cover
Contact Name
Sukmawati
Contact Email
sukmawati@mail.unasman.ac.id
Phone
+6282344655992
Journal Mail Official
sipissangngi@mail.unasman.ac.id
Editorial Address
Gedung LPPM Universitas Al Asyariah Mandar Jl. Budi Utomo No. 2 Manding, Polewali Mandar.
Location
Kab. polewali mandar,
Sulawesi barat
INDONESIA
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27752054     DOI : 10.35329
SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar. Fokus penerbitan adalah publikasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh sivitas akademik dengan topik terkait pada pendidikan, sosial, ekonomi, pengembangan sumber daya manusia, teknologi tepat guna, dan kesehatan. SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat terbit tiga kali setahun yaitu pada bulan Maret, Juni dan September. Artikel yang diterbitkan dapat diunduh secara gratis, dibaca, dan didistribusikan sebagai referensi untuk artikel selanjutnya. Makalah dikirimkan secara online dengan mendaftar terlebih dahulu di situs web ini. SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat menerima tulisan ilmiah hasil pengabdian yang belum pernah di publikasikan. Jika Anda kesulitan mengirimkan naskah,jangan ragu untuk menghubungi sipissangngi@mail.unasman.ac.id
Articles 235 Documents
PEMBERDAYAAN GURU SEKOLAH DASAR MELALUI TRANSFORMASI KEARIFAN LOKAL KANKAIN KARKARA BIAK MENJADI E-MODUL INTERAKTIF BERBANTUAN KECERDASAN BUATAN UNTUK PENDIDIKAN KARAKTER Yan Dirk Wabiser; Chelsi Yuliana; Arfin Nurliayah
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2026): Sipissangngi Volume 6, Nomor 3, September 2026
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i3.7650

Abstract

Guru sekolah dasar di wilayah multietnis Papua umumnya belum memiliki bahan ajar pendidikan karakter yang berakar pada budaya setempat, sementara keterampilan memproduksi bahan ajar digital masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan 18 guru SD Negeri Inpres Ardipura 1, Jayapura, agar mampu mengalihruangkan Kankain Karkara, yakni dewan musyawarah adat suku Biak, menjadi e-modul interaktif berbantuan kecerdasan buatan untuk pendidikan karakter. Program disusun mengikuti kerangka ADDIE dan dijalankan melalui pelatihan empat sesi selama delapan jam dalam dua hari, pendampingan produksi selama satu minggu, serta implementasi terbimbing di kelas selama tiga minggu. Luaran konkret kegiatan berupa satu e-modul interaktif berformat flipbook sepuluh halaman yang memuat lima tahap Kankain Karkara beserta perangkat penilaiannya, 18 guru terlatih yang mampu memproduksi bahan ajar responsif budaya secara mandiri, dan agenda diseminasi melalui Kelompok Kerja Guru. Evaluasi memakai desain metode campuran konvergen: skor instrumen kompetensi 17 butir pada pra-uji dan pasca-uji diolah memakai uji peringkat bertanda Wilcoxon pada IBM SPSS versi 26, hasil observasi karakter 60 siswa dianalisis secara deskriptif, sedangkan wawancara enam guru dan satu kepala sekolah ditelaah melalui analisis tematik reflektif lalu ditriangulasi. Kompetensi guru meningkat signifikan (Z = −3,804; p < 0,001) dengan ukuran efek dalam kelompok yang sangat besar (r = 0,897); rerata skor naik dari 40,39 menjadi 73,83 dari skor maksimum 85 dan seluruh peserta memperoleh gain positif tanpa satu pun penurunan. Sesudah tiga pertemuan penggunaan e-modul, capaian karakter siswa berada pada rerata 3,43 dari skala 4 (85,73%) dengan tanggung jawab sebagai indikator tertinggi dan tanpa siswa berkategori kurang. Temuan ini merupakan bukti awal bahwa tata kelola musyawarah adat dapat dioperasionalkan menjadi bahan ajar digital yang layak direplikasi pada sekolah lain.
PENGUATAN KAPASITAS KADER POSYANDU MELALUI INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP) DALAM PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DI WILAYAH KOTA DEPOK Putri Permatasari; Fathinah Ranggauni Hardy; Marina Ery Setiawati; Cahya Arbitera
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2026): Sipissangngi Volume 6, Nomor 3, September 2026
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i3.7453

Abstract

Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan pilar transformasi kesehatan yang menekankan pada penguatan upaya promotif dan preventif melalui pendekatan siklus hidup. Kader Posyandu memiliki peran sentral sebagai unit kesehatan terkecil di tingkat dusun/RT/RW untuk memperluas jangkauan layanan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader melalui Model 3P (Pelatihan, Pendampingan, dan Pemantauan) dalam mengimplementasikan Klaster 2 (Ibu dan Anak). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif, mencakup pelatihan 25 kompetensi dasar, simulasi sistem 5 langkah posyandu, dan digitalisasi pelaporan menggunakan aplikasi. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan teknis kader dalam mengimplementasikan manajemen Posyandu ILP. Secara kuantitatif, terdapat peningkatan tingkat pengetahuan kader dari kategori cukup baik (50%) menjadi kategori baik (85%) setelah diberikan edukasi dan pelatihan. Pelaksanaan sistem 5 langkah Posyandu ILP (pendaftaran, pengukuran, pencatatan, pelayanan, dan penyuluhan) berhasil menertibkan alur pelayanan di tingkat dusun. Selain itu, penerapan sistem informasi digital (seperti aplikasi JKN Mobile) terbukti meningkatkan kualitas, akurasi, dan kecepatan pelaporan data kesehatan dibandingkan sistem manual. Penguatan kapasitas kader berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan dalam melakukan deteksi dini faktor risiko. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kader memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengidentifikasi kehamilan berisiko tinggi dan mendukung pemantauan status gizi secara lebih terstruktur setelah mengikuti pelatihan. Kesimpulannya, penguatan kader secara berkelanjutan dan dukungan sistem informasi digital sangat efektif dalam mengoptimalkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat komunitas.
IMPLEMENTASI SISTEM MONITORING DAN KONTROL SUHU SERTA KELEMBAPAN BERBASIS IoT PADA GUDANG PENYIMPANAN KOPI Nurhaya Kusmiah; Aulia Magfhira Ichwan; Fatimah Fatimah; Muhammad Dzulkifly Ashan
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2026): Sipissangngi Volume 6, Nomor 3, September 2026
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i3.7426

Abstract

Sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia, Indonesia mencatatkan produksi hingga 700.000 ton dengan nilai ekspor mencapai USD 1,49 miliar pada tahun 2024. Meskipun permintaan pasar domestik dan internasional terus meningkat, ketersediaan biji kopi bermutu tinggi masih terkendala oleh kondisi lingkungan gudang penyimpanan yang kurang optimal. Hal ini memicu ketidakterkendalian kadar air dan kerusakan fisik, yang mengurangi nilai jual produk. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan menghasilkan dan menerapkan alat monitoring dan kontrol otomatis suhu serta kelembapan berbasis Internet of Thing (IoT) pada gudang penyimpanan biji kopi di Desa Pallantikan, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, sekaligus meningkatkan kapasitas kelompok tani dalam pengelolaan pascapanen. Kegiatan ini menjadi solusi teknis dalam menjaga optimalitas kondisi gudang guna mempertahankan kualits biji kopi sesuai standar pasar. Metode yang digunakan meliputi observasi kondisi Gudang,, instalasi alat, pemantauan lingkungan, serta pelatihan dan pendampingan,  suhu dan kelembapan dipantau secara kontinu dengan interval waktu 5 menit, kemudian diolah menjadi data rata – rata per jam. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa sebelum penerapan alat, suhu Gudang mencapai 40 – 41⁰C dengan kelembapan 37 – 38% pada periode siang hari, sedangkan setelah penerapan alat, kondisi lingkungan Gudang menjadi cukup terkendali dan dapat ditekan tidak mencapai suhu 40⁰C. Sedangkan evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta pada aspek manajemen gudang maupun integrasi teknologi dengan N-Gain Rata-Rata 0,81 (Kategori Tinggi). Penerapan teknologi dan pendampingan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan kapasitas kelompok tani serta mendukung pengelolaan penyimpanan biji kopi yang lebih terukur dan berbasis data.
PEMBERDAYAAN PETERNAK AYAM KUB SKALA RUMAH TANGGA MELALUI INOVASI PENETASAN BERBASIS KESEJAHTERAAN HEWAN DENGAN KONSEP KANDANG BAHAGIA Alfik Maulana Saputra; Andi Warnaen; Siti Munifah
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2026): Sipissangngi Volume 6, Nomor 3, September 2026
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i3.7331

Abstract

Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) merupakan solusi strategis penguatan ketahanan pangan keluarga karena produktivitasnya tinggi dan mudah dipelihara. Namun, peternak ayam KUB skala rumah tangga di Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang masih terkendala dalam penetasan karena mesin tetas kelompok belum dimanfaatkan optimal akibat minimnya keterampilan teknis pengaturan suhu, kelembapan, dan pembalikan telur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menganalisis kebutuhan peternak, mengembangkan inovasi mesin tetas berbasis kesejahteraan hewan dengan konsep Kandang Bahagia, mendampingi penerapannya, serta mengevaluasi efektivitas dan keterimaannya, menggunakan metode Research and Development (R&D) model ADDIE pada 25 peternak. Hasil analisis kebutuhan berkategori tinggi (79,68%) menjadi dasar pengembangan mesin tetas semi otomatis berkapasitas 30 butir telur dengan thermostat digital (suhu 37–38°C, kelembapan 55–65%) berbiaya sekitar Rp244.000 per unit. Validasi ahli memperoleh skor 98% dan uji coba produk 85% (sangat layak). Pendampingan kepada dua peternak kunci selama tiga periode inkubasi meningkatkan daya tetas dari 75% menjadi 90%, sedangkan kemandirian peternak meningkat dari 57% menjadi 89% (growth 57,14%). Tingkat keterimaan inovasi oleh 25 peternak mencapai 88,50% (sangat baik), menunjukkan inovasi ini mampu meningkatkan kemandirian peternak dalam penyediaan bibit ayam KUB secara berkelanjutan.
HIJRAH SEHAT: SKRINING KESEHATAN DAN INTERVENSI PSIKORELIGIUS PADA IBU MUALLAF Ulfa Sufyaningsi; Nirva Rantesigi; Rabia Zakaria; Agusrianto Agusrianto; Ayu Sri Wahyuni; Agus Darmawan; Nurmulia Wunaini Ngkolu; La Ode Muh Taufiq; Detrina Friska Dian Uramako; Nining Nirmalasari
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2026): Sipissangngi Volume 6, Nomor 3, September 2026
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i3.7697

Abstract

Ibu muallaf merupakan kelompok yang dapat menghadapi tekanan psikososial berupa penyesuaian identitas keagamaan, potensi konflik dengan keluarga asal, dan keterbatasan dukungan sosial, di samping meningkatnya risiko masalah kesehatan fisik seiring bertambahnya usia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining kesehatan fisik dan mengevaluasi perubahan kesejahteraan mental ibu muallaf setelah intervensi psikoreligius berbasis nilai-nilai Islam. Kegiatan dilaksanakan pada 28 Mei 2026 di Masjid Al Muhajirin Lembomawo, Poso, dengan melibatkan 38 ibu muallaf dari beragam kelompok usia, dengan mayoritas berusia lanjut. Sebanyak 38 peserta memiliki data pre-test dan post-test yang lengkap. Kegiatan terdiri atas dua komponen: (1) skrining kesehatan meliputi tekanan darah, gula darah, dan asam urat; serta (2) sesi peningkatan kesehatan mental melalui pendekatan psikoreligius yang mencakup psikoedukasi, dzikir, tazkiyatun nafs, teknik napas dzikir, serta penguatan makna sabar dan tawakkal yang merujuk pada Al-Qur'an. Kesejahteraan mental diukur menggunakan WHO-5 Well-Being Index sebelum dan sesudah intervensi, lalu dikategorikan menjadi “baik” atau “rendah”. Hasil skrining menunjukkan 32 peserta (84,2%) memiliki tekanan darah pada kategori tinggi, 30 peserta (78,9%) memiliki kadar asam urat pada kategori meningkat, dan 18 peserta (47,4%) memiliki kadar gula darah pada kategori meningkat. Proporsi peserta dengan kesejahteraan mental “baik” meningkat dari 36,8% (14 dari 38) sebelum intervensi menjadi 89,5% (34 dari 38) setelah intervensi. Uji McNemar menunjukkan adanya perubahan proporsi yang signifikan (p < 0,001). Temuan ini menunjukkan potensi pendekatan psikoreligius yang dipadukan dengan skrining kesehatan untuk mendukung kesejahteraan mental ibu muallaf serta mengidentifikasi risiko kesehatan fisik yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Karena desain tidak menggunakan kelompok pembanding, perubahan tersebut tidak dapat diatribusikan secara eksklusif kepada intervensi.
PENINGKATAN KOMPETENSI DIGITAL GURU MATEMATIKA MELALUI PELATIHAN TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) Ayu Rahayu; Jafar Jafar; Mar Athul Wazithah T; Abdul Malik bin Asrul; Ardiansyah Ardiansyah; Suci Nuradila Hasbullah
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2026): Sipissangngi Volume 6, Nomor 3, September 2026
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i3.7428

Abstract

Kompetensi digital guru matematika merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era teknologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) guru matematika yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kabupaten Gowa. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni 2026 di SMKN 4 Gowa. Metode yang digunakan adalah kombinasi antara ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung (workshop). Materi pelatihan meliputi pemanfaatan Desmos, GeoGebra, serta Google Workspace yang mencakup Google Classroom, Google Forms, dan Google Sheets dalam pembelajaran matematika. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata kompetensi TPACK awal peserta berada pada skor 3,23 dari 5,00, dengan kompetensi terendah pada aspek GeoGebra (2,44) dan Desmos (2,59). Tingkat kepuasan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan mencapai rata-rata 4,89 dari 5,00, menandakan kegiatan ini sangat bermanfaat dan sesuai kebutuhan guru. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran matematika secara efektif dan inovatif.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU MELALUI MODEL POSYANDU PRESISI UNTUK PENGUATAN SKRINING METABOLIK TERINTEGRASI PADA LANSIA Badriani Badawi; Irma Irma; Andi Hafida; Risma Haris; Marlina Marlina
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2026): Sipissangngi Volume 6, Nomor 3, September 2026
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i3.7454

Abstract

Peningkatan jumlah lanjut usia diikuti kebutuhan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular di tingkat komunitas. Namun, keterbatasan kapasitas kader dalam melakukan skrining metabolik, menginterpretasikan hasil, dan memberikan edukasi berbasis risiko menjadi. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu Harapan I dalam melaksanakan skrining metabolik terintegrasi pada lansia melalui penerapan Posyandu Presisi. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 10 kader dan 25 lansia. Evaluasi kapasitas kader menggunakan desain one-group pretest–posttest melalui pelatihan teori, demonstrasi, praktik, simulasi, dan pendampingan. Pengetahuan kader diukur menggunakan 20 soal pilihan ganda, sedangkan keterampilan dinilai melalui observasi pelaksanaan skrining, interpretasi hasil, dan edukasi berbasis risiko. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 58,4 ± 8,6 pada pretest menjadi 87,6 ± 5,9 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 29,2 poin. Proporsi kader yang mencapai skor ≥80 meningkat dari 20,0% menjadi 90,0%. Observasi keterampilan menunjukkan peningkatan pada sebagian besar aspek pelaksanaan skrining, terutama penggunaan alat pemeriksaan metabolik, interpretasi hasil, dan edukasi berbasis risiko. Pada tahap implementasi, 25 lansia menjalani pemeriksaan tekanan darah, glukosa darah, kolesterol total, dan asam urat serta memperoleh edukasi kesehatan; sebanyak 9 lansia (36,0%) memperoleh rekomendasi rujukan ke Puskesmas. Penerapan Posyandu Presisi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader secara deskriptif serta memungkinkan pelaksanaan skrining metabolik terintegrasi pada lansia di lokasi program. Temuan ini menunjukkan potensi Posyandu Presisi dalam memperkuat kapasitas kader dan mendukung deteksi dini faktor risiko metabolik di tingkat komunitas, tetapi efektivitas kausal dan keberlanjutan program masih memerlukan evaluasi dengan kelompok pembanding, lokasi yang lebih luas, serta pemantauan jangka panjang.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMELIHARAAN AYAM KUB SKALA RUMAH TANGGA DENGAN KONSEP KANDANG BAHAGIA Yeni Aprilia Kristantri; Andi Warnaen; Nurlaili Nurlaili
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2026): Sipissangngi Volume 6, Nomor 3, September 2026
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i3.7333

Abstract

Kebutuhan protein hewani masyarakat terus meningkat, namun Pemeliharaan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) skala rumah tangga di Desa Randuagung masih dilakukan secara tradisional dan belum menerapkan prinsip kesejahteraan hewan secara optimal. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan dan menerapkan model pelatihan berbasis konsep Kandang Bahagia menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) model ADDIE yang melibatkan 25 peternak melalui total sampling. Analisis kebutuhan menunjukkan kesenjangan tertinggi pada pengetahuan penetasan (52%) dan capaian tertinggi pada pakan dan minum (93,5%). Model pelatihan terdiri atas lima sintaks: orientasi, penguatan konsep, demonstrasi, praktik terbimbing, dan evaluasi. Validasi ahli menghasilkan kelayakan model 85%, modul 84% (sangat layak), dan kepraktisan modul 87% (sangat praktis). Implementasi pelatihan meningkatkan pengetahuan dari 63% menjadi 90,7%, keterampilan dari 67,8% menjadi 89,6%, dan sikap dari 72,2% menjadi 90,3% (p<0,001). Model pelatihan terbukti layak, praktis, dan efektif sebagai alternatif pemberdayaan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan keluarga.
PROMPTING AKADEMIK UNTUK PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS NILAI ISLAM DENGAN CHATGPT Hamim Hamim; Nur Hasaniyah; Nur Arifuddin
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2026): Sipissangngi Volume 6, Nomor 3, September 2026
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i3.7436

Abstract

Observasi awal di Madrasah Diniyah Gunung Pandak menunjukkan bahwa guru mengenal kecerdasan buatan terutama sebagai sarana pencarian informasi umum, belum memahami struktur prompt, dan belum memiliki pedoman internal untuk memverifikasi keluaran AI. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan penguasaan prompting akademik dan kemampuan guru menghasilkan draf perangkat pembelajaran yang selaras dengan nilai pendidikan Islam. Kegiatan dilaksanakan pada 7 September-6 Oktober 2025 menggunakan Participatory Action Research melalui tahap to know, to understand, to plan, to action, dan to reflection. Peserta terdiri atas seluruh 17 guru aktif mata pelajaran keislaman. Penguasaan peserta diukur dengan pretest dan posttest paralel yang masing-masing memuat 25 butir. Validasi isi oleh satu validator menghasilkan rerata 3,97 dari skala 4 dan seluruh butir berada pada kategori sangat layak. Rata-rata nilai meningkat dari 55,06 menjadi 92,24 atau naik 37,18 poin. Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan, t(16) = 27,30; p < 0,001, dengan rata-rata gain ternormalisasi 0,827 pada kategori tinggi. Selama praktik, peserta beralih dari perintah umum menuju prompt enam elemen, melakukan revisi keluaran, dan menghasilkan draf bahan ajar, metode, monitoring, asesmen, serta evaluasi. Refleksi peserta menunjukkan bertambahnya keberanian menggunakan AI dan persepsi manfaat bagi pekerjaan guru, meskipun dampak non-kognitif tersebut belum diukur dengan skala pretest-posttest. Program menghasilkan modul, contoh prompt, perangkat pembelajaran, serta komitmen tindak lanjut melalui komunikasi komunitas guru dan pengembangan pedoman penggunaan AI.
INTEGRASI SISTEM PEMANTAUAN ALARM KEBAKARAN BERBASIS ARDUINO DAN NOTIFIKASI TELEGRAM MAN 1 KABUPATEN SERANG Hayadi Hamuda; Theofilus Herly Hatonangan Samosir
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2026): Sipissangngi Volume 6, Nomor 3, September 2026
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i3.7484

Abstract

Kejadian kebakaran di MAN 1 Kab. Serang menyoroti pentingnya sistem peringatan dini yang terintegrasi, karena sekolah ini menyimpan banyak perangkat teknologi dan dokumen penting. Tanpa teknologi pendeteksi suhu, asap, dan api yang mutakhir, risiko kerusakan akibat kebakaran mendadak dapat meningkat terjadi persentasi dilakukan secara manual sekiatar 46,5%. Sistem baru Sistem ini memanfaatkan sensor DHT22 untuk mengukur suhu, MQ-2 untuk mendeteksi asap, dan sensor nyala api yang semuanya terhubung ke mikrokontroler. Data dari sensor-sensor tersebut dikirimkan secara real-time ke server cloud melalui koneksi WiFi, kelembapan, gas, atau nyala api terlampaui, sistem secara otomatis mengaktifkan alarm suara, mengontrol perangkat listrik melalui relai, dan mengirimkan peringatan ke web serta aplikasi telegram. Saat pengujian, sistem tetap stabil dengan tingkat ketersediaan di atas 99,5%. Inovasi ini bertujuan memperkuat kesiapan sekolah dalam menghadapi kebakaran, memfasilitasi evakuasi cepat, dan meminimalkan dampak kerugian akibat bencana.