cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 2964819X     EISSN : 29642507     DOI : https://doi.org/10.57235
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health is published twice a year: March and September. E-ISSN: 2964-2507 (Elektronik) P-ISSN: 2964-819X (Cetak) Editor In Chief: T. Heru Nurgiansah, M.Pd DOI: 10.57235 Publisher: CV. Rayyan Dwi Bharata 1. Education 2. Information Technology 3. Social, Political and Cultural 4. Health, Medicine and Nursing/Obstetrics
Articles 861 Documents
Pelayanan Inklusi pada Lembaga Pos Bantuan Hukum Revolusioner Sumut Melalui Pelatihan Bahasa Isyarat di Kota Medan Hairani Siregar; Fajar Khalifa Rizky; Berlianti; Emi Triani; Muthia Faziha Fadhli
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9103

Abstract

Keterbatasan komunikasi menjadi salah satu hambatan pelayanan hukum bagi penyandang disabilitas tuli di Pos Bantuan Hukum Revolusioner Sumatera Utara (PBHRSU). Laporan kegiatan menunjukkan bahwa Paralegal, Advokat, dan Staff belum memiliki kemampuan bahasa isyarat, sehingga konsultasi dan pendampingan hukum kepada klien tuli masih menghadapi hambatan serta bergantung pada penerjemah eksternal. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia PBHRSU agar mampu melakukan komunikasi dasar dengan penyandang tuli sekaligus memperkuat pelayanan hukum yang inklusif. Kegiatan dilaksanakan melalui pembukaan, diskusi , pembentukan lima kelompok kecil, pelatihan bahasa isyarat SIBI/BISINDO, praktik, serta evaluasi pre-test dan post-test. Pendekatan ini dipilih karena pelatihan perlu disusun berdasarkan kebutuhan nyata mitra dan dilaksanakan secara partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta. Pada tiga peserta yang datanya disajikan dalam laporan, rata-rata skor meningkat dari 53,33 menjadi 86,67, atau bertambah 33,33 poin (62,5%). Peserta juga mulai mampu mempraktikkan kosakata dasar untuk sapaan, identitas diri, dan istilah pelayanan hukum. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan bahasa isyarat dapat menjadi intervensi awal untuk memperkuat pelayanan hukum inklusif, tetapi keberlanjutan hasil memerlukan latihan rutin dan integrasi kemampuan tersebut ke dalam sistem pelayanan PBHRSU.
Rancangan Pemasangan Uninterruptible Power Supply di Bandar Udara Abdulrachman Saleh Diajeng Putri Wulandari; Nurhedhi Desryanto; Arini Zulfa Himayati
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9104

Abstract

Keandalan Airfield Lighting System (AFL) sangat penting dalam menjamin keselamatan operasional penerbangan. Di Bandar Udara Abdulrachman Saleh Malang, AFL memiliki catu daya cadangan berupa Generator Set (Genset) yang memerlukan waktu perpindahan 13–19 detik hingga sinkron dengan jaringan, serta terdapat potensi kegagalan Automatic Transfer Switch (ATS) maupun Genset sehingga berpotensi menyebabkan terputusnya suplai listrik AFL. Penelitian ini bertujuan menghasilkan rancangan pemasangan Uninterruptible Power Supply (UPS) untuk menjaga kontinuitas catu daya AFL. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) Level 1 yang berfokus pada penyusunan rancangan produk tanpa tahap pembuatan dan pengujian. Perancangan dilakukan melalui analisis kebutuhan beban, perhitungan kapasitas UPS dan peralatan pendukung, pemilihan peralatan, serta penyusunan Detail Engineering Design (DED). Hasil penelitian menunjukkan bahwa UPS online berkapasitas 100 kVA yang mampu memenuhi kebutuhan beban AFL prioritas tanpa waktu perpindahan saat terjadi gangguan sumber utama. Rancangan ini dapat dijadikan acuan teknis untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan keselamatan operasional di Bandar Udara Abdulrachman Saleh Malang.
Analisis Kebutuhan Sistem Penyalur Petir pada Gedung Pertolongan Kecelakaan Pesawat di Bandar Udara Nusawiru Mario Claudio Steven Ohoitimur; Ahmad Kosasih; Rafi Maulana Prasetyawan
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9105

Abstract

Gedung Pertolongan Kecelakaan Pesawat dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) yang baru dibangun di Bandar Udara Nusawiru hingga saat ini belum dilengkapi dengan sistem penyalur petir eksternal maupun sistem pembumian khusus, sehingga berpotensi mengalami kerusakan struktur dan gangguan operasional layanan gawat darurat akibat sambaran petir. Penelitian ini dilakukan untuk menguji kelayakan teknis serta memastikan apakah Gedung PKP-PK sudah ternaungi oleh zona proteksi penangkal petir bangunan di sekitarnya (Tower ATC dan Gedung EOC) atau membutuhkan instalasi penyalur petir mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis risiko sambaran petir, memetakan cakupan zona proteksi eksisting, serta menentukan kebutuhan kelas proteksi petir pada Gedung PKP-PK. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif-komparatif melalui pengumpulan data dimensi bangunan, pencatatan data hari guruh BMKG, pengukuran nilai resistansi pembumian menggunakan earth tester, serta perhitungan numerik berbasis standar. Pemilihan metode ini didasarkan pada kebutuhan analisis teknis yang presisi melalui kalkulasi matematis serta komparasi langsung kondisi lapangan terhadap standar PUIPP, SNI 03-7015-2004, IEC 62305, NF C 17-102, dan PUIL 2020. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi sambaran petir langsung tahunan pada Gedung PKP-PK ( ) melampaui batas toleransi ( ) dengan efisiensi proteksi . Evaluasi jangkauan proteksi menunjukkan radius Tower ATC ( ) dan Gedung EOC ( ) tidak mencakup seluruh dimensi Gedung PKP-PK ( ). Kesimpulannya, Gedung PKP-PK berada dalam unprotected zone dan secara teknis wajib dipasangi sistem penyalur petir eksternal mandiri pada Tingkat Proteksi I. Rekomendasi penelitian lanjutan mencakup perancangan sistem proteksi internal (Surge Protective Device) untuk melindungi perangkat elektronik sensitif di dalam gedung serta simulasi Tiga dimensi berbasis rolling sphere method.
Analisis Intensitas Cahaya Floodlight di Bandar Udara Cakrabhuwana Cirebon Mochamad Rizqi Nur Wahyudi; Suse Lamtiar Simbolon; Muhammad Zaky Isdy
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9106

Abstract

Sistem pencahayaan flood light pada apron diperlukan untuk mendukung visibilitas dan keselamatan kegiatan operasional pada malam hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat iluminansi horizontal, keseragaman, dan distribusi pencahayaan flood light pada apron Bandar Udara Cakrabhuwana Cirebon serta mengevaluasi kesesuaiannya terhadap standar yang berlaku. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengukuran langsung menggunakan lux meter pada 150 titik berbasis grid. Prosedur pengukuran mengacu pada (SNI 7062, 2019), sedangkan evaluasi pencahayaan mengacu pada PR 8 Tahun (2022). Hasil pengukuran lapangan menunjukkan iluminansi rata-rata (Eavg) sebesar 3,96 lux, iluminansi minimum (Emin) sebesar 0 lux, iluminansi maksimum (Emax) sebesar 35 lux, dan uniformity (U0) sebesar 0. Hasil tersebut masih berada di bawah acuan iluminansi horizontal rata-rata sekurang-kurangnya 20 lux dan persyaratan uniformity 0,25 yang ekuivalen dengan perbandingan 1:4. Sebagai validasi pendukung, kondisi eksisting disimulasikan menggunakan DIALux evo dengan armatur substitusi BVP153 G3 LED200 CW 200W karena data fotometrik IES/LDT lampu Krisbow 200 W yang terpasang tidak tersedia. Hasil simulasi menunjukkan Eavg sebesar 3,07 lux, Emin sebesar 0,23 lux, Emax sebesar 36,9 lux, dan U0 sebesar 0,075. Meskipun terdapat perbedaan numerik, hasil simulasi memberikan arah evaluasi yang sama dengan pengukuran lapangan, yaitu tingkat iluminansi rata-rata dan keseragaman pencahayaan eksisting belum memenuhi acuan yang digunakan. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan kondisi lampu dan armatur, pembersihan, evaluasi arah penyinaran (aiming), serta pengukuran ulang setelah tindakan perbaikan dilakukan.
Rancangan Pemasangan Runway Threshold Lights dan Runway End Lights di Bandar Udara Nusawiru I Nyoman Agus Bhudi Pratama; Nurhedhi Desryanto; Iwan Koswara
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9107

Abstract

Bandar Udara Nusawiru telah dilengkapi dengan beberapa fasilitas Airfield Lighting System (AFL), namun belum memiliki fasilitas Runway Threshold Light dan Runway End Light. Ketiadaan fasilitas ini berpotensi mengurangi efektivitas panduan visual bagi pilot, terutama pada operasi penerbangan malam hari dan saat kondisi visibilitas rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rancangan pemasangan Runway Threshold Light dan Runway End Light dalam bentuk Detail Engineering Design (DED) yang memenuhi standar keselamatan dan operasional penerbangan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) Level 1 dengan tahapan identifikasi masalah, pengumpulan data, perancangan, validasi, dan revisi desain. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, serta studi literatur yang mengacu pada ICAO Annex 14 Volume I, PR 21 Tahun 2023, SKEP No. 114 Tahun 2002, dan PUIL 2020. Hasil perancangan menetapkan konfigurasi lampu 5-0-5 pada masing-masing ujung landasan pacu dengan total kebutuhan 20 unit lampu tipe inset. Sistem kelistrikan dirancang menggunakan dua sirkuit seri arus konstan 6,6 A dengan beban daya sebesar 1,399 kVA per sirkuit. Pasokan daya menggunakan Constant Current Regulator (CCR) berkapasitas 2,5 kVA dengan nilai tapping operasional 55,96%. Panjang kabel primer yang dibutuhkan adalah 4.051,2 meter per sirkuit tipe FL2XCY 1×6 mm², dan kabel sekunder NYYHY 2×2,5 mm². Hasil perancangan divalidasi dan dikompilasi ke dalam dokumen DED yang siap digunakan.
Analisis Efektivitas Sistem Penyalur Petir pada Sisi Utara Bandar Udara Halim Perdana Kusuma Mohammad Daffa Raflykhasah; Taryana; Suse Lamtiar Simbolon
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9108

Abstract

Bandar Udara Halim Perdanakusuma, khususnya bangunan pada sisi utara, memiliki kerawanan sambaran petir yang cukup tinggi, sebagaimana ditunjukkan oleh insiden sambaran petir tahun 2023 yang merusak peralatan elektronika bandara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif evaluatif untuk menentukan tingkat risiko sambaran petir, menganalisis cakupan radius proteksi, serta mengevaluasi kesesuaian sistem penyalur petir eksisting terhadap ketentuan yang berlaku pada lima bangunan, yaitu Tower AirNav, Terminal Penumpang (Terminal Utama dan Terminal Citylink), Power House Lama, Gedung Sasana Manggala Praja, dan Terminal Kargo. Data dikumpulkan melalui observasi, pengukuran lapangan, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis menggunakan PUIPP, SNI 03-7015-2004, IEC 62305, dan NF C 17-102. Hasil penelitian menunjukkan Tower AirNav memiliki tingkat risiko tertinggi dan merupakan satu-satunya bangunan yang telah memenuhi seluruh ketentuan proteksi petir. Empat bangunan lainnya masih memerlukan peningkatan sistem berupa penggantian atau penyesuaian tinggi terminasi udara Early Streamer Emission (ESE) agar cakupan proteksi memenuhi tingkat yang dipersyaratkan.
Rancangan Pemasangan Runway Threshold Identification Lights di Bandar Udara Nusawiru Josua Bungaran Raja; Rubby Soebiantoro; Yenni Arnas
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9110

Abstract

Landasan pacu di Bandara Udara Nusawiru Pangandaran Jawa Barat memiliki panjang 1.400 meter dan lebar 30 meter. Kondisi saat ini runway 07 dan 25 belum tersedia fasilitas approach light belum. Berdasarkan PR 21 Tahun 2023, aspek keselamatan dan keamanan pada threshold non-precision approach runway memerlukan indikator yang jelas. Jika pemasangan approach light tidak memungkinkan, regulasi tersebut menghendaki penggunaan Runway Threshold Identification Light (RTIL) sebagai solusi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pemasangan RTIL sesuai standar yang berlaku dalam bentuk Detail Engineering Design (DED) yang dapat diaplikasikan di Bandar Udara Nusawiru. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) level satu, meliputi tahap identifikasi masalah, pengumpulan data, perancangan desain, hingga validasi desain. Penelitian ini menghasilkan beberapa poin penting, antara lain penempatan RTIL dilakukan secara simetris terhadap threshold light dengan jarak aman 10 meter dari runway edge light, sistem kelistrikan dioperasikan pada tegangan 230 VAC menggunakan kabel tipe NYFGbY 3x10 mm² sepanjang 1.886 meter, aspek proteksi kelistrikan menggunakan MCB dengan kapasitas 4A serta konstruksi dudukan berstandar SKEP 114 Tahun 2002 berdimensi 60×72×50 cm. Seluruh hasil rancangan ini diintegrasikan ke dalam dokumen Detail Engineering Design (DED), sehingga siap diaplikasikan sebagai panduan operasional di bandar udara.
Rancangan Pemasangan Runway Threshold Identification Light Runway 08 Bandara Ngloram Hanif Firjatullah; Yenni Arnas; Adli Adia Putra
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9111

Abstract

Runway 08 Bandar Udara Ngloram, Cepu, saat ini hanya dilengkapi Automatic Precision Approach Path Indicator (APAPI) sebagai fasilitas visual approach, sementara belum tersedia sarana bantu visual yang secara khusus memberikan identifikasi awal terhadap letak threshold runway, terutama pada kondisi kabut dan visibilitas rendah yang kerap terjadi akibat kondisi topografi perbukitan di sekitar bandara. Keterbatasan lahan pada Runway 08, yang hanya menyisakan ruang RESA sekitar 67 meter, turut menyulitkan penerapan sistem approach lighting berskala besar seperti MALS maupun PALS. Penelitian ini bertujuan menghasilkan rancangan pemasangan Runway Threshold Identification Light (RTIL) yang sesuai dengan ketentuan ICAO Annex 14 Volume I dan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor PR 21 Tahun 2023 sebagai upaya peningkatan keselamatan operasi pendaratan di Bandar Udara Ngloram. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) level 1, yaitu penelitian yang hanya menghasilkan rancangan tanpa dilanjutkan pada tahap pembuatan maupun pengujian produk, melalui tahapan identifikasi masalah, pengumpulan data (survei lokasi, wawancara, dan studi literatur), perancangan desain, serta validasi oleh Unit Listrik Bandar Udara Ngloram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RTIL dirancang terpasang secara simetris terhadap runway centerline pada jarak 10 meter di luar runway edge light, menggunakan kabel NYFGBY 3×10 mm² sepanjang 1.383 meter dengan voltage drop sebesar 1,13 persen, diamankan oleh Miniature Circuit Breaker (MCB) 4 A, serta ditopang pondasi beton bertulang berukuran 60×72×50 cm. Rancangan disusun dalam bentuk Detail Engineering Design (DED) yang dilengkapi Rencana Kerja dan Syarat (RKS) serta Bill of Quantity (BOQ) sehingga siap dijadikan acuan teknis pelaksanaan pemasangan RTIL di lapangan.
Rancangan Reinstalasi Jaringan Taxiway Edge Light Alpha-Delta di Bandar Udara Budiarto Curug Elisabeth Vania Dara Vivian; KGS. M. Ismail; Arini Zulfa Himayati
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9112

Abstract

Reinstalasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keandalan serta keamanan fasilitas Airfield Lighting yang ada di suatu bandara. Mengingat transportasi udara di negara kepulauan Indonesia memegang peranan penting guna menghubungkan ribuan pulau, mendukung mobilitas manusia, serta sebagai pusat pendidikan dan pelatihan penerbangan. Selain itu reinstalasi penting dilakukan untuk memulihkan, memperbarui, atau meningkatkan fungsi operasional agar sesuai dengan standard keandalan dan keselamatan penerbangan. Salah satu fasilitas Airfield Lighting yang perlu ditingkatkan keandalanya yaitu pada jaringan Taxiway Alpha dan Delta di Bandar Udara Budiarto Curug. Bandara Budiarto yang kini aktif sebagai akses pendidikan, pelatihan, dan pelayanan penerbangan domestik ini mempunyai fasilitas Taxiway Edge Light dengan konfigurasi satu jaringan khususnya pada jaringan Taxiway Alpha dan Delta. Hal tersebut berpotensi mengalami kegagalan secara menyeluruh apabila terjadi gangguan pada kabel atau Constant Current Regulator (CCR) yang dimana kondisi jaringan tersebut sudah mengalami degradasi. Peneliti merancang solusi dari kendala tersebut dengan metode penelitian Research and Development (R&D) level satu Prof. Dr. Sugiyono. Proses penelitian dan perancangan ini diharapkan mampu memperbaiki nilai dan keandalan daripada sistem jaringan Taxiway Alpha-Delta Bandar Udara Budiarto Curug.
Rancangan Pemasangan Runway Guard Light pada Taxiway Golf dan Hotel di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma Muhammad Raihan Jauhari; Nurhedhi Desryanto; Nurul Azizah Syahbilla
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9113

Abstract

Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma memiliki intensitas pergerakan pesawat yang tinggi, namun Taxiway Golf dan Taxiway Hotel belum dilengkapi Runway Guard Light (RGL) sehingga berpotensi meningkatkan risiko runway incursion, terutama karena kedua taxiway tersebut berfungsi sebagai akses keluar-masuk apron selatan sekaligus taxiway paralel akibat bandara belum memiliki parallel taxiway tersendiri. Kondisi tersebut menjadi dasar dilakukannya penelitian ini, yang bertujuan menghasilkan rancangan teknis pemasangan RGL pada Taxiway Golf dan Hotel sesuai standar dan regulasi keselamatan penerbangan yang berlaku. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) Level 1 yang terdiri atas enam tahapan, yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan desain tervalidasi. Metode ini dipilih karena sesuai dengan sifat penelitian yang menghasilkan produk rancangan teknis serta memerlukan proses validasi oleh pihak teknis bandara sebelum rancangan dinyatakan layak. Hasil penelitian berupa Detailed Engineering Design (DED) yang meliputi gambar teknis, Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan Rencana Kerja dan Syarat (RKS). Rancangan menggunakan 18 unit RGL Konfigurasi B (inset) tipe IRGL-STB-L, terdiri atas 9 unit pada Taxiway Golf dan 9 unit pada Taxiway Hotel, dengan memanfaatkan Constant Current Regulator (CCR) South Apron yang telah tersedia sehingga tidak memerlukan penambahan CCR baru. Hasil validasi oleh pihak teknis bandara menunjukkan bahwa rancangan telah memenuhi standar teknis dan keselamatan penerbangan yang berlaku, sehingga dapat dijadikan acuan dalam rencana pemasangan RGL di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji penambahan sirkuit kedua pada CCR Taxiway Golf dan Hotel guna meningkatkan keandalan sistem apabila terjadi gangguan pada salah satu sirkuit.