cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 29620430     EISSN : 29642493     DOI : https://doi.org/10.57235
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia is published twice a year: January and July. E-ISSN: 2964-2493 (Elektronik) P-ISSN: 2962-0430 (Cetak) Editor In Chief: T. Heru Nurgiansah, S.Pd., M.Pd DOI: 10.57235 Publisher: CV. Rayyan Dwi Bharata Receive articles from research and community service in the fields of: 1. Education 2. Economy 3. Social 4. Politics 5. Law 6. Religion 7. Technology 8. Health 9. Culture etc.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,160 Documents
Peningkatan Employability Penyandang Disabilitas Melalui Pelatihan Service Excellence dan Personal Branding Berbasis Strength-Based Model Hamdi, Muhammad; Rini, Poppy Laksita; Hariyanti, Nunik
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7697

Abstract

Tujuan dari Program Pengabdian Masyarakat ini Adalah merespons rendahnya partisipasi penyandang disabilitas dalam dunia kerja di Yogyakarta. Meskipun dikenal sebagai daerah inklusif, data menunjukkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja penyandang disabilitas hanya mencapai 35 persen dari hampir 3.000 penyandang disabilitas usia produktif. Program bermitra dengan Himpunan Disabilitas Muhammadiyah Yogyakarta yang baru terbentuk akhir 2023 dengan 10 anggota dan 20 disabilitas binaan. Dua permasalahan prioritas diidentifikasi: kurangnya kompetensi kerja di sektor hospitality dan rendahnya kemampuan personal branding yang terhambat stigma sosial. Tujuan program adalah meningkatkan kompetensi penyandang disabilitas sesuai kebutuhan industri jasa, membangun personal branding profesional, dan memfasilitasi link and match dengan industri hospitality. Metode pelaksanaan mengadopsi Social Cognitive Career Theory dan Strength Based Model yang dirancang dalam 10 tahapan selama 8 bulan, dimulai dari sosialisasi, asesmen kesiapan menggunakan StrengthsFinder, pelatihan personal branding dan service excellence inklusif. Inovasi teknologi berupa platform website portofolio dikembangkan untuk mendokumentasikan kompetensi peserta, didukung video pembelajaran ramah disabilitas dan peralatan profesional. Hasil pelatihan menunjukkan 90 persen peserta meningkat pemahaman standar layanan, 85 persen berhasil menyusun profil profesional, dan beberapa peserta diterima magang dengan peluang rekrutmen permanen. Program menghasilkan luaran artikel ilmiah, publikasi media massa, poster, video kegiatan, website portofolio, dan rekognisi mahasiswa dalam mata kuliah. Program ini membuktikan bahwa pendekatan terintegrasi dapat mengatasi hambatan kompetensi dan personal branding penyandang disabilitas, membuka ekosistem kerja inklusif di Yogyakarta
Perubahan Tradisi Mangupa-Upa: Budaya Batak Toba di Desa Sialang Baru, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Provinsi Riau Nadeak, Rachel Tree Anggun; Endrizal, Endrizal
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7983

Abstract

Penelitian ini membahas tentang "Perubahan Tradisi Mangupa-upa: Budaya Batak Toba Di Desa Sialang Baru, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Provinsi Riau". Mangupa-upa adalah sebuah tradisi masyarakat Batak Toba yang berarti untuk memberkati. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana bentuk perubahan dalam pelaksanaan tradisi Mangupa-upa yang dahulu dengan yang sekarang dan faktor apa yang melatarbelakangi terjadinya perubahan pada tradisi Mangupa-upa pada masyarakat Batak Toba di Desa Sialang Baru. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori perubahan dari J.L Gillin dan J.P Gillin. Metode yang digunakan  dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun temuan dalam penelitian ini adalah tradisi Mangupa-upa dalam masyarakat Batak Toba di Desa Sialang Baru, mengalami perubahan pelaksanaan. Temuan pertama pada penelitian ini adalah Mangupa-upa tidak lagi dipraktikkan sebagai bentuk pemulihan tondi, melainkan sebagai bentuk ucapan syukur, pemberian pasu-pasu (berkat), dan poda (nasihat). Selain itu terdapat juga pergeseran peran hula-hula kepada orang tua atau keluarga terdekat, penyederhanaan penggunaan benda-benda adat seperti ulos, dekke simudur-udur (ikan mas arsik), boras sipir ni tondi, saek sitio-tio, dan tikar pandan,  serta fleksibilitas waktu pelaksanaan yang tidak lagi berpatokan pada panakok mata ni ari (saat mata hari akan naik). Temuan kedua yaitu faktor penyebab terjadinya perubahan pada tradisi Mangupa-upa, pada masyarakat Batak Toba yang berada di Desa Sialang Baru, faktor penyebab terjadinya perubahan tersebut karena migrasi, perubahan benda material, dan difusi akibat lingkungan masyarakat yang majemuk di Desa Sialang Baru.
Analisis Peran Strategis Imigrasi dalam Pencegahan Pekerja Migran Indonesia Non-Prosedural di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta Cahyani, Rochayati Indah Nur; Hamdi, Muhammad Arief; Bakhtiar, Masdar
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.6933

Abstract

Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) terus mengalami peningkatan setiap tahun, khususnya di sektor informal, seiring dengan tingginya minat masyarakat untuk bekerja di luar negeri. Namun, fenomena ini diikuti oleh maraknya kasus PMI non-prosedural akibat praktik agen ilegal, pemalsuan dokumen, serta rendahnya literasi masyarakat mengenai hak dan kewajiban sebagai PMI. Permasalahan ini menimbulkan risiko penipuan, kekerasan, perdagangan manusia, dan eksploitasi terhadap PMI, sehingga menuntut upaya perlindungan yang komprehensif dari pemerintah. Tujuan makalah ini adalah untuk menganalisis peran strategis Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta dalam mencegah keberangkatan PMI non-prosedural serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program, seperti desa binaan imigrasi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi untuk memperoleh data mendalam terkait implementasi kebijakan dan tantangan yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kantor imigrasi berperan signifikan dalam pencegahan melalui seleksi paspor, edukasi, dan pembinaan masyarakat. Namun, pelaksanaan program pencegahan masih terkendala dasar hukum yang belum kuat dan keterbatasan anggaran, sehingga pengawasan dan monitoring belum berjalan optimal. diperlukan penguatan regulasi dan sinergi antarlembaga serta peningkatan literasi hukum masyarakat untuk memaksimalkan perlindungan hak asasi PMI dan menekan risiko kejahatan migrasi.
Pertanggungjawaban Tindak Pidana Penggelapan Dalam Jabatan Secara Berlanjut di Bidang Jasa dan Angkutan pada PT. Korpri Jaya (Studi Putusan Nomor 463/Pid B/2022/PN Tjk) Sanjaya, Islan; B, Erlina
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7942

Abstract

Tindak pidana penggelapan dalam jabatan merupakan perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian bagi pihak perusahaan dan merusak kepercayaan dalam hubungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan tindak pidana penggelapan dalam jabatan serta pertanggungjawaban pidana pelaku berdasarkan Putusan Nomor 463/Pid.B/2022/PN Tjk. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dan yuridis empiris, dengan pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan aparat penegak hukum, yaitu Kepolisian Resor Kota Bandar Lampung, Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, serta Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang. Data dianalisis secara kualitatif untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama tindak pidana penggelapan oleh terdakwa adalah adanya kesempatan dari kepercayaan perusahaan, dorongan ekonomi, serta lemahnya integritas dan kesadaran hukum pelaku. Perbuatan terdakwa dipahami melalui Teori Diferensial Asosiasi Sutherland, di mana pelaku memanfaatkan posisi dan informasi yang dimiliki untuk keuntungan pribadi secara melawan hukum. Pertanggungjawaban pidana pelaku telah memenuhi unsur kesengajaan sesuai teori kehendak (wilstheorie) Moeljatno, terbukti dengan niat dan tujuan menguasai barang milik perusahaan secara melawan hukum sehingga menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Majelis Hakim memutuskan pidana berdasarkan tingkat kesalahan dan akibat yang ditimbulkan. Saran penelitian ini adalah agar aparat penegak hukum meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap tindak pidana penggelapan dalam jabatan, serta perusahaan memperkuat sistem pengawasan internal, manajemen inventaris, dan penanaman nilai integritas serta kesadaran hukum bagi karyawan. Dengan upaya bersama, tindak pidana penggelapan dalam jabatan dapat diminimalkan secara efektif.
Peran Musyrifah dalam Meningkatkan Kedisiplinan Santri di Asrama Tahfidz Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan Riska, Riska; Syamsuddin, Syamsuddin; Muchlisah, Muchlisah
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7815

Abstract

Kedisiplinan santri merupakan salah satu aspek fundamental dalam keberhasilan pendidikan pesantren, khususnya pada lembaga pendidikan berasrama berbasis tahfidz al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran musyrifah dalam meningkatkan kedisiplinan santri di Asrama Tahfidz Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan peran tersebut, serta menganalisis dampaknya terhadap perilaku disiplin santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas musyrifah, pengelola pesantren, dan santri. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musyrifah memiliki peran sentral dalam membentuk kedisiplinan santri melalui empat fungsi utama, yaitu sebagai orang tua kedua, pembimbing, fasilitator sekaligus motivator, serta pendidik/demonstrator. Faktor pendukung peran musyrifah meliputi lingkungan asrama yang religius, dukungan lembaga, pembiasaan kegiatan positif, dan komunikasi yang baik dengan orang tua santri. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan karakter santri, rendahnya motivasi internal, lemahnya adaptasi santri terhadap kehidupan pesantren, serta keterbatasan pengawasan pada waktu tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran musyrifah berkontribusi signifikan dalam membentuk perilaku disiplin santri, baik dalam aspek ibadah, hafalan, kebersihan, pembelajaran, maupun pengelolaan waktu.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang Pentingnya Status Gizi Dalam Penyembuhan Luka di Surakarta Susilowati, Tri; Prajayanti, Eska Dwi; Purwanto, Purwanto
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7371

Abstract

Injury is one of the leading causes of death worldwide. According to the World Health Organization (WHO), of the 4.4 million injury-related deaths each year, 3.16 million are caused by unintentional injuries and 1.25 million by violence-related injuries. In Indonesia, the National Police recorded 42,080 accident cases, with 6,004 victims under 17 years old (14.3%). Based on the 2018 Basic Health Research (Riskesdas), the proportion of injuries that disrupt daily activities among those aged 5–14 years is 12.1%, and among those aged 15–24 years is 12.2%, with an overall injury prevalence among school-aged children of 13%. A preliminary study involving 15 adolescents at Muhammadiyah/’Aisyiyah schools showed that most participants (9 adolescents) did not know the importance of nutritional status in wound healing. Furthermore, interviews with the Head of PD Nasyi’atul ‘Aisyiyah (PDNA) Surakarta revealed that no educational sessions had ever been conducted regarding the importance of nutritional status and how to measure it. Therefore, health education is needed to improve adolescents’ knowledge about the role of nutritional status in wound healing. Health education is expected to increase adolescents’ awareness of maintaining proper nutrition to promote faster wound recovery and prevent complications.
Pengaruh Motivasi Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Kerja Pegawai pada UPTD Puskesmas Rawat Inap Rawa Jitu Saputra, Febri Anggi; Alam, Iskandar Ali
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7970

Abstract

Kinerja pegawai berperan penting dalam penentuan tingkat keberhasilan dan mutu layanan pada instansi, khususnya dalam pelayanan kesehatan seperti puskesmas. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja kerja pegawai pada UPTD Puskesmas Rawat Inap Rawa Jitu. Populasi yang diidentifikasi adalah seluruh pegawai UPTD Puskesmas Rawat Inap Rawa Jitu pada penelitian ini melibatkan sebanyak 38 orang sebagai sampel. Analisis regresi linier berganda, teknik yang dipakai untuk melakukan analisis data. Uji statistik yang diterapkan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, serta ujji koefisien determinasi (R²). Temuan ini menjelaskan jika 1) Motivasi kerja terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam mendorong peningkatan kinerja kerja pegawai. 2) Selain itu, disiplin kerja juga memberikan kontribusi terhadap kinerja kerja pegawai. 3) Ketika kedua aspek ini, motivasi dan kedisiplinan dikombinasikan, dampaknya terhadap kinerja menjadi semakin kuat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa upaya peningkatan motivasi serta penegakan disiplin kerja merupakan strategi yang penting dan relevan dalam rangka meningkatkan performa pegawai, khususnya di lingkungan UPTD Puskesmas Rawat Inap Rawa Jitu.
Peningkatan Pengetahuan Personal hygiene Remaja melalui Program Pelatihan di Pahang Malaysia Erviana, Vera Yuli; Palupi, Joya Retno; Andini, Risnaida Ratri
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.6572

Abstract

AbstractKegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Kebangsaan Tengku Afzan Pahang Malaysia, sebagai upaya strategis untuk bekerjasama lintas negara dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja  terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Permasalahan yang ditemukan adalah rendahnya kemampuan remaja dalam menjalankan praktik kebersihan pribadi secara konsisten. Strategi intervensi yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, kegiatan praktik langsung, serta penguatan pemahaman melalui diskusi terarah. Evaluasi berbasis pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan signifikan sebesar 10,1 poin dengan hasil uji statistik p = 0,000. Program ini turut berkontribusi terhadap pencapaian tujuan SDG’s poin ke-3 dan ke-4, serta model kegiatan ini dapat dijadikan rujukan dalam pelaksanaan pengabdian yang bersifat lintas negara dan berbasis edukasi remaja.
Analisis Pengendalian Manajemen Atas Pengelolaan Persediaan Alat Tulis Kantor pada Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Monika, Thania; Maulina, Alya; Monika, Monika; Rizka, Ismira; Evi, Tiolina
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7934

Abstract

Persediaan alat tulis kantor (ATK) merupakan unsur penunjang utama dalam pelaksanaan kegiatan operasional instansi pemerintah dan berkaitan erat dengan akuntabilitas pengelolaan barang milik negara. Dalam pelaksanaannya, pengelolaan persediaan ATK di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) masih menunjukkan sejumlah kendala, khususnya terkait perbedaan antara data pencatatan dan kondisi fisik persediaan serta belum optimalnya pengawasan penggunaan ATK. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem pengendalian manajemen atas pengelolaan persediaan ATK di Kantor Pusat DJP. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan kerangka Sistem Pengendalian Manajemen dan pengendalian internal COSO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pengendalian telah berjalan, namun masih memerlukan penguatan pada aspek pengawasan dan sistem informasi guna meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pengelolaan persediaan.
Peran Guru Sejarah Dalam Pengembangan Keterampilan Abad XXI di SMA Negeri 1 Kota Bekasi Rohmah, Nurul; Prasadana, M Anggie Farizqi; Wibowo, Tubagus Umar Syarif Hadi
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru sejarah dalam pengembangan keterampilan abad XXI, khususnya karakteristik 4C yaitu kemampuan mengumpulkan informasi, mengorganisasi informasi, menarik kesimpulan, berkomunikasi, merefleksi, dan merencanakan pembelajaran secara kolaboratif . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pembelajaran sejarah di kelas X dan XI, wawancara mendalam dengan guru sejarah dan peserta didik dan dokumen pendukung lainnya. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sejarah berperan sebagai fasilitator, motivator, komunikator, mediator, dan evaluator dalam mengembangkan keterampilan abad XXI melalui penerapan model pembelajaran discovery learning dan pemanfaatan teknologi pembelajaran. Pembelajaran sejarah yang diterapkan mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dalam menganalisis peristiwa sejarah, berkomunikasi melalui diskusi dan presentasi, berkolaborasi dalam kerja kelompok, serta mengekspresikan kreativitas melalui proyek dan tugas berbasis digital. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, antara lain keterbatasan penguasaan teknologi oleh sebagian guru, perbedaan kesiapan peserta didik, serta keterbatasan waktu pembelajaran. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru sejarah sangat menentukan keberhasilan pengembangan keterampilan abad XXI, sehingga diperlukan penguatan kompetensi guru dan dukungan sarana pembelajaran yang berkelanjutan.