cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8,354 Documents
Analisis Biaya-Manfaat Telemedicine untuk Tatalaksana Penyakit Kronis: Studi Cost-Benefit pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Prajuita, Muthia; Filyani, Isra; Marika, Sandra; Hartono, Budi; Daud, Alfani Ghutsa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5178

Abstract

Pembangunan kesehatan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi nasional. Kesehatan yang baik berkontribusi pada peningkatan produktivitas, penurunan beban pembiayaan jangka panjang, serta stabilitas sosial dan ekonomi. Namun, keterbatasan anggaran pemerintah, meningkatnya biaya teknologi medis, serta terjadinya transisi epidemiologi penyakit menuntut adanya pengambilan keputusan kesehatan yang efisien dan berbasis bukti ekonomi yang kuat. Cost Benefit Analysis (CBA) merupakan salah satu metode evaluasi ekonomi yang digunakan dengan cara membandingkan seluruh biaya dan manfaat suatu intervensi kesehatan dalam satuan moneter. Pendekatan ini bertujuan untuk menilai kelayakan program serta nilai tambah ekonomi yang dihasilkan, sehingga dapat menjadi dasar rasional dalam penentuan kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, penerapan, dan implikasi penggunaan CBA dalam sektor kesehatan, khususnya dalam mendukung pengambilan keputusan kebijakan dan manajerial di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan analitis-deskriptif melalui telaah literatur ilmiah, laporan kebijakan, serta pedoman internasional yang relevan. Analisis dilakukan dari perspektif sosial dan pemerintah dengan mengidentifikasi biaya langsung, biaya tidak langsung, serta manfaat ekonomi yang dikonversi menggunakan pendekatan Value of Statistical Life dan Willingness to Pay. Hasil kajian menunjukkan bahwa CBA mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai kelayakan ekonomi intervensi kesehatan, terutama pada program promotif dan preventif seperti imunisasi dan pengendalian penyakit. Selain itu, CBA membantu penentuan prioritas program, meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya, serta mendukung keberlanjutan sistem kesehatan. Dengan penerapan asumsi yang transparan dan analisis sensitivitas yang memadai, CBA berpotensi menjadi instrumen strategis dalam perencanaan dan evaluasi kebijakan kesehatan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Transformasi Budaya Inklusif Dalam Keragaman Lingkungan Kerja Putri, Lara Aziza; Ningsih, Mince Trila; Azhari, Rimpi Yulia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5179

Abstract

Transformasi budaya organisasi yang inklusif menjadi isu strategis dalam menghadapi dinamika lingkungan kerja yang semakin beragam dan kompetitif. Keberagaman latar belakang karyawan, baik dari aspek budaya, gender, usia, maupun pengalaman, menuntut organisasi untuk membangun budaya kerja yang mampu menjamin keadilan, keterbukaan, serta penghargaan terhadap perbedaan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi transformasi budaya organisasi menuju lingkungan kerja yang inklusif serta mengkaji dampaknya terhadap kinerja dan kepuasan karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta laporan penelitian yang relevan dengan tema budaya organisasi, keberagaman, dan inklusivitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya organisasi yang inklusif berperan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman secara psikologis, meningkatkan rasa saling menghargai, serta mendorong keterlibatan dan loyalitas karyawan. Selain itu, penerapan nilai-nilai inklusi terbukti mampu meningkatkan kreativitas, inovasi, efektivitas kerja tim, serta kinerja organisasi secara keseluruhan. Namun, implementasi budaya inklusif masih menghadapi berbagai tantangan, seperti hambatan struktural, resistensi individu, dan ketidakkonsistenan antara kebijakan dan praktik organisasi. Oleh karena itu, artikel ini menekankan pentingnya komitmen kepemimpinan, kebijakan yang adil dan transparan, serta evaluasi berkelanjutan dalam memastikan keberhasilan transformasi budaya organisasi yang inklusif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi konseptual dan praktis bagi organisasi dalam mengembangkan budaya kerja yang inklusif dan berkelanjutan.
Apakah Independensi dalam Tata Kelola Meningkatkan Kinerja Perusahaan? Perspektif Teori Agensi dan Stakeholder Mahfuddin, Rohmat; Setyarini, Yulia; Paramitha, Melvie; Ratih, Suklimah; Santi, Chitra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dewan independen terhadap kinerja perusahaan. Kami menggunakan 580 observasi dari 104 perusahaan berbeda yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2017–2023. Penelitian ini menggunakan analisis ordinary least square untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi dewan independen memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan meliputi kinerja keuangan, kinerja pasar dan kinerja operasional. Namun, temuan ini tidak berlaku pada perusahaan yang berada dalam kondisi merugi. Konsisten dengan agency theory dan stakeholder theory, studi ini menunjukkan bahwa keberadaan dewan independen dapat mengatasi potensi konflik kepentingan atau masalah etika yang mungkin timbul, dewan independen harus memiliki kebijakan yang jelas terkait dengan pengungkapan hubungan pribadi atau bisnis dengan pihak terkait. Akibatnya, kehadiran mereka dapat meningkatkan kinerja perusahaan dengan cara menjaga keseimbangan antara kepentingan berbagai pemangku kepentingan. Temuan ini dapat memberikan kontribusi bagi regulator di Indonesia dalam hal penyediaan bukti empiris mengenai hubungan antara struktur tata kelola dewan dan kinerja perusahaan non-keuangan.
Pengaruh Teknologi Digital terhadap Literasi Bahasa Indonesia Ananda, Zein Rasyid Raditya; Buulolo, yatavianus; Nasution, Fadil Muhtadi; tampubolon, Rahman saputra; handayani, Dila
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5181

Abstract

dan komunikasi sosial, sehingga literasi tidak lagi terbatas pada kemampuan membaca dan menulis teks cetak, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengevaluasi, dan memproduksi teks digital secara kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh teknologi digital terhadap literasi bahasa Indonesia melalui pemetaan dampak positif, dampak negatif, dan tantangan literasi di era digital berdasarkan temuan penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, dengan data yang bersumber dari artikel jurnal ilmiah nasional yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi digital berdampak positif terhadap peningkatan minat baca, keterampilan membaca dan menulis, serta penguatan literasi multimodal melalui pemanfaatan media dan platform digital dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Namun demikian, teknologi digital juga memunculkan dampak negatif berupa dominasi penggunaan bahasa informal, bahasa gaul, dan alih kode yang berlebihan dalam komunikasi digital, yang berpotensi melemahkan penguasaan kaidah bahasa Indonesia yang baku. Selain itu, literasi bahasa Indonesia di era digital menghadapi tantangan kompleks, termasuk rendahnya minat baca, maraknya penyebaran informasi hoaks, lemahnya etika komunikasi digital, serta ketimpangan akses teknologi. Oleh karena itu, penguatan literasi bahasa Indonesia di era digital perlu diarahkan pada strategi pendidikan dan kebijakan bahasa yang integratif, adaptif, dan berkelanjutan guna menyeimbangkan pemanfaatan teknologi dengan pemeliharaan kaidah bahasa Indonesia yang baku.
Klinik Pemasaran Digital bagi UMKM Gagap Teknologi (GAPTEK) di Kabupaten Sampang Liana, Wahyu; Khirdany, Elvin Nury; Faisol, Faisol
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5182

Abstract

Pemasaran digital dapat didefinisikan sebagai upaya promosi barang dan jasa melalui pemanfaatan media berbasis digital yang terhubung dengan perangkat elektronik serta didukung oleh akses jaringan internet. Di Kabupaten Sampang, sekitar 4,32% UMKM bergerak pada sektor kuliner, kosmetik, pakaian, pengolahan sagu, budidaya tanaman, serta pengelolaan limbah plastik. Namun demikian, sebagian besar usaha mikro yang dijalankan oleh masyarakat setempat masih menunjukkan keterbatasan dalam penguasaan teknologi dan cenderung menggunakan metode pemasaran konvensional, sehingga belum mampu mengoptimalkan peluang digitalisasi dalam memasarkan produknya. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pelatihan pemasaran digital sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin kompetitif. Pelaksanaan kegiatan ini dirancang dalam dua tahapan. Tahap pertama berupa penyampaian materi mengenai pemasaran digital yang meliputi: (i) penggunaan website dan media sosial sebagai sarana promosi produk, (ii) pengenalan dan penguasaan teknik dasar periklanan, serta (iii) pemanfaatan media video sebagai konten promosi. Tahap kedua difokuskan pada praktik langsung, di mana peserta menerapkan penggunaan website atau media sosial untuk memasarkan produk yang mereka miliki. Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu mengimplementasikan pemasaran digital dalam kegiatan promosi produknya, bahkan salah satu peserta berhasil memanfaatkan video promosi sehingga berdampak pada peningkatan penjualan. Tingkat kepuasan peserta terhadap pelaksanaan pelatihan dievaluasi melalui kuesioner, yang menunjukkan bahwa sebesar 88% peserta menyatakan puas terhadap kegiatan tersebut.
Rekonstruksi Teori Kurikulum PAI Berbasis Integrasi Nilai Spiritual, Sosial, dan Akademik Nurfatimah, Siti; Zaitun, Zaitun
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5183

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) pada hakikatnya berfungsi membentuk peserta didik yang utuh dan seimbang sebagai bekal menghadapi kehidupan pribadi dan sosial. Namun, pembelajaran, PAI masih cenderung berorientasi pada pencapaian kognitif semata dan disajikan secara normatif-tekstual sehingga internalisasi nilai-nilai spiritual dan sosial belum terbangun secara mendalam dan berkelanjutan dalam diri peserta didik. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan ideal PAI dan implementasi kurikulumnya di lapangan yang menuntut adanya pembaruan paradigma melalui rekonstruksi teori kurikulum PAI yang lebih holistik dan integratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis dan merekonstruksi teori kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis integrasi nilai spiritual, sosial, dan akademik sebagai kerangka konseptual pengembangan kurikulum yang kontekstual dan relevan dengan tantangan zaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui telaah sistematis terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, serta dokumen kebijakan pendidikan yang berkaitan dengan kurikulum PAI dan integrasi nilai. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis isi dan analisis tematik untuk mengidentifikasi, mengkategorikan, serta mensintesis konsep-konsep utama terkait integrasi nilai dalam kurikulum PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi teori kurikulum PAI perlu menempatkan nilai spiritual sebagai fondasi etis dan transendental dalam pembelajaran, nilai sosial sebagai orientasi praksis yang membentuk kepekaan, tanggung jawab, dan kepedulian peserta didik, dan  nilai akademik sebagai penguat nalar kritis dan keilmuan Islam. Ketiga nilai tersebut harus terintegrasi secara sistematis dalam perumusan tujuan, pengembangan materi, pemilihan metode, dan desain evaluasi pembelajaran, sehingga kurikulum PAI tidak hanya mentransmisikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga membentuk karakter, kesadaran sosial, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik secara berkelanjutan.
Filsafat Sejarah Melayu: Dari Hikayat ke Negara Bangsa Modern Nurfatimah, Siti; Akbar, Muhammad Rizal
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis filsafat sejarah Melayu yang termanifestasi dalam tradisi hikayat serta menelaah transformasinya dalam konteks pembentukan negara bangsa modern. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui penelaahan mendalam terhadap teks-teks klasik hikayat Melayu, karya historiografi modern, serta literatur akademik yang membahas historiografi Melayu, filsafat sejarah, identitas kultural, dan konstruksi negara bangsa. Proses analisis dilakukan dengan teknik analisis isi dan analisis tematik untuk mengidentifikasi karakter ontologis, epistemologis, dan teleologis sejarah Melayu, sekaligus memetakan pergeseran paradigma historiografis yang muncul seiring dengan masuknya modernisasi dan rasionalisasi sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hikayat tidak semata berfungsi sebagai narasi masa lalu, melainkan sebagai medium simbolik yang menyatukan kekuasaan politik, legitimasi religius, nilai moral, serta kosmologi masyarakat Melayu, di mana kebenaran sejarah ditentukan oleh makna, fungsi sosial, dan legitimasi kolektif, bukan oleh verifikasi faktual semata. Dalam negara bangsa modern, tradisi historiografi Melayu mengalami transformasi signifikan, yakni pergeseran dari sejarah sebagai praksis makna dan narasi sakral-komunal menuju sejarah sebagai instrumen institusional yang bersifat rasional, administratif, dan nasionalistik. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan bahwa filsafat sejarah Melayu tidak sepenuhnya tereduksi oleh positivisme sejarah modern, melainkan tetap menyimpan potensi reflektif dan kritis yang penting, khususnya sebagai landasan alternatif dalam memahami sejarah sebagai ruang etis, simbolik, dan identitas kultural dalam diskursus historiografi kontemporer.
Strategi Inovasi dan Pemasaran Berbasis Konten Digital pada UMKM Jajanan Cilok: Studi Kasus UMKM Teman Jajan Adi Dwi Saputro; Imron Nur Rohman; Febryan Surya Pamukti; Fiqri Aditya Pamukti; M. Mico Misbahul Alnam
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.5186

Abstract

Perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner menuntut pelaku usaha untuk membangun keunggulan yang tidak hanya bertumpu pada harga, tetapi juga pada inovasi produk, pengalaman konsumen, dan kemampuan mengomunikasikan nilai melalui media digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan strategi inovasi produk, pemasaran berbasis konten digital, dan penetapan harga pada UMKM Teman Jajan yang memasarkan jajanan cilok. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif-analitis. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan pemilik usaha dan observasi terhadap proses produksi, penyajian, serta aktivitas pemasaran. Data sekunder diperoleh dari dokumentasi usaha dan konten yang dipublikasikan melalui Instagram dan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diferensiasi produk diwujudkan melalui cilok berisi keju, variasi penyajian, dan penggunaan kemasan gelas yang praktis serta higienis. Konten foto dan video yang menonjolkan tekstur produk, proses penyajian, dan keju meleleh membantu memperjelas nilai produk sekaligus mendorong interaksi konsumen. Harga yang relatif lebih tinggi dibandingkan cilok konvensional dapat diterima ketika kualitas bahan, keunikan produk, kemudahan konsumsi, dan manfaat kemasan dikomunikasikan secara konsisten. Integrasi inovasi produk, konten digital, dan komunikasi nilai membentuk strategi pemasaran yang saling mendukung. Penelitian ini menegaskan bahwa UMKM kuliner perlu mengembangkan kalender konten, menjaga konsistensi mutu, memanfaatkan umpan balik pelanggan, dan mengevaluasi kinerja pemasaran secara berkala agar daya saing serta keberlanjutan usaha dapat ditingkatkan.
Pemikiran Hukum tentang Keseimbangan Tata Kelola Syariah bagi Lembaga Keuangan Syariah Hibaturohman, Iib; Mukhlas, Oyo Sunaryo; Burhanuddin, Burhanuddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5187

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan prinsip keseimbangan dalam tata kelola syariah pada lembaga keuangan syariah agar tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai instrumen hukum dan moral dalam mewujudkan keadilan dan kemaslahatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsep hukum Islam tentang keseimbangan dalam tata kelola syariah serta implementasinya secara ideal pada lembaga keuangan syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur terhadap sumber-sumber hukum Islam klasik dan kontemporer, regulasi syariah, serta kajian empiris mengenai praktik tata kelola pada lembaga keuangan syariah. Analisis dilakukan secara induktif dengan memadukan perspektif fiqh mu‘āmalah dan maqashid al-syari‘ah sebagai kerangka teori utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan tata kelola syariah merupakan prinsip fundamental yang menuntut harmonisasi antara kepatuhan hukum (sharia compliance), efektivitas manajerial, dan kemaslahatan sosial. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa peran Dewan Pengawas Syariah, serta regulasi yang dikeluarkan oleh DSN-MUI dan OJK, memiliki posisi strategis dalam menjaga integritas moral, etika, dan kepatuhan syariah lembaga keuangan syariah. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa tata kelola syariah yang seimbang tidak hanya menuntut kesesuaian formal terhadap ketentuan hukum Islam, tetapi juga harus mencerminkan nilai keadilan, transparansi, akuntabilitas, serta tanggung jawab sosial, sehingga lembaga keuangan syariah mampu berperan sebagai entitas ekonomi sekaligus agen moral dan sosial dalam mewujudkan sistem keuangan Islam yang adil, etis, dan berkelanjutan.
Peran Revitalisasi Jalan Tunjungan dalam Mewujudkan Keseimbangan Ekonomi, dan Sosial-Budaya di Surabaya Tanjaya, Jessica Caroline; Liemengkewas , Gabriella Jessica; Wijaya A.T , Michelle; Zafira, Ranni Dyah; Cristine, Laura
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5188

Abstract

Revitalisasi kawasan heritage perkotaan sering kali menghadapi dilema kompleks antara pelestarian nilai sejarah dan tuntutan modernisasi ekonomi. Di Surabaya, Jalan Tunjungan telah bertransformasi melalui program "Tunjungan Romansa", sebuah inisiatif strategis pemerintah kota untuk menghidupkan kembali denyut nadi kawasan bersejarah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran revitalisasi Jalan Tunjungan dalam menciptakan keseimbangan dinamis antara dimensi ekonomi, sosial, dan budaya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, penelitian ini menggali data primer melalui observasi dan wawancara mendalam dengan total 15 informan, yang terdiri dari 10 pengunjung dan 5 pelaku UMKM di kawasan tersebut.  Hasil penelitian mengidentifikasi dampak signifikan pada tiga aspek utama. Pertama, secara ekonomi, revitalisasi terbukti menjadi katalisator aktivitas komersial dan peningkatan pendapatan UMKM, kendati pelaku usaha lokal kini menghadapi tantangan kompetisi ketat akibat pergeseran preferensi konsumen menuju kafe modern yang menawarkan kenyamanan lebih. Kedua, dalam dimensi sosial, kawasan ini berhasil memulihkan fungsinya sebagai ruang publik yang inklusif, aman, dan memfasilitasi interaksi lintas kelompok tanpa adanya diskriminasi. Ketiga, secara budaya, upaya pelestarian arsitektur kolonial berhasil memperkuat identitas kota sebagai destinasi wisata urban unggulan. Kendati demikian, penelitian menyimpulkan bahwa meskipun integrasi nilai heritage dengan gaya hidup modern telah tercapai, keberlanjutan kawasan ini menghadapi tantangan serius berupa kemacetan, risiko gentrifikasi, dan komodifikasi sejarah. Oleh karena itu, diperlukan tata kelola berkelanjutan untuk memitigasi risiko tersebut demi menjaga otentisitas kawasan di masa depan.