cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 2964819X     EISSN : 29642507     DOI : https://doi.org/10.57235
JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health is published twice a year: March and September. E-ISSN: 2964-2507 (Elektronik) P-ISSN: 2964-819X (Cetak) Editor In Chief: T. Heru Nurgiansah, M.Pd DOI: 10.57235 Publisher: CV. Rayyan Dwi Bharata 1. Education 2. Information Technology 3. Social, Political and Cultural 4. Health, Medicine and Nursing/Obstetrics
Articles 861 Documents
Association Between Procalcitonin and Lymphocyte Counts Post-Cupping Therapy in Patients With Diabetes Mellitus Nadia Rizqi Aulia; Dita Pratiwi Kusuma Wardani; Uli Mas’uliyah Indarwati; Arif Mulyanto; Kurnia Ritma Dhanti
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9060

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a long-term metabolic condition that arises when the pancreas fails to produce insulin properly, typically marked by blood glucose readings above the normal threshold of 200 mg/dL. This condition activates an inflammatory response within the body, and procalcitonin is among the biomarkers used to detect such inflammation in DM patients. Beyond this marker, hematological parameters, particularly lymphocyte counts, can also serve as useful indicators. Persistent hyperglycemia experienced by DM patients can give rise to systemic inflammation, which in turn alters both the quantity and function of lymphocytes. Cupping therapy is believed to help improve blood circulation and reduce blood glucose levels in patients with DM. This study aimed to determine the correlation between procalcitonin levels and lymphocyte counts in patients with DM after undergoing cupping therapy. This study employed q quasi-experimental method with a one-group posttest-only design. The study involved 22 patients with type 2 diabetes melitus who underwent wet cupping therapy at Griya Bekam Lebah Emas Banyumas. Procaltionin levels and lymphocyte counts were analyzed using the Spearman Rho correlation test. The result of the Spearman Rho correlation test showed a p-velue of 0.257 and an r-value of 0.253. Based on these results, no significant correlation was found between procalcitonin levels and lymphocyte counts in DM patients post cupping therapy.
Analisis Sistem Grounding di Bandar Udara Cakrabhuwana Willy Amri Sinaga; Suse Lamtiar; Ahmad Al Baihaqi Husaini
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9063

Abstract

Sistem grounding pada Bandar Udara Cakrabhuwana Cirebon melalui kegiatan wawancara menyatakan belum dilakukan pemeliharaan dan pengujian nilai resistansi secara berkala sejak pemasangan tahun 2014, sehingga berpotensi menimbulkan kegagalan proteksi dan bahaya keselamatan operasional penerbangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kelayakan sistem grounding dan memberikan solusi teknis penurunan nilai resistansi secara teoritis yang tidak memenuhi standar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai resistansi grounding pada enam titik penting serta mengevaluasi efektivitas metode perbaikan secara teoritis. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif deskriptif dengan teknik pengukuran langsung Fall-of-Potential menggunakan Earth Tester digital. Metode ini dipilih karena memberikan akurasi p dalam mengukur nilai resistansi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima dari enam titik memenuhi standar PUIL 2020 ( ), sedangkan titik Precision Approach Path Indicator (PAPI) tidak layak dengan nilai resistansi akibat korosi elektroda dan penanaman dangkal ( ). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa metode pararel rod grounding (S > L) (79,03 %), pararel siku (81,97 %), kombinasi metode single metode pararel rod grounding (S < L), metode pararel rod grounding (S > L) dengan zat aditif bentonit teraktivasi, nilai persentase penurunan masing-masing (81,97%), (82,58%), dan (85,03%). Rekomendasi penelitian lanjutan adalah melakukan uji coba eksperimental lapangan langsung untuk memverifikasi model perhitungan bentonit teraktivasi secara empiris.
Pengembangan Sisfokersin Berbasis AI Guna Mewujudkan Tata Kelola Data Terpadu dalam rangka Menuju TNI AL yang Modern dan Berdaya Gentar Global Rudy Hernawan; Antoni Haikal; Sapto Budiarso
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9066

Abstract

Peningkatan intensitas kerja sama internasional TNI Angkatan Laut (TNI AL) menuntut tersedianya sistem pengelolaan data yang mampu mendukung pengambilan keputusan strategis secara cepat, akurat, dan berbasis bukti. Namun, pengelolaan Sistem Informasi Kerja Sama Internasional (Sisfokersin) masih menghadapi berbagai kendala, seperti data yang tersebar, belum terintegrasi, proses pengolahan yang masih manual, serta belum mampu menyajikan analisis strategis secara otomatis. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting Sisfokersin, mengidentifikasi kebutuhan informasi strategis bagi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), serta merumuskan konsep pengembangan Sisfokersin berbasis Artificial Intelligence (AI) guna mewujudkan tata kelola data terpadu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sisfokersin belum berfungsi optimal sebagai Decision Support System karena belum memiliki integrasi data, analisis prediktif, visualisasi informasi, dan rekomendasi kebijakan berbasis AI. Penelitian ini menghasilkan AI-Based Sisfokersin Governance Model yang mengintegrasikan proses data acquisition, data integration, data validation, AI analytics, decision support, dan strategic policy recommendation. Model tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, efektivitas diplomasi pertahanan, efisiensi tata kelola data, serta mendukung transformasi digital dalam mewujudkan TNI AL yang modern dan berdaya gentar global.
Rancang Bangun Prototype Sistem Inventarisasi dan Monitoring APAR di Unit PKP-PK Bandara Internasional Kualanamu Muhammad Furqon Karmijono; Nawang Kalbuana; Dhian Supardam
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9073

Abstract

Pengelolaan fasilitas keselamatan penerbangan mutlak membutuhkan sistem pengawasan yang akurat dan real-time. Di Unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Bandar Udara Internasional Kualanamu, pengelolaan kelayakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) masih mengandalkan pencatatan manual menggunakan logbook kertas. Kondisi ini berpotensi memicu hilangnya jejak mutasi (blind spot), keterlambatan rekapitulasi, dan risiko human error. Penelitian ini bertujuan untuk merancang purwarupa (prototype) sistem inventarisasi dan monitoring APAR berbasis website serta menguji tingkat kelayakannya. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) Level 4 dengan tahapan identifikasi masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi ahli, dan uji coba terbatas. Sistem dikembangkan menggunakan kerangka kerja Next.js dan database Supabase dengan menerapkan Role-Based Access Control (RBAC). Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 89,47% dari Ahli Media dan 96,67% dari Uji Materi/Pengguna, dengan rata-rata 93,07% (Sangat Layak). Pengujian User Acceptance Test (UAT) membuktikan bahwa sistem ini secara praktis mampu mengeliminasi kendala pencatatan manual, melacak riwayat pemindahan alat melalui Audit Trail, dan memberikan notifikasi otomatis terkait masa berlaku tabung. Purwarupa ini dinyatakan sangat layak direkomendasikan sebagai solusi digitalisasi administrasi fasilitas keselamatan di bandara.
Analisis Keandalan Sistem Distribusi Listrik pada Gardu 2 Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Muhammad Farhan Budiyanto; Iwan Koswara; Andika Hakim Putra
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9074

Abstract

Keandalan sistem distribusi tenaga listrik merupakan faktor penting dalam menjamin kontinuitas pasokan energi listrik pada fasilitas pendidikan. Gardu 2 Politeknik Penerbangan Indonesia Curug melayani berbagai fasilitas utama kampus. Namun, berdasarkan observasi lapangan ditemukan beberapa kondisi yang perlu menjadi perhatian, di antaranya pernah terjadi gangguan transformator pada tahun 2023, genset tidak beroperasi sejak tahun 2017, serta masih terdapat kejadian pemadaman pada jaringan Gardu 2. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap keandalan dan kinerja operasional sistem distribusi berdasarkan kondisi eksisting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keandalan jaringan distribusi Gardu 2, mengevaluasi kinerja operasional sistem, serta mengidentifikasi komponen jaringan yang memerlukan perhatian teknis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pemodelan sistem menggunakan Electrical Transient Analyzer Program (ETAP) melalui modul Reliability Assessment Index dan Load Flow. Metode ini dipilih karena dapat memberikan evaluasi kuantitatif terhadap tingkat keandalan berdasarkan data gangguan sekaligus menggambarkan kondisi operasional sistem berdasarkan parameter aliran daya, pembebanan, dan tegangan. Hasil penelitian menunjukkan nilai SAIFI sebesar 3,0006 kali/tahun, SAIDI sebesar 9,96 jam/tahun, dan CAIDI sebesar 3,320 jam/gangguan yang memenuhi standar SPLN 68-2:1986. Hasil simulasi ETAP menunjukkan kesesuaian dengan perhitungan manual, sedangkan analisis Load Flow menunjukkan transformator 630 kVA memiliki tingkat pembebanan sebesar 75,3%. Evaluasi lebih lanjut menunjukkan adanya drop voltage sebesar 7,90% pada jalur MDP 3C yang melebihi batas PUIL 2020. Berdasarkan hasil tersebut, sistem Gardu 2 secara indeks keandalan masih memenuhi standar, tetapi terdapat aspek operasional yang memerlukan perhatian, terutama penghantar pada jalur MDP 3C, sistem proteksi untuk AC barak Delta hingga November, dan sumber daya cadangan. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan evaluasi kondisi fisik peralatan, pengukuran parameter lapangan secara berkala, serta kajian teknis terhadap peningkatan kapasitas dan konfigurasi sistem distribusi.
Analisis Faktor Controlled Flight Into Terrain (CFIT) di Indonesia Menggunakan HFACS Untuk Peningkatan Keselamatan Penerbangan Matthew Tirta Dipa Napitupulu; Dian Anggraini P; Desy Apriliana
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9088

Abstract

Controlled Flight Into Terrain (CFIT) merupakan salah satu jenis kecelakaan penerbangan yang terjadi ketika pesawat yang masih berada dalam kondisi dapat dikendalikan menabrak permukaan bumi atau rintangan tanpa adanya kehilangan kendali pesawat sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktorfaktor yang berkontribusi terhadap lima kejadian CFIT di Indonesia, yaitu pada pesawat PK-SWW, PK-FSO, PK-FSL, PK-HVQ, dan PK-VVU, menggunakan metode Human Factors Analysis and Classification System (HFACS). Metode ini mengklasifikasikan penyebab kecelakaan ke dalam empat tingkat analisis, yaitu unsafe acts, preconditions for unsafe acts, unsafe supervision, dan organizational influences. Hasil klasifikasi terhadap 38 temuan pada kelima kasus menunjukkan bahwa Level 1 (Unsafe Acts) merupakan faktor paling dominan dengan kontribusi sebesar 34,2%, diikuti Level 2 (Preconditions for Unsafe Acts) sebesar 31,6%, Level 4 (Organizational Influences) sebesar 26,3%, dan Level 3 (Unsafe Supervision) sebesar 7,9%. Pada Level 1, Routine Violations merupakan kategori paling dominan (13,2%), sementara pada Level 4, Resource Management menjadi kategori paling dominan (15,8%). Hasil ini menunjukkan bahwa kecelakaan CFIT bukan disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan oleh akumulasi kegagalan berlapis mulai dari kesalahan pilot hingga kelemahan sistemik organisasi dan pengawasan, sejalan dengan prinsip Swiss Cheese Model yang menjadi landasan teori HFACS. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai faktorfaktor manusia yang berkontribusi terhadap kejadian CFIT, sehingga dapat menjadi dasar dalam upaya pencegahan human error serta peningkatan keselamatan penerbangan di Indonesia.
Kerangka Hukum dan Ketangguhan Sosial-Ekonomi Masyarakat Desa Dalam Menghadapi Perubahan Iklim: Studi di Desa Merak Batin Lampung Selatan Fristia Berdian Tamza; Maya Shafira
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9089

Abstract

Perubahan iklim berdampak nyata terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat desa yang menggantungkan sebagian besar kehidupannya pada sektor pertanian. Artikel ini mengkaji efektivitas kerangka hukum perlindungan lingkungan hidup dalam merespons dampak perbuahan iklim pada tingkat desa, dengan penelitian yang berlokasi di Desa Merak Batin, Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan adalah yuridis empirus, dengan memadukan analisis regulasi dengan wawancara terhadap perangkat desa dan warga yang terdampak. Hasil kajian menunjukkan bahwa Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, pemraturan pemerintah nomor 46 tahun 2017, serta peraturan pemerintah nomor 22 tahun 2021 belum diterjemahkan secara optimal ke tingkat desa akibat keterbatasan sumber daya, minimnya pemahaman aparat, serta rendahnya partisipasi warga. Dampak sosial ekonomi yang paling menonjol meliputi penurunan hasil pertanian, penurunan pendapatan rumah tangga, dan migrasi penduduk usia produktif. Artikel ini memberikan rekomendasi penguatan kapasitas pemerintah desa serta harmonisasi regulasi nasional dengan kebutuhan lokal.
Kualifikasi Kuitansi Sebagai Akta di Bawah Tangan Dalam Pembuktian Jual Beli Tanah (Studi Putusan Nomor 369/Pdt.G/2024/PN Mnd) Almas Buana Chammad; Yulia Kusuma Wardani; Dianne Eka Rusmawati; Selvia Oktaviana; Nenny Dwi Ariani
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9100

Abstract

Kuitansi pembayaran dalam jual beli tanah tidak selalu dapat dipandang sebagai akta di bawah tangan. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana kualifikasi yuridis kuitansi pembayaran jual beli tanah sebagai akta di bawah tangan berdasarkan Pasal 1874 dan Pasal 1875 KUHPerdata dalam Putusan Nomor 369/Pdt.G/2024/PN Mnd. Penelitian ini bertujuan menentukan ukuran yang dapat digunakan untuk membedakan kuitansi sebagai surat biasa dan akta di bawah tangan serta menjelaskan akibat hukumnya terhadap kekuatan pembuktian bagi para pihak dan ahli waris. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Data diperoleh melalui studi pustaka dan studi dokumen kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuitansi dapat dikualifikasikan sebagai akta di bawah tangan apabila memuat tanda tangan, perbuatan atau hubungan hukum tertentu, dan dibuat sebagai alat bukti. Dalam jual beli tanah, penunjukan objek dan sebab pembayaran menjadi ukuran utama, yang diperkuat oleh kewenangan penanda tangan dan kesesuaian dengan alat bukti lain. Kuitansi yang telah memenuhi kualifikasi dan diakui tanda tangannya memiliki kekuatan pembuktian terhadap penanda tangan dan ahli warisnya, tetapi tidak menggantikan AJB dan pendaftaran peralihan hak.
Evaluasi Pengetahuan Taktis Personel PKP-PK dalam Penanggulangan Kebakaran Gedung Terminal Bandar Udara Internasional Juanda Safina Anil Hawa; Alwazir Abdusshomad; Lina Rosmayanti
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9101

Abstract

Kebakaran gedung terminal memiliki karakteristik yang berbeda dari kebakaran pesawat udara sehingga menuntut pengetahuan taktis yang memadai dari personel Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) dalam merespons keadaan darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan taktis personel PKP-PK di Bandar Udara Internasional Juanda dalam penanggulangan kebakaran gedung terminal serta mengidentifikasi upaya peningkatan kompetensinya. Metode yang digunakan adalah evaluasi deskriptif kualitatif, dengan observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data terhadap tiga informan yang dipilih secara purposive. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, didukung triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek fundamental pengetahuan taktis, yaitu identifikasi kondisi awal (size-up), strategi penanggulangan kebakaran, penggunaan peralatan dan media pemadam, koordinasi dan komunikasi operasi, serta pemahaman Standar Operasional Prosedur (SOP), telah dipahami oleh informan. Namun, pengetahuan tersebut masih memerlukan penguatan melalui pelatihan yang lebih spesifik, simulasi yang lebih sering, dan proses pembelajaran yang lebih terstruktur mengenai kebakaran gedung. Penelitian ini memberikan gambaran evaluatif atas lima indikator pengetahuan taktis dalam konteks kebakaran gedung terminal, sebagai dasar rekomendasi peningkatan kompetensi personel PKP-PK.
Rancangan Keandalan Sistem Distribusi Tenaga Listrik Menggunakan Topologi Jaringan Looping pada Gardu Utama Bandar Udara Halim Perdanakusuma Yerico Nandez Marthin Siahaan; Iwan Koswara; Basil Aldrian Prawiraatmaja
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9102

Abstract

Permasalahan utama di Gardu Utama Bandar Udara Halim Perdanakusuma adalah penggunaan sistem distribusi tegangan menengah 20 kV eksisting yang berkonfigurasi radial, sehingga kontinuitas pasokan listrik berpotensi terhenti apabila terjadi gangguan pada satu-satunya jalur yang tersedia. Penelitian ini dilakukan karena ketergantungan pada jalur tunggal menanggung risiko gangguan operasional dan biaya BBM tinggi untuk Genset cadangan saat terjadi pemadaman. Tujuan penelitian ini adalah merancang sistem distribusi tenaga listrik berbasis konfigurasi looping untuk meningkatkan keandalan dan kontinuitas pasokan listrik. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) level 1, meliputi pengumpulan data, observasi lapangan, analisis kebutuhan sistem, simulasi ETAP, serta penyusunan Single Line Diagram (SLD), Detail Engineering Design (DED), Bill Of Quantity (BOQ), dan Rencana Kerja dan Syarat (RKS). Metode R&D level 1 dipilih karena penelitian dibatasi hingga tahap perancangan dan validasi desain teknis yang krusial sebelum tahap eksekusi fisik infrastruktur bandara. Hasil perancangan menunjukkan bahwa konfigurasi looping mampu menyediakan jalur suplai alternatif ketika salah satu penyulang (GI Cawang, GI Cipinang, atau GI Taman Mini) mengalami gangguan. Rancangan ini memanfaatkan kabel N2XSEFGbY 3 x 240 mm², kubikel SIEMENS SIMOSEC 20 kV, dan konfigurasi double incoming yang sesuai dengan kebutuhan sistem distribusi. Kesimpulan dari perancangan ini adalah sistem looping terbukti dapat menjadi alternatif efektif dalam meningkatkan keandalan, fleksibilitas operasi, dan keamanan daya listrik bandara. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan analisis koordinasi sistem proteksi secara real-time serta integrasi otomatisasi SCADA pada skema looping tersebut.