cover
Contact Name
Andi Safitri Sacita
Contact Email
jurnalperbal@gmail.com
Phone
+6281213302660
Journal Mail Official
jurnalperbal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan Lamaranginang, Kel. Wara Utara, Kota Palopo, 91913
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
ISSN : 23026944     EISSN : 25811649     DOI : https://doi.org/10.30605/perbal
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini berisi tentang lingkup ilmu-ilmu pertanian, dengan prioritas pada ilmu dan teknologi tanaman (pangan, perkebunan, hortikultura, dan kehutanan), termasuk aspek pascapanen, sosial ekonomi, maupun ketatawilayahan.
Articles 241 Documents
Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Galur Tomat Hasil Persilangan Karina x Mawar: Growth and Production of Some Tomato Strains Resulting from the Cross of Karina x Mawar Muh. Farid; Feranita Haring; Muhammad Fuad Anshori; Katriani Mantja; Andi Dirpan; Siti Halimah Larekeng; Marlina Mustafa; Adnan, Adnan
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 1 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i1.3059

Abstract

Peningkatan konsumsi tomat semakin meningkat, namun produksi tomat masih lebih rendah dari potensi produksinya. Salah satu upaya dalam meningkatkan produksi tomat dapat dilakukan dengan penggunaan varietas unggul yang dapat beradaptasi baik dengan lingkungannya dan berproduksi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian lanjutan beberapa galur hasil persilangan Karina x Mawar terhadap karakter pertumbuhan dan produksi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin sejak bulan April hingga Juli 2023. Hasil yang didapatkan yaitu, galur hasil persilangan Karina x Mawar yang memberikan produksi terbaik adalah KM 69.6.8 (g8) dengan rata-rata produksi 1858.83 g dan berbeda nyata dengan kedua tetuanya, karakter yang memiliki nilai heritabilitas tinggi, yaitu karakter tinggi tanaman, tinggi dikotomus, jumlah cabang, umur berbunga, umur panen, jumlah tandan berbuah, jumlah buah total, panjang buah, diameter buah, bobot buah, jumlah biji perbuah dan produksi, serta terdapat 4 karakter yang berkorelasi positif nyata terhadap produksi, yaitu karakter tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah bunga pertandan dan jumlah tandan berbuah. The increase in tomato consumption is increasing, but tomato production is still lower than its production potential. One effort to increase tomato production can be done by using superior varieties that can adapt well to their environment and produce high yields. This research aims to carry out further testing of several lines resulting from the Karina x Mawar cross on growth and production characteristics. The research was carried out at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Hasanuddin University from April to July 2023. The results obtained were, the line resulting from the Karina x Mawar cross that gave the best production was KM 69.6.8 (g8) with an average production of 1858.83 g and was significantly different from the two parents, characters that have high heritability values, namely plant height, dichotomous height, number of branches, flowering age, harvest age, number of fruit bunches, total number of fruit, fruit length, fruit diameter, fruit weight, number of seeds per fruit and production, and there are 4 characters that have a real positive correlation with production, namely plant height, number of branches, number of flower bunches and number of fruit bunches.
Analisis Pemasaran Tembakau di Desa Lempang Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru: Analysis Marketing of Tobacco in Lempang Village Tanete Riaja Subdistrict Barru Regency Suaedin, Hasri Aynun; Lukman Yunus; Munirwan Zani; M Arhim
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 1 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i1.3064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui margin pemasaran tembakau di Desa Lempang Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru, (2) mengetahui efisiensi pemasaran tembakau di Desa Lempang Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk saluran pemasaran dan analisis kuantitatif pada pendapatan, margin dan efisiensi pemasaran (Farmer’s Share). Populasi dalam penelitian ini terdiri dari petani tembakau, pedagang pengumpul, pedagang besar dan perwakilan pabrik dengan jumlah populasi 23 responden. Hasil penelitian ini adalah saluran distribusi tembakau rajangan di Desa Lempang, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru yang paling dominan dalam menyerap tembakau ialah saluran distribusi 2. Tiap lembaga distribusi menjalankan fungsi pertukaran, fisik, dan fasilitas. Meskipun saluran distribusi 3 (petani-perwakilan pabrik) terbukti efisien, dalam konteks penelitian, saluran distribusi 1 (petani- perusahaan mitra) memiliki potensi pengembangan mengingat kebanyakan petani kekurangan jaringan dan usaha mereka berskala kecil. Melalui kerjasama ini, petani memperoleh akses ke input serta jaminan pasar yang lebih menguntungkan. Biaya terbesar dalam transaksi pembiayaan berkaitan dengan pencarian informasi, sementara dalam transaksi pemasukan dan pengeluaran, biaya utamanya adalah biaya negosiasi. This research aims to find out (1) knowing the tobacco marketing margin in Lempang Village, Tanete Riaja District, Barru Regency, (2) knowing the efficiency of tobacco marketing in Lempang Village, Tanete Riaja District, Barru Regency. This research was analyzed using qualitative descriptive analysis for marketing channels and quantitative analysis on revenue, margin and marketing efficiency (Farmer's Share). The population in this study consisted of tobacco farmers, collecting traders, wholesalers and factory representatives with a total population of 23 respondents. The results of this research are that the distribution channel for chopped tobacco in Lempang Village, Tanete Riaja District, Barru Regency which is most dominant in absorbing tobacco is distribution channel 2. Each distribution institution carries out exchange, physical and facility functions. Although distribution channel 3 (farmer-Factory Representative) is proven to be efficient, in the context of the research, distribution channel 1 (farmer-partner company) has development potential considering that most farmers lack networks and their businesses are small scale. Through this collaboration, farmers gain access to inputs and guaranteed more profitable markets. The biggest costs in financing transactions are related to searching for information, while in income and expenditure transactions, the main costs are negotiation costs.
Pengendalian Hama Tikus Sawah (Rattus argentiventer) dengan FOKUS (Fogging Tikus) Menggunakan Fumigan dari Ekstrak Cabai di Kecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu: Pest Control of Rats (Rattus argentiventer) with FOKUS (Fogging Rats) Using Repellent from Chili Extract in South Ponrang District Luwu Regency Yusri
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 3 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i3.3084

Abstract

Tikus sawah merupakan salah satu hama utama pertanaman padi yang dapat menyebabkan penurunan produksi hingga kegagalan panen. Berbagai teknik pengendalian dapat dilakukan guna untuk mengamankan produksi tanaman padi, salah satunya dengan metode fumigasi atau fogging. FOKUS (Fogging Tikus) merupakan alat yang dirancang untuk mengendalikan hama tikus dengan metode fumigasi atau pengasapan yang dilakukan pada sarang tikus. FOKUS dibuat dari peralatan bekas dan sederhana namun efektif untuk digunakan sebagai alat fumigasi. Alat FOKUS ini menggunakan bahan pengendali (fumigan) dari ekstrak cabai yang dapat menyebabkan rasa perih pada mata dan mengganggu sistem pernapasan tikus. Percobaan dilakukan di lahan sawah yang ada di Kecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu pada bulan Mei – Juni 2023. Dalam pengujiannya ada tiga varian jumlah semburan asap yang dilakukan, yaitu satu, tiga, dan lima semburan asap dengan waktu tunggu selama tiga menit dan selang waktu semburan asap selama 10 detik. Masing – masing jumlah semburan asap dilakukan percobaan selama tiga kali. Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan di lapangan memperlihatkan bahwa FOKUS berfungsi dengan sangat baik. Jumlah semburan 1 kali tidak efektif membuat tikus keluar dari sarang. Sementara itu, 3 kali semburan asap mampu membuat tikus keluar dari sarang namun masih aktif dan kondisi sehat. Sedangkan pada jumlah semburan asap 5 kali ditemukan tikus keluar dari lubang aktif dengan kondisi lemas. Tikus yang keluar dan terperangkap pada jaring kemudian dimatikan. Rats are one of the main pests of rice crops which can cause a decrease in production and even crop failure. Various control techniques can be used to secure rice production, one of which is the fogging method. FOKUS (Rat Fogging) is a tool designed to control rat pests using the fumigation method carried out in rat nests. This FOCUS tool uses a control agent (repellent) from chili extract. The experiment was carried out in rice fields in South Ponrang District Luwu Regency in May – June 2023. In the test, there were three variants of the number of smoke bursts carried out, namely one, three and five smoke bursts with a waiting time of three minutes with a smoke burst interval of 10 seconds. Each number of smoke bursts was tested three times. Based on the results of experiments carried out in the field, it shows that FOKUS functions very well. One burst is not effective in getting rats out of the nest. Meanwhile, 3 bursts of smoke were able to make the rats come out of the nest but were still active and in good health. Meanwhile, with 5 smoke bursts, rats were found coming out of the active holes in a weak condition. Rats that come out and are trapped in the net are then killed.
Pengaruh Konsentrasi Zat Etefon Terhadap Pematangan Buah Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) : The Effect of Ethephon Concentration on the Ripening of Kepok Bananas (Musa paradisiaca L.) Naima Haruna; Mudaffar, Rahmi Azizah
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 1 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i1.3105

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi zat etefon terhadap pematangan buah pisang kepok (Musa paradisiaca L). Penelitian ini dilakukan di BPP Wara Selatan dan dilaksanakan pada bulan Oktober 2023. Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan empat perlakuan konsentrasi etefon. Konsentrasi etefon yang pertama yaitu konsentrasi 0 ml/L air (e0), yang kedua yaitu konsentrasi etefon 2 ml/L air (e1), yang ketiga yaitu konsentrasi etefon 4 ml/L air (e2), dan keempat yaitu konsentrasi etefon 6 ml/L air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi etefon yang berbeda-beda pada setiap tandannya tidak berpengaruh nyata pada perubahan warna, kekerasan, berat buah, aroma, rasa dan masa simpan. Namun perlakuan konsentrasi etefon 6 ml/L air (e3) merupakan konsentrasi terbaik dibandingkan dengan konsentrasi lainnya karena dapat mempercepat proses pematangan pada pisang kepok. Bagian tandan yang lebih cepat matang adalah tandan bagian atas dan tengah. This research aims to determine the effect of the concentration of ethephon substances on the ripening of kepok banana fruit (Musa paradisiaca L). This research was conducted at BPP Wara Selatan and carried out in October 2023. This research used a field trial method with a Randomized Group Design (RAK) using four etephone concentration treatments. The first etephone concentration is a concentration of 0 ml/L water (e0), the second is an ethephone concentration of 2 ml/L water (e1), the third is an ethephone concentration of 4 ml/L water (e2), and the fourth is an ethephone concentration of 6 ml /L water. The results showed that giving different concentrations of ethefon to each bunch had no significant effect on changes in color, hardness, fruit weight, aroma, taste and shelf life. However, the Ethefon concentration treatment of 6 ml/L water (e3) is the best concentration compared to other concentrations because it can speed up the ripening process in kepok bananas. The parts of the bunch that ripen more quickly are the top and middle bunches.
Pengaruh Jarak Tanam pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Talas (Colocasia esculenta L.): The Effect of Plant Spacing on the Growth and Production of Taro Plants (Colocasia esculenta L.) M. Darmawan; Tuti Handayani Arifin; A. Khairun Mutia
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 1 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i1.3140

Abstract

Talas termasuk dalam jenis umbi-umbian yang merupakan salah satu sumber pangan yang penting karena memiliki sumber gizi yaitu karbohidrat, protein, lemak. Selain itu talas juga mengandung mineral dan vitamin. Produksi tanaman talas di Provinsi Gorontalo sangat rendah, hal ini disebabkan karena belum banyaknya yang melakukan penanaman talas atau hanya tumbuh liar. Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan mengatur jarak tanam pada budidaya tanaman talas. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Saripi, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2023. Penelitian ini berbentuk Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari empat perlakuan yaitu J0 : Jarak Tanam Petani 75 x 75 cm (Kontrol); J1 : jarak Tanam 30 x 30 cm; J2 : Jarak Tanam 40 x 40 cm; J3 : Jarak Tanam 50 x 50 cm. Hasil penelitian menunjukkan jarak tanam memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada tinggi tanaman dan bobot umbi. Perlakuan J3 dengan jarak tanam 75 cm x 75 cm merupakan perlakuan yang terbaik dibandingkan kontrol dan perlakuan lainnya. Rata-rata tinggi tanaman talas dengan perlakuan J3 yaitu 81.30 cm pada 8 MST sedangkan bobot umbi talas dengan perlakuan J3 sebesar 2.80 gram. Taro is a type of tuber which is an important food source because it has a source of nutrition, namely carbohydrates, protein and fat. Apart from that, taro also contains minerals and vitamins. Taro plant production in Gorontalo Province is very low, this is because not many people are planting taro or it just grows wild. One way that can be done is by adjusting the spacing when cultivating taro plants. This research was carried out in Saripi Village, Paguyaman District, Boalemo Regency, Gorontalo Province, which was carried out from May to August 2023. This research took the form of a Randomized Block Design consisting of four treatments, namely J0: Farmer Planting Distance 75 x 75 cm (Control); J1: Planting distance 30 x 30 cm; J2: Planting distance 40 x 40 cm; J3: Planting distance 50 x 50 cm. The results showed that planting distance had a significantly different effect on plant height and tuber weight. The J3 treatment with a planting distance of 75 cm x 75 cm was the best treatment compared to the control and other treatments. The average height of taro plants with the J3 treatment was 81.30 cm at 8 WAP, while the weight of taro tubers with the J3 treatment was 2.80 grams.
Pengaruh Berbagai Dosis Pupuk Organik Cair Ecofarm Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.): Effect Various Doses of Ecofarm Liquid Organic Fertilizer Against the Growth and Production of String Bean Plants (Vigna sinensis L. ) M. Darmawan; Tuti Handayani Arifin; Nurul Ainun Tangge
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 1 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i1.3155

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk organik cair ecofarm terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan yang dicobakan adalah dosis pupuk organik cair ecofarm yang terdiri dari tanpa pupuk cair organik (C0), pupuk organik cair ecofarm dengan dosis 4 liter/ha (C1), pupuk organik cair ecofarm dengan dosis 6 liter/ha (C2), pupuk organik cair ecofarm dengan dosis 8 liter/ha (C3) dan pupuk organik cair ecofarm dengan dosis 10 liter/ha (C4). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat20 bedengan percobaan. Hasil analisis uji lanjut menunjukkan perlakuan POC ecofarm memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang. Perlakuan dosis 10 liter/ha (C4), yang memberikan pengaruh nyata, baik terhadap tinggi tanaman kacang panjang yaitu 127,8 cm, jumlah daun kacang panjang 17,8 helai, panjang polong kacang panjang 59,1 cm, berat polong kacang panjang 43,0 g dan berat polong/ha 2485,0 kg. The aim of this research was to determine the effect of the dosage of Ecofarm liquid organic fertilizer on the growth and production of long bean plants. This research was carried out in the form of an experiment using a Randomized Block Design (RAK) with the treatments tested being the dosage of Ecofarm liquid organic fertilizer consisting of no organic liquid fertilizer (C0), ecofarm liquid organic fertilizer with a dose of 4 liters/ha (C1), ecofarm liquid organic fertilizer with a dose of 6 liters/ha (C2), ecofarm liquid organic fertilizer with a dose of 8 liters/ha (C3) and ecofarm liquid organic fertilizer with a dose of 10 liters /ha (C4). Each treatment was repeated 4 times so that there were 20 experimental beds. The results of further test analysis showed that the POC ecofarm treatment had a real influence on the growth and production of long bean plants. The treatment dose was 10 liters/ha (C4), which had a significant effect on the height of the long bean plants, namely 127.8 cm, the number of long bean leaves 17.8, the length of the long bean pods 59.1 cm, the weight of the long bean pods 43 .0 g and pod weight/ha 2485.0 kg.
Identifikasi Cendawan pada Rizosfer Tanaman Sagu (Metroxylon sagu Rottb.) di Kabupaten Luwu: Identification of Fungi in Rhizosphere of Sago Plants (Metroxylon sago Rottb.) in Luwu Regency Mutmainnah, Mutmainnah; Mangkunegara, Mariyam; Masluki, Masluki; Saruman, Sri Hastuty
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 1 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i1.3170

Abstract

Mikroorganisme yang ada di sekitar rizosfer memiliki peranan sangat penting untuk memelihara kesehatan akar tanaman. pengambilan nutrisi dan unsur hara serta melindungi tanaman dari kondisi lingkungan yang ekstrim serta bertindak sebagai agens pengendali hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai jenis cendawan pada rizosfer tanaman sagu di Kabupaten Luwu. Penelitian dilakukan pada areal pertanaman sagu di tiga Desa yaitu Daerah Aliran Sungai Makawa (Desa Bosso Timur Kecamatan Walenrang Utara), di Daerah Pesisir (Desa Lamasi Pantai Kecamatan Walenrang Timur) dan Daerah Rawa Mineral (Desa Pasamai kecamatan Belopa) Kabupaten Luwu, dilanjutkan di Laboratorium Sel dan Jaringan Fakultas Sains dan Laboratorium Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo. Isolasi cendawan rizosfer menggunakan metode umpan (Insect Bait Methode). Larva yang terinfeksi ditandai dengan munculnya miselium pada bagian-bagian tertentu dari tubuh yang dapat diamati dari ruas-ruas tubuhnya. Selanjutnya larva tersebut diisolasi pada media PDA dan diinkubasikan selama 3-7 hari pada suhu 22-25°C. Setelah koloni cendawan terbentuk (7 hari setelah tanam) dilakukan pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis. selanjutnya diidentifikasi. Jumlah cendawan yang ditemukan pada rizosfer tanaman sagu yaitu sebanyak 4 isolat yaitu dari genus Fusarium sp. (BLP1, LPPT1), Rhizopus sp. (BLP2), dan Metharizium sp. (LPHJ1). Microorganisms around the rhizosphere have a very important role in maintaining the health of plant roots. taking nutrients and nutrients and protecting plants from extreme environmental conditions and acting as a biological control agent. This research aims to determine various types of fungi in the rhizosphere of sago plants in Luwu Regency. Research was carried out in sago planting areas in three villages, namely the Makawa River Basin (East Bosso Village, North Walenrang District), in the Coastal Area (Lamasi Pantai Village, East Walenrang District) and the Mineral Swamp Area (Pasamai Village, Belopa District) Luwu Regency, continued in the Laboratory Cells and Tissues, Faculty of Science and Integrated Laboratory, Faculty of Agriculture, Cokroaminoto Palopo University. Isolation of rhizosphere fungi using the Insect Bait Method. Infected larvae are characterized by the appearance of mycelium in certain parts of the body which can be observed from the body segments. Next, the larvae were isolated on PDA media and incubated for 3-7 days at a temperature of 22-25°C. After the fungus colony was formed (7 days after planting) macroscopic and microscopic observations were carried out. then identified. The number of fungi found in the rhizosphere of sago plants was 4 isolates, namely from the genus Fusarium sp. (BLP1, LPPT1), Rhizopus sp. (BLP2), and Metharizium sp. (LPHJ1).
Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Berbagai Dosis NPK: Growth and Production of Several Varieties of Corn Plants (Zea mays L.) at Various Doses of NPK Rusnadi Padjung; Muh. Farid; Hari Iswoyo; Muhammad Farid Maricar; Ifayanti Ridwan Saleh; Ahmad Fauzan Adzima; Amin Nur
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 1 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i1.3173

Abstract

Jagung merupakan bahan pangan terpenting setelah beras, yang berperan penting sebagai bahan pangan, sumber pendapatan dan bahan baku strategis bagi pertanian dan pembangunan ekonomi Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon berbagai varietas jagung terhadap dosis pemupukan NPK yang memberikan pertumbuhan dan produktivitas terbaik. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Serealia Bajeng, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan pada ketinggian 27.2 mdpl, dengan titik koordinat 5○18’21.5”LS, 119○28’38.6”BT dan suhu rata-rata 28,5○C. Penelitian ini berlangsung pada bulan Mei hingga Oktober 2023. Penelitian ini disusun dalam rancangan petak terpisah, lima dosis pemupukan sebagai petak utama yang terdiri, 60 % N:P:K (120:90:60 kg.ha-1), 80% N:P:K (160:120:80 kg.ha-1), 100% N:P:K (200:150:100 kg.ha-1), 120% N:P:K (240:180:120 kg.ha-1) dan 140% N:P:K (280:210:140 kg.ha-1). Sedangkan anak petak adalah varietas jagung, yaitu Nasa 29, Bisi 18 dan Sinhas 1. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara dosis pemupukan 100% N:P:K (200:150:100 kg.ha-1) dengan varietas Bisi 18 memberikan produktivitas terbaik dibanding interaksi antar dosis pemupukan dan varietas lainnya dengan rata-rata produktivitas 11.04 t.ha-1. Dosis pemupukan yang memberikan produktivitas terbaik dibanding lima dosis pemupukan lainnya yaitu dosis pemupukan 100% N:P:K (200:150:100 kg.ha-1) dengan rata-rata produktivitas 9.28 t.ha-1. Varietas yang memberikan produktivitas terbaik dibanding dua varietas lainya yaitu Bisi 18 dengan rata-rata produktivitas 8.98 t.ha-1. Parameter yang memberikan korelasi positif terhadap produktivitas yaitu karakter tinggi tanaman, jumlah daun, tinggi letak tongkol, bobot tongkol kupasan, diameter tongkol, panjang tongkol, panjang tongkol berbiji, jumlah baris biji per tongkol, rendemen biji dan bobot 1000 biji. Maize is the most important food after rice, which plays an important role as food, a source of income and a strategic raw material for Indonesia's agriculture and economic development. This study aims to determine the response of various corn varieties to the dose of NPK fertilization that provides the best growth and productivity. The research was conducted at the Experimental Farm (KP) of the Bajeng Cereal Crops Research Center, Bajeng District, Gowa Regency, South Sulawesi at an altitude of 27.2 meters above sea level, with coordinates 5○18'21.5 "N, 119○28'38.6 "E and an average temperature of 28.5○C. This research took place from May to October 2023. The study was arranged in a separate plot design, five fertilizer doses as the main plot consisting of 60% N:P:K (120:90:60 kg.ha-1), 80% N:P:K (160:120:80 kg.ha-1), 100% N:P:K (200:150:100 kg.ha-1), 120% N:P:K (240:180:120 kg.ha-1) and 140% N:P:K (280:210:140 kg.ha-1). The results showed that the interaction between the fertilizer dose of 100% N:P:K (200:150:100 kg.ha-1) with the variety Bisi 18 gave the best productivity compared to the interaction between the fertilizer dose and other varieties with an average productivity of 11.04 t.ha-1. The fertilizer dose that gave the best productivity compared to five other fertilizer doses was 100% N:P:K (200:150:100 kg.ha-1) with an average productivity of 9.28 t.ha-1. The variety that gave the best productivity compared to the other two varieties was Bisi 18 with an average productivity of 8.98 t.ha-1. Parameters that provide a positive correlation to productivity are plant height, number of leaves, cob height, cob weight, cob diameter, cob length, cob length, number of seed rows per cob, seed yield and 1000 seed weight.
Produktivitas Beberapa Varietas Padi Umur Genjah (Oryza sativa L.) Pada Beberapa Paket Pemupukan Berbasis IOT (Internet of Thing) di Kabupaten Bone: Productivity of Some Early Maturing Rice Varieties (Oryza sativa L.) on Some IOT-Based Fertilization Packages (Internet of Thing) in Bone District Yunus Musa; Muh. Farid; Muhammad Fuad Anshori; Muhammad Farid Maricar; Nasaruddin, Nasaruddin; Ahmad Fauzan Adzima; Andi Amran Sulaiman
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 1 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i1.3174

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui interaksi antara varietas dengan paket pemupukan yang memberikan produktivitas berbasis IoT, mengetahui varietas yang memberikan produktivitas tinggi untuk setiap paket pemupukan berbasis IoT, mengetahui paket pemupukan yang memberikan produktivitas tinggi untuk setiap varietas berbasis IoT serta mengetahui korelasi antara setiap parameter dengan parameter utama produksi. Penelitian dilaksanakan di Desa Apala, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone pada bulan September 2022 hingga Januari 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah dengan petak utama yaitu paket pemupukan NPK = 200:100:100 tanpa kompos, NPK = 150:75:75 + 3 t.ha-1 kompos, dan NPK = 50:25:25 + 5 t.ha-1 kompos sedangkan anak petak adalah varietas Padjajaran, Cakrabuana, Inpari 13, Inpari 19, M70D, dan Inpari 32. Interaksi antara paket pemupukan NPK = 200:100:100 tanpa kompos dengan varietas Inpari 32 (P1V6) memberikan produktivitas terbaik yaitu dengan rata-rata 7.89 ton ha-1 dengan nilai NDVI 0.58. Varietas yang memiliki produktivitas tertinggi yaitu Inpari 32 (V6) dengan rerataan 7.11 ton ha-1 yang memiliki nilai NDVI 0.568. Pada varietas genjah, Inpari 13 (V3) memberikan produktivitas tertinggi dengan rerataan 6.68 ton ha-1 sedangkan nilai rerataan NDVI-nya adalah 0.542. Paket pemupukan dengan produktivitas terbaik adalah NPK = 150:75:75 + 3 t.ha-1 kompos (P2) dengan rerataan 6.11 ton ha-1 sedangan nilai NDVI yang dihasilkan yaitu 0.552. Karakter tanaman yang memiliki korelasi positif dengan produksi adalah tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, klorofil a, klorofil b, klorofil total, jumlah cabang, total gabah permalai, persentase gabah berisi permalai, panjang daun bendera, lebar daun bendera, bobot 1000 biji, produksi per rumpun dan NDVI. The research aims to determine the interaction between varieties and fertilization packages that provide IoT-based productivity, determine varieties that provide high productivity for each IoT-based fertilization package, determine fertilization packages that provide high productivity for each IoT-based variety and determine the correlation between each parameter with the main parameters of production. The research was conducted in Apala village, Barebbo sub-district, Bone Regency from September 2022 to January 2023. This study used a Separate Plots Design with the main plot being NPK fertilization package = 200:100:100 without compost, NPK = 150:75:75 + 3 t.ha-1 compost, and NPK = 50:25:25 + 5 t.ha-1 compost while the subplots were Padjajaran, Cakrabuana, Inpari 13, Inpari 19, M70D, and Inpari 32. The interaction between NPK fertilization package = 200:100:100 without compost with Inpari 32 variety (P1V6) gave the best productivity with an average of 7.89 tons ha-1 with NDVI value of 0.58. The variety that has the highest productivity is Inpari 32 (V6) with an average of 7.11 tons ha-1 which has an NDVI value of 0.568. In the early maturing variety, Inpari 13 (V3) gave the highest productivity with an average of 6.68 tons ha-1 while its average NDVI value was 0.542. The fertilizer package with the best productivity was NPK = 150:75:75 + 3 t.ha-1 compost (P2) with an average of 6.11 tons ha-1 while the resulting NDVI value was 0.552. Plant characters that have a positive correlation with production are plant height, number of productive tillers, flowering age, harvest age, chlorophyll a, chlorophyll b, total chlorophyll, number of branches, total grain yield, percentage of filled grain yield, flag leaf length, flag leaf width, 1000 seed weight, production per clump and NDVI.
Identifikasi Keberadaan Patogen Phytophtora sp. Menjadi Langkah Awal Seleksi Pohon Alpukat sebagai Sumber Entris di Desa Cakaruddu, Sulawesi Selatan: Identification of Phytophtora sp. Pathogen as the First Step in Selecting Avocado Trees as a Source of Scion in Cakaruddu Village South Sulawesi Indradewi, Riski; Suhaeni, Suhaeni; Andi Safitri Sacita
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 1 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i1.3176

Abstract

Alpukat merupakan tanaman penghasil buah yang dapat diperbanyak secara aseksual melalui sambung pucuk dengan memanfaatkan entris dari pohon induk asalnya untuk memperoleh keseragaman populasi sehingga dibutuhkan entris yang bebas patogen. Seleksi pohon induk melalui identifikasi memungkinkan untuk menghasilkan sumber entris yang bebas dari patogen seperti Phytophthora sp. Patogen tersebut merupakan penyebab penyakit pada tanaman alpukat yang serangannya dapat menyebabkan kematian pada tanaman. Tujuan dari penelitian ini yaitu memperoleh metode untuk seleksi awal pada pohon alpukat yang bebas dari patogen Phytophthora sp. Metode pada penelitian ini yaitu isolasi mikroorganisme dari pohon alpukat, seleksi isolat secara mikrokopis dan dilanjutkan denagn identifikasi tingkat molekuler menggunakan primer ITS 1 dan ITS 4. Sampel contoh yang digunakan pada penelitian ini yaitu sebanyak 10% dari populasi alpukat yang ada pada satu perkebunan. Hasil pada penelitian ini yaitu telah diperoleh isolat dari lima pohon alpukat yang digunakan sebagai sampel contoh. Isolat yang diperoleh memiliki kriteria yang menyerupai dengan Phytophthora sp. Berdasarkan spora yang dimiliki dan identifikasi lebih lanjut terhadap wilayah internal transcribed spacer (ITS) dari isolat tersebut, menunjukkan bahwa isolat yang diperoleh adalah Phanerochaete sp. bukan Phytophthora sp. Identifikasi suatu patogen seperti Phytophthora sp. pada pohon alpukat perlu dilakukan hingga tingkat molekuler untuk mendapatkan bahan tanam bebas penyakit. Avocado are fruit-producing plants that can be propagated asexually through shoot grafting by utilizing entries from the original parent tree to obtain population uniformity so that pathogen-free scions are needed. Selection of parent trees through identification makes it possible to produce scions sources that are free from pathogens such as Phytophthora sp. This pathogen is the cause of disease in avocado plants, whose attack can cause death of the plant. The aim of this research is to obtain a method for initial selection of avocado trees that are free from the pathogen Phytophthora sp. The method in this research is the isolation of microorganisms from avocado trees, microscopic selection of isolates and continued with molecular level identification using ITS 1 and ITS 4 primers. The samples used in this research were 10% of the avocado population on one plantation. The results of this research were that isolates were obtained from five avocado trees which were used as sample samples. The isolate obtained had criteria similar to Phytophthora sp. based on the spores possessed and further identification of the internal transcribed spacer (ITS) region of the isolate, it showed that the isolate obtained was Phanerochaete sp. not Phytophthora sp. Identification of a pathogen such as Phytophthora sp. on avocado trees needs to be done at the molecular level to obtain disease-free planting material.