cover
Contact Name
Angelalia Roza
Contact Email
jts@itp.ac.id
Phone
+6285364392830
Journal Mail Official
angelaliaroza@gmail.com
Editorial Address
Kampus Institut Teknologi Padang Gedung B Lt.2 Jln.Gajah Mada Kandis Kec.Nanggalo Kota Padang - 25143 Telp.0751-7055202 Fax. 0751-444842
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
ISSN : 23548452     EISSN : 2614414X     DOI : https://doi.org/10.21063/jts.2022.V902
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang atau disingkat JTS ITP ini dikelola oleh Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Institut teknologi Padang, Sumatra Barat, Indonesia. JTS ITP terbit 2 (dua) kali setiap tahun yaitu pada bulan Januari dan Juli, sejak tahun 2014. Terhitung Juli 2016, publikasi pada Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang telah mengikuti sitem terbuka (Open System Jurnal) pada https://ejournal.itp.ac.id/index.php/tsipil dan telah terakreditasi SINTA 5 sejak tahun 2019, sekarang ini JTS ITP sudah imigrasi ke OJS 3 dengan link https://jts.itp.ac.id/index.php/jts. Tujuan penerbitan Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang adalah: (1) untuk menjadi wadah publikasi artikel ilmiah nasional di bidang teknik sipil serta (2) menerbitkan dan menyebarluaskan hasil penelitian civitas akademika di bidang teknik sipil ke level nasional. Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang memuat artikel terkait dengan ilmu rekayasa struktur dan material, ilmu pondasi dan tanah pendukung, rekayasa hydro dan bangunan air, rekayasa transportasi dan perkerasan jalan, manajemen konstruksi serta ilmu pengukuran dan pemetaan.
Articles 172 Documents
Analisis Keruntuhan Hidraulik pada Bendung Menggunakan Metode Elemen Hingga Novy Haryati; Meli Muchlian; Muhammad Ridwan; Wenda Nofera
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2023.V1002.093-99

Abstract

Bendung adalah struktur bendungan berkepala rendah, yang berfungsi untuk menaikkan muka air dan biasanya terdapat di sungai. Di Indonesia, bendung dapat digunakan untuk irigasi bila misalnya muka air sungai lebih rendah dari muka tanah yang akan diairi. Sebagai salah satu konstruksi berat, bendung juga menyimpan potensi bahaya yang cukup besar dan memiliki potensi risiko kerusakan fisik dan kegagalan fungsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kestabilan bendung terhadap deformasi dan gaya angkat (uplift) yang mungkin terjadi. Analisis yang digunakan adalah berdasarkan metode numerik dengan menggunakan program Plaxis 2D. Hasil penelitian diperoleh bahwa displacement ke arah vertikal dan horizontal dibandingkan dengan syarat batas penurunan ≤ 0,04 m. Kestabilan bendung secara keseluruhan menggunakan plaxis 2D didapat displacement maksimal sejauh 0,07245 m ke arah vertikal dan horizontal. Artinya displacement yang terjadi melewati syarat batas, sehingga bendung tidak aman terhadap uplift.
Rancang Bangun Rinci (Detail Engineering Design) Saluran Drainase untuk Penanganan Banjir di Kawasan Lingkungan Mertasari Kelurahan Loloan Timur Kabupaten Jembrana Irma Suryanti; Made Yani Anggreni
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2023.V1002.077-85

Abstract

Kondisi saluran drainase di Kawasan lingkungan Mertasari, Kelurahan Loloan Timur, Kabupaten Jembrana umumnya sudah diupayakan ditata dengan baik, namun seiring dengan kecepatan pertumbuhan penduduk di kawasan ini, perlu adanya keseimbangan dalam hal penyediaan sarana dan prasarana lingkungannya. Drainase perkotaan yang dialihfungsikan atau berfungsi ganda akan menimbulkan kekacauan dalam penanganan sistem drainase. Dari permasalahan yang ada menyangkut banjir dan genangan khususnya di Kawasan lingkungan Mertasari tersebut maka dilakukan rancang bangun rinci (detail engineering design) untuk melakukan peningkatan sarana dan prasarana drainase di kawasan tersebut. Rancang bangun yang dilakukan berkaitan khusus dengan masalah genangan akibat dari kawasan cekungan dan tidak tersedianya saluran drainase tersier atau drainase lingkungan. Rancang bangun juga termasuk dengan perencanaan detail yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang tinggal di kawasan dan permukiman yang dimaksud. Hasil akhir yang didapat adalah berupa hasil desain rancang bangun rinci saluran drainase di kawasan permukiman yang berlokasi di lingkungan Mertasari, Kelurahan Loloan Timur dengan panjang saluran yang diukur sepanjang 12,23 km. Hasil desain rancang bangun rinci saluran drainase ini direncanakan dengan prinsip membawa air hujan dari kawasan permukiman ke saluran drainase kota atau langsung ke sungai.
Evaluasi Potensi Defisiensi pada Bangunan Gedung Labor dan Bengkel Teknik Elektro Politeknik Negeri Padang terhadap Gempabumi Menggunakan Metode Evaluasi Tier 1 Berdasarkan RSNI (ASCE 41-17) Ardi, Furqan Aziul; Maidiawati; Pratiwi, Anggun
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2025.V1201.001-008

Abstract

Gempabumi merupakan gejala alam yang tidak dapat dihilangkan atau ditiadakan. Kejadian gempabumi sangat berpengaruh terhadap bangunan. Indonesia merupakan suatu wilayah yang hampir seluruhnya berada di sekitar ring on fire (daerah yang sering mengalami gempabumi dengan intensitas sedang hingga tinggi dan letusan gunung api). Gedung Labor dan Bengel Teknik Elekro Politekntik Negeri Padang memiliki 3 lantai yang befungsi untuk praktikum dan perkuliahan. Sebagai sebuah gedung pendidikan, kenyamanan pengguna menjadi prioritas utama, sehingga dilakukanlah evaluasi guna memastikan bahwa struktur bangunan tersebut memenuhi standar keamanan yang diperlukan serta mampu bertahan tanpa mengalami keruntuhan saat terjadi gempabumi dengan menggunakan metode evaluasi tier 1 berdasarkan ASCE 41-17. Evaluasi tier 1 pada gedung ini dilakukan berdasarkan gambar struktur gedung, pemodelan struktur menggunakan ETABS dan perhitungan manual dengan software excel. Hasil penelitian yaitu terdapat ceklis yang terpenuhi pada evaluasi tier 1, adalah jalur beban, bangunan yang berdekatan, tingkat lemah, tingkat lunak, geometri, massa, torsi, kegagalan lereng, guling, redudansi, tegangan geser kolom, tegangan aksial kolom, rangka pelat datar, kolom kaptif, tidak ada kegagalan geser, tulangan balok, sambungan tulangan balok, eksentrisitas joint, Kontinuitas diafragma dan penulangan diafragma pada bukaan. Pernyataan ceklis yang tidak terpenuhi pada evaluasi tier 1, adalah dinding yang menghalangi, kolom kuat balok lemah, spasi tie kolom, spasi sengkang, dan kompabilitas defleksi. Berdasarkan hasil evaluasi ceklis tier 1, bangunan gedung ini tidak memenuhi tingkat kinerja immediate occupancy karena terdapat beberapa kriteria ceklis yang tidak terpenuhi.
Analisis Risiko Penyebab Keterlambatan Pekerjaan Konstruksi Gedung Zali, Syatria; Mulyani, Rini; Anif, Bahrul
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2025.V1201.009-017

Abstract

Proyek konstruksi merupakan proyek yang berisiko dengan kompleksitas tinggi, menimbulkan ketidakpastian, dan pada akhirnya menimbulkan berbagai risiko. Tidak teridentifikasi dan tertanganinya faktor - faktor risiko dalam pelaksanaan proyek tersebut dapat mengakibatkan kendala dalam pencapaian tujuan proyek dibidang waktu (time), biaya (cost) dan kualitas (quality). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko penyebab keterlambatan yang dihadapi oleh pelaku konstruksi gedung di Kabupaten Sijunjung, melakukan penilaian tingkat risiko dan merencanakan respon risiko. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan identifikasi risiko yang dilakukan adalah melakukan studi literatur, penilaian frekuensi/probabilitas risiko dan penilaian dampak risiko menggunakan Severity Index dan Probability Impact Matrix. Sedangkan untuk merencanakan respon risiko dilakukan dengan melakukan studi literatur dan meminta pendapat ahli. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa terdapat 3 risiko dengan kategori risiko tinggi yaitu: 1. ketersediaan keuangan selama pelaksanaan/ penyediaan aliran kas yang cukup; 2. Tidak adanya dukungan keuangan dari bank untuk penambahan modal kerja; dan 3. Gangguan keamanan di lokasi proyek. Rencana respon yang didapat adalah dengan strategi mengurangi (mitigate), menghindari (avoid) dan mengalihkan (transfer) dan terdapat 7 rencana tindakan yang dapat dilakukan untuk menghindari keterlambatan sebagai dampak negatif dari risiko.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Subkontraktor Terhadap Kinerja Main Kontraktor Pada Pekerjaan Jalan Provinsi Bengkulu Wilantara, Bayu; Hasan, Alizar; Jumas, Dwifitra Y
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2025.V1201.043-052

Abstract

Saat ini pertumbuhan industri jasa konstruksi semakin berkembang. Permintaan tinggi dalam waktu pendek menjadi kendala yang kerap dialami para kontraktor, sehingga umumnya kontraktor memberikan sebagian pekerjaan kepada subkontraktor. Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu, beberapa pekerjaan konstruksi jalan di Bengkulu pada tahun 2022, kontraktor menggunakan subkontraktor untuk beberapa butir perkerjaan. Pemberian pekerjaan konstruksi kepada subkontraktor memberikan efek positif bagi kontraktor, tetapi ada juga berdampak negatif. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas subkontraktor terhadap kinerja kontraktor utama dan faktor dominannya pada pekerjaan jalan di Provinsi Bengkulu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuisioner terhadap pihak terlibat dan dilakukan pengujian analisis faktor dan regresi terhadap faktor-faktor dari hasil kuisioner. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas subkontraktor terhadap kinerja main kontraktor pada proyek jalan di Bengkulu adalah faktor administrasi, faktor pihak terkait, faktor lingkungan, faktor manajemen, faktor kemampuan teknis, dan faktor finansial. Secara stimulan semua faktor dalam penelitian ini memiliki pengaruh terhadap kinerja main kontraktor dengan nilai F hitung sebesar 9,231 lebih besar dari nilai F tabel sebesar 2,25. Secara parsial faktor-faktor yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja main kontraktor adalah faktor administrasi, faktor finansial, faktor manajemen dan faktor lingkungan dengan nilai t hitung > t tabel. Faktor dominan yang mempengaruhi kinerja main kontraktor pada proyek jalan di Provinsi Bengkulu adalah faktor adminsitrasi dengan nilai koefisien regresi tertinggi sebesar 0,426.
Evaluasi Kerusakan Perkerasan Jalan Lentur Menggunakan Metode Pavement Condition Index (PCI) (Studi Kasus: Jalan R.A. Kartini, Kabupaten Buton Tengah) Adnan, Septi; Purnama, Haerul; Eko Prasetyo, Bagus; R., Sulaiman
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2025.V1201.080-087

Abstract

Perkerasan jalan lentur merupakan salah satu bagian dari prasarana transportasi darat yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikatnya. Struktur perkerasan lentur terdiri dari lapisan pondasi bawah, lapis pondasi, dan lapis permukaan. Susunan lapis perkerasan ini berfungsi untuk menerima beban kendaraan dan menyebarkannya ke lapisan yang ada di bawahnya. Bobot kendaraan ini dilimpahkan ke perkerasan jalan melintasi roda kendaraan yang berupa beban terbagi rata, dan akan disambut oleh lapisan permukaan dan disebarkan ke tanah dasar sebagai beban yang makin kecil terhadap daya dukung tanah dasar. Dalam penelitian ini, informasi kondisi kerusakan jalan diperoleh dengan cara melakukan survei secara visual yang selanjutnya dikelompokkan berdasarkan jenis dan tingkat kerusakannya untuk digunakan sebagai dasar dalam melakukan kegiatan penanganan selanjutnya. Dalam mensurvei kondisi aspal jalan, terdapat sebuah cara yang digunakan secara luas dan diterima oleh banyak negara, yaitu metode Pavement Condition Index (PCI). Cara ini dapat menilai kondisi aspal dengan menunjukkan jenis kerusakan, tingkat keparahan kerusakan dan jumlah ukuran kerusakan. Sehingga bisa dilakukan optimalisasi kegiatan pemeliharaan dan rehabilitasi terhadap ketersediaan dana yang dibutuhkan untuk penanganan kondisi perkerasan jalan. Dari hasil penelitian pada Ruas jalan R.A kartini Kabupaten Buton Tengah Provinsi Sulawesi Tenggara, diperoleh jenis kerusakan jalan antara lain retak kulit buaya, retak blok, amblas, tambalan, lubang dan pelepasan butir. Tingkat kerusakan jalan yaitu sebesar 60,9 (jalan dikategorikan baik).
Pengaruh Lingkungan dan Kesehatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Proyek Konstruksi Pembangunan Gedung Majelis Desa Adat Kabupaten Tabanan, Bali Dharmayasa, I Gusti Ngurah Putu; Ariana, I Komang Agus; Riana, I Nengah; Budi Arnaya, Putu; Atmaja, I Gusti Ngurah Nyoman Tri Werdi
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2025.V1201.053-059

Abstract

Sumber daya manusia (SDM) memiliki peran vital dalam pencapaian tujuan perusahaan, baik yang berskala besar maupun kecil. Pengelolaan SDM menjadi sangat penting, terutama dalam era globalisasi, karena keberhasilan perusahaan sangat bergantung pada kompetensi karyawan. Karyawan memiliki sejumlah hak, seperti upah yang layak, jam kerja yang wajar, waktu istirahat dan cuti yang memadai, pelatihan, pendidikan, serta jaminan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan kesehatan terhadap kinerja karyawan di proyek konstruksi Gedung Majelis Desa Adat (MDA) Tabanan. Data dikumpulkan melalui survei kuantitatif menggunakan kuesioner yang melibatkan 75 responden. Hubungan antara variabel lingkungan kerja (X1) dan kesehatan (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) dianalisis menggunakan metode regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang baik dan kondisi kesehatan yang optimal berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan. Hal ini menegaskan pentingnya menciptakan tempat kerja yang aman dan sehat untuk meningkatkan produktivitas serta mencapai tujuan organisasi. Untuk tetap kompetitif di industri konstruksi, perusahaan perlu memprioritaskan kesejahteraan karyawan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan.
Kajian Penilaian Sumber dan Siklus Material Gedung Sekolah Dasar X di Jakarta Selatan, Indonesia Kemal, Muhammad Haikal; Sari, Tri Wulan; Nurwidyaningrum, Dyah; Broto, Agung Budi; Sujito, Sujito; Fahmi, Muhammad
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2025.V1201.035-042

Abstract

Perencanaan bangunan hijau harus memperhatikan penggunaan sumber daya alam seperti perencanaan dan pemilihan material. Kurangnya perhatian terhadap sumber dan siklus material yang ramah lingkungan mengakibatkan kerusakan lingkungan dan krisis sumber daya alam. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan kajian penilaian sumber dan siklus material (MRC) berdasarkan Greenship New Building versi 1.2 pada bangunan baru gedung Sekolah Dasar X di Jakarta Selatan, Indonesia. Metode yang diterapkan adalah analisis deskriptif berdasarkan data yang telah terkumpul. Langkah-langkah yang dilakukan adalah melakukan wawancara dan observasi terhadap material yang digunakan. Selanjutnya melakukan penilaian mengacu pada tolak ukur masing-masing kriteria, terdapat 1 kriteria prasyarat, dan 6 kriteria penilaian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa MRC gedung Sekolah Dasar X berdasarkan Greenship New Building versi 1.2 yaitu terpenuhi poin prasyarat refrigeran fundamental, poin MRC 1 tidak terpenuhi, Poin MRC 2 (material ramah lingkungan), Poin MRC 3 (penggunaan refrigeran tanpa ODP) terpenuhi pada tolok ukur pertama, Poin MRC 4 (kayu bersertifikat) hanya pada tolok ukur pertama, dan poin MRC 6 terpenuhi karena semua bahan yang digunakan dibeli dari toko bangunan terdekat yang berjarak sekitar 120 m. Oleh karena itu penilaian sumber dan siklus material gedung baru Sekolah Dasar di Jakarta Selatan berdasarkan Greenship New Building versi 1.2 mendapatkan 43% yaitu 6 dari 14 poin maksimal.
Analisis Manajemen Risiko K3 pada Proyek Konstruksi (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung C Blok 2 Undiknas) Agus Ariana, I Komang; Wismantara, I.G.N.N.; Riana, I Nengah; Wibawa, I Nyoman Galang Sunada
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2025.V1201.060-069

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja ialah persoalan yang kompleks dalam proyek konstruksi. Kesadaran, perilaku, pengetahuan dan tindakan pekerja tentang keselamatan kerja sampai saat ini relatif rendah serta belum ditekankan sebagai kepentingan mendasar untuk meningkatkan keamanan, termasuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Manajemen risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) mampu membantu meminimalisir kecelakaan kerja, terutama bagi proyek konstruksi. Tujuan penelitian ini guna mengidentifikasi bahaya, menentukan klasifikasi tingkat risiko dan menentukan pengendalian risiko pada proyek pembangunan gedung C blok 2 Undiknas. Analisis manajemen risiko dilaksanakan menggunakan metode HIRADC (Hazard Identification Risk Assessment Determining Control). Dari penelitian yang telah dilakukan teridentifikasi 25 bahaya dari pekerjaan tanah, pekerjaan pasangan dan dinding, pekerjaan baja dan pekerjaan beton. Identifikasi bahaya tersebut terbagi menjadi 2 klasifikasi tingkat risiko, yaitu klasifikasi tingkat risiko kecil sejumlah 11 risiko (44%) dan klasifikasi tingkat risiko sedang sejumlah 14 risiko (56%). Pengendalian risiko yang dilakukan pada pekerjaan tanah, pekerjaan baja dan pekerjaan beton yaitu dengan pengendalian administrasi, alat pelindung diri (APD) dan pengendalian rekayasa teknik. Pada pekerjaan pasangan dan dinding yaitu dengan pengendalian menggunakan APD, dan pengendalian rekayasa teknik.
Analisis Kualitas Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Waai Maluku Tengah Menggunakan Metode Importance Performance Analysis (IPA) Sangadji, Fauzan A.; Metekohy, Juliet Gracea; Sangadji, Fahira Winora
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2025.V1201.070-079

Abstract

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon merupakan salah satu pelayanan jasa penyeberangan dengan menggunakan kapal ferry. Pelabuhan Penyeberangan Waai ini menghubungkan Pulau Ambon dan beberapa lainnya (Haruku, Saparua dan Nusa Laut). Penyeberangan Waai di Maluku Tengah belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan akan pelayanan yang baik, terutama dalam aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan. Selain itu pelabuhan Waai juga masih memiliki masalah dalam kondisi prasarana yang kurang terawat dan minimnya fasilitas penunjang. Oleh karena itu, penting untuk mengukur kredibilitas dari masalah yang telah diuraikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa nilai kepuasan penumpang terhadap kualitas pelayanan pada pelabuhan penyeberangan Waai. Importance Performance Analysis (IPA) digunakan untuk mengukur kualitas jasa berdasarkan lima dimensi kualitas jasa (reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangibles). Metode pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada para pengguna jasa di pelabuhan penyeberangan Waai. Importance Performance Analysis (IPA) dihitung untuk menentukan kepuasan pelanggan. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa pelabuhan penyeberangan Waai memperoleh hasil pengukuran nilai GAP berdasarkan dimensi tangibles -1,18, reliability -0,33, responsiveness -0,63, assurance -2,84 dan emphaty -1,86 yang semuanya dilihat pada nilai rata-rata GAP 5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa  terdapat ketidaksesuaian antara harapan atau presepsi penumpang dengan kualitas layanan di Pelabuhan Penyeberangan Waai pada semua dimensi yang diukur.

Filter by Year

2014 2025