cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jihi3s.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27970132     DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um063
Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) is a journal focused on articles of research and community service in social sciences and humanities such as civics, laws, history, economics, sociology, geography, anthropology, politics, culture, religion, and also educational perspectives such as Citizenship Education, Geography Education, Sociology Education, Economic Education, Historical Education, Anthropological Education, Religious Education, Communication Studies for Educational Needs, Social Studies, and other relevant social sciences.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2023)" : 10 Documents clear
Kontribusi industri batu bata merah terhadap pendapatan pekerja di Desa Ngreco Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri Azzah Aini Fahmiya; I Nyoman Ruja; Agus Purnomo; Sukamto Sukamto; David Golddra Pamungkas Bramantya
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the contribution of the red brick industry to the income of workers in Ngreco Village using a qualitative method with a descriptive type of research. The results of this study indicate that income among workers is different. This is caused by several factors such as the capital used, the amount of red bricks produced and the erratic weather. This research is expected to be able to open ideas for more in-depth research to conduct studies with different perspectives, namely about the influence of the existence of the brick industry on the availability of natural resources. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan kontribusi industri batu bata merah terhadap pendapatan pekerja di Desa Ngreco menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan antar pekerja berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti modal yang digunakan, jumlah batu bata merah yang dihasilkan dan cuaca yang tidak menentu. Penelitian ini diharapkan mampu membuka ide bagi penelitian yang lebih mendalam untuk melakukan kajian dengan perspektif yang berbeda yaitu tentang pengaruh adanya industri batu bata pada ketersediaan sumber daya alam.
Pengembangan booklet digital berbantuan HTML 5 pada materi keragaman budaya Indonesia siswa kelas XI SMA Hasna Indriani; Fatiya Rosyida; Djoko Soelistijo; Yusuf Suharto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The need for teaching materials in supporting learning that is adapted to student learning conditions is very necessary. Based on the phenomena in the field, it is known that there is a need for teaching materials that can help students understand the material and support online learning. The purpose of this research is to produce a supplement product for teaching materials in the form of digital booklets assisted by HTML 5 technology to support geography learning, especially material on cultural diversity in Indonesia. The research uses the ADD development model which consists of the Analyze, Design and Development stages. The research subjects were material expert validators, teaching materials and linguistics as well as teachers and students of class XII SMA Negeri 5 Malang. The results obtained from the percentage of teaching material validation are 96 percent in the "Very Valid" category and material validation is 77 percent, and language validation is 80% in the "Valid" category. While the results of the response to the feasibility of digital booklets for research subjects, namely the teacher obtained a total percentage of between 74 percent in the "Eligible" category and 90 percent for students in the "Very Eligible" category. Based on the results of the research obtained and analyzed, it can be concluded that the digital booklet that has been developed is valid and suitable to be used as a supplement to teach materials in geography learning the subject matter of cultural diversity in Indonesia. Kebutuhan bahan ajar dalam penunjang pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi belajar siswa sangat diperlukan. Berdasarkan fenomena di lapangan diketahui bahwa adanya kebutuhan bahan ajar yang dapat membantu siswa memahami materi dan mendukung pembelajaran online. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk bahan ajar berupa booklet digital berbantuan teknologi HTML 5 untuk menunjang pembelajaran geografi khususnya materi keragaman budaya di Indonesia. Penelitian menggunakan model pengembangan ADD yang terdiri dari tahap Analyze (analisis), Design (perancangan) dan Development (Pengembangan). Subjek penelitian adalah validator ahli materi, desain dan kebahasaan serta guru dan siswa kelas XII SMA Negeri 5 Malang. yang diperoleh dari persentase validasi bahan ajar sebesar 96 persen dengan kategori “Sangat Valid” serta validasi materi sebesar 77 persen, dan validasi bahasa sebesar 80 persen dengan kategori “Valid”. Sedangkan pada hasil respon kelayakan booklet digital terhadap subjek penelitian yaitu guru memperoleh total persentase antara 74 persen dengan kategori “Layak” dan terhadap siswa sebesar 90 persen dengan kategori “Sangat Layak”. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dan telah dianalisis dapat disimpulkan bahwa booklet digital yang telah dikembangkan valid dan layak digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran geografi pokok materi keragaman budaya di Indonesia.
Konstruksi sosial makna Tari Gandrung Seblang bagi Desa Bakungan Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Heri Setiawan; Sukamto Sukamto; I Dewa Putu Eskasasnanda; I Nyoman Ruja; Ratih Pramesthi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The formulation of the problems in this study are (1) What is the history of the emergence of the Gandrung Seblang Dance tradition in Bakungan Village, Glagah District? (2) What is the form of the Gandrung Seblang Dance and the meaning contained in the Gandrung Seblang Dance tradition in Bakungan Village, Glagah District? (3) How is the Social Construction of the Gandrung Seblang Dance in Bakungan Village, Glagah District? This study used a qualitative approach with a descriptive research type. The data collection technique uses a purposive technique. The results of the study show that: (1) There are two versions of the history of the creation of the Gandrung Seblang dance in the Bakungan community. The first version states that this tradition began as a ritual to honor the services of Mbah Djoyo, a village ancestor and to express gratitude to the village guard who was willing to be transferred for the development of the village area. The second version states that the Gandrung Seblang dance arose as a result of an ancient story in which many residents of Bakungan Village experienced disease outbreaks and crop failures. The researcher suggests researching "The Development of the Gandrung Dance Tradition in the Millennial Era" from a different theoretical perspective, besides that future researchers can also use research methods that are different from this research. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana sejarah munculnya tradisi Tari Gandrung Seblang di Desa Bakungan Kecamatan Glagah? (2) Bagaimana Bentuk Tari Gandrung Seblang dan makna yang terkandung dalam tradisi Tari Gandrung Seblang di Desa Bakungan Kecamatan Glagah? (3) Bagaimana Konstruksi Sosial Tari Gandrung Seblang di Desa Bakungan Kecamatan Glagah?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat dua versi sejarah terciptanya tari Gandrung Seblang di masyarakat Bakungan. Versi pertama menyatakan bahwa tradisi ini bermula sebagai ritual untuk menghormati jasa Mbah Djoyo, seorang leluhur desa dan rasa terima kasih kepada dayang penunggu desa yang berkenan dipindahkan guna pembangunan wilayah desa. Versi kedua, menyatakan bahwa tari Gandrung Seblang muncul akibat kisah zaman dahulu dimana banyak penduduk Desa Bakungan mengalami wabah penyakit dan kegagalan panen. Peneliti menyarankan untuk meneliti “Perkembangan Tradisi Tari Gandrung di Era Milenial” dalam perspektif teoretik yang berbeda, selain itu peneliti selanjutnya juga bisa menggunakan metode penelitian yang berbeda dengan penelitian ini.
Pemahaman tentang makna pacaran dan perilaku seksual pada remaja awal di Desa Gunung Jati Kabupaten Blitar Retno Wulandari; I Dewa Putu Eskasasnanda; Siti Malikhah Towaf; I Nyoman Ruja; Mely Kurnia
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the meaning of dating for early teens in Gunung Jati Village, Malang Regency, early teens knowledge about sexual education and factors related to sexual behavior. The study used descriptive qualitative research. The results showed that: (1) the meaning of engage for early teens was based on feelings of love and fear of losing ones, for entertain, and sex experience, (2) early teens did not know about the concept of sexual education, (3) the factors of early teens do sexual behavior because of sexual maturity, feeling of being interested and they believe they will marry with their couple, obstruction of desire to marry cause of age, could not resist sexual desire, mass media influence and experience of sexual behavior with their couple. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna pacaran bagi remaja awal di Desa Gunung Jati Kabupaten Malang, serta pengetahuan remaja awal tentang pendidikan seksual, dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja awal. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) makna pacaran bagi remaja awal; dilandasi karena adanya perasaan suka serta takut kehilangan orang yang disukai, sarana hiburan, dan mencari pengalaman, (2) remaja awal tidak mengetahui tentang konsep pendidikan seksual, (3) faktor penyebab remaja awal melakukan perilaku seksual karena kematangan seksual, perasaan tertarik dan yakin suatu saat akan menikah dengan pacar, terhalangnya keinginan menikah karena umur, tidak dapat menahan hasrat seksual, pengaruh media massa dan pengalaman melakukan perilaku seksual dengan pacar.
Pengembangan media pembelajaran e-flipbook berbasis flip PDF professional materi penjajahan bangsa Eropa ke Indonesia untuk siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Klirong, Kabupaten Kebumen Hana Khoerul Ngizzah; Slamet Sujud Purnawan Jati; Lutfiah Ayundasari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Writing articles aims to create products and find out the effectiveness of using e-flipbook learning media based on Flip PDF Professional material for colonization by Europeans to Indonesia for class XI IPS 1, SMA Negeri 1 Klirong, Kebumen Regency. Needs analysis in the form of student needs, material needs related to Basic Competencies, indicators, and media needs. Problems were found, including: the delivery of material using lecture techniques with the use of PowerPoint does not provide students with understanding, the material is considered difficult by containing many components, the use of few learning resources in the form of worksheets and textbooks, and the use of learning media is not optimal. The research model includes Sugiyono's 10 steps, using data collection instruments in the form of observation guidelines, interview guidelines, and questionnaires. Data analysis techniques in the form of qualitative data and quantitative data. E-flipbook products are designed with an attractive appearance such as quizzes, pictures, videos, as well as features that are easy for smartphones to operate. The results of the study prove that the learning media is said to be very valid and effectively applied to learning activities with the total results of the material validation assessment getting 89.33 percent, media experts getting 94.66 percent, small group trials getting 91.33 percent, and large group testing get 84.26 percent. Based on the results of product validation and trial percentages, the Flip PDF Professional-based e-flipbook learning media is very valid and very effective in the history learning process. Penulisan artikel bertujuan menciptakan produk serta mengetahui keefektifan penggunaan media pembelajaran e-flipbook berbasis Flip PDF Professional materi penjajahan bangsa Eropa ke Indonesia untuk kelas XI IPS 1, SMA Negeri 1 Klirong, Kabupaten Kebumen. Analisis kebutuhan berupa kebutuhan siswa, kebutuhan materi terkait Kompetensi Dasar, indikator, serta kebutuhan media. Ditemukan masalah antara lain: penyampaian materi menggunakan teknik ceramah dengan pemanfaatan Power Point kurang memberikan pemahaman siswa, materi termasuk sulit dengan memuat komponen yang banyak, pemakaian sumber belajar yang sedikit berupa LKS dan buku paket, serta pemanfaatan media pembelajaran kurang optimal. Model penelitian meliputi 10 langkah Sugiyono, memakai instrumen pengumpulan data berupa pedoman observasi, pedoman wawancara, serta angket. Teknik analisis data berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Produk e-flipbook didesain dengan tampilan menarik seperti kuis, gambar, video, serta fitur-fitur yang mudah dioperasikan oleh smartphone. Hasil penelitian membuktikan bahwa media pembelajaran tersebut dikatakan sangat valid dan efektif diaplikasikan pada kegiatan pembelajaran dengan hasil total penilaian validasi materi mendapatkan 89,33 persen, ahli media mendapatkan 94,66 persen, uji coba kelompok kecil mendapatkan 91,33 persen, dan uji kelompok besar mendapatkan 84,26 persen. Berdasarkan perolehan hasil persentase validasi dan ujicoba produk, maka media pembelajaran e-flipbook berbasis Flip PDF Professional sangat valid dan sangat efektif diaplikasikan dalam proses pembelajaran sejarah.
Pembelajaran digital Geografi melalui articulate storyline pada materi mitigasi bencana longsor Wilis Sukma Safitri; Hadi Soekamto; Listyo Yudha Irawan; Sumarmi Sumarmi; Ella Pertiwi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This development research aims to produce a digital learning media product based on an articulate storyline of landslide disaster mitigation material. Development is carried out using the ADDIE model, which focuses on the ADD (Analysis, Design, and Development) stage. The results of the learning media validation obtained a feasibility value of 87 percent in terms of material, 93 percent in terms of learning media, and 75 percent in terms of language. Overall, the average value obtained is 85 percent which is included in the very decent classification. In addition, the results of learning media trials conducted on students in terms of appearance, material, and language showed an average value of 97 percent which was classified as very feasible. Not only that, the superior components of learning media in the form of student activities in the form of independent exploration and earth studios, pop-up menus, and a combination of video and audio also get very decent ratings. This makes articulate storyline-based digital learning media suitable for use and implementation in learning activities. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan suatu produk media pembelajaran digital berbasis articulate storyline pada materi mitigasi bencana longsor. Pengembangan yang dilakukan menggunakan model ADDIE yang difokuskan pada tahap ADD (Analysis, Design, and Development). Hasil validasi media pembelajaran mendapatkan nilai kelayakan sebesar 87 persen dari segi materi, 93 persen dari segi media pembelajaran dan 75 persen dari segi bahasa. Secara keseluruhan rata-rata nilai yang diperoleh sebesar 85 persen yang masuk pada klasifikasi sangat layak. Selain itu, hasil uji coba media pembelajaran yang dilakukan kepada siswa dari segi tampilan, materi dan bahasa menunjukkan diperoleh nilai rata-rata sebesar 97 persen yang masuk klasifikasi sangat layak. Tidak hanya itu, komponen unggulan pada media pembelajaran berupa kegiatan siswa berupa eksplorasi mandiri dan earth studio, pop-up menu serta kombinasi video dan audio juga mendapatkan penilaian sangat layak. Hal tersebut menjadikan media pembelajaran digital berbasis articulate storyline telah layak digunakan dan diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran.
Pengaruh model project based learning berbantuan Tik Tok terhadap kemampuan berpikir kreatif Geografi siswa SMAN 7 Malang Maria Yovita Evinsia; Fatiya Rosyida; Budijanto Budijanto; Purwanto Purwanto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The project-based learning model uses problems as the first step in gathering and integrating new knowledge based on hands-on experiences and activities. This model has the advantage of being able to stimulate students to think creatively. This is because with broad knowledge, students are easy to give ideas to problems. This study aims to determine the effect of the Tik Tok-assisted project-based learning model on students' creative thinking skills. This research is a quasi-experimental type of research (quasi-experimental) using Post-test Only Control Group Design. The subjects of this study consisted of one experimental class and one control class of class X students of SMAN 7 Malang. The results of the analysis show that the ability to think creatively with the project-based learning model assisted by tik tok is better than the students using the project-based learning model. It can be seen from the significance value of 0.000 less than 0.05, it can be concluded that there is a significant effect of the Tik Tok-assisted project- based learning model on students' creative thinking skills. Model project based learning menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalaman dan aktivitas langsung. Model ini memiliki keunggulan mampu merangsang siswa untuk berpikir kreatif. Hal ini dikarenakan dengan pengetahuan yang luas siswa mudah memberikan gagasan terhadap permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran project-based learning berbantuan tik tok terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan menggunakan rancangan Post-test Only Control Group Design. Subjek penelitian ini terdiri dari satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol siswa kelas X SMAN 7 Malang. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif dengan model project-based learning berbantuan tik tok lebih baik daripada siswa yang menggunakan model Project based learning. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,000 <0,05 maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh signifikansi model pembelajaran project-based learning berbantuan tik tok terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa.
Interaksi sosial antar etnis Jawa, Arab, dan Banjar (studi multikultur pada masyarakat Kelurahan Kauman, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan) Maulida Nabilah; Nur Hadi; Nanda Harda Pratama Meiji; Luhung Achmad Perguna
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A multicultural society can be defined as a group of people who live permanently in a place that has its own culture and characteristics. Like the people in Kauman Village, which are included in a multicultural society because of the Javanese, Arab and Banjar ethnic groups who live in this area. The cultural diversity in this region has many differences, but this does not make it an obstacle for the three ethnic groups to be able to carry out a good social life. This study has three problem formulations, namely: What are the social conditions, what are the forms of social interaction that exist between Javanese, Arab, and Banjar ethnic groups in Kauman Village, Pasuruan Regency? And what are the factors that influence social interaction? This study uses a qualitative approach with descriptive research type and applies George Herbert Mead's theory of Symbolic Interactionism. The results of this study reveal: The Kauman Village community is consistently involved in social interaction and maintains close social ties between the three ethnic groups. The form of social interaction that occurs between them is cooperation in the fields of trade, religion and social relations. By aiming to realize social life and resolve existing conflicts. There are three factors that influence the interaction process, namely cultural and linguistic acculturation, mutual respect and tolerance and economic cooperation factors to achieve the same goal. Masyarakat multikultural ialah sekelompok manusia yang tinggal di sebuah tempat yang miliki kebudayaan serta ciri khas tersendiri. Seperti halnya masyarakat di Kelurahan Kauman yang termasuk kedalam masyarakat multikultural karena adanya etnis Jawa, Arab dan Banjar yang menetap di daerah ini. Keberagaman budaya dalam wilayah ini memiliki banyak perbedaan, namun hal ini tidak menjadikan kendala bagi ketiga etnis tersebut untuk dapat melangsungkan kehidupan sosial yang baik. Ada 3 rumusan masalah di studi ini, yakni: Seperti apa kondisi sosial, apa saja bentuk interaksi sosial yang etnis Jawa, Arab, dan Banjar jalin di Kelurahan Kauman Kab. Pasuruan? Dan apa saja faktor yang pengaruhi interaksi sosialnya?. Studi ini memakai pendekatan kualitatif yang jenisnya penelitian deskriptif serta menerapkan teori Interaksionisme Simbolik dari George Herbert Mead. Hasil studi ini mengungkapkan: Masyarakat Kelurahan Kauman secara konsisten terlibat dalam interaksi sosial dan menjaga ikatan sosial yang erat antar ketiga etnisnya. Bentuk interaksi sosial mereka ialah kerja sama di bidang perdagangan, bidang keagamaan dan hubungan sosial kemasyarakatan. Dengan bertujuan untuk merealisaikan kehidupan sosial dan menyelesaikan konflik yang ada. Adapun tiga faktor yang mempengaruhi proses interaksinya yaitu akulturasi budaya dan bahasa, sikap saling menghargai serta toleransi dan faktor kerja sama dari segi perekonomian untuk mencapai tujuan yang sama.
Optimalisasi gerakan literasi melalui SDGs desa untuk mencapai generasi emas di Kabupaten Sidoarjo Desiana Merawati
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The literacy movement is an individual's active activity so that they are more fond of reading to broaden their horizons. Generally, literacy activities are implemented in educational institutions only. Even though this literacy movement should be carried out on an ongoing basis. Apart from educational institutions, literacy is also implemented in the smallest environment such as villages. The Village Literacy Movement is a community movement to foster an interest in reading, develop village potential, and improve the skills of village communities. This village literacy movement is to prepare the golden generation of 2045, so that they are ready to face demographic phenomena, accept the challenges of globalization, and prepare literate generations with quality human resources. The golden generation of 2045 is a manifestation of the peak of the demographic bonus in which the productive age is greater than the non-productive age. This is in line with Indonesia's vision to welcome a superior, quality generation. Therefore, the government always strives to realize this big vision. So that there is a policy that every village must have a literacy movement. One area that supports every village is required to have a library, namely Sidoarjo Regency. It has been proven that since 2020 there have been ten pilot villages for the literacy movement. The hope of the Sidoarjo Regency government with this literacy movement is to increase quality human resources. Apart from that, the existence of this village literacy movement can grow the village economy, teach the community to develop creativity, and make literate people. Gerakan literasi adalah kegiatan aktif individu agar lebih gemar membaca untuk menambah wawasannya. Umumnya kegiatan literasi diberlakukan di lembaga pendidikan saja. Padahal gerakan literasi ini sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan. Selain di lembaga pendidikan, literasi juga diterapkan dalam lingkungan terkecil seperti desa. Gerakan Literasi Desa yaitu gerakan masyarakat untuk menumbuhkan minat membaca, pengembangan potensi desa, serta peningkatan keterampilan masyarakat desa. Gerakan literasi desa ini untuk menyiapkan generasi emas 2045, agar siap menghadapi fenomena demografi, menerima tantangan globalisasi, serta menyiapkan generasi yang literat dengan sumber daya manusia yang berkualitas. Generasi emas 2045 merupakan salah satu wujud puncak bonus demografi yang mana usia produktif lebih besar dibanding usia nonproduktif. Hal tersebut sejalan dengan visi Indonesia untuk menyongsong generasi unggul yang berkualitas. Oleh karena itu, pemerintah selalu berupaya agar dapat mewujudkan visi yang besar tersebut. Sehingga adanya kebijakan setiap desa wajib mempunyai gerakan literasi. Salah satu wilayah yang mendukung setiap desa wajib memiliki perpustakaan yaitu Kabupaten Sidoarjo. Terbukti sejak 2020 terdapat sepuluh desa percontohan gerakan literasi. Harapan pemerintah Kabupaten Sidoarjo dengan adanya gerakan literasi ini yaitu untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, dengan adanya gerakan literasi desa ini dapat menumbuhkan perekonomian desa, mengajarkan masyarakat untuk mengembangkan kreativitas, dan menjadikan masyarakat literat.
Pendugaan erosi menggunakan Metode Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) di Sub DAS Bale Lujeng Luthvy Salviya; Didik Taryana; Heni Masruroh; Nevy Farista Aristin
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Bale River Sub Basin is located in Tulungrejo Village, Gandusari District, Blitar Regency, on territory with undulating topography and at an elevation of 519 to 846 meters above sea level, with steep to extremely steep slopes. The majority of the Bale sub-watershed area's land use, notably forests, has been transformed into agricultural land or mixed gardens, where land conversion is carried out without or with conservation measures under adverse land cover conditions. Land use that does not comply with land conservation requirements exposes the Bale sub-watershed to erosion, and the Bale sub-watershed has steep slopes. As a result, the goal of this research is to forecast the quantity of erosion in the Bale sub-watershed. This study employed a literature review and a field survey, with data collected in the form of primary and secondary sources. The MUSLE (Modified Universal Soil Loss Equation) approach was used for data analysis to estimate the amount of erosion in the research area. According to the findings of this study, the Bale sub-watershed has 18 land units, with land unit 4 having the highest erosion value of 647,99 tons per hectare per year. Land unit 4 has a Vq factor value of 2.322,76 m3, a K value of 0.50, an LS value of 1.7, and a CP value of 0.60 with residential land use and no conservation activities. Meanwhile, land unit 17 had the lowest erosion value of 1,09 tons per hectare per year. The Vq value for the land unit is 686,05 m3, the K value is 0.30, the LS value is 3.8, and the CP value is 0.02 with the use of forest land and conservation methods such as bunds and reinforcing grass. Sub Daerah Aliran Sungai Bale berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar yang memiliki lahan dengan topografi yang bergelombang dan berada pada ketinggian antara 519–846 mdpl dan didominasi dengan kelerengan yang curam hingga sangat curam. Penggunaan lahan di sebagian besar wilayah sub DAS Bale, yaitu berupa hutan telah banyak berubah menjadi lahan pertanian atau kebun campuran. Dimana alih fungsi lahan tersebut dilakukan tanpa atau dengan tindakan konservasi dan kondisi penutup lahan yang kurang baik. Pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan ketentuan konservasi lahan akan berakibat pada kerentanan sub DAS Bale terhadap kejadian erosi, ditambah Sub DAS Bale memiliki kemiringan lereng yang curam. Dengan demikian, tujuan dari kajian ini adalah untuk menduga/prediksi besaran erosi di Sub DAS Bale. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan survei lapangan dengan data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode MUSLE (Modified Universal Soil Loss Equation) untuk pendugaan besarnya erosi pada wilayah kajian. Hasil dari penelitian ini, terdapat 18 unit lahan di Sub DAS Bale dengan nilai erosi terbesar pada unit lahan 4 sebesar 647,99 ton/ha/tahun. Satuan unit lahan 4, memiliki nilai faktor Vq sebesar 2.322,76 m3, nilai K sebesar 0,50, nilai LS sebesar 1,7 dan nilai CP sebesar 0,60 dengan penggunaan lahan permukiman tanpa adanya upaya konservasi. Sementara itu, nilai erosi terkecil terdapat pada unit lahan 17 sebesar 1,09 ton/ha/tahun. Nilai Vq pada unit lahan tersebut sebesar 686,05 m3, nilai K sebesar 0,30, nilai LS sebesar 3,8, dan nilai CP sebesar 0,02 dengan penggunaan lahan hutan serta upaya konservasi berupa guludan dan rumput penguat.

Page 1 of 1 | Total Record : 10