cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,872 Documents
Humanisasi Sistem Penilaian: Menggeser Paradigma dari Ranking menuju Asesmen Autentik di Sekolah Dasar Ari, Lukit Adi Syam; Sulanjari, Wegang Sri; Yusuf, Muh Nur Azis; Muzakki, Ghufron Ahmad; Arjanti, Evylia Ratna; Muhibbin , Ahmad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5423

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut transformasi fundamental dari sekadar transfer pengetahuan menuju pengembangan karakter dan kompetensi holistik peserta didik. Namun, praktik pendidikan di sekolah dasar masih banyak didominasi oleh sistem penilaian berbasis pemeringkatan atau ranking yang cenderung bersifat dehumanis dan reduktif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi secara mendalam pergeseran paradigma penilaian di SDN Telukan 02, dari budaya testing menuju budaya asesmen autentik yang memanusiakan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, sistem ranking berdampak negatif terhadap kondisi psikologis siswa, berupa kecemasan akademik, penurunan harga diri, dan pelabelan negatif. Kedua, strategi humanisasi pendidikan diterapkan melalui asesmen diagnostik, diversifikasi instrumen penilaian seperti proyek dan portofolio, serta umpan balik konstruktif. Ketiga, transformasi penilaian menghadapi tantangan manajerial berupa resistensi guru terhadap beban administrasi dan ekspektasi orang tua yang masih berorientasi pada kompetisi angka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa asesmen autentik dalam kerangka Kurikulum Merdeka merupakan instrumen strategis untuk mengembalikan hakikat pendidikan sebagai proses humanisasi dan pengembangan potensi peserta didik secara utuh, berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan psikologis siswa sekolah dasar. Temuan ini memperkuat urgensi reformasi penilaian demi terciptanya iklim belajar yang inklusif, dialogis, dan berpusat pada anak
Inovasi Kepemimpinan Pendidikan yang Adaptif di Era AI: Perspektif Manajemen Pendidikan Al Haddar, Gamar; Priyantoro, Dian Eka; Mafruhah, Anisatul; Nasril, Nasril; Laksmi, Noorhani Dyani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model kepemimpinan pendidikan yang luwes dan inovatif agar sekolah dan perguruan tinggi bisa menghadapi era kecerdasan buatan (AI) dengan baik. Kami meninjaunya khusus dari sudut pandang ilmu manajemen pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan, di mana kami mengkaji secara mendalam berbagai sumber seperti jurnal, buku, dan laporan terbaru yang berkaitan dengan kepemimpinan sekolah, perubahan digital, dan penerapan AI dalam pendidikan. Dari hasil telaah, ditemukan bahwa pemimpin pendidikan di era AI tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara-cara lama yang kaku. Mereka perlu menjadi pemimpin yang visioner, tangkas, dan tetap menempatkan nilai-nilai kemanusiaan di jantung pembelajaran. Inovasi kepemimpinan yang adaptif ini terwujud dalam tiga hal utama: Pertama, visi strategis untuk merancang kurikulum dan tata kelola yang fleksibel mengikuti perkembangan teknologi. Kedua, komitmen untuk memberdayakan guru dan staf melalui pelatihan berkelanjutan agar mereka melek digital dan mampu bekerja sama dengan alat-alat AI. Ketiga, kemampuan menumbuhkan budaya sekolah yang berani mencoba hal baru, inklusif, dan memegang teguh etika dalam penggunaan AI. Untuk mengimplementasikan ketiga pilar tersebut, diperlukan langkah konkret berupa pembentukan forum atau tim khusus yang terdiri dari perwakilan guru, siswa, orang tua, dan tenaga ahli teknologi. Forum ini bertugas secara berkala mengevaluasi dampak penerapan AI dalam ekosistem sekolah, mengkaji ulang kebijakan privasi data, serta merancang protokol etis yang jelas untuk penggunaan alat-alat AI dalam pembelajaran dan administrasi.
Emotional Labor pada Perawat Poli Kejiwaan Rawat Jalan di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus: Sebuah Studi Kualitatif Deskriptif Huda, Fito Uli; Harisuci, Tinon Citraning
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5427

Abstract

Emotional labor merupakan tuntutan kerja yang tidak terpisahkan dari profesi perawat, terutama pada setting pelayanan kesehatan jiwa rawat jalan yang menuntut pengelolaan emosi secara intens, cepat, dan berkelanjutan. Perawat poli kejiwaan rawat jalan dihadapkan pada interaksi singkat namun padat dengan pasien yang memiliki kondisi emosional tidak stabil, sehingga berpotensi meningkatkan beban kerja emosional dan risiko kelelahan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman emotional labor pada perawat Poli Kejiwaan Rawat Jalan di Rumah Sakit Islam Sunan Kudus. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan partisipan tiga orang perawat yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama emotional labor, yaitu frekuensi tampilan emosi, intensitas tampilan emosi, durasi tampilan emosi, dan disonansi emosional. Perawat dituntut untuk menampilkan emosi positif secara berulang hampir sepanjang shift kerja, dengan intensitas tinggi terutama saat menghadapi pasien dengan kondisi emosional tidak stabil dan keluarga yang emosional. Durasi panjang dalam mempertahankan ekspresi profesional tanpa jeda pemulihan menyebabkan kelelahan emosional yang kumulatif. Disonansi emosional menjadi dimensi paling menonjol, ditandai dengan konflik antara emosi yang dirasakan dan emosi yang harus ditampilkan, yang berdampak pada kelelahan emosional, tumpulnya empati, dan gangguan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menegaskan perlunya dukungan organisasi, pelatihan regulasi emosi, dan mekanisme pemulihan emosional untuk menjaga kesejahteraan perawat dan kualitas pelayanan kesehatan jiwa.
Digital Marketing, The Effective Solutions For Marketing Shredded Tuna Products From Fishermen Villages At South Of Malang Susilo, Trisno; Nugrahendi, Doni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5428

Abstract

Indonesia possesses an extensive coastline and abundant marine resources, resulting in high demand for fishery products in both domestic and international markets. However, a significant portion of foreign demand remains unmet, indicating substantial opportunities for expansion. Beyond fresh and frozen fish, value-added processed seafood products offer advantages in terms of convenience, storage, durability, and distribution, while also contributing to the economic welfare of fishermen and their families. These products range from large-scale factory outputs, such as canned fish, to small-scale home industries and MSMEs producing items like shredded tuna. Effective marketing is a critical determinant of success for processed seafood products. In the context of digital transformation, social media platforms—including Facebook, Instagram, TikTok, YouTube, and WhatsApp—provide cost-effective and rapid channels for product promotion and market expansion. This study focuses on shredded tuna produced by home industries in the fishing village of Sendang Biru, South Malang. Although the product has been marketed through several online marketplaces, its reach and demand remain limited, both in terms of consumer awareness and sales volume. Therefore, a structured, comprehensive, and large-scale digital marketing strategy is required to enhance product visibility and demand. This research aims to improve the economic conditions and welfare of the Sendang Biru fishing community while serving as a pilot project for university students to generate income through content creation. Consistent, educational, and engaging content on Instagram and TikTok is expected to influence consumer purchasing behavior, where increased content intensity is directly associated with higher market demand.
Pengaruh Inflasi, Suku Bunga, dan Pertumbuah Ekonomi Terhadap Harga Saham Perusahaan indeks LQ45 Deni, Deni; Todingbua, Manuel August; Mongan, Claudio Julio
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5429

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi terhadap harga saham perusahaan yang tergabung pada Indeks LQ45 di BEI pada periode 2020–2024. Studi ini menerapkan metode kuantitatif melalui pendekatan asosiatif dan memanfaatkan data sekunder yang dihimpun dari BPS, BI, serta harga saham penutupan akhir tahun. Langkah analisis data yang diterapkan ialah regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham perusahaan Indeks LQ45. Kenaikan inflasi menyebabkan meningkatnya biaya produksi dan menurunnya daya beli masyarakat, sehingga berdampak pada penurunan kinerja perusahaan dan minat investor. Suku bunga juga terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham, yang mengindikasikan bahwa peningkatan suku bunga mendorong investor mengalihkan dana ke instrumen keuangan yang lebih aman. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, mencerminkan meningkatnya aktivitas produksi, konsumsi, dan kinerja perusahaan. Secara simultan, inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan Indeks LQ45. Temuan ini menegaskan bahwa stabilitas makroekonomi memiliki peranan penting dalam menentukan pergerakan harga saham serta dapat menjadi bahan pertimbangan bagi investor dan pembuat kebijakan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kajian manajemen keuangan nasional berkelanjutan, khususnya dalam konteks pasar modal Indonesia yang dinamis dan berkembang.
Kesadaran UMKM Terhadap Agensi Media Sosial Dalam Meningkatkan Engagement Media Sosial Meylani, Fabiola Karina; Wiguna, Satria Veriansyah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5431

Abstract

Perkembangan teknologi digital menjadikan media sosial sebagai sarana strategis bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam membangun brand awareness dan meningkatkan engagement dengan audiens, namun tingkat kesadaran UMKM terhadap pemanfaatan jasa agensi media sosial masih relatif rendah akibat keterbatasan pemahaman, sumber daya, serta persepsi terhadap biaya layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadaran UMKM terhadap peran agensi media sosial dalam meningkatkan engagement serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan penggunaan jasa agensi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan objek pelaku UMKM di Kota Sukoharjo yang aktif menggunakan media sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, dengan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM yang menggunakan jasa agensi memiliki tingkat kesadaran yang lebih tinggi serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran strategis agensi dalam pengelolaan konten, konsistensi komunikasi, dan penguatan identitas merek, yang berdampak pada peningkatan engagement audiens. Sementara itu, UMKM non-pengguna menunjukkan tingkat kesadaran yang masih bersifat pasif dan belum terealisasi secara optimal akibat keterbatasan biaya dan sumber daya internal, meskipun mereka memiliki persepsi positif terhadap manfaat agensi media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa agensi media sosial berperan strategis dalam meningkatkan efektivitas komunikasi digital UMKM, sehingga diperlukan upaya peningkatan literasi digital serta penyediaan akses layanan agensi yang lebih terjangkau agar pemanfaatannya dapat diadopsi secara lebih luas dan berkelanjutan oleh pelaku UMKM.
Dampak Dewan Komisaris Terkoneksi Politik, Struktur Modal, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan Puspita, Widiani; Sutrisno, Bambang
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5432

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh dewan komisaris terkoneksi politik, struktur modal, dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan dan data badan pusat statistik dengan menggunakan metode regresi panel. Populasi perusahaan transportasi pada periode ini terdapat 13 perusahaan, dengan melakukan purposive sampling maka menjadi 8 perusahaan yang akan menjadi sampel pada penelitian ini. Variabel dependen penelitian ini yaitu nilai perusahaan yang dikur menggunakan proksi price book value. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dewan komisaris terkoneksi politik yang diukur menggunakan variabel dummy mendapatkan nilai 0,204 berpengaruh positif dan tidak signifikan, struktur modal yang diukur menggunakan proksi debt to assets ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan dengan nilai 0,0000, dan profitabilitas yang diukur menggunakan proksi return on assets berpengaruh positif dan tidak signifikan dengan nilai 0,960. Nilai R square sebesar 0,2396, yang berarti 23,96% variasi nilai perusahaan dapat dijelaskan oleh variabel dewan komisaris terkoneksi politik, struktur modal, dan profitabilitas. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan pendanaan menjadi faktor utama yang memengaruhi nilai perusahaan sektor transportasi, sementara peran koneksi politik dan profitabilitas belum mampu memengaruhi persepsi investor.
Pengaruh Harga, Kualitas Pelayanan, dan Promosi Terhadap Kepuasan Pelanggan Pengguna Jasa PT Logitrans Express Nusantara Haviana, Sifa; Saputro, Arie Hendra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga, kualitas pelayanan, dan promosi terhadap kepuasan pelanggan pada perusahaan jasa logistik PT Logitrans Express Nusantara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif untuk menguji hubungan dan pengaruh antarvariabel. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner terstruktur kepada 100 responden yang merupakan pelanggan aktif PT Logitrans Express Nusantara. Instrumen penelitian disusun menggunakan skala Likert lima poin dan telah melalui pengujian validitas serta reliabilitas untuk memastikan kelayakan pengukuran. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t (parsial), dan uji F (simultan) dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial harga, kualitas pelayanan, dan promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Variabel kualitas pelayanan memiliki pengaruh paling dominan, diikuti oleh promosi dan harga. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepuasan pelanggan dalam industri jasa logistik tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat harga yang kompetitif, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas pelayanan yang konsisten serta strategi promosi yang efektif dan informatif. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya bagi perusahaan jasa logistik untuk mengelola strategi penetapan harga, peningkatan kualitas pelayanan, dan aktivitas promosi secara terintegrasi guna meningkatkan kepuasan pelanggan serta menjaga daya saing perusahaan dalam jangka panjang.
Prediksi Kesehatan Mental Pengguna Berdasarkan Konsumsi Konten Pada Media Sosial Menggunakan Metode Random Forest Putri, Ni Luh Putu Adela Sartian; Iswari, Ni Made Satvika; Juliharta, I Gede Putu Krisna
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5440

Abstract

Penelitian ini bertujuan memprediksi tingkat risiko kesehatan mental pengguna media sosial berdasarkan pola konsumsi konten dan intensitas interaksi di platform digital menggunakan metode Random Forest. Fenomena meningkatnya penggunaan media sosial pada kelompok usia muda membawa dua sisi: manfaat komunikasi dan informasi, namun juga berpotensi memicu kecemasan, stres, gangguan tidur, hingga penurunan produktivitas ketika digunakan berlebihan dan tidak terkontrol. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner daring (Google Form) pada responden aktif media sosial dengan variabel utama meliputi durasi penggunaan harian, waktu akses (pagi–larut malam), jenis platform yang sering digunakan (Instagram, TikTok, Twitter/X), serta frekuensi interaksi negatif. Data kemudian melalui tahapan pembersihan, transformasi, dan konversi numerik sebelum diproses pada Orange Data Mining. Model Random Forest mengklasifikasikan responden ke dalam tiga kategori risiko, yaitu Tidak Berisiko, Cenderung Berisiko, dan Risiko Tinggi. Hasil menunjukkan bahwa durasi penggunaan yang panjang (≥3,5 jam), akses pada malam hari (terutama setelah pukul 19.00–21.00), serta frekuensi interaksi negatif yang tinggi merupakan faktor paling kuat dalam meningkatkan risiko gangguan mental. Evaluasi model memperlihatkan kinerja yang baik dan stabil, ditunjukkan oleh nilai AUC yang tinggi pada tiap kelas serta akurasi yang konsisten dalam mendeteksi kondisi pengguna. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan kebiasaan digital sebagai langkah deteksi dini, sekaligus menjadi dasar edukasi penggunaan media sosial yang lebih sehat untuk menjaga keseimbangan psikologis pengguna.
Program Makan Bergizi Gratis sebagai Instrumen Politik Janji Pemilu: Analisis Kebijakan Anggaran dan Dampaknya terhadap Kualitas Pendidikan Indonesia dalam Menyongsong Indoensia Emas 2045. Masruri, Ginanjar; Nugraha, Heru
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5441

Abstract

Penelitian ini menganalisis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai instrumen politik janji pemilu, kebijakan anggaran, dan intervensi peningkatan kualitas pendidikan dalam kerangka visi Indonesia Emas 2045. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kepustakaan, melalui telaah terhadap produk hukum, dokumen anggaran, artikel jurnal, dan laporan kebijakan yang membahas konstruksi politik MBG, desain anggarannya, serta dampaknya terhadap gizi dan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa MBG dikonstruksi sebagai legacy project yang menggabungkan dimensi simbolik (citra dan legitimasi pemerintah), substantif (perbaikan gizi, kehadiran, dan konsentrasi belajar), dan struktural (prioritas dalam politik anggaran), dengan pagu Rp71 triliun di APBN 2025 atau sekitar 9–10 persen dari total anggaran pendidikan, sehingga berpotensi menimbulkan trade off dengan investasi struktural pendidikan seperti peningkatan kualitas guru dan sarana prasarana. Di sisi hasil, MBG berpotensi memperkuat prasyarat dasar pembelajaran dan berkontribusi pada penurunan stunting, peningkatan kehadiran, serta capaian akademik, sehingga dapat dibaca sebagai kebijakan jembatan antara pemenuhan hak gizi–pendidikan dan pembangunan SDM unggul. Namun, pembahasan juga menegaskan adanya risiko politisasi, ketergantungan pada siklus pemilu, tekanan fiskal, kelemahan tata kelola (termasuk kasus mutu dan keamanan pangan, distribusi, serta disparitas antar daerah), dan kurangnya sinergi dengan program peningkatan mutu pendidikan lainnya. Temuan ini mengimplikasikan perlunya desain kebijakan dan anggaran MBG yang lebih berkelanjutan, akuntabel, dan terintegrasi, disertai penguatan regulasi, kapasitas pelaksana, dan evaluasi berbasis bukti agar program benar-benar menjadi instrumen pembangunan pendidikan dan SDM jangka panjang, bukan sekadar alat pemenuhan dan komodifikasi janji politik