cover
Contact Name
Salfauqi
Contact Email
salfauqi@poltekpelaceh.ac.id
Phone
+62651-33609
Journal Mail Official
jumma@poltekpelaceh.ac.id
Editorial Address
Jl. Laksamana Malahayati, Km. 19, No.12, Gampong Durung Kec. Mesjid Raya, Kab. Aceh Besar, Prov. Aceh 23381, Indonesia
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Maritim Malahayati
ISSN : 27750337     EISSN : 2808618x     DOI : -
Jurnal Maritim Malahayati (JuMMa) (P-ISSN: 2775-0337 dan e-ISSN: 2808-618X) adalah jurnal yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian, pengkajian dan penerapan teknologi bagi para Perekayasa, Peneliti, Dosen, Praktisi dan Mahasiswa di bidang Teknologi Kemaritiman, Kepelabuhanan, Ilmu Kenautikaan, Teknik Mesin, Permesinan Kapal, Sistem Kelistrikan Kapal, Transportasi Laut dan Ilmu Pelayaran. Jurnal Maritim Malahayati menerbitkan artikel setiap bulan Januari dan Juli setiap tahunnya yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati
Articles 116 Documents
REKONSTRUKSI MODEL KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL–SITUASIONAL DALAM SISTEM KOMANDO OPERASIONAL KAPAL Andi Aulia Arikha Setyo; Muhammad David; Muhammad Yani; Thaibil Anwar; Gigieh Permady Cahya
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 1, Januari (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i1.162

Abstract

Kajian kepemimpinan dalam literatur organisasi modern masih didominasi oleh konteks organisasi darat yang relatif terbuka dan fleksibel, sementara konteks maritim sebagai organisasi tertutup dengan tingkat risiko tinggi masih kurang mendapat perhatian. Kapal laut memiliki karakteristik unik berupa struktur hierarkis yang ketat, keterbatasan ruang fisik, tekanan kerja yang tinggi, serta isolasi sosial dalam jangka waktu panjang, sehingga menuntut praktik kepemimpinan yang berbeda dari organisasi konvensional. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi model kepemimpinan transformasional–situasional yang adaptif dalam sistem komando operasional kapal, tanpa mengabaikan prinsip keselamatan dan disiplin hierarkis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap nakhoda, perwira dek, perwira mesin, dan anak buah kapal, observasi partisipatif selama kegiatan operasional kapal, serta studi dokumentasi terhadap prosedur operasional dan struktur organisasi kapal. Data dianalisis menggunakan analisis tematik melalui tahapan pengkodean, kategorisasi, dan penarikan tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan nakhoda secara formal dijalankan melalui struktur birokratis-hierarkis, namun dalam praktiknya bersifat dinamis dan kontekstual. Efektivitas kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh otoritas formal, tetapi oleh kemampuan nakhoda membangun komunikasi terbuka, kepercayaan, dan relasi interpersonal yang positif. Temuan juga mengungkap bahwa kepemimpinan transformasional dan situasional berinteraksi secara adaptif dalam dinamika tim awak kapal. Kepemimpinan transformasional berperan dalam membangun visi bersama, motivasi, dan ketahanan psikologis kru, sementara kepemimpinan situasional memungkinkan penyesuaian gaya kepemimpinan sesuai kondisi operasional. Penelitian ini menghasilkan model kepemimpinan transformasional–situasional maritim adaptif yang menempatkan kepemimpinan sebagai praktik sosial yang mengintegrasikan otoritas formal, fleksibilitas perilaku, dan sensitivitas relasional dalam organisasi tertutup berisiko tinggi.
POTENSI ENERGI GELOMBANG LAUT SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN : STUDI KASUS PESISIR UJONG BATEE POLITEKNIK PELAYARAN MALAHAYATI Alberto Rima; Dedi Kurniawan; Kelvin Yudhawastu; Yuli Pera Fitria; Muhammad Yani; Muhammad Aziz
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 1, Januari (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i1.163

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi besar energi terbarukan berbasis laut, khususnya energi gelombang laut yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi energi gelombang laut di wilayah pesisir Ujong Batee Politeknik Pelayaran Malahayati, Aceh Besar, sebagai dasar pengembangan energi terbarukan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari ECMWF dan BMKG selama periode April 2024. Parameter yang dianalisis meliputi tinggi gelombang signifikan, periode gelombang, serta kecepatan dan arah angin. Hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi gelombang signifikan berkisar antara 1,5–2,4 m dengan periode gelombang dominan 6–8 detik. Potensi energi gelombang berada pada kisaran 4,78–6,43 kW/m. Dengan asumsi pemanfaatan sepanjang 500 m garis pantai, potensi energi total yang dapat dikembangkan mencapai sekitar 2,805 MW. Hasil ini menunjukkan bahwa kawasan pesisir Ujong Batee memiliki potensi signifikan untuk dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan berbasis laut.
UPAYA PENCEGAHAN TERJADINYA PENYUMBATAN LINE LOADING GUNA MENGOPTIMALKAN PROSES BONGKAR MUAT DI KAPAL Rizky Adrian; Akhmad Gifari; Muhammad Yani; Baihaqi; Dedi Kurniawan; Luri Krisnawati
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 1, Januari (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i1.164

Abstract

Pada kapal semen, penyumbatan line loading adalah kondisi ketika semen curah (bulk cement) atau semen dalam karung (bagged cement) terkonsentrasi pada satu garis memanjang di pipa pemuat atau satu sisi pipa, sehingga beban tidak menyebar secara merata. Akibatnya dapat menyebabkan perbedaan tekanan pada pipa loading yang dapat mengakibatkan kerusakan atau patahnya satu titik pada pipa loading. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya penyumbatan line loading dan pencegahannya di kapal MV. Eastern Fair. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif dan subjek penelitiannya adalah anak buah kapal serta beberapa perwira di kapal. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Temuan dari penelitian ini disimpulkan bahwa (1) Terdapat berbagai elemen yang mempengaruhi terjadinya penyumbatan line loading di kapal MV. Eastern Fair, salah satunya operasi muat yang menggunakan sistem pneumatic yang membuat muatan terisi pada satu titik yang menghasilkan penyebaran muatan pipa muat tidak merata berpusat pada satu titik saja. Hal ini disebabkan oleh kelembapan, rendahnya kecepatan udara, ketidakseimbangan tekanan, dan improper handling; dan (2) Langkah pencegahan yang dilakukan di kapal MV. Eastern Fair ketika terjadi penyumbatan line loading dengan segera menghentikan proses pemuatan untuk mencegah peningkatan tekanan di dalam pipa. Selanjutnya, operator melakukan pengecekan tekanan udara dan aliran semen guna memastikan tidak terjadi kelebihan tekanan yang dapat merusak sistem. Sistem blower dan katup udara diperiksa serta diatur ulang agar aliran udara tetap stabil dan sesuai prosedur. Awak kapal juga memastikan kondisi pipa dalam keadaan kering dan bebas dari sisa semen yang mengeras, karena kelembapan menjadi penyebab utama terjadinya penyumbatan
ANALISA TINDAKAN KAPAL DALAM SITUASI PENGLIHATAN TERBATAS DI KMP. ADINDA WINDU KARSA Ghinaa Nashahtha; Semuel Dumak Parerungan; Nur Fadhilah; Rahmat Kurnia
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 1, Januari (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i1.165

Abstract

Situasi penglihatan terbatas merupakan kondisi berisiko tinggi dalam pelayaran yang umumnya disebabkan oleh faktor cuaca seperti kabut, hujan lebat, dan asap. Kondisi ini menuntut ketepatan pengambilan keputusan oleh nakhoda dan awak kapal guna menjamin keselamatan navigasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindakan operasional KMP Adinda Windu Karsa dalam menghadapi penglihatan terbatas berdasarkan ketentuan P2TL (Peraturan Pencegahan Tabrakan di Laut), khususnya Aturan 19 tentang pengoperasian kapal dalam kondisi jarak pandang terbatas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung terhadap kegiatan navigasi kapal serta studi pustaka terhadap regulasi dan literatur keselamatan pelayaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa KMP Adinda Windu Karsa secara umum telah menerapkan prosedur dasar sesuai P2TL, meliputi pengurangan kecepatan hingga batas aman, peningkatan kewaspadaan jaga di anjungan, penggunaan radar sebagai alat bantu utama navigasi, serta pemanfaatan komunikasi radio untuk meningkatkan kesadaran situasional. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya keterbatasan dalam penerapan pengawasan radar yang sistematis, khususnya dalam hal analisis pergerakan target dan pengendalian arah kapal secara preventif pada kondisi jarak pandang sangat rendah. Faktor sumber daya manusia, seperti perbedaan tingkat pengalaman dan pemahaman awak jaga terhadap penerapan praktis Aturan 19, turut memengaruhi konsistensi pengambilan keputusan navigasi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun KMP Adinda Windu Karsa telah memenuhi ketentuan dasar P2TL dalam menghadapi penglihatan terbatas, peningkatan kualitas pelatihan navigasi, pemahaman mendalam terhadap Aturan 19, serta penguatan disiplin jaga sangat diperlukan. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan dan pengendalian kapal sehingga risiko kecelakaan laut pada kondisi penglihatan terbatas dapat diminimalkan
ANALISIS PENGGUNAAN ALPHABET MARITIM OLEH MAHASISWA POLITEKNIK PELAYARAN MALAHAYATI Yusrah; Nurmailis; Siti Raudhah Maidari; Tio Hadiwiguna
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 2, Juli (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i2, Juli.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan Maritime Alphabet oleh mahasiswa Politeknik Pelayaran Malahayati, meliputi tingkat pemahaman, ketepatan, konsistensi, serta kendala dalam komunikasi maritim. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan mixed methods. Subjek penelitian adalah 48 mahasiswa semester IV Program Studi Sistem Kelistrikan Kapal. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan lisan, observasi, serta kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam menggunakan Maritime Alphabet berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 76,8%. Sebagian besar mahasiswa (41,7%) berada pada kategori baik, diikuti sangat baik (25%), cukup (20,8%), dan kurang (12,5%). Berdasarkan aspek penilaian, pelafalan (72%), ketepatan (78%), dan kelancaran (70%) juga berada pada kategori baik, meskipun pelafalan menjadi aspek terendah. Kesalahan yang ditemukan meliputi kesalahan pelafalan, penyebutan kode huruf, kurangnya kelancaran, serta pengaruh bahasa ibu. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa mahasiswa menyadari pentingnya Maritime Alphabet, namun masih mengalami kesulitan pelafalan dan kurang percaya diri. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran berbasis praktik seperti simulasi, role play, dan latihan pelafalan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi maritim
MELAMPAUI KOMPETENSI TEKNIS: MENGEKSPLORASI PERAN BAHASA INGGRIS MARITIM DALAM MEMPERSIAPKAN CALON MARINE ENGINEER Alberto; Mutmainnah Hasyari
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 2, Juli (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i2, Juli.184

Abstract

Transformasi industri maritim global menuntut calon Marine Engineer tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi profesional dalam lingkungan kerja multinasional. Meskipun Maritime English telah menjadi bagian penting dalam pendidikan maritim, sebagian besar penelitian sebelumnya masih berfokus pada peningkatan kemampuan bahasa atau efektivitas pembelajaran, sementara perannya dalam membentuk kesiapan kerja (work readiness) calon Marine Engineer masih belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Maritime English dalam mempersiapkan calon Marine Engineer melalui perspektif berbagai pemangku kepentingan pendidikan dan industri maritim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain basic qualitative research. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 25 informan yang terdiri atas taruna, alumni, dosen Maritime English, dosen Teknika, Chief Engineer, dan Second Engineer. Data dianalisis menggunakan Thematic Analysis berdasarkan tahapan Braun dan Clarke. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama, yaitu Maritime English as a Professional Competence, Operational Communication in the Engine Room, Maritime English and Work Readiness, Challenges in Developing Maritime English Competence, dan Stakeholders' Expectations toward Maritime English Education. Temuan menunjukkan bahwa Maritime English dipandang sebagai kompetensi profesional yang terintegrasi dengan kemampuan teknis, komunikasi operasional, kolaborasi tim, serta budaya keselamatan di kapal. Selain itu, penelitian mengungkap adanya kesenjangan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan komunikasi nyata di lingkungan kerja maritim sehingga diperlukan pembelajaran yang lebih autentik, kontekstual, dan berbasis praktik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Maritime English berperan sebagai penghubung antara kompetensi teknis dan kompetensi komunikasi profesional dalam membentuk kesiapan kerja calon Marine Engineer, sekaligus memberikan implikasi bagi pengembangan kurikulum dan pembelajaran Maritime English yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri maritim global
UPAYA PENCEGAHAN BASAHNYA MUATAN KONTAINER DI CARGO HOLD AKIBAT CURAH HUJAN DI MV. SINAR PAJAJARAN Arika Fitri Medandi; Samuel Dumak Parerungan; Nur Fadhilah
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 2, Juli (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i2, Juli.185

Abstract

Muatan kontainer merupakan komponen penting dalam transportasi laut yang harus dijaga kualitas dan keamanannya selama proses pengangkutan. Pada MV. Sinar Pajajaran terdapat risiko basahnya muatan kontainer akibat curah hujan tinggi karena kapal menggunakan sistem open cargo hold tanpa hatch cover. Kondisi tersebut memungkinkan air hujan masuk langsung ke ruang palka dan berpotensi menyebabkan kerusakan muatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab basahnya muatan kontainer akibat curah hujan serta menganalisis strategi pencegahan yang diterapkan di atas kapal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama praktik laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab muatan basah adalah tidak adanya hatch cover, tata letak sistem bilge yang kurang optimal, dan tingginya intensitas curah hujan. Strategi pencegahan yang diterapkan meliputi pemeriksaan dan pembersihan rutin got palka, penambahan pipa hisap, pengaturan trim kapal, pengoperasian pompa bilge, serta peningkatan pemahaman kru terhadap sistem alarm bilge. Penerapan strategi tersebut mampu mengurangi risiko genangan air di ruang muat dan meminimalkan kerusakan muatan akibat curah hujan.
ANALISIS FAKTOR FISIKA LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI KESELAMATAN KERJA DI KAMAR MESIN KAPAL Nur Fadhilah; Salfauqi Nurman; Sariyulis
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 2, Juli (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i2, Juli.186

Abstract

Kamar mesin kapal merupakan area kerja dengan tingkat risiko keselamatan yang tinggi karena menjadi pusat pengoperasian sistem propulsi dan berbagai peralatan permesinan. Lingkungan kerja pada area ini dipengaruhi oleh faktor fisika, seperti suhu, kebisingan, getaran, dan pencahayaan yang dapat memengaruhi kesehatan, kenyamanan, dan keselamatan awak kapal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor-faktor fisika lingkungan terhadap keselamatan kerja di kamar mesin kapal serta mengidentifikasi strategi pengendaliannya. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Literatur diperoleh dari Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, dan Garuda, kemudian dianalisis menggunakan content analysis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebisingan merupakan faktor yang paling dominan karena meningkatkan risiko gangguan pendengaran, stres, gangguan komunikasi, dan kecelakaan kerja. Suhu tinggi menyebabkan heat stress, dehidrasi, dan penurunan konsentrasi, sedangkan getaran memicu gangguan muskuloskeletal dan kelelahan kerja. Pencahayaan yang tidak memadai meningkatkan risiko kesalahan dalam pembacaan instrumen dan inspeksi permesinan. Pengendalian risiko dilakukan melalui peningkatan ventilasi, pemasangan peredam suara, pengurangan sumber getaran, penyediaan pencahayaan sesuai standar, penggunaan alat pelindung diri, serta pemantauan lingkungan kerja secara berkala untuk mendukung keselamatan dan produktivitas awak kapal
OPTIMIZATION OF WATCHKEEPING DUTIES DURING CARGO LOADING AND UNLOADING OPERATIONS ON BOARD MV. TANTO EXPRESS Alridho Rivaldhi Sukma Adji; Siti Raudhah Maidari; Rahmat Kurnia
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 2, Juli (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i2, Juli.190

Abstract

Optimal watchkeeping is a decisive factor in ensuring the safety and efficiency of cargo loading and unloading operations on board. In practice, however, cargo watchkeeping aboard MV. Tanto Express has not been carried out optimally due to a range of operational constraints encountered on deck. This study aims to identify the factors that make watchkeeping ineffective, to assess the level of operational risk involved, and to formulate strategies for optimizing cargo watchkeeping duties. A qualitative descriptive method was employed, combining a Fishbone Diagram to trace the root causes of the problem with Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) and Risk Priority Number (RPN) calculations to rank risk priorities. The findings show that the principal contributing factors fall into four categories: man, method, machine, and environment. The highest RPN value, 256, was associated with the physical and mental fatigue experienced by watch officers during the 00:00-04:00 shift, which substantially reduces situational awareness. The proposed optimization strategies center on restructuring work-rest schedules, standardizing communication procedures, and improving the effectiveness of monitoring equipment during cargo-handling operations
DESAIN KENDALI HALUAN BERBASIS ULTRASONIK MULTI-SUDUT UNTUK PROTOTIPE KAPAL TANPA AWAK Muhammad Ikhsan; Dedi Kurniawan; Muhammad Yani; Muhammad Aziz
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 7 No. 2, Juli (2026): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v7i2, Juli.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang sistem kendali haluan kontinu yang hemat sumber daya menggunakan konfigurasi spasial simetris lima sensor ultrasonik yakni depan 0o, kiri 22.5o, kiri 45o, Kanan 22.5o, dan Kanan 45o. Penambahan sudut antara 22.5o diimplementasikan untuk mengeliminasi titik buta (blind spot) pada haluan. Integrasi pemodelan waktu kritis menyesuaikan dengan Model Kemudi Nomoto Orde Pertama. Persamaan yang digunakan mampu menghasilkan instruksi sudut kemudi yang berbanding terbalik terhadap sisa jarak aman rintangan tanpa memerlukan threshold statis. Hasil simulasi dan pengujian skenario menunjukkan bahwa pada kondisi aman, kemudi bergerak melandai secara normal, sementara pada kondisi kritis sebagian sisi lambung kapal sistem melakukan pembatasan (clamping) sudut pada 60o. Ketika menghadapi skenario blokade total sistem mengaktifkan mode mitigasi darurat dengan memutus fungsi kontinu, menurunkan motor ke level minimal untuk mereduksi inersia, dan mengunci kemudi pada sudut 60o kanan guna melakukan manuver poros (pivot turn). Kontribusi teoretis dari penelitian ini adalah hilangnya parameter kecepatan v dan waktu kritis dari persamaan final. System kendali ini tetap adaptif terhadap variasi kecepatan jelajah memanfaatkan fenomena kompensasi hidrodinamika alami lambung kapal, sehingga membebaskan mikrokontroler dari kebutuhan sensor kecepatan tambahan serta menghemat beban komputasi.

Page 11 of 12 | Total Record : 116