cover
Contact Name
Sita Meiningtyas Perdani Putri
Contact Email
phcjournal21@gmail.com
Phone
+6287899595523
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, Kota Bandar Lampung 52473
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal of Public Health Concerns
ISSN : 27770826     EISSN : 2776592X     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, kelompok maupun lembaga pendidikan sekolah. Kegiatannya yang diawali dengan survei lapangan dan temuan masalah kesehatan yang dialami oleh masyarakat dan ditindaklanjuti dengan kegiatan berupa penyuluhan kesehatan; pelatihan menuju perilaku hidup bersih dan sehat; peningkatan pengetahuan pengobatan alternatif; dan pengetahuan tentang kebutuhan gizi. Terbit bulan April, Juli, Oktober dan Desember.
Articles 287 Documents
Penyuluhan kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan membuang sampah pada tempatnya Andoko, Andoko; Trismiana, Eka; Surani, Eka Sri; Ulandari, Elpi; Epilasari, Epilasari
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.313

Abstract

Background: Clean and Healthy Lifestyle (PHBS) is one way to maintain the quality of health. In PHBS there are several indicators that can be used as a reference in the implementation of PHBS, one of which is not throwing garbage anywhere. The behavior of throwing garbage in any place can certainly cause various disease problems, one of which is diarrhea or types, these diseases are susceptible to being experienced, especially in children. So, it’s important to teach children to throw garbage in its place. Purpose: To raise awareness and provide training to elementary school students about clean and healthy living behavior through activities to dispose of waste in its place. Method: The method used in this outreach activity is carried out in several stages. The first stage, students from the PSIK study program explained about the material for clean and healthy living behavior through activities to dispose of garbage in its place using leaflets and the second stage, after being given counseling the students (respondents) were given a question and answer session related to the material that had been delivered by the presenters. Results: The students (Respondents) have understood and practiced about clean and healthy living behavior through the activities of disposing of garbage in its place. Conclusion: Students (Respondents) have implemented clean and healthy living behavior by not throwing garbage anywhere. Keywords: Clean and Healthy Lifestyle (PHBS); School Age Children; Throw garbage in its place; Pendahuluan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk menjaga kualitas kesehatannya. Dalam PHBS terdapat beberapa indikator yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam pelaksanaan PHBS salah satunya adalah dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat. Perilaku membuang sampah di sembarang tempat tentunya dapat menimbulkan berbagai masalah penyakit salah satunya yaitu penyakit diare ataupun types, penyakit tersebut rentan dialami terutama pada anak-anak. Sehingga penting untuk mengajarkan anak untuk membuang sampah pada tempatnya. Tujuan: Untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan pelatihan kepada siswa-siswi SD tentang perilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan membuang sampah pada tempatnya. Metode: Metode yang dilakukan dalam kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahap yang pertama, mahasiswa dari prodi PSIK menjelaskan tentang materi perilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan membuang sampah pada tempatnya menggunakan lembar leaflet dan tahap kedua, setelah diberikan penyuluhan siswa-siswi (responden) diberikan sesi tanya jawab terkait materi yang telah disampaikan oleh pemateri. Hasil: Siswa-siswi (Respoonden) sudah memahami dan mempraktikan tentang perilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan membuang sampah pada tempatnya. Simpulan: Siswa-Siswi (Responden) sudah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan tidak membuang sampah pada sembarang tempat.
Penyuluhan kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui kegiatan mencuci tangan pakai sabun Susanti, Ratna; Randani, Ferli; Pratiwi, Liza Ayu
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i3.314

Abstract

Introduction: The problem of health behavior in school-age children is certainly related to personal hygiene and the environment. One of the health problems is the lack of awareness in washing hands using soap. Purpose: The purpose of this activity is so that students can realize the importance of cleanliness and be able to get used to having clean and healthy living behavior, one of which is by getting used to washing hands using soap in a good and correct way after completing activities inside and outside the room. Method: The method used in this outreach activity is carried out in several stages. The first stage, students from the PSIK study program explained about the material for clean and healthy living behavior through washing hands with soap using leaflets and the second stage, after being given counseling students (respondents) were given a question and answer session related to the material that had been delivered by the presenters. Results: Respondents (students) can understand and apply clean and healthy living behavior through washing hands with soap. Conclusion: Respondents (students) can understand and practice clean and healthy living behavior through washing hands with soap in a good and right way after doing or before doing activities.   Keywords: Education; PHBS; School Age Children; Washing Hands with Soap.   Pendahuluan: Permasalahan perilaku kesehatan pada anak usia sekolah tentunya berkaitan dengan kebersihan perorangan serta lingkungannya. Salah satu masalah kesehatannya yaitu kurangnya kesadaran dalam melakukan tindakan cuci tangan menggunakan sabun. Tujuan: Dilakukannya kegiatan ini agar siswa-siswi dapat menyadari pentingnya kebersihan dan mampu membiasakan diri untuk berperilaku hidup bersih dan sehat salah satunya dengan terbiasa mencuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang baik dan benar setelah selesai melakukan kegiatan didalam maupun diluar ruangan. Metode: Metode yang dilakukan dalam kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahap yang pertama, mahasiswa dari prodi PSIK menjelaskan tentang materi perilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan mencuci tangan dengan sabun menggunakan lembar leaflet dan tahap kedua, setelah diberikan penyuluhan siswa (responden) diberikan sesi tanya jawab terkait materi yang telah disampaikan oleh pemateri. Hasil: Responden (Siswa-siswi) bisa memahami serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan mencuci tangan dengan sabun. Simpulan: Responden (Siswa-siswi) dapat mengerti dan mempraktikan terkait perilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan mencuci tangan dengan sabun dengan cara yang baik dan benar setelah melakukan ataupun sebelum melakukan kegiatan.
Edukasi gizi seimbang sejak dini pada anak prasekolah sebagai upaya pencegahan masalah stunting Djamaludin, Djunizar; Aryastuti, Nurul; Nadila, Tiya; Hidayanti, Sisca; Hasanah, Uswatun
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i3.315

Abstract

Introduction: The problem of stunting nutrition can not only be intervened in the first thousand days of life (1000 HPK) but can still be intervened at pre-school age to school age and adolescents so that the impact does not get worse to the next stage. Therefore, various efforts need to be made to prevent this nutritional problem from being overcome. One of the efforts that can be done is nutrition education to parents, children, and schools from an early age in the community. This educational activity is part of community service activities. Purpose: This counseling aims to increase the knowledge and attitudes of mothers, children, and teachers in the application of balanced nutritious food consumption in children from an early age. This is an effort to prevent and overcome sustainable stunting at school age in the Pinang Jaya Region. Method: The intervention method used to achieve this goal is interactive counseling using audio-visual counseling media. A total of 40 participants attended Results: After the counseling activities, it was found that all participants, both mothers and children, experienced an increase in knowledge related to the application of balanced nutrition in children's daily menus by an average of 80%. Conclusion: From the results of the counseling, it was concluded that there was a need for mentoring activities from the puskesmas to provide nutrition education to pre-school and school children as well as monitoring the nutritional status of children in schools so that children avoid nutritional problems and have good nutritional status.   Keywords: Children; Education; Stunting; Preschool.   Pendahuluan: Masalah gizi stunting tidak hanya dapat diintervensi pada seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) namun masih bisa dilakukan intervensi pada usia pra sekolah hingga usia sekolah dan remaja agar tidak semakin parah dampaknya ke tahap selanjutnya. Oleh karena itu, berbagai upaya perlu dilakukan untuk mencegah agar masalah gizi ini dapat diatasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah edukasi gizi kepada orangtua, anak, dan pihak sekolah sejak dini di masyarakat. Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan: penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu, anak, dan guru dalam penerapan konsumsi makanan bergizi seimbang pada anak sejak usia dini. Hal ini sebagai upaya mencegah dan mengatasi stunting yang berkelanjutan pada usia sekolah di Wilayah Pinang Jaya. Metode: Metode intervensi yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan penyuluhan interaktif menggunakan media penyuluhan audio visual. Sebanyak 40 peserta yang hadir Hasil: Setelah kegiatan penyuluhan diperoleh hasil bahwa seluruh peserta baik ibu, dan anak mengalami peningkatan pengetahuan terkait penerapan gizi seimbang pada menu harian anak dengan rata-rata sebesar sebesar 80%. Simpulan: Dari hasil penyuluhan disimpulkan bahwa perlu adanya kegiatan pendampingan dari puskesmas untuk memberikan edukasi gizi pada anak pra sekolah dan anak sekolah serta monitoring status gizi anak di sekolah agar anak terhindar dari masalah gizi dan memiliki status gizi yang baik.
Pemanfaatan seledri sebagai TOGA dalam upaya pencegahan kolestrol Retnaningsih, Agustina; Budiarti, Ria Deni; Putri, Nur Aisyah; Berlyana, Adynda; Arkhananta, Dhea Adzilla; Afiva, Isnita Mayang; Rizki, Muhammad
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.316

Abstract

Introduction: TOGA is a home-grown plant that has medicinal properties, TOGA planting can be done in pots or in the land around the house. The celery plant is an example of TOGA (Family Medicinal Plant) which is very easy to find and has many benefits that are good for health, for example as a lowering of high cholesterol levels. Purpose: To introduce the benefits of Family Medicinal Plants (TOGA), then explain about cholesterol, and the use of celery plants as a prevention of high cholesterol levels. Method: This method is carried out by direct counseling to the women of the Rajawali Posyandu, North Panjang Village. Results: From this counseling, it explained the understanding of TOGA plants (family medicinal plants), the benefits of traditional medicinal plants, one of which was celery, and a demonstration of how to process celery into juice to prevent high cholesterol levels for mothers. Conclusion: From the counseling that has been carried out, it is concluded that the mothers understand what has been conveyed in the counseling on processing celery into celery juice to prevent high cholesterol levels. Mothers also understand that celery has many health benefits. Keywords: Celery; Cholesterol; TOGA. Pendahuluan: TOGA merupakan tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat, Penanaman TOGA dapat dilakukan di pot atau di lahan sekitar rumah. Tumbuhan seledri adalah contoh TOGA (Tanaman Obat Keluarga) yang sangat mudah ditemukan dan memiliki banyak manfaat yang baik untuk Kesehatan, contohnya sebagai penurun kadar tinggi kolestrol. Tujuan: Untuk mengenalkan manfaat Tanaman Obat Keluarga (TOGA), kemudian menjelaskan tentang kolestrol, dan pemanfaatan tanaman seledri sebagai pencegah tingginya kadar kolestrol. Metode: Dilakukan dengan cara penyuluhan langsung kepada ibu ibu posyandu rajawali kelurahan Panjang utara. Hasil: dari penyuluhan ini menjelaskan pengertian dari tanaman TOGA (tanaman obat keluarga), manfaat dari tanaman obat tradisiolan salah satunya seledri, serta dilakuka demostrasi cara pengolahan seledri menjadi jus untuk pencegahan tingginya kadar kolestrol bagi ibu ibu. Simpulan: dari penyuluhan yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa dimana ibu-ibu paham atas apa yang telah sampaikan pada penyuluhan pengolahan seledri menjadi jus seledri untuk mencegah tinggi kadar kolesterol. Ibu-ibu juga paham bahwa seledri memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Pengabdian masyarakat tentang pemberdayaan masyarakat sehat tanpa efek samping dengan olahan toga serai dan jahe Retnaningsih, Agustina; Herawati, Karlina; Fransiska, Amelia; Apriza, Mertalia; Handayani, Erina; Aziz, Abdul
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i4.317

Abstract

Background: Human resource health efforts area tangible manifestation of the community's role in health development, one of which is TOGA (Family Medicinal Plants). TOGA is a home-cultivated plant that has medicinal properties, one example is ginger and lemongrass. Purpose: This community service aims to provide knowledge as well as information about the TOGA plant, especially the content and benefits of ginger and lemon grass for health. Method: The method use to cadres and members of the Rajawali Integrated Health Service Center, North Panjang District. Results: From this counseling, the benefits of TOGA were explained, how to plant TOGA, and examples of how to make drinks made from ginger and lemongrass were given to members of the Rajawali Integrated Health Service Center, North Panjang District. Conclusion: From the counseling that has been carried out, it is concluded that the community can increase knowledge about family medicinal plants (TOGA) and know the benefits of TOGA. Keywords: Ginger; Integrated Health Service Center; Lemongrass; TOGA. Pendahuluan: Upaya Kesehatan bersumber daya manusia merupakan wujud nyata peran masyarakat dalam pembangunan kesehatan, salah satunya adalah dengan TOGA (Tanaman Obat Keluarga). TOGA adalah tanaman hasil budi daya rumahan yang berkhasiat sebagai obat, salah satu contohnya adalah jahe dan serai. Tujuan: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan sekaligus informasi tentang tanaman TOGA terutama kandungan dan manfaat dari jahe dan serai untuk kesehatan. Metode: Metode yang dilakukan adalah dengan sosialisasi kepada anggota posyandu Rajawali di Kelurahan Panjang Utara. Hasil: Dari penyuluhan ini dijelaskan manfaat TOGA, cara menanam TOGA, dan diberikan contoh cara membuat minuman berbahan dasar jahe dan serai kepada anggota posyandu Rajawali di Kelurahan Panjang Utara. Simpulan: Dari penyuluhan yang telah dilakukan disimpulkan bahwa, masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan tentang tanaman obat keluarga (TOGA) serta tahu manfaat dari TOGA.
Menuju masyarakat sadar perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam rangka mencegah stunting di Kelurahan Panjang Selatan, Kota Bandar Lampung Lutfianawati, Dewi; Yulyani, Vera; Yudha, Kurnia Rama; Afriza, Zelda Nora
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.318

Abstract

Background: Stunting is still a problem for Indonesian children under five. Stunting and malnutrition are two related problems. This stunting effort needs a multidimensional approach that requires cross sectoral collaboration, not only the health sector but also the non health sector. This includes the provision of drinking water and environmental sanitation, education and knowledge about balanced nutrition, and child care patterns, infant feeding anf strengthening sosial protection vulnerable group. Purpose: Increased public understanding of stunting and efforts to prevent stunting. The achievement of equitable distribution of basic health services for mothers and children and the healthy growth of children in Panjang Selatan Village are monitored in a sustainable manner. Method: Preparation of the work program that has been agreed upon by the group is then compiled in an appropriate format. The program achievements are environmental clean-up, stunting-free movement, healthy kitchens to deal with stunting (DASHAT), and additional programs in the form of socializing work programs, planting TOGA (Family Medicinal Plants) Result: The result which were felt during KKL activities in Panjang Selatan Village, you are a solid team. , the participation of the residents who were quite enthusiastic in every KKL activity/program and the full support of all members of the Panjang Selatan Village, from the Head of the Kelurahan to the staff of the Long Selatan Subdistrict, the Dusun Head - the Dusun Head and the cadres. Conclusion: With this activity can create a stunting-free community as well as improving the nutritional quality of the community with community-based empowerment activities and students through KKL activities in Panjang Selatan Village, Panjang District, Bandar Lampung City. Keywords: Stunting; PHBS; Counseling. Pendahuluan: Stunting masih menjadi permasalahan bagi anak balita di Indonesia. Masalah stunting dan kurang gizi merupakan dua permasalahan yang saling berkaitan. Upaya penurunan stunting ini perlu pendekatan multidimensional yang membutuhkan kerja sama lintas sektoral tidak hanya dari sektor kesehatan namun juga non kesehatan, termasuk di dalamnya penyediaan air minum dan sanitasi lingkungan, pendidikan dan pengetahuan tentang gizi seimbang dan pola asuh anak, pemberian makanan bayi serta penguatan perlindungan sosial kelompok rentan. Tujuan: Meningkatkan pemahaman masyarakat terkait stunting dan upaya upaya pencegahan stunting.Tercapainya pemerataan pelayanan kesehatan dasar ibu dan anak serta pertumbuhan anak yang sehat di Kelurahan Panjang Selatan terpantau secara berkelanjutan. Metode: Melakukan penyusunan program kerja yang telah disepakati kelompok kemudian disusun dengan format yang sesuai. Capaian program yaitu bersih-bersih lingkungan, gerakan bebas stunting, dapur sehat atasi stunting (DASHAT), dan program tambahan berupa sosialiasi program kerja, penanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Hasil: Hasil yang  di dapat dan dirasakan selama kegiatan KKL di Kelurahan Panjang Selatan ini adalah kerjasama tim yang solid, partisipasi warga yang cukup antusias dalam setiap kegiatan/program KKL serta dukungan penuh dari segenap perangkat Kelurahan Panjang Selatan, mulai dari Kepala Kelurahan hingga staf staf Kelurahan Panjang Selatan, Kepala Dusun - Kepala Dusun dan para kader. Simpulan: Dengan kegiatan ini dapat mewujudkan masyarakat bebas stunting serta peningkatan kualitas gizi masyarakat dengan kegiatan pemberdayaan berbasis kolaborasi masyarakat dan mahasiswa melalui kegiatan KKL di Kelurahan Panjang Selatan, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung.
Penyuluhan gizi seimbang pada anak di Posyandu Permata Bunda Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang Yanti, Dhiny Easter; Anisa, Zahra Shafa; Yusuf, Ghina Gabrilla; Indrawati, Nuke; Sari, Novita
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.319

Abstract

Background: Nutrition knowledge is a person's knowledge related to food and health which plays an important role in determining health status. Improved nutritional status is important for improving health. Good nutritional intake will not be fulfilled without healthy food, namely foods that contain nutrients that the body needs. Direct factors that affect a person's nutritional status are intake and infectious diseases. Various factors behind these two factors, one of which is knowledge of nutrition. Purpose: To provide knowledge and information about balanced nutrition for children at Posyandu Permata Bunda, Pidada Village, Panjang District. Method: Preparing community service materials that will be delivered, starting from laptops, ppt, LCDs and preparing snacks in the form of milk and biscuits for children. The implementation of community service is carried out on Thursday / August 4, 2020. Community service lasted for 180 minutes which was carried out directly with mothers and children who were present at the Posyandu. The implementation runs smoothly and orderly. Results: Lack of motivation of cadres in providing information about the importance of balanced nutrition for children, can be done using a mosque or mobile counseling using a car if it is still hampered due to the covid-19 pandemic. Conclusion: The conclusion of the counseling is that the mother's support factor greatly influences the nutrition of her child by eating nutritious foods. Suggestion: For mothers to increase information about balanced nutrition to their children, by looking at the internet and looking for what foods can be consumed for children under five and giving healthy food to their children to avoid disease. Keywords: Balanced Nutrition; Child; Integrated Healthcare Center. Pendahuluan: Pengetahuan gizi merupakan pengetahuan seseorang yang berhubungan dengan makanan dan kesehatan yang berperan penting dalam menentukan derajat kesehatan. Perbaikan keadaan gizi penting untuk meningkatkan kesehatan. Asupan Gizi yang baik tidak akan terpenuhi tanpa makanan yang sehat yaitu makanan yang mengadung zat-zat gizi yang diperlukan tubuh. Faktor langsung yang mempengaruhi status gizi seseorang adalah Asupan dan penyakit Infeksi. Berbagai faktor yang melatar belakangi kedua faktor tersebut salah satunya pengetahuan gizi. Tujuan: Untuk memberikan pengetahuan sekaligus informasi tentang gizi seimbang pada anak di Posyandu Permata Bunda Kelurahan Pidada Kecamatan Panjang. Metode: Mempersiapkan materi pengabdian masyarakat yang akan di sampaikan , mulai dari laptop, ppt , LCD dan mempersiapkan snack berupa susu dan biskuit untuk anak Pelaksanaan Pengabdian masyarakat dilakukan pada hari Kamis / 4 Agustus 2020 . Pengabdian masyarakat berlangsung selama 180 menit yang dilaksanakan langsung bersama Ibu dan anak yang hadir di Posyandu. Dalam pelaksanaan berjalan dengan tertib dan lancar . Hasil: Kurangnya motivasi kader dalam memberikan informasi tentang pentingnya gizi seimbang anak, dapat dilakukan menggunakan toak masjid ataupun penyuluhan keliling menggunakan mobil apabila masih terhambat dikarenakan pandemi covid-19. Simpulan: Kesimpulan dari penyuluhan tersebut Faktor dukungan ibu sangat berpengaruh terhadap gizi anaknya dengan makan-makanan yang bergizi. Saran:  Bagi ibu-ibu untuk meningkatkan informasi mengenai gizi seimbang kepada anak-anaknya, dengan cara melihat internet dan mencari makanan apa saja yang boleh dikonsumsi kepada anak-anak balita  dan memberikan makanan yang sehat kepada anak-anaknya agar terhindar dari penyakit.
Pengabdian masyarakat pelatihan pembuatan makanan berbahan daun kelor Winahyu, Diah Astika; Lestari, Aninda Tri; Rahayu, Tri Paulinda; Anggianti, Tria; Aruki, Sofan
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i2.320

Abstract

Background: Moringa leaf is a plant with a myriad of benefits, one of which is anti-inflammatory and anti-allergic. Moringa leaves are small in size, also have an oval shape and stem. Moringa plants are able to live in various types of soil, do not need intensive care, are resistant to the dry season, and are easy to breed. The use of Moringa plants is one of the efforts that can be done in dealing with health problems, one of which is stunting. Purpose: This service aims to provide training to the community in the Karang Maritim sub-district to increase knowledge about the use of Moringa leaves as a snack to prevent stunting problems and skills regarding the availability of nutritious food for children's growth. Method: The method used is to conduct counseling and training on how to make Moringa-based food in the Karang Maritime Village. This training is aimed at mothers who have babies and toddlers. Results: This training activity provides knowledge to the community about the types of processed food from Moringa leaves. By explaining the procedure for processing Moringa leaves into nutritious food and also explaining the benefits of Moringa leaves themselves. Conclusion: From this training it can be concluded that the community got an increase in knowledge after being given training on food processed using Moringa leaves. Keywords: Moringa Leaves; Nutritious Food; Stunting. Pendahuluan: Daun kelor merupakan tanaman dengan segudang manfaat salah satunya sebagai anti peradangan dan anti alergi. Daun kelor ukurannya kecil, juga memiliki bentuk oval dan bertangkai. Tanaman kelor mampu hidup diberbagai jenis tanah,tidak perlu perawatan intensif,tahan terhadap musim kemarau,dan mudah dikembangbiakkan Pemanfaatan tanaman kelor adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam menangani masalah kesehatan salah satunya tentang stunting. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat di kelurahan Karang Maritim untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai kudapan untuk mencegah masalah stunting dan keterampilan tentang adanya makanan bergizi untuk pertumbuhan anak-anak. Metode: Metode yang digunakan adalah dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan mengenai cara membuat makanan berbahan kelor di kelurahan karang maritim. Pelatihan ini ditujukan kepada ibu-ibu yang memilik anak bayi dan balita. Hasil: Kegiatan pelatihan ini memberikan pengetahuan terhadap masyarakat tentang jenis makanan olahan dari daun kelor dan melatih masyarakat untuk mengolah daun kelor yang baik dan benar sehingga dapat menghasilkan makanan yang lezat dan bergizi bagi anak. Dengan menjelaskan tata cara mengolah daun kelor menjadi makanan yang bergizi dan juga menjelaskan manfaat dari daun kelor itu sendiri. Simpulan: Dari pelatihan ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat mendapat peningkatan pengetahuan sesudah diberikannya pelatihan tentang makanan yang diolah menggunakan bahan daun kelor.
Pengetahuan tentang penanganan pertama cedera olahraga pada siswa akademi sepak bola Rahayu, Sri Mulyati; jamil, Maria Ulfah; Dirgahayu, Inggrid; Budiana, Wempi; Husein, Herlina; Ulfah, Diana
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.327

Abstract

Introduction: Football is a form of physical activity that can be played by both men and women. This sport is inseparable from the use of the feet which involve body structures such as joints and muscles. The problem that often occurs in soccer players is experiencing injuries that can occur to the ankles due to sprains or collisions between players. Serious injury can occur if there is a hard impact on the neck and head area. Sports injuries can cause disturbances in physical activity, psychology, and achievement. The solution to dealing with repetitive sports injuries is by providing education about the first treatment for soccer sports injuries. Purpose: To increase knowledge in the first handling of soccer sports injuries to students at the Ebod Jaya Football Academy and Cimahi FC. Methods: Descriptive with pre-test and post-test design. Population is 60 students, sample is 35 students, with purposive sampling technique. Results: The results obtained were that more than half of the respondents had insufficient knowledge about the first handling of soccer sports injuries before being given education (54%) and more than half of the respondents had sufficient knowledge about the first handling of soccer sports injuries after being given education (69%). Conclusion: Half of the respondents had sufficient knowledge about the first treatment for soccer sports injuries after being given education.   Keywords: Knowledge; First Handling; Injury; Football.   Pendahuluan: Olahraga sepak bola merupakan bentuk aktivitas fisik yang  bisa dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan. Olahraga ini tidak terlepas dari penggunaan kaki yang melibatkan struktur tubuh seperti sendi dan otot. Permasalahan yang sering terjadi pada pemain sepak bola adalah mengalami cedera yang dapat terjadi pada pergelangan kaki akibat terkilir atau benturan antar pemain. Cedera berat dapat terjadi jika ada benturan keras pada daerah leher dan kepala. Cedera olahraga dapat menimbulkan gangguan aktivitas fisik, psikis, dan prestasi. Solusi untuk mengatasi cedera olahraga berulang dengan diberikan edukasi tentang penanganan pertama cedera olahraga sepak bola.  Tujuan:  Untuk meningkatkan pengetahuan dalam penanganan pertama cedera olahraga sepak bola pada siswa Akademi sepak bola Ebod Jaya dan Cimahi FC. Metode: Deskriptif dengan pre-test dan post-test design. Populasi 60 siswa, sampel 35 siswa, dengan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil yang didapatkan lebih dari setengah responden memiliki pengetahuan kurang  tentang penanganan pertama cedera olahraga sepak bola sebelum diberikan edukasi (54%) dan lebih dari setengah responden memiliki pengetahuan cukup tentang penanganan pertama cedera olahraga sepak bola setelah diberikan edukasi (69%). Simpulan: Setengah responden memiliki pengetahuan cukup tentang penanganan pertama cedera olahraga sepak bola setelah diberikan edukasi.
Pelatihan kader kesehatan dalam pengamatan efek samping penggunaan Kontrasepsi hormonal di wilayah kerja Puskesmas Onekore: Efek Samping Kontrasepsi Hormonal Bedho, Martina; Owa, Khrispina
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i4.345

Abstract

Background: Onekore Public Health Center has 24 Posyandu, the only active village health worker (Kader) are Posyandu Kompi C. Meanwhile, 32% of acceptors are obesity and have hypertension. According to the results of the study showed that there was an effect of the long use of hormonal contraception on the incidence of obesity. While the research was conducted in Kumasi sub-district, Ghana, India, because some of the acceptors experienced long and heavy menstruation, no menstruation, and vaginal discharge, they were afraid of modern contraceptive methods. Perpose: So the community service team of the Ende Nursing DIII Study Program was motivated to empower health cadre village health worker (Kader) to help midwives identify side effects of using hormonal contraception through community service activities. Method: The method used is lecture, discussion, simulation and practicum by the target audience. Result: The results of community service showed that all acceptors had good knowledge (83.33%) in the pretest while the posttest (100%) but did not know about the duration of using hormonal contraception either by injection, implant and pill except for one village health worker (Kader) (3.57%). The skills achieved are that all 28 health village health worker (Kader) (100%) can measure height, weight, assess normal weight and measure blood pressure. Conclusion: Based on the results of community service at the Onekore Community Health Center, it was concluded that all cadres had good knowledge (100%) while the cadres skills in measuring weight, TB, blood pressure and calculating weight were normal (> 80%). Keywords: Empowerment; Health Cadres; Hormonal Contraceptives; Knowledge; Side effects. Pendahuluan: Puskesmas Onekore memilki 24 Posyandu, kader kesehatan yang aktif hanya Posyandu Kompi C. Sementara akseptor yang mengalami obesitas dan hipertensi 32%. Hasil penelitian di 3 Puskesmas Kota Ende menunjukan ada pengaruh lama penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap kejadian obesitas. Penelitian di kecamatan Kumasi Ghana India, sebagian akseptor mengalami haid yang lama dan banyak, tidak haid, dan keputihan sehingga mereka takut akan metode kontrasepsi modern. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan melakukan pelatihan kader kesehatan Puskesmas Onekore, agar dapat mengamati efek samping pada akseptor dengan penggunaan kontrasepsi hormonal. Metode: Metode yang digunakan ceramah oleh tim pengabdian masyarakat, diskusi, simulasi, praktikum oleh khalayak sasaran. Hasil: Menunjukan semua akseptor memiliki pengetahuan cukup (60%) pada pretest, namun belum tahu tentang lama penggunaan kontrasepsi hormonal baik secara suntik, implant dan pil kecuali satu kader (3,57%). Sedangkan post test kader kesehatan berpengetahuan baik (80%), Keterampilan yang dicapai semua kader kesehatan 18 orang (100%) dapat mengukur tinggi badan, menimbang berat badan, menilai berat badan normal dan mengukur tekanan darah. Simpulan: Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat di Puskesmas Onekore mendapatkan simpulan bahwa semua kader memiliki pengetahuan baik (100%) Sedangkan ketrampilan kader dalam mengukur BB, TB, tekanan darah, dan menghitung BB normal (> 80%).

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 10 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 8 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 5 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 4 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 2 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 4 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 3 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2024): PHC Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): PHC Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2 Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja Vol. 1 No. 4 (2021): Perawatan Lansia Secara Umum Dan Pertolongan Pertama Pada Keadaan Darurat Vol. 1 No. 3 (2021): Terapi Komplementer Dalam Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2021): Penanganan dan Perawatan Penyakit Asma Vol. 1 No. 1 (2021): Promosi Kesehatan dalam penanganan penyakit Rematik, Gastritis, Hipertensi dan More Issue