cover
Contact Name
Tarso Rudiana
Contact Email
lppm.unmabanten@gmail.com
Phone
+6282216689508
Journal Mail Official
tarso.rudiana@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Mathla'ul Anwar Jalan Raya Labuan KM 23, Pandeglang Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
ISSN : 25408739     EISSN : 25408747     DOI : 10.30653/002
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. JPPM, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Education for Sustainable Development. Community Services, People, Local Food Security, Nutrition and Public Health; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 438 Documents
Pemberdayaan Sentra Industri Herbal Wahana Mandiri Indonesia (WMI) Menggunakan Teknologi Pemantauan Kubah Pengering Tenaga Surya Berbasis Internet of Things (IoT) Anton Yudhana; Renangga Yudianto; Retnosyari Septiyani; Wahidah Mahanani Rahayu; Adi Permadi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.354

Abstract

Wahana Mandiri Indonesia (WMI) yang terletak di Gerbosari, Samigaluh, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan produsen dan juga sentra industri rempah-rempah tanaman herbal. Aktivitas utama kelompok WMI yaitu mengolah tanaman herbal baik simplisia maupun empon-empon seperti jahe, kunyit, kunyit putih, daun pala, daun kayu manis, daun cengkeh, cengkeh, gagang cengkeh, kapulaga, dan serai untuk dijual dalam bentuk simplisia kering. Pengetahuan teknologi pemantauan tanaman herbal pascapanen yang masih minim menjadi kendala utama pada Kelompok WMI, dimana pemantauan masih secara konvensional, sehingga menyebabkan kualitas tanaman herbal baik simplisia maupun empon-empon tidak optimal. Tim Pengabdian Universitas Ahmad Dahlan memasang sistem monitor suhu dan kelembaban terintegrasi berbasis Internet of Things (IoT) pada solar dryer dome yang berguna untuk memantau dan menjaga keadaan suhu serta kelembaban secara real time pada cuaca normal maupun ekstrim. Pelatihan serta pendampingan intensif terkait diversifikasi pengolahan biofarmaka atau herbal kepada Kelompok WMI juga diberikan guna meningkatkan efektivitas pengelolaan tanaman herbal. Pemberdayaan Kelompok WMI dengan menyematkan sistem pemantauan berbasis IoT dan memberi pelatihan serta pendampingan secara intensif mampu meningkatkan kemandirian anggota dalam pemantauan dan pengelolaan tanaman herbal pascapanen serta menaikkan nilai jual produk secara signifikan. Wahana Mandiri Indonesia (WMI), located in Gerbosari, Samigaluh, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, is a producer and industrial center for herbal spices. The main activity of the WMI group is processing herbal plants both simplicia and empon-empon such as ginger, turmeric, white turmeric, nutmeg leaves, cinnamon leaves, clove leaves, cloves, clove stalks, cardamom, and lemon grass to be sold in the form of dried simplisia. Minimal knowledge of post-harvest herbal plant monitoring technology is the main obstacle for the WMI group, where monitoring is still conventional, causing the quality of both simplisia and medicinal herbs to not be optimal. Ahmad Dahlan University Service Team installed an integrated Internet of Things (IoT) based temperature and humidity monitoring system on the solar dryer dome which is useful for monitoring and maintaining temperature and humidity conditions in real time in normal and extreme weather. Intensive training and assistance related to the diversification of biopharmaceutical or herbal processing for the WMI Group was also provided to increase the effectiveness of herbal plant management. Empowering the WMI Group by embedding an IoT-based monitoring system and providing intensive training and mentoring is able to increase the independence of members in monitoring and managing post-harvest herbal plants and significantly increase the selling value of products.
Transplantasi Karang dengan Metode SPIDER di Pantai Harlen Kampung Tablasupa Kabupaten Jayapura Provinsi Papua Yunus Pajanjan Paulangan; Syafyudin Yusuf; Barnabas Barapadang; Baigo Hamuna; Kristopholus Rumbiak; Popi Ida Laila Ayer; Vera Kostansie Mandey; Efray Wanimbo; Natan Baransano
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.359

Abstract

Ekosistem terumbu karang merupakan salah satu ekosistem utama di wilayah pesisir dan laut yang memiliki peran yang sangat besar terutama dalam mendukung sektor perikanan dan pariwisata. Perairan pantai Harlen Kampung Tablasupa memiliki ekosistem terumbu karang yang baik dan potensial untuk dimanfaatkan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ironisnya, pada beberapa lokasi telah mengalami kerusakan akibat penangkapan ikan yang menggunakan bahan peledak (bom) maupun akar tuba. Oleh karena itu, perlu upaya rehabilitasi yang telah rusak salah satunya dengan transplantasi karang. Transplantasi karang merupakan teknologi memperbanyak koloni dengan memanfaatkan reproduksi aseksual karang secara fragmentasi dari suatu koloni karang. Transplantasi bertujuan untuk mempercepat regenerasi karang yang telah mengalami kerusakan. Metode yang digunakan adalah metode rangka besi yang menyerupai jaring laba-laba sehingga dikenal dengan Metode Spider. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pusat Studi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Universitas Cenderawasih dengan melibatkan beberapa mitra dengan dukungan pendanaan dari PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat melalui Program PLN Peduli. Hasil transplantasi menunjukkan bahwa metode Spider sangat berhasil, dimana tingkat kelangsungan hidup mencapai 92%. Tingkat kelangsungan hidup tersebut diduga karena pemilihan lokasi yang tepat dan kemampuan jenis yang ditransplantasi dapat beradaptasi terhadap lingkungan perairan sekitarnya. Coral reef ecosystems are one of the main ecosystems in coastal and marine areas which have a very large role, especially in supporting the fisheries and tourism sectors. The coastal waters of Harlen Kampung Tablasupa have a good coral reef ecosystem and have the potential to be utilized for improving people's welfare. Ironically, several locations have been damaged by fishing using blast fishing and tuba roots poison. Therefore, rehabilitation efforts that have been damaged are needed, one of which is coral transplantation. Coral transplantation is a technology to multiply colonies by utilizing the asexual reproduction of corals by fragmentation of a coral colony. Transplantation aims to accelerate the regeneration of corals that have been damaged. The method used is the Spider Method. This activity was carried out by the Center for the Study of Marine and Fisheries Resources, University of Cenderawasih, involving several partners with funding support from PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua and Papua Barat through the PLN Care Program. The results showed that the Spider method was very successful with a 92% survival rate. The survival rate is thought to be due to the selection of the right location and the ability of the transplanted species to adapt to the surrounding aquatic environment.
Peran Kader Kesehatan Remaja SMPN 39 Samarinda dalam Pembuatan Media Edukasi Mengenai PHBS di Sekolah Nur Rohmah; Silfa Ayu Safika
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.386

Abstract

Pelaksanaan program Trias UKS tidak terlepas dari peran Puskesmas. Penyebab kurang optimalnya pelaksanaan UKS karena adanya pembatasan kegiatan siswa akibat pandemi Covid-19 yang membatasi kegiatan di sekolah. Begitu juga dengan Puskesmas Air Putih yang belum bisa melakukan penyuluhan secara menyeluruh karena adanya peralihan kegiatan lapangan pasca pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Optimalisasi Penyuluhan Kesehatan pada UKS yang berada di wilayah kerja Puskesmas Air Putih membutuhkan inovasi dengan bantuan media KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi). Pembuatan media edukasi berupa video dapat dilakukan dengan melibatkan partisipasi aktif siswa di sekolah. Dalam hal ini, SMPN 39 Samarinda sudah memiliki Kader Kesehatan Remaja. Kegiatan selanjutnya yang dapat dilakukan adalah penyusunan RTL (Rancangan Tindak Lanjut) terkait Penyuluhan di Puskesmas Air Putih di UKS. The implementation of the Trias UKS program is inseparable from the role of the Puskesmas. The reason for the lack of optimal implementation of UKS was due to restrictions on student activities due to the Covid-19 pandemic which limited activities at school. Likewise with the Air Putih Health Center which has not been able to conduct counseling as a whole due to a shift in field activities after the implementation of restrictions on community activities (PPKM). Optimizing Health Education at the UKS which is in the working area of the Puskesmas Air Putih requires innovation with the help of Communication, Information and Education media. Making educational media in the form of videos can be done by involving the active participation of students at school. In this regard, SMPN 39 Samarinda already has Youth Health Cadres. The next activity that can be carried out is the preparation of an RTL (Follow-up Plan) related to Counseling at the Puskesmas Air Putih at UKS.
Edukasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga untuk Mewujudkan Lingkungan Bersih di Kelurahan Teluk Kabung Tengah Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang Desy Kurniawati; Indang Dewata; Sri Benti Etika; Umar Kalmar Nizar; Suryelita Suryelita; Melindra Mulia; Trisna Kumala Sari; Niza Lian Pernadi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.420

Abstract

Sampah merupakan salah satu persoalan mendasar terhadap lingkungan di Kelurahan Teluk Kabung Tengah, Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Pengelolaan yang tidak tepat terhadap sampah menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan terutama jika dibuang begitu saja pada aliran sungai yang bermuara pada pantai, bahkan dapat menyebabkan bencana banjir terhadap area pemukiman. Untuk mengatasi dampak pencemaran lingkungan dari pembuangan sampah perlu adanya solusi, yaitu penyuluhan dan edukasi mengenai bagaimana pengelolaan sampah rumah tangga diantaranya dengan memilah sampah sebelum dibuang dan menerapkan metode 3R (reuse, reduce dan recycle). Melalui sosialisasi, edukasi dan aplikasi pada masyarakat khususnya ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), kegiatan pengabdian ini secara keseluruhan dapat menjadi solusi permasalahan sampah dari hulu. Diantara penerapan metode 3R yang telah diaplikasikan pada masyarakat yaitu dengan melakukan daur ulang sampah organik rumah tangga oleh ibu ibu-ibu PKK menjadi beberapa produk yang bernilai ekonomis, yaitu Eco-enzyme, Pupuk Organik Cair (POC), dan kompos. Dengan diberikannya penyuluhan dan edukasi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga pada kegiatan pengabdian pada masyarakat di kelurahan Teluk Kabung Tengah Kecamatan Bungus Teluk Kabung pada akhirnya dapat mendukung tercapainya kondisi lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman. Waste is one of the fundamental environmental problems in Teluk Kabung Tengah urban village, Bungus Teluk Kabung sub-district. Improper management of waste causes pollution to the environment, especially if it is simply disposed of in the river that empties into the beach, and can even cause floods to residential areas. To overcome the impact of environmental pollution from waste disposal, a solution is needed, namely counseling and education on how to manage household waste, including sorting waste before disposal and applying the 3R method (reuse, reduce and recycle). Through socialization, education and application to the community, especially mothers of Family Welfare Empowerment (PKK), this community service activity can be a solution to the upstream waste problem. Among the applications of the 3R method that have been applied to the community are recycling household organic waste by PKK mothers into several economically valuable products, namely Eco-enzyme, Liquid Organic Fertilizer (POC), and compost. By providing counseling and education on household waste management in community service activities in Teluk Kabung Tengah urban village, Bungus Teluk Kabung sub-district, it can ultimately support the achievement of clean, healthy and comfortable environmental conditions.
Pelatihan Komputer untuk Pengembangan Kinerja Pegawai pada Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) Anita Diana; Reva Ragam Santika; Ferdiansyah Ferdiansyah; Atik Ariesta; Pipin Farida Ariyani; Titin Fatimah
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.423

Abstract

Dalam rangka mendukung produktivitas dan kinerja pelayanan yang lebih baik, pengurus dan pimpinan BLU LPMUKP terus berupaya untuk meningkatkan dan mengembangkan pendidikan dan keterampilan bagi pegawai untuk memberikan dukungan pelayanan bagi masyarakat. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain kurangnya pengetahuan tentang pengolahan data perhitungan yang baik dan benar, dikarenakan latar belakang pegawai BLU LPMUKP yang berbeda jurusan, sehingga tidak ada keseragaman pengetahuan khususnya mengenai penggunaan Microsoft Excel. Kendala lain adalah kurangnya kemampuan pegawai BLU LPMUKP untuk mengoperasikan komputer, terutama penggunaan Microsoft Excel untuk pengolahan data, sementara kebutuhan untuk mengoperasikan komputer tinggi. Metode pengabdian kepada masyarakat ini berupa pelatihan komputer untuk pengolahan data yang baik dan benar terutama penggunaan Microsoft Excel sehingga keterampilan khususnya literasi komputer pegawai BLU LPMUKP meningkat baik pada pprogram Intermediate maupun Advanced. Pelaksanaan pelatihan dilakukan 2 (dua) tahap, tahap pertama pelaksanaan placement test untuk menentukan tingkat intermediate atau advance; tahap kedua pemberian materi pelatihan sesuai dengan penempatan. Hasil dari umpan balik (feedback) yang diberikan setelah pelaksanaan pelatihan, sebanyak 90,4% peserta pelatihan baik intermediate maupun advance setuju terkait materi pelatihan untuk menyelesaikan tugas kesehariannya serta dapat meningkatkan pengetahuan tentang Microsoft Excel. To support better productivity and service performance, administrators and leaders of the LPMUKP BLU continue to strive to improve and develop employee education and skills to provide service support for the community. Some of the obstacles encountered included a need for more knowledge about good and correct calculation data processing, due to the background of the LPMUKP BLU employees from different majors, so there was no uniformity of knowledge, especially regarding the use of Microsoft Excel. Another obstacle is the need for more ability of LPMUKP BLU employees to operate computers, especially the use of Microsoft Excel for data processing, while the need to work computers is high. This community service method is in the form of computer training for good and correct data processing, especially the use of Microsoft Excel so that the computer literacy skills of BLU LPMUKP employees increase in both the Intermediate and Advanced programs. The training is carried out in 2 (two) stages, the first stage is the implementation of a placement test to determine the intermediate or advanced level; the second stage is the provision of training materials per the placement. The results of the feedback given after the training implementation, as many as 90.4% of both intermediate and advanced training participants agreed regarding the training material to complete their daily tasks and increase their knowledge of Microsoft Excel
Pengkayaan Kebun Sawit Rakyat Melalui Penerapan Agroforestri Tumbuhan Lokal pada Lahan Gambut di Kabupaten Siak, Riau Elfis Elfis; Prima Wahyu Titisari; Sepita Ferazona; Syarifah Farradinna
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.430

Abstract

Pengkayaan kebun sawit rakyat dengan penerapan agroforestri tumbuhan lokal pada lahan gambut dapat dikembangkan sebagai bentuk kombinasi berbagai komoditas unggulan pertanian dan perkebunan yang ditumpangsarikan pada kebun sawit rakyat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini penerapan pengkayaan agroforestri tumbuhan lokal Sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen), Jengkol (Archidendron pauciflorum (Benth.) I.C.Nielsen), Jelutung rawa (Dyera polyphylla Miq. Steenis), dan Sukun (Artocarpus altilis J.R.Forster & G.Forster) pada kebun karet ranyat di lahan gambut. Mitra komunitas masyarakat yang dilibatkan adalah Kelompok Tani Jaya Makmur Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak. Kegiatan dilaksanakan mulai Juli sampai dengan November 2022. Demplot penerapan pengkayaan agroforestri tumbuhan lokal berupa penyisipan empat jenis tumbuhan lokal pada lahan kebun sawit rakyat di lahan gambut. Berdasarkan monitoring dan evaluasi kegiatan, keempat jenis tumbuhan tumbuh dengan baik dan tidak terjadi kompetisi yang berari antara empat tumbuhan yang ditumpangsarikan dengan produktivtas sawit, serta mitra merasa sangat puas dengan pelaksanaan kegiatan serta bersedia dan mulai menerapkan kegiatan pengkayaan kebun sawit rakyat dengan penerapan agroforestry tumbuhan lokal di kebun sawit mereka. The enrichment of smallholder oil palm plantations with the application of local plant agroforestry on peatlands can be developed as a form of combination of various superior agricultural and plantation commodities which are intercropped on smallholder oil palm plantations. The purpose of this community service activity is in the form of technical guidance on the application of agroforestry enrichment of local plants Sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen), Jengkol (Archidendron pauciflorum (Benth.) I.C.Nielsen), Jelutung rawa (Dyera polyphylla Miq. Steenis), and Sukun (Artocarpus altilis J.R.Forster & G.Forster). The community partners involved are the Jaya Makmur Farmers' Group, Sungai Apit District, Siak Regency. Activities will be carried out from July to November 2022. The demonstration plot for the application of local plant agroforestry enrichment is the insertion of four types of local plants on smallholder oil palm plantations on peatlands. Based on the monitoring and evaluation of activities, the four types of plants grew well and there was no significant competition between the four plants intercropped with oil palm productivity, and partners were very satisfied with the implementation of the activities and were willing and started implementing community oil palm plantation enrichment activities with the application of local plant agroforestry. in their oil palm plantations.
Memperluas Wawasan Seputar Polemik Bisnis - Relevansi pada Unit Usaha Mikro di Bontang Kuala Rosyadi Rosyadi; Muhammad Saleh Mire; Jiuhardi Jiuhardi; Purwadi Purwadi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.431

Abstract

Dalam bisnis, tidak hanya berbicara mengenai uang, melainkan bagaimana langkah cemerlang untuk merevitalisasi berbagai elemen yang terkoneksi dengan pertumbuhan bisnis itu sendiri. Elemen-elemen yang harus dikembangkan adalah input (kualitas SDM–modal–pengalaman), proses (omzet–upah), dan output (pangsa pasar–profit). Kenyatannya, terkadang tidak berjalan mulus. Dalam momen ini, peneliti memadukan ketiga elemen tersebut untuk diekspos dan didiskusikan kepada 35 bisnis mikro di Bontang Kuala yang mengandalkan kearifan lokal. Klaster bisnis kuliner dibedakan menjadi 2 macam: produk ikan asin dan akomodasi makanan (empek-empek, nugget, dan sosis ikan). Adapun hambatan yang kerap dihadapi adalah permodalan dan SDM, yang berpotensi menganggu omzet dan tenaga kerja, dan akhirnya memicu pangsa pasar dan profit yang tidak optimal. Berdasarkan sesi “transfer or knowledge” yang dimplementasikan, terbukti membantu pemilik bisnis untuk memahami dan memecahan masalah. Menggunakan literatur yang ada, pemikiran pebisnis dapat terbuka. Acara ini telah melampaui ekspetasi mereka, dimana mayoritas informan meresponnya secara positif. Kini, mereka juga dapat menyaring skenario apa yang relevan untuk diterapkan untuk mengantisipasi kendala dalam berbisnis. Sebab itu, karya ini sebagai acuan untuk makalah-makalah lain yang menyoroti kompleksitas bisnis ditingkat mikro.
Domastrore (Domas Trash Store): Optimalisasi Reduksi Sampah Di Desa Domas Kecamatan Pontang Kabupaten Serang Banten Ahmad Fauzi; Raudah Zaimah Dalimunthe; Herlina Siregar; Trian Pamungkas A
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.432

Abstract

Tujuan kegiatan PKM memanfaatkan sampah agar dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk hasil produktif yang mampu meningkatkan pendapatan warga desa sekaligus menciptakan wirausaha yang mandiri secara ekonomi. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Domas Kec. Pontang Kab. Serang yang berjarak ± 45 Km dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Pemilihan lokasi ini dikarenakan limbah sampah yang banyak tersebar dan belum optimalnya pemanfaatan produksi sampah di Desa Domas.Target dalam kegiatan PKM dihasilkan: 1) Produk olahan daur ulang sampah hasil kreativitas warga desa, seperti: tas, dompet daur ulang, pupuk sampah organic, dan masih banyak lagi: 2) pelatihan pengolahan sampah: 3) sertifikat kepada para mitra dan tim pelaksana kegiatan PKM: 4) Haki modul pengelolaan produk daur ulang sampah menjadi bernilai ekonomis dan 5) publikasi karya ilmiah pada jurnal nasional bereputasi. Metode yang digunakan adalah metode Pendidikan, penyuluhan, pelatihan produksi, pelatihan manajemen usaha terdiri dari teknik pemasaran dan penyusunan laporan keuangan, pendamping monitoring dan evaluasi. Rencana kegiatan PKM yang dilakukan antara lain: 1) tahap persiapan, 2) tahap pelaksanaan, 3) tahap penyusunan laporang kemajuan, 4) tahaptahap evaluasi internal kegiatan oleh LPPM Untirta, 5) tahap penyusunan Haki dan publikasi ilmiah, 6) tahap penyusunan laporan akhir, dan 7) tahap evaluasi kegiatan oleh LPPM Untirta. Hasil kegiatan PKM Domastrore (Domas Trash Store) berupa pelatihan pengolahan limbah sampah menjadi pemanfaatan produk sampah di Desa Domas. The purpose of PKM activities is to utilize waste so that it can be fully utilized for productive results that can increase the income of villagers while creating economically independent entrepreneurs. The targets in PKM activities are: 1) recycled wallets, garbage, organic fertilizers, and much more; 2) waste management training, 3) certificates to partners and implementing teams in PKM activities; 4) intellectual property rights module for waste recycling products management to be of economic value and 5) publication of scientific papers through proceedings or reputable national journals. The method of education, counseling, production training, business management training consisting of marketing techniques and financial report preparation, building design, monitoring and evaluation assistants. The PKM activity plans carried out include: 1) preparation stage, 2) implementation stage, 3) progress report preparation stage, 4) internal evaluation stage of activities by LPPM Untirta, 5) IPR preparation stage and scientific publications, 6) final report preparation stage, and 7) activity evaluation stage by LPPM Untirta. This activity was carried out in Domas Village, pontang districts is ± 45 Km from Sultan Ageng Tirtayasa University. The selection of this location is due to the widespread distribution of waste and the not yet optimal utilization of waste production in Domas Village.
Pelatihan Praktikum Fisika Bermuatan Unity of Science Berbasis Aplikasi PhET Simulations Istikomah Istikomah; Arsini Arsini
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.436

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi guru di masa pandemi adalah dengan mengadakan pelatihan praktikum fisika bersama Unity of Science (UoS) dan pendampingan pengambilan data pengamatan berbasis aplikasi PhET Simulations. Paradigma UoS merupakan paradigma yang dapat diterapkan di tingkat sekolah untuk menghasilkan siswa yang dapat mengintegrasikan ilmu-ilmu. Strategi UoS yang digunakan pada pelatihan ini adalah revitalisasi kearifan lokal dan spiritualisasi Sains modern. Pelatihan ini di ikuti oleh 37 guru fisika SMP/MTs dan SMA/MA/SMK dari seluruh Indonesia. Hasil dari pelatihan ini diperoleh data pengamatan praktikum pantulan cahaya dan listrik dinamis sebanyak 37 data. Penilaian keberhasilan kegiatan pelatihan ini menggunakan angket kepuasan. Hasil survei kepuasan rata-rata, 65% peserta sangat setuju dan 35% peserta setuju. Sedangkan hasil survei manfaat kegiatan rata-rata, 69% peserta sangat setuju dan 35% peserta setuju. One of the ways to improve teacher competence during a pandemic is by holding physics practicum training with Unity of Sciences (UoS) and assisting in collecting observational data based on the PhET Simulations application. The UoS paradigm is a paradigm that can be applied at the school level to produce students who can integrate knowledge. This training uses the UoS strategy to revitalize local wisdom and spiritualize modern science. This training was attended by 37 physics teachers for SMP/MTs and SMA/MA/SMK from all over Indonesia. The results of this training obtained data from practicum observations of light reflection and dynamic electricity as much as 37 data. Assessment of the success of this training activity using a satisfaction questionnaire. On average, the satisfaction survey results showed that 65% of participants strongly agreed, and 35% agreed. While the results of the activity benefits survey on average, 69% of participants strongly agreed, and 35% of participants agreed.
Dampingan Pengembangan Media Pembelajaran Bagi Guru SMP Menggunakan Aplikasi Videoscribe Ricardus Jundu; Silfanus Jelatu; Fransiskus Nendi; Alberta P. Makur; Polikarpus Raga
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.438

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam pembelajaran. Fokus kegiatan peningkatan keterampilan ini pada inovasi guru mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran berbasis video pembelajaran. Peserta kegiatan yaitu 21 orang guru di SMP Negeri 6 Langke Rembong. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini berupa pelatihan pembuatan video pembelajaran menggunakan aplikasi videoscribe. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap yakni perencanaan (observasi), pelaksanaan (dampingan), dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pelatihan ini yaitu adanya peningkatan keterampilan guru SMP dalam mengembangkan video pembelajaran. Pada kegiatan pelatihan ini, 23,81% guru berhasil membuat video pembelajaran dengan kategori sangat baik, 61,90% guru berhasil membuat video pembelajaran dengan kategori baik, dan 14,29% guru berhasil membuat video pembelajaran dengan kategori cukup baik. Guru termotivasi dalam pelatihan pembuatan media pembelajaran karena kegiatan ini menjadi pengalaman baru dan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. The goal of this service project is to enhance teachers' ability to teach. This activity focuses on the creativity of teachers in creating and implementing video-based learning materials. There were 21 teachers from SMP Negeri 6 Langke Rembong who took part in the activity. This service's activities include of instruction in creating instructional films with the video scribe program. The implementation method consists of three stages: planning (observation), implementation (assistance), and evaluation. As a result of this training exercise, junior high school instructors now possess greater expertise in creating instructional movies. The findings of this training activity are that 23.81% of instructors can make learning films in the excellent category, 61.90% of teachers in the satisfactory, and 14.29% of teachers in the deficient. Making learning media is an activity that teachers are motivated to learn since it is novel and greatly enhances the standard of instruction in the classroom.