cover
Contact Name
Muhammad Yusuf N
Contact Email
myusufn@unimal.ac.id
Phone
+6282272763379
Journal Mail Official
jimatek@unimal.ac.id
Editorial Address
Jl. Cot Teungku Nie Reuleut Kecamatan Muara Batu Aceh Utara Telepon. 0645-57320 Faks. 0645-44450
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi
ISSN : -     EISSN : 29620155     DOI : https://doi.org/10.29103/jimatek.v1i4.10461
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (abrev as JIMATEK) or Journal of Agroecotechnology Student Scientific is a publication devoted to students publications from the Department of Agroecotechnology from various agencies anywhere. JIMATEK accepts articles from students in the field of Agroecotechnology, not limited to: 1. Agronomy 2. Agriculture technology, 3. Environmental control for plants, 4. Horticulture 5. Plant breeding 6. Soil sciences 7. Plant protection 8. Plant breeding 9. Plant pest and diseases 10. Other fields related to the cultivation of plants.
Articles 70 Documents
Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) Pada Fase Pre Nursery Terhadap Pemberian POC Urine Kuda Dan Pupuk Urea Silangit, Hafiz Benar; Jamidi, Jamidi; Lukman, Lukman; Ismadi, Ismadi; Hafifah, Hafifah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Vol 4, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kelapa sawit di fase pre nursery terhadap pemberian POC urine kuda dan pupuk urea. Penelitian ini dilaksanakan di desa Reuleut Timu dan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh pada bulan bulan Desember 2024 hingga Maret 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yang diuji. Faktor pertama adalah POC urine kuda terdiri dari 3 taraf yaitu B0 (Urine kuda 0 ml/L), B1 (Urine kuda 300 ml/L), dan B2 (Urine kuda 400 ml/L). Faktor kedua yaitu pupuk urea terdiri dari 3 taraf yaitu P0 (pupuk urea 0 g/polybag), P1 (pupuk urea 3 g/polybag), dan P2 (pupuk urea 4 g/polybag). Diperoleh 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 27 unit percobaan. Peubah pengamatan yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, kandungan klorofil daun, panjang akar, volume akar, berat segar tanaman, dan jumlah stomata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan POC urine kuda berpengaruh terhadap peubah tinggi tanaman pada umur tanaman 45 HST, 60 HST dan 75 HST serta panjang akar umur 90 HST. Perlakuan dengan nilai tertinggi didapatkan pada pemberian POC urine kuda 300 ml/L. Perlakuan pupuk urea berpengaruh terhap peubah tinggi tanaman 90 HST dan diameter batang pada umur tanaman 30 HST, 60 HST dan 75 HST, dan jumlah daun umur tanaman 75 HST. Perlakuan dengan nilai tertinggi didapatkan pada pemberian dosis pupuk urea 3 gram/polybag. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan POC urine kuda dan pupuk urea terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada fase pre nursery.
Efektivitas Waktu Penyiangan dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Gulma dan Produksi Tanaman Terung Ungu Varietas Antaboga (Solanum melongena L.) Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Baidhawi, Baidhawi; Munauwar, Muhammad Muaz; Hendrival, Hendrival; Latifah, Latifah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Vol 4, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya hasil tanaman terung (Solanum melongena L.) salah satunya disebabkan oleh gulma. Salah satu cara mengatasi populasi gulma yaitu dengan cara waktu penyiangan dan penggunaan jarak tanam yang tepat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh waktu penyiangan dan pengaturan jarak tanam terhadap pertumbuhan gulma dan produksi tanaman terung. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Alue Bili, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, dari Desember hingga Maret 2025. Eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor pertama, yaitu waktu penyiangan, terdiri dari (H0) bersih total, (H1) 14, 28, dan 42 HST, dan (H2) 28 dan 42 HST. Faktor kedua yaitu jarak tanam (J1) 30 x 30 cm dan (J2) 40 x 30 cm. Parameter yang diamati berupa persentase penutupan gulma, berat kering gulma, tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, jumlah buah dan berat buah. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan waktu penyiangan secara tunggal berpengaruh sangat nyata terhadap berat kering gulma umur 28 HST, persentase penutupan gulma pada semua umur pengamatan dan jumlah daun pada umur 35 HST, dan berpengaruh nyata pada peubah berat kering tanaman umur 42 HST dan tinggi tanaman pada umur 28 dan 35 HST. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan penyiangan 14, 28, dan 42 HST. Perlakuan jarak tanam tidak menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada semua peubah yang diamati. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan waktu penyiangan dan jarak tanam pada semua peubah yang diamati.
Kajian Kerentanan Relatif Beras Lokal Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Terhadap Hama Pascapanen Sitophilus oryzae L. Salwa, Latifa; Hendrival, Hendrival; Putri, Novita Pramahsari; Latifah, Latifah; Baidhawi, Baidhawi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Vol 4, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sitophilus oryzae merupakan hama pascapanen utama yang merusak komoditas gabah yang disimpan, termasuk beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kerentanan dan tingkat kerusakan beberapa beras lokal Sumbagut terhadap serangan Sitophilus oryzae. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman, Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh, mulai bulan Oktober 2024 sampai dengan Januari 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial dengan 15 beras lokal dan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 45 satuan percobaan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan Uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padi lokal Sumbagut memiliki tingkat kerentanan yang berbeda. Beras Siganteng termasuk kategori moderat-rentan, sedangkan beras Anak Daro, Siarang, Kuriak Kusuik, Pulungan, Siregar, Batubara, Santani, Minang Sari, Sokan, Banang Pulau, Sijunjuang, Sigudang, Pulau Batu, dan Trisakti termasuk kategori moderat. Tingkat kerentanan pada beras dapat dipengaruhi oleh banyaknya F1 dan median waktu perkembangan yang singkat. Kerusakan beras dan kehilangan susut berat yang tinggi dapat memengaruhi kerentanan. Beras yang kerusakannya tinggi tergolong rentan terhadap S. oryzae.
Pengaruh Herbisida Tunggal Dan Campuran Terhadap Keragaman Komposisi Gulma Di Perkebunan Kelapa Sawit PTPN IV REGIONAL 1 Kebun Tanah Raja Kabupaten Serdang Bedagai Harianti1, Rizka Dwi; Munauwar, Muhammad Muaz; Putri, Novita Pramahsari; Hendrival, Hendrival; Baidhawi, Baidhawi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Vol 4, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh penggunaan herbisida tunggal dan campuran terhadap keragaman serta komposisi gulma di perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Afdeling III PTPN IV Regional 1 Kebun Tanah Raja, Kabupaten Serdang Bedagai. Gulma merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya kelapa sawit karena dapat mengganggu pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis gulma, menganalisis tingkat dominansi dan keanekaragaman vegetasi gulma, serta membandingkan perbedaan jenis gulma antara penggunaan herbisida tunggal dan campuran. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik purposive sampling menggunakan metode kuadrat. Pengamatan dilakukan pada 30 plot berukuran 100 cm × 100 cm, masing-masing 15 plot pada lahan dengan herbisida tunggal dan 15 plot pada herbisida campuran. Variabel yang diamati meliputi jenis gulma, indeks dominansi, indeks kesamaan, indeks keanekaragaman (H’), dan indeks kemerataan (E). Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks kesamaan (IS) sebesar 37,03%, yang mengindikasikan bahwa komunitas gulma pada kedua perlakuan memiliki tingkat kesamaan yang rendah. Indeks keanekaragaman (H’) pada herbisida tunggal sebesar 1,92 dan pada herbisida campuran sebesar 2,21, yang menunjukkan tingkat keanekaragaman sedang. Sementara itu, indeks kemerataan (E) sebesar 0,75 pada herbisida tunggal dan 0,83 pada herbisida campuran, yang berarti distribusi individu gulma relatif merata di kedua lokasi. Secara umum, penggunaan herbisida campuran cenderung menghasilkan keanekaragaman dan kemerataan gulma yang lebih tinggi dibandingkan herbisida tunggal
Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Komponen Hasil Beberapa Varietas Jagung Pulut (Zea mays var. Ceratina) Mauliana, Nova; Nilahayati, Nilahayati; Safrizal, Safrizal; Handayani, Selvy; Fadhliani, Fadhliani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Vol 4, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung pulut merupakan komoditas pangan potensial dengan kandungan amilopektin tinggi dan tekstur pulen yang disukai, namun produktivitasnya masih relatif rendah. Peningkatan produksi dapat dilakukan melalui penggunaan varietas unggul dan aplikasi zat pengatur tumbuh (ZPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa varietas jagung pulut dan pemberian ZPT terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian dilaksanakan di Desa Reuleut Timu, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, pada Desember 2024 hingga Maret 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah varietas: URI (V1), Rasanya F1 (V2), Jantan F1 (V3), dan Jutawan F1 (V4). Faktor kedua adalah ZPT: 0 ml/l air (Z0), 6 ml/l air (Z1), dan 12 ml/l air (Z2). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, klorofil daun, panjang tongkol (dengan dan tanpa kelobot), berat tongkol (dengan dan tanpa kelobot), jumlah baris per tongkol, dan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap sebagian besar parameter, dengan varietas terbaik adalah Jutawan F1 (V4). Pemberian ZPT berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, klorofil daun, dan panjang tongkol berkelobot, dengan perlakuan terbaik pada konsentrasi 12 ml/l air (Z2). Terdapat interaksi antara varietas dan ZPT pada tinggi tanaman dan klorofil daun. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi varietas unggul dan ZPT efektif meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung pulut.
PPengaruh Daerah Pengambilan Limbah Kulit Singkong (Manihot Esculenta L.) Dan Volume Starter Ragi Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Produk Bioetanol Inayatillah1, Aufa; Handayani, Selvy; Khaidir, Khaidir; Nazaruddin, Muhammad; Fridayanti, Nelly
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 2
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah kulit singkong memiliki potensi besar sebagai bahan baku bioetanol karena kandungan selulosanya mencapai 80–85%. Namun, pemanfaatan limbah ini belum optimal meski produktivitasnya tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daerah asal limbah dan volume starter ragi (Saccharomyces cerevisiae) terbaik dalam proses produksi bioetanol. Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor: asal limbah (Paya Gaboh dan Saree) serta volume starter ragi (250 mL, 350 mL, dan 450 mL). Proses produksi meliputi empat tahapan, yaitu pretreatment, hidrolisis, fermentasi, dan distilasi. Parameter pengujian mencakup rendemen, densitas, viskositas, kadar bioetanol, dan titik kabut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah asal limbah berpengaruh nyata terhadap densitas produk, dengan kualitas terbaik berasal dari daerah Saree (L2). Volume starter ragi berpengaruh terhadap rendemen dan densitas, di mana volume 250 mL (S1) memberikan hasil paling optimal. Terdapat interaksi antara daerah asal limbah dan volume starter ragi terhadap densitas bioetanol. Kombinasi perlakuan terbaik ditemukan pada interaksi limbah asal Saree dengan volume starter 250 mL (L2S1). Kesimpulannya, perbedaan karakteristik nutrisi pada daerah asal dan optimasi volume ragi sangat menentukan efisiensi serta kualitas konversi limbah kulit singkong menjadi bioetanol.
Pengaruh Jenis Media Tanam Dengan Penambahan Pupuk Npk Dan Eco-Enzyme Terhadap Pertumbuhan Microgreen Beberapa Jenis Sayuran Pratama, Dimas; Rosnina, Rosnina; Zuliati, Septiarini; Nazaruddin, Muhammad; Wirda, Zurrahmi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 2
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Microgreens merupakan sayuran muda yang dipanen pada usia 7–14 hari setelah tanam dan memiliki densitas nutrisi serta antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan sayuran dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan dan karakteristik morfologi berbagai jenis microgreens pada variasi media tanam. Eksperimen dilaksanakan di Aceh Utara pada Agustus 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah komposisi media tanam (cocopeat tunggal; campuran arang sekam dan ecoenzyme; serta campuran kompos dan NPK), sedangkan faktor kedua adalah jenis sayuran (kangkung, bayam, sawi, dan pakcoy). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media cocopeat memberikan pengaruh sangat signifikan terhadap tinggi tanaman, panjang akar, dan berat segar. Kangkung mencatatkan pertumbuhan tinggi dan panjang akar terbaik, sementara bayam menghasilkan berat segar dan berat akar tertinggi. Secara khusus, interaksi antara cocopeat dan kangkung memberikan hasil optimal pada pertumbuhan vegetatif, sedangkan kombinasi media kompos-NPK dengan bayam memicu biomassa berat segar maksimal. Studi ini menyimpulkan bahwa efektivitas produksi microgreens sangat bergantung pada kesesuaian antara jenis komoditas dan karakteristik media tanam yang digunakan
Identifikasi Cendawan Patogen Di Pertanaman Cabai (Capsicum Annuum L.) Di Desa Ulee Geudong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara Fadhillah, Laina; Latifah, Latifah; Putri, Novita Pramahsari; Hendrival, Hendrival; Baidhawi, Baidhawi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 2
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman cabai (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang rentan terhadap serangan penyakit, khususnya yang disebabkan oleh cendawan patogen. Sistem budidaya monokultur yang umum diterapkan petani turut meningkatkan risiko infeksi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis penyakit dan patogen penyebabnya serta menganalisis insidensi dan keparahan penyakit pada dua jenis tanah berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan September–November 2024 di Desa Ulee Geudong dan Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman Universitas Malikussaleh. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, pengamatan gejala penyakit, pengambilan sampel, serta identifikasi patogen secara mikroskopis. Parameter yang diamati meliputi insidensi penyakit, keparahan penyakit, tinggi tanaman, dan jumlah cabang. Hasil penelitian menunjukkan dua penyakit utama yaitu antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum sp. dan bercak daun. Insidensi antraknosa tertinggi mencapai 45% pada tanah organosol dan 38,33% pada tanah litosol, sedangkan bercak daun masing-masing 11,66% dan 8,33%. Keparahan penyakit relatif rendah yaitu 12,08% dan 2,91%. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan, jenis tanah, serta teknik budidaya berperan dalam menekan perkembangan penyakit pada tanaman cabai.
Pengaruh Pemberian Kompos Ampas Kelapa Dan Poc Kulit Bawang Merah Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Asra, Musyrifa; Usnawiyah, Usnawiyah; Faisal, Faisal; Safrizal, Safrizal; Jamidi, Jamidi; Nurdin, Muhammad Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 2
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan tanaman umbi-umbian penting yang berasal dari wilayah tropis Amerika, namun produktivitasnya seringkali rendah sehingga diperlukan upaya peningkatan produksi melalui pemberian bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos ampas kelapa dan Pupuk Organik Cair (POC) kulit bawang merah terhadap pertumbuhan dan produksi ubi jalar ungu. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis kompos ampas kelapa (0, 300, 450, dan 500 g/plot) dan faktor kedua adalah dosis POC kulit bawang merah (0, 200, 300, dan 400 ml/plot). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos ampas kelapa 500 g/plot dan POC kulit bawang merah 400 ml/plot memberikan pengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap hampir seluruh parameter pertumbuhan dan produksi. Kombinasi kedua perlakuan tersebut berpengaruh signifikan terhadap luas daun dan kandungan klorofil tanaman. Secara keseluruhan, perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi K3P3 yang mampu meningkatkan performa vegetatif dan hasil ubi jalar secara optimal
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) Terhadap Pemberian Biochar Dan Pupuk Hayati Mikoriza Tunnisa, Raudha; Usnawiyah, Usnawiyah; Nazirah, Laila; Hafifah, Hafifah; Nurdin, Muhammad Yusuf; Rafli, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 2
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang tanah merupakan komoditas penting sebagai sumber protein dan minyak nabati di Indonesia, namun produksinya masih mengalami penurunan akibat rendahnya kesuburan tanah dan teknik budidaya yang kurang optimal. Upaya peningkatan produksi dapat dilakukan melalui penggunaan pembenah tanah seperti biochar sekam padi dan pupuk hayati mikoriza. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah terhadap pemberian biochar dan pupuk hayati mikoriza baik secara tunggal maupun interaksi keduanya. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Universitas Malikussaleh pada bulan April sampai Juni 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah biochar sekam padi dan faktor kedua adalah mikoriza. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif, fase generatif, serta karakter akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar berpengaruh nyata terhadap umur berbunga dan volume akar, sedangkan mikoriza berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan dan hasil. Interaksi keduanya berpengaruh nyata terhadap jumlah biji dan berat polong. Kombinasi terbaik diperoleh pada perlakuan biochar 1,5 kg/plot dan mikoriza 15 g/tanaman yang menghasilkan pertumbuhan dan produksi kacang tanah optimal.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 2 Vol. 4 No. 2 (2025): Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Juni 202 Vol. 4 No. 1 (2025): Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 20 Vol. 4 No. 4 (2025): Vol 4, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember Vol. 4 No. 3 (2025): Vol 4, No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Septembe Vol. 3 No. 1 (2024): Vol 3, No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 20 Vol. 3 No. 3 (2024): Vol 3, No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Septembe Vol. 2 No. 2 (2023): Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Juni 202 Vol. 2 No. 1 (2023): Vol 2, No 1 (2023) : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 2 Vol. 2 No. 4 (2023): Vol 2, No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember Vol. 2 No. 3 (2023): Vol 2, No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Septembe Vol. 1 No. 2 (2022): Vol 1, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Juni 202 Vol. 1 No. 1 (2022): Vol 1, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 20 Vol. 1 No. 4 (2022): Vol 1, No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember Vol. 1 No. 3 (2022): Vol 1, No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Septembe More Issue