cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 29620430     EISSN : 29642493     DOI : https://doi.org/10.57235
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia is published twice a year: January and July. E-ISSN: 2964-2493 (Elektronik) P-ISSN: 2962-0430 (Cetak) Editor In Chief: T. Heru Nurgiansah, S.Pd., M.Pd DOI: 10.57235 Publisher: CV. Rayyan Dwi Bharata Receive articles from research and community service in the fields of: 1. Education 2. Economy 3. Social 4. Politics 5. Law 6. Religion 7. Technology 8. Health 9. Culture etc.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,160 Documents
Penerapan Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perjudian Online Berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (Studi Putusan Nomor 637/Pid.Sus/2025/PN Tanjung Karang) Firmansyah, M Reza; Zaini, Zulfi Diane; Limantara, Benny Karya
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7947

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada era digital telah membawa perubahan besar dalam tatanan kehidupan masyarakat Indonesia. kemajuan teknologi informasi tidak hanya memberikan dampak positif, tetapi juga menimbulkan tantangan hukum yang kompleks. Kemudahan akses internet telah membuka peluang bagi munculnya berbagai bentuk kejahatan siber (cybercrime), salah satunya adalah perjudian online (online gambling). Aktivitas perjudian online menjadi salah satu kejahatan siber yang paling marak di Indonesia karena mudah diakses, sulit dilacak, serta menawarkan keuntungan finansial secara instan. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah, Apa yang menjadi Faktor penyebab pelaku tindak pidana melakukan tindak pidana perjudian online berdasarkan Putusan Nomor 637/Pid.Sus/2025/PN Tanjung Karang. dan Bagaimana Dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pidana terhadap pelaku tindak pidana perjudian online berdasarkan Putusan Nomor 637/Pid.Sus/2025/PN Tanjung Karang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah, pendekatan yuridis normatif dan pendekatan empriris, Data sekunder adalah yang diperoleh melalui studi kepustakaan (library research) seperti buku-buku,literatur, dan karya ilmiah yang berkaitan dengan perrmasalahan penelitian. Data sekunder terdiri dari 3 (tiga) bahan hukum, yaitu, bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Data primer adalah data yang diperoleh dari hasil penelitian dilapangan secara langsung pada objek penelitian (field research) yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara secara langsung mengenai objek dalam penulisan skripsi ini. Berdasarkan hasil penelitian yang didaptkan dapat disimpulkan bahwa faktor ekonomi menjadi motif dominan, di mana keuntungan finansial yang relatif mudah diperoleh mendorong terdakwa melakukan perbuatan tersebut secara berulang dan berkelanjutan. Selain itu, lingkungan sosial yang permisif terhadap praktik perjudian turut mempengaruhi persepsi dan sikap pelaku terhadap hukum, sehingga fungsi pencegahan sosial menjadi kurang efektif. Dan dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pidana terhadap pelaku tindak pidana perjudian online bedasarkan Putusan Nomor 637/Pid.Sus/2025/PN Tanjung Karang telah dilaksanakan secara sistematis melalui sistem peradilan pidana. Majelis Hakim dalam pertimbangan hukumnya berhasil membuktikan bahwa Terdakwa secara sadar mendistribusikan informasi elektronik yang memiliki muatan perjudian dan karena tidak ditemukan adanya alasan penghapus pidana (pemaaf maupun pembenar), maka Terdakwa sah untuk dijatuhi sanksi pidana. Adapun saran yang dapat disampaikan dalam penulisan ini ialah kepada Kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung hendaknya mampu untuk memperluas instrumen jaring pengaman sosial melalui penyediaan lapangan kerja sektor riil dan pemberdayaan UMKM bagi masyarakat kelas ekonomi bawah. Hendaknya Aparat Penegak Hukum yakni adalah: Penyidik, Jaksa dan Hakim untuk konsisten menggunakan pendekatan mens rea (sikap batin) secara mendalam dalam perkara Pasal 27 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (3) yang mengatur tentang larangan serta sanksi pidana terhadap distribusi atau akses elektronik.
Komparasi Muamalah Syariah dan Muamalah Konvensional Panggabean, Rully; Bawa, Dahlan Lama
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7819

Abstract

Muamalah Syariah dan Konvensional memiliki perbedaan mendasar dalam landasan, tujuan, dan cara pelaksanaannya. Muamalah Syariah berorientasi pada keadilan, kejujuran, dan keberkahan sesuai prinsip Islam, sedangkan Muamalah Konvensional berorientasi pada kebebasan individu dan pencapaian keuntungan maksimal. Menerapkan prinsip Syariah dalam kegiatan ekonomi dapat menciptakan keseimbangan antara kepentingan duniawi dan ukhrawi, serta menjaga keadilan sosial di masyarakat. Keuangan syariah dan konvensional memiliki tujuan yang sama, yaitu mengelola dan menyalurkan dana untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Namun, keduanya memiliki prinsip dan mekanisme yang berbeda. Keuangan syariah berlandaskan nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan larangan riba, sedangkan keuangan konvensional lebih berorientasi pada keuntungan semata. Investasi syariah merupakan pilar penting dalam mendukung pembangunan nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Monitoring Powerbank Untuk Smartphone Berkapasitas 3000 mAh Berbasis Panel Surya Kartika Putra, Immanuel Mario; Saragi, Indra Yogi; Romdhoni, Ahmad Widad; Sapriyadi, Agung Slamet; Ikhsan, Kafil Tengku
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7437

Abstract

Penelitian ini membahas efektivitas penggunaan panel surya sebagai sumber energi alternatif untuk mengisi daya powerbank dan smartphone. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap smartphone dan permasalahan keterbatasan daya baterai, khususnya di lokasi yang tidak memiliki akses listrik konvensional. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan panel surya berkapasitas 5–12W yang dikombinasikan dengan modul step-down serta powerbank berkapasitas 10.000–20.000 mAh. Proses pengisian daya dipantau untuk menilai kecepatan dan efisiensi aliran energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi pengisian sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari, sudut pemasangan panel, serta kapasitas panel yang digunakan. Panel surya berkapasitas lebih tinggi terbukti mampu mempercepat pengisian, meskipun secara umum waktu pengisian masih lebih lama dibandingkan dengan sumber listrik konvensional. Tantangan utama meliputi ketergantungan pada kondisi cuaca, suhu, dan biaya investasi awal. Kesimpulannya, meskipun pengisian daya melalui panel surya membutuhkan waktu lebih lama, teknologi ini memberikan solusi energi ramah lingkungan yang berpotensi mengurangi ketergantungan pada energi fosil serta mendukung pemanfaatan energi terbarukan, terutama di daerah terpencil.
Strategi Penyiapan Materiel Satuan Kodam V/Brawijaya Dalam Pelaksanaan Tugas Operasi Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua New Guinea Prayitno, Eka Bagus; Prayitno, Arief; Gunawan, Asep
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif proses perencanaan, pengadaan, distribusi, serta pemeliharaan kelengkapan materiel militer di lingkungan Kodam V/Brawijaya dalam rangka meningkatkan kesiapan satuan menghadapi tugas operasi pengamanan perbatasan Republik Indonesia–Papua New Guinea (RI–PNG). Penelitian ini juga berupaya mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam sistem penyediaan materiel dan merumuskan strategi optimalisasi yang adaptif dan efektif terhadap dinamika operasi di wilayah perbatasan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap unsur pelaksana logistik Kodam V/Brawijaya seperti Bekangdam, Paldam, Komlekdam, dan Slogdam, serta satuan tempur pengguna yaitu Yonif 500/Raider, Yonif 512/Quratara Yudha, dan Yonif 521/Dadaha Yudha. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem logistik materiel berperan strategis dalam menjamin kesiapan operasional satuan melalui penetapan kebutuhan operasional, sinkronisasi perencanaan operasi dengan dukungan logistik, serta pengendalian kesiapan satuan melalui pemeriksaan kesiapan operasional (Riksiapops), namun efektivitasnya masih dihadapkan pada kesenjangan antara kebutuhan ideal dan kemampuan dukungan logistik riil, keterbatasan stok dan waktu distribusi materiel, serta belum terintegrasinya sistem pendataan dan monitoring kondisi materiel. Penelitian ini didukung oleh Teori Kompleks Keamanan Kawasan, Teori Strategi, Teori Kontinjensi, Teori Manajemen Logistik Militer, dan Teori Total Quality Management. Berdasarkan hasil penelitian, strategi yang dapat dilaksanakan meliputi penyusunan kebutuhan operasional berbasis skenario tugas sejak tahap awal perencanaan, penguatan sinkronisasi antara staf operasi dan staf logistik, optimalisasi Riksiapops sebagai alat pengendalian kesiapan satuan secara berjenjang, pengembangan sistem pendataan dan monitoring materiel yang terintegrasi, penguatan pemeliharaan preventif, serta pelaksanaan evaluasi pasca penugasan secara sistematis guna meningkatkan kesiapan operasional Satgas Pengamanan Perbatasan secara optimal dan berkelanjutan.
Penerapan Hukum Perilaku Cyberbullying pada Sosial Media di Kota Samarinda Salmadan, Erika Khairunnisa; Sunariyo, Sunariyo; Rahayuningsih, Uut
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.6877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan hukum terhadap perilaku cyberbullying pada media sosial di Kota Samarinda. Fenomena cyberbullying semakin marak seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital dan tingginya penggunaan media sosial di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan studi kepustakaan, menelaah peraturan perundang-undangan seperti Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan UU ITE, khususnya Pasal 27 ayat (3), telah menjadi dasar hukum utama dalam menindak pelaku cyberbullying di media sosial, namun masih menghadapi berbagai kendala. Kendala utama meliputi sulitnya identifikasi pelaku yang sering menggunakan akun anonim dan teknologi penyamaran, keterbatasan kapasitas aparat penegak hukum dalam bidang forensik digital, serta multitafsir pasal yang menyebabkan ketidakpastian hukum. Selain itu, rendahnya literasi digital dan kesadaran hukum masyarakat turut memperburuk penanganan kasus cyberbullying. Penelitian ini merekomendasikan perlunya harmonisasi dan revisi regulasi agar lebih spesifik dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum melalui pelatihan teknis, serta edukasi hukum dan literasi digital yang berkelanjutan kepada masyarakat. Dengan demikian, diharapkan penegakan hukum terhadap cyberbullying di media sosial di Kota Samarinda dapat berjalan lebih efektif, memberikan perlindungan maksimal bagi korban, dan menciptakan efek jera bagi pelaku.
Proporsionalitas Sanksi Pidana Dalam Perkara Pencurian Dengan Keadaan yang Memberatkan (Studi Putusan Nomor: 758/Pid.B/2025/PN Tjk) Hartono, Bambang; Seftiniara, Intan Nurina; Akbar, Daffa Alrizqi
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7938

Abstract

Pencurian dikualifikasi dengan ancaman hukuman yang lebih berat jika dibandingkan dengan pencurian biasa, sesuai dengan Pasal 363 KUHP maka bunyinya sebagai berikut: (1) Dipidana dengan pidana penjara selamalamanya tujuh tahun, seperti pencurian ternak. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana Proporsionalitas Sanksi Pidana Dalam Perkara Pencurian Dengan Keadaan yang Memberatkan berdasarkan Putusan Nomor: 758/Pid.B/ 2025/PN Tjk ? dan Apakah faktor penyebab pelaku melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan  berdasarkan Putusan Nomor: 758/Pid.B/2025/PN Tjk?, Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian skripsi ini ialah Pedekatan yuridis normatif dan pendekatan empiris. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat bahwa, Proporsionalitas Sanksi Pidana Dalam Perkara Pencurian Dengan Keadaan Yang Memberatkan Berdasarkan Putusan Nomor: 758/Pid.B/ 2025/PN Tjk  telah sesuai dimana  Majelis Hakim menjatuhkan sanksi pidana penjara selama 2 (dua) tahun. Jika dikorelasikan dengan ancaman maksimal Pasal 363 KUHP (7 tahun), maka putusan ini mencerminkan penerapan asas proporsionalitas. Hakim mempertimbangkan keadaan yang memberatkan dan meringankan secara berimbang dan Faktor Penyebab Pelaku Melakukan Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan  Berdasarkan Putusan Nomor: 758/Pid.B/2025/PN Tjk  didasarkan pada 2 (dua) faktor pendorong yakni faktor internal yang mana pelaku memiliki pengendalian diri yang kurang serta keimanan yang lemaha  karena faktor ekonomi dan jauh dari Maha kuasa sehingga pelaku terjerumus dan melakukan tindak Pidana pencurian.  Selain Faktor internal tersebut faktor ekseternal juga sangat berpengaruh besar terhadap terjadi tindak pidana pencurian yakni kecerobohan dari korban yang di dapat memnacing sedorang untuk melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana yang di lakukan oleh Terdakwa.
Analisis Pengaruh Jumlah Penduduk, Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Jumlah Kendaraan Listrik Terhadap Emisi CO2 di Indonesia Purba, Mentari Syahputri
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7878

Abstract

Emisi karbon dioksida (CO₂) menjadi permasalahan lingkungan yang semakin serius karena berkontribusi terhadap perubahan iklim dan pemanasan global. Di Indonesia, pertumbuhan jumlah penduduk, tingginya konsumsi bahan bakar minyak (BBM), serta dominasi kendaraan bermotor berbahan bakar fosil diduga menjadi faktor utama meningkatnya emisi CO₂. Di sisi lain, pengembangan kendaraan listrik dipandang sebagai salah satu alternatif untuk menekan emisi karbon di sektor transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah penduduk, konsumsi bahan bakar minyak, dan jumlah kendaraan listrik terhadap emisi karbon dioksida di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder runtun waktu yang diperoleh dari lembaga resmi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk dan konsumsi bahan bakar minyak berpengaruh positif dan signifikan terhadap emisi karbon dioksida, sedangkan jumlah kendaraan listrik berpengaruh negatif terhadap emisi CO₂. Secara simultan, jumlah penduduk, konsumsi BBM, dan jumlah kendaraan listrik berpengaruh signifikan terhadap emisi karbon dioksida di Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa pengendalian konsumsi energi fosil serta percepatan adopsi kendaraan listrik menjadi langkah penting dalam upaya pengurangan emisi karbon dan pencapaian pembangunan berkelanjutan.
Festival Anak Shaleh Sebagai Sarana Penguatan Moderasi Beragama dan Pendidikan Karakter di Desa Sempajaya Anshori, Syafikri Rizki; Putri, Feby Aulia; Lubis, Andini; Shabrina, Sarah; Armin, Diah Safithri
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7073

Abstract

Moderasi beragama merupakan pendekatan terhadap agama yang mengutamakan kerukunan, toleransi, dan penolakan terhadap ekstremisme dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Festival Anak Shaleh merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan menguatkan moderasi beragama dan pendidikan karakter anak sejak dini di Desa Sempajaya. Pelaksanaan festival yang dilakukan meliputi pembekalan ilimiah, pelatihan keagamaan, lomba hafalan juz amma, adzan, dan seni islami sebagai media transfer nilai-nilai moderasi dan karakter kepada anak-anak dan masyarakat. Metode yang digunakan berupa ceramah, diskusi, pelatihan nteraktif, dan evaluasi partisipasi anak serta pendampingan sosial yang melibatkan keluarga dan tokoh desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa menunjukkan peningkatan sikap toleransi, kejujuran, dan kedisiplinan peserta dalam kehidupan sehari-hari. Festival ini juga mempererat kebersamaan dan solidaritas sosial di tingkat desa. Peserta dan masyarakat berharap agar kegiatan ini berkelanjutan sebagai wujud nyata penguatan kehidupan beragama yang moderat dan karakter unggul.
Makna Upacara Kematian di Nagari Sumpur Kudus Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat Anggraini, Wilya; Yurisman, Yurisman
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7962

Abstract

Skripsi ini berjudul “Makna Upacara Kematian di Nagari Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatra Barat”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna upacara kematian yang dilaksanakan oleh masyarakat di Nagari sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan teori interpretative simbolik dari Clifford Geerzt untuk memahami makna simbolik dari tradisi tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi upacara kematian terdiri atas beberapa tahapan prosesi, yaitu pemberitahuan kematian, bahgak limau, memandikan, mengkafani, menyolatkan, penguburan dan pemasangan kain kafan di atas kuburan. Latar belakang munculnya pemasangan kain kafan di atas kuburan baru ini berkaitan dengan sejarah kedatangan Syekh Ibrahim ke Sumpur Kudus dalam penyebaran agama Islam. Tradisi ini memiliki makna sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada jenazah, ungkapan rasa cinta dan kasih sayang terhadap almarhum, serta mencerminkan nilai-nilai adat dan upaya pelestarian adat istiadat masyarakat setempat.
Mewujudkan Sekolah Sehat melalui Optimalisasi Peran Jumantik dan Edukasi PHBS Rokhmayanti, Rokhmayanti; Erviana, Vera Yuli; Wibowo, Rena Anjeli
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.6432

Abstract

Schools play an important role in increasing health awareness, including the implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) to prevent diseases such as Dengue Fever (DBD). On February 3, 2025, the PHBS education program was implemented at Rasmisart School, Songkhla, Thailand, focusing on increasing teacher understanding and the role of Mosquito Larvae Monitors (Jumantik). The methods used included multimedia presentations and interactive discussions. Evaluation through pre-tests and post-tests showed an increase in understanding of 10%, with several aspects of PHBS reaching a level of understanding of 100%. These results confirm the effectiveness of PHBS education in increasing health awareness in the school environment. The methods used included multimedia presentations and interactive discussions. Evaluation through pre-tests and post-tests showed an increase in understanding of 10%, with several aspects of PHBS reaching a level of understanding of 100%. These results confirm the effectiveness of PHBS education in increasing health awareness in the school environment.