cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
saptaandy@gmail.com
Phone
+628126416133
Journal Mail Official
saptaandy@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rimbang Lk. IX Perum Wahyu Asri V Blok A No 5 Siumbut Baru, Kec. Kisaran Timur
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Published by Smart Education
ISSN : -     EISSN : 27767647     DOI : https://doi.org/10.54314
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat adalah merupakan jurnal ilmiah dengan E-ISSN 2776-7647 yang memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang terbit pada bulan April dan Desember setiap tahunnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 243 Documents
WORKSHOP PEMBUATAN AKSESORIS MANIK – MANIK KEPADA PEGAWAI REZEKY PAYET INDONESIA Situmorang, Irvan Rolyesh; Wirnawan, Wirnawan; Stevani, Stevani; Saphira, Viony
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i1.3097

Abstract

Abstract: The trend of accessory workshops is currently growing and attracting a lot of attention. Through this activity, employees can learn to make unique accessories such as bracelets, necklaces, and earrings from simple materials including beads, ropes, and threads. Workshops are not only a place to learn, but can also be a place to creativity. In addition, by participating in workshops, employees will become more familiar with color combinations, accessory designs, and creative manufacturing techniques. So, workshops can be a learning space for employees to improve their abilities and skills professionally.Keywords: Workshop; accessories; creativity. Abstrak: Tren workshop aksesoris saat ini semakin berkembang dan menarik banyak perhatian. Melalui kegiatan ini, para pegawai dapat belajar membuat aksesoris unik seperti gelang, kalung, anting dari bahan – bahan sederhana yang meliputi manik – manik, tali, dan benang. Workshop tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk berkreativitas. Selain itu, dengan mengikuti workshop para pegawai akan menjadi lebih paham dengan kombinasi warna, desain aksesoris, dan teknik pembuatan yang kreatif. Jadi, workshop dapat menjadi ruang belajar bagi para pegawai untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka secara profesional.Kata kunci : Workshop; aksesoris; kreativitas.
WORKSHOP PEMBUATAN TOTEBAG ECOPRINT SEBAGAI PRODUK EKONOMI KREATIF DI SMA WR SUPRATMAN 1 MEDAN Nainggolan, Elisabeth; Joni, Joni; Manik, Desma Erica Maryati
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i1.3029

Abstract

 Abstrak: Dosen lewat Tri Darma Perguruan Tinggi diharapkan berdampak bagi kehidupan masyarakat khususnya lewat dunia pendidikan. Sumber Daya Manusia adalah output pendidikan dengan salah satu input yang digunakan untuk menghasilkannya adalah tenaga pendidik baik itu guru maupun dosen. Kolaborasi antara perguruan tinggi dengan sekolah diperlukan agar output pendidikan yang dihasilkan nantinya Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing saat menjalankan perannya sebagai pelaku ekonomi. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini merupakan kolaborasi antara dosen dengan guru SMA WR Supratman 1 Medan dalam pelaksanaan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasilan dengan tema Kewirausahaan. PKM workshop pembuatan produk ekonomi kreatif totebag ecoprint pada siswa kelas X SMA WR Supratman 1 Medan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan bagi siswa dalam membuat produk ekonomi kreatif yang bernilai jual, dimana dengan pelatihan ini diharapkan bertambahnya keterampilan siswa dalam menciptakan dan memasarkan suatu produk ekonomi kreatif yang dapat dijadikan bekal bagi siswa untuk menjadi wirausahawan yang yang akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kata kunci: totebag ecoprint; ekonomi kreatif, pertumbuhan ekonomi, SDM
WORKSHOP GAMES EDUKASI UNTUK ORANG TUA: PENDAMPINGAN BELAJAR MENYENANGKAN ERA DIGITAL DI SANGGAR KEADILAN SMH INDONESIA Ginting, Subhan Hafiz Nanda; Ruziq, Fahmi; Wayahdi, M Rhifky
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i1.3358

Abstract

Abstract: The role of parents in assisting children to learn in the digital era is increasingly crucial, especially in fostering an interest in learning that is fun and meaningful. However, not all parents have adequate knowledge and skills in utilizing digital technology as an educational tool. This community service activity aims to increase the capacity of parents in assisting children's learning process through educational games that are in accordance with current technological developments. The workshop was held at Sanggar Keadilan SMH Indonesia located in Medan, with the main target of parents from the assisted community. The implementation method included a participatory approach through socialization, hands-on training, simulation of the use of educational games based on applications and web, and reflective discussion sessions. The results of the activity showed an increase in parents' understanding and skills in selecting, using and integrating educational games as learning tools for children. In addition, participants showed high enthusiasm in trying out various educational game platforms and stated that this approach helped create a more interactive and fun learning atmosphere at home.            Keywords: Educational Games, Learning Assistance, Digital Age, Sanggar Keadilan SMH Indonesia.  Abstrak: Peran orang tua dalam mendampingi anak belajar di era digital semakin krusial, terutama dalam menumbuhkan minat belajar yang menyenangkan dan bermakna. Namun, tidak semua orang tua memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana edukatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas orang tua dalam mendampingi proses belajar anak melalui media permainan edukatif (games edukasi) yang sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini. Workshop dilaksanakan di Sanggar Keadilan SMH Indonesia yang berlokasi di Medan, dengan sasaran utama para orang tua dari komunitas dampingan. Metode pelaksanaan meliputi pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan langsung, simulasi penggunaan games edukasi berbasis aplikasi maupun web, serta sesi diskusi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan orang tua dalam memilih, menggunakan, dan mengintegrasikan games edukasi sebagai alat bantu belajar anak. Selain itu, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mencoba berbagai platform permainan edukatif dan menyatakan bahwa pendekatan ini membantu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan di rumah. Kata kunci: Games Edukasi, Pendampingan Belajar, Era Digital, Sanggar Keadilan SMH Indonesia. 
PELATIHAN PEMBELAJARAN AKTIF ABAD -21 YANG TERINTEGRASI PADA PROFIL PELAJAR PANCASILA BAGI GURU GURU SD IT PERMATA BERBASIS TEKNOLOGI DAN SAINTIFIK Palma Juanta; Muhardi Saputra; Anita Anita; Siti Aisyah; Sumita Wardani
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 3, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v3i2.1534

Abstract

Abstract: Learning is a process of interaction between students and educators in a learning environment that takes place in an educational manner, so that students can develop their attitudes, knowledge and skills to achieve the goals that have been set. The development of technology every year makes it difficult for teachers to keep up with developments so that almost every teacher still does not understand how to use Microsoft PowerPoint and Excel. Teachers only use the application as a tool. Therefore, there is a need for training for teachers to make learning plans, recap student learning outcomes, or create interesting teaching materials for students that are technologically and scientifically based so that they can improve professional competence, especially in the appropriate use of technology in the learning process.Keywords: teachers; technology; scienceAbstrak: Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dan pendidik pada suatu lingkungan belajar yang berlangsung secara edukatif, agar peserta didik dapat membangun sikap, pengetahuan dan keterampilannya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berkembangnya teknologi setiap tahunnya membuat para guru kesulitan dalam mengikuti perkembangannya sehingga hampir setiap guru masih kurang paham menggunakan microsoft powerpoint dan excel. Guru hanya menggunakan aplikasi tersebut sebatas pada tools. Maka itu perlu adanya pelatihan bagi guru untuk membuat rencana pembelajaran, merekap hasil belajar peserta didik, atau membuat bahan ajar yang menarik bagi peserta didik yang berbasis teknologi dan saintifik sehingga dapat meningkatkan kompetensi profesional terutama dalam pemanfaatan teknologi pada proses pembelajaran secara tepat.Kata kunci: guru-guru; teknologi; saintifik
INTEGRASI BAHAN AJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL KABUPATEN ASAHAN DALAM MENGAJAR KETERAMPILAN MEMBACA Supiatman, Lis; Aryni, Yen; Cantika, Aisyah; Nasution, Ravli Akbar; Hardiyanti, Juni
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i1.3089

Abstract

Abstract: This socialization was provided for students as prospective teachers in overcoming students' lack of interest in reading. According to the results of Rapor Pendidikan Indonesia in 2023, especially the main indicator of students' literacy skills, which this year was 49.26%, decreased by 4.59 from 2021 (53.85%) (Ministry of Education, Culture, 2023). It also happenned in Indonesia in 2022 (UNESCO). Indonesia was still ranked 60th out of 70 countries. This shows that the literacy skills of Indonesian students are getting lower (Ramadhan, 2023). Of course, it is not much different in Asahan Regency. Based on the results of monitoring and evaluation of the Integrated School Field Introduction (PLPT) course activities in several schools in Asahan Regency in 2024, students' interest in reading texts was very low, which had an impact on their learning outcomes, especially in understanding reading. One of the causes is the teaching materials that are not interesting. Therefore, the integration of local wisdom into teaching materials needs to be done so that they become more interested and motivated. The integration in question was socialized to students as prospective teachers because the knowledge they gained will be conveyed and applied to their students later (Rosyada et al., 2022). Keywords: integration, reading literacy, reading interest, local wisdom Abstrak: Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pembekalan kepada mahasiswa sebagai calon guru dalam mengatasi kurang minatnya siswa untuk membaca. Menurut hasil Rapor Pendidikan Indonesia tahun 2023 terutama indikator utama kemampuan literasi siswa yang tahun ini 49,26% mengalami penurunan 4,59 dari 2021 (53,85%) (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, 2023). Sama halnya dengan kemampuan literasi siswa Indonesia tahun 2022 (UNESCO). Indonesia masih berada pada peringkat ke-60 dari 70 negara. Ini menunjukan bahwa kemampuan literasi siswa Indonesia semakin rendah (Ramadhan, 2023). Tentu tidak jauh berbeda di Kabupaten Asahan. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pada kegiatan mata kuliah Pengenalan Lapangan Persekolahan Terpadu (PLPT) di beberapa sekolah di Kabupaten Asahan tahun 2024, minat siswa untuk membaca teks sangatlah rendah sehingga berdampak terhadap hasil belajar mereka terutama dalam memahami bacaan. Salah satu penyebabnya adalah bahan ajar yang kurang menarik. Oleh karena itu, pengintegrasian kearifan lokal ke dalam bahan ajar perlu dilakukan supaya mereka menjadi lebih tertarik dan termotivasi. Pengintegrasian yang dimaksud disosialisasikan kepada mahasiswa sebagai calon guru karena pengetahuan yang mereka peroleh akan disampaikan dan diterapkan kepada siswa mereka nanti (Rosyada et al., 2022).Kata kunci: integrasi, kearifan lokal, literasi membaca, minat membaca
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROMOSI DAN PEMASARAN UMKM LENGKONG KARYA Azzahra, Annisaa; Muzaki, Afriza Ikhsan; Nur Fadhilah, Kayla Zahrah; Alfarizy, Mochammad Ferdy; Ningrum, Novita Widya; Sucipto, Rakhmat Hadi
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i1.2968

Abstract

Abstract: Micro, small, and medium enterprises (MSMEs) play an important role in encouraging regional economic growth, including those in the Lengkong Karya Village area, North Serpong District, South Tangerang City. However, MSME actors in this region still face various obstacles, especially in the marketing aspect. Therefore, support from outside parties, including universities, is to improve their abilities. With this fact, Bina Sarana Informatics University (UBSI), especially through the BSI Explore community service program, is here to help develop MSMEs in the Lengkong Karya area. The team made socialization activities, especially about more optimal sales and promotion techniques, assistance in making Business Identification Numbers (NIB), and making business logo designs to increase buyer attraction. Methods to make this activity a success include interactive training, direct mentoring, creative workshops, and outcome mapping-based evaluations. The results of the activity show that there is an increase in the understanding and skills of MSME actors in utilizing digital technology for marketing. As a result, there has been an increase in turnover and a wider market reach. Keyword: lengkong karya; MSMEs; regional economy  Abstrak: Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berperan peran penting mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk yang berada di wilayah Kelurahan Lengkong Karya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan. Meski demikian, pelaku UMKM di wilayah ini masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam aspek pemasaran. Oleh karena itu, dukungan dari pihak luar, termasuk perguruan tinggi, demi meningkatkan kemampuan mereka. Dengan fakta tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) terutama melalui program pengabdian masyarakat BSI Explore hadir untuk membantu mengembangkan UMKM di wilayah Lengkong Karya. Tim membuat kegiatan sosialisasi terutama tentang teknik penjualan dan promosi yang lebih optimal, pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta pembuatan desain logo usaha guna meningkatkan daya tarik pembeli. Metode untuk menyukseskan kegiatan ini di antaranya adalah dengan pelatihan interaktif, pendampingan langsung, workshop kreatif, dan evaluasi berbasis outcome mapping. Hasil kegiatan menunjukkan, ada peningkatan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran. Imbasnya, terjadi peningkatan omzet serta jangkauan pasar yang lebih luas. Kata kunci: ekonomi daerah; lengkong karya; umkm
EDUKASI BAHAYA GADGET DAN FESTIVAL KEBAIKAN: WUJUD PENGABDIAN UKM PRO.ASTA UNIVERSITAS BATTUTA Ruziq, Fahmi; Wayahdi, M. Rhifky; Nanda Ginting, Subhan Hafiz; Wahyuni, Dewi; Sridewi, Nurmala
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i1.3393

Abstract

Abstract: The development of digital technology brings both conveniences and challenges for children. Excessive gadget use can negatively impact children’s physical, psychological, and social well-being. The community service programme "Education on the Dangers of Gadgets and Kindness Festival" aims to provide education about the dangers of excessive gadget use while introducing various healthy and enjoyable alternative activities. The method applied was participatory and educational through counselling, educational games, traditional games, and a kindness festival. The results showed an increase in children’s awareness of the negative impacts of gadgets and their interest in engaging in beneficial non-gadget activities. This activity is expected to become a preventive effort to reduce children's dependence on gadgets in the digital era.            Keywords: children's activities; educational gadgets; kindness festival; educational games; community service.  Abstrak: Perkembangan teknologi digital membawa kemudahan sekaligus tantangan bagi anak-anak. Penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan sosial anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat “Edukasi Bahaya Gadget dan Festival Kebaikan” bertujuan untuk memberikan edukasi tentang bahaya penggunaan gadget berlebihan sekaligus mengenalkan berbagai aktivitas alternatif yang sehat dan menyenangkan. Metode yang digunakan bersifat partisipatif dan edukatif melalui penyuluhan, permainan edukatif, permainan tradisional, dan festival kebaikan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran anak-anak tentang dampak negatif gadget serta tumbuhnya ketertarikan terhadap aktivitas non-gadget yang bermanfaat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi preventif dalam menekan ketergantungan anak terhadap gadget di era digital. Kata kunci: aktivitas anak; edukasi gadget; festival kebaikan; permainan edukatif; pengabdian masyarakat 
PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA SWASTA DAERAH AIR JOMAN Sudarti, Nila; Herawati, Tuti; Sugesti, Pradita
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i1.3099

Abstract

Abstract: The implementation of the independent curriculum as an effort to improve the quality of education in Indonesia. This curriculum aims to provide more freedom to schools in designing and implementing the curriculum according to the needs and characteristics of each school. This service is carried out to implement the independent curriculum at SMA Swasta Daerah Air Joman. Data were collected through interviews with principals, teachers and students who have used the independent curriculum. In addition, observations were also conducted to observe the learning process in the classroom. Based on the results of the study, it shows that the implementation of the curriculum in this school faces various challenges. Although there is freedom in designing the curriculum, the school experiences obstacles in developing learning materials that are relevant to local needs. In addition, improving the quality of teachers and support from schools and the government are also important factors in the success of this curriculum. They have a strong commitment to improving the quality of education, collaborating with various parties, and conducting regular monitoring and evaluation of the implementation of the curriculum. This study concludes that the independent curriculum in schools requires a strong commitment, support from various parties, and adaptation to the characteristics of the school and its environment. In addition, increasing teacher capacity must also be considered so that the curriculum can be successful and have a positive impact on education in Indonesia. Keywords: independent curriculum, indonesian language learning  Abstrak: Pelaksanaan kurikulum merdeka sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Kurikulum ini bertujuan untuk memberikan kebebasan lebih kepada sekolah dalam merancang dan mengimplementasikan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing sekolah. Pengabdian ini dilakukan untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka di SMA Swasta Daerah Air Joman. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru dan siswa yang telah menggunakan kurikulum merdeka. Selain itu observasi juga dilakukan untuk mengamati proses pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa implementasi kurikulum di sekolah ini menghadapi berbagai tantangan. Walaupun ada kebebasan dalam merancang kurikulum, tetapi sekolah mengalami kendala dalam mengembangkan materi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan lokal. Selain itu peningkatan kualitas guru dan dukungan dari pihak sekolah dan pemerintah juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan kurikulum ini. Mereka memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan, berkolaborasi dengan berbagai pihak, dan melakukan pemantauan serta evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan kurikulum. kegiatan ini menyimpulkan bahwa kurikulum merdeka di sekolahmembutuhkan komitmen yang kuat, dukungan dari berbagai pihak, dan adaptasi terhadap karakteristik sekolah dan lingkungannya. Selain itu peningkatan kapasitas guru juga harus di perhatikan agar kurikulum dapat berhasil dan memberikan dampak positif pada pendidikan di Indonesia. Kata kunci: kurikulum merdeka, pembelajaran bahasa indonesia 
PELATIHAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI DIGITAL PADA APLIKASI KVISOFT FLIPBOOK MAKER DI MTS ISLAMIYYAH SEI KAMAH II Purba, Oktaviana Nirmala; Herawati, Tuti; Susmita, Devi Facharaini; Sari, Lusi Nolita; Syahriani, Nurul
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i1.2432

Abstract

Curriculum demands that continue to develop provide challenges for educators to continue updating digital capabilities that really support independent curriculum learning. The use of digital is able to change the paradigm from focusing on printed books towards using digital books with good quality content, attractive, interactive and cost-effective design and appearance. The importance of digital books can make it easier for students to use them anywhere and anytime. One application that can use digital books is Kvisoft Flipbook Maker. However, the phenomenon that occurs in the field is that the majority of students do not know and are not able to design teaching modules using the Kvisoft flipbook maker application. Because the training activities carried out by the community service team aim to improve teachers' abilities in creating and designing teaching modules using the Kvisoft flipbook maker application. The service was carried out at MTS Islamiyyah Sei Kamah II with 30 teachers involved in taking part in training activities. The training went smoothly, the students were very enthusiastic and focused in participating in the training. The average effective training achievement was 88,70%.Keyword: Teaching Module, Kvisoft Flipbook Maker, Digital Learning
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL Saragih, Sri Rahmah Dewi; Sari, Putri Lidiana Permata; Suciati, Raihana Tresna; Putri, Riska Amelia; Aulia, Rizki; Arianti, Sri Dita; Safira, Ayu; Hasanah, Hikmatun; Hariyanti, Hariyanti; Harahap, Ramona; Amalia, Amalia; Manurung, Intan Zarina; Putri, Hilya
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i1.2776

Abstract

The training for creating digital technology-based mathematics learning media at SMA N 1 Pulau Rakyat on October 2, 2024, aimed to enhance the quality of mathematics education in the digital era. Involving one lecturer and eleven students, this activity adopted interactive methods to foster better student engagement in learning. Initial observations revealed that many students struggled to understand mathematical concepts due to conventional teaching methods. This training focused on introducing digital tools, where students learned to create learning media such as interactive posters and infographics. Evaluation results showed an increase in students' confidence in using technology and their interest in mathematics. Thus, this program not only improves mathematical understanding but also develops relevant technological skills, making students active creators in the learning process.Keywords: Learning media, Digital technology, Mathematics education, Student engagement.