cover
Contact Name
ABDUL KHER
Contact Email
abdulkher@radenfatah.ac.id
Phone
+6281271310210
Journal Mail Official
abdulkher@radenfatah.ac.id
Editorial Address
Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
ISSN : 28096401     EISSN : 28090500     DOI : https://doi.org/10.19109/jsq
Jurnal Semiotika Q Kajian Ilmu Al-Quran dan Tafsir is a biannual and peer reviewed journal dedicated to publishing the scholarly study of Qur’an from many different perspectives.
Articles 111 Documents
Konstruksi Qira’at al-Zamakhsharī dalam Tafsīr al-Kashshāf: Analisis Implikatif terhadap Penafsiran Rohani, Rohani; Bin Hasan, Suhendri
Jurnal Semiotika Quran Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v4i2.25069

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam mengenai qira’at yang terdapat di dalam penafsiran al-Zamakhshari dalam kitab tafsir al-Kashshaf. Pada beberapa tempat al-Zamakhshari menafsirkan ayat al-Qur’an menggunakan qira’at, meskipun tidak semua qira’at memberi pengaruh terhadap makna al-Qur’an, akan tetapi ada juga qira’at yang merubah makna dari al-Qur’an. Salah satu penyebab adanya perubahan qira’at  ialah sab’atu ahruf. Penelitian ini bertujuan untuk melihat implikasi qira’at dalam penafsiran tafsir al-kashshaf melalui sab’atu ahruf pendapat Imam Abu al-Fadhl al-Razi pada tujuh unsur, diantaranya ialah qira’at pada isim, qira’at pada tashrif al-‘afal, qira’at pada i‘rab, qira’at pada al-naqs wa al-ziyadah, qira’at pada taqdim wa al-ta’khir, qira’at pada ibdal dan qira’at pada lahjah atau dialek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan dan analisis qira’at pada penafsiran al-Zamakhshari dalam kitab tafsir al-Kashshaf. Menganalisis implikasi qira’at dalam penafsiran tafsir al-kashshaf pada tujuh unsur tersebut, dapat melihat sejauh mana qira’at memberi pengaruh terhadap penafsiran al-Zamakhshari dalam memaknai al-Qur’an.
Kajian Asbāb al-Nuzūl Ayat-Ayat Poligami: Menemukan Konteks dan Makna Moh. Farkhanur Rizqi; Suqiyah Musafa'ah
Jurnal Semiotika Quran Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v4i2.25095

Abstract

Kajian terhadap ayat-ayat poligami selalu menjadi pembahasan yang menarik. Bagaimanapun, baik secara teks maupun dalam praktik, poligami banyak terjadi. Selain itu, diskusi mengenai pemaknaan ayat-ayat poligami terus berlangsung, karena pihak yang pro dan kontra terhadap poligami memiliki landasan argumentasinya masing-masing. Perbedaan pendapat ini tidak terlepas dari fakta bahwa tidak ada nash atau dalil yang pasti mengenai larangan poligami. Sementara itu, dalam nash al-Qur’an, poligami bukan merupakan suatu perintah. Oleh karena itu, menjadi menarik untuk mengkaji lebih dalam mengenai ayat-ayat tentang poligami dengan pendekatan asbāb al-nuzūl. Melalui kajian asbāb al-nuzūl, dapat diketahui latar belakang adanya ayat poligami, sehingga dapat digunakan dalam penentuan hukum. Dengan metode penelitian kualitatif dan jenis penelitian kepustakaan, penulis menjelaskan secara deskriptif-analitis tentang asbāb al-nuzūl ayat-ayat poligami. Dari sini, dapat disimpulkan bahwa tidak ada nash dalam al-Qur’an yang melarang praktik poligami. Namun, alasan dan konsekuensi dari berpoligami harus menjadi pertimbangan utama, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW ketika berpoligami.
Self-love atau Selfish: Relevansi Konsep Tarbiyah dalam QS. al-Isra’ [17]: 24 dengan Hubungan Anak dan Orang Tua M. Nur, Tya Shofarina; Surahman, Cucu; Shinta Novia; Khairunnisa, Khairunnisa; Ratna Wulandari
Jurnal Semiotika Quran Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v4i2.25097

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kebingungan di kalangan remaja muslim dalam membedakan konsep self-love dengan perilaku egois (selfish), terutama dalam konteks hubungan anak dan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep self-love dalam perspektif pendidikan Islam dan membedakannya dari perilaku egois, sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam QS. al-Isra’ [17]: 24. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis tafsir terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, khususnya QS. al-Isra’ [17]:  24, yang memuat ajaran kasih sayang dan sikap menghormati orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-love yang sesuai dengan nilai-nilai Islam menekankan pada keseimbangan antara kasih sayang kepada diri sendiri dan orang lain, tanpa mengabaikan kebutuhan serta hak-hak orang tua. Self-love ini bukan berarti mementingkan diri sendiri, melainkan memperhatikan kesehatan mental dan fisik agar dapat berperan lebih baik dalam keluarga dan masyarakat. Analisis ini menegaskan bahwa sikap hormat dan kasih sayang kepada orang tua harus tetap menjadi prioritas dalam membentuk karakter individu yang utuh.
Konsep Multikulturalisme dalam Surah al-Hujurat Ayat 13 Perspektif Tafsir Ibnu Katsir M. Jamil; Rika Rezky Siregar
Jurnal Semiotika Quran Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v4i1.25099

Abstract

Multikulturalisme merupakan konsep yang menekankan penghargaan terhadap keberagaman etnis, budaya, dan agama dalam kehidupan sosial. Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam memiliki panduan yang jelas tentang penghormatan terhadap keberagaman ini. Salah satu ayat yang menyinggung hal ini adalah surah al-Hujurat ayat 13. Penelitian ini bertujuan untuk menggali konsep multikulturalisme dalam ayat tersebut melalui perspektif Tafsir Ibnu Katsir. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan jenis penelitian kepustakaan dengan teknik analisis isi, yang berfokus pada analisis teks untuk memahami makna ayat tersebut menurut Ibnu Katsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tafsir Ibnu Katsir, Allah Swt menciptakan manusia dalam keragaman suku dan bangsa agar saling mengenal dan bukan untuk saling membedakan. Konsep multikulturalisme dalam ayat ini mengandung pesan bahwa manusia harus menghargai perbedaan dan menjadikan takwa sebagai ukuran utama dalam kehidupan, bukan identitas etnis atau ras. Temuan ini menunjukkan bahwa Islam mendukung kehidupan harmonis dalam keberagaman dan menolak diskriminasi berbasis etnis atau budaya.
Mengatasi Stres dan Kecemasan Perspektif QS. An-Nazi’at Ayat 40: Analisis Penafsiran Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah Rabiatul Adawiyah; Muhammad Albadar Adren; Ridwan Sholeh; Putri Ramadani; Sukiyat, Sukiyat
Jurnal Semiotika Quran Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v4i2.25109

Abstract

Kecemasan dan stres adalah masalah psikologis yang semakin sering muncul di kehidupan modern. Ayat 40 surah An-Nazi'at adalah salah satu ayat al-Qur’an yang paling relevan untuk membahas cara mengatasi stres dan kecemasan. Dalam tafsir Quraish Shihab, pengendalian diri yang dikenal sebagai tazkiyah, adalah langkah penting untuk menghadapi tantangan hidup yang menimbulkan kecemasan dan stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari lebih lanjut perspektif Quraish Shihab tentang interpretasi QS. An-Nazi’at ayat 40 dan merelasikannya dengan pendekatan psikologis untuk mengelola stres dan kecemasan. Dengan menggunakan metode kualitatif dan melakukan penelitian literatur, hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pengendalian dalam QS. An-Nazi’at ayat 40 sangat relevan dengan berbagai metode manajemen stres kontemporer. Dengan demikian, menggabungkan pendekatan spiritual Islam, terutama tazkiyah, dapat membantu orang mengatasi stres dan kecemasan dalam kehidupan sehari-hari.
Kisah Hedonisme Qarun dan Kaum Saba’ dalam Al-Qur’an: Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce Finaldy, Auli Robby
Jurnal Semiotika Quran Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v4i1.25116

Abstract

Penelitian ini akan mengkaji terkait sifat hedonisme yang terdapat pada kisah Qarun dan Kaum Saba’ dalam Al-Qur’an dan relevansinya dengan saat ini. Hal ini dilatarbelakangi oleh suatu fakta di zaman sekarang di mana banyak sekali manusia yang terjebak dalam ideologi modern seperti sikap hedonisme, harta atau materi, yang merupakan tolak ukur untuk mengklasifikasikan strata sosial di mata masyarakat. Akibatnya, kesenangan terhadap harta dunia telah menjadi tujuan utama hidup, sehingga menjadikan banyak yang lupa terhadap tujuan manusia itu diciptakan. Dalam kaitannya terhadap sikap hedonisme, Allah menampilkan kisah Qarun dan Kaum Saba` di dalam Al-Qur’an. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk hedonisme Qarun dan Kaum Saba` jika dilihat dari sudut pandang semiotika dan apa hikmah dibalik kisah tersebut. Sumber data primernya adalah ayat-ayat kisah Qarun dan Kaum Saba` dalam Al-Qur’an yang kemudian dianalisa menggunakan teori semiotika Charles Sanders Pierce. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk hedonisme Qarun dan Kaum Saba` jika dilihat dari kisah-kisah yang terdapat dalam Al-Qur`an adalah sikap diri merasa lebih tinggi dari orang lain dan merasa paling superior atas segalanya. Kisah tersebut juga menghasilkan makna, pentingnya menghindari pola hidup hedonisme dan konsumtif, agar manusia tidak terjerumus pada jurang kehancuran.
Fenomena Pernikahan Transgender: Bias Tafsir Makna Azwaja dalam QS. Ar-Rum Ayat 21 Marwiyah, Siti; Apriyanti, Apriyanti; Kamaruddin, Kamaruddin
Jurnal Semiotika Quran Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v4i2.25177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bias tafsir makna azwaaja pada QS. Ar-Rum ayat 21 di kalangan para ulama terkait dengan pernikahan transgender. Hal ini dikarenakan munculnya fenomena pernikahan yang dilakukan oleh kalangan transgender. Penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan ilmu tafsir khususnya metode tahlili Seluruh data penelitian akan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata azwaaja menurut para mufassir adalah pasangan yang berbeda jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, pernikahan yang dilakukan oleh sesama jenis baik lesbi, gay, atau kaum transgender tidak sesuai dengan makna azwaaja karena menyalahi fitrah manusia. Sementara itu, ada beberapa mufassiryang menyatakan bahwa tindakan melarang pernikahan sesama jenis tidak masuk akal karena dilatarbelakangi oleh adanya alasan monoteisme saja. Padahal, manusia diberikan kebebasan untuk berbuat. Sebagaimana yang ditegaskan Allah SWT dalam surat al-Isra: 84.
Pendidikan Perempuan Berbasis Al-Qur’an: Upaya Mengatasi Ketidaksetaraan Gender dalam Pendidikan di Indonesia AZIS, Annisa Rahmania; Thobroni, Ahmad Yusam
Jurnal Semiotika Quran Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v4i2.25220

Abstract

Artikel ini bertujuan membahas pentingnya pendidikan perempuan berbasis QS. An-Nisa’ Ayat 32 dan QS. An-Nahl Ayat 97 dalam mengatasi ketidaksetaraan gender dalam pendidikan di Indonesia. Meskipun kemajuan telah dicapai, perempuan masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengakses pendidikan yang setara, terutama di kalangan masyarakat Indonesia. Penelitian ini menyoroti perlunya kurikulum yang inklusif dan sensitif terhadap gender, serta pelatihan kesadaran gender bagi pendidik untuk menciptakan lingkungan belajar yang tidak diskriminatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwasannya prinsip Al-Qur’an mengedepankan keadilan dan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam mendapatkan Pendidikan. Selain itu, dalam Al-Qur’an, Allah juga memberikan tantangan bagi kaum laki-laki dan perempuan untuk mengejar prestasi. Laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan kemakmuran. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendidikan yang setara bagi perempuan bukan hanya penting untuk pengembangan individu, tetapi juga untuk kemajuan sosial dan ekonomi secara keseluruhan, sehingga menciptakan masyarakat yang lebih adil dan inklusif.
Resistensi Mahasiswa Lulusan SMA/SMK dalam Menyelesaikan Studi pada Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Sumatera Utara Maftuh Ahnan
Jurnal Semiotika Quran Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v4i2.25252

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan dan menganalisis bentuk resistensi yang dialami mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (PSIAT) di UIN Sumatera Utara. Hal ini dilatari oleh suatu fakta bahwa mahasiswa lulusan sekolah umum (SMA/SMK) mengalami beragam bentuk tantangan untuk dapat menyelesaikan perkuliahan di PSIAT. Untuk menjawab persoalan ini, maka diajukan pertanyaan bagaimana bentuk resistensi mahasiswa lulusan sekolah umum dan apa bentuk tekanan dan rintangan yang dihadapi untuk dapat menyelesaikan perkuliahan di PSIAT?. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan mengajukan wawancara kepada 10 mahasiswa dari lulusan sekolah umum yang dijadikan sebagai data primer. Sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui data kepustakaan dari artikel, skripsi dan dokumentasi yang sejalan dengan kajian ini. Setelah data dikumpulkan lalu dianalisis dengan tehnik tiranggulasi data dimulai dengan reduksi data, penyajian data dan ditarik kesimpulan. Hasil temuan menunjukan bahwa mahasiswa lulusan umum melakukan resistensi berjuang; berlajar mandiri di media sosial, mencari panutan, ikut dalam organisasi Prodi. Adapun dari sikap resistensi secara pasrah dari keadaan yang diterima ditunjukkan dengan sikap apatis, tidak perduli, merasa salah jurusan, tidak serius dalam belajar, merasa diri paling bodoh dan menghindar dari bentuk pelajaran IAT untuk menyelesaikan studi.
Hermeneutika dalam Diskursus Tafsir: Konsep, Sejarah Perkembangan, dan Penggunaannya dalam Tafsir Ibnu Katsir Muh. Mubinullah; Haqiqi, M. Rama; Mubinullah, Muh.; Arsy, M. Rizkhan
Jurnal Semiotika Quran Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v4i1.25356

Abstract

تتناول هذه المقالة مقدمة في الهرمنيوطيقا في التفسير، بما في ذلك التاريخ، والتطور، وكذلك المفاهيم الأساسية والمدارس في دراسة تفسير ابن كثير. الهرمنيوطيقا، كمنهج لتفسير النصوص، تلعب دورًا مهمًا في فهم وتفسير الوحي الإلهي. ومع تطور تاريخ التفسير، طورت الهرمنيوطيقا مدارس ومنهجيات مختلفة للتعمق في معاني آيات القرآن الكريم. تبدأ هذه المقالة أولاً بعرض خلفية تاريخية لتطور التفسير من العصور الكلاسيكية إلى العصور الحديثة، مع التركيز الخاص على كيفية تأثر تفسير ابن كثير ومن ثم تأثيره على منهجية الهرمنيوطيقا. بعد ذلك، تستكشف المقالة المفاهيم الأساسية للهرمنيوطيقا ذات الصلة في دراسة التفسير وتوضح المدارس الرئيسية في التفسير التي تتبنى منهجية الهرمنيوطيقا. من خلال هذا التحليل، تهدف المقالة إلى تقديم فهم أعمق حول كيفية مساهمة تفسير ابن كثير في سياق الهرمنيوطيقا وكيفية تطبيق هذه المنهجية في دراسة التفسير المعاصر.

Page 10 of 12 | Total Record : 111