cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8,377 Documents
Pengaruh Pelatihan, Kompensasi, dan Pengembangan Karier terhadap Kinerja Pegawai Pada PT Yumeida Utama Industri Medan Irfan Bachtiar L Tobing; Elperida Juniarni Sinurat; Jon Henri Purba
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.3509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan kerja, kompensasi, dan pengembangan karier terhadap kinerja pegawai pada PT Yumeida Utama Industri Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi sebanyak 46 pegawai dan sampel 30 responden yang dipilih melalui teknik probability sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen penelitian dan dianalisis dengan regresi linier berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta koefisien determinasi menggunakan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai t hitung 2,597 dan signifikansi 0,015. Kompensasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai t hitung 4,805 dan signifikansi 0,000. Sementara itu, pengembangan karier menunjukkan koefisien negatif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai t hitung -0,804 dan signifikansi 0,428. Secara simultan, pelatihan kerja, kompensasi, dan pengembangan karier berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, yang ditunjukkan oleh nilai F hitung 132,734 dengan signifikansi 0,000. Nilai R Square sebesar 0,939 menunjukkan bahwa 93,9% variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen tersebut, sedangkan 6,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan pentingnya program pelatihan yang tepat sasaran dan sistem kompensasi yang adil dalam mendukung peningkatan kinerja pegawai. Implikasi praktis penelitian ini dapat menjadi dasar evaluasi kebijakan pengelolaan sumber daya manusia perusahaan secara berkelanjutan.
Pengaruh Citra Merek dan Kualitas Produk Terhadap Loyalitas Konsumen Dengan Keputusan Pembelian Sebagai Variabel Intervening (Studi pada konsumen Coca-Cola di majenang) Sanusi, Anwar; Wafi, Inngamul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh citra merek dan kualitas produk terhadap loyalitas konsumen dengan keputusan pembelian sebagai variabel intervening pada konsumen minuman bersoda Coca-Cola di Majenang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Google Form. Jumlah sampel sebanyak 100 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu konsumen berusia di atas 15 tahun yang pernah membeli Coca-Cola. Instrumen penelitian diuji menggunakan uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data dilakukan melalui analisis jalur (path analysis) untuk menguji pengaruh langsung maupun tidak langsung antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan kualitas produk juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dan loyalitas konsumen. Namun, citra merek dan keputusan pembelian tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen. Sementara itu, variabel keputusan pembelian tidak memediasi hubungan antara citra merek dan kualitas produk terhadap loyalitas konsumen. Temuan ini menunjukkan bahwa loyalitas konsumen Coca-Cola di Majenang lebih dipengaruhi oleh persepsi kualitas produk dibandingkan dengan citra merek atau pengalaman keputusan pembelian. Dengan demikian, perusahaan perlu mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk sebagai strategi utama untuk menjaga loyalitas konsumen di tengah persaingan pasar minuman ringan yang semakin ketat. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa loyalitas konsumen Coca-Cola di Majenang lebih ditentukan oleh persepsi terhadap kualitas produk dibandingkan dengan citra merek atau pengalaman mereka dalam proses pengambilan keputusan pembelian. Dengan kata lain, konsumen lebih cenderung mempertahankan kesetiaannya karena kualitas produk yang konsisten dan sesuai dengan harapan, bukan semata karena faktor citra merek yang kuat.
Urgensi Penetapan Syarat Minimal Pendidikan S1 Bagi Calon Legislatif DPR Surullaha, Intan; Perdana, Muhammad Faiz Razki; Azzahra, Hajar Auliya; Gusthomi, Moh. Imam
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3511

Abstract

Kualitas sumber daya manusia di lembaga legislatif memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan arah pembangunan hukum dan kebijakan nasional. Sebagai lembaga pembuat undang-undang, DPR dituntut memiliki kemampuan analisis, pemahaman mendalam terhadap peraturan perundang-undangan, serta kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. Namun, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum hanya mensyaratkan calon anggota legislatif mampu membaca dan menulis tanpa menetapkan batas minimal pendidikan. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kompleksitas tugas legislasi dan kapasitas intelektual para wakil rakyat yang diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang berkualitas dan berpihak pada kepentingan publik. Penetapan syarat minimal pendidikan Strata 1 (S1) bagi calon anggota DPR RI menjadi penting sebagai upaya meningkatkan profesionalitas, kualitas legislasi, dan efektivitas fungsi pengawasan. Pendidikan tinggi tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, analitis, serta rasional dalam mengambil keputusan. Legislator yang berpendidikan tinggi cenderung memiliki wawasan luas, pemahaman hukum yang baik, serta kemampuan dalam merumuskan kebijakan publik berbasis data dan ilmu pengetahuan. Secara filosofis, kebijakan ini sejalan dengan cita-cita bangsa dalam mencerdaskan kehidupan rakyat sebagaimana termuat dalam Pembukaan UUD 1945. Secara yuridis, revisi terhadap regulasi pemilihan umum dapat dilakukan untuk menyesuaikan standar kompetensi calon legislatif dengan tuntutan zaman. Sementara secara sosiologis, masyarakat membutuhkan wakil rakyat yang tidak hanya memiliki popularitas, tetapi juga kompetensi akademik dan moralitas tinggi. Dengan demikian, penetapan syarat minimal pendidikan S1 merupakan langkah strategis untuk mewujudkan parlemen yang profesional, berintegritas, serta responsif terhadap aspirasi rakyat dan tantangan pembangunan nasional di era modern
Perbandingan Tingkat Kepatuhan Pajak UMKM di Indonesia Sebelum dan Sesudah Pandemi COVID-19 Silalahi, Cantika Sarma Seicilia; Simangunsong, Heny Desiana; Lubis, Andina Febriana; Sihombing , Posma Esveransa; Nasution , Nazira Maulidia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3512

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika kepatuhan pajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia dalam kurun waktu 2019 hingga 2024, yang mencakup periode sebelum dan pasca pandemi COVID-19. Melalui analisis data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Pajak, studi ini menemukan adanya tren peningkatan kepatuhan meskipun dihadapkan pada tantangan ekonomi yang signifikan. Proporsi pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) secara tepat waktu mengalami kenaikan dari 57% pada tahun 2019 menjadi 68% di tahun 2024. Sementara itu, tingkat ketepatan waktu dalam pembayaran pajak juga menunjukkan perbaikan, dari 60% menjadi 72% pada periode yang sama. Fenomena peningkatan ini didorong oleh dua faktor utama, yaitu percepatan digitalisasi sistem perpajakan dan implementasi berbagai kebijakan insentif, seperti tarif PPh Final UMKM sebesar 0,5%. Namun demikian, temuan ini juga mengungkap bahwa sekitar 30% UMKM masih belum dapat memenuhi kewajiban perpajakannya secara penuh hingga tahun 2024. Kendala yang dihadapi mayoritas berasal dari terbatasnya pemahaman terhadap regulasi perpajakan, kesenjangan akses teknologi digital, serta persepsi masyarakat mengenai manfaat pembayaran pajak yang dinilai belum optimal. Implikasi dari penelitian ini menekankan bahwa strategi pemerintah kedepannya perlu lebih komprehensif, tidak hanya berfokus pada pemberian insentif, tetapi juga memperkuat program edukasi yang masif dan pemerataan infrastruktur digital. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem perpajakan yang lebih inklusif dan mudah dipahami oleh seluruh pelaku UMKM.
Analisis Faktor terhadap Variabel Dikotomi dengan Metode Maximum Likelihood dan Faktor Komponen Utama Purwanti, Ramadhani Dewi; Pertiwi, Kartika Eka; Ardilla, Ulfa Nurfitria
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3513

Abstract

Penelitian ini menganalisis faktor dan membandingkan kedua metode pendugaan parameter yang umum digunakan yaitu metode maximum likelihood dan foktor komponen utama terhadap data dikotomi dengan korelasi polychoric dan melihat bagaimana performa kedua metode yang menghasilkan analisis faktor yang lebih baik berdasarkan nilai standardized root mean square of residual (SRMR) yang dihasilkan. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan bagi pengguna statistik tentang analisis faktor pada data dikotomi menggunakan korelasi polychoric dan perbandingan metode maximum likelihood dan metode faktor komponen utama. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data bangkitan. Data bangkitan berupa variabel dikotomi X1, X2, X3, X4, X5 dan X6. Setiap variabel Xi diasumsikan merupakan indikator-indikator dari suatu variabel laten kontinu (yaitu faktor). Metode penelitian yang dilakukan adalah studi pustaka dan simulasi data dengan menggunakan computer. Hasil penelitian ini yaitu: 1). Berdasarkan nilai communality dapat disimpulkan semakin banyak faktor yang digunakan maka kedua metode memberikan hasil yang semakin baik,. Namun nilai communality kedua metode semakin menurun seiring dengan meningkatnya ukuran sampel n. 2). Berdasarkan nilai SRMR dapat disimpulkan bahwa semakin banyak faktor yang digunakan, kedua metode juga memberikan hasil yang semakin baik,. Dan nilai SRMR kedua metode semakin menurun sdan semakin baik seiring dengan meningkatnya ukuran sampel n. 3). Untuk sampel berukuran lebih kecil (pada n bervariasi di setiap kasus model faktor) metode faktor komponen utama menghasilkan pendugaan model faktor yang lebih baik dibandingkan dengan metode maximum likelihood. Semakin besar ukuran sampel maka kedua metode memberikan hasil yang sama baiknya.
Pengaruh Shopping Enjoyment, Self Control dan Digital Payment Terhadap Perilaku Impulsive Buying Jati, L. Jatmiko; Pratiwi, Khodijah Titin; Anggriani, Rini; Dethan, Stevany Hanalyna; Widiyasti, Baiq Dinna
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3514

Abstract

Perkembangan internet telah melahirkan pasar digital dan situs belanja online yang kini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Aktivitas belanja daring yang meningkat mendorong munculnya perilaku impulsive buying, yang dipengaruhi oleh faktor shopping enjoyment, self control, dan kemudahan digital payment. Salah satu layanan pembayaran digital yang banyak digunakan adalah Go-Pay, terutama di kota Mataram. Go-Pay merupakan dompet elektronik dikembangkan Gojek yang memungkinkan transaksi non-tunai di berbagai layanan dan mitra usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh shopping enjoyment, self control, dan digital payment terhadap perilaku impulsive buying pengguna Go-Pay di kota Mataram. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kausalitas, data dikumpulkan melalui kuesioner dari 102 responden dan dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa shopping enjoyment dan digital payment berpengaruh positif signifikan, sedangkan self control berpengaruh negatif signifikan terhadap impulsive buying. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan, dengan indikator penawaran menarik menjadi faktor eksternal paling kuat yang memicu perilaku impulsive buying, yang menunjukkan bahwa kecenderungan pembelian impulsif masih terjadi namun tidak dominan. Indikator penawaran menarik memperoleh skor tertinggi, menandakan bahwa promosi dan diskon menjadi faktor eksternal paling kuat dalam mendorong perilaku pembelian impulsif, sementara pembelian tanpa rencana dan keadaan emosional memiliki skor yang lebih rendah.
Pengaruh Remunerasi, Penempatan Pegawai, dan Motivasi terhadap Kinerja Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sumbagut Sianipar, Abel Sarah; Sinaga, Anton A.P; Panggabean, Toman
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3515

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis secara simultan pengaruh remunerasi, penempatan pegawai, dan motivasi terhadap kinerja pegawai BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Bagian Utara (Sumbagut). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumatera Utara yang berjumlah 34 orang. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh, dimana sampel jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan diolah menggunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil uji hipotesis t dapat disimpulkan remunerasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, penempatan pegawai berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja  pegawai. Berdasarkan hasil uji hipotesis F dapat disimpulkan remunerasi, penempatan pegawai, dan motivasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan hasil analisis koefisien determinasi diperoleh nilai koefisien determinasi Adjusted R square sebesar 0,878 (87,8%). Maka dapat disimpulkan sebesar 87,8% kinerja pegawai, dan motivasi, sisanya 100%-87,8% = 12,2% kinerja pegawai dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Nilai tersebut menunjukkan bahwa 87,8% variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi manajemen BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan kinerja pegawai melalui kebijakan remunerasi, penempatan, dan motivasi kerja yang tepat.
Development of a GIS Based Decision Support System for Spatial Planning and Management of Mining Natural Resources in West Kalimantan sumbung, dwi yolanda
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3517

Abstract

This research aims to develop a Decision Support System (SPK) based on Geographic Information System (GIS) for the management of mining Natural Resources (SDA) in West Kalimantan. The region has abundant natural resources, but mining activities often result in serious environmental damage and trigger social conflicts. Therefore, a system is needed that can optimize spatial planning and natural resource management more efficiently and sustainably. For further research, it is recommended to conduct field testing of these systems with more complete data, as well as develop more sophisticated systems by utilizing the latest technologies, such as real-time data integration and AI-based analytics. This research can be expanded to include other mining areas in Indonesia, as well as deepening the more complex social and environmental impacts. Overall, this GIS-based SPK not only offers technical solutions in the management of mining natural resources but also has the potential to be a tool that can increase transparency, accountability, and community participation in mining-related decision-making. This research identifies the main components that must be present in the SPK, such as geospatial data integration, environmental impact analysis modeling, and social risk analysis features. The results of the study show that GIS-based SPK can increase the effectiveness of decision-making in the management of mining natural resources, help reduce environmental damage, and minimize negative social impacts, thereby supporting the achievement of sustainable development in West Kalimantan. 
Penerapan Postmodern dalam Redesain Masjid Sabilal Muttaqin Batam: Estetika dan Fungsi Ruang Rindu, Mutiara; Panjaitan, Sri Wahyuni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang ulang (redesain) bangunan Masjid Sabilal Muttaqin di Batam dengan pendekatan arsitektur postmodern, guna menciptakan ruang ibadah yang lebih fungsional, estetis, serta kontekstual terhadap kebutuhan masyarakat modern. Masjid sebagai ruang publik religius memiliki peran penting, tidak hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial, edukatif, dan kultural yang memperkuat nilai-nilai kebersamaan. Permasalahan utama pada bangunan eksisting meliputi desain arsitektur yang monoton, sirkulasi udara yang kurang optimal akibat penggunaan jendela mati, serta akses masuk yang membingungkan antara area laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengurus masjid, serta analisis elemen desain berdasarkan aspek tata ruang, pencahayaan alami, penghawaan, dan estetika visual bangunan. Penerapan konsep postmodern dilakukan melalui prinsip eklektisisme, yaitu penggabungan unsur arsitektur klasik, modern, dan tradisional Melayu yang diekspresikan dalam bentuk komposisi warna, ornamen geometris, serta rancangan atap berlapis yang dinamis. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan gaya postmodern mampu memperkuat identitas visual masjid, meningkatkan kenyamanan termal dan sirkulasi ruang, serta menciptakan pengalaman ruang ibadah yang lebih inklusif, harmonis, dan berkarakter lokal. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan arsitektur postmodern merupakan strategi desain yang relevan bagi revitalisasi bangunan keagamaan di era kontemporer tanpa menghilangkan nilai-nilai spiritual dan budaya lokal.
Gaya Kepemimpinan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Di Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar satriana, desmi; Syukri, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3522

Abstract

Pokok permasalahan adalah gaya kepemimpinan yang di terapkan oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dalam meningkatkan kinerja pegawai di KUA Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gaya Kepemimpinan KUA serta faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan Gaya Kepemimpinan oleh Kepala KUA Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Adapun Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melakukan wawancara bersama Kepala KUA dan pegawai KUA Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar dan mengumpulkan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian ini. Sedangkan analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil yang dikemukakan dalam penelitian ini yaitu, Kepala KUA Kecamatan Pariangan menerapkan gaya kepemimpinan yang demokratis, partisipatif, transformasional, situasional dan adaptif. Penerapan kepemimpinan Kepala KUA didukung oleh kekompakan internal antar pegawai, suasana kerja yang kekeluargaan, serta pembinaan dari Kementerian Agama berupa pelatihan dan supervisi. Namun demikian, hambatan tetap ditemui, seperti kurangnya sinergi lintas sektor dengan instansi lain, dan perbedaan orientasi program. Meskipun demikian, hambatan ini diatasi dengan pendekatan informal, kekeluargaan, dan personal dalam menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Strategi ini sejalan dengan teori kepemimpinan situasional yang menuntut fleksibilitas sesuai kondisi sosial dan budaya lokal.