cover
Contact Name
Mochamad Fariz Irianto
Contact Email
mochamadfarizirianto@gmail.com
Phone
+6285732331291
Journal Mail Official
admin@jurnalpengabdianmasyarakatbangsa.com
Editorial Address
Amirul Bangun Bangsa Publishing Jalan Terusan Mergan Raya No. 11 Tanjungrejo Sukun Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa
ISSN : -     EISSN : 29870135     DOI : 10.59837
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa published every month (12 times a year), contains disseminates every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the public, including field of science; Mathematics and Natural Sciences, Applied, Social, Law, Culture, Economics, Health, Farm, Food, Agriculture, education, and information technology etc, which published by Amirul Bangun Bangsa Publishing
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,506 Documents
Sosialisasi Dan Edukasi Pengomposan Sampah Rumah Tangga Menggunakan Media Komposter Ember Tumpuk Sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik Di Desa Mekargalih Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut Lestari, Dwintha; Azzahra, Fatimah; Suparman, Dini Ashifah; Rabbany, Adny Nuryr; Pitriasari, Leny; Al-Kautsar, Ahmad Satria; Andini, Nabila Putri; Indriani, Seni; Kaufua, Al Kahfi; Kusumo, Aryo; Al-Allim, Firstsonof Bino
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 7 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i7.1398

Abstract

Sampah organik dapat membawa dampak buruk terhadap lingkungan. Salah satu bencana yang paling terkenal di Indonesia akibat sampah organik terjadi pada tanggal 21 Februari 2005, dimana TPA Leuwigajah meledak dan membuat 2 Desa menghilang dari peta serta menewaskan 157 jiwa. Bencana ini dikenang sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap tanggal 21 Februari. Sektor rumah tangga menjadi pemasok sampah terbesar daripada sumber sampah lainnya (KLHK, 2020). Sosialisasi dan edukasi mengenai pengelolaan sampah dari sumber dan penerapan gaya hidup berkelanjutan menjadi amat penting dilakukan agar terjadi penurunan angka volume sampah yang masuk ke TPA. Potensi sampah yang dihasilkan masyarakat Desa Mekargalih yang memiliki 9622 penduduk yang jika dikalikan dengan standar jumlah sampah yang dihasilkan per individu berdasarkan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) yaitu 0,44 kg/orang maka diperoleh potensi sampah sebanyak 42,33 ton. Jumlah sampah yang telah terkelola sekitar 30% saja dari keseluruhan potensi sampah yang dihasilkan. Menanggapi hal tersebut Kelompok 57 KKN Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) mengusung inovasi pengomposan berskala kecil setingkat RT/RW yaitu komposter ember tumpuk. Komposter ember tumpuk diharapkan menjadi alternatif solusi dalam rangka mengurangi volume sampah organik yang tidak terkelola dengan baik pada sektor rumah tangga di Desa Mekargalih.
Perancangan dan Penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Di Kampung Cukang Kawung Desa Sirnajaya Garut Qudus, Ar Ruhul; Almardiyah, Aulia Zakiyah; Maulana, Cecep Agus; Ahsan, Muhammad Tazakka; Tauhid, Maulana Fahmi; Febrianti, Resy; Azzahra, Siti Fatimah; Wulandari, Tiara Dewi; Padilia, Tri Putri; Listiani, Yunita Puji; Hirzi, Aziz Taufik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 7 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i7.1399

Abstract

Kampung Cukangkawung, Desa Sirnajaya, Kabupaten Garut, memiliki potensi besar untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) guna memenuhi kebutuhan energi listrik lokal. PLTMH memanfaatkan aliran air yang stabil untuk menggerakkan turbin yang menghasilkan listrik, menjadikannya solusi yang efisien bagi daerah pedesaan yang kaya akan sumber daya air. Dengan kapasitas mencapai 150watt, teknologi ini mampu menyediakan energi yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan mendukung pemberdayaan masyarakat lokal. PLTMH adalah salah satu jenis pembangkit listrik yang termasuk dalam kategori Energi Baru Terbarukan (EBT). PLTMH menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan selain energi fosil, dan sangat bermanfaat bagi masyarakat di daerah terpencil. Penelitian ini bertujuan merancang PLTMH menggunakan bahan bekas seperti velg sepeda dan pipa PVC. Hasilnya, PLTMH memberikan solusi ramah lingkungan dan berbiaya rendah untuk masyarakat pedesaan. Namun, efisiensi sistem masih rendah (30%) karena keterbatasan peralatan dan debit air. Proyek ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut guna meningkatkan akses listrik dan memberdayakan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Kuliah Kerja Nyata: Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Bina Damai Di SDN 4 Sirnajaya Kabupaten Garut Qudus, Ar Ruhul; Almardiyah, Aulia Zakiyah; Maulana, Cecep Agus; Ahsan, Muhammad Tazakka; Tauhid, Maulana Fahmi; Febrianti, Resy; Azzahra, Siti Fatimah; Wulandari, Tiara Dewi; Padilia, Tri Putri; Listiani, Yunita Puji; Hirzi, Aziz Taufik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 7 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i7.1400

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wujud nyata dari tugas mahasiswa dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni aspek pengabdian. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat desa Sirnajaya maka terjadi sinergi antara perguruan tinggi dengan masyarakat sebagai wujud knowledge democracy. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pemberian pemahaman kepada siswa SDN 4 Sirnajaya tentang pentingnya perdamaian guna turut menekan kasus patologi sosial di Indonesia melalui bina damai dengan pendekatan psikoedukasi. Kegiatan bina damai ini menghasilkan analisis yang mengindikasikan bahwa dalam mengurangi angka patologi sosial berkaitan dengan siswa sekolah dasar diperlukan edukasi karakter cinta damai melalui pembinaan, penguatan komitmen dan kampanye damai di lingkungan sekolah. Adanya kerjasama dari berbagai elemen pendidikan, masyarakat dan keluarga dapat memberikan kontribusi signifikan untuk membentuk ekosistem damai bagi pertumbuhan putra bangsa di usia sekolah dasar.
Pendekatan Intradisipliner Dalam Sosialisasi Bahaya Dan Strategi Penanganan Kecanduan Gadget Pada Anak Di Garut Pramesti, Andhini Fauziyah; Usman, Irianti; Romdona, Elsya Nurvita; Putra, Irsyad Nabalah Yudiantara; Mubarok, Raihan; Rahma, Nida Aulia; Pratiwi, Arini Setya; Ulwiyyah, Hilwa; Fatahna, R Al Fathan; Faadhilah, Naufal; Nugraha, Rosyada
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 7 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i7.1401

Abstract

Peningkatan penggunaan gadget, khususnya smartphone, meningkat pesat di Indonesia, mencakup hampir semua lapisan masyarakat, termasuk anak-anak. Berdasarkan survei APJII 2017, terdapat 143,26 juta pengguna internet di Indonesia, dengan jenis perangkat yang paling sering digunakan adalah smartphone. Survei menunjukkan bahwa 98% anak sudah mengetahui tentang internet, dan 79,5% di antaranya adalah pengguna internet. Penggunaan gadget di kalangan anak-anak dapat memberikan dampak positif dan juga dampak negatif terhadap perkembangan mereka. Pada masa golden age, anak-anak mengalami perkembangan fisik dan psikologis yang signifikan, sehingga intervensi yang tepat sangat penting untuk mendukung pertumbuhan mereka. Orang tua berperan penting dalam mendampingi anak dalam penggunaan gadget. Dalam hal ini, KKN kelompok 71 Universitas Muhammadiyah Bandung merespons permasalahan di Kampung Tegallega ini dengan mengadakan program sosialisasi yang bertujuan untuk memberikan edukasi terkait bahaya dan strategi penanganan kecanduan gadget pada anak. Dengan pendekatan interdisipliner dari berbagai latar belakang program studi mahasiswa KKN, masyarakat Tegallega mendapatkan informasi yang komprehensif mengenai dampak dan solusi dari kecanduan gadget, baik dari segi kesehatan fisik, mental, sosial, keagamaan, dan keuangan, . Program ini berfungsi sebagai forum diskusi sekaligus katalisator perubahan sosial positif bagi masyarakat Kampung Tegallega. Dengan metode sharing session yang terdiri dari berbagai tahapan. Yaitu, koordinasi dan persiapan kegiatan yang meliputi penentuan tempat dan waktu pelaksanaan serta pembuatan materi, penyampaian informasi kepada peserta sosialisasi secara langsung maupun dengan pamflet, dan pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang diadakan di dua tempat berbeda dengan peserta yang berbeda pula agar informasi dan diskusi yang kami adakan lebih menyebar luas kepada warga Kampung Tegallega, Desa Langensari. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini melibatkan sesi diskusi interaktif dan penyampaian materi melalui presentasi, dengan penerimaan positif dari masyarakat setempat. Masyarakat pun menyambut baik dengan turut aktif dalam kegiatan serta dengan respon positif bahwasannya sangat terbantu dengan apa yang disampaikan.
Sosialisasi dan Pembuatan Lubang Resapan dalam Pengelolaan Sampah Organik di Lingkungan RT 01 dan RT 17 Desa Barukan Manisrenggo Prakosha, Donni; Sahira, Alya Nur; Prasetyo, Bayu Aji; Fitriani, Elisa Novita; Rajasa, Ferdhian Surya; Setiyaka, Gagah Wahyu; Jasmine, Indah Ayusora; Wiyono, Nabila Husna; Samsiyani, Riski; Kurniawan, Rizal Indra; Mayasyafira, Septica Devita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 8 (2024): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i8.1403

Abstract

Program sosialisasi dan pembuatan lubang resapan dalam pengelolaan sampah organik telah dilaksanakan di lingkungan RT 01 dan RT 17, Desa Barukan, Kecamatan Manisrenggo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik serta memberikan solusi praktis dalam mengurangi volume sampah yang dibakar. Program ini melibatkan serangkaian kegiatan sosialisasi yang menjelaskan konsep dan manfaat dari lubang resapan, teknik pembuatan, serta cara pemeliharaan yang tepat. Metode yang digunakan dalam program ini mencakup penyuluhan langsung kepada warga, demonstrasi pembuatan lubang resapan, dan pendampingan dalam pelaksanaan di lapangan. Sosialisasi dilakukan melalui pertemuan rutin RT, diskusi interaktif dengan warga untuk memastikan pemahaman yang menyeluruh mengenai teknik pengelolaan sampah organik ini. Hasil dari program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan partisipasi warga dalam pengelolaan sampah organik. Sebagian besar warga RT 01 dan RT 17 mulai menerapkan metode lubang resapan di lingkungan rumah mereka. Selain itu, program ini juga berhasil mengurangi jumlah sampah organik yang dibuang dan dibakar, meningkatkan kesuburan tanah, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Dengan demikian, program sosialisasi dan pembuatan lubang resapan ini terbukti efektif dalam mengelola sampah organik di tingkat rumah tangga, serta dapat dijadikan model bagi wilayah lain dalam upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Diharapkan keberlanjutan program ini akan terus meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Desa Barukan.
Sosialisasi Legalitas Usaha Bagi UMKM Dalam Pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) Di Desa Susukan Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan Fathanudien, Anthon
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 7 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i7.1404

Abstract

Kegiatan PkM dilaksanakan di Desa Susukan Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan dengan target pelaku usaha UMKM. Pelaku usaha tersebut meliputi pelaku usaha jasa bengkel, snack dan jajan tradisional dan lain sebagainya. Kegiatan PkM dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai faktor-faktor pendukung kegiatan usaha yaitu faktor legalitas usaha dalam pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) agar kegiatan usaha yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada profit semata, melainkan kegiatan usaha dapat terus berkembang di masa mendatang dengan memperhatikan dan menerapkan faktor pendukung kegiatan usaha. Dengan demikian kegiatan PkM diselenggarakan berupa sosialisasi mengenai legalitas usaha khususnya mengenai pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) dan legalitasnya Sosialisasi tersebut disesuaikan dengan permasalahan dan kebutuhan yang dihadapi oleh pelaku usaha UMKM yaitu dalam pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) di Desa Susukan Kecamatan Cipicung Kabupaten Kuningan. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap. Pertama tahap persiapan meliputi pra survei, pembentukan tim, pembuatan dan pengajuan proposal, korrdinasi tim dan mitra serta persiapan alat dan bahan pelatihan. Tahap kedua yaitu tahap pelaksanaan program berupa sosialisasi. Sosialisasi dilakukan melalui penyuluhan (pemaparan materi) dan diskusi serta pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha). Tahap ketiga yaitu tahap evaluasi dan pelaporan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan kondisi mitra sebelum dan sesudah pelaksanaan program dengan metode wawancara dan observasi. Setelah itu, dilakukan penyusunan laporan untuk selanjutnya dilakukan publikasi.Materi yang disampaikan dalam sosialisasi berupa pengenalan dan pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) serta legalitasnya, pengenalan dan pembuatan NIB (Nomor Pokok Berusaha) sebagai strategi pemasaran pengenalan mekanisme strategi pemasaran guna peningkatan penjualan. Hasil dan luaran kegiatan setelah dilaksanakan sosialisasi yaitu pertama, pelaku usaha mengalami peningkatan pemahaman mengenai fungsi pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) dalam legalitas usahanya. Selain itu terdapat pelaku usaha yang mulai menerapkan pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) sebagai upaya memperoleh perlindungan hukum terhadap usahanya. Kedua, pelaku usaha juga mengalami peningkatan pemahaman mengenai usahanya sebagai strategi pemasaran dan pelaku usaha menerapkan pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) yang menarik dan “menjual” bagi produk dan jasanya. Ketiga, pelaku usaha mengalami peningkatan pemahaman mengenai mekanisme strategi pemasaran dan pelaku usaha telah menerapkan media elektronik sebagai sarana promosi guna peningkatan penjualan. Dengan dilaksanakannya program ini, maka terjadi perbaikan tatanan nilai Masyarakat di bidang pendidikan khususnya bidang ilmu ekonomi dan hukum.
Bimbingan Teknis Pengisian Beban Kinerja Dosen (BKD) Melalui Aplikasi SISTER di Lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pelita Nusantara Tahun 2024 Ahmad, Adi; Maulidar, Maulidar; Adria, Adria; Susanto, Dimas Bagus; Yani, Rina Novi; Diman, Banta; Wanda, Edi; Ardiansyah, Ardiansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 8 (2024): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i8.1414

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dosen di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pelita Nusantara dalam pengisian Beban Kinerja Dosen (BKD) melalui Aplikasi SISTER. BKD merupakan komponen penting dalam evaluasi kinerja dosen yang meliputi kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan penunjang akademik. Aplikasi SISTER (Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi) adalah platform digital yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk memfasilitasi pengelolaan data dosen, termasuk pengisian BKD. Melalui bimbingan teknis ini, para dosen akan diberikan panduan langkah demi langkah dalam mengisi dan mengunggah laporan BKD secara efektif dan efisien. Program ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa dosen memahami peran penting BKD dalam akreditasi institusi dan dalam pengembangan karier akademik. Selain itu, pelatihan ini diharapkan mampu mengatasi kendala teknis yang sering dihadapi dosen dalam penggunaan aplikasi SISTER, seperti masalah sinkronisasi data dan kesalahan pengisian. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan dosen terhadap pelaporan BKD, sekaligus meningkatkan efisiensi proses pelaporan sehingga memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Hasil dari pelatihan ini akan dievaluasi berdasarkan ketercapaian indikator keberhasilan, termasuk pemahaman dosen terhadap aplikasi SISTER dan kemampuan mereka dalam menyelesaikan pengisian BKD dengan benar.
Strategi Pengembangan Desa Mandiri melalui BUMDes dalam Membangun Perekonomian Desa Jenawi Karanganyar Sari, Cynthia Permata; Abroor, Debrio Daffa; Praditya, Afnandida Lintang; Fitriani, Annisa Ayu Hanan; Khoiriyah, Fadilah Hasna; Yusianto, Haliffara Naufal; Isnandar, Kharisma Annisa Dyah; Janah, Miftachul; Fawwazzaidan, Muhammad Nadhif; Jiwa, Muhammad Tahrizi Aria; Al-Bahrayn, Parakleyto Majma' Al-Bahrayn; Larasati, Rifa Putria; Yudistira, Viananda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 8 (2024): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i8.1415

Abstract

Pengembangan ekonomi desa merupakan salah satu langkah strategis untuk mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) telah muncul sebagai bentuk kelembagaan ekonomi yang dikelola oleh masyarakat desa dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi lokal. Meskipun berbagai program pemerintah telah dilaksanakan untuk mengembangkan ekonomi desa, hasil yang diperoleh masih belum optimal, terutama disebabkan oleh intervensi pemerintah yang berlebihan dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan BUMDes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran BUMDes dalam meningkatkan ekonomi desa, dengan fokus pada Desa Jenawi di Kabupaten Karanganyar yang memiliki potensi pertanian signifikan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data primer diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi, serta data sekunder dengan terjun langsung ke lapangan. Setelah melakukan evaluasi mendalam terhadap kegagalan BUMDes sebelumnya dan dengan mempertimbangkan aspirasi warga Desa Jenawi, terdapat dua usulan unit usaha yaitu layanan digital printing dan toko bangunan. Keuntungan yang diperoleh dari berbagai usaha yang dijalankan oleh BUMDes akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes). Dana ini kemudian dapat digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan desa dan kegiatan sosial lainnya sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dengan demikian, BUMDes tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai pilar kemandirian desa.
Optimalisasi Daya Tarik Objek Wisata Pantai Seribu Cemara sebagai Destinasi Unggulan di Desa Sungai Bakau Kabupaten Seruyan Hujjatusnaini, Noor; Nadi, Nadi; Ziya, Kholida; Sukmawati, Erviana; Rahmadini, Lika; Nasution, Aulia Fajrurramadhina; Nisa, Zahratun; Selfia, Mega
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 8 (2024): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i8.1416

Abstract

Pantai Seribu Cemara, yang terletak di Desa Sungai Bakau, Kabupaten Seruyan, memiliki potensi pariwisata yang besar namun belum sepenuhnya dimanfaatkan. Kurangnya infrastruktur yang memadai menjadi salah satu kendala utama dalam menarik pengunjung. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik objek wisata Pantai Seribu Cemara melalui pengembangan infrastruktur yang berkualitas dan melibatkan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat setempat dalam setiap tahap kegiatan. Penelitian dilakukan dalam tiga tahapan: observasi awal untuk mengidentifikasi kebutuhan, pelaksanaan kegiatan pengembangan infrastruktur, dan evaluasi hasil program. Data dikumpulkan melalui wawancara, survei kepuasan pengunjung, dan observasi langsung Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kualitas infrastruktur, dengan rata-rata penilaian fasilitas kamar mandi umum, jalan akses, dan parkir masing-masing meningkat dari 3 (cukup baik) menjadi 5 (sangat baik). Keterlibatan masyarakat dalam program ini terbukti efektif, dengan persentase partisipasi warga dalam berbagai kegiatan mencapai 40%. Peningkatan ini berkontribusi pada peningkatan kepuasan pengunjung dan potensi pengembangan pariwisata di daerah tersebut. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan infrastruktur yang melibatkan masyarakat secara aktif berhasil meningkatkan daya tarik Pantai Seribu Cemara. Temuan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pengelola objek wisata dan masyarakat lokal sangat penting untuk keberlanjutan program dan pengembangan pariwisata. Rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut mencakup survei berkala untuk memahami kebutuhan pengunjung dan masyarakat, serta penambahan fasilitas yang mendukung.
Penerapan Teknologi Pengering Sepatu Pada Usaha Laundry Sepatu Upkeep di Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Iriani, Juli; Gunoro, Gunoro; Abdullah, Abdullah; Hutabarat, Nicodemus Firman River; Cholish, Cholish; Sitorus, Nobert; Pardede, Morlan; Syahruddin, M.; Siagian, Sinta Marito; Indah, Sarah Karima; Fikri, Akbar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 8 (2024): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i8.1417

Abstract

Usaha laundry sepatu saat ini banyak dijadikan pilihan pekerjaan bagi anak-anak muda dikarenakan sepatu merupakan alas kaki dan menjadi penunjang saat kita berpakaian. Hampir disemua aktifitas masyarakat lebih menyukai dan mengandalkan sepatu sebagai alas kaki sehingga kebersihannya juga harus diperhatikan. Kebersihan sepatu dilakukan dengan cara membersihkan dan mengeringkannya, dimana proses tersebut kebanyakan menggunakan jasa  laundry sepatu. Adapun kendala yang sering terjadi pada usaha laundry sepatu khususnya pada Laundry Sepatu Upkeep di Kec. Medan Tuntungan yaitu pada saat terjadi musim hujan maka proses pengeringan akan terhambat, selain itu proses pengeringan yang dilakukan secara manual (dijemur) cukup memakan waktu beberapa hari serta membuat warna sepatu menjadi pudar sehingga kurang efisien. Oleh sebab itu maka dibutuhkan sebuah alat untuk mengeringkan sepatu secara cepat tanpa adanya sinar matahari, sehingga alat pengering sepatu dapat digunakan kapan saja dengan waktu yang relatif cepat, selain itu tidak membutuhkan tempat yang luas, dapat digunakan untuk semua jenis sepatu, hemat daya dan biaya. Alat pengering sepatu ini bekerja dengan cara menghantarkan panas melalui heater yang di hembuskan melalui blower, memiliki timer dan sinar UV yang mempercepat proses pengeringan. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini berupa metode ceramah, diskusi dan demonstrasi alat serta dilanjutkan proses instalasi alat secara keseluruhan. Tahapan kegiatan dimulai dari survey lokasi mitra dan mencari informasi dari mitra berupa kendala apa saja yang terjadi pada usaha laundry sepatu ini. Tahapan berikutnya proses persiapan perancangan alat. Tahapan akhir pelaksanaan pendampingan pengoperasian dan perawatan alat pengeringan sepatu. Hasil kegiatan ini diharapkan mitra dapat menghasilkan proses pengeringan sepatu secara maksimal dilihat dari kuantitas dan kualitasnya.