cover
Contact Name
Tarso Rudiana
Contact Email
lppm.unmabanten@gmail.com
Phone
+6282216689508
Journal Mail Official
tarso.rudiana@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Mathla'ul Anwar Jalan Raya Labuan KM 23, Pandeglang Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
ISSN : 25408739     EISSN : 25408747     DOI : 10.30653/002
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. JPPM, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Education for Sustainable Development. Community Services, People, Local Food Security, Nutrition and Public Health; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 438 Documents
Product Value Creation Training Through Value Proposition Canvas (VPC) with the South Jakarta Small Medium Enterprise (SME) Community Ahmad Azmy; Iyus Wiadi; Handi Risza
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i4.440

Abstract

Product value creation training is a community service activity carried out by the Faculty of Economics and Business, Paramadina University. The aim of this program is to increase knowledge and practice of creating product value for MSME actors. The training participants were the South Jakarta MSME Community. The themes presented were digital entrepreneurship, the urgency of product value, and product value mapping with the Value Proposition Canvas. The number of participants was 38 people. The evaluation results showed that the participants were satisfied with this training program. The three aspects assessed are the committee, materials, and the implementation of the concept of product value. The training method is carried out face-to-face by inviting small-medium enterprise community actors in the South Jakarta area. The evaluation questionnaire was distributed online using the Google Form. The results of the evaluation assessment show that the program was successfully implemented with material in accordance with business needs. Training participants have a strong desire to apply the Value Proposition Canvas (VPC) concept to products or services. These This awareness is to be able to meet consumer expectations. The follow-up program will be carried out with the theme of packaging and product branding. These two themes are a continuation of the community service program in the coming year.
Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Virgin Coconut Oil bagi Masyarakat Kelurahan Jatiayu Yogyakarta Tri Handayani Kurniati; Sudaryanti Sudaryanti; Rizki Awalia; Evita Nury Hariyanti; Ratna Komala
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.441

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak yang dihasilkan dari buah kelapa tanpa melalui proses pemanasan, pemurnian, atau penambahan bahan kimia. Kelurahan Jatiayu Yogyakarta merupakan daerah dekat pantai selatan Pulau Jawa yang memiliki banyak pohon kelapa maka daerah tersebut merupakan daerah yang ideal untuk sasaran sosialisasi pembuatan VCO. Metode yang digunakan adalah strategi partisipasi aktif dengan keterlibatan peserta. VCO dibuat dengan cara fermentasi sederhana menggunakan air kelapa sebagai starter. Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi pretest, pemberian materi, demonstrasi pembuatan VCO, dan posttest. Hasil pretest menunjukkan bahwa 100% peserta belum mengetahui tentang VCO. Namun, berdasarkan hasil posttest diketahui 88% peserta telah memahami tentang pembuatan VCO hal ini menandakan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang pengertian dan cara pembuatan VCO sehingga kegiatan yang telah dilaksanakan telah memberikan manfaat bagi peserta. Peserta pelatihan mampu menghasilkan sekitar 800 mL VCO diakhir kegiatan. Virgin Coconut Oil (VCO) is oil produced from coconuts without going through a process of heating, refining, or adding synthetic chemicals. This oil has many health benefits including being anti-microbial, maintaining heart health, facilitating the digestive process, and maintaining healthy skin and hair. Considering that Kelurahan Jatiayu Yogyakarta is an area near the south coast of Java Island which has lots of coconut trees, this area is an ideal area for the socialization target of VCO production. The method used is an active participation strategy with the involvement of participants. VCO is made by simple fermentation using coconut water as a starter. The series of activities carried out included a pretest, giving material, demonstrating the manufacture of VCO, and posttest. The pretest results showed that 100% of the participants did not know about VCO. Based on the results of the posttest, it was found that 88% of the participants had understood about making VCO and were able to produce around 800 mL of VCO. There was an increase in the knowledge and skills of the participants regarding the meaning and method of making VCO so that the activities that had been carried out provided benefits for the participants.
Optimalisasi Potensi Sumber Daya Pertanian Melalui Inovasi Pertanian Titania Aulia; Sadad Arrahman; Yola Rahma Sabila; Caren Hana Putri; Lewinsky Elizabeth Silaban; Mellisa Ardila; Muhammad Firza Ariq Disti
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.444

Abstract

Desa Muarasari merupakan salah satu desa di Kota Bogor yang masih memiliki potensi sumber daya pertanian. Pertanian dinilai penting untuk dioptimalkan pemanfaatannya agar tidak hanya diambil hasilnya, tetapi juga dapat menjadi wisata agroedukasi, sehingga lahan pertanian tetap dapat dipertahankan dan tidak berubah fungsinya. Kegiatan pemberdayaan masyarakat dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan di RW 08 pada bulan Juni-Juli 2022. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi dan penanaman komoditas pertanian hasil inovasi IPB serta sosialisasi dan pelatihan pembuatan lilin aroma terapi dengan aroma pala sebagai bentuk diversifikasi olahan dengan bahan lilin palm wax yang ramah lingkungan. Sosialisasi dan pelatihan penanaman dilakukan di kebun KWT serta sosialisasi dan pelatihan pembuatan lilin aroma terapi pala di UMKM Mysari. Peran KWT dan UMKM Mysari berpengaruh dalam menciptakan lahan pertanian yang berkelanjutan. Oleh karena itu, sosialisasi dan pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan diimbangi dengan inovasi agar kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan meningkatkan perekonomian. Muarasari Village is one of the villages in Bogor City which still has potential for agricultural resources. Agriculture is considered important to optimize its utilization so that it is not only taken for the results, but can also be an agro-educational tourism, so that agricultural land can still be maintained and not change its function. Community empowerment activities carried out in the form of socialization and training in RW 08 from June-July 2022. The activities included socialization and planting of agricultural commodities produced by IPB's innovations as well as socialization and training on making aromatherapy candles with a nutmeg scent as a form of diversification processed with wax materials of eco-friendly palm wax. Socialization and training on planting were carried out in the KWT garden as well as socialization and training on making nutmeg aromatherapy candles at MSME Mysari. The role of KWT and MSME Mysari is influential in creating sustainable agricultural land. Therefore, socialization and training are being adapted to the needs of the community and balanced with innovation so that these activities can benefit the surrounding community and increase the economy.
Pelatihan Perbaikan Strategi Koping dan Adaptasi Sebagai Upaya Penurunan Burnout Perawat di Rumah Sakit Windu Santoso; Sri Sudarsih
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i4.446

Abstract

Prevalensi gangguan mental yang tinggi terjadi pada petugas kesehatan di masa pandemi covid-19 yang salah satunya adalah burnout. Burnout merupakan suatu bukti kegagalan adaptasi seseorang secara berkepanjangan dan berulang pada paparan stres kerja. Terlaksananya program pelatihan (edukasi online) diikuti oleh perawat terutama yang mengalami kondisi job stress, depresi, burnout dan berbagai dampak negatif baik fisik maupun psikologis/emosional. Pelaksanaan program edukasi berbasis online/daring ini dilaksanakan bekerja sama dengan mitra rumah sakit rujukan yang menjadi sasaran program. Pelaksanaan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dapat berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan..Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian ini diketahui bahwa hampir seluruh peserta mengalami burnout pada saat masa pandemi covid-19. Dalam kegiatan pengabdian ini dihasilkan kesepakatan berdasarkan pengalaman dan saran terhadap solusi menangani burnout yaitu melalui personal dengan cara menemukan atau memperbaiki mekanisme koping yang tepat, penanganan secara organisasi dan kombinasi antara keduanya. Untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak tentang burnout pada perawat perlu menghadirkan perawat dari beberapa rumah sakit yang lain. A high prevalence of mental disorders occurred in health workers during the Covid-19 pandemic, one of which was burnout. Burnout is evidence of failure of a person's adaptation on a prolonged and repeated basis to exposure to work stress. The implementation of the training program (online education) is attended by nurses, especially those who experience conditions of job stress, depression, burnout and various negative impacts both physical and psychological/emotional. The implementation of this online/online-based education program is carried out in collaboration with referral hospital partners who are the target of the program. Implementation of activities includes preparation, implementation and evaluation. The implementation of training activities can proceed according to the planned stages. Based on the results of this community service activity, it is known that almost all participants experienced burnout during the Covid-19 pandemic. In this community service activity an agreement was produced based on experience and suggestions for solutions to dealing with burnout, namely through personal means by finding or repairing the right coping mechanisms, handling organizationally and a combination of the two. To get more information about burnout among nurses, it is necessary to bring in nurses from several other hospitals.
Edukasi Kondisi Sindrom Metabolik dan Upaya Pencegahannya Dengan Tepung Ubi Jalar Ungu di Desa Ulak Kerbau Baru Indah Solihah; Shaum Shiyan; Rianasari Puspita Rasyid; Soilia Fertilita
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.460

Abstract

Gaya hidup kurang gerak dikombinasikan dengan asupan kalori yang berlebihan menghasilkan penyimpanan energi ekstra sebagai lemak. Prevalensi sindrom metabolik diperkirakan akan berkembang secara substansial dalam skala global. Pasien dengan sindrom metabolik memiliki resiko terkena stroke 3-4x lebih besar. Sebanyak 34% penduduk di Ulak Kerbau Baru memperoleh penghasilan dari pertanian dan perkebunan. Ubi jalar ungu mengandung jauh lebih banyak antosianin daripada ubi jalar kuning dan putih. Antosianin dapat menjaga kesehatan dan menurunkan bahaya penyakit degeneratif, aktivitas antikanker, kapasitas antioksidan, aktivitas antiulcer, dan gangguan kardiovaskular. Pemahaman masyarakat tentang manfaat ubi ungu bagi kesehatan masih terbatas. Program pengabdian masyarakat dengan sistem perkuliahan desa dapat menjadi sarana peningkatan pemahaman masyarakat. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan dan demo pembuatan produk pangan sehat yang berbahan dasar tepung ubi jalar ungu. Peningkatan persentase jawaban dari pre-test (33,913%) ke post-test (87,273%) menunjukkan bahwa informasi diterima dengan baik oleh masyarakat desa Ulak Kerbau Baru. Hasil penilaian organoleptik masyarakat dimana mayoritas responden menilai suka dan sangat suka pada produk olahan tepung ubi jalar ungu dengan parameter rasa, aroma, tekstur, warna, dan bentuk. A sedentary lifestyle combined with an excessive caloric intake results in the storage of extra energy as fat. The prevalence of metabolic syndrome is predicted to expand substantially on a global scale. Patients with metabolic syndrome have a 3-4 times increased risk of having a stroke. The majority of residents in Ulak Kerbau Baru derive their income from agriculture and plantations. Purple sweet potatoes contain far more anthocyanins than their orange and white counterparts. Anthocyanins can preserve health and lower the danger of degenerative diseases, anticancer activity, antioxidant capacity, antiulcer activity, and cardiovascular disorders. The public's understanding of the health benefits of purple sweet potato remains limited. Through this community service program and the village lecture plan, it is anticipated that public awareness of metabolic syndrome disease will rise. Using lecture approaches that are integrated with electives courses in Traditional Medicine, knowledge is enhanced. The increase in the percentage of accurate responses from the pre-test (33,913%) to the post-test (87,273%) indicates that the information is well received by the general population. The results of the organoleptic assessment of the community, in which the majority of respondents rated the parameters of taste, scent, texture, colour, and shape of the product as like or liking very much, indicate that people prefer the processed items that are produced.
Penyuluhan Pembuatan Sediaan Masker Peel Off Kombinasi Ekstrak Daun Sirih Hijau dan Buah Belimbing Wuluh di Desa Bendiljati Wetan Dara Tilarso; Putri Indah Pratiwi; Windu Handaru; Arif Santoso
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.462

Abstract

Perawatan wajah merupakan proses merawat kulit wajah dengan menggunakan produk perawatan kulit dan kosmetik kecantikan. Produk perawatan dan kosmetik kecantikan tersebut dibuat dengan bahan-bahan yang aman digunakan sesuai jenis kulit wajah setiap individu. Daun sirih hijau (Piper betle L.) dan belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) mengandung senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan dan bermanfaat dalam merawat wajah salah satunya sebagai obat jerawat. Sediaan masker peel off dipilih karena memiliki keunggulan mudah dilepas. Masker peel off diformulasikan dengan bahan aktif, bahan dasar PVA, pengawet, pelembab dan pewangi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pembuatan masker peel off dari bahan alami yaitu daun sirih hijau dan belimbing wuluh. Target audiens kegiatan ini adalah wanita usia produktif. Kegiatan ini telah meningkatkan minat masyarakat untuk membudidayakan tanaman daun sirih hijau dan belimbing wuluh, serta memanfaatkan tumbuhan sebagai bahan alternatif dalam mengembangkan produk yang berasal dari bahan alam. Facial treatment is a procedure for caring for facial skin that is carried out using skincare products and beauty cosmetics with ingredients that are safe and good for use based on the type of facial skin in each individual. Green betel leaf (Piper betle L.) and wuluh starfruit (Averrhoa bilimbi L.) contain antioxidants because they contain flavonoid compounds which have benefits in facial care, one of which is as an acne medicine. Peel off mask preparations were chosen because they have the advantage of being easy to remove. Peel off masks are formulated with active ingredients, PVA base, preservatives, moisturizers and fragrances. This activity aims to increase public knowledge about making peel-off masks from natural ingredients, namely green betel leaves and wuluh starfruit. The target audience for this activity is women of productive age. This activity has increased the public's interest in cultivating green betel leaf plants and wuluh starfruit, as well as utilizing plants as alternative materials in developing products derived from natural materials
Edukasi Penyakit Faringitis Akut terhadap Masyarakat di Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang Ruhsyahadati Ruhsyahadati; Febianne Eldrian; Nana Liana; Rahma Triyana; Prima Adelin; Wisda Widiastuti; Anandia Putriyuni
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i4.466

Abstract

Faringitis akut merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernafasan atas dengan kunjungan terbanyak di layanan kesehatan. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi yang mengancam nyawa, terutama pada anak-anak. Dengan demikian diperlukan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab dan upaya pencegahan serta penatalaksanaan penyakit ini. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat. Kegiatan diawali dengan pengisian kuesioner oleh responden. Selanjutnya kegiatan penyuluhan dilakukan dengan menyebarkan brosur dan memperlihatkan video singkat mengenai penyakit faringitis akut. Berdasarkan hasil pengisian kuesioner didapatkan hasil sebanyak 45,5% responden memiliki pengetahuan baik, namun masih ada 24,2% memiliki pengetahuan buruk. Pemberian edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Kecamatan Bungus Teluk Kabung mengenai penyakit faringitis akut sehingga dapat menurunkan angka kesakitan infeksi saluran pernafasan atas. Acute pharyngitis is one of the most common upper respiratory tract diseases that require medical attention. Particularly in children, this condition can have life-threatening complications. As a result, it is critical to educate the public on the etiology of this disease in addition to strategies to prevent and manage it. This activity was done at the Bungus Teluk Kabung District of Padang City, West Sumatra. Respondents begin the activity by completing a questionnaire. Furthermore, education was conducted by distributing brochures and watching a short movie about acute pharyngitis. According to the results of the questionnaire, it was observed that 15 people (45.5%) had good knowledge and 8 people (24.2%) had poor knowledge. In order to decrease the morbidity rate of upper respiratory tract infections, education is intended to improve the knowledge of acute pharyngitis among the locals of the Bungus Teluk Kabung District.
Peningkatan Kerjasama Tim, Motivasi dan Semangat Berusaha dengan Kegiatan Outbound untuk Anggota UKM Bangkit Fatwa Tentama; Surahma Asti Mulasari; Lu'lu' Nafiati; Sulistyawati Sulistyawati; Tri Wahyuni Sukesi; Herman Yuliansyah; Fanani Arief Ghozali; Bambang Sudarsono
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.467

Abstract

Keputusasaan, menurunnya semangat dan tekad juang untuk kembali bangkit karena dampak pandemi COVID-19 dua tahun lalu adalah permasalahan utama dari para pegiat usaha kecil dan menengah (UKM) di Desa Ngoro-oro. Kegiatan outbound bertujuan untuk mengatasi permasalahan prioritas UKM Bangkit guna menumbuhkan semangat, tekad dan kerja sama tim baik pengurus maupun antar anggota UKM Bangkit. Sasaran utama dari kegiatan outbound ini adalah pengurus dan anggota UKM Bangkit Desa Ngoro-oro Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul sebanyak 30 orang. Pelaksanaan outbound menggunakan metode ceramah, metode praktek dan refleksi permainan. Kegiatan outbound meliputi adu yel-yel, game perkenalan, game konsentrasi, permainan ular tangga “kesehatan”, permainan tradisional seperti egrang dan terompah panjang. Selain itu permainan lari ban bekas, balap lari karung, balapan balon, estafet sarung, pralon bocor, permainan pipa air mengalir, dan permainan bola air. Kegiatan ini mendapat respon yang positif dari peserta berdasarkan semangat peserta dari awal sebelum dimulai kegiatan outbound ini dan dalam menyelesaikan semua permainan pos-pos yang telah ditentukan. Kegiatan outbound dapat menumbuhkan semangat, tekad dan kerja sama tim baik pengurus maupun antar anggota UKM Bangkit untuk kembali berjuang mengembangkan UKM Bangkit setelah mendapat tantangan dari situasi pandemi COVID-19. Selain itu juga melatih penyesuaian diri peserta outbound dalam menghadapi tantangan di lingkungan sekitarnya. Despair, decreased enthusiasm and determination to get back up due to the impact of the COVID-19 pandemic two years ago were the main problems of small and medium enterprise (UKM) activists in Ngoro-oro Village. Outbound activities aim to solve the priority problems of Bangkit UKM to increase enthusiasm, determination and teamwork, both management and among members of Bangkit UKM. The main target of this outbound activity is the management and members of the Bangkit UKM with totaling 30 people. Implementation of outbound using the speech method, practice method and reflection of the game. Outbound activities include yelling contests, introductory games, concentration games, snake ladder game "health", traditional games such as “egrang” and “terompah panjang”. In addition, used tire running games, sack races, balloon races, sarong relay, leaky pralons, running water pipes, and water ball games. This activity received a positive response from the participants, this can be seen from the enthusiasm of the participants from the beginning before the outbound activity started and in completing all the assigned post games. Outbound activities can foster enthusiasm, determination and teamwork from both the management and members of the Bangkit UKM to fight again to develop the Bangkit UKM which is currently facing challenges from the COVID-19 pandemic situation. In addition, it also trains outbound participants to adjust themselves in facing challenges in their surrounding environment.
Pemetaan Rintisan Tata Kelola Wisata Menggunakan Drone Di Desa Kuripan Ramdhan Kurniawan; Ginta Ginting; Maya Maria; Fauzy Rahman Kosasih; Rini Febrianti; Mohamad Nasoha
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.480

Abstract

Wilayah Kabupaten Bogor khususnya Desa Kuripan, Kecamatan Ciseeng terdapat beberapa wilayah yang berpotensi sebagai destinasi wisata alam, namun keindahan alam di sekitar desa belum digarap sesuai peruntukkannya. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pemetaan rintisan wisata melalui pemotretan kelestarian alam pedesaan sepanjang daerah aliran Sungai Cisadane, bukit, dan tebing yang berkontur alami di desa Kuripan, kabupaten Bogor. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode pemetaan menggunakan teknologi drone (pesawat kecil tanpa awak) yang memiliki kamera dan kemampuan untuk melakukan pemotretan geografis dari ketinggian. Kegiatan PkM ini menghasilkan beberapa titik area potensi wisata di desa Kuripan yang dapat dijadikan lokasi wisata baru. In Bogor regency area, especially Kuripan village, Ciseeng district, there are several areas that have the potential to become natural tourist destinations, but the natural beauty around the village has not been worked out according to its designation. This activity aims to map tourism pilots by taking pictures of rural nature conservation along the Cisadane River basin, hills and naturally contoured cliffs in Kuripan village, Bogor regency. The method of carrying out activities employed a mapping method using drone technology (small unmanned aircraft) which has a camera and the ability to carry out geographical photography from a height. This community service activity resulted in several points of tourism potential areas in Kuripan village which could be used as new tourist sites.
Upaya Pencegahan Covid-19 dengan Vaksinasi Massal Ivanna Beru Brahmana; Iman Permana
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.483

Abstract

Vaksinasi Covid-19 memberikan harapan baru dalam upaya pencegahan Covid-19. Masyarakat digerakkan turut aktif mendatangi pelayanan kesehatan yang membuka vaksinasi massal. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta turut berperan aktif membuka pelayanan vaksinasi massal. Tujuan: Meningkatkan animo masyarakat mengikuti vaksinasi pencegahan Covid-19. Metode: Pemberian vaksinasi Covid-19 secara massal dengan sistem drive thru dilakukan pada tanggal 23 Agustus 2021 di pelataran kampus UMY, menjaring peserta sebanyak jumlah vaksin yang tersedia. Vaksinator adalah para dosen dari Fakultas Kedokteran & Ilmu Kesehatan (FKIK UMY), terbagi dalam sesi pagi dan siang, yang akhirnya sebanyak 19 dosen bertindak selaku vaksinator. Kesiapan alat & vaksin difasilitasi oleh pihak Divisi Kesehatan Polda DIY dan panitia universitas. Hasil: Jumlah peserta yang berhasil disuntik vaksin sebanyak 2.597 orang. Peserta datang melalui tiga jalur: jalan kaki, naik sepeda motor, dan naik mobil. Setiap jalur tersedia vaksinator yang siap memberikan penyuntikan vaksin. Bersamaan dengan penyuntikan vaksinasi, para peserta diminta pendapat mereka tentang pelaksanaan vaksinasi. Seluruh peserta menyatakan puas dengan pelaksanaan vaksinasi yang berjalan lancar, simpel, tidak ribet mulai dari pendaftaran hingga evaluasi pasien pasca penyuntikan. Mereka juga menyatakan besarnya manfaat kegiatan pengabdian dalam upaya mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di masyarakat. Kesimpulan: Pelaksanaan vaksinasi drive thru meningkatkan animo masyarakat untuk mengikuti vaksinasi pencegahan Covid-19. Covid-19 vaccination provides new hope in the prevention of Covid-19. The community is mobilized to actively participate in visiting health services that open mass vaccinations. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta as a vehicle for the academic community to take an active role in opening mass vaccination services. Objective: to increase public interest in participating in Covid-19 prevention vaccinations. Method: Mass distribution of Covid-19 vaccination using a drive thru system on campus was done on the 23rd of August 2021, by attracting as many participants as possible according to the number of vaccines provided. The vaccinators are lecturers from the Faculty of Medicine & Health Sciences (FKIK UMY), which are divided into 2 sessions, morning and afternoon, with 19 lecturers acted as vaccinators. The preparation of equipment & vaccines is facilitated by the university committee. Results: The number of participants who were successfully injected with the vaccine was 2597 people. Participants came through three routes: walking, motorbike, and car with available vaccinators according to the number of lines Simultaneously with the injection of the vaccination, the participants were asked for their opinion on the implementation of the vaccination. All participants expressed satisfaction with the implementation of the vaccination which went smoothly, simple, and not complicated from registration to evaluation of patients after injection. They also stated the magnitude of the benefits of community service activities in an effort to accelerate the implementation of Covid-19 vaccination in the community. Conclusion: The implementation of the drive thru vaccination increases the public's interest in participating in the Covid-19 preventive vaccination.