cover
Contact Name
Djamaluddin
Contact Email
djamaluddin@mpai.uad.ac.id
Phone
+6285669045290
Journal Mail Official
jiei.mpaiuad@gmail.com
Editorial Address
Kampus 2 A MPAI-UAD Jl. Pramuka No. 42 Sidikan Umbulharjo Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Islamic Education and Innovation (JIEI)
ISSN : 27469999     EISSN : 27755665     DOI : -
The main objective of the publication is to share or publish scientific article base on research and review from professional writers, researches, teachers, and lectures about Islamic education and innovation. The paper could be the original research paper, technical paper, conceptual paper, case study, and literature review in Bahasa, English or Arabic language. The article must be never published or under consideration for publication.
Articles 61 Documents
Analisis proses seleksi kepala sekolah terhadap pengembangan kualitas di SMP IT Al-Inabah Ponorogo Marni, Marniwati; Ikhwan, Afiful
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.1: January - June 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiei.v6i2.11141

Abstract

Suksesi kepemimpinan menjadi dinamika yang tak terhindarkan dalam perjalanan lembaga pendidikan. Mengganti kepala sekolah terkesan sederhana, namun sangat menentukan masa depan sekolah untuk menjadi lebih baik, atau malah sebaliknya. Menyeleksi kepala sekolah yang ideal bagi warga sekolah dan stakeholder merupakan upaya untuk mengembangkan sekolah agar lebih baik di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses seleksi kepala sekolah terhadap pengembangan kualitas program di SMP IT Al-Inabah Ponorogo. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data didapatkan dari data primer terkait objek penelitian dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seleksi kepala sekolah dilaksanakan untuk mendapatkan kandidat yang unggul dengan tahapan proses pembentukan panitia, penentuan kandidat, pengambilan berita acara pelaksanaan, pengajuan kandidat, seleksi kandidat, dan penetapan kandidat terpilih. Dengan proses seperti ini, kandidat terpilih merupakan kandidat yang memiliki visi, misi, dan tujuan yang berorientasi pada pengembangan kualitas program sekolah. Kepala sekolah yang memiliki kompetensi manajerial dan kepemimpinan berdampak pada mutu siswa, guru, tenaga pendidikan, proses pembelajaran, dan sekolah.
Epistimologi Immanuel Kant sebagai perspektif dalam pengembangan Pendidikan Islam Rizki Amanda, Restu; Aulia, Selena
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.1: January - June 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Immanuel Kant dalam filsafatnya berusaha menjembatani dua aliran utama dalam epistemologi rasionalisme dan empirisme. Immanuel kant berpendapat bahwa baik rasionalisme, yang menekankan peran akal dalam memperoleh pengetahuan, maupun empirisme, yang menekankan pentingnya pengalaman inderawi memiliki kelemahan jika dipahami secara terpisah. Di sisi lain, pendidikan Islam menekankan wahyu sebagai sumber utama pengetahuan, yang dalam beberapa hal menimbulkan perbedaan mendasar dengan epistemologi yang dideskripsikan oleh Kant. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi epistemologi Kant sebagai perspektif dalam pengembangan Pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber yang relevan, seperti buku, artikel ilmiah, serta penelitian terdahulu. Tahapan analisis data meliputi identifikasi topik, pencarian dan seleksi literatur yang relevan, evaluasi kritis, serta pengorganisasian berdasarkan tema. Peneliti kemudian mensintesis data dari berbagai sumber untuk menarik kesimpulan dan mengidentifikasi celah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi kritisme yang diusung oleh Kant dapat diintegrasikan dalam mengembangkan pendidikan Islam yang lebih terbuka terhadap analisis kritis. Meskipun wahyu tetap menjadi sumber utama kebenaran, pendekatan transendental Kant memungkinkan peserta didik memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap ajaran agama. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya menerima wahyu secara dogmatis, tetapi juga mampu memahaminya dengan menggunakan pemikiran rasional. Implikasinya, pendidikan Islam dapat dikembangkan menjadi lebih holistik dengan mengintegrasikan aspek intelektual, moral, dan spiritual, serta lebih siap menghadapi tantangan zaman modern.
Implementasi vicarious learning dalam menanamkan nilai ketaatan beribadah pada siswa berkebutuhan khusus di SD Muhammadiyah 3 Samarinda Nisa, Ummu Khairin; Afandi, Nur Kholik
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.1: January - June 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiei.v6i2.12161

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku siswa berkebutuhan khusus yang belum menunjukkan ketaatan dalam proses pembelajaran. Demikian itu ditunjukkan dengan perilaku seperti seperti keluar masuk kelas tanpa izin selama pembelajaran, tidak fokus saat belajar, menggunakan bahasa kasar yang tidak sesuai dengan usianya, berteriak saat proses pembelajaran berlangsung, serta makan ketika teman-temannya sedang sholat. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis  implementasi vicarious learning dalam pembelajaran untuk menanamkan nilai ketaatai pada siswa berkebutuhan khusus di SD Muhammadiyah 3 Samarinda. Metode penelitian yang digunakan ialah jenis penelitian deskriptif. Dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis dengan model analisis dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran di SD Muhammadiyah 3 menggunakan metode vicarious learning. Dari pembelajaran tersebut memuat penanaman nilai ketaatan pada anak berkebutuhan khusus melalui pembiasaan pelaksanaan sholat dhuha dan sholat dzhuhur berjama’ah, pembelajaran al-Qur’an dengan mengaji tilawati, program sedekah jum’at, dan pembiasaan berdo’’a sebelum mengawali kegiatan. Selain itu, siswa dibiasakan untuk meminta maaf ketika melakukan kesalahan. Dari berbagai aktivitas, siswa memiliki nilai dan karakter taat pada saat pembelajaran. Ketaatan menjadi hal yang dibutuhkan oleh guru dari siswa, sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dan tercapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Analisis program pengembangan profesi berbasis manajemen sekolah dalam mengembangkan profesional guru di MI Ma’arif NU 1 Gununglurah Rubiyantoro, Eko
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.1: January - June 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menelaah manajemen pendidik dalam pengembangan karir dan keprofesian berkelanjutan yang berdampak kepada peningkatan profesionalisme guru di Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 1 Gununglurah, Banyumas. Manajemen ini mencakup komponen perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, dan kemajuan profesionalisme yang bertujuan pada pengoptimalan sumber daya manusia dalam lembaga pendidikan. Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi digital saat ini, tuntutan terhadap peningkatan kompetensi dan profesionalisme kinerja guru diperlukan perhatian dan pengembangan. Di sisi lain, program pengembangan keprofesian yang tepat sasaran dan tepat guna merupakan faktor utama dalam peningkatan kompetensi dan motivasi kerja bagi guru, yang pada muaranya akan berdampak pada mutu pendidikan dan prestasi peserta didik.Melalui pendekatan kualitatif dan jenis studi kasus, penelitian ini menggali informasi melalui observasi dan wawancara dengan kepala madrasah dan para guru. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan, bimbingan, dan kerjasama antar guru melalui forum Kelompok Kerja Guru (KKG) juga memperkuat jaringan dan profesionalisme para guru. Pengembangan profesi guru dilaksanakan dengan dukungan manajemen sekolah sebagai upaya meningkatkan kompetensi profesional guru. Kesuksesan program pengembangan karir dan keprofesian ini berdampak pada peningkatan kepuasan kerja guru serta memperluas pengelaman belajar siswa. Oleh sebab itu, pengembangan keprofesian yang berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk membangun lingkungan pendidikan yang bermutu dan sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. Penelitian ini memberikan masukan yang berharga bagi lembaga pendidikan dalam menyusun dan mengaplikasikan program pengembangan profesi yang terintegrasi dan menyeluruh, serta memaksimalkan potensi setiap guru untuk mencapai hasil pendidikan yang lebih baik.
Analysis of public perception of paid lectures sessions by Ustadz Hanan Attaki and their alignment with Islamic principle Inayah, Nurul; Sulistyowati, Euis Trisni; Fernanda, Jeannifer Deni; Sari, Tiwi Carina; Islamy, Muhammad Rindu Fajar
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.2: July- December 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiei.v6i2.12515

Abstract

Dakwah has a thousand ways to be done in an effort to spread the teachings of Islam. The phenomenon of Hanan Attaki as a preacher has become a new trend that is followed by the community to be listened to, especially young people who are thirsty for religious insights that are relevant to their lives. This study aims to analyze public perceptions of the phenomenon of paid Islamic lectures conducted by Ustadz Hanan Attaki and their alignment with the principles of Islamic preaching (dakwah). The study employs a descriptive quantitative approach with 30 respondents, consisting of students and Muslim communities in Bandung. Data were collected through online questionnaires to measure respondents' perceptions of paid lectures. The findings reveal that the majority of respondents view paid lectures as aligned with Islamic principles and beneficial for enhancing religious understanding. However, some respondents believe that the commercialization of dakwah may hinder access to religious knowledge, particularly for underprivileged groups. From an Islamic perspective, ensuring inclusivity and fairness in the dissemination of knowledge is a fundamental principle. Solutions such as cross-subsidies can be implemented to ensure equitable accessibility. This study offers new insights into developing a fair and inclusive dakwah approach amidst the phenomenon of commercialization.
The relationship between the level of religiosity and depression due to academic stress in university students Shidqiyah, Syahla; Firdaus , Muhammad Naufal; Bulan , Chindy; Putri , Mashita Aurellia; Islamy , Muhammad Rindu Fajar
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.1: January - June 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiei.v6i2.12531

Abstract

This study aims to examine the relationship between religiosity and depression caused by academic stress among university students, emphasizing the role of religiosity as an effective coping strategy. Academic stress often poses significant challenges for students, triggered by academic demands, grade expectations, and unsupportive social environments, potentially leading to depression if not properly managed. Religiosity, encompassing spiritual beliefs, religious practices, and values, is believed to provide inner peace, a sense of life purpose, and optimism, thus aiding in stress management and mental health maintenance. This study used quantitative methods approach with descriptive quantitative model, involving 41 students from various public and private universities in West Java and outside West Java who completed a psychology-based questionnaire. Findings reveal that most respondents exhibit a high level of religiosity, significantly supporting their ability to cope with academic pressures, with 56% relying on religious practices as a primary stress management strategy. The study concludes that higher religiosity levels can reduce the risk of depression, enhance emotional stability, and support academic success. These findings highlight the importance of strengthening religiosity as part of efforts to prevent and address mental health issues among university students.
Internalisasi nilai religius edukatif dalam syair seni Doda Idi (Studi kearifan lokal dalam masyarakat Aceh Besar) Fahmi, Zulfahmi; Gani, Saifuddin A Gani
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.2: July- December 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiei.v6i2.13838

Abstract

Pendidikan keagamaan pada anak saat ini mengalami tantangan yang signifikan dalam tumbuh kembang perilaku anak. Kearifan lokal semakin menjadi tidak terakomodir di tengah kontestasi media dan teknologi yang berhadapan dengan anak di dalam rumah dan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai religius edukatif dalam syair seni Doda Idi yang mentradisi di masyarakat Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan data wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan analisis isi dan interpretasi hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan seni Doda Idi merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Aceh, yang digunakan untuk mendidik anak melalui syair bernuansa Islami yang diawali kalimat Lailahaillallah. Syair ini mengenalkan anak pada Allah, Rasul, orang tua, lingkungan sosial, alam, serta peran dan tanggung jawab hidup. Seni Doda Idi relevan sebagai media pendidikan Islam bagi anak-anak karena mengandung nilai-nilai tauhid, ibadah, sosial, dan akhlak. Nilai-nilai tersebut ditanamkan melalui syair indah saat anak tidur agar mudah diingat dan membekas hingga dewasa. Seni ini tetap efektif sebagai media transfer of knowledge dan transfer of value, serta sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Doda Idi perlu dilestarikan, dikembangkan, dan disesuaikan dengan zaman sebagai investasi pendidikan karakter pada anak kini dan nanti.
Integrasi moderasi beragama dengan teknologi pembelajaran sebagai strategi guru dalam pembentukan karakter siswa Khotimah , Husnul; Maula, Athiyatul; Rahima, Ima; Aziz, Muhammad Abdul
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.2: July- December 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiei.v6i2.14091

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang menyentuh kehidupan siswa dalam kesehariannya menjadi realitas yang memberikan dampak pada perubahan gaya belajar. Namun, fenomena perilaku siswa dalam bermedia sosial menunjukkan kecenderungan penggunaan pada aspek hiburan dominan dibandingkan sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi moderasi beragama dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran sebagai strategi guru dalam pembentukan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi di sekolan NU Ciledug. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan informasi verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam menyisipkan nilai-nilai Islam moderat seperti toleransi, adil, seimbang, dan anti kekerasan dalam materi ajar dan kegiatan pembelajaran yang berbasis digital. Kendala yang dihadapi oleh guru meliputi kurangnya pelatihan teknologi, keterbatasan fasilitas, serta pemahaman moderasi yang belum merata. Meskipun demikian, strategi yang menggabungkan pendekatan kontekstual dan media digital terbukti meningkatkan pemahaman terhadap moderasi beragama serta partisipasi siswa dalam pembelajaran. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi beragama dapat disisipkan pada pembelajaran PAI dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran.  Penguatan kapasitas guru dan kebijakan pendidikan yang mendukung integrasi nilai keagamaan dan teknologi sangat penting untuk membentuk generasi yang religius, toleran, dan melek digital.
Manajemen Dewan Kerabat Penghela untuk penguatan profil pelajar Pancasila pada ekstrakulikuler Hizbul Wathan Afandi, Ahmad; Wantini, Wantini; Bustam, Betty Mauli Rosa; Arqam, Mhd. Lailan; Widodo, Hendro
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.2: July- December 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiei.v6i2.14307

Abstract

Dewan Kerabat Penghela (DKP) Hizbul Wathan memiliki peran yang penting dalam mengelola ekstrakurikuler sebagai media pembinaan karakter di sekolah Muhammadiyah. Tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana DKP HW mampu mengelola organisasi secara efektif dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan dalam kegiatan kepanduan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen DKP HW dalam mengelola kegiatan Hizbul Wathan di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dan SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, serta menelaah kontribusinya terhadap penguatan Proyek Penguatan Proflil Pelajar Pancasila (P5). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multisitus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pelatih HW, serta anggota DKP. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, disertai triangulasi sumber dan metode untuk menjaga keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen DKP HW dilaksanakan secara sistematis melalui kegiatan perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan, dengan dukungan kuat dari sekolah. Kegiatan ekstrakulikuler HW berkontribusi dalam pelaksanaan P5 untuk membentuk karakter siswa. Terdapat perbedaan pola manajemen DKP yaitu pada aspek pelaksanaan kegiatan, SMA Muhammadiyah 1 cenderung formal dengan karakter kemandirian, dan gotong royong. Adapun SMA Muhammadiyah 3 cenderung fleksibel dengan karakter religiusitas. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen DKP HW berdampak pada pembentukan karakter siswa melalui kegiatan P5 yang integratif berbasis Al-Islam Kemuhammadiyahan dan Pancasila di sekolah Muhammadiyah.
Kultum Tarawih sebagai media edukasi keagamaan dan penguatan praktik ibadah jamaah masjid Firnanda , Rizky; Imawan , Dzulkifli Hadi; Husain, Andi Musthafa
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.2: July- December 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiei.v6i2.15390

Abstract

Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang edukasi keagamaan bagi umat Islam. Salah satu bentuk edukasi keagamaan yang berkembang di masjid adalah kultum tarawih yang dilaksanakan selama bulan Ramadan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kultum tarawih sebagai media edukasi keagamaan serta kontribusinya dalam memperkuat praktik ibadah jamaah di Masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi non-partisipatif, wawancara mendalam dengan penceramah dan jamaah, serta dokumentasi kegiatan kultum tarawih. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultum tarawih berperan sebagai media edukasi keagamaan yang efektif dalam meningkatkan pemahaman keislaman jamaah serta mendorong penguatan praktik ibadah, khususnya selama bulan Ramadan. Materi kultum yang relevan, penyampaian yang komunikatif, serta keterkaitan tema dengan konteks kehidupan jamaah menjadi faktor utama yang mendukung efektivitas kegiatan tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa kultum tarawih memiliki potensi strategis sebagai bentuk pendidikan keagamaan nonformal di lingkungan masjid, terutama dalam upaya penguatan kesadaran dan praktik ibadah jamaah.