cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,872 Documents
Pengaruh Total Asset Turnover, Interest Rates, dan Net Profit Margin terhadap Harga Saham Nurhalisa, Silvi; Syarif, Devyanthi; Hamdani, Deni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3826

Abstract

Kajian ini berfokus pada upaya guna menggali bagaimana entitas Industri yang terinventarisasi di Bursa Efek Indonesia dalam kisaran waktu 2017–2024 dipengaruhi oleh Total Asset Turnover, Interest Rates, dan Net Profit Margin. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif yang menggabungkan analisis verifikatif dan deskriptif untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terkait dinamika perubahan harga saham pada sektor tersebut. Data sekunder, seperti rekapitulasi performa keuangan tahunan perusahaan dan publikasi rilisan oleh Bank Indonesia, digunakan untuk pengumpulan data serta menjadi dasar dalam proses pengolahan dan pengujian hipotesis. Selain itu, pengambilan sampel secara purposif yang digabungkan dengan strategi pengambilan sampel non-probabilitas digunakan untuk menentukan sampel penelitian sehingga data yang dihimpun relevan dengan tujuan analisis. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa Net Profit Margin memberi kontribusi yang berarti dalam mempengaruhi pergerakan harga saham, sedangkan Total Asset Turnover dan Interest Rates tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham dalam konteks periode penelitian. Hasil ini menegaskan bahwa profitabilitas memiliki peran dominan dibandingkan indikator efisiensi aset maupun perubahan tingkat suku bunga. Meskipun demikian, harga saham tetap dipengaruhi secara bersamaan oleh Net Profit Margin, Interest Rates, dan Total Asset Turnover ketika diuji dalam model simultan, sehingga ketiga variabel tetap memiliki signifikansi kolektif dalam menjelaskan variasi harga saham. Temuan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pemahaman akademis maupun pengambilan keputusan di lingkungan industri pasar modal.
Ecosystem of Social Entrepreneurship in Developing Countries: A Bibliometric and Network Analysis Judijanto, Loso
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3828

Abstract

This study analyzes the worldwide intellectual framework of research on social entrepreneurship ecosystems in developing nations through a comprehensive bibliometric and network analysis of Scopus-indexed publications. By employing VOSviewer, the study systematically maps co-occurrence patterns, co-authorship structures, and cross-country collaboration networks to identify the principal research themes, influential authors, and collaborative dynamics that shape this scholarly domain. The results reveal that “social entrepreneurship” functions as the core thematic cluster, strongly interconnected with concepts such as social innovation, sustainable development, inclusive growth, and entrepreneurial ecosystems. These associations demonstrate how social entrepreneurship in developing countries is increasingly positioned as a multidimensional catalyst for socio-economic transformation. The network visualizations further highlight strong linkages between innovation-oriented studies and sustainability-driven research streams, underscoring the systemic and interdependent characteristics of social entrepreneurship. These connections suggest that researchers increasingly view entrepreneurial initiatives not only as economic activities but also as mechanisms for addressing societal challenges, empowering communities, and strengthening local resilience. Country-level analysis indicates that the United States and the United Kingdom remain predominant contributors, yet there is a notable surge in scholarly output from emerging economies across Asia, Africa, and Latin America, reflecting growing academic interest and practical relevance in these regions. Research deepens theoretical understanding of social entrepreneurship ecosystems while offering practical insights for policymakers, development agencies, and practitioners seeking to cultivate supportive environments for socially driven ventures.
Trends in Employee Competency Development in the Era of Industry 5.0: A Literature Review Milasari, Neneng; Supriandi, Supriandi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3829

Abstract

Industry 5.0 introduces a human-centric paradigm that integrates advanced technologies with human creativity, emotional intelligence, and sustainability values. This study conducts a qualitative literature review of fifteen academic sources identified through Google Scholar to examine emerging trends in employee competency development in the Industry 5.0 era. The findings reveal a fundamental reorientation of workforce requirements, shifting from predominantly technical abilities to hybrid competencies that blend digital literacy, analytical reasoning, socio-emotional intelligence, sustainability awareness, and adaptive learning capacity. Employees are expected not only to master AI-assisted tools, automation systems, and data-driven platforms but also to collaborate effectively with intelligent machines and engage in complex decision-making processes shaped by real-time analytics. At the organizational level, the review highlights the growing importance of human-centered talent development strategies, including reskilling and upskilling initiatives, technology-enhanced learning ecosystems, and AI-supported personalized training pathways. These strategies aim to foster continuous learning and ensure that employee capabilities evolve alongside technological progress. The incorporation of ethical technology use, sustainability-oriented competencies, and psychological well-being further reinforces the principle that innovation in Industry 5.0 must remain inclusive and socially responsible. Overall, the study deepens the understanding of how Industry 5.0 reshapes competency frameworks across sectors and underscores the need for organizations, educators, and policymakers to proactively design learning environments that support future-ready human capital. The findings provide a foundation for developing integrated approaches to workforce transformation and identify gaps for future empirical research.
Analisis Putusan Perlindungan Hak WNI dalam Perkawinan Campuran melalui Perjanjian Perkawinan pundarika, Yonikken gautami; Tarigan, Deby Teresya Br; Conrad, Michael
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3830

Abstract

Penelitian ini menganalisis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015 terkait perlindungan hak konstitusional Warga Negara Indonesia (WNI) dalam perkawinan campuran melalui mekanisme perjanjian perkawinan. Permasalahan berawal dari kerugian yang dialami WNI ketika menikah dengan Warga Negara Asing (WNA), khususnya dalam hal kepemilikan hak milik atas tanah dan bangunan yang dibatasi oleh Pasal 21 ayat 3 Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA). Sebelum adanya putusan ini, harta yang diperoleh selama perkawinan campuran otomatis menjadi harta bersama, sehingga berpotensi melanggar larangan kepemilikan tanah oleh WNA dan pada akhirnya mengakibatkan WNI kehilangan hak konstitusionalnya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus terhadap Putusan MK No. 69/PUU-XIII/2015 serta menelaah doktrin dan asas-asas hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahkamah Konstitusi memperluas pengertian perjanjian perkawinan sehingga dapat dibuat tidak hanya sebelum atau pada saat perkawinan, tetapi juga setelah perkawinan berlangsung sepanjang disepakati para pihak dan tidak merugikan pihak ketiga. Putusan ini menegaskan kedudukan perjanjian perkawinan sebagai instrumen strategis untuk menjamin pemisahan harta dalam perkawinan campuran sekaligus melindungi hak konstitusional WNI atas tanah. Dengan demikian, putusan tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan hukum perkawinan dan hukum agraria Indonesia karena mengintegrasikan asas kepastian hukum, persamaan di hadapan hukum, nasionalitas, dan perlindungan hak asasi manusia bagi WNI pelaku perkawinan campuran.
Efektivitas Asas Cepat, Sederhana, dan Biaya Ringan dalam Peradilan Tata Usaha Negara melalui Sistem E-Court di Era Digital Krismamita, Maximiliania; Fadhilah, Nabila Sanina; Faza, Dzulfikar; Pramesti, Luthfia Putri; Gustomi, Moh Imam
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3831

Abstract

Artikel ini membahas efektivitas penerapan asas cepat, sederhana, dan biaya ringan dalam peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) melalui pemanfaatan sistem E-Court sebagai bagian dari modernisasi peradilan di era digital. Asas tersebut merupakan amanat konstitusional yang menyatakan bahwa Indonesia adalah negara hukum yang wajib menjamin akses keadilan bagi seluruh warga negara tanpa kecuali. Dalam praktiknya, proses beracara di PTUN masih menghadapi hambatan seperti birokrasi administrasi yang panjang, keterbatasan sumber daya manusia, serta kendala geografis yang menyulitkan para pihak untuk hadir di pengadilan. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara konsep normatif asas peradilan dengan implementasi dalam penyelesaian sengketa tata usaha negara. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif melalui penelaahan peraturan perundang-undangan, literatur ilmiah, dan dokumen resmi Mahkamah Agung mengenai penerapan E-Court. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Court, melalui fitur e-filing, e-payment, e-summons, dan e-litigation, mampu mempercepat proses administrasi, menyederhanakan prosedur beracara, dan menekan biaya yang harus ditanggung pencari keadilan. Selain itu, digitalisasi peradilan meningkatkan transparansi, efisiensi, dan aksesibilitas layanan pengadilan bagi masyarakat. Meskipun demikian, tantangan masih terdapat dalam bentuk keterbatasan literasi digital, kesiapan infrastruktur teknologi, serta kebutuhan peningkatan kompetensi aparatur pengadilan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa E-Court berperan penting dalam memperkuat implementasi asas cepat, sederhana, dan biaya ringan, sekaligus meningkatkan kualitas layanan peradilan di lingkungan PTUN pada era digital.
Konten Youtube sebagai Collateral Fidusia: Pendekatan Mitigasi Droit de Suite terhadap Ancaman Copyright Strike Platform Niendy, Annora Himahta; Septiani, Cicik; Setianingrum, Esther; Mu’amanah, Mu’amanah; Dafa, Daniashara
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3832

Abstract

Perkembangan ekonomi digital mendorong perubahan cara pandang dalam hukum perdata, terutama terkait pengakuan kekayaan intelektual sebagai objek jaminan dalam perjanjian utang-piutang. Konten YouTube, sebagai karya cipta audio-visual yang dapat menghasilkan pendapatan berkelanjutan melalui adsense, sponsorship, hingga monetisasi pihak ketiga, pada dasarnya memenuhi unsur objek jaminan fidusia sebagaimana diatur dalam KUH Perdata, Undang-Undang Jaminan Fidusia, dan Undang-Undang Hak Cipta. Namun, penerapannya sebagai jaminan tidak berjalan mulus karena sejumlah hambatan struktural yang masih belum teratasi. Tantangan utama muncul dari belum adanya standar valuasi yang jelas terhadap nilai ekonomi konten digital, ketidakpastian mekanisme eksekusi ketika debitur wanprestasi, serta tingginya risiko hilangnya objek jaminan secara tiba-tiba akibat kebijakan platform seperti copyright strike, content removal, atau penonaktifan kanal. Situasi ini menciptakan kerentanan hukum bagi kreditur maupun debitur karena objek yang dijaminkan dapat lenyap bukan karena tindakan para pihak, tetapi karena intervensi platform. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif melalui pendekatan statute dan konseptual untuk menilai kelayakan konten YouTube sebagai objek fidusia serta menggali kemungkinan penerapan konsep droit de suite sebagai pendekatan mitigasi. Konsep ini menekankan bahwa hak kebendaan tetap mengikuti objeknya, sehingga dapat menjadi dasar perlindungan ketika konten berpindah bentuk, dialihkan, atau terkena tindakan administratif dari platform. Temuan penelitian menunjukkan perlunya perumusan kerangka fidusia digital yang lebih adaptif, termasuk mekanisme penilaian nilai ekonomi konten, perlindungan terhadap risiko kontrol platform, serta kepastian eksekusi ketika terjadi wanprestasi. Reformasi kebijakan diperlukan untuk memastikan kekayaan intelektual dapat dimanfaatkan secara efektif sebagai jaminan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Kopi Nescafe Di Siwalankerto Surabaya Fahmi, Nazzu; Achmad, Fidan; Arman, Ferdy; Kusmayati, Nindya Kartika; Latifah, Nunuk; Susanto, Ratno
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3833

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh strategi pemasaran terhadap keputusan pembelian produk kopi Nescafé di wilayah Siwalankerto, Surabaya. Strategi pemasaran yang dianalisis mencakup empat komponen utama, yaitu kualitas rasa, tampilan serta desain produk, harga, dan ketersediaan produk di berbagai titik penjualan. Sementara itu, keputusan pembelian diukur melalui manfaat yang dirasakan konsumen, persepsi terhadap mutu produk, dan preferensi lokasi pembelian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 39 konsumen aktif Nescafé di daerah tersebut. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana melalui SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Nilai korelasi (R) sebesar 0.893 dan nilai R² sebesar 0.797 mengindikasikan bahwa strategi pemasaran mampu menjelaskan 79,7% variasi dalam keputusan pembelian. Selain itu, nilai t-hitung sebesar 12.062 dengan signifikansi 0.000 (<0.05) menegaskan bahwa semakin efektif strategi pemasaran yang diterapkan, semakin tinggi kecenderungan konsumen untuk membeli produk Nescafé. Secara teoritis, temuan ini mendukung konsep Marketing Mix (4P) dan teori Stimulus–Response, yang menekankan bahwa rangsangan pemasaran berperan penting dalam membentuk persepsi, preferensi, dan tindakan konsumen. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian perilaku konsumen serta menjadi rujukan bagi pelaku industri minuman dalam merancang strategi pemasaran yang lebih adaptif dan relevan bagi masyarakat urban muda.
Ekonomi Politik Anggaran dan Penyaluran Bantuan Sosial di Indonesia: Analisis Kepentingan Politik dan Dampaknya Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Damara, M. Deni; Nasution, Kautsar Fatin Dharmawan; Ananda, Bunga; Armin Rahmansyah nasution
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3835

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika ekonomi politik dalam penganggaran dan penyaluran bantuan sosial (bansos) di Indonesia selama periode 2014–2024 dengan menekankan bagaimana kepentingan politik memengaruhi kebijakan fiskal dan implementasi program sosial. Dalam rentang waktu tersebut, anggaran bansos mengalami peningkatan yang sangat signifikan, terutama pada masa pandemi COVID-19 serta menjelang Pemilu 2024, sehingga menimbulkan dugaan adanya political budget cycle ketika pemerintah meningkatkan belanja sosial untuk memperoleh dukungan elektoral. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis kajian literatur, penelitian ini membahas bagaimana penyusunan anggaran dan mekanisme penyaluran bansos sering kali tidak sepenuhnya didasarkan pada kebutuhan masyarakat rentan, melainkan dipengaruhi oleh agenda politik jangka pendek yang berpotensi menggeser orientasi kebijakan sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa intervensi politik tidak hanya memicu lonjakan anggaran pada tahun politik, tetapi juga menyebabkan berbagai distorsi seperti ketidaktepatan sasaran, pendataan yang tidak akurat, personalisasi bantuan, serta munculnya relasi patronase antara pemerintah dan penerima manfaat. Kondisi tersebut memberikan dampak negatif terhadap efektivitas program perlindungan sosial karena distribusi bantuan tidak lagi sepenuhnya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat rentan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan perlunya penguatan tata kelola bansos melalui transparansi anggaran, perbaikan basis data, peningkatan kapasitas pengawasan, serta keterlibatan publik agar penyaluran bansos kembali berfungsi optimal dan bebas dari kepentingan elektoral yang dapat merugikan masyarakat.
Pengalaman Produsen Tiongkok dalam Menghadapi Perubahan Permintaan Pasar Global: Transisi dari “Pabrik Dunia” ke “Inovator Global” Alawiyah, Khairani; Febiola, Lilis; Nasution, Nazira Maulidia; Lubis, Andina Febriana; Nasution, Ibtisaam Ashiil Zidane
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3837

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses perubahan peran industri manufaktur Tiongkok dari posisi sebelumnya sebagai "Pabrik Dunia" menuju peran strategis sebagai "Inovator Global" dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat terhadap permintaan pasar internasional. Perubahan tersebut tidak terlepas dari semakin tingginya tekanan terhadap biaya produksi, tuntutan terkait keberlanjutan, serta kebutuhan akan inovasi teknologi yang semakin mendesak dalam persaingan global. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus serta pendekatan kualitatif untuk menganalisis strategi adaptasi yang dilakukan oleh perusahaan besar di Tiongkok. Strategi ini mencakup pergeseran model bisnis dari produksi berdasarkan pesanan (OEM) ke produsen menengah (OBM), peningkatan investasi dalam riset dan pengembangan, serta penerapan teknologi Industri 4.0 seperti otomatisasi, Internet of Things , big data , dan kecerdasan buatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan nasional seperti Made in China 2025 memiliki peran penting dalam mempercepat proses modernisasi industri dan mendorong inovasi di berbagai sektor manufaktur. Meskipun demikian , hambatan struktural seperti ketergantungan pada teknologi inti, persyaratan standar keberlanjutan global, serta tekanan dari sektor geopolitik tetap menjadi tantangan utama dalam mencapai kemandirian teknologi secara penuh. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan Tiongkok dalam melakukan transformasi industri bergantung pada kombinasi inovasi yang berkelanjutan, kerja sama antar pihak terkait, serta komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem teknologi yang solid. Hasil penelitian ini juga memiliki makna penting bagi negara-negara berkembang yang ingin melakukan modernisasi industri berbasis inovasi.
Analisis Perilaku Konsumen dalam Pemilihan Layanan Kesehatan: Eksplorasi Konflik Antara Kebutuhan Medis dan Moral Hazard yang Dipengaruhi oleh Gaya Hidup Calista, Cita Putri; Putra, Firzan Achriansyah Izazi; Maulita, Felliza; Zahra, Mahirah; Syakirah, Nasywa Aurellia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3838

Abstract

Penelitian ini menganalisis perilaku konsumen dalam memilih layanan kesehatan dengan menyoroti ketegangan antara kebutuhan medis objektif dan kecenderungan moral hazard yang dipengaruhi oleh gaya hidup modern. Melalui pendekatan meta-analisis terhadap berbagai publikasi ilmiah nasional dan internasional, penelitian ini mengintegrasikan temuan empiris terkait pola konsumsi layanan kesehatan, dinamika moral hazard pada pasien maupun penyedia layanan, serta peran gaya hidup dalam meningkatkan kebutuhan medis. Hasil analisis menunjukkan bahwa keputusan konsumen tidak hanya ditentukan oleh kebutuhan klinis yang rasional, tetapi juga oleh persepsi terhadap kualitas layanan, aspirasi status sosial, preferensi gaya hidup, serta perlindungan finansial yang diberikan oleh skema asuransi kesehatan. Kondisi ini menciptakan ruang bagi munculnya moral hazard, yang terlihat dari meningkatnya konsumsi layanan kesehatan yang tidak mendesak, melemahnya komitmen terhadap upaya pencegahan penyakit, serta praktik supplier-induced demand oleh penyedia layanan. Selain itu, gaya hidup tidak sehat seperti pola makan buruk, kurang aktivitas fisik, dan stres kronis terbukti meningkatkan risiko penyakit tidak menular, sehingga memperbesar ketergantungan pada layanan kesehatan dan memperparah potensi moral hazard. Temuan ini menegaskan bahwa perilaku konsumen, gaya hidup, dan sistem pembiayaan kesehatan saling berinteraksi secara kompleks. Pemahaman holistik mengenai hubungan tersebut penting untuk merumuskan kebijakan kesehatan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mampu merespons perubahan perilaku masyarakat di era modern.