cover
Contact Name
Edi Ilham
Contact Email
asianpublisher.id@gmail.com
Phone
+6285781169228
Journal Mail Official
asianpublisher.id@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Noer Ali Sumber Artha kalimalang Bekasi Barat 17134, Jawa Barat
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Published by Asian Publisher
ISSN : -     EISSN : 29644690     DOI : https://doi.org/10.58738/qanun
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies (E-ISSN 2964-4690) is a high-quality, open-access peer-reviewed international journal published two times a year (March, September) by Asian Publisher. QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies focusing on historical, comparative, and legal and societal approaches to Islamic law, we are also particularly interested in presenting data science tools and key sources that inform scientific analysis.
Articles 407 Documents
IMPLEMENTASI MODEL BLENDED LEARNING DALAM PROGRAM DAKWAH MAJELIS TAKLIM DZIKIR ASSALAAMAH JAKARTA TIMUR UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL KEAGAMAAN Nuril Maurida
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i2.1503

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan dan dakwah Islam. Transformasi digital menuntut adanya metode dakwah yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Majelis taklim sebagai lembaga pendidikan Islam nonformal memiliki peran strategis dalam meningkatkan pemahaman keagamaan serta membangun kesadaran literasi digital masyarakat. Dalam konteks ini, penerapan model blended learning menjadi solusi efektif untuk mengintegrasikan pembelajaran konvensional dengan teknologi digital guna meningkatkan kualitas dakwah dan literasi keagamaan jamaah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model blended learning dalam program dakwah Majelis Taklim Dzikir Assalaamah Jakarta Timur serta dampaknya terhadap peningkatan literasi digital keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan untuk memperoleh temuan yang sistematis dan valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi blended learning dilakukan melalui integrasi pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring dengan memanfaatkan platform digital seperti WhatsApp, YouTube, dan Zoom. Model ini memungkinkan jamaah untuk mengakses materi keagamaan secara fleksibel dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan interaksi antara ustaz dan jamaah. Selain itu, pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman keagamaan, keterampilan dalam mengakses sumber-sumber Islam yang kredibel, serta kemampuan jamaah dalam menyaring dan mengevaluasi informasi keagamaan di media digital. Implementasi blended learning juga memperluas jangkauan dakwah, meningkatkan partisipasi jamaah, dan mendorong terbentuknya budaya belajar sepanjang hayat yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Lebih lanjut, penelitian ini mengungkap bahwa keberhasilan penerapan blended learning didukung oleh ketersediaan teknologi, komitmen pengelola majelis taklim, serta antusiasme jamaah dalam memanfaatkan media digital. Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan, seperti keterbatasan literasi digital sebagian jamaah dan kendala teknis dalam penggunaan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan strategi pelatihan dan pendampingan berkelanjutan guna mengoptimalkan efektivitas program dakwah berbasis digital. Dengan demikian, penerapan model blended learning dalam program dakwah Majelis Taklim Dzikir Assalaamah Jakarta Timur berkontribusi signifikan terhadap peningkatan literasi digital keagamaan di era Society 5.0. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi akademik dan praktis dalam pengembangan dakwah berbasis teknologi serta inovasi pendidikan Islam nonformal di Indonesia.
PELAKSANAAN PEMANFAATAN MEDIA LAGU DALAM MENINGKATKAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA ARAB PESERTA DIDIK KELAS VIII MTS NURUL ISLAM BANJIT Hafizka Zulfiatin Khoiriyah; Guntur Cahaya Kesuma; Damanhuri Damanhuri
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i2.1554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pemanfaatan media lagu dalam meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Arab peserta didik kelas VIII MTs Nurul Islam Banjit. Permasalahan penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan kosakata Bahasa Arab peserta didik, yang ditunjukkan melalui hasil tes awal dengan nilai rata-rata 61 dan tingkat ketuntasan belajar sebesar 29,17%. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 24 peserta didik kelas VIII MTs Nurul Islam Banjit. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan penguasaan kosakata Bahasa Arab setelah penerapan media lagu. Pada siklus I, nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 69,96 dengan ketuntasan belajar sebesar 45,83%. Selanjutnya, pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 82,33 dengan ketuntasan belajar mencapai 87,5%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan media lagu efektif dalam membantu peserta didik menguasai kosakata Bahasa Arab. Selain itu, media lagu juga mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, menyenangkan, serta meningkatkan partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran.
HUKUM ISLAM TERHADAP PERNIKAHAN BEDA AGAMA DAN PROSESI MENYANDINGKAN MEMPELAI DALAM TRADISI PERNIKAHAN MUSLIM DI INDONESIA Marhadi Muhayar; Priyanto Priyanto; Muhammad Luthfi Sulaeman; Achmad Ali Ridho; Nizar Bahalwan
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i2.1587

Abstract

Penelitian ini mengkaji dua isu strategis dalam hukum Islam kontemporer: konstruksi hukum Islam terhadap pernikahan beda agama dan tinjauan syariah atas prosesi menyandingkan mempelai dalam tradisi pernikahan Muslim di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan normatif-kualitatif dan metode library research, penelitian ini menganalisis dalil Al-Qur’an, pandangan empat mazhab, Fatwa MUI Nomor 4/MUNAS VII/MUI/8/2005 , serta kerangka hukum positif Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa pernikahan beda agama diharamkan secara berlapis dari nash Al-Qur’an, konsensus mazhab, fatwa institusional, hingga regulasi negara. Adapun prosesi bersanding dihukumi secara kondisional berdasarkan ‘urf ṣaḥīḥ dan maslahah mursalah: dibolehkan pasca-akad dengan menjaga batasan syariah, dan tidak dibolehkan bila memuat unsur kemusyrikan atau khalwat pra-akad.
MODEL DAN PENDEKATAN SUPERVISI DAN EVALUASI DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Anggi Budi Hartarto; Pangat Ketug Priyono; Rahman Afandi
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i2.1663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, model, dan pendekatan supervisi serta evaluasi di lembaga pendidikan Islam sebagai dasar pengembangan sistem supervisi yang adaptif terhadap tuntutan peningkatan mutu pendidikan. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui telaah kritis terhadap jurnal ilmiah terindeks, buku metodologi, serta dokumen kebijakan pendidikan Islam yang relevan. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, kategorisasi tema, penyajian hasil, dan interpretasi tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa supervisi pendidikan merupakan proses pembinaan profesional yang sistematis untuk meningkatkan kompetensi guru, sedangkan evaluasi berfungsi sebagai dasar pengambilan keputusan dalam peningkatan mutu pembelajaran. Model supervisi yang relevan meliputi model konvensional, ilmiah, klinis, dan artistik, sedangkan pendekatan supervisi mencakup pendekatan direktif, non-direktif, dan kolaboratif. Dalam evaluasi pendidikan dikenal model Goal Oriented, Goal Free, Formatif-Sumatif, dan Countenance. Kontribusi kajian ini terletak pada penyusunan sintesis konseptual mengenai keterpaduan model supervisi dan evaluasi yang sesuai dengan karakteristik lembaga pendidikan Islam sehingga dapat menjadi rujukan bagi kepala sekolah, pengawas madrasah, dan pengelola pendidikan dalam mengembangkan sistem supervisi yang lebih kolaboratif, kontekstual, dan berbasis peningkatan mutu.
KONTINUITAS DAN PERUBAHAN HUKUM KELUARGA DI NEGARA MUSLIM: PERSPEKTIF FIQH DAN LEGISLASI NASIONAL Irmi Irmi; Bastiar Bastiar
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i2.1723

Abstract

Penelitian ini menganalisis kontinuitas dan perubahan hukum keluarga Islam melalui perbandingan Indonesia, Mesir, dan Maroko, dengan menelaah hubungan antara fiqh klasik, legislasi nasional, struktur politik hukum, dan aktor sosial yang terlibat dalam reformasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif sosio-legal dan studi komparatif berbasis penelitian kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, dokumen kebijakan, literatur fiqh, serta studi akademik mutakhir. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola reformasi yang berbeda. Indonesia memperlihatkan pluralisme hukum yang menempatkan hukum Islam, hukum negara, dan norma sosial dalam relasi negosiasi; Mesir memperlihatkan kecenderungan sentralisasi melalui penguatan otoritas negara dalam kodifikasi hukum keluarga; sedangkan Maroko memperlihatkan reformasi berbasis maqāṣid yang lebih eksplisit dalam merespons tuntutan kesetaraan gender dan perubahan sosial. Perbandingan juga menunjukkan bahwa legislasi tidak semata-mata merupakan produk negara, tetapi terbentuk melalui interaksi antara lembaga negara, otoritas keagamaan, lembaga peradilan, organisasi masyarakat sipil, dan gerakan perempuan. Secara teoretis, legal pluralism digunakan untuk menjelaskan arena koeksistensi dan negosiasi berbagai sumber hukum, sedangkan maqāṣid al-sharī‘ah digunakan untuk menjelaskan orientasi normatif yang memberi legitimasi terhadap perubahan. Temuan ini menegaskan bahwa kontinuitas hukum keluarga Islam berlangsung terutama pada tingkat nilai dan tujuan, sementara bentuk normatifnya berubah mengikuti konfigurasi sosial-politik masing-masing negara. Reformasi hukum keluarga dengan demikian merupakan proses sosio-legal yang bersifat dinamis, kontestatif, dan kontekstual.
USHUL FIQH DAN TAGHAYYUR AL-AḤKĀM: Konstruksi Epistemologis Perubahan Hukum Islam dalam Fatwa Kontemporer di Indonesia Ingah Maulana; Mhd. Syahnan; Hasan Matsum
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i2.1736

Abstract

Perubahan sosial yang ditandai oleh perkembangan teknologi, transformasi ekonomi, kemajuan ilmu pengetahuan, serta perubahan pola kehidupan masyarakat telah melahirkan berbagai persoalan hukum Islam yang memerlukan respons melalui ijtihad. Kondisi tersebut menempatkan ushul fiqh sebagai disiplin ilmu yang berperan penting dalam menjelaskan hubungan antara perubahan realitas sosial dan perubahan hukum Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi epistemologis taghayyur al-aḥkām dalam perspektif ushul fiqh, menjelaskan pengaruh perubahan sosial terhadap proses ijtihad, serta mengkaji implementasinya dalam fatwa-fatwa kontemporer di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan. Data diperoleh dari al-Qur`an, Sunnah, kitab-kitab ushul fiqh klasik, literatur ilmiah, serta fatwa-fatwa yang diterbitkan oleh Majelis Ulama Indonesia, Dewan Syariah Nasional-MUI, Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama, dan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah. Analisis data dilakukan menggunakan content analysis dan analisis deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taghayyur al-aḥkām bukan sekadar kaidah yang menjelaskan kemungkinan perubahan hukum karena perubahan zaman, tetapi merupakan konstruksi epistemologis dalam ushul fiqh yang menghubungkan nash, realitas sosial, dan proses ijtihad. Perubahan sosial tidak secara langsung mengubah hukum Islam, melainkan memengaruhi proses penetapan hukum melalui analisis terhadap maqāṣid al-syarī'ah, maṣlaḥah, ‘illah, ‘urf, dan perangkat ushul fiqh lainnya. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa fatwa-fatwa kontemporer di Indonesia mencerminkan penerapan mekanisme tersebut dalam merespons persoalan hukum modern. Penelitian ini menawarkan model epistemologis yang menjelaskan hubungan antara perubahan sosial, proses ijtihad, dan perubahan hukum Islam sebagai kontribusi terhadap pengembangan kajian ushul fiqh kontemporer.
EFEKTIVITAS MEDIASI SEBAGAI ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA NON-LITIGASI DALAM PEMBATALAN HIBAH KEPADA ANAK KANDUNG SEBAGAI AHLI WARIS: Studi Kasus di Kecamatan Medan Belawan Ingah Maulana; Mhd. Yadi Harahap; Fauziah Lubis; Arifuddin Muda Harahap
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i2.1739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik mediasi serta efektivitasnya sebagai alternatif penyelesaian sengketa nonlitigasi dalam pembatalan hibah kepada anak kandung sebagai ahli waris di Kecamatan Medan Belawan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin seringnya sengketa hibah dalam lingkungan keluarga yang tidak hanya menimbulkan persoalan hukum mengenai kedudukan hibah dan warisan, tetapi juga berpotensi merusak hubungan kekeluargaan. Meskipun mediasi telah banyak digunakan dalam penyelesaian sengketa keluarga, kajian empiris mengenai efektivitasnya dalam perkara pembatalan hibah masih relatif terbatas. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari Kompilasi Hukum Islam, peraturan perundang-undangan, literatur ilmiah, serta putusan Pengadilan Agama Medan yang berkaitan dengan pembatalan hibah. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediasi merupakan alternatif penyelesaian sengketa yang efektif karena didukung oleh adanya itikad baik para pihak, kemampuan mediator membangun komunikasi dan kepercayaan, serta kuatnya budaya musyawarah yang masih hidup di masyarakat. Penyelesaian melalui mediasi tidak hanya memberikan kepastian hukum terhadap kedudukan hibah, tetapi juga mampu menjaga hubungan kekeluargaan, mengurangi potensi konflik berkepanjangan, serta mewujudkan kemaslahatan sesuai dengan prinsip hukum Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mediasi merupakan mekanisme penyelesaian sengketa nonlitigasi yang efektif dalam perkara pembatalan hibah kepada anak kandung sebagai ahli waris karena mampu mengintegrasikan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan tanpa mengabaikan keharmonisan hubungan keluarga.
KONSTRUKSI DIALEKTIS PEMBENTUKAN DAN PEMBANGUNAN HUKUM ISLAM PADA MASA RASULULLAH SAW DAN SAHABAT: Integrasi Wahyu, Realitas Sosial-Budaya Arab, dan Perubahan Sosial Ingah Maulana; Nispul Khoiri; Dhiauddin Tanjung; Imam Yazid
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i2.1746

Abstract

Pembentukan hukum Islam pada masa Rasulullah SAW dan pembangunan hukum pada masa sahabat umumnya dipahami sebagai dua fase sejarah yang terpisah, sehingga belum banyak kajian yang menjelaskan kesinambungan metodologis di antara keduanya dalam perspektif sosiologi hukum dan antropologi hukum. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pembentukan dan pembangunan hukum Islam melalui dialektika antara wahyu, realitas sosial-budaya Arab, dan perubahan sosial, serta merumuskan konstruksi konseptual yang menjelaskan hubungan ketiga unsur tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan sejarah, pendekatan konseptual, pendekatan sosio-legal, dan perspektif antropologi hukum. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap literatur klasik, serta berbagai referensi ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan analisis isi, analisis historis, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan hukum Islam pada masa Rasulullah SAW tidak berlangsung dalam ruang normatif yang terpisah dari kehidupan masyarakat, melainkan melalui proses dialogis antara wahyu dan realitas sosial-budaya Arab. Sementara itu, pembangunan hukum pada masa sahabat merupakan kelanjutan metodologis dari pola pembentukan hukum tersebut melalui mekanisme ijtihad yang tetap berorientasi pada prinsip-prinsip al-Qur`an, Sunnah, dan kemaslahatan. Penelitian ini menawarkan konstruksi dialektis pembentukan dan pembangunan hukum Islam yang mengintegrasikan empat unsur utama, yaitu wahyu sebagai sumber normatif, realitas sosial-budaya sebagai konteks pembentukan hukum, ijtihad sebagai mekanisme transformasi, dan perubahan sosial sebagai orientasi penerapan hukum. Temuan ini menegaskan bahwa karakter adaptif hukum Islam telah menjadi bagian inheren sejak periode awal Islam dan memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian sejarah hukum Islam, sosiologi hukum, antropologi hukum Islam, serta pembaruan hukum Islam kontemporer.
THE LIMITS OF CUSTOMARY AUTHORITY IN RESTRICTING MARRIAGE ELIGIBILITY FROM THE PERSPECTIVE OF ‘URFI MAQASIDI: AN ANALYSIS OF THE PROHIBITION ON INTER-CLAN MARRIAGE IN MINANGKABAU Yusuf Alrasyid Ridoza
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i2.1751

Abstract

This study examines the limits of customary authority in restricting marriage permissibility from the perspective of ‘urfi maqasidi, focusing on the prohibition of same-clan marriage in Minangkabau society. The study employs a qualitative approach combining field and library research. Primary data were obtained through semi-structured interviews with four informants consisting of three traditional leaders and one member of the Minangkabau community, while secondary data were obtained from relevant literature on Minangkabau customary law, ‘urf, maqasid al-shari‘ah, and Islamic family law. The findings show that the prohibition of same-clan marriage is maintained as a customary rule because it is considered beneficial for preserving kinship relations, clan honor, social order, and the continuity of the matrilineal system. From an ‘urfi maqasidi perspective, the practice may be categorized as a living ‘urf because it contains elements of social benefit and is related to hifz al-nasab. However, customary authority has limits: although adat may regulate social relations and establish ethical norms, it cannot transform a marriage that is permissible under Islamic law into an absolute religious prohibition. Same-clan marriage remains permissible under Islamic law as long as no prohibited mahram relationship exists. Therefore, the prohibition is more appropriately understood as a customary social and ethical regulation rather than an absolute prohibition under Islamic law.
HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU PAI DENGAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI SMA Sri Kandi; Guntur Cahaya Kesuma; Riyan Terna Kuswanto
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i2.1755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komunikasi antarpribadi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan karakter keagamaan siswa di SMA Life Skills Kesuma Bangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi. Populasi penelitian terdiri dari 102 siswa kelas XI, dengan sampel sebanyak 33 responden yang dipilih melalui pengambilan sampel acak proporsional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang mengukur komunikasi interpersonal guru PAI berdasarkan aspek keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan, serta karakter keagamaan yang mencakup iman, ibadah, dan perilaku moral. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan linearitas, serta regresi sederhana dan korelasi momen produk Pearson menggunakan SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara komunikasi interpersonal guru PAI dengan karakter keagamaan siswa, dengan nilai signifikansi 0,002 dan koefisien korelasi sebesar 0,516, yang termasuk dalam kategori sedang. Koefisien determinasi sebesar 0,266 menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal berkontribusi sebesar 26,6% terhadap variasi karakter keagamaan siswa, sedangkan 73,4% sisanya terkait dengan faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas interaksi guru PAI memainkan peran penting dalam mendukung internalisasi nilai religius, tetapi pembentukan karakter peserta didik tidak dapat bergantung pada komunikasi guru semata. Oleh karena itu, penguatan karakter religius perlu dilakukan melalui komunikasi interpersonal yang efektif sekaligus didukung oleh budaya sekolah, keterlibatan keluarga, lingkungan pergaulan, dan pendampingan peserta didik secara berkelanjutan.