cover
Contact Name
lalu masyhudi
Contact Email
laloemipa@gmail.com
Phone
+6287864008292
Journal Mail Official
laloemipa@gmail.com
Editorial Address
Jl. Panji Tilar Negara No.99, Kekalik Jaya, Kec. Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Media Bina Ilmiah
Published by LPSDI Bina Patria
ISSN : 19783787     EISSN : 26153505     DOI : 10.33758
Media Bina Ilmiah, ISSN 1978-3787 (print) | 2615-3505 (online), diterbitkan 12 (Dua Belas) nomor dalam setahun (Januari-Desember) oleh BINA PATRIA. Jurnal ini merupakan sarana komunikasi dan penyebarluasan informasi hasil-hasil penelitian dan pengembangan, kajian serta pemikiran dalam bidang multidsiplin ilmu secara berkala.Redaksi menerima tulisan atau artikel ilmiah bidang Sosial. Redaksi berhak mengedit tulisan tanpa merubah maknanya. Media Bina Ilmiah adalah jurnal nasional terakreditasi SINTA 4.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,064 Documents
ANALISIS PERBAIKAN TANAH PADA PERLUASAN APRON BANDARA A.P.T PRANOTO SAMARINDA DENGAN METODE KOLOM GROUT MODULAR Mahrus Efendi; Tukimun, Tukimun; Wahyu Mahendra
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 11: Juni 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the development needs of A.P.T Pranoto Samarinda Airport in accommodating the growth of air traffic, with a focus on apron expansion to increase aircraft parking capacity. This study also examines the use of pile foundations to improve the bearing capacity of the subgrade at the planned apron expansion site, considering the airport's location in a swampy and water catchment area. This research uses secondary and primary data analysis, including aircraft movement data, soil characteristics, and applicable regulations in the field of aviation. By using a modular grout column type foundation at the planned location for widening the apron at A.P.T Pranoto Samarinda Airport, a rigidclusion foundation diameter of 0.32 meters and 0.42 meters can be used with a planned depth of 12 to 18 meters. The results of this study are expected to provide appropriate recommendations for the development of A.P.T Pranoto Samarinda Airport, to improve service capabilities and operational safety.
KAJIAN KERUSAKAN DAN PENANGANAN PANTAI BIRU KERSIK KECAMATAN MARANGKAYU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA , Agus Sofian Martin; Eswan, Eswan; Hence Michael Wuaten
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 11: Juni 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada kawasan Pantai Biru Kersik Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara, mengalami abrasi yang mengancam tempat pariwisata, permukiman, sarana dan prasarana jalan, dan fasilitas umum lainnya. Dimana pada lokasi ini merupakan daerah konsentrasi energi gelombang yang menghantam pantai, sehingga mengakibatkan erosi pantai yang cukup besar. Pada lokasi ini akan dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan penanganan yang tepat secara ekektif dan efisien. Dari hasil penelitian ini dapat diperoleh beberapa manfaat seperti dijadikan acuan untuk menunjang pengembangan wilayah, pemanfaatan sumber daya alam dan penanggulangan abrasi dan sedimentasi pantai tersebut. Pengolahan Data Angin dan Peramalan Gelombang merupakan tahapan penting dalam perencanaan perlindungan pantai karena gelombang laut terbentuk dari proses transfer energi angin ke permukaan air laut. Oleh karena itu, data angin digunakan untuk memperkirakan arah dan tinggi gelombang di lokasi kajian. Analisis data angin dilakukan berdasarkan data historis selama 20 tahun dengan penyusunan wind rose guna mengetahui arah dan kecepatan angin dominan. Selanjutnya dilakukan perhitungan fetch efektif, yaitu panjang lintasan angin di atas permukaan air yang berkontribusi terhadap pembentukan gelombang. Perhitungan fetch melibatkan penentuan daerah pengaruh dengan sudut ±22,5° dari arah utama, dilanjutkan dengan penarikan elemen fetch setiap 5°, dan pemetaan garis fetch hingga bertemu daratan. Berdasarkan kondisi Pantai Biru Kersik dan parameter perencanaan yang ada maka alternatif jenis bangunan yang direncanakan ialah revetment batu armor dan revetment buis beton. Revetment direncanakan untuk menahan gempuran gelombang yang mengenai garis Pantai Biru Kersik, Revetment yang dibangun mengijinkan overtoping, diantisipasi dengan pembuatan saluran drainase di belakang revetment. Penanganan kerusakan pantai, hendaknya dilakukan berdasarkan beach cell (sistem ruas pantai) agar penanganan pantai satu dan yang lainnya tidak saling merubah keseimbangan sistem masing-masing pantai. Dalam menangani masalah di lokasi studi (Pantai Biru Kersik), pihak yang berwenang harus melakukan tindakan cepat untuk menanggulangi kerusakan pantai yang terjadi agar kerusakan tidak makin parah dan meluas. Untuk total biaya yang diperlukan untuk menangani permasalahan abrasi yang terjadi adalah sebesar 24,882,607,000 (Dua Puluh Empat Milyar Delapan Ratus Delapan Puluh Dua Juta Enam Ratus Tujuh Ribu Rupiah) yang mana biaya ini telah termasuk PPN sebesar 11%
ANALISA KEANDALAN STRUKTUR DINDING PENAHAN TANAH PADA PROYEK JALAN POROS TABANG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Eko, Eko; Alpian Nur; Eswan, Eswan
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 11: Juni 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis stabilitas lereng yang ada di ruas Jalan Poros Tabang dan menganalisis keandalan struktur dinding penahan tanah apabila diaplikasikan pada penanganan longsoran yang ada di ruas Jalan Poros Tabang. Penelitian ini dilaksanakan pada ruas jalan Poros Kembang Janggut–Tabang di Kabupaten Kutai Kartanegara, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 3. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui survei langsung di lapangan, meliputi hasil pengukuran topografi pada titik longsor 1 serta data uji tanah dari masing-masing titik longsor. Dari 15 titik yang diidentifikasi memiliki potensi longsor berdasarkan hasil investigasi, penelitian ini difokuskan pada satu titik, yaitu titik 1, yang dipilih sebagai sampel untuk analisis. Untuk memberikan gambaran umum mengenai tahapan pelaksanaan penelitian, disusun kerangka pikir dalam bentuk diagram alir yang menjelaskan alur dan skema penelitian secara sistematis. Dari hasil analisa terhadap mekanisme longsoran toe circle dengan metode irisan pada penampang kondisi eksisting, didapat nilai faktor keamanan sebesar 3,798 atau lebih besar dari 1,5 yaitu nilai faktor keamanan sesuai dengan ketentuan dalam SNI 8460:2017.  Sedangkan dari hasil analisa terhadap mekanisme longsoran toe circle dengan metode Bishop pada penampang kondisi eksisting, didapat nilai faktor keamanan sebesar 4,885 atau lebih besar dari 1,5 yaitu nilai faktor keamanan sesuai dengan ketentuan dalam SNI 8460:2017. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa kondisi lereng eksisting yang berada pada ruas jalan poros Tabang berada dalam kategori stabil, sehingga memenuhi persyaratan keandalan stabilitas lereng.
ANALISA FORENSIK GEDUNG BAPPEDA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Hermansyah, Hermansyah; Tukimun, Tukimun; Wahyu Mahendra
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 11: Juni 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi tersebut, maka perlu dilakukan kajian terkait keandalan gedung tersebut dengan cara dilakukan audit forensik, sehingga dapat memberikan informasi bahwa gedung tersebut masih memenuhi aspek keamanan, kenyamanan, kemudahan dan kesehatan. Untuk menggali data yang lebih komprehensif diperlukan kajian terkait audit forensik pada gedung tersebut yang nantinya akan dijadikan dasar dalam penilaian keandalan bangunan khususnya struktural dari gedung tersebut.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan perilaku kerusakan struktur gedung Bappeda Kabupaten Kutai Kartanegara berdasarkan data hasil analisa forensik dan mendapatkan rekomendasi metode perbaikan yang sesuai pada kerusakan struktur gedung Bappeda Kabupaten Kutai Kartanegara berdasarkan data hasil analisa forensik. Penelitian ini dilakukan melalui prosedur audit forensik struktur dengan beberapa tahapan. Pertama, dilakukan pengamatan visual terhadap elemen struktural, terutama yang menahan beban, untuk mengidentifikasi kerusakan seperti retak, keropos, lubang, atau pengelupasan. Hasil pengamatan digunakan untuk menggambarkan pola retak (crack pattern) pada elemen balok. Selanjutnya, gambar perencanaan digunakan sebagai pembanding karena dokumen as-built drawing tidak tersedia. Data geometri struktur diperoleh dari pengukuran langsung di lapangan menggunakan alat ukur total station untuk mengamati lendutan, dimensi elemen, dan deformasi struktural. hasil analisa dalam pembahasan dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :Kondisi existing Gedung Bappeda Kabupaten Kutai Kartanegara tersebut secara visual sudah terdapat retakan pada dinding dan terjadi penurunan fondasi, hal ini mengakibatkan terjadi keretakan pada struktur dan lantai keramik. Oleh karena itu, perlu diadakan perbaikan, terutama pada area yang terjadi penurunan dan keretakan. Dari kajian aspek struktur dengan metode audit forensik, kondisi Gedung Bappeda Kabupaten Kutai Kartanegara secara keseluruhan mempunyai kondisi struktur yang tidak andal. Hal tersebut terlihat dari hasil pengujian dengan menggunakan UPVT, hammer test, rebar scaner serta pengamatan visual lapangan. Secara umum, kondisi ini dikarenakan terjadi penurunan pada pondasi sehingga struktur bangunan mengalami keretakan pada beberapa titik, sehingga perlu perbaikan dan perkuatan struktur tersebut.
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PERLINDUNGAN HUKUM UPAH MINIMUM DI INDONESIA Mohammad Setyo Puji Raharjo; Syahrul Borman; Dudik Djaja Sidarta; Irawan Soerodjo
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 11: Juni 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain. Persoalan terkait upah cukup sering menjadi salah satu pemicu putusnya hubungan kerja antara perusahaan dan pekerja/buruh. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) perfebruari 2024 terdapat 47,13% buruh atau karyawan atau pegawai memperoleh upah bulanan dibawah Upah Minimum Provinsi (UMP). Kebijakan Penetapan UMK merupakan salah satu upaya perlindungan hukum bagi warga negaranya khususnya dalam hal ini pekerja/buruh terkait adanya kemungkinan terjadi kesenjangan penerapan UMK. Kesenjangan antara das sollen (keharusan) dan das sain (kenyataan) dalam implementasi pembayaran upah pekerja/buruh dapat merugikan pekerja/buruh juga berpengaruh pada produktivitas kerja mereka. Berbagai kebijakan dikeluarkan pemerintah sebagai upaya dalam memberikan perlindungan hukum bagi warga negaranya khususnya dalam hal ini pekerja/buruh. Dalam pelaksanaan perlindungan hukum atas upah, dilakukan melalui Upaya litigasi dan non litigasi. Kemudian, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 2023 memberbolehkan pengusaha membayar dibawah Upah Minimum yang menyebabkan teori kepastian hukum dan teori keadilan tidak terpenuhi. Regulasi yang membolehkan upah lebih rendah berpotensi menimbulkan kesenjangan kesejahteraan pekerja di sektor berbeda, mengurangi perlindungan hukum bagi buruh UMK, serta membuka peluang eksploitasi tenaga kerja, yang bertentangan dengan prinsip dasar hukum ketenagakerjaan yang seharusnya menjamin keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh pekerja.
EVALUASI STRUCTURAL HEALTH MONITORING SYSTEM JEMBATAN KUTAI KARTANEGARA Restu Irawan; Tukimun, Tukimun; Hence Michael Wuaten
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 11: Juni 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahun 2024 terdapat 319 jembatan di seluruh ruas jalan kabupaten, dengan beberapa di antaranya berstatus jembatan khusus. Untuk mencegah kejadian serupa, diperlukan pemeliharaan dan monitoring rutin, agar kualitas dan kesehatan struktur jembatan dapat dinilai secara berkala. Salah satu metode yang efektif untuk mendeteksi kerusakan pada jembatan adalah Structural Health Monitoring System (SHMS), yang menggunakan sensor untuk memantau kinerja dan tingkat layanan struktur jembatan, melalui pengukuran frekuensi, lendutan, dan tekanan beban. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku struktur Jembatan Kutai Kartanegara secara real time berdasarkan hasil evaluasi Structural Health Monitoring System dan mengetahui kondisi batas keamanan pada struktur Jembatan Kutai Kartanegara berdasarkan hasil evaluasi Structural Health Monitoring System. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yang diperoleh secara langsung dari lapangan melalui hasil pengukuran Structural Health Monitoring System (SHMS) yang telah terpasang pada titik-titik kritis struktur jembatan. Dari hasil analisa dan pembahasan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan beberapa sebagai berikut : Perilaku struktur Jembatan Kutai Kartanegara berdasarkan hasil evaluasi Structural Health Monitoring System pada periode Januari hingga April 2024 menunjukkan bahwa regangan yang terjadi berada di angka -27 sampai -45 µ strain, pergerakan bearing sebesar -20 sampai -42 mm dan kecepatan angin sebesar 6,7 – 35 m/s dan.            Berdasarkan hasil evaluasi terhadap kondisi batas keamanan pada struktur Jembatan Kutai Kartanegara berdasarkan hasil evaluasi Structural Health Monitoring System, maka dapat disimpulkan bahwa nilai deformasi vertikal, pergerakan bearing jembatan dan kecepatan angin yang terjadi pada jembatan masih berada di bawah nilai maksimum yang dijinkan
EVALUASI TENDER PADA PROYEK KONSTRUKSI DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Restu Irawan; Tukimun, Tukimun; Hence Michael Wuaten
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 11: Juni 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kabupaten Kutai Kartanegara, pelaksanaan proyek konstruksi pemerintah dilaksanakan melalui mekanisme e-tendering oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP). Namun, masih terdapat kecenderungan untuk memilih penyedia berdasarkan harga terendah, yang berpotensi menimbulkan risiko terhadap mutu pekerjaan, efisiensi biaya, serta ketepatan waktu penyelesaian. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan tender proyek konstruksi guna memastikan prinsip value for money benar-benar tercapai. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis metode tender yang digunakan dalam proyek konstruksi di Kabupaten Kutai Kartanegara dan mengevaluasi pengaruh nilai penawaran terhadap hasil akhir proses lelang proyek konstruksi. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode Kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Unit Layanan Pengadaan Daerah Kabupaten Kutai Kertanegara pada bulan Oktober-Desember 2024. Hasil penelitian ini adalah Metode tender yang paling dominan digunakan adalah pascakualifikasi, dengan persentase sebesar 99,2%. Metode ini dipilih karena lebih sederhana dan sesuai untuk proyek dengan tingkat kompleksitas rendah, Jenis kontrak yang paling banyak digunakan adalah kontrak harga satuan, yaitu sebesar 96,7% dari total paket pekerjaan. Kontrak ini memberikan fleksibilitas terhadap perubahan volume pekerjaan dan dinilai lebih akomodatif bagi pelaksanaan proyek konstruksi, Mayoritas peserta tender mengajukan penawaran dalam kisaran 80%–100% dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Hal ini menunjukkan adanya kompetisi yang sehat dan realistis dalam proses penawaran, Hanya sebagian kecil proyek yang dimenangkan oleh penawar terendah, yakni sebesar 25%. Artinya, sistem evaluasi yang digunakan tetap mempertimbangkan aspek teknis dan administratif meskipun menggunakan sistem gugur, Sebagian besar peserta gugur pada tahap evaluasi administrasi dan kualifikasi, yang mengindikasikan masih rendahnya pemahaman penyedia jasa terhadap substansi dan format dokumen tender, serta pentingnya konsistensi data antara dokumen fisik dan sistem informasi pengadaan
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PRAKTIK IBU BALITA GIZI KURANG SEBELUM DAN SESUDAH PELATIHAN PMBA DI DESA BUNUT BAOK Laraeni, Yuli; Irianto; Darawati, Made; Fajri, Himmatul
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 12: Juli 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PMBA adalah program pemerintah yang bertujuan menurunkan angka stunting. Berdasarkan data SSGI tahun 2022, NTB menempati urutan ke-4 prevalensi stunting tertinggi sebesar 35,5%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat pengetahuan dan praktik ibu balita gizi kurang usia 6-23 bulan sebelum dan sesudah diberikan kelas PMBA menggunakan media video berbahasa Sasak. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 orang. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan (p=0.000) dan praktik (p=0.000) ibu balita setelah intervensi. Media video berbahasa lokal terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan praktik pemberian makan pada balita. Penelitian ini menunjukkan bahwa kelas PMBA dengan pendekatan budaya lokal memberikan dampak positif.Kata Kunci: Bahasa Sasak, Pengetahuan, Pelatihan, Video
ANALISIS KOMUNIKASI ANTAR DEPARTEMEN FRONT OFFICE DAN HOUSEKEEPING DI SAPPHIRE BOUTIQUE HOTEL KUDUS Ravita Sari; Enik Rahayu
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 10: Mei 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interdepartmental work communication is a crucial factor in supporting smooth hotel operations and improving the quality of service to guests. This study aims to analyze the effectiveness of communication between the Front Office and Housekeeping departments at the Sapphire Boutique Hotel Kudus. The approach used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of in-depth interviews and observations of 13 staff from both departments. The results of the study showed that 61.5% of respondents considered interdepartmental communication to be quite effective, especially in routine activities such as the check-in process and laundry services. However, several obstacles were found such as delays in delivering information, differences in perception, and lack of written communication media. These obstacles risk reducing the speed and accuracy of service to guests. Solutions that have been implemented include daily briefings, the use of WhatsApp Group, and recording through log books. However, the effectiveness of communication is not optimal because there is no standard communication SOP and interdepartmental communication training. This study emphasizes the importance of strengthening a structured communication system, using appropriate media, and improving staff communication skills to support efficient work coordination and maximum guest service
PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN FASILITAS KESEHATAN TERHADAP MUTU PELAYANAN PUSKESMAS DI KOTA BATURAJA Ineta Satmawati; Rini Efrianti; Fifian Permata Sari
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 12: Juli 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The quality of health services is a measure of health services, both individual and community (population) in order to increase the scope of expected health outcomes such as increasing health levels and decreasing morbidity or pain levels, as well as being dynamic and consistent with the development of health professional knowledge. Based on the results of the study and discussion, it can be concluded that: Work discipline and work facilities simultaneously have a significant effect on the quality of services at the Baturaja City Health Center, OKU Regency with a determination coefficient (r2) of 0.920. This means that 92.0% of the high and low quality of health services at the Baturaja City Health Center, OKU Regency is influenced by work discipline and work facilities, the remaining 18.0% is determined by other factors not observed in this study

Page 96 of 107 | Total Record : 1064