Articles
59 Documents
Adjective Phrase pada Tugas Video Pembelajaran Mahasiswa Semester 3 Sastra Inggris
Alam, Beny;
Mandela, Fitra
Jurnal Bahasa Asing Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Bahasa Asing
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58220/jba.v16i2.65
Tugas adalah salah satu komponen penilaian terhadap prestasi mahasiswa yang ada dalam perguruan tinggi di setiap mata kuliah. Bentuk penugasan terhadap mahasiswa bisa dilakukan dengan berbagai bentuk, salah satunya dengan tugas kelompok pembuatan video analisis pengajaran terhadap satu topic tertentu. Topik terpilih adalah tentang pengubahan adjective clause ke dalam adjective phrase atau sebaliknya. Pola ini akan dicari dari berbagai objek data sesuai dengan apa yang mereka pilih dan hal itu bisa berupa lirik lagu, subtile dari sebuah film, atau artikel tertentu. Penelitian yang berjudul Adjective Phrase pada Tugas Video Pembelajaran Mahasiswa Semester 3 Sastra Inggris menghadirkan paparan dari analisa yang dilakukan mahasiswa semester 3. Dari hasil pembahasan, hasil analisa yang diperoleh adalah sebanyak 29 kemunculan dengan rincian 24 temuan yang tepat dan 5 yang kurang tepat.
Cognate Object dalam Bahasa Jepang: Bentuk dan Contoh
Aritonang, Betty Debora;
Meilantari, Ni Luh Gede
Jurnal Bahasa Asing Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Bahasa Asing
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58220/jba.v17i1.68
Syntax is concerned with how sentences are constructed. Language users employ a unique variation that allows for the formation of elements in sentences. Subject, verb, object, complement, and adverb are some sentence structure components that catch the attention of syntax. This research will concentrate on objects, particularly cognate objects, among the many sentence structures studied from syntax. Although the Japanese language has a cognate object similar to English, there is a slight difference. This is because the object comes before the predicate in the Japanese sentence pattern. As a result, this paper will look at how cognate object forms in Japanese. Some of the facts in the discussion suggest that the cognate object in Japanese is significantly different from the cognate object in English. This is due to the non-referential and non-accusative nature of the cognate object in Japanese. In Japanese, cognate object forms based on verbs have nearly the same qualities as verbs.
Kohesi Leksikal pada Wacana Cerita Pendek Bahasa Jepang
Yunita, Nurma;
Rahmalia, Shabrina;
Najmudin, Onin
Jurnal Bahasa Asing Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Bahasa Asing
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58220/jba.v17i1.70
Judul penelitian ini adalah Kohesi Leksikal Pada Wacana Cerita Pendek Bahasa Jepang. Kohesi leksikal adalah kepaduan bentuk dalam suatu wacana. Penelitian ini menggunakan kajian analisis wacana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kohesi leksikal dan penanda kohesi leksikal pada wacana cerita pendek bahasa Jepang. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori kohesi dari Koizumi dan Sumarlam. Sumber data adalah 3 cerita pendek bahasa Jepang dalam buku Read Real Japanese Short Stories by Contemporary Writers yang berjudul ‘Kamisama’, ‘Mukashi Yuuhi no Kouen de’, dan ‘Hyaku Monogatari’. Data berupa kalimat majemuk pengandaian dalam wacana dokkai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menemukan 59 data. Berdasarkan hasil penelitian pada cerita pendek ‘kamisama’ ditemukan repetisi sebanyak 16 data, sinonim sebanyak 9 data, antonim sebanyak 1 data, hiponim sebanyak 3 data, dan tidak ditemukan jenis kolokasi, ‘Mukashi Yuuhi no Kouen de’ hanya ditemukan repetisi sebanyak 14 data, dan ‘Hyaku Monogatari’ ditemukan repetisi sebanyak 7 data, sinonim sebanyak 5 data, antonim sebanyak 3 data, hiponim sebanyak 1 data, dan tidak ditemukan jenis kolokasi.
Dynamic Verbs in Peaky Blinders Season 1
Kushariputri, Nailla Shahifah Rahmadiva;
Alam, Beny;
Hadi, Imron
Jurnal Bahasa Asing Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Bahasa Asing
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58220/jba.v17i1.72
The need to be able to understand what other people convey is very important for humans as social beings. Humans communicate through words that have forms and meanings that contain ideas, intentions, or emotions. This research was written to find out the meaning in the form of an action of a word form, namely a dynamic verb when it is associated with the whole sentence. Dynamic verbs and their types that will be analyzed are taken from the popular series, Peaky Blinders Season 1 Episode 1 and Episode 2. The writer took thirty data to be the object of the analysis. The qualitative method is the method used in the preparation of this study based on Saeed (2016) who divides dynamic verbs into four types namely, durative-punctual and telic-atelic as the main theory. The findings were: three data were declared as durative-atelic with a percentage of 10%, ten data were declared as punctual-telic with a percentage of 33.3%, and seventeen data were declared as durative-telic with a percentage of 56.7%. There are three positions from the findings, namely durative-telic as the most type, punctual-telic in the middle position, and durative-atelic as the least.
Sinestesia Berpenanda Adjektiva dalam Novel Mata Onaji Yume Wo Miteita Karya Yoru Sumino
Dewi, Citra;
Anwar, Aulia Arifbillah;
Salim, Farhan Isrof
Jurnal Bahasa Asing Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Bahasa Asing
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58220/jba.v17i1.73
Penelitian ini bertajuk “Sinestesia berpenanda adjektiva dalam novel Mata Onaji Yume o Miteita karya yoru sumino”. Pemilihan judul demikian karena penulis menemukan ungkapan-ungkapan sinestesia dalam novel Mata Onaji Yume O Miteita. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis apa saja jenis pertukaran indra yang terjadi pada adjektiva penanda ungkapan sinestesia dengan menggunakan teori Yamanashi (1988) dan makna perluasan dari adjektiva penanda ungkapan sinestesia dalam kalimat menggunakan teori Sutedi (2014) dari novel tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian dengan ranah ilmu semantik dan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Novel berbahasa Jepang dengan tajuk Mata Onaji Yume o Miteita dan terjemahan novel tersebut yang bertajuk I saw that same dream again digunakan sebagai sumber datanya. Setelah dianalisis, hasil yang didapat berupa 74 data kalimat yang bersinestesia dengan 26 adjektiva penandanya. Pergeseran indra yang bersinestesia pada novel ini berupa 49 data kalimat mengandung adjektiva yang bersinestesia dengan mengalami pertukaran indra dari indra pengelihatan ke indra pendengaran, 12 data kalimat dengan pertukaran indra dari indra peraba ke indra pengelihatan, 11 data kalimat dengan pertukaran indra peraba ke indra pendengaran, 1 buah data kalimat dengan perubahan indra dari indra peraba ke indra pengecapan, dan 1 buah data kalimat yang menunjukkan perubahan indra dari indra pengecapan ke indra penciuman. Kemudian makna perluasan yang terbentuk diakibatkan oleh perbedaan indra penanggap secara kata dengan kata dalam satu fungsi gramatikal atau fungsi gramatikal yang lain dalam satu kalimat.
Pengaruh Metode Pembelajaran Digital Mind Mapping dalam Meningkatkan Kemampuan Tata Bahasa Korea Tingkat Dasar: -고, -거나, -지만, -(으)ㄴ/는데
Jaya, Cynthia Calista;
Triarisanti, Risa;
Azizah, Asma
Jurnal Bahasa Asing Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Bahasa Asing
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58220/jba.v17i1.74
Tata bahasa merupakan hal yang utama dalam pembelajaran bahasa Korea. Penggunaan metode pembelajaran juga berlaku dalam konteks pembelajaran tata bahasa Korea, yang memiliki perbedaan mendasar dengan tata bahasa Indonesia. Karena perbedaan yang signifikan, muncul fenomena bahwa pemelajar Indonesia yang belajar bahasa Korea sering menghadapi kesulitan dan membuat kesalahan dalam penggunaan tata bahasa. Salah satu metode pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk membantu mengatasi fenomena tersebut adalah digital mind mapping. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh digital mind mapping terhadap peningkatan kemampuan tata bahasa Korea tingkat dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan di SMAK 2 BPK Penabur Bandung dengan sampel sebanyak 28 orang peserta didik kelas 12 yang mengambil mata pelajaran tambahan bahasa Korea. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan tata bahasa Korea tingkat dasar peserta didik, berdasarkan rata-rata nilai pre-test sebesar 43,82 dan tergolong ke dalam kriteria ‘kurang’ dan meningkat berdasarkan rata-rata nilai post-test sebesar 70,25 dan tergolong ke dalam kriteria ‘baik’. Hasil uji T menunjukkan nilai thitung lebih besar daripada nilai ttabel (5,85 > 2,05), maka hipotesis alternatif diterima dan hipotesis null ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari penggunaan digital mind mapping terhadap kemampuan tata bahasa Korea tingkat dasar peserta didik. Hasil analisa angket menunjukkan respons positif dari peserta didik terhadap metode mind mapping dalam pembelajaran tata bahasa Korea. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah digital mind mapping dapat digunakan sebagai metode pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan tata bahasa Korea tingkat dasar.
Representasi Bushido Tokoh Madenokoji Arikoto dalam Anime “Ooku”
Isnaini, Siti Nur;
Sunarni, Ani;
Hamidah, Aam
Jurnal Bahasa Asing Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Bahasa Asing
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58220/jba.v17i1.75
Penelitian ini meneliti representasi nilai Bushido pada tokoh Madenokoji Arikoto yang terdapat pada anime “Ooku”. Tujuan penelitian ini adalah mencari gambaran tujuh nilai Bushido pada tokoh Arikoto. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Rolland Barthes. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak bebas libat cakap. Teori yang digunakan adalah nilai Bushido yang dicetuskan oleh Inazo Nitobe. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 18 data yang merepresentasikan nilai bushido pada diri Arikoto, yaitu nilai Yuu (勇) sebanyak 2 data, nilai Jin (仁) sebanyak 10 data, nilai Rei (霊) terdapat 2 data, nilai makoto (誠) ada 2 data, meiyo (名誉) berjumlah 2 data dan Chuugi (忠義) dan gi sebanyak 1 data, dan terdapat satu data dengan dua nilai yaitu Yuu dan Jin.
The Use of Drilling Method to Improve Students’ Vocabulary Mastery
Siahaan, Annatalia;
Setiawan, Wawan;
Surista, Ade
Jurnal Bahasa Asing Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Bahasa Asing
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58220/jba.v17i1.76
This research focused on applying the drilling method to improve students’ vocabulary mastery at HKBP Kompas Indah. The drilling method is a method carried out by the teachers so that students can remember the new language items they have learned. With a quantitative approach and experimental research design, the researchers used pre-tests and post-tests. The participants involved were divided into control group and experimental group. The results showed that there was a significant increase in the pre-test and post-test scores in the experimental group. In contrast, the scores in control group had a decline from pre-test to post test. The mean score of post-test experimental group (89) was higher than pre- test experimental group (74). Therefore, the drilling method was effective to improve students’ vocabulary mastery at Sunday school HKBP Kompas Indah.
Register in Ensemble Stars Music Game
Uflih, Mifta Ramdani;
Arvian, Elsan;
Noryatin, Yeni
Jurnal Bahasa Asing Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Bahasa Asing
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58220/jba.v17i1.77
This research aims to describe the linguistic form, discover the meaning, and identify the register's function in the Ensemble Stars Music game. The theories applied are Finegan's theory to describe register linguistic forms, Halliday's theory to find register meaning, and identify register functions. This study uses a qualitative methodology by way of discourse analysis. The data taken is in the form of words related to gameplay. From the 25 data found, there are 14 single words, 7 compound words, and 4 shortenings divided into 3 initialisms and 1 acronym. Regarding the meaning discovered, most registers are classified as open variations compared to closed ones. Based on the analysis, the register function that appears the most is personal. In addition, the registers also have imaginative, representational, interactional, and instrumental functions.
Poetic Metaphors Related to Birds: A Conceptual Blending in Puisi-Puisi Cinta, WS. Rendra
Jaganegara, Haidar
Jurnal Bahasa Asing Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Bahasa Asing
Publisher : Sekolah Tinggi Bahasa Asing JIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58220/jba.v17i1.78
Metaphors are commonly used to vividly convey deeply abstract human emotions. This is because human emotions are indeed an abstract – conceptual. In the poem of Puisi-Puisi Cinta, the poet employs a great deal of emotional poetic metaphors relating to birds in order to communicate the variety of feelings that are experienced by the characters, such as features, roles, and visual aspects. This paper aims to study the emotional poetic metaphors related to birds in Puisi-Puisi Cinta using conceptual blending theory. The research data in the study consists the poetic metaphors related to Birds in Puisi – Pusi Cinta by WS Rendra. The data are conducted qualitatively using the blending theory. The blending theory’s G.Fauconnier and M.Turner (2002) came to the conclusion that metaphorizing is not limited by the projection from “the source domain” to “the target domain”, but includes complex dynamic integration processes, creating new blended mental spaces, which are able to create the meaning structure. The findings reveal that these vivid poetic metaphors in Puisi-Puisi Cinta by W.S Rendra are substantial through the use of imagery depicting aspects of the birds' appearances and its features to human beings. The metaphorical process, which projects from the birds to human beings, can be seen as a process of conceptual blending. In addition, each and every poetic metaphor related to birds of the poem has its characteristics in a certain cognitive model.