cover
Contact Name
Mohamad Aprianto Paneo
Contact Email
apriyanto07@ung.ac.id
Phone
+6282292479459
Journal Mail Official
pharmsociety@ung.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No. 06, Kota Tengah, Kota Gorontalo, 96128, Gorontalo, Indonesia.
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society
ISSN : -     EISSN : 28295064     DOI : 10.37905/phar.soc.v2i3.20816
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society merupakan Jurnal yang dirilis oleh Jurusan Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo. Pengembangan Jurnal ini bekerja sama dengan Organisasi Profesi Ikatan Apoteker Indonesia Provinsi Gorontalo Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society menerima publikasi dari dosen, mahasiswa dan semua kalangan yang terkait dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kefarmasian dan bidang-bidang ilmu lainnya. Jurnal ini telah memiliki nomor e-ISSN 2829-5064 dan tentunya dengan kehadiran jurnal ini dapat membantu dalam menyebarluaskan ide-ide, kegiatan pengabdian, dan hasil penelitian yang dapat diterapkan untuk menangani permasalahan ataupun problematika yang ada di masyrakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society berfokus pada : Pelayanan kepada masyarakat. Pelatihan (Training), Pemecahan masalah (Problem solving), dan Keterbaharuan teknologi tepat guna Pemberdayaan Masyarakat Peningkatan wilayah tertinggal/kurang maju Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2025)" : 15 Documents clear
Pemberdayaan Ibu dan Keluarga melalui Makanan Tradisional untuk Menurunkan Risiko Stunting di Desa Pangeya Wulansari, Ika; Nurrhohwinta Djuwarno, Endah; Puspita Sari Haji Jafar, Cindy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.34177

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Boalemo dengan prevalensi mencapai 29,9% (SSGI, 2024). Desa Pangeya merupakan salah satu wilayah dengan kasus stunting cukup tinggi, yaitu 13 anak balita pada tahun 2024–2025. Kondisi ini diperparah oleh rendahnya pengetahuan ibu hamil dan ibu dengan anak usia 0–2 tahun mengenai gizi seimbang serta pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber nutrisi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan ibu dan keluarga melalui edukasi serta demonstrasi pengolahan makanan tradisional bergizi sebagai upaya menurunkan risiko stunting. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pre-test dan post-test pengetahuan, serta praktik pembuatan makanan tradisional berbasis bahan pangan lokal seperti jagung, kacang hijau, pisang, dan beras. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai stunting dan gizi seimbang, serta keterampilan dalam mengolah makanan tradisional yang bernilai gizi tinggi. Respon peserta sangat positif, ditunjukkan dengan partisipasi aktif, keinginan untuk mengulang praktik di rumah, serta komitmen memanfaatkan pangan lokal dalam menu keluarga. Kesimpulannya, pemberdayaan ibu dan keluarga melalui makanan tradisional terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran gizi masyarakat, sehingga berpotensi menjadi strategi berkelanjutan dalam upaya pencegahan stunting di tingkat desa.
Inovasi Minuman Sehat Berbasis Jagung di Desa Kota Raja Boalemo Adam Mustapa, Mohamad; Taupik, Muhammad; Ikram Hasanuddin, Abdi Dzul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.34145

Abstract

Jagung merupakan komoditas utama di Kabupaten Boalemo, khususnya di Desa Kota Raja, dengan potensi besar sebagai sumber pangan lokal. Namun pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi tradisional dan penjualan mentah, sehingga nilai tambahnya rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah jagung menjadi minuman sehat bernilai ekonomis. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung pembuatan minuman jagung sehat. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi masyarakat yang tinggi dengan peningkatan pengetahuan gizi serta keterampilan teknis dalam pengolahan. Produk yang dihasilkan berupa teh rambut jagung dan susu jagung yang dinilai memiliki cita rasa khas, kaya gizi, dan berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan desa. Kegiatan ini berdampak positif dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya diversifikasi pangan serta membuka peluang usaha kecil berbasis komoditas lokal. Kesimpulannya, pemanfaatan jagung sebagai bahan dasar minuman sehat tidak hanya meningkatkan kesehatan dan ketahanan pangan, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat desa. Saran kegiatan ke depan adalah perlunya pendampingan berkelanjutan terkait pengemasan, manajemen usaha, dan pemasaran produk.
Edukasi dan Penyuluhan Kesehatan Tentang Penyakit Gastritis di Puskesmas Kembaran 1 & 2 Wahyuningrum, Aldina; Hidayah, Ainayatul; Samodra, Galih; Pardigantara, Awang; Pratama, Anugrah Gusti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.34334

Abstract

Gastritis merupakan salah satu penyakit yang prevalensinya tinggi di Indonesia, namun sering dianggap ringan oleh masyarakat. Kurangnya pengetahuan mengenai penyebab, gejala, dan pencegahan gastritis berpotensi meningkatkan risiko komplikasi seperti tukak lambung. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukasi kesehatan yang dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terkait penyakit ini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sekitar Puskesmas Kembaran 1 dan 2 tentang penyakit gastritis melalui penyuluhan kesehatan yang disertai dengan media leaflet.Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2025 dengan melibatkan 23 responden. Metode yang digunakan berupa pemaparan materi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Materi penyuluhan mencakup penyebab, gejala, serta pencegahan gastritis dan disampaikan menggunakan leaflet sebagai media edukasi. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan responden.Hasil pre-test menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat masih rendah dengan rata-rata jawaban benar 59,7%. Setelah diberikan penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan dengan rata-rata jawaban benar mencapai 84,2% pada post-test. Peningkatan pemahaman terlihat terutama pada aspek gejala gastritis, pencegahan, dan pemilihan terapi yang tepat. Responden juga menilai leaflet membantu memperjelas materi sehingga lebih mudah dipahami dan diingat.Edukasi kesehatan melalui metode penyuluhan dan diskusi dengan dukungan media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat Puskesmas Kembaran 1 dan 2 tentang gastritis. Intervensi ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pola hidup sehat, menghindari faktor risiko, serta melakukan upaya pencegahan gastritis secara mandiri.
Program Edukasi “Obat Bukan Permen” untuk Meningkatkan Pemahaman Mengenai Obat pada Siswa Sekolah Dasar Adhayanti, Ida; Syasmitha, Cinta Ridha; Tajriani, Nafisah Aynani; Izzulhaq, LaOde M Daffa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.33384

Abstract

Anak-anak sering kali mengalami kesulitan dalam membedakan antara obat dan permen karena adanya kemiripan bentuk, warna, dan kemasan yang menarik. Ketidaktahuan ini dapat menimbulkan risiko penyalahgunaan obat, terutama pada kelompok usia sekolah dasar yang masih berada dalam tahap perkembangan kognitif awal. Rendahnya literasi obat pada anak-anak menjadi perhatian serius karena dapat menyebabkan konsumsi obat yang tidak sesuai dan berpotensi menimbulkan efek samping yang berbahaya. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar tentang perbedaan antara obat dan permen serta menanamkan sikap bijak dalam menggunakan obat. Kegiatan dilaksanakan di SD Inpres Maccini Baru Kota Makassar dengan peserta sebanyak 30 siswa kelas V. Edukasi dilakukan melalui metode penyuluhan interaktif yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan kognitif siswa, disampaikan oleh dua orang pemateri dengan dukungan visual dan komunikasi dua arah. Untuk menilai efektivitas kegiatan, dilakukan evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil pretest menunjukkan rata-rata nilai sebesar 83,66, sedangkan hasil posttest meningkat menjadi 88,33. Seluruh peserta menunjukkan peningkatan atau stabil pada tingkat pemahaman tinggi. Peningkatan skor ini menunjukkan keberhasilan pendekatan edukatif yang diterapkan dalam penyuluhan. Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab, pemberian doorprize untuk siswa yang aktif, serta pemberian cenderamata kepada pihak sekolah sebagai bentuk apresiasi. Penyuluhan ini tidak hanya meningkatkan literasi obat siswa, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya penggunaan obat yang aman sejak dini. Ke depan, kegiatan serupa perlu diperluas ke sekolah lain guna mendukung program Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) serta mendorong terciptanya generasi yang lebih sadar kesehatan.
Peningkatan Literasi Kesehatan Berbasis Tanaman Obat Keluarga melalui Pelatihan Pembuatan Jamu pada Pendidikan Kesetaraan Meithia, Artha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.34031

Abstract

Rendahnya literasi kesehatan masih menjadi tantangan bagi peserta pendidikan kesetaraan, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses informasi kesehatan. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi kesehatan sekaligus keterampilan hidup berbasis kearifan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan peserta pendidikan kesetaraan di SKB Kota Metro melalui pelatihan pembuatan jamu berbasis TOGA. Metode pelaksanaan meliputi tahapan pre-test, penyampaian materi, praktik pembuatan jamu, post-test, serta evaluasi dengan analisis deskriptif dan uji paired sample t-test. Sebanyak 31 peserta terlibat dalam kegiatan ini dengan rentang usia 14–22 tahun. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 74,52 pada pre-test menjadi 82,90 pada post-test. Analisis paired sample t-test menghasilkan nilai t = 3,06 dan p = 0,005 (p 0,05), yang menandakan peningkatan literasi kesehatan signifikan secara statistik. Selain itu, observasi lapangan memperlihatkan antusiasme dan keterlibatan aktif peserta dalam praktik pembuatan jamu, dengan variasi peran antara peserta laki-laki dan perempuan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan kesehatan, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha berbasis jamu tradisional. Dengan demikian, pelatihan jamu berbasis TOGA berkontribusi ganda, yaitu pada peningkatan literasi kesehatan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ke depan, diperlukan tindak lanjut berupa program pendampingan berkelanjutan serta kolaborasi dengan pihak terkait agar manfaat kegiatan ini dapat terjaga dan diperluas
Pendekatan Edukatif Apoteker Keluarga untuk Meningkatkan Literasi Obat pada Ibu Rumah Tangga di Dusun Cabeyan, Panggungharjo, Sewon, Bantul Dhaneswari, Pradhani; Pranawati, Erma; Pratiwi, Arie Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.34044

Abstract

Pengobatan mandiri (swamedikasi) telah menjadi kebiasaan yang sering dilakukan oleh ibu rumah tangga untuk mengatasi keluhan kesehatan ringan di rumah. Meski praktis, keterbatasan pengetahuan terkait cara mendapatkan, penyimpanan, penggunaan, dan pembuangan obat yang benar dapat memicu kesalahan yang berisiko bagi kesehatan keluarga. Melihat hal tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan literasi obat melalui pendekatan edukatif yang memberdayakan ibu rumah tangga sebagai “Apoteker Keluarga”. Program dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2025 di RT 05, Dusun Cabeyan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, meliputi penyuluhan interaktif, pembagian leaflet, edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang Obat dengan Benar), serta evaluasi pengetahuan dengan pre-test dan post-test. Sebanyak 28 peserta terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Hasil analisis menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan (p = 0,001; p 0,05) pada skor post-test dibandingkan pre-test. Temuan ini mengindikasikan efektivitas program dalam meningkatkan pemahaman peserta. Selain itu, antusiasme peserta dan umpan balik positif yang diberikan menegaskan bahwa metode penyuluhan efektif dalam menjaga keterlibatan audiens. Ke depan, program ini disarankan untuk dikembangkan dengan materi lanjutan, seperti pemilihan obat bebas (over the counter/OTC), interaksi obat, dan pengelolaan obat untuk penyakit kronik di rumah, sehingga dapat menjadi model edukasi yang berkelanjutan dan mudah diterapkan di masyarakat.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Daun Kelor dalam Olahan Brownis dan Sayur Kelor sebagai Strategi Pencegahan Stunting Hasan, Hamsidar; Manno, Mohamad Reski; Kadir, Laksmyn; Hunowu, Sri Yulian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.34081

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia dan berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu strategi pencegahan stunting adalah dengan meningkatkan konsumsi pangan bergizi yang mudah dijangkau masyarakat. Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui memiliki kandungan protein, zat besi, kalsium, vitamin, serta antioksidan yang tinggi sehingga berpotensi sebagai pangan fungsional. Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan daun kelor dalam olahan pangan, seperti brownis kelor dan sayur kelor, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam menyediakan makanan sehat bagi keluarga. Program ini menggunakan pendekatan edukasi dan pelatihan pengolahan pangan berbasis kelor kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap mulai dari Pre-test, penyuluhan mengenai pemanfaatan daun kelor serta dilakukan Post-test. Setelah itu diberikan sesi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai gizi daun kelor, keterampilan dalam mengolah kelor menjadi produk yang lebih bervariasi, serta peningkatan minat masyarakat untuk menjadikan kelor sebagai pangan sehari-hari. Dengan demikian, pemanfaatan daun kelor dalam berbagai olahan pangan dapat menjadi strategi yang efektif dan berkelanjutan dalam mendukung upaya pencegahan stunting di masyarakat. 
Pelatihan Pembuatan Cookies Daun Kelor dengan Substitusi Tepung Kacang Hijau: Solusi Kreatif Pencegahan Stunting Maksum, Tri Septian; Arsad, Nikmatisni; Puluhulawa, Lisa Efriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.34131

Abstract

Stunting adalah kondisi balita dengan tinggi badan tidak sesuai umur. Pada 2024, prevalensi stunting di Provinsi Gorontalo sebesar 18,7%, di Kabupaten Boalemo 6,3%, dan di Desa Polohungo tercatat 6 kasus pada 2023. Pemerintah terus berupaya menurunkannya, antara lain melalui fortifikasi makanan lokal seperti daun kelor dan tepung kacang hijau. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Polohungo dalam mengolah bahan pangan lokal bergizi tinggi menjadi produk makanan fungsional berupa cookies sebagai upaya pencegahan stunting dan pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis kearifan lokal. Sasaran dalam kegiatan ini adalah masyarakat Desa Polohungo. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan demonstrasi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Polohungo Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo dari 1 Juli – 19 Agustus 2025, dengan jumlah peserta sebanyak 21 mahasiswa. Evaluasi kegiatan didasarkan hasil pre-test dan post-test menggunakan pendekatan one group pre-test post-test. Hasil pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan, dimana nilai rata-rata saat pre-test adalah 65,75 dan meningkat menjadi 90,50 saat post-test. Nilai maksimal juga meningkat dari 70 menjadi 100. Masyarakat sudah mampu dalam membuat produk cookies daun kelor dalam skala rumah tangga.
Edukasi Gizi dan Pencegahan Prediabetes Anak melalui Pengabdian Masyarakat di Desa Lahumbo Sulistiani, Ita; Arsad, Sitti Fatimah Meylandri; Ibrahim, Sri Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.33910

Abstract

Nutrisi merupakan faktor kunci dalam tumbuh kembang anak, termasuk dalam mencegah stunting dan risiko penyakit metabolik seperti prediabetes. Asupan gizi yang tidak seimbang, terutama konsumsi gula berlebih, dapat memengaruhi status kesehatan anak serta meningkatkan risiko terjadinya masalah metabolik di masa depan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Lahumbo, Kabupaten Boalemo, selama 45 hari oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan. Metode berupa program edukatif berbasis workshop edukasi gizi dengan pendekatan partisipatif serta penyusunan buku saku sebagai media pembelajaran sederhana yang mudah dipahami oleh masyarakat. Sasaran utama kegiatan adalah ibu rumah tangga sebagai pihak yang memiliki peran penting dalam pemilihan dan penyajian makanan keluarga. Workshop dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, dan simulasi praktis yang mendorong keterlibatan aktif peserta. Evaluasi program dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan terkait konsumsi gula, gizi anak, serta pencegahan prediabetes. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan dari total 167 pada pre-test menjadi 192 pada post-test, dengan seluruh responden mencapai kategori “sangat baik” setelah intervensi. Temuan ini menegaskan bahwa metode workshop mampu meningkatkan literasi gizi masyarakat secara signifikan karena memberikan ruang interaksi, pengalaman langsung, dan pemahaman yang lebih aplikatif. Selain itu, buku saku gizi berfungsi sebagai panduan praktis yang dapat digunakan secara berkelanjutan di tingkat keluarga. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran akan bahaya konsumsi gula berlebih, pentingnya pola makan sehat, serta pencegahan dini terhadap risiko prediabetes pada anak. Program ini diharapkan dapat direplikasi dan dikembangkan lebih luas sebagai model intervensi gizi masyarakat yang efektif, aplikatif, dan berkelanjutan
Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Di Madrasah Tsanawiyah Persatuan Islam 99 Rancabango Melalui Workshop Pembuatan Sabun Najihudin, Aji; Auliasari, Nurul; Hindun, Siti; Rantika, Nopi; Amalia, Nur; Fadhlillah, Faizah Min
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.33782

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan suatu praktik tentang perilaku seseorang dengan cara memperhatikan kebersihan, kesehatan, dan berperilaku sehat untuk meningkatkan derajat kesehatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan workshop kepada siswa dan guru Madrasah Tsanawih (MTS) Pesantren Persatuan Isalam (Persis) 99 Rancabango mengenai cara pembuatan sabun batang, sabun cuci tangan dan sabun cuci piring secara sederhana. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu melakukan pre-test mengenai mengenai perilaku hidup bersih dan sehat yang terkolerasi dengan berbagai aktivitas di pesantren, workshop pembuatan sabun batang, sabun cuci piring dan sabun cuci tangan oleh peserta kegiatan pengabdian, pemberian produk hasil workshop kepada peserta dan post-test. Selanjutnya dilakukan pengisian kuisioner tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap kegiatan workshop, pemberian sertifikat, dan evaluasi. Kegiatan dilakukan pelatihan pembuatan produk kebersihan yang umum digunakan di rumah tangga, bahan dasar sabun yang digukan diantaranya adalah Natrium lauril sulfat, Natrim sulfat, amphitol, Natrium EDTA, pewarna, pewangi dan air. Dari kegiatan berlangung peserta mendapatkan pengalaman membuat dan mengolah produk pembersih sehingga dapat digunakan sebagai bagian produk dalam meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat  hasil evaluasi menunjukkan ada peningkatan pengetahuan siswa dan guru mengenai perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat dilihat dari hasil evaluasi pre-test dan pos-test yaitu dari 82% menjadi 90% yang artinya adanya peningkatan sebesar 8%, dan untuk hasil kuesioner kepuasan siswa dan guru terhadap workshop pembuatan sabun yang diberikan yaitu menyatakan 99% siswa dan guru puas terhadap workshop yang diberikan.

Page 1 of 2 | Total Record : 15