cover
Contact Name
Hunaepi
Contact Email
reflection.litpam@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
reflection.litpam@gmail.com
Editorial Address
Mataram, West Nusa Tenggara, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Reflection Journal
ISSN : -     EISSN : 28081501     DOI : https://doi.org/10.36312/rj
Core Subject : Education,
Reflection Journal (ISSN: 2808-1501) is a forum for publishing the results of review and empirical original research papers in the field of education. Reflection Journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) twice a year (bianually) in June and December.
Articles 87 Documents
Model Project Based Learning Berbasis Sejarah Lokal Dompu dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMP Sulaiman, Sulaiman; Taufik, Taufik; Sukarddin, Sukarddin
Reflection Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/hfxfqv75

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran sejarah yang masih didominasi metode ceramah dan hafalan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini menerapkan Model Project Based Learning (PjBL) berbasis sejarah lokal Dompu sebagai upaya inovatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMP. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan PjBL berbasis sejarah lokal terhadap keterampilan berpikir kritis siswa SMP Negeri 3 Dompu. Metode penelitian menggunakan desain quasi experimental nonequivalent control group dengan melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen (28 siswa) yang memperoleh pembelajaran PjBL dan kelas kontrol (27 siswa) yang menggunakan metode konvensional. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan berpikir kritis pada tahap pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelas, dengan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen 78,6 dan kelas kontrol 64,2; nilai sig. 0,000 < 0,05 menandakan adanya pengaruh signifikan PjBL berbasis sejarah lokal. Analisis N-Gain menunjukkan peningkatan kategori sedang pada kelas eksperimen (0,56). Temuan ini tidak hanya menunjukkan efektivitas model PjBL, tetapi juga mengimplikasikan perlunya pemanfaatan sejarah lokal sebagai basis pembelajaran untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dan penguatan konteks budaya dalam pendidikan sejarah. A Dompu Local-History–Based Project-Based Learning Model to Enhance Junior High School Students’ Critical Thinking Skills This study was motivated by the low critical thinking skills of students in history learning, which is still dominated by lecture-based and memorization-oriented approaches. To address this issue, a Dompu local-history–based Project Based Learning (PjBL) model was implemented as an innovative effort to enhance students’ critical thinking abilities. This study aims to examine the effect of the local-history–based PjBL model on the critical thinking skills of eighth-grade students at SMP Negeri 3 Dompu. The research employed a quasi-experimental nonequivalent control group design involving two classes: an experimental class (28 students) taught using the PjBL model and a control class (27 students) taught using conventional methods. A critical-thinking skills test was administered during the pretest and posttest stages. The findings revealed a significant difference between the two groups, with the experimental class achieving a higher posttest mean score (78.6) compared to the control class (64.2). The significance value of 0.000 < 0.05 indicated a substantial effect of the PjBL model. The N-Gain analysis showed a moderate improvement in the experimental group (0.56). These findings demonstrate not only the effectiveness of the PjBL model but also highlight its practical implications for integrating local history into instructional practices to support Kurikulum Merdeka and strengthen cultural contextualization in history education.
Analisis Kritis terhadap Kebijakan dan Praktik Etika pada ChatGPT Purwanto, Devi Dwi; Wibawa, Aji Prasetya; Elmunsyah, Hakkun; Sendari, Siti
Reflection Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/xv4mqp17

Abstract

Perkembangan pesat dalam teknologi Generative AI berbasis teks melalui model seperti ChatGPT membawa dampak yang signifikan di berbagai sektor. Namun, penerapan teknologi ini juga memunculkan tantangan etika yang mendalam, khususnya terkait dengan transparansi, keadilan, akuntabilitas, dan pengelolaan bias algoritmik. Artikel ini mengkaji secara kritis penerapan kebijakan etika dalam desain dan pengembangan ChatGPT, dengan fokus pada prinsip-prinsip etika fundamental seperti keadilan, non-diskriminasi, dan transparansi. Metode analisis yang digunakan dalam artikel ini adala Ex Post Facto, dimana analisis dilakukan setelah peristiwa atau kebijakan diterapkan, guna menilai dampaknya terhadap pengelolaan bias algoritmik dan risiko disinformasi. Pendekatan etika normative juga diterapkan untuk mengevaluasi sejau mana kebijakan diterapkan oleh OpenAI sejalan dengan nilai-nilai keadilan. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan besar yang dihadapi oleh pengembang dalam memastikan bahwa Generative AI dapat digunakan secara adil dan bertanggung jawab. Selain itu, artikel ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan AI, guna menciptakan ekosistem yang lebih inklusif dan dapat dipertanggungjawabkan. Keunikan artikel ini terletak pada analisis mendalam terhadap kebijakan etika yang diterapkan oleh OpenAI, serta focus pada prinsip-prinsip etika fundamental dalam konteks pengembangan Generative AI, yang belum banyak dibahas dalam penelitian sebelumnya. Kesimpulannya, keberhasilan AI yang etis bergantung pada penerapan kebijakan yang komprehensif dan sistematis, yang tidak hanya efisien secara teknis tetapi juga menghormati nilai-nilai sosial dan hak-hak individu. A critical analysis of Ethical Policies and Practices at ChatGPT The rapid advancement of text-based Generative AI technologies through models such as ChatGPT has had a significant impact across various sectors. However, the adoption of this technology also raises profound ethical challenges, particularly with regard to transparency, fairness, accountability, and the management of algorithmic bias. This article critically examines the implementation of ethical policies in the design and development of ChatGPT, with a focus on fundamental ethical principles such as fairness, non-discrimination, and transparency. The analytical method employed in this study is an ex post facto approach, in which analysis is conducted after the implementation of events or policies to assess their impact on the management of algorithmic bias and the risks of misinformation. A normative ethical approach is also applied to evaluate the extent to which OpenAI’s policies align with principles of justice. This study identifies major challenges faced by developers in ensuring that Generative AI is used fairly and responsibly. In addition, the article offers recommendations to enhance transparency and accountability in AI deployment in order to foster a more inclusive and accountable ecosystem. The novelty of this article lies in its in-depth analysis of the ethical policies implemented by OpenAI and its focus on fundamental ethical principles in the context of Generative AI development, an area that has received limited attention in prior research. In conclusion, the success of ethical AI depends on the implementation of comprehensive and systematic policies that are not only technically efficient but also respectful of social values and individual rights.
Manajemen Kesiswaan untuk Peningkatan Employability Skills Siswa SMK: Kajian Sistematis Terhadap Program Pembinaan dan Magang Pebrianti, Laras; Jalinus, Nizwardi; Ernawati, Ernawati; Yustisia, Henny
Reflection Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/72frtc23

Abstract

Peningkatan employability skills siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan fokus utama reformasi pendidikan vokasi, menuntut keterpaduan erat antara sekolah dan dunia industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana bagaimana manajemen kesiswaan dapat menjadi pilar utama dalam meningkatkan employability skills siswa SMK melalui program pembinaan dan magang. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA yang menelaah 12 artikel ilmiah terbitan tahun 2022-2025 dari berbagai basis data akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen kesiswaan tidak lagi bersifat administratif, melainkan instrumen strategis yang membangun karakter kerja, kedisiplinan, dan etos kerja berkelanjutan. Pendekatan manajemen kesiswaan yang adaptif, berbasis data, dan kolaboratif, terutama yang mengintegrasikan pembinaan karakter, pengembangan kreativitas, dan digitalisasi proses magang, terbukti meningkatkan kesiapan kerja siswa hingga 35%. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan kerangka konseptual integratif yang menghubungkan manajemen kesiswaan, pembinaan, dan magang sebagai satu kesatuan sistem penguatan employability skills. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan vokasi dan praktik manajemen SMK yang berorientasi pada kebutuhan pasar kerja global. Student Management for Enhancing the Employability Skills of Vocational School Students: A Systematic Review of Mentoring and Internship Programs Improving the employability skills of vocational high school (SMK) students is the main focus of vocational education reform, requiring close integration between schools and industry. This study aims to discuss how student management can be a key pillar in improving the employability skills of SMK students through structured and sustainable coaching and internship programs. Using a Systematic Literature Review (SLR) methodology guided by the PRISMA framework, this study analyzes various relevant academic and vocational policy literature. The findings show that student management is no longer administrative in nature, but rather a strategic instrument that builds work character, discipline, and a sustainable work ethic. An adaptive, data-driven, and collaborative approach to student management, especially one that integrates character building, creativity development, and digitization of the internship process, has been proven to increase student work readiness by up to 35%. Specific aspects of student guidance improve crucial soft skills such as creativity, communication, and teamwork. Furthermore, internship or PKL programs provide real work experience, but their effectiveness is highly dependent on strong partnership management between schools and industry. Thus, the integration of student management, coaching, and internships, in line with link and match policies, is an essential systematic strategy for achieving employability outcomes relevant to the demands of the global job market.
Efektivitas Platform E-Learning dalam Peningkatan Hasil Belajar Siswa SMK : Systematic Literature Review Risna, Mega; Ta’ali, Ta’ali; Sriwahyuni, Titi
Reflection Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/v7ffge40

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas platform e-learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa SMK melalui tinjauan pustaka sistematis. Permasalahan utama yang dibahas berkaitan dengan ketidakkonsistenan kualitas implementasi e-learning di lingkungan pendidikan vokasi, yang dipengaruhi oleh kesiapan guru, keragaman platform yang digunakan, keterbatasan sumber daya, dan karakteristik pembelajaran praktis yang khas untuk sekolah menengah kejuruan. Metode penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka sistematis (SLR) dengan pendekatan PRISMA, yang mencakup fase identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi artikel yang diterbitkan antara tahun 2014 dan 2024. Dari 15 artikel yang berhasil dianalisis, hasilnya menunjukkan bahwa e-learning secara konsisten berkontribusi positif terhadap peningkatan hasil belajar dalam domain kognitif, afektif, dan psikomotorik. Berbagai platform seperti Moodle, Schoology, Edmodo, Google Classroom, e-modul, dan e-book telah terbukti efektif dalam memperkuat pemahaman konseptual, meningkatkan motivasi, menumbuhkan kemandirian, dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Beberapa studi melaporkan peningkatan skor pasca-tes yang signifikan, sementara meta-analisis menghasilkan ukuran efek sebesar 0,703, yang menunjukkan efek positif sedang. Secara keseluruhan, studi ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran daring tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas desain pembelajaran dan peran instruktur dalam memanfaatkan peluang digital untuk menciptakan pembelajaran profesional yang fleksibel dan bermakna. The Effectiveness of E-Learning Platforms in Improving Vocational High School Students’ Learning Outcomes: A Systematic Literature Review This study aims to analyze the effectiveness of e-learning platforms in improving vocational high school students' learning outcomes through a systematic literature review. The main issues discussed relate to the inconsistency in the quality of e-learning implementation in vocational education environments, which is influenced by teacher readiness, the diversity of platforms used, resource limitations, and the characteristics of practical learning typical of vocational high schools. This research method uses a systematic literature review (SLR) with the PRISMA approach, which includes the phases of identification, screening, eligibility assessment, and inclusion of articles published between 2014 and 2024. Of the 15 articles analyzed, the results show that e-learning consistently improves learning outcomes across the cognitive, affective, and psychomotor domains. Various platforms such as Moodle, Schoology, Edmodo, Google Classroom, e-modules, and e-books have been proven effective in strengthening conceptual understanding, increasing motivation, fostering independence, and increasing student engagement in the learning process. Several studies reported significant increases in post-test scores, while a meta-analysis produced an effect size of 0.703, indicating a moderate positive effect. Overall, this study confirms that the success of online learning depends not only on the technology used, but also heavily on the quality of the learning design and the instructor's role in leveraging digital opportunities to create flexible and meaningful professional learning.    
Pengembangan Bahan Ajar Interaktif Berbasis Web bagi Guru SMK: Tinjauan Sistematis Literatur Sartika, Indah; Maksum, Hasan; Novaliendry, Dony; Naufal , Naufal
Reflection Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nf0xv812

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menelusuri arah perkembangan, kecenderungan, serta kesenjangan dalam studi yang berfokus pada pengembangan bahan ajar interaktif berbasis web bagi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) selama periode 2015–2025. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan guru SMK dalam menerapkan teknologi digital secara optimal dalam proses pembelajaran, padahal tuntutan terhadap bahan ajar interaktif semakin meningkat seiring percepatan transformasi pendidikan vokasi di era industri 4.0. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada panduan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) serta model kerja Kitchenham & Charters (2007). Sebanyak 78 artikel ilmiah berhasil diidentifikasi dari berbagai basis data bereputasi seperti Scopus, Sinta, Google Scholar, DOAJ, ScienceDirect, dan SpringerLink. Setelah melalui tahap seleksi ketat, 20 artikel dipilih untuk dianalisis lebih lanjut menggunakan pendekatan analisis tematik dan sintesis kualitatif.Temuan penelitian memperlihatkan adanya tiga pola dominan, yaitu: (1) peralihan fokus dari sekadar pembuatan media pembelajaran statis menuju penerapan model pembelajaran digital yang lebih adaptif berbasis teori TPACK dan konstruktivisme; (2) peningkatan efektivitas penerapan pembelajaran berbasis web terhadap motivasi, partisipasi aktif, dan capaian hasil belajar siswa SMK; serta (3) peningkatan kemampuan literasi digital guru dalam merancang serta mengimplementasikan bahan ajar interaktif secara mandiri. Selain itu, hasil analisis juga mengungkapkan masih terdapat kesenjangan penelitian pada ranah teoritis, pendekatan metodologis, serta konteks geografis, terutama dalam bidang vokasional non-teknik yang masih kurang terwakili.Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar interaktif berbasis web memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran vokasi serta memberikan kontribusi nyata bagi penguatan landasan teoretis dan kebijakan pengembangan kompetensi digital guru SMK. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi penting untuk penelitian empiris berikutnya sekaligus mendukung penyusunan kebijakan pendidikan vokasi berbasis teknologi yang lebih adaptif dan kontekstual di Indonesia.  Development of Web-Based Interactive Learning Materials for Vocational High School Teachers: A Systematic Literature Review  This study aims to explore the trends, directions, and research gaps in studies focusing on the development of web-based interactive learning materials for vocational high school (SMK) teachers during the 2015–2025 period. The background of this research stems from the limited digital competence of vocational teachers in effectively integrating technology into the learning process, despite the increasing demand for interactive learning materials as vocational education undergoes rapid transformation in the Industry 4.0 era. The research adopts a Systematic Literature Review (SLR) method, following the guidelines of the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) and the framework of Kitchenham & Charters (2007). A total of 78 scientific articles were identified from reputable databases including Scopus, Sinta, Google Scholar, DOAJ, ScienceDirect, and SpringerLink. After a rigorous screening process, 20 articles were selected for in-depth analysis using thematic analysis and qualitative synthesis approaches.The findings reveal three dominant patterns: (1) a shift from the development of static learning media toward adaptive digital learning models grounded in TPACK and constructivist theories; (2) improved effectiveness of web-based learning in enhancing students’ motivation, participation, and learning outcomes; and (3) strengthened digital literacy and competence among teachers in designing and implementing interactive instructional materials. Furthermore, the review highlights existing research gaps in theoretical frameworks, methodological diversity, and geographical contexts, particularly in underrepresented non-technical vocational fields.Overall, this study concludes that the development of web-based interactive learning materials plays a crucial role in improving the quality of vocational education and provides a solid theoretical foundation for strengthening digital pedagogy and teacher competence policies. These findings serve as a valuable reference for future empirical research and contribute to the formulation of adaptive, technology-based vocational education policies in Indonesia.
Reaktualisasi Nilai Ta’dzim al-‘Ilm wa Ahlih dalam Al-Qur’an: Telaah Tematik di Era Disrupsi Digital Misnawi, Misnawi; Zahid, Moh
Reflection Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/19dx0m57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaknai ulang etika pendidikan dengan mereaktualisasikan nilai al-Qur’an dan merumuskan implementasinya dalam konteks digital. Ini merupakan kajian Pustaka (library research) dengan pendekatan tafsir dan melalui analisis isi (content analysis). Data utama diambil dari surah Al-Mujadalah: 11, An-Nahl: 43, Az-Zumar: 9, dan Al-Kahfi: 60–82 serta tafsir ayat dari para mufassir klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai adab yang sangat substansial namun mengalami degradasi yang signifikan adalah Ta’dzim (penghormatan) terhadap al-Ilm wa ahlih termasuk di ruang virtual, kekaburan makna antara informasi dan ilmu dan penyetaraan antara ulama’ dan serach engine sehingga terjadi desakralisasi otoritas keilmuan. Selain itu, kecenderungan memperoleh pengetahuan secara instan menyebabkan mulai hilangnya nilai kesabaran dalam proses mencari ilmu sehingga menganggap informasi dari internet sebagai pengetahuan final. Oleh karena itu, nilai ta’dzim dalam al-Qur’an yang bisa diwujudkan berupa: 1) tafassuh yaitu kelapangan hati dan intelektual termasuk di ruang digital seperti ikhlas mengikuti setiap arahan guru, menghormati guru dan teman serta menghargai perbedaan pendapat; 2) pengakuan terhadap otoritas keilmuan dengan memposisikan ilmu dari ulama’ di atas informasi mesin pencari (search engine) artinya kebenaran pengetahuan yang diperoleh dari internet harus tetap divalidasi oleh ulama’ atau berdasarkan karyanya; dan 3) Ibrah dari kisah nabi Musa dan nabi Hidr menegaskan bahwa validasi kebenaran tetap dikembalikan kepada ahli ilmu dan kesabaran epistemologis harus diwujudkan dengan selalu belajar dari sumber aslinya walaupun tidak instan. Konsep tersebut dapat diperkuat melalui beberapa cara, yaitu kontekstualisasi suhbah (pendampingan) terutama saat pembelajaran daring dalam pembelajaran campuran (blended learning), digitalisasi sanad keilmuan untuk memastikan tetap ada sambungan sanad walaupun belajar secara online, mewujudkan komunikasi Qur’ani melalui qaulan karima dan qaulan sadida seperti tidak mendebat guru dan berkomentar berdasarkan fakta dan data bukan asumsi; dan mengintegrasikan literasi digital dengan kesadaran spiritual. Dari itu jelas bahwa penelitian ini juga menawarkan model reaktualisasi implementatif yang relevan dengan pendekatan IPO (input, process, output) dalam penanaman nilai. Ia juga menegaskan bahwa transformasi digital dalam pendidikan Islam tetap harus berorientasi pada pemuliaan ilmu dan pembentukan karakter spiritual-moral yang kokoh. Reactualization of The Value of Ta'dzim al-Ilm Wa Ahlih in The Qur’an: a Thematic Study in the Digital Disruption Era This study aims to reinterpret the educational ethics by reactualizing Qur’anic values and formulating their implementation in the digital context. This is a library research by using tafsir approach and content analysis. The primary data sources are surah Al-Mujadalah: 11, An-Nahl: 43, Az-Zumar: 9, and Al-Kahfi: 60–82, including the interpretations from both classical and contemporary mufassir. The results of the study show that the value of adab which is very substantial but degradated significantly is Ta'dzim (respect) for al-Ilm wa ahlih including in virtual space, the blurring of meaning between information and knowledge and the equalization between ulama' and serach engine, so that there is a desacralization of knowledge authority. In addition, the tendency to acquire knowledge instantly causes the loss of the value of patience in the process of seeking knowledge so that information from the internet is considered as the final one. Therefore, the value of ta'dzim which can be remanifested are: 1) tafassuh, namely the openness of heart and mind including in the digital space, such as sincerity in following every teacher's direction, respecting teachers and friends and apriciating the differen opinions; 2) recognition of knowledge authority by positioning the knowledge from ulama' above the information from search engine. It means that the truth of knowledge from internet must be validated by the experts or their works; and 3) Ibrah from the story of the prophet Moses and the prophet Hidr emphasizes also that the validation of the truth is still returned to the scholar, and epistemological patience must be realized by always learning from the original sources although not instantly. The concepts can be strengthened in several ways, namely by contextualizing suhbah (assistence) especially during online class in blended learning, digitizing sanad (chain of knowledge transmission) to ensure that there is a sanad connection even though by online learning, realizing the Qur'anic communication through qaulan karima and qaulan sadida such as not debating teachers and commenting based only on facts and data instead of assumptions; and integrating digital literacy with spiritual awareness. Those all confirm that this research also offers an implementative reactualization model in which is relevant with IPO (input, process, output) approach in internalizing value. It also emphasizes that the digital transformation in Islamic education should be oriented towards the exaltation of knowledge and the strengthening of spiritual-moral character
Relevansi Undang-Undang Pemberantasan Tipikor di Indonesia dengan Penafsiran Ayat-Ayat Tentang Korupsi Qadariyah, Lailatul; Zahid , Moh
Reflection Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sr3dz037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi antara penafsiran ulama terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan korupsi dan konstruksi normatif Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) di Indonesia. Korupsi dipahami tidak hanya sebagai pelanggaran hukum positif, tetapi juga sebagai pelanggaran etika dan moral yang memiliki implikasi sosial, ekonomi, dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan metode tafsir maudhu’i (tematik). Data primer meliputi ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan praktik koruptif, penafsiran Ibn Katsir dan Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, serta regulasi hukum positif terkait pemberantasan korupsi, khususnya UU Tipikor dan ketentuan Tipikor dalam KUHP Tahun 2023. Analisis dilakukan melalui perbandingan tematik dan normatif untuk menilai kesesuaian konseptual dan fungsional antara norma etika Islam dan norma hukum positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat irisan normatif yang kuat antara larangan Al-Qur’an terhadap perbuatan memakan harta secara batil, pengkhianatan amanah, dan suap dengan substansi delik korupsi dalam UU Tipikor. Tafsir ulama memberikan landasan moral dan etis yang memperkuat legitimasi hukum positif, sementara hukum negara berfungsi sebagai mekanisme penegakan eksternal. Integrasi keduanya berpotensi memperkuat efektivitas pemberantasan korupsi melalui pembentukan kesadaran etis, penegakan hukum yang berkeadilan, dan penguatan integritas sosial. Relevance of Indonesia’s Anti-Corruption Law to the Interpretation of Qur’anic Verses on Corruption This study examines the relevance between Qur’anic interpretations of corruption-related verses and the normative framework of Indonesia’s Anti-Corruption Law (Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi). Corruption is conceptualized not merely as a violation of positive law, but also as an ethical and moral transgression with profound social, economic, and spiritual consequences. Employing a qualitative library-based research design, this study adopts a thematic (maudhu’i) tafsir approach to analyze selected Qur’anic verses commonly associated with corrupt practices. The primary sources include interpretations by Ibn Kathir and Buya Hamka (Tafsir Al-Azhar), alongside statutory regulations governing corruption, particularly the Anti-Corruption Law and corruption-related provisions in the 2023 Indonesian Criminal Code. The analysis applies thematic and normative comparison to assess conceptual and functional alignment between Islamic ethical norms and positive legal norms. The findings reveal a strong normative convergence between Qur’anic prohibitions against unlawful appropriation of property, abuse of trust, and bribery, and the substantive elements of corruption offenses under Indonesian law. While Islamic teachings primarily function as internal moral and ethical controls, positive law operates through external enforcement mechanisms. Their integration contributes to enhanced legal legitimacy, ethical awareness, and social accountability. This study argues that aligning moral-religious values with legal enforcement can strengthen anti-corruption efforts by fostering integrity, reinforcing justice, and promoting collective responsibility within society.
Pengaruh Film Animasi Terhadap Pendidikan Karakter Peserta Didik Kelas IV SDN 44 Mataram Tahun 2024/202 Ningsih, Rahayu Pertiwi; Nurhasanah, Nurhasanah; Wahyuningsih , Baiq Yuni
Reflection Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/0ts5qg48

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis pengaruh penggunaan film animasi terhadap pendidikan karakter tanggung jawab peserta didik kelas IV SDN 44 Mataram tahun ajaran 2024/2025. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya karakter tanggung jawab sebagian peserta didik yang tercermin dari perilaku seperti tidak menjaga kebersihan sekolah, tidak menaati tata tertib, tidak memelihara fasilitas sekolah, serta tidak melaksanakan piket sesuai jadwal yang ditetapkan. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 32 peserta didik. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji-t berpasangan (paired sample t-test) dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan film animasi terhadap peningkatan karakter tanggung jawab peserta didik. Setelah perlakuan diberikan, peserta didik menunjukkan peningkatan tanggung jawab dalam menjaga kebersihan sekolah, menaati tata tertib, memelihara fasilitas, serta melaksanakan jadwal piket dengan disiplin. Dengan demikian, film animasi dapat dibuktikan sebagai media pembelajaran yang efektif dan menarik dalam menginternalisasikan nilai-nilai karakter tanggung jawab pada peserta didik sekolah dasar. The Influence of Animated Films on Character Education of Grade IV Students of SDN 44 Mataram In 2024/2025 This study was conducted to analyze the effect of using animated films on the character education of responsibility among fourth-grade students at SDN 44 Mataram in the 2024/2025 academic year. The background of this research lies in the low level of responsibility character observed among some students, as reflected in behaviors such as not maintaining school cleanliness, disobeying school rules, neglecting school facilities, and failing to perform classroom duties according to the assigned schedule. A quantitative research method was applied, using a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The subjects of this study consisted of 32 students. Data were collected through questionnaires and interviews, and analyzed using a paired sample t-test with the assistance of SPSS version 24. The results revealed a significance value of 0.000 < 0.05, indicating that there was a significant effect of using animated films on improving students’ responsibility character. After the treatment was implemented, students demonstrated higher levels of responsibility in maintaining school cleanliness, following school regulations, taking care of school facilities, and performing their classroom duties according to schedule.Therefore, animated films have been proven to be an effective and engaging learning medium for internalizing the values of responsibility character among elementary school students.
Pengaruh Model Problem-Based Learning Berbantuan Papan Multifungsi Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SDN 24 Ampenan Zuraida, Aida; Nurhasanah, Nurhasanah; Hidayati, Vivi Rachmatul
Reflection Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/1tza0757

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penerapan model PBL berbantuan papan multifungsi terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 24 Ampenan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena faktual yang ditemukan di lapangan dimana pembelajaran matematika di kelas V SDN 24. Pembelajaran matematika berlangsung satu arah dengan guru sebagai pusat pemberi informasi aktif, sedangkan siswa cenderung pasif menyimak. Hal ini berdampak pada rendahnya hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini menggunaka desain quasi eksperimen dengan tipe Nonequivalent Control Group Design dan teknik sampling non probabilitiy. Variabel bebas penelitian yaitu penerapan PBL berbantuan papan multifungsi, sedangkan variabel terikat yaitu hasil belajar matematika siswa. Data hasil belajar matematika siswa diperoleh dari hasil pretest dan posttest. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji Independent Sample t-test. Hasil uji hipotesis didapatkan sig. (2-tailed) = <0,001 < 0,05 dengan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi. Hasil uji N-gain sebesar 0,47 mengindikasikan pengaruh sedang. Berdasarkan hasi uji hipotesis dan uji N-gain dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan model Problem-Based Learning berbantuan papan multifungsi terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 24 Ampenan. The Effect Of The Problem-Based Learning Model Used By A Multifungsional Board On The Mathematics Learning Outcomes Of Grade V Students Of Sdn 24 Ampenan  The purpose of this study was to analyze the effect of implementing the Problem-Based Learning model assisted by a multifuncional board on the mathematics learning outcomes of fifth-grade students at SDN 24 Ampenan. The Background of this research is based on factual condition observased in the classroom, where mathematics learning in Grade V predominanty conducted using a one-way instructional approach, with the teacher serving as the primary source of information while student tend to remain passive. This situation contributes to the low mathematics learning outcomes among students. This study employed a quasi-experimental design with a noneequivalent control design and used a non-probability sampling technique. The independent variable was the implementation of PBL assisted by a multifunctional board, while the dependent variable was student’s mathematics learning outcomes. The data were obtained from pretest and posttest scrore. The hypothesis was tested using an independent sample t-test. The results showed a significants, with the experimental class achieving a higher mean posttest scrore. The N-gain analysis yielded a score 0f 0.47, which indicates a moderate effect. Based on the results of the hypothesis test and N-gain analysis, it can be concluded that the Problem-Based Learning model assisted by a multifunction board has asignificants at SDN 24 Ampenan.
Peran Organisasi Sekolah dalam Membangun Budaya Kolaboratifdan Efektivitas Pendidikan Sartika, Indah; Yudhistira, Satria; Jalinus, Nizwardi; Ernawati, Ernawati; Yustisia, Henny
Reflection Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/f2wr4z15

Abstract

Organisasi sekolah merupakan elemen strategis dalam penyelenggaraan pendidikan yang berperan penting dalam membentuk budaya kerja dan efektivitas pencapaian tujuan pendidikan. Namun, kajian sebelumnya cenderung membahas struktur organisasi, budaya kolaboratif, dan efektivitas pendidikan secara terpisah, sehingga belum memberikan pemahaman integratif mengenai keterkaitan ketiga aspek tersebut. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran organisasi sekolah dalam membangun budaya kolaboratif dan meningkatkan efektivitas pendidikan melalui pendekatan kajian pustaka. Metode penelitian menggunakan literature review terhadap 30 artikel ilmiah nasional dan internasional yang terbit pada rentang 2019–2024, yang dianalisis melalui sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa organisasi sekolah yang dikelola secara terintegrasi mampu memperkuat budaya kolaboratif, meningkatkan koordinasi antarwarga sekolah, serta berdampak positif terhadap efektivitas manajerial dan kualitas proses pendidikan. Kontribusi utama artikel ini adalah penguatan kerangka konseptual yang mengintegrasikan struktur organisasi, budaya kolaboratif, dan efektivitas pendidikan sebagai satu kesatuan sistem sosial sekolah, yang relevan bagi pengembangan teori dan praktik manajemen pendidikan.  The Role of School Organizations in Building a Collaborative Culture and Educational Effectiveness School organization is a strategic element in the implementation of education that plays a crucial role in shaping work culture and the effectiveness of achieving educational goals. However, previous studies have tended to discuss organizational structure, collaborative culture, and educational effectiveness separately, thus failing to provide an integrative understanding of the interrelationships of these three aspects. This article aims to analyze the role of school organization in building a collaborative culture and improving educational effectiveness through a literature review approach. The research method uses a literature review of 30 national and international scientific articles published between 2019 and 2024, which were analyzed through thematic synthesis. The results of the study indicate that integrated school organization can strengthen collaborative culture, improve coordination among school members, and positively impact managerial effectiveness and the quality of the educational process. The main contribution of this article is the strengthening of the conceptual framework that integrates organizational structure, collaborative culture, and educational effectiveness as a unified school social system, which is relevant to the development of educational management theory and practice.