cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 409 Documents
Hubungan Self-Efficacy dengan Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Kebidanan Tingkat III dalam Persiapan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Kori Kornelia; Mira Arnita; Rati Purnama Sari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1307

Abstract

Latar Belakang: Objective Structured Clinical Examination (OSCE) menjadi salah satu metode evaluasi kompetensi klinik yang sering digunakan dalam pendidikan kebidanan, namun OSCE sering menimbulkan kecemasan pada mahasiswa sehingga dapat mempengaruhi performa akademik dan keterampilan mahasiswa selama ujian. Self-efficacy diduga berperan dalam mempengaruhi tingkat kecemasan mahasiswa saat menghadapi OSCE meskipun kontribusinya terhadap kecemasan masih harus diteliti lebih lanjut. Tujuan: Menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan kecemasan mahasiswa tingkat III dalam menghadapi OSCE. Metode: Penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 87 mahasiswa D3 Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang yang dipilih menggunakan purposive sampling. Self-efficacy diukur menggunakan General Self-Efficacy Scale (GSES), sedangkan kecemasan diukur menggunakan subskala kecemasan Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank karena data tidak berdistribusi normal (p<0,05). Hasil: Nilai Cronbach's Alpha GSES (0,894) dan DASS-21 Anxiety (0,870) menunjukkan reliabilitas sangat baik. Rata-rata skor self-efficacy adalah 30,91±3,29 (kategori sedang), sedangkan rata-rata skor kecemasan adalah 15,75±8,05 (kategori sedang). Sebagian besar responden memiliki self-efficacy sedang (66,7%) dan kecemasan sedang (40,2%). Hasil uji Spearman menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara self-efficacy dan kecemasan dengan kekuatan korelasi sangat lemah (r = -0,212; p = 0,048), yang berarti self-efficacy hanya menjelaskan 4,5% variasi kecemasan mahasiswa. Kesimpulan: Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self-efficacy dan kecemasan menghadapi OSCE. Meskipun self-efficacy berperan sebagai faktor protektif, kecemasan OSCE dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti kesiapan akademik, pengalaman klinik, dan faktor eksternal. Oleh karena itu, intervensi pengurangan kecemasan perlu bersifat komprehensif dan tidak hanya berfokus pada peningkatan self-efficacy semata.
Efektivitas Program Kesehatan dalam Pengendalian Risiko Iritasi Kulit Akibat Paparan Semen pada Konstruksi PT X Kesya Ratu Janna; Laila Kamila; Nico Linggi Pongmasangka
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1308

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penerapan program kesehatan kerja dalam pengendalian risiko iritasi kulit akibat paparan semen pada pekerja konstruksi di PT X. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumentasi terhadap pelaksanaan program promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program promotif dilaksanakan melalui toolbox meeting rutin yang meningkatkan pemahaman pekerja terhadap bahaya paparan semen dan pentingnya penggunaan alat pelindung diri. Upaya preventif dilakukan melalui penyediaan sarung tangan dan safety shoes. Program kuratif didukung oleh pelatihan P3K pada kecelakaan, akses klinik mitra, dan kepesertaan jaminan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja. Sementara itu, program rehabilitatif diterapkan melalui penyesuaian tugas kerja bagi pekerja yang mengalami iritasi kulit hingga pulih. Analisis HIRADC menunjukkan penurunan tingkat risiko dari kemungkinan terjadi menjadi kemungkinan rendah setelah pengendalian diterapkan. Kesimpulannya, penerapan program kesehatan kerja di PT X telah cukup efektif, namun perlu penguatan pada aspek prosedural, pemantauan kesehatan kulit, dan spesifikasi alat pelindung diri agar pengendalian risiko dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Analisis Cemaran Colifrom Dan Escherichia coli Pada Buah Potong (Rujak) Di Pantai Panjang, Kota Bengkulu Melalui Pendekatan Metode KIT dan MPN Betta Nirwana; Sipriyadi Sipriyadi; Rose Intan Perma Sari; Tri Danang Kurniawan; Putri Mulia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1309

Abstract

Buah potong (rujak) merupakan salah satu makanan siap saji yang banyak dikonsumsi masyarakat, namun memiliki risiko tinggi terhadap kontaminasi mikrobiologi akibat proses pengolahan dan penyimpanan yang kurang higienis. Keberadaan bakteri Coliform dan Escherichia coli pada pangan dapat menjadi indikator rendahnya sanitasi serta berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cemaran bakteri Coliform dan Escherichia coli pada buah potong (rujak) yang dijual di kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu serta membandingkan efektivitas metode Compact Dry EC (KIT) dan metode Most Probable Number (MPN). Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling terhadap 10 pedagang rujak. Analisis dilakukan menggunakan metode KIT untuk mendeteksi jumlah koloni bakteri dan metode MPN melalui uji penduga, uji penguat, serta uji pelengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 dari 10 sampel positif terkontaminasi Escherichia coli. Metode KIT menunjukkan jumlah bakteri tertinggi sebesar 800 CFU/mL, sedangkan metode MPN menunjukkan nilai tertinggi ≥1898/100 mL. Uji pelengkap pada media EMBA menunjukkan terbentuknya koloni hijau metalik yang mengindikasikan adanya Escherichia coli. Berdasarkan hasil tersebut, sebagian sampel buah potong (rujak) di Pantai Panjang Kota Bengkulu belum memenuhi standar keamanan pangan secara mikrobiologis.
Kajian Komparatif Kandungan Fitokimia dan Potensi Farmakologis Jahe Merah dan Jahe Putih di Indonesia Nerdy; Nilsya Febrika Zebua; Jeremia Pardo Simatuapang; Sayora Arilla Eliza; Belinda Azaria Zebua
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1310

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) dan jahe putih (Zingiber officinale var. amarum) merupakan komoditas farmasi unggulan Indonesia yang memiliki perbedaan profil fitokimia dan potensi farmakologis. Tujuan: Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk membandingkan profil fitokimia dan bioaktivitas kedua varietas jahe terhadap Staphylococcus aureus berdasarkan literatur tahun 2020–2026. Metode: Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review melalui database PubMed, Google Scholar, dan SINTA. Dari 145 artikel yang teridentifikasi, hanya 20 jurnal utama yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Hasil: Sintesis data menunjukkan jahe merah memiliki kandungan minyak atsiri (2,58%–3,90%) serta senyawa fenolik (gingerol dan shogaol) yang lebih tinggi dibandingkan jahe putih. Dalam pengujian antibakteri terhadap S. aureus, jahe merah menghasilkan diameter zona hambat sebesar 17,83 mm, lebih unggul dibandingkan jahe putih yang hanya mencapai 17,16 mm. Jahe merah juga menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 10,35 µg/mL serta potensi imunomodulator yang signifikan. Kesimpulan: Jahe merah memiliki efikasi farmakologis yang lebih unggul dibandingkan jahe putih, sehingga lebih direkomendasikan sebagai bahan baku utama dalam pengembangan produk fitofarmaka antibakteri dan imunostimulan terstandar di Indonesia.
The Correlation Between Platelet Count, Hematocrit, And Hemoglobin With The Severity Of Dengue Fever Patients At The Mutiara Hati Maternity Hospital Of Pringsewu Febri Jaya Gunawan; Mustofa Mustofa; Betty Simanjuntak; Winda Afikirtiani; Vovi Meidas Setia; Yayan Setia Pratama; Hanum Aurilia Az Zahra
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1312

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan infeksi virus yang di tularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aedypti yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dengan angka morbiditas dan mortalitas cukup tinggi pada tahun 2022 sebanyak 143.184 penderita DBD dab mengalami penurunan pada tahun 2023 sebanyak 114,720 penderita. Penentuan derajat keparahan DBD sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi berat seperti syok dengue pemeriksaan laboratorium berupa, Trombosit, Hematokrit, dan Hemoglobin sering digunakan sebagai indicator klinis dalam menilai derajat keparahan demam berdarah  dengue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah trombosit, hematokrit, dan hemoglobin dengan derajat keparahan DBD di RSIA Mutiara Hati Pringsewu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitin menggunakan pendekatan cross sectional retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 93 pasien DBD yang diperoleh dari data rekam medis priode januari – juni 2025 dan memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α = 0.05. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara trombosit dengan derajat keparahan DBD (p-value =0,001: OR = 7,179) dan memiliki hubungan yang signifikan antara hematokrit dengan derajat keparahan DBD ( p-value =0,001: OR = 6,900) sedangkan hemoglobin tidak menunjukan hubungan yang signifikan dengan derajat keparahan DBD ( p-value = 0,122). Sebagian besar pasien dari penelitian ini berada pada derajat keparahan I dan II dengan nilai trombosit, hematokrit, dan hemoglobin dalam kategori normal.
Hubungan Pengetahuan Dengan Keterampilan Ibu Heimlich Manuver Pada Orang Tua Yang Anaknya Sekolah Di TK Baitul Ilmi Pesawaran Muhammad Dirham Maqhfuri; Rilyani Rilyani; Aryanti Wardiyah; Anita Anita
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1316

Abstract

Latar Belakang: Tersedak (choking) merupakan kegawatdaruratan pernapasan yang mengancam nyawa anak akibat hipoksia. Fase oral dan rasa ingin tahu yang tinggi membuat balita serta anak prasekolah sangat rentan tersedak makanan atau benda asing. Keterlambatan penanganan >6 menit berisiko memicu kerusakan otak permanen hingga kematian. Kurangnya pengetahuan membuat orang tua panik dan salah bertindak. Heimlich Manuver merupakan teknik pertolongan pertama yang efektif, namun belum pernah disosialisasikan di TK Baitul Ilmi, di mana 25% 17 orang tua belum mengetahui cara penanganannya. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan keterampilan ibu dalam melakukan Heimlich Manuver pada orang tua di TK Baitul Ilmi Pesawaran tahun 2025. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain korelasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, kuesioner, dan observasi keterampilan penanganan tersedak. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Uji Chi-Square menunjukkan nilai Pearson Chi-Square sebesar 11,429 dengan p-value 0,002 (p < 0,05). Hasil ini membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang tersedak dengan keterampilan melakukan Heimlich Manuver. Kesimpulan: Semakin baik pengetahuan ibu, maka semakin baik pula keterampilan dalam melakukan Heimlich Manuver. Sebaliknya, pengetahuan yang kurang memicu tindakan yang tidak sempurna. Edukasi berkala sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapan orang tua.
Hubungan Tingkat Stres dengan Perilaku Emotional Eating pada Remaja di SMA Negeri 7 Kota Gorontalo Tasmi S Djafar; Siti Hajar Salawali; Vivien Novarina A. Kasim
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1318

Abstract

Emotional eating merupakan perilaku makan yang banyak ditemukan pada remaja dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, seperti pola makan yang tidak sehat dan peningkatan berat badan. Perilaku ini ditandai dengan kecenderungan mengonsumsi makanan sebagai respons terhadap emosi negatif dibandingkan rasa lapar fisiologis. Salah satu faktor yang berperan dalam munculnya emotional eating adalah tingkat stres. Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami stres akibat berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial selama masa perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stres dengan perilaku emotional eating pada remaja di SMA Negeri 7 Kota Gorontalo. Studi ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 163 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), sedangkan emotional eating diukur menggunakan Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ). Hasil uji bivariat menggunakan uji Spearman Rank . Mayoritas responden mengalami tingkat stres sedang (36,2%) dan perilaku emotional eating tinggi (38,7%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan perilaku emotional eating (p = 0,002; r= 0,469) dengan kekuatan korelasi sedang dan arah hubungan positif. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dan perilaku emotional eating pada remaja di SMA Negeri 7 Kota Gorontalo.
Penerapan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Fraktur Dengan Intervensi Keperawatan Pada Pasien Fraktur Dengan Intervensi Keperawatan Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Skala Nyeri Di Ruangan Mawar Rumah Sakit Umum Bina Kasih Medan Tahun 2026 Alfando Tuju; Aulia Razi Maulana; Dhea Amalia; Helena Sanofa; Winarti; Elis Anggeria
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1320

Abstract

Pendahuluan: Fraktur merupakan ancaman potensial maupun aktual terhadap integritas seseorang, sehingga akan mengalami gangguan fisiologis maupun psikologis yang dapat menimbulkan respon berupa nyeri. Low back pain karena facet joint syndrome jadi keluhan umum di RS akibat aktivitas berat. Kondisi ini ganggu mobilitas dan kualitas hidup pasien. Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan pada pasien Tn. T dengan penerapan intervensi relaksasi benson untuk untuk mengurangi nyeri fraktur di RSU Royal Prima Medan. Metode: Studi kasus deskriptif pada satu pasien dengan masalah keperawatan nyeri akut berhubungan dengan luka fraktur ditandai dengan kerusakan jaringan. Intervensi relaksasi benson, masing-masing 10 menit selama 3 hari menggukan skala NRS sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Sebelum intervensi skala nyeri 5 dengan tekanan darah 172/96 mmHg. Setelah 3 sesi intervensi, skala nyeri turun menjadi 3 dengan tekanan darah 122/80 mmHg. Keluhan nyeri pasien dapat dialihkan/distraksi dengan Teknik relaksasi bensonsehingga pasien mampu beraktivitas ringan dengan keluhan berkurang.
Daya Terima dan Kandungan Serat Bakpao Isian Pasta Kacang Merah Substitusi Tepung Bekatul dan Inulin Clara Oktora Napitupulu; Annis Catur Adi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1321

Abstract

Konsumsi serat pangan penduduk Indonesia masih rendah dan dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif. Pengembangan bakpao berbasis tepung bekatul, inulin, dan pasta kacang merah berpotensi menjadi alternatif makanan selingan sumber serat. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya terima dan kandungan serat pangan bakpao dengan substitusi tepung bekatul dan inulin. Penelitian menggunakan desain eksperimental murni dengan Rancangan Acak Lengkap, terdiri atas satu formula kontrol (F0) dan empat formula modifikasi (F1–F4) dengan perbedaan proporsi tepung bekatul dan inulin pada kulit serta isian bakpao. Uji hedonik dilakukan oleh 34 panelis semi terlatih menggunakan uji hedonik skala 6. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Formula modifikasi terbaik dianalisis kandungan serat pangan total menggunakan metode gravimetri. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antar formula pada atribut warna, rasa, tekstur, dan penerimaan keseluruhan, sedangkan aroma tidak berbeda signifikan. Formula F1 memperoleh skor penerimaan keseluruhan tertinggi di antara formula modifikasi, yaitu 4,29±0,79, serta mengandung serat pangan total 12,02 g/100 g dan 9,62 g/sajian 80 g. Bakpao F1 dapat dikategorikan sebagai makanan selingan tinggi serat dengan daya terima cukup baik.
Karakteristik Organoleptik dan Daya Terima Mochi Berbasis Tepung Ikan Lele, Daun Kelor, dan Isolat Protein Kedelai Indira Bashirah Rengganis; Annis Catur Adi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1322

Abstract

Anemia defisiensi besi pada remaja putri berkaitan erat dengan rendahnya asupan zat besi dan protein. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik organoleptik dan daya terima mochi yang disubstitusi dengan tepung komposit ikan lele, daun kelor, dan isolat protein kedelai (IPK) sebagai snack remaja putri usia 13-15 tahun. Desain eksperimental Rancangan Acak Lengkap digunakan dengan satu formula kontrol (F0) dan tiga formula substitusi (F1-F3). Uji mutu organoleptik dilakukan oleh empat panelis terbatas menggunakan skala 6 poin. Dua formula terbaik (F1 dan F2) bersama F0 diuji daya terimanya oleh 35 remaja putri SMP Negeri 2 Babat menggunakan skala hedonik 6 poin. Analisis data menggunakan Shapiro-Wilk, Friedman Test, dan Wilcoxon Signed-Rank Test. F1 memiliki karakteristik warna hijau muda, aroma sedap dengan sedikit kesan amis, rasa sedikit manis, dan tekstur sangat lembut, dengan skor tekstur melampaui kontrol (rerata 5,50 vs 4,75). Uji hedonik menunjukkan seluruh formula berada pada kategori “agak suka” hingga “sangat suka”. F1 tidak berbeda nyata dengan kontrol pada atribut rasa (p = 0,062) dan tekstur (p = 0,065), serta tidak berbeda nyata dengan F2 pada seluruh atribut (p > 0,05). F1 ditetapkan sebagai formula modifikasi terpilih.