cover
Contact Name
Mochamad Fariz Irianto
Contact Email
mochamadfarizirianto@gmail.com
Phone
+6285732331291
Journal Mail Official
admin@jurnalpengabdianmasyarakatbangsa.com
Editorial Address
Amirul Bangun Bangsa Publishing Jalan Terusan Mergan Raya No. 11 Tanjungrejo Sukun Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa
ISSN : -     EISSN : 29870135     DOI : 10.59837
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa published every month (12 times a year), contains disseminates every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the public, including field of science; Mathematics and Natural Sciences, Applied, Social, Law, Culture, Economics, Health, Farm, Food, Agriculture, education, and information technology etc, which published by Amirul Bangun Bangsa Publishing
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,923 Documents
Penguatan Sadar Wisata Melalui Program Sapta Pesona di Dusun Iroyudan, Bantul, DIY Aisha Astriecia; Ebtana Sella Mayang Fitri; Khundara Adiyoga Biwada; Fajar Chotibul Umam; Alvino Palmalito; Naila Syarafina Arif; Agustina Eka Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 6 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i6.4946

Abstract

Dusun Iroyudan, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul memiliki potensi wisata edukasi, budaya, dan kuliner berbasis masyarakat, namun kesiapan destinasi dari sisi layanan, kebersihan, dan pengemasan pengalaman wisata masih rendah karena penerapan Sapta Pesona belum berjalan konsisten. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menguatkan sadar wisata warga dan pelaku UMKM pendukung wisata melalui penerapan tujuh unsur Sapta Pesona (Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, Kenangan) secara terstruktur. Program dilaksanakan melalui sosialisasi, focus group discussion penyusunan SOP layanan, workshop kebersihan dan penataan titik publik, pelatihan paket wisata tematik dan storytelling, serta penguatan kelembagaan pengelola, yang diikuti sekitar 45 peserta lintas unsur warga, pemuda, dan UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan tersusunnya SOP penerimaan tamu dan rute kunjungan, terbentuknya tim kebersihan dan jadwal piket, tersusunnya satu paket wisata tematik disertai narasi storytelling, terbentuknya struktur pengelola destinasi, serta peningkatan pemahaman Sapta Pesona peserta berdasarkan pre-test dan post-test. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa poster/infografis Sapta Pesona dan berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal serta pengembangan Dusun Iroyudan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat yang lebih siap dan berkelanjutan.
Optimalisasi Pemahaman Siswa SMAN 11 Semarang terhadap Aspek Hukum Peredaran Konten Pornografi di Kalangan Pelajar Muhammad Iftar Aryaputra; Dian Septiandani; Sukimin Sukimin; Dharu Triasih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 6 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i6.4947

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa SMA Negeri 11 Semarang mengenai aspek hukum penyebaran konten pornografi melalui media elektronik, membangun kesadaran hukum, serta mendorong penggunaan media digital yang bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu pra kegiatan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan merupakan inti kegiatan berupa penyuluhan hukum yang dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, serta tanya jawab. Sebelum ceramah, peserta mengisi kuesioner sebagai pre-test. Setelah ceramah, peserta kembali diberikan kuesioner yang sama sebagai post-test. 83 dari 94 siswa mengisi kuesioner baik pre maupun post-test. Berdasarkan hasil kuesioner pre dan post-tes, terdapat peningkatan pada seluruh indikator yang diukur. Pemahaman peserta didik terkait aspek hukum pornografi di Indonesia meningkat dari 52,4% menjadi 91,56%, sedangkan pengetahuan mengenai sanksi hukum dari penyebaran konten pornografi meningkat dari 62,7% menjadi 98,79%. Dari hasil evaluasi berbasis data hasil kuesioner, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini efektif guna meningkatkan literasi dan kesadaran hukum peserta didik dalam menggunakan media digital sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
Transformasi Perspektif Masyarakat dalam Memaknai Pengelolaan Sampah Melalui Edukasi Lingkungan Berbasis Film dan Workshop di RW 05 Margorejo Surabaya Mohammad Nadif; Rivaatul Risqiah; Arini Nur Rizkia; Asri Nadia Gaisani; Rizqi Iqballudin; Anis Sukmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 6 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i6.4948

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah tidak hanya dipengaruhi keterbatasan sistem, tetapi juga rendahnya perspektif dan partisipasi masyarakat dalam memaknai pengelolaan sampah sebagai tanggung jawab bersama. Kegiatan ini bertujuan menganalisis transformasi perspektif masyarakat setelah mengikuti edukasi lingkungan berbasis film dan workshop di RW 05 Margorejo, Surabaya. Kegiatan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif melalui pemutaran film Menolak Punah, diskusi reflektif, workshop pengelolaan sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, serta praktik pemanfaatan pakaian bekas menjadi tas belanja ramah lingkungan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan Ketua RW, Ketua RT, pengurus Kader Surabaya Hebat (KSH), dan dokumentasi kegiatan. Data dianalisis menggunakan Transformative Learning Theory dari Jack Mezirow. Hasil menunjukkan adanya perubahan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak sumber, pemanfaatan kembali limbah tekstil, dan pengelolaan sampah organik. Perubahan perspektif juga ditunjukkan melalui munculnya komitmen dan inisiatif warga dalam memanfaatkan pakaian bekas, memperhatikan pengelolaan sampah organik, serta memaknai Bank Sampah sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan, bukan sekadar sumber nilai ekonomi. Temuan menunjukkan bahwa edukasi berbasis film, refleksi, dan praktik langsung berpotensi menjadi strategi pembelajaran transformasional dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan.
Penerapan Metode Activity Based Costing dalam Menentukan Harga Pokok Produksi pada UMKM Kripik Ikan Krider di Kota Serang Ita Lestari; Ahmad Solihin; Deni Rusli; Nurfazriah Nurfazriah; Heni Nursela; Satia Nurjanah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 6 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i6.4949

Abstract

UMKM memainkan peran kunci dalam ekonomi Indonesia, tetapi banyak yang masih menghadapi masalah dalam mencatat biaya produksi dengan tepat. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan manajerial UMKM Krider, sebuah usaha makanan ringan di Kota Serang, dalam menentukan harga pokok produksi (HPP) menggunakan metode Activity-Based Costing (ABC). Metode ABC dipilih karena lebih sesuai, sebab menghitung HPP berdasarkan penggunaan aktivitas nyata, bukan hanya biaya langsung saja. Aktivitas ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pelatihan mendalam bagi pemilik usaha, dengan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kasus. Temuan dari pengabdian ini menunjukkan bahwa metode ABC memberikan estimasi biaya yang lebih tepat dibandingkan metode konvensional, dan mengungkapkan adanya kelebihan biaya sebesar Rp.1.135 per pcs pada produk atau Rp.68.125 dalam satu kali produksi. Di samping itu, para pengusaha mulai menyadari pentingnya manajemen biaya overhead dan pemilihan penggerak biaya yang sesuai. Kegiatan ini juga menyediakan panduan praktis untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan menganalisis aktivitas produksi dengan cara yang terstruktur. Sebagai kesimpulan, penerapan metode ABC tidak hanya meningkatkan efisiensi finansial, tetapi juga memperkuat daya saing UMKM dalam menghadapi tantangan di pasar.
Pemberdayaan Siswa Melalui Pelatihan Ecobrick Sebagai Upaya Optimalisasi Program Bank Sampah di SDN 2 Jadikarya Indri Amara Rizki; Bagas Pandu Darmawan; Amelia Anggraini Rahmawati; Hawa Rokhmatiah; Anisa Puspita Dewi; Sagita Faidatun Nikmah; Ariqoh Salsabila; Marina Istiqomah; Fatkhul Mujib; Rif’atunisa Maemanah; Hesti Rodlotun Isah Azmi; Zaed Bin Ali Ismail; Ade Surya Antariksa; Alfina Heriyani; Intan Ayu Nuraeni; Ismail Ismail
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 6 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i6.4950

Abstract

Pengelolaan sampah di lingkungan sekolah tidak hanya membutuhkan kegiatan pengumpulan dan pemilahan, tetapi juga pemanfaatan sampah agar program pengelolaan dapat berjalan secara optimal. SDN 2 Jadikarya telah memiliki program bank sampah, tetapi pemanfaatan sampah plastik yang terkumpul belum optimal sehingga diperlukan alternatif kegiatan yang dapat memberikan nilai guna terhadap sampah sekaligus melibatkan siswa secara aktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan siswa melalui pengenalan dan pemanfaatan ecobrick sebagai upaya optimalisasi program bank sampah di SDN 2 Jadikarya. Kegiatan dilaksanakan melalui dua rangkaian, yaitu sosialisasi ecobrick pada kamis, 31 Juli 2026 yang diikuti oleh 78 siswa dan pembuatan kerajinan berbahan ecobrick pada selasa-kamis, 4-6 Agustus 2026 yang melibatkan mahasiswa KKN, guru, dan siswa. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, demonstrasi, pendampingan, praktik dan pemanfaatan hasil. Hasil kegiatan menunjukan bahwa sosialisasi memberikan pengenalan kepada siswa mengenai ecobrick sebagai salah satu alternatif pemanfaatan sampah plastik, sedangkan kegiatan praktik menghasilkan kerajinan berupa tulisan “SDN 2 JADIKARYA” yang dibuat dari botol ecobrick. Keterlibatan mahasiswa KKN, guru, dan siswa dalam proses pembuatan mencerminkan kerjasama antar-pihak dalam memanfaatkan sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna dan estetis bagi lingkungan sekolah. Kegiatan ini menunjukan bahwa ecobrick dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung optimalisasi program bank sampah melalui pengembangan kegiatan dari tahap pengumpulan menuju tahap pemanfaatan, meskipun capaian ini masih bersifat rintisan dan memerlukan tindak lanjut yang berkelanjutan.
Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Bahan Potensial Pendukung Antinyamuk Alami pada Kelompok PKK Desa Patoman, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, Lampung Yulistia Anggraini; Abdul Aji; Irwan Soedarmanto; Aditya Ayuwulanda; Fina Khaerunnisa Frima; Yoga Anjas Pratama; Indarto Indarto; Rahmat Kurniawan; Manuela Christin N; Ratu Zharifah Zalianty; Sherlyta Amalia Putri; Atthira Fadya Kirania; Teresia Hotmaida Pakpahan; Edria Khaira Arminta; Adam Bertrand Alexander; Muhammad Fikhran Junaidi; Desi Saragih; Hawa Purnama Celala Ary Cane
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 7 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i6.4955

Abstract

Pemanfaatan tanaman pekarangan sebagai sumber daya lokal dapat menjadi bagian dari edukasi masyarakat mengenai alternatif bahan pendukung pengendalian nyamuk. Pengamatan awal di RT 2 RW 2 Desa Patoman, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, menunjukkan bahwa sejumlah tanaman dan bahan seperti serai, lidah buaya, jeruk, kayu manis, dan selasih telah tersedia atau dikenal masyarakat, tetapi pemanfaatannya masih terutama sebagai bumbu, minuman, tanaman pekarangan, perawatan sederhana, atau belum dimanfaatkan lebih lanjut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan menyosialisasikan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan bahan lokal sebagai bahan potensial pendukung antinyamuk alami secara rasional dan aman. Kegiatan dilaksanakan melalui koordinasi mitra, pengamatan terhadap 7 pekarangan warga, penyusunan materi dan leaflet berdasarkan hasil pengamatan dan kajian literatur, serta sosialisasi kepada 20 anggota PKK melalui pemaparan interaktif, pengenalan bahan, diskusi, dan tanya jawab. Hasil pengamatan digunakan sebagai dasar pemilihan materi edukasi mengenai tanaman aromatik, minyak atsiri, perbedaan bentuk bahan, keterbatasan efektivitas, keamanan penggunaan, serta peluang pemanfaatan bahan lokal. Kegiatan menghasilkan leaflet edukasi dan terlaksananya diseminasi informasi kepada peserta. Peserta terlibat dalam diskusi dengan menyampaikan pengalaman mengenai tanaman dan pemanfaatannya di tingkat rumah tangga. Kegiatan ini menunjukkan terlaksananya edukasi berbasis potensi lokal.
Pemberdayaan Kader Remaja melalui Implementasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) untuk Meningkatkan Peran Sebagai Peer Educator di MAN 1 Malang Lisa Purbawaning Wulandari; Wahyu Setyaningsih; Naimah Naimah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 6 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i6.4958

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan generasi berkualitas, namun kapasitas remaja sebagai sumber informasi sebaya di lingkungan sekolah masih perlu diperkuat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader remaja sebagai peer educator dalam mendukung edukasi kesehatan reproduksi melalui implementasi Sekolah Siaga Kependudukan. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan partisipatif yang meliputi penyampaian materi kependudukan dan kesehatan reproduksi, komunikasi sebaya, praktik skrining kesehatan reproduksi, simulasi penyelesaian kasus, serta pemanfaatan media edukasi. Sasaran kegiatan adalah 45 kader remaja MAN 1 Malang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan serta observasi keterampilan kader. Hasil menunjukkan bahwa rerata pengetahuan meningkat dari 58,00 menjadi 79,67, dengan proporsi kader berpengetahuan baik meningkat dari 4,44% menjadi 75,56%. Sebanyak 95,56% kader mencapai kategori keterampilan baik dengan rerata nilai 96,52. Kegiatan juga menghasilkan Buku Remaja Berdaya, video edukasi, x-banner, dan permainan Remaja Berdaya sebagai media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan sekolah secara berkelanjutan. Integrasi pelatihan kader, praktik keterampilan, dan media edukasi berbasis kasus memberikan nilai tambah dalam memperkuat peran remaja sebagai edukator sebaya dan mendukung keberlanjutan edukasi kesehatan reproduksi di sekolah.
Pendampingan Praktik Kewirausahaan Mahasiswa melalui Diversifikasi Produk dan Optimalisasi Pemasaran Digital pada UMKM Dimsum by A.S.A di Kota Makassar Dirmansyah Darwin; Ahmad Faqhruddin Abdur-Rabb; Muhammad Yamin; Ahmad Fadhil Imran; Hafid Sumarwadji
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 6 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i6.4962

Abstract

Pembelajaran kewirausahaan di perguruan tinggi perlu memberi ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan konsep bisnis dengan persoalan nyata yang dihadapi pelaku usaha. Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari pendampingan dosen pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan kepada mahasiswa melalui keterlibatan langsung pada UMKM Dimsum by A.S.A di Kota Makassar. Kegiatan bertujuan mendampingi mahasiswa dalam mengidentifikasi kebutuhan mitra, merancang inovasi yang proporsional, melaksanakan uji coba, dan mengevaluasi hasilnya, sekaligus membantu mitra melakukan diversifikasi produk dan mengoptimalkan pemasaran melalui Instagram. Pelaksanaan dilakukan selama 14 hari pada 7-20 Februari 2026. Dosen berperan sebagai pengarah akademik dan supervisor, mahasiswa sebagai tim pelaksana lapangan, sedangkan pemilik UMKM sebagai mitra kegiatan. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, pencatatan penjualan produk inovasi, serta pengamatan aktivitas Instagram. Intervensi menghasilkan dua varian baru berupa dimsum goreng keju dan dimsum goreng keju mentai serta pengaktifan kembali Instagram sebagai media promosi. Selama periode uji coba, kedua varian baru terjual sebanyak 93 porsi dengan estimasi omzet kotor Rp1.534.500, sementara akun Instagram mencapai 213 pengikut setelah pendampingan. Respons konsumen terhadap produk baru cenderung positif dan pembelian ulang mulai ditemukan. Dari sisi pembelajaran, pendampingan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk berlatih mengidentifikasi masalah usaha, berkomunikasi dengan mitra, menguji solusi, dan membaca hasil secara lebih kritis. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan dosen yang mengintegrasikan pembelajaran kewirausahaan dengan kebutuhan riil UMKM dapat menghasilkan manfaat bagi mitra sekaligus memperkuat pengalaman belajar aplikatif mahasiswa.
Optimalisasi Serang Digital sebagai Upaya Meningkatkan Akses Layanan Publik Bagi Masyarakat di Kelurahan (Sukawana) Adi Suhendra; Wahyudi Wahyudi; Usnul Khotimah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 7 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i6.4966

Abstract

Transformasi pelayanan publik berbasis digital di Kota Serang menghadirkan kemudahan akses layanan, tetapi pemanfaatannya di tingkat masyarakat masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman dan keterampilan digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat Kelurahan Sukawana dalam memanfaatkan Serang Digital sebagai sarana akses pelayanan publik. Kegiatan dilaksanakan melalui observasi, sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, pendampingan, dan evaluasi dengan sasaran masyarakat Kelurahan Sukawana, khususnya Kampung Purut Sunda, yang melibatkan unsur kelurahan, rukun tetangga, rukun warga, pemuda, remaja, dan masyarakat setempat. Hasil evaluasi menunjukkan perubahan positif pada seluruh indikator yang diamati, yaitu pengetahuan mengenai Serang Digital meningkat dari 60% menjadi 95%, pemahaman fitur pelayanan dari 45% menjadi 95%, kemampuan mengakses layanan dari 45% menjadi 80%, dan kemampuan menggunakan layanan dari 50% menjadi 95%. Kegiatan juga menghasilkan pemahaman praktis mengenai layanan administrasi kependudukan dan perpajakan. Nilai tambah kegiatan terletak pada integrasi sosialisasi dengan praktik dan pendampingan langsung, sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga pengalaman menggunakan layanan digital. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam memperkuat literasi digital masyarakat sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik yang lebih mudah dan inklusif.
Pemanfaatan Limbah Ternak Kambing melalui Penyuluhan dan Demonstrasi Pembuatan Pupuk Organik Cair di Desa Ngaditirto Aulia Safira; Auvina Hasya Lupita; Agustine Gitania Kencana; Taula Mawar Suci; Septia Asma Nabilla; Listhia Hardiati Rahman; Ilham Ali; Muhamad Angzil Fatah; Rafi Amarullah AD Dharuqhutni; Panggih Fadilah; Dwi Angga Pratama; Listhia Hardiati Rahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 7 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i6.4967

Abstract

Limbah urine kambing di Desa Ngaditirto, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, sementara masyarakat masih bergantung pada pupuk kimia yang harganya terus meningkat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam mengolah urine kambing menjadi pupuk organik cair (POC), sekaligus mendorong kemandirian masyarakat dalam penyediaan pupuk organik guna mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui dua tahap, yaitu penyuluhan berupa ceramah dan diskusi mengenai POC, dosis, dan cara aplikasinya, serta demonstrasi langsung pembuatan POC menggunakan bahan urine kambing, EM4, molase, dan air. Kegiatan dilaksanakan pada 26 Juli 2026 di Balai Desa Ngaditirto, dan diikuti oleh 20 peserta dari kelompok peternak setempat. Hasil kegiatan berdasarkan observasi dan diskusi menunjukkan bahwa peserta terlibat aktif selama kegiatan, ditandai dengan antusiasme dalam mengikuti penyuluhan, mengajukan pertanyaan, serta berpartisipasi dalam tahapan demonstrasi pembuatan POC. Peserta juga menunjukkan pemahaman mengenai bahan, proses pembuatan, dan pemanfaatan urine kambing sebagai pupuk organik cair. Meskipun demikian, kondisi kandang yang belum berpanggung masih menjadi kendala teknis dalam memisahkan urine dan limbah padat, sehingga diperlukan dukungan sarana pengelolaan limbah yang memadai agar praktik ini dapat diterapkan secara optimal dan berkelanjutan.