cover
Contact Name
Nurul Zahriani Jf
Contact Email
abdicendekiazia@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
abdicendekiazia@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan Pasar XII Gang Sayang, Dusun II, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : 29638968     EISSN : 29627923     DOI : -
Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat is a regular scientific journal published by by the Zia Salsabila Foundation, Education and Research Sector since 2022. Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat, published four times a year in March, July, and November. Use Mendeley as a citation manager and use Plagiarism Checker & Turnitin as a filter for plagiarism. The focus and scope of Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat are on various problems in the field of education and Islamic studies, both as material objects and as formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers in various scientific fields (multidisciplinary) to publish the results of their service written in the format of their research (according to the template) in our journal, which focuses on articles including: 1. Real Job Lecture 2. Community Service 3. Practice Field Experience
Articles 358 Documents
Model Pendidikan Inklusif Berbasis Nilai-nilai Surah Luqman: Analisis Pemikiran Syekh Muhammad Mutawalli Al-Sya’rawi dalam Tafsir wa Khawatir Abdul Hayyi; Susanto Susanto; Ahmad Zainuddin; Umar Fauzan; M. Abzar Duraesa
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.913

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk merumuskan model pendidikan inklusif berdasarkan nilai-nilai Surah Luqman ayat 12–19 melalui analisis pemikiran Syekh Muhammad Mutawalli al-Sha'rawi dalam Tafsir wa Khawatir. Pendidikan inklusif tidak hanya membutuhkan akses struktural dan kebijakan institusional, tetapi juga landasan spiritual, moral, dan pedagogis yang kuat yang menghormati martabat dan keberagaman peserta didik. Studi ini menggunakan metode penelitian pustaka kualitatif dengan menggunakan analisis isi. Sumber primer adalah Al-Qur'an, khususnya Surah Luqman ayat 12–19, dan tafsir al-Sha'rawi, sedangkan sumber sekunder terdiri dari karya-karya tentang pendidikan Islam, nilai-nilai Al-Qur'an, pendidikan inklusif, dan metodologi penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surah Luqman mengandung beberapa nilai pendidikan penting, termasuk kebijaksanaan, rasa syukur, tauhid, penghormatan kepada orang tua, tanggung jawab moral, disiplin ibadah, kesabaran, kerendahan hati, dan komunikasi yang sopan. Dalam interpretasi al-Sha'rawi, nilai-nilai ini disajikan melalui pola pendidikan yang dialogis, humanistik, dan transformatif. Artikel ini berpendapat bahwa nilai-nilai Surah Luqman dapat dikembangkan menjadi model pendidikan inklusif Al-Qur'an yang menekankan kesetaraan spiritual, bimbingan moral, pedagogi yang penuh kasih sayang, anti-diskriminasi, dan lingkungan belajar yang adaptif.
Penerapan Metode Hypnoteaching dalam Proses Pembelajaran di Sekolah Binaan Yayasan Muslimat NU Kota Samarinda Rusydi Kurniawan; Hikmah Hasanuddin; Rina Rianti; Umar Fauzan; Muhamad Mustaqim
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode hypnoteaching dalam proses pembelajaran di sekolah binaan Yayasan Muslimat NU Kota Samarinda. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya metode pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di MI Muslimat NU Darul Falah 1, SD Islam Muslimat NU Darul Falah 1, dan SD Islam Muslimat NU Darul Falah 2. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan unsur-unsur hypnoteaching melalui sugesti positif, pembangunan kedekatan emosional, cerita teladan, pujian, repetisi, yel-yel, serta pengelolaan kelas yang fleksibel. Penerapan metode ini memberikan dampak positif terhadap suasana pembelajaran dengan meningkatkan kenyamanan, partisipasi, dan motivasi belajar siswa. Namun demikian, pelaksanaannya belum sepenuhnya mengikuti prosedur ideal karena dipengaruhi oleh keterbatasan waktu, kesiapan siswa, sarana-prasarana, dan variasi kompetensi guru. Penelitian ini menunjukkan bahwa hypnoteaching lebih efektif dipahami sebagai pendekatan komunikasi pedagogis yang adaptif dalam menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan pada pendidikan Islam tingkat dasar.
Konsep Ilmu dan Sumber Ilmu dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadits Siti Kamilah; Rita Sriayu; Fitrah Elnurianda; Umar Fauzan; M. Abzar Duraesa
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.915

Abstract

Ilmu dipandang sebagai pengetahuan yang tidak hanya diperoleh melalui akal dan pengalaman, tetapi juga melalui wahyu Allah yang tersampaikan dalam Al-Qur'an dan ajaran Nabi Muhammad. Sumber Ilmu utama terbagi menjadi tiga yakni ayat-ayat qauliyyah (Al Qur'an dan Hadits), ayat-ayat kauniyyah (alam semesta), dan ayat-ayat insaniyyah (pengalaman manusia). Pendekatan ini menekankan pentingnya integrasi antara wahyu dan akal dalam memperoleh ilmu yang lengkap bermanfaat. Penelitian ini bertujuan menguraikan makna ilmu dan sumbernya secara mendalam sesuai dengan pandangan Islam, serta relevansi konsep tersebut untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dalam konteks modern. Metode kajian ini dilakukan dengan analisis literatur dari nash Al Qur'an dan Hadits serta kajian ilmiah pendukung. Hasil kajian menunjukkan bahwa ilmu dalam Islam bersifat komprehensif dan holistik, menggabungkan aspek spiritual dan rasional. Dengan demikian, pengembangan ilmu pengetahuan hendaknya tetap berlandaskan prinsip-prinsip keagamaan agar manfaatnya optimal bagi kehidupan manusia dan akhirat.
Sosialisasi Potensi Desa Go Digital Untuk Mewujudkan Bali Tumbuh Inklusif di Desa Blahbatuh Made Artana
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Maret
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i1.916

Abstract

Transformasi digital tidak lagi terbatas di wilayah perkotaan, melainkan menjadi peluang strategis bagi desa untuk menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan perangkat desa, pengurus banjar, serta pelaku ekonomi kreatif di Desa Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, mengenai potensi digitalisasi desa untuk mewujudkan Bali yang tumbuh inklusif. Metode pelaksanaan dilakukan melalui empat tahap, yaitu persiapan, penyampaian materi, praktik atau diskusi terarah, dan evaluasi. Materi utama mengangkat konsep Desa Go Digital, praktik baik desa digital di Indonesia seperti Kampung Youtuber dan Kampung Marketer, serta gagasan Banjar Creative Space sebagai pusat pengembangan talenta dan pemasaran produk kreatif. Kegiatan diikuti oleh peserta dari unsur pemerintah desa, komunitas, dan kampus. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep digitalisasi desa dan munculnya komitmen untuk mengoptimalkan fungsi balai banjar sebagai ruang belajar dan ruang kreatif produktif. Evaluasi melalui kuesioner dan diskusi menunjukkan respons positif serta lahirnya rencana tindak lanjut kolaborasi pemerintah, kampus, dan komunitas. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam mendorong kesiapan desa menghadapi era ekonomi digital yang inklusif.
Pengaruh Penggunaan Artifical Intelligence (AI) Terhadap Kemandirian Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Muhammad Aufa Muis; Fahrureza Fahrureza; Tuti Nuriyati
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Artificial Intelligence (AI) terhadap kemandirian belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Transformasi digital dalam pendidikan telah mendorong integrasi teknologi AI, yang menawarkan potensi besar sekaligus menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam konteks penguatan kemandirian belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Sampel penelitian terdiri dari peserta didik jenjang sekolah menengah yang mengikuti pembelajaran PAI berbasis platform digital dengan dukungan AI. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur tingkat kemandirian belajar dan persepsi terhadap penggunaan AI. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi untuk menguji pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dalam pembelajaran PAI memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemandirian belajar peserta didik. Temuan ini sejalan dengan penelitian lain yang mengungkapkan bahwa AI, melalui fitur seperti chatbot islami dan sistem adaptif, mampu memberikan umpan balik personal dan memperluas akses materi, sehingga mendorong siswa untuk lebih proaktif, bertanggung jawab, dan percaya diri dalam proses belajarnya. Namun demikian, penelitian juga mengidentifikasi potensi risiko ketergantungan pada jawaban instan yang dapat melemahkan kemampuan analisis kritis jika penggunaan AI tidak diawasi dengan tepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI efektif dalam menumbuhkan kemandirian belajar PAI, dengan syarat pendidik memainkan peran kunci sebagai fasilitator dan pengawas untuk memastikan penggunaan teknologi tetap sejalan dengan tujuan pendidikan karakter dan nilai-nilai keislaman. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan model pembelajaran PAI yang inovatif dan adaptif di era digital.
Antara Naqli dan Aqli: Konstruksi Teologi Moderat Aliran Asy’ariyah dan Relevansinya bagi Pendidikan Islam Kontemporer Imam Mhd Khairunnizam ZS; Zulfahmi Zulfahmi; Muhammad Nasir; Sahmana Abdullah Siregar
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.918

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara komprehensif aliran Asy'ariyah sebagai mazhab teologi Islam yang paling berpengaruh dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama'ah. Menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan pendekatan historis-analitis, artikel ini menguraikan pengertian, sejarah perkembangan, pemikiran pokok, argumentasi teologis, tokoh-tokoh utama, dan metode ijtihad aliran Asy'ariyah. Hasil kajian menunjukkan bahwa aliran Asy'ariyah yang didirikan oleh Abu Hasan al-Asy'ari (260-324 H/873-935 M) hadir sebagai jalan tengah (wasathiyyah) antara dua kutub ekstrem: Mu'tazilah yang hiperrasionalis dan Salafiyah yang hipertekstualis. Pemikiran pokok Asy'ariyah mencakup doktrin dua puluh sifat wajib Allah, teori kasab dalam perbuatan manusia, distinsksi kalam nafsi dan kalam lafzhi, serta relasi proporsional antara akal dan wahyu. Metode ijtihad Asy'ariyah bercirikan tawassuth, tawazun, dan i'tidal, memadukan dalil naqli dan dalil aqli secara berimbang. Relevansi Asy'ariyah sangat terasa di Indonesia, di mana mayoritas umat Islam, khususnya yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama, menganut paham teologi ini sebagai landasan akidah yang moderat dan toleran.
Pandangan Fiqih Kontemporer Terhadap Kebebasan Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) Devi Indah Sari; Indah Pratiwi; Nur Sa’adah Pulungan; Ahmad Shiddiq; Ali Imran Sinaga
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.921

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membuka ruang perdebatan serius dalam diskursus fiqih kontemporer, khususnya menyangkut batas-batas kebebasan penggunaannya oleh umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan pandangan fiqih kontemporer terhadap kebebasan penggunaan AI, mengidentifikasi landasan metodologis yang digunakan para ulama kontemporer, serta merumuskan kerangka hukum Islam yang koheren dan adaptif dalam merespons tantangan AI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis isi (content analysis) terhadap fatwa, karya fiqih kontemporer, dan literatur akademis relevan dari tahun 2015 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan fiqih kontemporer terpetakan ke dalam tiga arus utama: permisif-kondisional yang mengedepankan maslahah mursalah, kehati-hatian ketat berbasis sadd al-dzari'ah, dan reformis-progresif yang menekankan ijtihad kolektif. Penelitian ini menemukan bahwa belum ada konsensus (ijma') ulama tentang status hukum AI, namun mayoritas ulama menekankan bahwa AI tidak memiliki agensi moral (taklif) sehingga tanggung jawab hukum sepenuhnya berada pada penggunanya. Kontribusi penelitian ini adalah menawarkan kerangka analitik baru berbasis maqasid syariah lima dimensi yang dapat digunakan sebagai peta jalan penentuan hukum AI secara komprehensif.
Peran Komunikasi Islam dalam Mencegah Ujaran Kebencian Berbasis Agama di Media Sosial Noravita Lubis; Mohd. Rafiq
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.924

Abstract

Ujaran kebencian berbasis agama di media sosial menjadi persoalan penting dalam masyarakat digital karena dapat memperkuat prasangka, memicu polarisasi, dan merusak hubungan antarumat beragama. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi Islam dalam mencegah ujaran kebencian berbasis agama di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Sumber data diperoleh dari jurnal nasional terindeks minimal SINTA 3 dan jurnal internasional bereputasi yang terbit dalam rentang 2021 sampai 2026. Data dianalisis menggunakan analisis isi tematik dengan menelaah konsep komunikasi Islam, ujaran kebencian digital, dakwah media sosial, literasi digital, dan etika komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi Islam memiliki peran etis, preventif, edukatif, dan korektif. Prinsip qaulan sadidan, qaulan ma‘rufan, qaulan layyinan, tabayyun, hifz al-lisan, dan ukhuwah dapat digunakan sebagai dasar pembentukan perilaku komunikasi digital yang jujur, santun, hati-hati, dan bertanggung jawab. Penelitian ini juga menemukan bahwa pencegahan ujaran kebencian berbasis agama tidak cukup dilakukan melalui deteksi otomatis dan moderasi konten. Pencegahan perlu diperkuat melalui etika komunikasi Islam yang dapat diterapkan pada tahap menerima informasi, memahami konteks, menulis respons, membagikan pesan, dan mengoreksi konflik digital. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi Islam dapat dikembangkan sebagai model etika digital yang relevan melalui verifikasi informasi, pengendalian bahasa, penguatan literasi digital, penyusunan kontra narasi damai, dan peningkatan tanggung jawab sosial pengguna media sosial.kontra narasi damai, serta peningkatan tanggung jawab sosial pengguna media sosial.
Optimalisasi Keterampilan Menulis dan Analisis Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi melalui Program Journal Club Febriansyah Febriansyah; Muh. Arif Afandi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.930

Abstract

Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo menghadapi tantangan dalam mengembangkan literasi akademik dalam menulis makalah ilmiah berkualitas tinggi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis ilmiah mahasiswa melalui Klub Jurnal (JC) berbasis Pembelajaran Berpusat pada Mahasiswa. Program ini melibatkan 20 mahasiswa dari semester ketiga dan kelima dalam tiga sesi tatap muka, termasuk ulasan jurnal ilmiah, diskusi fenomena sosial terkini, dan lokakarya penulisan esai ilmiah. Evaluasi program menunjukkan bahwa 93% peserta merasa puas, dengan skor rata-rata 4,70/5, dan bahwa mereka meningkatkan keterampilan penulisan esai ilmiah terstruktur mereka, dengan rata-rata 4 referensi per esai. Program ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4 tentang pendidikan berkualitas, khususnya target 4.4 dan 4.6 mengenai peningkatan keterampilan penelitian dan literasi. Rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut termasuk melembagakan program ini sebagai kegiatan ekstrakurikuler dengan jam kredit untuk mendukung dampak penuh dan luasnya..
Perlindungan Hukum Konsumen terhadap Penarikan Paksa Objek Jaminan Fidusia oleh Debt Collector Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 Azka Nasrullah Lukita; Haney Shonia Prasetya Sari; Natasya Oktavia Syalwa; Anisa Putri Dalimunthe; Anna Vanezha Aurelia De Fretes
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif karakteristik perlindungan hukum bagi konsumen atas tindakan penarikan paksa objek jaminan fidusia secara sepihak oleh agen penagihan pihak ketiga, mengkaji implikasi yuridis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 terhadap mekanisme parate eksekusi, serta mengevaluasi efektivitas implementasinya di lapangan berdasarkan prinsip due process of law. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, penelitian ini menelaah bahan hukum primer seperti UU Perlindungan Konsumen, UU Jaminan Fidusia, dan putusan MK terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasca-Putusan MK, paradigma parate eksekusi murni telah bergeser menjadi wajib melalui fasilitasi Pengadilan Negeri apabila debitur menyangkal status wanprestasi atau menolak menyerahkan objek secara sukarela. Kendati demikian, kesenjangan antara das Sollen dan das Sein masih lebar di lapangan yang dipengaruhi oleh rendahnya literasi hukum konsumen, resistensi korporasi pembiayaan terhadap birokrasi peradilan, serta pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang masih bersifat reaktif. Dalam ranah hukum perdata, korporasi pembiayaan tetap bertanggung jawab atas tindakan koersif agen penagihan yang menjadi kuasanya. Penelitian ini merekomendasikan OJK untuk memperketat pengawasan preventif digital dan menjatuhkan sanksi administratif berat bagi korporasi yang melanggar.