cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4,486 Documents
Hubungan Pengetahuan dan Tingkat Pendidikan terhadap Tindakan Pembuangan Limbah Obat Rumah Tangga di Kelurahan Loktabat Utara Oktavia, Regina; Melviani, Melviani; Mustaqimah, Mustaqimah; Yuwindry, Iwan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6255

Abstract

Penyimpanan dan pembuangan produk farmasi yang tidak tepat dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan serta berisiko terhadap kesehatan masyarakat. Limbah obat rumah tangga yang dibuang sembarangan berpotensi mencemari air, tanah, dan ekosistem, serta dapat menyebabkan resistensi obat dan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan perilaku pembuangan limbah obat yang benar, yang dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan pendidikan masyarakat. Pendidikan merupakan faktor penting dalam membentuk sikap dan perilaku individu melalui proses pembelajaran. Tingkat pendidikan diyakini dapat memengaruhi pola pikir dan tindakan dalam menghadapi permasalahan, termasuk pengelolaan limbah obat rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan tingkat pendidikan terhadap tindakan pembuangan limbah obat rumah tangga di Kelurahan Loktabat Utara. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berpendidikan SMA sebesar 55%. Sebagian besar masyarakat memiliki tingkat pengetahuan yang kurang baik terkait tindakan pembuangan limbah obat rumah tangga. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dengan tindakan pembuangan limbah obat rumah tangga dengan nilai p sebesar 0,009 (p < 0,05). Sementara itu, tingkat pendidikan tidak memiliki hubungan signifikan terhadap tindakan pembuangan limbah obat rumah tangga dengan nilai p sebesar 0,780 (p > 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan berperan penting dalam membentuk perilaku pembuangan limbah obat rumah tangga, sedangkan tingkat pendidikan formal tidak berpengaruh langsung.
Pemanfaatan Audio Murotal Sebagai Media Pendukung Menghafal Al-Qur'an Pada Masyarakat Umum Di Jabodetabek Saefulloh, Khalid; Ediat, Ediat
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif pemanfaatan audio murotal sebagai media pendukung dalam aktivitas menghafal Al-Qur'an pada masyarakat umum di wilayah Jabodetabek. Tingginya mobilitas dan kompleksitas aktivitas masyarakat urban sering kali menjadi hambatan dalam penerapan metode hafalan konvensional yang mengandalkan pertemuan tatap muka secara intensif. Oleh karena itu, inovasi technopedagogy berbasis media audio dipandang sebagai alternatif yang fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran keagamaan di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel non-probability jenis accidental sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner daring menggunakan Google Form kepada 70 responden yang berdomisili di wilayah Jabodetabek dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif tanpa melakukan generalisasi populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 94,3% responden merasa nyaman menggunakan audio murotal sebagai media pendukung hafalan, sementara 92,9% responden menyatakan bahwa media ini memudahkan proses muraja’ah. Temuan lain mengungkapkan bahwa audio murotal berperan penting sebagai panduan pelafalan dan waqaf, khususnya bagi penghafal pemula, serta membantu efisiensi waktu belajar. Namun demikian, sebagian responden melaporkan kendala berupa efek relaksasi berlebih yang memicu rasa kantuk saat penggunaan dalam kondisi fisik lelah. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa audio murotal efektif sebagai media pendukung (suplementer) berbasis pengalaman autentik, tetapi tidak dapat menggantikan peran guru, sehingga tetap memerlukan validasi hafalan melalui metode talaqqi.
Tinjauan Tindak Pidana Pengerusakan Terhadap Fasilitas Kepolisian Republik Indonesia Saputro, Ade Rizki Biariya; Marwiyah, Siti; Paramita, Vallencia Nadya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6257

Abstract

POLRI dalam rangka penegakan hukum dengan menjalankan tugas dan fungsinya untuk tujuan menciptakan keadilan dan kepastian hukum serta ketertiban dalam masyarakat yang merupakan wewenang yang diberikan undang-undang, terkadang mengalami perlawanan dari masyarakat itu sendiri, bentuk perlawanan yang dilakukan dengan menyerang, melukai anggota polisi dan merusak, membakar fasilitas milik POLRI seperti kejadian di Surabaya tahun 2025. Massa demo total ada 17 fasilitas Polri yang dirusak hingga dijarah massa. 17 Fasilitas polisi itu, terdiri atas 13 fasilitas dibakar dan 4 lainnya dirusak berat. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui bagaimana proses penegakan hukum tindak pidana pengerusakan terhadap fasilitas kepolisian republik Indonesia. 2) Untuk mengetahui bagimana implementasi dalam tindak pidana pengerusakan terhadap fasilitas kepolisian republik Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah analisis yuridis normatif dengan bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang diperoleh dari dokumen atau arsip- arsip pendukung seperti undang-undang, peraturan pemerintah dan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang melatar belakangi tindak pidana pengerusakan terhadap fasilitas kepolisian adalah faktor internal berupa emosial dan kekecewaan . Faktor eksternal berupa faktor lingkungan yang buruk dan budaya dengan kurangnya pemahaman. Terdapat beberapa Pasal KUHP yang dapat dikenakan terhadap pelaku perusakan fasilitas kepolisian, yaitu : Pasal 170, 192, 193, 197, 200, 201 KUHP Jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Namun, penerapan pasal-pasal tersebut belum memberikan efek jera.
Analisis Pengaruh Kecanduan Bermedia Sosial Terhadap Kemampuan Belajar Menggunakan Algoritma Naive Bayes Saragih, Sonia Elvrida; Harefa, Lonia; Sipayung, Sardo Parningotan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6258

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah meningkatkan intensitas penggunaan media sosial di kalangan pelajar dan mahasiswa. Meskipun media sosial memberikan kemudahan dalam komunikasi dan akses informasi, penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan yang berdampak negatif terhadap aktivitas akademik. Kecanduan bermedia sosial diketahui dapat menurunkan konsentrasi, mengganggu pola tidur, serta memengaruhi kondisi psikologis, sehingga berpotensi menurunkan kemampuan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecanduan bermedia sosial terhadap kemampuan belajar siswa menggunakan pendekatan data mining dengan algoritma Naive Bayes. Data penelitian diperoleh dari dataset Social Media Addiction Among Students yang tersedia pada platform Kaggle, yang mencakup atribut usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, negara, durasi penggunaan media sosial harian, platform yang paling sering digunakan, jam tidur, skor kesehatan mental, status hubungan, dan skor kecanduan. Atribut Affects Academic Performance digunakan sebagai kelas dalam proses klasifikasi. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, pra-pemrosesan, penerapan algoritma Naive Bayes, serta evaluasi hasil klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat kecanduan media sosial yang tinggi memiliki kecenderungan lebih besar mengalami penurunan kemampuan belajar. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pengendalian penggunaan media sosial sangat penting untuk menjaga efektivitas dan kualitas belajar. Selain itu, algoritma Naive Bayes terbukti mampu memberikan kinerja yang baik dalam mengklasifikasikan pengaruh kecanduan media sosial terhadap kemampuan belajar.
Korelasi Penggunaan Teknologi Digital dengan Pertumbuhan UMKM di Kabupaten Lampung Timur Wibowo, Ilham Setio; Dewi, Tiara Anggia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6259

Abstract

Revolusi teknologi digital telah mengakselerasi transformasi ekonomi nasional, dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan sebagai motor penggerak utama pertumbuhan regional. Meskipun demikian, pelaku UMKM di Kabupaten Lampung Timur masih terbentur kendala struktural dalam memaksimalkan potensi digitalisasi, mencakup rendahnya kompetensi literasi teknologi, keterbatasan akses infrastruktur internet, serta minimnya bimbingan teknis komprehensif dari institusi pendukung. Situasi ini memicu disparitas produktivitas yang mencolok, melemahkan posisi kompetitif dan potensi ekspansi pasar UMKM lokal di era ekonomi digital. Kajian ini dirancang untuk mengukur tingkat implementasi teknologi digital serta menguji hubungan fungsionalnya terhadap progresivitas UMKM di wilayah tersebut. Parameter pertumbuhan UMKM dievaluasi melalui indikator kuantitatif berupa eskalasi pendapatan penjualan, rasionalisasi efisiensi proses bisnis, dan diversifikasi akses pasar. Metodologi kuantitatif korelasional diterapkan melalui purposive sampling terhadap 32 pelaku UMKM menggunakan instrumen kuesioner skala Likert yang tervalidasi. Utilisasi teknologi digital mencapai level tinggi dengan skor agregat 4,12 dari skala 5,00. Performa UMKM mengekshibisikan trajektori positif pada seluruh parameter evaluasi. Analisis korelasi Pearson menghasilkan koefisien 0,732 (p < 0,05), Hubungan yang kuat dan bermakna secara statistik antara digitalisasi dengan perkembangan UMKM terbukti secara empiris. Analisis regresi linier sederhana mengungkap bahwa variabel adopsi teknologi digital secara signifikan menjelaskan 53,6% fluktuasi dalam pertumbuhan usaha, yang mengindikasikan adanya korelasi proporsional langsung antara tingkat intensitas pemanfaatan teknologi digital dengan pencapaian performa bisnis optimal bagi pelaku UMKM di Kabupaten Lampung Timur
Pengaruh Green Human Resource Management terhadap Perilaku Hijau Karyawan dengan Knowledge Management sebagai Variabel Intervening (Survei pada Divisi Pre Production PT Eksindo MPI) Mardhiyah, Shafa Amalia; Muttaqin, Ridlwan; Siddiq, Andhika Mochamad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.6262

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana penerapan GHRM berdampak pada perilaku bertanggung jawab lingkungan karyawan, dengan manajemen pengetahuan sebagai salah satu faktor terpenting. Dengan metodologi survei, penelitian ini menggunakan strategi kuantitatif. Ukuran sampel sebanyak 60 orang ditentukan menggunakan rumus Slovin, dan mencakup seluruh karyawan dari Divisi Pra-Produksi PT Eksonindo Multi Product Industry. Dengan menggunakan survei berbasis Likert, kami mengumpulkan informasi. Dengan bantuan perangkat lunak SPSS, termasuk analisis regresi berganda dan teknik lainnya, data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan verifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa GHRM memiliki dampak yang bermanfaat dan substansial pada manajemen pengetahuan, yang pada gilirannya memiliki dampak yang bermanfaat dan substansial pada perilaku ramah lingkungan karyawan, dan bahwa GHRM secara langsung dan positif memengaruhi perilaku ramah lingkungan karyawan. Temuan uji mediasi juga menunjukkan bahwa manajemen pengetahuan berfungsi sebagai faktor perantara dalam meningkatkan hubungan antara GHRM dan perilaku bertanggung jawab lingkungan karyawan. Akibatnya, implementasi praktik GHRM, bersama dengan manajemen pengetahuan yang berhasil, dapat sangat mendorong perilaku karyawan yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Tumpang Tindih Kompetensi Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Mikrobiologi Klinik dalam Pelayanan Laboratorium Infeksi: Kajian Hukum Normatif tentang Kepastian Hukum dan Perlindungan Pasien Triana, Yeni; Abdi, Taufik
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6263

Abstract

Pelayanan laboratorium infeksi di rumah sakit memiliki peran strategis dalam penegakan diagnosis, penentuan terapi, serta pencegahan dan pengendalian infeksi. Dalam praktik, terdapat potensi tumpang tindih kompetensi antara Dokter Spesialis Patologi Klinik (Sp.PK) dan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik (Sp.MK) dalam penyelenggaraan layanan tersebut, yang berimplikasi terhadap kepastian hukum, tata kelola pelayanan, serta perlindungan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum terkait kewenangan kedua spesialisasi tersebut serta menilai dampaknya terhadap jaminan mutu pelayanan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan analitis, melalui kajian terhadap peraturan perundang-undangan bidang kesehatan, standar kompetensi profesi, serta doktrin hukum terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat disharmoni norma dalam pengaturan kewenangan pelayanan laboratorium infeksi yang membuka ruang multitafsir dan berpotensi menimbulkan konflik kewenangan di tingkat pelayanan kesehatan. Kondisi ini berisiko mengganggu kesinambungan pelayanan, menurunkan kepastian hukum bagi tenaga medis, serta berdampak pada keselamatan dan perlindungan pasien. Penelitian ini merekomendasikan perlunya harmonisasi regulasi dan penegasan batas kewenangan profesi berbasis kompetensi, kolaborasi interdisipliner, serta penguatan regulasi operasional rumah sakit guna mewujudkan pelayanan laboratorium infeksi yang bermutu, aman, dan berkeadilan hukum. Tumpang tindih kompetensi antara dokter spesialis patologi klinik dan mikrobiologi klinik tidak hanya berdampak pada kepastian hukum bagi tenaga medis, tetapi juga berimplikasi langsung terhadap keselamatan dan perlindungan pasien.
Non-Observance of Grice’s Maxims in Political Speech: A Pragmatic Analysis of Gibran Rakabuming Raka’s Interview Setefani, Resa; Zahra, Hilya Fitriatuz; Agus, Cecep
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6264

Abstract

 This study investigates the non-observance of Grice’s Cooperative Principle in an interview with Indonesian politician Gibran Rakabuming Raka, focusing on how maxim flouting functions as a pragmatic strategy in political communication. Using a qualitative approach, a publicly available interview video was selected, repeatedly viewed, and fully transcribed. The data were identified and categorized according to Grice’s four maxims quantity, quality, relevance, and manner and each instance was analyzed to uncover its conversational implicature by considering situational context, speaker intention, and shared knowledge between speaker and interviewer. The findings indicate that the dominant pattern is flouting rather than other types of non-observance (e.g., violating, infringing, opting out, or suspending). Flouting the maxim of quantity appears in extended explanations that emphasize preparedness and workload; flouting relevance emerges when sensitive or potentially risky questions are answered with broader policy frames; flouting quality occurs through evaluative claims and metaphorical wording that downplays controversy; and flouting manner is realized through vague, bureaucratic, or technical expressions that reduce directness. Overall, these pragmatic choices help project professionalism, maintain political harmony, and manage public perceptions while still allowing listeners to infer intended meanings. This study contributes to pragmatics by showing how maxim non-observance can serve as an effective rhetorical resource in Indonesian political discourse
Pengaruh Rebranding terhadap Customer Loyalty melalui Brand Image sebagai Variabel Mediasi di Azko Makassar Kamil, Usman; Burhanuddin, Burhanuddin; Haeruddin, Muhammad Ilham Wardhana; Musa, Chalid Imran; Abadi, Rahmat Riwayat
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6265

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh rebranding terhadap customer loyalty melalui brand image sebagai variabel mediasi pada konsumen AZKO Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Data diperoleh melalui kuesioner skala Likert 1–5 kepada 110 responden yang memenuhi kriteria pernah berkunjung langsung dan melakukan pembelian lebih dari dua kali dalam enam bulan terakhir. Analisis dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4 melalui evaluasi model pengukuran dan model struktural. Hasil evaluasi outer model menunjukkan seluruh indikator memenuhi validitas konvergen (outer loading > 0,70; AVE: brand image 0,722; customer loyalty 0,762; rebranding 0,767), validitas diskriminan (Fornell–Larcker dan HTMT < 1), serta reliabilitas (composite reliability 0,940–0,963; Cronbach’s alpha 0,923–0,957). Pada inner model, nilai R² sebesar 0,097 untuk brand image dan 0,395 untuk customer loyalty. Pengujian hipotesis menunjukkan rebranding berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap customer loyalty (β = 0,145; t = 1,741; p = 0,082), rebranding berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand image (β = 0,312; t = 3,412; p = 0,001), serta brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer loyalty (β = 0,568; t = 7,096; p = 0,000). Uji mediasi menunjukkan pengaruh tidak langsung rebranding terhadap customer loyalty melalui brand image signifikan (β = 0,177; t = 2,778; p = 0,005) dengan VAF 54%, sehingga brand image berperan sebagai mediator parsial. Temuan ini menegaskan bahwa rebranding AZKO lebih efektif meningkatkan loyalitas melalui penguatan citra merek.
Pengaruh Motivasi Kerja, Kompetensi Karyawan dan Disiplin Kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT XYZ Juliawati, Sindy; Siddiq, Andhika Mochamad; Saputro, Arie Hendra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6269

Abstract

Sumber daya manusia (SDM) yang efektif merupakan elemen krusial dalam mencapai target organisasi. SDM berkualitas unggul yang dapat menghasilkan hasil kerja sesuai dengan visi yang telah ditentukan menjadi kunci utama dalam merealisasikan tujuan perusahaan. Diperlukan tenaga kerja yang ahli dan mampu menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perubahan kondisi kerja. Salah satu aspek vital dalam hal ini adalah tingkat kepuasan karyawan terhadap pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak motivasi kerja, kemampuan profesional, dan kedisiplinan kerja pada kepuasan karyawan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Pengumpulan data dilakukan melalui distribusi angket kepada 35 partisipan. Teknik analisis melibatkan pengujian validitas, pengujian reliabilitas, analisis deskriptif, pengujian asumsi klasik, serta analisis regresi linier berganda menggunakan perangkat lunak SPSS. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa motivasi kerja, kemampuan profesional, dan kedisiplinan kerja secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Secara individual, hanya kemampuan profesional dan kedisiplinan kerja yang menunjukkan dampak signifikan, sedangkan motivasi kerja tidak memberikan pengaruh yang bermakna. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,537 menunjukkan bahwa ketiga variabel bebas tersebut dapat menjelaskan 53,7% variasi dalam kepuasan kerja karyawan, dengan sisa variasi dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Implikasi penelitian menyarankan bahwa perusahaan harus lebih menekankan upaya untuk meningkatkan kemampuan profesional dan kedisiplinan kerja karyawan sebagai strategi untuk menaikkan tingkat kepuasan kerja.