cover
Contact Name
Dhanan
Contact Email
lppm.amni@gmail.com
Phone
+6289667747299
Journal Mail Official
admin@jurnal.unimar-amni.ac.id
Editorial Address
Jl. Sukarno Hatta No. 180 Semarang, 50199
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM
ISSN : 14126826     EISSN : 26232030     DOI : https://doi.org/10.33556/jstm
Jurnal Sains dan Teknologi MARITIM berisi tulisan ilmiah di bidang Kemaritiman, Kepelabuhanan, Ilmu kenautikaan, Teknik Mesin, permesinan kapal. Jurnal Sains dan Teknologi Maritim juga membahas mengenai bidang Transportasi baik itu transportasi darat, laut maupun udara yang kesemuanya merupakan hasil penelitian maupun kajian pustaka.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 248 Documents
ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS PERANCANGAN PEMBANGUNAN PONTON 2 FUNGSI (SEDOT PASIR DAN EXCAVATOR) DI PERAIRAN AMBON Sujiono, Dinda Frista
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol. 25 No. 1 (2024): September
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v25i1.383

Abstract

Pembangunan Dermaga merupakan sarana dan prasarana infrastruktur pendukung untuk pengembangan wilayah yang dapat mendukung kelancaran frekuensi perdagangan. Dalam pembangunan ini memerlukan alat bantu seperti alat berat excavator dan mesin sedot pasir. Kedua alat berat ini memiliki fungsi yang berirama yaitu pengerukan pasir di sekitar area dermaga, oleh sebab itu alat berat tersebut harus memiliki daya apung agar dapat berfungsi dengan maksimal. Salah satu alat apung yang dapat menopang kedua alat berat tersebut adalah kapal ponton. Kapal ponton ini akan dirancang sesuai permintaan owner requirement dengan mencari ukuran utama kapal menggunakan metode trial and error dengan hasil panjang keseluruhan (LOA) 10,1 meter, lebar (B) 6,6 meter, tinggi (H) 2,0 meter, sarat air (T) 1,0 meter. Kapal ponton ini direncanakan terbagi menjadi 9 segmen terpisah yang terdiri dari 6 segmen berukuran persegi dan 3 segmen berukuran persegi panjang, segmen tersebut akan di gabungkan menggunakan mur dan baut untuk menjadi satu kesatuan. Dimana untuk pengoperassian alat berat excavator membutuhkan 9 segmen sedangkan pengoperasian mesin sedot pasir hanya membutuhkan 4 segmen persegi. Sehingga kedua fungsi tersebut tidak dapat digunakan dalam waktu yang bersamaan. Perencanaan model ponton ini menggunakan Maxsurf Modeller yang dapat menghasilkan data karakteristik dan menghasilkan displacement yang mampu memuat berat konstruksi dan Excavator PC200. Perhitungan konstruksi dilakukan untuk mendapatkan nilai berat ponton dengan hasil total berat 21.293 ton sebagai data penunjang yakni perhitungan stabilitas menggunakan Maxsurf Stability. Analisa stabilitas menggunakan peraturan International Maritime Organization (IMO) dengan kriteria A.749 (18) dengan hasil kriteria terpenuhi secara regulasi. Dari hasil perhitungan kebutuhan material kapal ponton ini dapat di estimasikan biaya produksi mencapai Rp Rp. 468.973.600
THE USE OF VIDEO CONFERENCE FOR SPEAKING CLASS IN SHIP ELECTRICAL ENGINEERING OF IVET UNIVERSITY FOCUS ON PRACTICES AND PERCEPTION Wibowo, Rachmat Ari; Sulistyorini, Dwi
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol. 24 No. 2 (2024): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v24i2.389

Abstract

One of the core subjects that has been considered for all generations is English. Being able to converse inEnglish is one of the main objectives of the language. Speaking requires the active production of language,making it a productive talent (Baker, 2003). Cadets are taught appropriate speech during English languageinstruction so they can communicate effectively. The cadets' ability to complete the given language activity andunderstand the speaking competency constitutes success in speaking English. As a result, the video conferenceimplementation for the Speaking for Formal Interactions course at Ivet University's third-semester cadets inShip Electrical Engineering has gone off without a hitch. Utilizing different techniques, plans of action, and extra supporting systems like Quizizz, WhatsApp Groups, Zoom Meetings, and others helps withimplementation. Speaking professors and cadets also mostly benefit from video conferences in terms ofefficacy, ease of connection, technology, and cost rather than experiencing any drawbacks In order to collect thedata, a number of approaches, including observation, interviewing, and a questionnaire, were employed tocollect the data. The human instrument, observation sheet, questionnaire, and interview guide were study toolsat the same time. A technique from Miles and Hubberman (1991) was used to analyze the data that had beengathered. Additionally, the current study used methodological triangulation, which is the use of multiple data-collection techniques, including observation, interview, and questionnaire. In addition to using videoconferencing for speaking, the attitudes of the lecturers and the cadets regarding using video conferencing forSpeaking for Formal Interactions were also examined. The 15 items in the questionnaire were divided into fourcategories based on factors including video conferencing efficacy, accessibility, cost, and technology.
PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR LAUT YANG DIAKIBATKAN OLEH SABUN KEBERSIHAN PERAWATAN KAPAL DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH JERUK LEMON Suherman, Suherman; Kristiyanti, Mariana; Negara, Gembong Satria; Ashari, Ilham; Weda, Iwan
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol. 24 No. 2 (2024): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v24i2.390

Abstract

Penggunaan sabun berbahan dasar kimia dalam kegiatan perawatan kebersihan kapal, dapat menimbulkandampak buruk terhadap lingkungan, walaupun saat ini sudah banyak digunakan Sabun yang memilikibahan kimia yang rendah kadarnya, namun hal tersebut tetap saja berdampak pada lingkungan sekitar.Untuk mengendalikan dampak pencemaran lingkungan, maka di dibutuhkan produk sabun pembersihperawatan kapal dengan bahan yang ramah linkungan. Bahan-bahan yang ramah lingkungan yangdimaksud adalah bahan alami yang ramah lingkungan. Berdasarkan penelitian pendahuluan, bahan dasaralami yang digunakan jeruk lemon dapat membersihkan dengan aman tanpa mencemari lingkungan.Dimana buah jeruk yang dimaksud adalah buah jeruk yang dalam kondisi tidak layak konsumsi,dimanfaatkan untuk menjadi bahan dasar untuk membuat sabun. Tujuan dari penelitian ini adalahmengolah buah jeruk yang sudah tidak layak konsumsi untuk mengendalikan dampak limbah sabun yangsangat berbahaya karena mengandung bahan kimia yang mematikan kehidupan di lingkungan air laut.Objek riset dalam kegiatan penelitian ini adalah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Dimana sampel airlaut yang akan di teliti berasal dari pelabuhan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Metode penelitianyang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis data sekunder dan data primer Sedangkanmetode pengambilan data dengan metode Wawancara, Observasi, dan Studi literature. Hasil penelitianmenunjukkan sampel air laut yang berasal dari pelabuhan Tanjung Emas Semarang sangat tercemar olehlimbah sabun dengan hasil diluar ambang batas baku mutu yang disyaratkan. Dan hal tersebutmembutuhkan penelitian lanjutan untuk menghasilkan sabun ramah lingkungan yang dapat menanganilimbah sabun deterjen air laut.
PERANAN DPA (DESIGNATED PERSON ASHORE) SEBAGAI UPAYA PENERAPAN ISM CODE (INTERNATIONAL SAFETY MANAGEMENT CODE) DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN SAFETY MANAGEMENT SYSTEM DI PERUSAHAAN PELAYARAN DAN KAPAL Guritno, Suryo; Weda, Iwan
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol. 24 No. 2 (2024): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v24i2.395

Abstract

Peran utama Designated Person Ashore adalah bertanggung jawab atas manajemen keselamatan kapal, dan mengkoordinasikan kajian dan kegiatan verifikasi sistem manajemen keselamatan, baik di darat maupun di laut, dan melaporkan secara formal pada proses kajian ulang manajemen mengenai kinerja sistem. Designated Person Ashore memiliki pertanggungjawaban dalam melaksanakan pengawasan seluruh kegiatan operasional kapal serta berperan serta dalam upaya pencegahan pencemaran lingkungan laut dari kapal selain itu harus mampu menjalin komunikasi yang efektif dan efisien antara pemimpin tertinggi di perusahaan dengan awak kapal dalam seluruh kegiatan operasional kapal. Adapun yang menjadi tujuan penulisan jurnal ini adalah untuk memberikan informasi mengenai bagaimana Designated Person Ashore itu sendiri, selain memberikan tambahan pengetahuan tentang peranan dan tanggungjawab seorang Designated Person Ashore terhadap Perusahaan pelayaran dan kapal dalam kaitannya dengan faktor keselamatan. Peranan Designated Person Ashore ini sangat besar dalam melaksanakan pengawasan seluruh kegiatan operasional kapal dan pencegahan pencemaran dari kapal selain sebagai   penghubung (Representatif) antara pimpinan tertinggi di perusahaan dengan awak kapal dalam segala kegiatan operasional kapal.
ANALISIS LAJU KOROSI PADA MATERIAL LOGAM TERHADAP AIR LAUT DI PELABUHAN TANJUNG EMAS SEMARANG Budiyanto, Lilik; Kristiyanti, Mariana; Trismianto, Devout Prakoso; Rahyono, Rahyono; Yuntoro, Kresno
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol. 24 No. 2 (2024): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v24i2.396

Abstract

Pelabuhan merupakan salah satu bagian penting dalam unsur penunjang kegiatan transportasi laut seperti tempat kapal sandar,bongkar muat barang dan naik turunya penumpang yang melakukan perjalanan menggunakan transportasi kapal. Dalam operasionalnya Pelabuhan memiliki infrastruktur penunjang kegiatan sehari hari Dimana kebanyakan dari infrastruktur tersebut terbuat dari logam seperti baja,tembaga dan alumunium.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju korosi pada berbagai logam (Baja,tembaga dan Alumunium) yang terkontaminasi dengan air laut di Pelabuhan semarang agar para pelaku usaha kemaritiman di Pelabuhan bisa merencanakan perawatan dan perbaikan alat alat yang menggunakan logam. Peneliti menggunakan metode perhitungan laju korosi instalasi kupon dengang standart ASTM D 2688-05. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pada semua logam mengalami laju korosi dengan nilai diatas 5 MPY, sehingga agar tidak mengalami kerusakan yang cepat perlu dilakukan perlindungan korosi logam Pelabuhan yang mudah adalah pengecatan.
VOSVIEWER SOFTWARE AS A TOOL IN ANALYZING THE BIBLIOMETRIC OF WATCHKEEPING ONBOARD SHIPS Sulistiyowati, Ely; Indriyani, Kristin Anita; Nurhidayati, Indah; Kundori, Kundori
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol. 24 No. 2 (2024): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v24i2.397

Abstract

This article aims to conduct bibliometric research on ship crew members who carry out guard duty on ships. Research gaps in watch keeping studies are identified and analyzed. Ship crews carrying out guard duty must ensure ship safety and avoid the risk of ship accidents. The method used in this research is descriptive qualitative, namely by describing data visualization. The keyword chosen is "watch keeping". Data was collected from journals that have been published in Scopus indexed journals using publish or perish (PoP) and completed using Mendeley. Next, the data is input into VOS viewer. The results obtained from the publish or Perish search found as many as 200 articles on the topic of watch keeping published in the period from 1960 to 2023. Next, the results of data processing with VOS viewer obtained results based on keywords divided into 6 clusters. Overall, bibliometric analysis on the topic of watch keeping provides important insights into the research analyzed, which will help researchers, practitioners and policy makers understand the latest developments which are increasingly dynamic and continue to develop. The implementation of good and correct guard duty on a ship is by carrying out monitoring planning, responding to emergencies, carrying out effective communication, being alert to potential dangers while the ship is sailing, arranging rest times, and maintaining equipment on the ship so that it functions properly.
ANALISIS SAND BLASTING DAN COATING KAPAL MT.SUCHAONUGNUM Wa’addulloh, Mu’izzaddin; Purwanto, Purwanto
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol. 24 No. 2 (2024): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v24i2.404

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan dengan wilayah lautan luas dan memiliki banyak jalur perdagangan dunia. Untuk itu, moda transportasi laut perlu ditingkatkan serta dipertahankan kualitasnya dari berbagai bahaya seperti korosi. Lambung kapal merupakan daerah yang selalu terjadi kontak langsung dengan air laut sehingga membutuhkan perlindungan dan perawatan ekstra. Sandblasting adalah metode pembersihan permukaan lambung kapal dari korosi, sisa lapisan cat lama, serta bekas penempelan fouling dengan menggunakan pasir silika sebagai zat abrasive. Objek penelitian ini yaitu kapal TK. Berkat 12 di sandblasting dengan tingkat kebersihan Sa2.5. Luas area yang sandblasting mencakup 2049 m² untuk sweep blasting dan 1202 m² untuk spot blasting. Setelah sandblasting dilakukan painting yaitu proses perawatan dan perlindungan lambung kapal dari bahaya kerusakan akibat korosi dan fouling. Pada lambung kapal TK. Berkat 12 dilakukan tiga kali coating pada area BGA dengan menggunakan cat primer AC, intermediate AC, dan AF, serta dua kali coating pada area AGA menggunakan cat primer AC dan finishing AGA. Luas area coating primer AC sebesar 3251 m², intermediate AC sebesar 3223 m², AF sebesar 3223 m², dan finishing AGA sebesar 928 m². Berdasarkan hasil inspeksi pengecatan berupa pengukuran DFT diketahui bahwa hasil painting TK Berkat 12 telah memenuhi standar BKI.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG KANTOR PENGELOLA 6 LANTAI KAWASAN INDUSTRI TERPADU BATANG (KITB) Abdussalam, Ashal; Haq, Faishal Nurul
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol. 24 No. 2 (2024): Maret
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v24i2.405

Abstract

Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) adalah salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru yang strategis. Namun, kawasan tersebut belum ada pembangunan gedung pengelolaan yang berfungsi untuk kantor pengelola (KITB). Sehingga, BUMN akan membangun Gedung Kantor Pengelola Kawasan Industri Terpadu Batang. Jenis struktur yang akan direncanakan menggunakan struktur beton bertulang yang tentunya berpanduan serta mengacu pada Standar Nasional Indonesia yang terbaru, yaitu SNI 2847-2019, SNI 1726-2019, SNI 1727-2020 dan SNI 2052-2017. Perencanaan dimulai dengan menentukan sistem struktur, merencanakan struktur atap, preliminary desain, perhitungan beban, memodelkan struktur dan analisis momen, perhitungan penulangan, merencanakan struktur bawa dan dilanjut merencanakan anggaran biaya (RAB) dan Time Schedule.Hasil dari pembahasan yaitu sebuah perencanaan struktur Gedung dengan spesifikasi diantaranya adalah Gedung dengan sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK), struktur atap baja (Baja profil / IWF), B-1 (850 x 550 mm), B-2 (700 x 500 mm), B-T (350 x 250 mm), BC-1 (500 x 350 mm), BA-1 (650 x 350 mm), BA-2 (500 x 250 mm), BA-3 (400 x 200 mm), K-1 (850 x 850 mm), K-2 (750 x 750 mm), K-L (400 x 400 mm), Dinding geser (Tebal 400 mm) dengan struktur bawah menggunakan pondasi dalam dengan menggunakan bored pile P-1 (D = 550 mm, Depth = 14,60 m), P-2 (D = 300 mm, Depth = 6,40 m) dan perencanaan anggaran biaya (RAB) serta Time Schedule.
MENGOPTIMALKAN PERAWATAN WASTE OIL INCENERATOR UNTUK PEMBAKARAN MINYAK KOTOR DI ATAS KAPAL Sumali, Bambang; Diyatmiko, Fadli; Sabila, Qhattrunnada Priwidia; Ahmed, Gibraltar Priwidia
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol. 25 No. 1 (2024): September
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v25i1.408

Abstract

In accordance with the provisions and regulations in Marpol 73/78 concerning regulations for preventing marine pollution. And Marpol 73/78 Annex III regarding burning oil and waste using a Waste Oil Incinerator, requires knowledge, ability and responsibility for handling it. This world is always developing in the field of waste processing, especially those originating from ships, generally from the Engine Room, so it is better for ships to be equipped with Waste Oil Incinerator, which is a tool commonly used to burn dirty oil and other rubbish and debris on ships that can be burned. Considering its very important role on ships, the Waste Oil Incinerator is very useful and is very important equipment in efforts to prevent pollution at sea. Therefore, maintenance of the Incinerator must be carried out. With routine maintenance and repairs and in accordance with correct maintenance planning, it will provide large economic benefits for the company and participate in preserving marine ecosystems and the marine environment. However, in its implementation, errors often occur which cause a decrease in the quality of the Waste Oil Incinerator, thus damaging the marine ecosystem due to several things as follows: 1) TheWaste Oil Incinerator does not work optimally 2) Lack of maintenance of the Main Burner Incinerator on board the ship 3) Lack of maintenance on the Waste Oil Incinerator 4) Operation of the Waste Oil Incinerator not in accordance with the instructions manual.
DAMPAK MANAGEMEN PADA RANTAI PASOK TERHADAP KINERJA KEBERLANJUTAN EKONOMI, KINERJA KELESTARIAN LINGKUNGAN DAN KINERJA KEBERLANJUTAN SOSIAL PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) TBK Kurniawan, Dana Rizky; Mahestri, Nabila Anibka; Maylawati, Windi; Rustandi, Tata
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol. 25 No. 1 (2024): September
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v25i1.409

Abstract

In the last decades, several environmental problems have increased. Therefore, many companies are currently paying attention to environmental issues. Attention is not only to the production process but to all activities including maintaining a green pattern in every construction activity. This research uses the Green Supply Chain Operation Reference method to evaluate the performance of green supply chain management in steel companies. This research aims to determine the factors that influence productivitylevels and improvement efforts by considering environmental performance indicators. The main activities that come out of the literature are: green operations, green design, green manufacturing, logistics flows, and waste management. The discussion also covers key drivers of green initiatives including government compliance, customer improvement and community relations. Innovations implemented in the future are able to result in business improvements for the Company through predetermined stages.