abstract

Communication apprehension is often a fundamental problem that hinders individuals when engaging in social interactions. This study aims to determine the effect of communication apprehension on dissociative social interactions in generation Z in Banda Aceh, using the theory of communication apprehension by James C. McCroskey. This study uses an explanatory quantitative research method, a Google Form survey was distributed to 100 respondents selected using the Accidental Sampling technique with the provision that they had or were experiencing communication apprehension, which was confirmed by screening questions. The results of the hypothesis testing showed that the t-count value was greater than the t-table value (3.775> 1.660) with a determination coefficient of 0.127, so communication apprehension influenced dissociative social interactions in generation Z by 12.7%. Based on the respondents' answers, the uncontrol dimension contributed the most to the communication apprehension variable, while the contravention dimension contributed the most to the dissociative social interaction variable. From these results, it can be assumed that generation Z, which in this study was represented by students, tends to have low self-control, especially when required to speak in public and tends to hide feelings of dislike towards others. Linear regression analysis produced a regression coefficient of 0.331, which is statistically significant at the ? = 0.000 level. It is concluded that communication apprehension has a positive and significant effect on dissociative social interaction in students. This means that the higher the communication apprehension, the higher the dissociative social interaction in the respondents.   Keywords: Communication Apprehension, Social Interaction, Dissociative Social Interaction, Gen Z
PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP MARITAL FLOURSHING PADA PASANGAN SUDAH MENIKAH Junaidin; Wiwitri, Windy; Hartono, Roni; Atmasari, Ayuning; Erliana, Yossy Dwi
KAGANGA KOMUNIKA: Journal of Communication Science Vol 7 No 1 (2025): Edisi 12
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/kagangakomunika.v7i1.5676

Abstract

Marriage is one of the individual activities that will generally be related to a goal that the individual concerned wants to achieve. This study aims to look at the effect of interpersonal communication on marital flourishing in married couples. The approach used in the research is coressional quantitative research, to determine the extent to which interpersonal communication to married couples can affect marital flourishing. The data collection method in this study used an interpersonal communication scale of 48 statement items and a marital flourishing scale of 18 statement items. The research sample used was a married couple in the Uma Beringin Sumbawa neighborhood with a total of 317 married couples. The results showed the influence of interpersonal communication on marital flourishing in married couples in Umaberingin Village., obtained a correlation value (R) of 0.638 with a significant value (Sig.) of 0.000 (<0.05) which means that if Interpersonal Communication increases, then Marital Flourishing in the subject also increases, the better marital flourishing in married couples.   Keywords: Interporsonal Communication, Marital Flourishing, Married Couples
KOMUNIKASI POLITIK MELALUI MEDIA SOSIAL SEBAGAI STRATEGI POLITIK: STUDI PADA PASANGAN JAROT-ANSORI PADA PEMILU KEPALA DAERAH SUMBAWA 2024 Firmansyah, Joni
KAGANGA KOMUNIKA: Journal of Communication Science Vol 7 No 1 (2025): Edisi 12
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/kagangakomunika.v7i1.5677

Abstract

This study aims to analyze the use of social media as a political campaign strategy by the Sumbawa regent and vice- regent candidate pair, Jarot-Ansori, in the 2024 regional election (Pilkada). The focus of the study lies in the utilization of digital platforms such as Facebook and Instagram to build political image, convey policy programs, and establish communication with constituents. This research adopts a qualitative approach using the Simple Research Design, combining rigorous literature review with in-depth interviews involving key informants, including campaign team members, local media activists, and academics. The findings indicate that social media plays a significant role in expanding the reach of political messages, strengthening the candidate’s identity, and targeting specific voter segments. However, the effectiveness of this digital strategy faces a range of contextual challenges, such as unequal access to digital infrastructure, low levels of political literacy among the public, voters fragmentation within social media algorithms, and the persistent strength of face-to-face political culture in Sumbawa society. The co-optation of national symbols, such as the use of President Prabowo’s image, serves as a form of credibility transfer strategy, yet its success heavily depends on the narrative’s relevance to the local context. This study emphasizes the importance of a hybrid approach in regional political campaign strategies, where social media must be complemented by direct engagement and strong cultural involvement. Moreover, the segregation of political information emerges as a crucial concern, as it impacts the fairness and inclusiveness of democratic participation. The study recommends the need for adaptive, locally grounded, and inclusive strategic planning in political communication—particularly in relation to the digital conditions of regional communities.   Keywords: Political Campaign, Social Media, Sumbawa Regional Election 2024, Communication Strategy
DAMPAK TERPAAN KONTEN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA SMK UNITOMO SURABAYA Ishadi Fadillah, M Reza; Pasopati, Rommel Utungga; Andharu, Devito
KAGANGA KOMUNIKA: Journal of Communication Science Vol 7 No 1 (2025): Edisi 12
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/kagangakomunika.v7i1.5686

Abstract

This research investigates the link between exposure to social media content and the interpersonal communication skills of adolescents, focusing on students at SMK Unitomo Surabaya. Employing a quantitative correlational method, data were gathered via questionnaires administered to 139 purposively selected students. The instrument underwent validity and reliability testing, confirming that all items met the necessary standards. Findings from a simple linear regression analysis demonstrated a significant and positive association between social media exposure and interpersonal communication (r = 0.672, p < 0.01). The coefficient of determination (R² = 0.452) indicates that 45.2% of the variation in interpersonal communication skills can be attributed to social media exposure. These results imply that when adolescents engage with social media in a mindful and active manner—particularly on platforms like Instagram—it can positively influence their interpersonal communication development.   Keywords: Social Media Exposure, Interpersonal Communication, Adolescents, Instagram
PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL DALAM MENINGKATKAN CITRA PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA Hening, Beta Tiva Ratu; Paramita, Eka Putri
KAGANGA KOMUNIKA: Journal of Communication Science Vol 7 No 1 (2025): Edisi 12
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/kagangakomunika.v7i1.5688

Abstract

The rapid advancement of digital media has created strategic oppurtunities for governments to build and enhance their image in the publik eye. This study explores the utilization of digital mediaby the Public Information and Communication Management Division (PIKP) of the North Lombok Regency Communications and Informatics Office in an effort to improve the government’s public image. Employing a qualitative case-study approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. Data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model-comprising data reduction, data display, and conclusion drawing-and the realiability of findings was verified through data triangulation. The results indicate that PIKP leverages digital media as 1. A tool for branding and image enhancement, 2. A channel for disseminating information, 3 an instrument for essesing public needs, 4.a means of media relations. And, 5.a platform for delivering public services in the digital realm. While these efforts have led to a significant improvement in the vovernment’s image, full potential has not yet been realized duo to limitations in skilled human resources and inadequate supporting insfratructure. The study recommends strengthening human-resource capacity and upgrading digital insfratructure to optimize the benefits of digital media in supporting government image. Key Words: Digital media, Governement Image, Digital Media Utilization.
STRATEGI TIM KONTESTAN DALAM MEMILIH KONTESTAN PADA PROGRAM FAMILY 100 PRODUKSI FREMANTLEMEDIA INDONESIA Septianti, Agnes Java Ayu; Ramdani, Guruh
KAGANGA KOMUNIKA: Journal of Communication Science Vol 7 No 1 (2025): Edisi 12
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/kagangakomunika.v7i1.5702

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi yang digunakan oleh tim kontestan dalam proses seleksi peserta untuk program televisi Family 100 produksi Fremantlemedia Indonesia. Program ini tidak hanya menekankan kemampuan menjawab pertanyaan kuis, tetapi juga mempertimbangkan aspek hiburan, ekspresi vitas, dan kekompakan tim untuk menciptakan interaksi yang menarik bagi penonton. Proses seleksi dilakukan melalui pendekatan daring dan luring, yang mencakup tahap perkenalan, unjuk bakat, joget heboh, dan simulasi kuis. Tim produksi mempertimbangkan keterikatan emosional, hubungan sosial (keluarga, teman kerja, komunitas), dan kemampuan tampil di depan kamera sebagai faktor utama dalam memilih kontestan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara kepada key informan dan juga partisipasi aktif, serta menerapkan Teori Identitas Sosial (Tajfel & Turner, 1979) dan Teori Penetrasi Sosial (Altman & Taylor, 1973) untuk menganalisis dinamika hubungan antar anggota tim serta potensi daya tarik emosional peserta terhadap audiens. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi pemilihan kontestan berperan penting dalam membentuk pengalaman menonton yang menghibur sekaligus membangun kedekatan sosial antara penonton dan peserta. Strategi ini menjadi elemen kunci keberhasilan acara karena dapat menjaga daya tarik program sekaligus meningkatkan partisipasi pemirsa.   Kata Kunci: Strategi Seleksi, Tim Kontestan, Family 100, Program Televisi

Page 6 of 11 | Total Record : 106