cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8,377 Documents
Distribusi Frekuensi Nasabah Koperasi Simpan Pinjam Kemuning Persada Cabang Surabaya Tahun 2024 zahwani, nadya; Ihsandi, Haura Bella; Rahmalia, Zahra; Fahlapi, Riza; Qurrotuaini, Najwa Desmita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komprehensif terhadap pola aktivitas peminjaman dan karakteristik distribusi nominal pinjaman anggota Koperasi Simpan Pinjam Kemuning Persada Cabang Surabaya selama tahun 2024, memberikan indikasi jernih mengenai efektivitas operasional dan kesehatan fungsi intermediasi keuangan koperasi. Hasil telaah statistik deskriptif mengonfirmasi bahwa aktivitas peminjaman anggota tergolong aktif dan stabil, didukung oleh konvergensi nilai-nilai ukuran pemusatan data (mean, median, dan modus) yang sangat berdekatan, sebuah sinyal kuat bahwa distribusi data nominal pinjaman cenderung memiliki pola yang mendekati normal. Lebih lanjut, analisis kuartil secara spesifik mengungkapkan bahwa fokus pembiayaan koperasi mayoritas berada pada kategori menengah, di mana nilai Kuartil Ketiga (Q3) tercatat sebesar Rp 213,75, menunjukkan bahwa 75% dari total anggota melakukan pinjaman dengan nominal di bawah ambang batas tersebut. Meskipun terdapat rentang yang cukup lebar antara nilai pinjaman tertinggi dan terendah, evaluasi terhadap ukuran dispersi menunjukkan bahwa variasi pinjaman antar anggota sesungguhnya terkendali dan tidak ekstrem, menegaskan pengelolaan risiko yang baik. Secara keseluruhan, temuan-temuan empiris ini secara kolektif membuktikan bahwa Koperasi Simpan Pinjam Kemuning Persada telah berfungsi secara efektif, sehat, dan berkelanjutan dalam menyalurkan pembiayaan, sehingga hasil studi ini menjadi acuan strategis yang esensial bagi pengurus koperasi untuk mengevaluasi kebijakan kredit saat ini dan merumuskan strategi optimalisasi pelayanan keuangan ke depan.
Penyelesaian Penumpukan Pasien Melalui Penambahan Petugas Administrasi Rawat Inap di RSUD dr. Abdul Rivai Berau Azizah, Intan Nur; Nurhasanah, Nurhasanah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3525

Abstract

Penumpukan pasien pada unit rawat inap merupakan permasalahan yang sering terjadi di berbagai rumah sakit dan dapat berdampak langsung pada mutu pelayanan, waktu tunggu pasien, serta tingkat kepuasan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab serta memberikan solusi praktis terhadap permasalahan penumpukan pasien rawat inap di RSUD Dr. Abdul Rivai Berau. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan selama kegiatan magang, wawancara dengan petugas pendaftaran dan bagian rawat inap, serta analisis menggunakan diagram fishbone untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah. Hasil analisis menunjukkan bahwa penumpukan pasien disebabkan oleh empat faktor utama, yaitu aspek manusia, metode, material, dan lingkungan. Dari aspek manusia, keterbatasan jumlah petugas terutama pada shift pagi menyebabkan keterlambatan dalam proses administrasi dan input data pasien. Aspek metode mencakup sistem fingerprint pasien yang masih dilakukan secara manual sehingga memperlambat proses pendaftaran. Dari aspek material, keterbatasan sarana seperti mesin pencetak gelang pasien dan komputer berdampak pada lamanya pelayanan. Sedangkan dari aspek lingkungan, peningkatan jumlah pasien setelah hari libur nasional sering menimbulkan lonjakan mendadak. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar manajemen rumah sakit menambah tenaga administrasi, mempercepat digitalisasi sistem pendaftaran, serta meningkatkan sarana prasarana agar pelayanan rawat inap dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kepuasan pasien.
Analisis Normatif Atas Kedudukan dan Implementasi Hak Asasi Manusia dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia Nainggolan, Felicia Meredith Wilhelmina; Riyanto, Levina Cicilia; Dewantika, Cindy
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3526

Abstract

Kedudukan hak asasi manusia dalam sistem ketatanegaraan Indonesia memiliki dasar yang kuat melalui pengakuan konstitusional dalam UUD 1945, terutama setelah amandemen yang memperluas jaminan HAM secara eksplisit. Perubahan tersebut menempatkan HAM sebagai bagian dari struktur norma tertinggi, sehingga setiap pembentukan dan penerapan hukum wajib mengacu pada prinsip penghormatan dan perlindungan martabat manusia. Penegasan ini terlihat pada Bab XA UUD 1945 yang memuat daftar hak-hak fundamental, mulai dari hak hidup hingga hak berpendapat, yang mengikat lembaga negara serta menjadi acuan pengujian terhadap produk hukum melalui Mahkamah Konstitusi. Implementasi HAM dalam ketatanegaraan Indonesia berjalan melalui mekanisme kelembagaan yang tersebar pada lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, serta lembaga independen seperti Komnas HAM. Masing-masing memiliki mandat berbeda, mulai dari perumusan kebijakan, pengawasan, hingga penyelesaian pelanggaran. Namun, praktiknya masih ditemukan ketidaksesuaian antara norma konstitusional dan pelaksanaannya, misalnya dalam isu kebebasan berekspresi, penanganan kekerasan aparat, dan perlindungan kelompok rentan. Kondisi ini memunculkan kebutuhan penguatan sistem pengawasan serta konsistensi penerapan prinsip HAM di seluruh sektor pemerintahan. Pendekatan normatif menunjukkan bahwa keberadaan HAM tidak sekadar tercantum sebagai aturan, tetapi harus diwujudkan melalui regulasi turunan yang selaras serta penegakan hukum yang tidak diskriminatif. Integrasi nilai HAM dalam pembentukan undang-undang, kebijakan publik, dan putusan peradilan menjadi penentu kualitas negara hukum Indonesia. Upaya mendorong harmonisasi antara norma dan praktik menjadi langkah utama agar kedudukan HAM benar-benar tercermin dalam kehidupan bernegara.
Analisis Kepatuhan Pajak Umkm Terhadap Pengusaha Gen Z Di Platform E-Commerce Anggraini, Fina Pricillia; Alliyawati, Rinda Syifa; Ahmad, Siti Aisyah; Oktafiyanti, Triya; Safalis, Berliansah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3528

Abstract

Pertumbuhan pesat digitalisasi pada transaksi jual beli antara penjual dan pembeli telah mendorong munculnya pengusaha generasi muda di Indonesia, khususnya Gen Z, yang memanfaatkan platform e-commerce untuk menjalankan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Fenomena ini menimbulkan tantangan baru dalam aspek kepatuhan pajak UMKM, mengingat tingkat kesadaran kepatuhan pajak pada kalangan pengusaha Gen Z masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan pajak UMKM yang dijalankan oleh pengusaha Gen Z, menganalisis tantangan yang dihadapi pengusaha Gen Z di platform e-commerce, serta manfaat yang diperoleh dari penggunaan platform e-commerce bagi para pelaku usaha. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan menganalisa regulasi pajak terkini seperti tarif pajak PPh final untuk UMKM, teori perilaku kepatuhan pajak dan strategi untuk meningkatkan kepatuhan pajak, serta tantangan yang dihadapi pelaku pengusaha di platform e-commerce. Hasil Penelitian menunjukkan rendahnya kesadaran wajib pajak dan literasi pajak yang berpotensi meningkatkan penghindaran pembayaran dan pelaporan pajak UMKM oleh para pelaku usaha. Oleh karena itu, strategi edukasi terhadap kepatuhan pajak khususnya pelaku pengusaha Gen Z yang bergerak di media platform e-commerce diperlukan  dengan menekankan transparansi dan kemudahan dalam proses perpajakan. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi para regulator pajak untuk meningkatkan edukasi dan optimalissi sistem digital agar pendekatan terhadap karakteristik pengusaha Gen Z lebih responsif.
Urgensi Keadilan Pemungutan Pajak: Analisis Relasi Negara dan Wajib Pajak Gotama, Alexandra Weendra Puspa; Lasut, Ainola Shaliha; Rondo, Fiona Louysa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3530

Abstract

Pentingnya penerapan prinsip keadilan dalam pemungutan pajak di Indonesia dari sudut pandang hukum kenegaraan, serta dampaknya terhadap kepercayaan publik dan stabilitas negara. Pajak sebagai sumber utama pendapatan negara tidak hanya memiliki fungsi ekonomi, tetapi juga mencerminkan kontrak sosial antara pemerintah dan masyarakat. Meski demikian, praktik perpajakan di Indonesia kerap dianggap tidak adil, seperti beban pajak yang lebih berat bagi UMKM dibandingkan korporasi besar, perbedaan perlakuan antara usaha digital dan konvensional, hingga minimnya transparansi pengelolaan. Kondisi ini menimbulkan ketidakpuasan, mengurangi kepatuhan, dan dapat melemahkan legitimasi negara. Dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif melalui kajian UUD 1945, UU KUP, UU HPP, serta literatur terkait, tulisan ini menekankan urgensi penerapan keadilan distributif dan keadilan prosedural dalam sistem perpajakan. Analisis menunjukkan bahwa rasa keadilan berhubungan erat dengan kepatuhan sukarela wajib pajak. Perlakuan yang adil memperkuat kepercayaan publik sekaligus legitimasi pemerintah, sedangkan ketidakadilan justru mendorong praktik penghindaran pajak, munculnya protes sosial, dan potensi instabilitas politik. Berdasarkan temuan tersebut, reformasi perpajakan di Indonesia perlu diarahkan pada pembagian beban fiskal yang lebih seimbang, peningkatan transparansi dan akuntabilitas, serta pelibatan masyarakat dalam proses penyusunan kebijakan. Dengan demikian, sistem perpajakan yang berkeadilan dapat mendorong kepatuhan pajak, memperkokoh stabilitas negara, dan memperkuat kualitas demokrasi. Pada akhirnya, penerapan prinsip keadilan pajak yang konsisten menjadi fondasi utama bagi terciptanya sistem fiskal yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Enhancing Competitiveness through Strategic Analysis in the Makassar Coffee Shop Industry Azmi, Mufidatul; Ikram M, Muhaidir; Huzaen, Chairunnisaa M. Z.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3531

Abstract

This study examines the competitive strategy of Skena Coffee in navigating the intensifying market competition within Makassar’s rapidly expanding coffee shop industry. Utilizing a qualitative case study design, the research employs an integrated analytical approach comprising PESTEL, SWOT, IFAS, and EFAS frameworks to obtain a comprehensive assessment of the firm’s internal capabilities and external environmental conditions. The empirical findings demonstrate that Skena Coffee holds a strong internal strategic position, as indicated by an IFAS score of 3.06, supported by product differentiation, advantageous geographic placement, and consistent service quality. Concurrently, the company benefits from favorable external opportunities, reflected in an EFAS score of 3.12, including the increasing prevalence of coffee consumption and the rising influence of digital engagement on consumer behavior. The firm’s placement within Quadrant I of the IE Matrix denotes an aggressive “grow and build” strategic orientation, signaling a capacity to pursue expansion, innovation, and intensified market engagement. Based on this strategic mapping, the study proposes the adoption of Strength Opportunity (SO) strategies, particularly through market penetration via additional outlet development, continuous innovation and refinement of menu offerings aligned with shifting consumer preferences, and the enhancement of digital marketing systems through optimized social media utilization and strengthened online customer interaction. Collectively, these strategic directives are projected to reinforce Skena Coffee’s competitive positioning and support its long-term sustainability within the structurally dynamic and increasingly competitive F&B sector in Makassar.
Relevansi Keterlibatan Milineal dalam HRD Khairunnisa, Nabilah; Farah, Amelia; Ibkar, Nazal; Anshori, Mochammad Isa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3534

Abstract

Millennials now dominate the workforce, prompting Human Resource Development (HRD) to adapt strategically to their needs and expectations. This article reviews national and international literature on millennial involvement in HRD. Millennials value work flexibility, self-development, work-life balance, transparency, collaboration, and digital technology. Literature shows their involvement fosters a collaborative, digital, and innovative work culture and shifts HRD from administrative to strategic, employee-focused practices. Challenges include high turnover, low long-term loyalty, and rising demands for recognition and well-being. Effective HRD strategies should include digital training, tailored reward systems, and participatory leadership to boost engagement, productivity, and commitment. Millennial involvement is therefore essential for organizational sustainability and competitiveness in the digital era.
Eksplorasi Ketidaksesuaian Pengelolaan Aset Tetap Terhadap Psap No. 07: Studi Pada Puskesmas Dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ramadhani, Zakia; Habibie, Samas Adimisa Mishbah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3535

Abstract

Manajemen aset tetap memainkan peran kritis dalam memastikan efisiensi operasional dan akuntabilitas keuangan di institusi sektor publik, terutama di organisasi layanan kesehatan seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Penyimpangan dari Standar Akuntansi Pemerintah, khususnya PSAP No. 07, dapat merusak keandalan laporan keuangan dan berpotensi menyebabkan kerugian keuangan negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penyebab ketidakpatuhan dalam praktik manajemen aset tetap di Puskesmas dan RSUD. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan pengelola aset dan analisis dokumen catatan keuangan serta kebijakan internal. Temuan penelitian ini mengungkapkan empat masalah utama: pengadaan tidak berdasarkan kebutuhan riil, penyusutan dicatat untuk aset yang tidak digunakan, ketidaksesuaian antara dokumen aset dan inventaris fisik, dan lemahnya pengendalian aset yang mengakibatkan kehilangan barang. Ketidakpatuhan ini didorong oleh tekanan sistem anggaran, keterbatasan keahlian teknis dan profesionalisme staf, serta budaya organisasi yang lebih mengutamakan kepatuhan administratif daripada efektivitas fungsional. Penelitian ini menyoroti perlunya reformasi sistemik, termasuk validasi kebutuhan pengadaan yang lebih ketat, peningkatan kompetensi staf, penunjukan personel manajemen aset yang berdedikasi, dan prosedur penghapusan aset yang terstruktur. Selain itu, penggunaan teknologi berbasis awan direkomendasikan untuk meningkatkan pelacakan dan keamanan aset. Temuan ini menekankan bahwa manajemen aset tetap yang efektif tidak hanya memerlukan kepatuhan terhadap regulasi formal, tetapi juga penanaman tanggung jawab manajerial dan budaya akuntabilitas di institusi publik.
Hukum Perlindungan Konsumen pada Telekonsultasi Kesehatan Kristianti, Nunul; Yanuar, Ferdian; Ardiansyah, Deden; Putri, Mega Amanda; Parman, Parman; Prayuti, Yuyut
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3537

Abstract

Perkembangan layanan telekonsultasi kesehatan di Indonesia telah membuka era baru dalam penyelenggaraan pelayanan medis berbasis teknologi digital. Inovasi ini memberikan kemudahan akses, efisiensi waktu, serta perluasan jangkauan layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang selama ini sulit memperoleh pelayanan medis konvensional. Namun demikian, transformasi digital tersebut juga menghadirkan tantangan hukum yang kompleks, khususnya terkait jaminan perlindungan hukum bagi pasien sebagai konsumen. Kerentanan pasien terhadap ketimpangan informasi medis, risiko malpraktik, ketidakjelasan standar layanan, hingga potensi kebocoran dan penyalahgunaan data pribadi menuntut adanya regulasi yang jelas, harmonis, dan implementatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, ruang lingkup, dan mekanisme perlindungan hukum terhadap pasien pengguna jasa telekonsultasi dengan merujuk pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, serta Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rezim perlindungan hukum bagi pasien dalam layanan telekonsultasi masih bersifat parsial, sektoral, dan belum terintegrasi dalam satu kerangka regulasi yang komprehensif. Tanggung jawab hukum antara tenaga medis dan penyelenggara platform digital masih belum diatur secara tegas, sementara mekanisme penyelesaian sengketa konsumen belum tersedia dalam bentuk yang mudah diakses. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan regulasi telemedicine yang memasukkan norma perlindungan konsumen secara eksplisit serta pembentukan mekanisme penyelesaian sengketa daring (e-dispute resolution) di sektor kesehatan guna menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak-hak pasien di era digital.
Pengaruh Store Atmosphere dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian di Lotte Grosir Silitonga, Syahyuvi Nalurita; Meutia, Zahara; Yanti, Tri Auri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3538

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya penurunan penjualan di Lotte Grosir Medan pada kurun waktu 2022-2023. Penurunan penjualan ini menunjukan adanya penurunan keputusan pembelian konsumen sehingga dapat dirumuskan dalam penelitian ini bahwa bagaimana konsumen mengambil keputusan pembelian di tengah fenomena persaingan yang semakin ketat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Store atmosphere Dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif kausalitas untuk menguji pengaruh store atmosphere dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian di Lotte Grosir Medan. Data diperoleh melalui kuesioner. Sampel ditentukan dengan rumus Slovin dari populasi 200 orang, sehingga diperoleh 67 responden. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, heteroskedastisitas, dan multikolinearitas, lalu dilanjutkan dengan regresi linear berganda. Jika nilai signifikansi < 0,05 dan koefisien positif, kedua variabel terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan hasil analisis, variabel store atmosphere dan kualitas pelayanan memiliki pengaruh berbeda terhadap keputusan pembelian di Lotte Grosir Medan. Uji parsial menunjukkan bahwa store atmosphere tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (thitung 0,261 < ttabel 1,669; sig. 0,795 > 0,05), sedangkan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan (thitung 5,479 > ttabel 1,669; sig. 0,000 < 0,05). Uji simultan memperlihatkan bahwa kedua variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Fhitung 15,357 > Ftabel 3,14; sig. 0,000 < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,324 menunjukkan bahwa 32,4% keputusan pembelian dipengaruhi oleh kedua variabel tersebut, sementara 67,6% dipengaruhi faktor lain. Dengan demikian, kualitas pelayanan menjadi faktor yang paling dominan dalam memengaruhi keputusan pembelian di Lotte Grosir Medan.