cover
Contact Name
Edi Ilham
Contact Email
asianpublisher.id@gmail.com
Phone
+6285781169228
Journal Mail Official
asianpublisher.id@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Noer Ali Sumber Artha kalimalang Bekasi Barat 17134, Jawa Barat
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Published by Asian Publisher
ISSN : -     EISSN : 29644690     DOI : https://doi.org/10.58738/qanun
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies (E-ISSN 2964-4690) is a high-quality, open-access peer-reviewed international journal published two times a year (March, September) by Asian Publisher. QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies focusing on historical, comparative, and legal and societal approaches to Islamic law, we are also particularly interested in presenting data science tools and key sources that inform scientific analysis.
Articles 407 Documents
REKONSTRUKSI KONSEP MU‘ĀSYARAH BI AL-MA‘RŪF DALAM PEMENUHAN HAK KESEHATAN MENTAL ISTRI PASCAMELAHIRKAN: PERSPEKTIF MAQĀṢID AL-SYARĪ‘AH Fakhri Nabil Setyanto; Kholid Saifulloh
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i2.1759

Abstract

Kesehatan mental istri pascamelahirkan merupakan isu krusial bagi ketahanan keluarga, namun dalam kajian hukum keluarga Islam sering kali tereduksi dan dipahami di luar cakupan kewajiban hukum suami. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep mu‘āsyarah bi al-ma‘rūf sebagai landasan normatif pemenuhan hak kesehatan mental istri pascamelahirkan dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif melalui studi kepustakaan dengan pendekatan konseptual, perundang-undangan, dan analisis maqāṣid al-syarī‘ah. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif menggunakan teknik analisis isi. Kontribusi orisinalitas (novelty) penelitian ini terletak pada perluasan makna pemeliharaan jiwa (ḥifẓ al-nafs) yang tidak sekadar perlindungan fisik, melainkan secara spesifik memasukkan kesehatan mental ibu nifas ke dalam rukun kebutuhan primer (ḍarūriyyāt) sebagai kewajiban hukum (al-wājib al-syar‘ī) suami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep mu‘āsyarah bi al-ma‘rūf wajib dimaknai lebih komprehensif, melampaui pemenuhan nafkah material, dengan mewajibkan perlindungan psikologis dan pendampingan emosional secara aktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemenuhan hak kesehatan mental istri pascamelahirkan bukanlah sekadar anjuran moral, melainkan bagian integral dari kewajiban hukum suami demi melindungi jiwa dan keturunan (ḥifẓ al-nasl). Konstruksi ini sekaligus menjadi landasan filosofis bagi penguatan kebijakan, pendidikan pranikah, dan layanan konseling keluarga berbasis nilai-nilai Islam.
PERAN KELUARGA BESAR PIHAK PEREMPUAN DALAM PENENTUAN MAHAR: PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Abdul Kholik; Kholid Saifulloh
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i2.1764

Abstract

Kajian mengenai mahar dalam hukum Islam selama ini lebih banyak berfokus pada konsep, bentuk, nilai, serta praktik mahar dalam berbagai tradisi, sedangkan kajian mengenai batas kewenangan keluarga besar pihak perempuan dalam penentuan mahar masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan keluarga besar pihak perempuan dalam penentuan mahar serta merumuskan batas keterlibatannya menurut perspektif hukum Islam. Penelitian menggunakan pendekatan hukum normatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data meliputi Al-Qur’an, hadis, Kompilasi Hukum Islam, kitab fikih, buku, dan artikel ilmiah yang dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahar merupakan hak perempuan yang penentuannya didasarkan pada kesepakatan calon mempelai dengan mempertimbangkan prinsip kerelaan, kemampuan, dan kemaslahatan. Keluarga besar memiliki ruang untuk memberikan pertimbangan dan berpartisipasi dalam musyawarah, tetapi tidak mempunyai kewenangan mengambil alih hak perempuan atau menetapkan mahar secara sepihak. Penelitian ini menegaskan bahwa batas legitimasi keterlibatan keluarga besar terletak pada fungsi konsultatif, bukan fungsi determinatif, sehingga memberikan kontribusi konseptual terhadap kajian hukum keluarga Islam mengenai distribusi otoritas dalam penentuan mahar.
REKONSTRUKSI EPISTEMOLOGI MANAJEMEN PENDIDIKAN DI ERA SOCIETY 5.0: TELAAH FILSAFAT ILMU ATAS PARADIGMA INTEGRASI-INTERKONEKSI M. AMIN ABDULLAH Tukini Rahmawati; Habibi Habibi; Rosnawati Rosnawati; Buchori Buchori; Zulpahmi Hadi; Agus Sugianto; Retno Wahyu Ningsih; Yusrizal Yusrizal; Rizky Firnanda
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i2.1810

Abstract

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi epistemologi pengelolaan pendidikan di era Society 5.0 berdasarkan telaah filsafat ilmu terhadap pemikiran M. Amin Abdullah dan merumuskan relevansinya bagi pengembangan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui kajian terhadap karya M. Amin Abdullah, literatur filsafat ilmu, pendidikan Islam, serta artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma integrasi-interkoneksi dapat dikembangkan dari sekadar pendekatan relasional antarkeilmuan menjadi kerangka epistemologis yang mengintegrasikan dimensi keilmuan, nilai keislaman, kemanusiaan, dan perkembangan teknologi. Rekonstruksi tersebut menghasilkan prinsip epistemologis berupa keterpaduan pengetahuan, dialog lintas disiplin, dan orientasi humanistik-transformatif. Novelty penelitian ini terletak pada perumusan kerangka epistemologi pengelolaan pendidikan Islam yang menggeser pola pikir dikotomis menuju sistem integratif, adaptif, dan humanistik dalam menghadapi transformasi teknologi. Secara teoretis, penelitian ini memperluas penerapan paradigma integrasi-interkoneksi M. Amin Abdullah ke ranah pengelolaan pendidikan dengan menempatkan nilai, pengetahuan, manusia, dan teknologi sebagai unsur yang saling terhubung dalam pengambilan keputusan pendidikan. Kerangka ini menjadi landasan konseptual bagi pengembangan kepemimpinan, tata kelola, kurikulum, dan kebijakan pendidikan Islam yang responsif terhadap tuntutan Society 5.0 tanpa kehilangan orientasi nilai dan tujuan humanistik pendidikan.
AKSIOLOGI PENGEMBANGAN PERGURUAN TINGGI DALAM PEMIKIRAN AZYUMARDI AZRA: RELEVANSINYA BAGI MANAJEMEN PENDIDIKAN Zamharil Zamharil; Widyawati Widyawati; Riky Mayudi; Yulivia Indryani; Retno Wahyu Ningsih; Rita Rahmatillah; Yusrizal Yusrizal; Rizky Firnanda
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i2.1811

Abstract

Perkembangan perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga membutuhkan landasan nilai yang mampu mengarahkan tujuan pendidikan agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Kajian ini secara khusus berfokus pada pemikiran Azyumardi Azra sebagai objek material, dengan aksiologi sebagai pisau analisis untuk mengkaji nilai, tujuan, dan kemanfaatan ilmu dalam pengembangan perguruan tinggi serta relevansinya terhadap manajemen pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan filsafat ilmu melalui penelaahan berbagai literatur yang berkaitan dengan pemikiran Azyumardi Azra, aksiologi pendidikan, dan manajemen perguruan tinggi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Azyumardi Azra memandang perguruan tinggi sebagai institusi keilmuan yang tidak hanya berfungsi menghasilkan dan mengembangkan pengetahuan, tetapi juga membentuk manusia yang berintegritas, berkarakter, dan memiliki tanggung jawab sosial. Ditinjau dari perspektif aksiologi, pengembangan perguruan tinggi perlu diarahkan pada pemanfaatan ilmu yang berlandaskan nilai etika, moral, dan kemanusiaan serta berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Pemikiran tersebut memiliki relevansi terhadap manajemen pendidikan melalui penguatan tata kelola perguruan tinggi yang profesional dan berorientasi nilai, peningkatan mutu akademik, integrasi ilmu dan nilai keislaman, serta pengembangan budaya akademik yang bertanggung jawab secara sosial. Kontribusi orisinal kajian ini terletak pada perumusan keterkaitan antara pemikiran Azyumardi Azra dan perspektif aksiologi sebagai landasan konseptual bagi pengembangan manajemen pendidikan tinggi yang menempatkan keunggulan akademik, integritas moral, dan kemaslahatan sosial sebagai satu kesatuan. Dengan demikian, pemikiran Azyumardi Azra dapat menjadi pijakan dalam membangun paradigma manajemen pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara intelektual dan profesional, tetapi juga memiliki orientasi nilai, etika, dan tanggung jawab sosial.
TA’ARUF SEBAGAI ALTERNATIF ISLAMI DALAM PEMILIHAN PASANGAN HIDUP BAGI GENERASI Z: STUDI PERSEPSI DAN PRAKTIK MASYARAKAT DI KOMUNITAS MAHASISWA PECINTA ILMU (KMPI) Harits Abdillah; Arif Husnul Khuluq
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i2.1830

Abstract

Transformasi pola relasi pranikah di era digital telah mengubah cara Generasi Z membangun hubungan dan memilih pasangan hidup, sementara budaya pacaran semakin dominan dan ta’aruf sering dipersepsikan sebagai mekanisme yang kaku serta kurang relevan dengan kebutuhan generasi muda. Kondisi tersebut memunculkan kebutuhan untuk mengkaji apakah ta’aruf masih mampu menjadi alternatif Islami yang relevan dalam pemilihan pasangan hidup di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan praktik ta’aruf sebagai alternatif Islami dalam pemilihan pasangan hidup pada Komunitas Mahasiswa Pecinta Ilmu (KMPI), serta menjelaskan bagaimana praktik tersebut beradaptasi dengan perubahan sosial dan perkembangan teknologi sehingga mampu menjawab kebutuhan Generasi Z dalam memilih pasangan hidup. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik pengodean tematik dengan perspektif living law untuk memahami bagaimana norma ta’aruf dijalankan dalam kehidupan sosial komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ta’aruf pada KMPI dipraktikkan melalui keterlibatan mediator, penggunaan CV ta’aruf, komunikasi digital yang terarah, serta keterlibatan keluarga dalam proses pengambilan keputusan. Praktik tersebut memungkinkan kebutuhan pengenalan karakter calon pasangan tetap terpenuhi tanpa mengabaikan batasan syariat dalam relasi pranikah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ta’aruf telah berkembang menjadi norma sosial-keagamaan yang hidup dan adaptif terhadap kebutuhan Generasi Z, sehingga memiliki potensi untuk menjadi alternatif Islami yang relevan dalam pemilihan pasangan hidup sekaligus memperkaya pengembangan kajian Hukum Keluarga Islam dalam konteks masyarakat Muslim kontemporer.
LITERASI PEREMPUAN BERBASIS MAQASID SYARI'AH DI MA'HAD ALY INDONESIA: SINTESIS DINAMISME 'ILLAT KH. HASYIM ASY'ARI DAN IHTIYATH KH. ABDULLAH BIN YASIN DALAM FIQH MUAMALAH AL-MALIYYAH Muhammad Royyan Faqih Azhary; Agus Afandi; Ahmad ‘Ubaydi Hasbillah; Moh. Nailul Muna; Muhammad Satria Kamal
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i2.1745

Abstract

Penelitian ini mengkaji sintesis pemikiran KH. M. Hasyim Asy'ari dan KH. Abdullah bin Yasin dalam memahami hadis tentang pengajaran menulis bagi perempuan serta implementasinya di Ma'had Aly Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) di Pesantren Tebuireng, Pesantren Salafiyah Pasuruan, dan lima Ma'had Aly, penelitian ini menganalisis argumentasi fikih kedua tokoh melalui kritik hadis terintegrasi (sanad dan matan) serta analisis 'illat dan maqasid. Data dikumpulkan melalui dokumentasi naskah klasik, wawancara mendalam dengan alumni pesantren dan Ma'had Aly, serta observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan epistemologis mendasar: KH. Hasyim menggunakan pendekatan kontekstual-maqasidi dengan prinsip "al-hukmu yadūru ma'a 'illatihi", sehingga hukum pengajaran menulis bagi perempuan bersifat gradatif (boleh, sunah, makruh, haram, wajib) tergantung ada-tidaknya 'illat khauf al-mafasid. Sementara KH. Abdullah menggunakan pendekatan tekstual dengan prinsip "al-mafhūm lā yaruddu al-ṣarīḥ", menetapkan hukum asal sebagai karahah. Analisis kritik hadis menunjukkan kelemahan sanad hadis utama, sementara analisis matan menguatkan pendekatan berbasis 'illat. Sintesis dinamis 'illat KH. Hasyim dan ihtiyath KH. Abdullah menghasilkan model literasi perempuan yang responsif dan bertanggung jawab, di mana akses dan konten digital difilter (ihtiyath) namun mahasantri tetap diwajibkan mempublikasikan karya ilmiah (dinamisme). Model ini efektif diimplementasikan di Ma'had Aly dan relevan sebagai kerangka fiqh muamalah maliyyah di era milenial, sekaligus menjadi kontra-narasi terhadap ekstremisme tekstual yang melarang perempuan mengakses pendidikan.
Dari Litigasi ke Tahkim: Paradigma Baru Fiqh Perlindungan Konsumen, Melalui Arbitrase Syariah Responsif Arminsyah Arminsyah
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 2 No. 1 (2023): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, September 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v2i1.1917

Abstract

Dominasi penyelesaian sengketa melalui litigasi dalam perkara perlindungan konsumen belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan transaksi ekonomi syariah yang menuntut penyelesaian sengketa secara cepat, berkeadilan, dan selaras dengan prinsip-prinsip syariah. Kajian-kajian sebelumnya umumnya menempatkan arbitrase syariah (tahkim) hanya sebagai alternatif penyelesaian sengketa, tanpa membangun kerangka konseptual yang memosisikannya sebagai paradigma fiqh perlindungan konsumen. Berangkat dari kesenjangan tersebut, penelitian ini bertujuan merumuskan paradigma baru fiqh perlindungan konsumen melalui model arbitrase syariah yang responsif terhadap perkembangan hubungan hukum antara pelaku usaha dan konsumen. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif, yang dianalisis melalui teori perlindungan hukum, maqāṣid al-syarī'ah, dan konsep responsive law. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahkim memiliki legitimasi normatif yang kuat dalam hukum Islam maupun sistem hukum nasional serta lebih mampu mewujudkan penyelesaian sengketa yang sederhana, cepat, berbiaya proporsional, menjaga kerahasiaan para pihak, dan berorientasi pada kemaslahatan dibandingkan mekanisme litigasi. Penelitian ini juga menawarkan rekonstruksi konseptual berupa Paradigma Fiqh Perlindungan Konsumen Berbasis Arbitrase Syariah Responsif, yang mengintegrasikan prinsip keadilan (al-'adl), kemaslahatan (maṣlaḥah), kesetaraan para pihak, dan akses terhadap keadilan dalam satu model penyelesaian sengketa yang adaptif terhadap dinamika ekonomi syariah modern. Kebaruan penelitian ini terletak pada transformasi fungsi arbitrase syariah dari sekadar alternative dispute resolution menjadi kerangka normatif utama dalam pengembangan fiqh perlindungan konsumen, sehingga memberikan kontribusi teoritis terhadap pembaruan hukum ekonomi syariah sekaligus menawarkan model implementatif bagi penguatan sistem penyelesaian sengketa konsumen di Indonesia.