cover
Contact Name
Muhammad Rizki
Contact Email
m.rizki8787@gmail.com
Phone
+6285219941987
Journal Mail Official
admin@jurnal-tmit.com
Editorial Address
Jalan Padang Bolak, No. 1B, Labuh Baru Timur, Pekanbaru-Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
ISSN : 28290232     EISSN : 28290038     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) adalah journal blind peer-review yang bersifat open access yang memungkinkan artikel tersedia secara online tanpa berlangganan apapun. JTMIT didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian, artikel teknis, konseptual dan laporan studi kasus dalam bidang Teknologi dan Manajemen secara umum, namun tidak terbatas secara implisit. Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT) dikelola secara professional dan diterbitkan oleh Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual dalam membantu para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya
Arjuna Subject : -
Articles 600 Documents
Analisis Pengaruh Literasi Keuangan, Pendapatan, dan Gaya Hidup Terhadap Perilaku Keuangan Pada Karyawan Rumah Sakit Umum Daerah dr.H.Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara Endah Novita Sari; Ahmad Juliana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/2qc4p882

Abstract

Kemampuan individu dalam mengelola keuangan secara bijak menjadi keterampilan penting di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, pendapatan, dan gaya hidup terhadap perilaku keuangan karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik non-probability sampling dan melibatkan 315 responden dari total 1.492 karyawan. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan dan pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan, sementara gaya hidup tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan pentingnya peningkatan literasi keuangan di kalangan karyawan sebagai upaya memperbaiki pengelolaan keuangan pribadi. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya manajemen rumah sakit dan pemerintah daerah untuk merancang program edukasi keuangan yang terstruktur guna meningkatkan kesejahteraan finansial karyawan serta mendukung stabilitas organisasi secara keseluruhan.
Perbaikan Tata Letak Industri Kecil Menengah (IKM) Menggunakan Metode Systematic Layout Planning (SLP dan Metode Grafik): (Studi Kasus: UD Batu Batako Bukit Kapur Kota Dumai) Ahmadi Rifa’i; Fitra; Wildatul Amalia; Yohandri Dwi Rama
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/9zgb1h81

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh UD Batu Batako Bukit Kapur merupakan salah satu Industri Kecil Menengah (IKM) yang bergerak di bidang produksi material bangunan, khususnya batako, dan berlokasi di Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain layout yang optimal dalam mendukung proses produksi dan distribusi usaha Batu Batako Bukit Kapur menggunakan pendekatan SLP. Sehingga  judul penelitian ini yaitu, Perbaikan Tata Letak IKM UD Batako Bukit Kapur Dumai menggunakan Metode SLP dan Grafik. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) dan metode berbasis grafik. Tahapannya meliputi pengumpulan data lapangan, penyusunan operation process chart, from-to chart, activity relationship chart, serta pembuatan relationship diagram. Evaluasi jarak perpindahan antar stasiun kerja dilakukan menggunakan metode grafik untuk menentukan layout terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata letak usulan dengan metode SLP mampu menurunkan jarak perpindahan material dari 424,7 menjadi 274, atau berkurang 35,47%. Sementara itu, metode grafik menghasilkan jarak 304,3. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dari hasil perbandingan metode SLP dan metode Grafik dalam perancangan tata letak IKM UD Batu Batako Bukit Kapur, diperoleh bahwa layout usulan dengan metode SLP adalah yang paling efisien. Hal ini karena metode SLP menghasilkan jarak perpindahan material paling kecil, yaitu 274, dibandingkan dengan metode Grafik sebesar 304,3. Selain itu, kebutuhan luas area produksi pada layout usulan tersebut adalah 95,91 m² sehingga metode SLP dinilai paling efisien karena memperbaiki alur produksi, mengoptimalkan ruang, dan meningkatkan efektivitas operasional. Tata letak ini menjadi solusi strategis bagi peningkatan kinerja IKM UD Batu Batako Bukit Kapur.
Pengendalian Risiko Pada Proses Press Untuk Menurunkan NG Dengan Menerapkan Metode ISM dan HOR: (Studi Kasus: PT Rubber Part) Umar Dani, Rizky; Muhamad Sayuti; Decut Della Oganda; N. Neni Triana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1114

Abstract

Dalam industri manufaktur, tingginya jumlah produk tidak sesuai standar (Non-Good/NG) dapat berdampak negatif terhadaap kualitas, efisiensi produksi, dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji risiko pada proses press di PT Rubber Part yang berkontribusi terhadap tingginya jumlah produk cacat (Non-Good/NG). Dua metode yang digunakan adalah Interpretive Structural Modeling (ISM) untuk memetakan hubungan hierarki antar risiko dan House of Risk (HOR) untuk memprioritaskan dan menangani agen risiko. Dari 12 variabel risiko awal, ISM berhasil mengidentifikasi 6variabel risiko utama yang berpotensi besarmempengaruhi risiko proses press. HOR Tahap 1digunakan untuk mengevaluasi potensi risiko secaraagregat melalui perhitungan Aggregate Risk Potential (ARP) serta pendekatan Pareto untuk menyaring agenrisiko paling kritis. Empat agen risiko dengan skortertinggi dipilih sebagai prioritas penanganan dan dianalisis lebih lanjut pada HOR Tahap 2. Pada tahap ini, dihasilkan 4 strategi mitigasi risiko yang dirancang secara khusus untuk merespons agen risiko utama tersebut. Penentuan prioritas strategi dilakukan berdasarkan rasio antara efektivitas dan tingkat kesulitan implementasi (Effectiveness to Difficulty Ratio/ETDk). Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ISM dan HOR efektif dalam merumuskan strategi pengendalian risiko yang dapat menurunkan tingkat NG dan meningkatkan kualitas proses produksi. Penelitian inidiharapkan dapat menjadi acuan perusahaan dalam meningkatkan efisiensi proses produksi.
Perilaku Cyberloafing dalam Organisasi Publik: Pengaruh Kebosanan, Stress, dan Lingkungan Kerja Pada Kantor Desa Kayu Raja Devi Marsika; Waode Siti Nurrahmah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/2cevf365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebosanan kerja, stres kerja, dan lingkungan kerja terhadap perilaku cyberloafing pada pegawai Kantor Desa Kayu Raja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sensus, melibatkan seluruh 37 pegawai aktif yang memiliki akses internet. Data diperoleh melalui kuesioner berskala Likert 1–10 yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya variabel kebosanan kerja yang berpengaruh signifikan terhadap perilaku cyberloafing, dengan arah koefisien negatif. Sementara itu, variabel stres kerja dan lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku cyberloafing. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,117 menunjukkan bahwa ketiga variabel hanya mampu menjelaskan 11,7% variasi cyberloafing, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain seperti kontrol diri, budaya digital, dan pola kerja baru seperti work from home.Temuan ini memberikan implikasi bagi manajemen organisasi untuk memperhatikan desain pekerjaan, variasi tugas, serta penerapan budaya digital yang sehat guna menekan perilaku cyberloafing.
Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Minat Beli Ulang Yang Dimediasi Oleh Kepuasan Pelanggan Pada Produk Luwak White Koffie Di Kota Bandung Ramly Febriansyah; Abdul Ahmad Hafidh Nurmansyah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/2qx16a09

Abstract

Latar belakang dari dilaksanakannya penelitian ini yakni oleh menurunnya indeks di produk berupa Luwak White Koffie didasarkan dengan data yang didapat dari Top Brand Award (2025) kategori white coffee, dimana terjadi penurunan dari persentase yang besarannya 71,70% di tahun 2022 menjadi persentase yang besarannya 60,80% di tahun 2024, hal tersebut memberi suatu indikasi adanya penurunan minat untuk melaksanakan pembelian ulang konsumen atas produk berupa Luwak White Koffie. Tujuan inti dari penelitian ini ialah menguji keterhubungan antara mutu produk dengan minat melakukan pembelian kembali, di mana variabel kepuasan pelanggan berfungsi sebagai perantara pada kasus produk Luwak White Koffie di Kota Bandung. Melalui rancangan deskriptif asosiatif, penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini memperoleh data dari 120 responden yang ditentukan berdasarkan metode purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner digunakan sebagai sumber data, yang sebelumnya telah diverifikasi validitas serta reliabilitasnya, kemudian dipastikan layak dipakai setelah lulus pengujian asumsi klasik. Dalam penelitian ini, analisis regresi sederhana dan regresi berganda digunakan bersama dengan uji Sobel untuk menguji hipotesis, dengan dukungan aplikasi SPSS versi 26. Hasil pelaksanaan penelitian ini mengungkap bahwa kualitas dari suatu produk secara nilai positif memengaruhi kepuasan yang didapat oleh pelanggan, kualitas dari suatu produk secara nilai positif memengaruhi minat untuk melaksanakan pembelian ulang, kepuasan dari seorang pelanggan secara nilai positif memengaruhi minat untuk melaksanakan pembelian ulang, serta kepuasan yang didapat seorang pelanggan mempunyai suatu peran dalam melaksanakan pemdediasian pengaruh dari kualitas suatu produk dihadapkan dengan minat untuk melaksanakan pembelian ulang.
Analisis Nilai Tambah Produk Olahan Kopi Robusta: (Studi Kasus: Agroindustri Kopi Wijaya, Jember) Viko Nurluthfiyadi Ni'maturrakhmat; Shinta Diah Puspaningtyas; Diana Nurhayati
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/73sb2s66

Abstract

Agroindustri kopi Wijaya yang berlokasi di Kabupaten Jember merupakan salah satu unit usaha pengolahan kopi robusta skala UMKM, dimana menghasilkan tiga jenis produk olahan yaitu green bean, roasted bean, dan ground coffee. Ketiga produk memiliki karakteristik pasar dan biaya produksi yang berbeda, sehingga balas jasa yang diterima tenaga kerja maupun pemilik usaha pada tiap jenis produk olahan kopi juga tidak sama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya nilai tambah pada produk olahan kopi robusta di agroindustri kopi Wijaya sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan strategis bagi keberlanjutan usaha. Penelitian ini memberikan gambaran strategis bagi UMKM kopi dalam menentukan prioritas produk olahan untuk meningkatkan profitabilitas. Metode penelitian ini menggunakan analisis Hayami yaitu pendekatan kuantitatif untuk menghitung nilai tambah yang dihasilkan dari proses pengolahan dan pemasaran suatu produk, sekaligus menganalisis kontribusi faktor produksi seperti tenaga kerja, modal, biaya antara, serta besaran keuntungan yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk green bean memiliki nilai tambah sebesar Rp 876/kg dengan rasio 8% yang tergolong rendah, sedangkan roast bean dan ground coffee masing-masing mencapai Rp 65,465/kg dan Rp 62,913/kg dengan rasio sekitar 50% (high value-added). Berdasarkan temuan penelitian, agroindustri kopi Wijaya masih memiliki potensi peningkatan profit salah satunya melalui peningkatan rendemen kopi seperti penerapan pemupukan yang tepat, panen selektif petik merah, dan melalui inovasi pengolahan seperti metode full washed. Dari sisi hilir, pemilik usaha dapat memperbanyak penjualan produk ground coffee dengan melakukan perbaikan branding produk untuk memperkuat posisi di pasar dan menarik konsumen.
The Role of TikTok Live Streaming in Increasing Consumer Purchasing Power and Enhancing Online Shop Sales Sri Asmirani; Mutiasari Nur Wulan; Ayu Nursari; Elita Yuni Setiyarini; Pratama, Reza Hardian
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/wm3j8w83

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah strategi pemasaran online shop dalam menarik konsumen. Salah satu inovasi yang saat ini banyak digunakan adalah fitur live streaming pada platform TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran live streaming TikTok dalam meningkatkan daya beli konsumen serta kontribusinya terhadap peningkatan penjualan online shop. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada responden sebanyak 200 responden pengguna TikTok yang aktif mengikuti live streaming penjualan produk. Analisis penelitian menggunakan metode SEM-PLS, Variabel independen dalam penelitian ini adalah pemanfaatan live streaming TikTok (X), sedangkan variabel dependen meliputi peningkatan daya beli konsumen (M) dan peningkatan penjualan online shop (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa live streaming TikTok memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan daya beli konsumen melalui interaksi langsung, kepercayaan terhadap produk, serta adanya promosi eksklusif. Selain itu, live streaming juga terbukti berkontribusi positif terhadap peningkatan penjualan online shop dengan mendorong keputusan pembelian impulsif dan menciptakan loyalitas pelanggan. Temuan ini menegaskanbahwa live streaming TikTok merupakan strategi pemasaran digital yang efektif dalam memperkuat daya saing bisnis online shop di era ekonomi digital.
ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KARYAWAN DEPARTEMEN GUDANG TABUNG GAS DENGAN METODE JSA DAN HAZOP Muhammad Satrio Alfariki; Akhmad Wasiur Rizqi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1216

Abstract

Industri distribusi gas merupakan bidang kerja dengan risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3), terutama pada aktivitas bongkar muat, pengisian, penyimpanan, dan pemuatan tabung gas bertekanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menganalisis tingkat risiko, serta merumuskan langkah pencegahan yang tepat dalam aktivitas kerja di gudang tabung gas PT Asuka Solusi GasIndo. Metode yang digunakan adalah Hazard and Operability Study (HAZOP) untuk menganalisis deviasi dalam proses distribusi dan Job Safety Analysis (JSA) untuk menilai bahaya pada tiap langkah kerja. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, serta kuesioner kepada karyawan, kemudian dianalisis menggunakan matriks risiko 5×5 berdasarkan parameter likelihood dan severity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar risiko berada pada kategori sedang, seperti cedera otot, luka akibat benturan, dan sakit punggung akibat postur kerja tidak ergonomis. Namun, terdapat pula risiko dengan dampak serius, antara lain ledakan akibat kebocoran gas, terpapar gas bertekanan, dan tertimpa tabung, yang berpotensi menimbulkan cedera berat hingga kematian. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengendalian K3 di gudang tabung gas masih perlu ditingkatkan melalui penggunaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai standar, rotasi kerja, penyediaan alat bantu angkat dan ventilasi, serta inspeksi rutin terhadap kondisi tabung dan fasilitas pendukung. Dengan penerapan rekomendasi tersebut, diharapkan risiko kecelakaan dapat diminimalkan dan tercipta lingkungan kerja yang lebih aman, produktif, serta berkelanjutan.
Fault Tree Analysis dalam Identifikasi Faktor Penyebab Cedera Mata Akibat Produk Cair di Industri Farmasi Bastuti, Sofian; Antoni Hutahaean, Hotma; Alfatiyah, Rini
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan cedera mata akibat paparan produk cair di lingkungan industri farmasi, dengan menggunakan pendekatan Fault Tree Analysis (FTA). Data terkait kecelakaan kerja diperoleh melalui analisis laporan insiden, wawancara mendalam, serta observasi langsung di sebuah perusahaan farmasi yang berlokasi di Jawa Barat. Temuan studi menunjukkan bahwa cedera pada mata merupakan jenis kecelakaan kerja yang paling sering terjadi, dengan total 8 kasus yang tercatat, melebihi jumlah insiden kecelakaan lainnya. Melalui penerapan metode FTA, teridentifikasi 11 basic event yang berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan tersebut. Faktor-faktor utama yang menjadi pemicu antara lain ketidakpatuhan dalam penggunaan alat pelindung diri (APD), kurangnya pelatihan keselamatan kerja yang berkelanjutan, kondisi lingkungan kerja yang tidak memenuhi standar keselamatan, serta lemahnya implementasi kebijakan K3 di tingkat manajerial. Hasil analisis Minimal Cut Set mengindikasikan bahwa kombinasi antara perilaku tidak aman dari pekerja dan ketidakefisienan kebijakan manajemen menjadi penyebab kritis terjadinya insiden. Berdasarkan hasil tersebut, strategi pencegahan diarahkan pada peningkatan kepatuhan terhadap penggunaan APD, pelaksanaan pelatihan keselamatan secara berkala, serta penguatan sistem pengawasan K3. Pendekatan FTA terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam mengidentifikasi akar penyebab kecelakaan, sehingga dapat dijadikan dasar untuk merancang program keselamatan dan kesehatan kerja yang lebih terarah dan efektif.
Analisis Potensi Bahaya Kerja Dengan Metode JSA Dan HIRARC Di Workshop Fabrikasi Hendra Pratama; Deny Andesta; Said Salim Dahda
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1234

Abstract

Kecelakaan kerja masih menjadi tantangan utama dalam industri manufaktur, terutama di workshop fabrikasi PT. XYZ. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi berbagai potensi bahaya, menilai tingkat risiko terkait, dan menetapkan tindakan pengendalian yang paling efektif. Pendekatan yang digunakan meliputi “Job Safety Analysis (JSA)” untuk menelaah setiap tahapan pekerjaan, serta “Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC)” sebagai metode untuk menilai dan mengendalikan risiko yang teridentifikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kegiatan seperti welding, cutting, drilling, grinding, dan assembling memiliki beragam potensi bahaya dengan tingkat risiko yang bervariasi, mulai dari kategori rendah hingga ekstrem. Secara lebih rinci, proses welding mengandung dua risiko pada level ekstrem, satu risiko tinggi, serta satu risiko sedang. Aktivitas cutting menunjukkan tiga risiko tinggi dan satu risiko ekstrem. Pada kegiatan drilling, ditemukan satu risiko sedang, satu ekstrem, satu tinggi, dan satu rendah. Proses grinding memiliki dua risiko ekstrem, satu risiko tinggi, serta satu risiko sedang, sedangkan aktivitas assembling mencatat dua risiko ekstrem, satu sedang, dan satu rendah. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan penerapan beberapa langkah pengendalian, seperti peningkatan disiplin penggunaan APD, penataan ulang area kerja agar lebih aman, pemeliharaan rutin terhadap peralatan, penerapan prosedur kerja dengan pengawasan yang lebih ketat, serta penyelenggaraan pelatihan keselamatan kerja bagi seluruh pekerja. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa penerapan JSA dan HIRARC mampu memberikan pendekatan sistematis dalam pemetaan bahaya serta strategi pencegahan, sehingga dapat menekan angka kecelakaan kerja sekaligus memperkuat budaya K3 di industri fabrikasi.