cover
Contact Name
Ghufron
Contact Email
baak@unissula.ac.id
Phone
+6285200346203
Journal Mail Official
baak@unissula.ac.id
Editorial Address
Jurnal Ilmiah Sultan Agung (JISA) merupakan jurnal untuk memfasilitasi publikasi karya ilmiah mahasiswa yang terbit secara berkala dalam satu tahun setiap Maret dan September. JISA melingkupi bidang keilmuan Teknik, Kesehatan, Humaniora, Ekonomi dan Hukum.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sultan Agung
ISSN : -     EISSN : 29632730     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sultan Agung (JISA) merupakan jurnal untuk memfasilitasi publikasi karya ilmiah mahasiswa yang terbit secara berkala dalam satu tahun setiap Maret dan September. JISA melingkupi bidang keilmuan Teknik, Kesehatan, Humaniora, Ekonomi dan Hukum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 653 Documents
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENGHENTIAN PENUNTUTAN MELALUI REHABILITASI BERDASARKAN KEADILAN RESTORATIVE (STUDI KASUS: KEJAKSAAN TINGGI JAWA TIMUR) Erlina Dwi Virgianti; Andri Winjaya Laksana
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 5, No 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyalahgunaan narkotika di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dan selama ini masih didominasi oleh penerapan pidana penjara, padahal pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika pada hakikatnya merupakan pihak yang memerlukan pemulihan melalui rehabilitasi medis dan sosial sebagaimana dijamin dalam peraturan perundang-undangan. Pendekatan keadilan restoratif hadir sebagai alternatif kebijakan penegakan hukum dengan menempatkan pemidanaan sebagai upaya terakhir dan mengedepankan pemulihan, yang di lingkungan kejaksaan dilaksanakan berdasarkan Pedoman Jaksa Agung Nomor 18 Tahun 2021 sebagai perwujudan asas dominus litis. Implementasi kebijakan tersebut di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur tercermin dalam penanganan perkara penyalahgunaan narkotika yang diselesaikan melalui rehabilitasi. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis empiris. Spesifikasi penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Data yang digunakan dikelompokkan menjadi dua jenis: data primer dan sekunder. Hasil dari penelitian: 1) Penerapan penghentian penuntutan melalui rehabilitasi berbasis keadilan restoratif di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menempatkan pemidanaan sebagai upaya terakhir dengan mengutamakan pemulihan pecandu, korban, dan penyalahguna narkotika sesuai Pedoman Jaksa Agung Nomor 18 Tahun 2021 sebagai perwujudan asas dominus litis. Mekanisme tersebut dilaksanakan melalui tahapan penelaahan berkas dan profiling, asesmen rehabilitasi terpadu, persetujuan berjenjang hingga eksekusi rehabilitasi. 2) Hambatan penerapan penghentian penuntutan melalui rehabilitasi berbasis keadilan restoratif di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur berasal dari faktor internal berupa keterbatasan kualitas dan kuantitas SDM, sarana-prasarana dan anggaran, serta perbedaan standar penilaian, dan faktor eksternal yang meliputi sikap pelaku, rendahnya dukungan keluarga, serta pandangan masyarakat yang permisif terhadap penyalahgunaan narkotika. Upaya penyelesaiannya dilakukan melalui peningkatan kapasitas aparatur, penguatan manajemen penanganan perkara dan dukungan anggaran, penyeragaman pedoman penilaian, serta penguatan peran keluarga dan edukasi masyarakat guna memastikan rehabilitasi berjalan efektif dan tepat sasaran.Kata Kunci: Dominus Litis, Keadilan Restoratif, Pecandu, Penyalahguna Narkotika
PEMBUATAN QR CODE UNTUK TEMU KEMBALI ARSIP INAKTIF DI DEPOT ARSIP DINAS PERPUSTAKAAN UMUM DAN ARSIP DAERAH KOTA MALANG Nasywa Rona Ainun Salama; Erlangga Andi Sukma
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 5, No 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan arsip inaktif merupakan bagian penting dalam mendukung efektivitas administrasi dan kualitas layanan kearsipan pada instansi pemerintahan. Permasalahan yang sering dihadapi dalam pengelolaan arsip inaktif adalah lamanya waktu temu kembali arsip akibat sistem pencatatan yang belum terintegrasi secara optimal antara arsip fisik dan data digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Quick Response Code (QR Code) sebagai sarana temu kembali arsip inaktif di Depot Arsip Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan (action research) dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan SERVQUAL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan QR Code yang terintegrasi dengan Google Spreadsheets mampu mempercepat waktu temu kembali arsip dari beberapa menit menjadi hitungan detik serta meningkatkan kualitas layanan temu kembali arsip, khususnya pada dimensi responsiveness, reliability, dan tangibles. Penerapan QR Code juga mempermudah petugas dalam mengidentifikasi lokasi arsip secara lebih akurat dan sistematis. Penelitian ini merekomendasikan penerapan QR Code sebagai solusi praktis dan efektif dalam mendukung pengelolaan arsip inaktif di lingkungan instansi pemerintahan.Kata Kunci: Arsip inaktif, Temu kembali arsip, QR Code, Layanan kearsipan, Google Spreadsheets.
STUDENTS’ PERCEPTIONS OF MORNING CONVERSATION PROGRAM IN BUILDING SELF- CONFIDENCE AT MTS AL FALAH PUTERI BANJARBARU Munirah .; Kurniawan Yudhi Nugroho
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 5, No 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explored students’ perceptions of the morning conversation program in developing their self-confidence in speaking English at MTs Al Falah Puteri Banjarbaru. Although speaking confidence is widely recognized as essential for effective EFL communication, classroom practices in Indonesia often provide limited opportunities for authentic oral interaction. The morning conversation program, conducted weekly for 1.5 hours, was designed to provide consistent speaking practice in a supportive environment. However, little was known about how students themselves perceived this activity. Adopting a qualitative descriptive design, the study involved twelve eighth-grade female students selected through purposive sampling. Data were collected via semi-structured interviews that focused on students’ feelings, challenges, and perceived benefits of participating in the morning conversation sessions. Thematic analysis was employed to identify key patterns in the responses. The findings revealed three major themes: (1) a transition from initial anxiety to growing confidence through repeated participation, (2) persistent linguistic barriers (pronunciation, vocabulary, and grammar concerns) that continued to influence self-confidence, and (3) the critical role of repeated practice combined with a supportive peer and teacher environment in normalizing speaking and fostering courage. These perceptions indicate that the program effectively facilitated gradual confidence development, although linguistic challenges remained a significant influence. The study provides insights into how adolescent EFL learners interpret the value of routine morning conversations for enhancing speaking confidence and offers practical implications for teachers aiming to design supportive, confidence-building speaking routines in similar EFL classroom contexts.Keywords: Morning conversation program; self-confidence; speaking English; students’ perceptions; EFL learners
IMPLEMENTASI PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA-SISWI KELAS IV-VI MELALUI KEGIATAN TIKRAR DI SD IT ASSHODIQIYAH SEMARANG Nadia Maulida; Samsudin .; Toha Makhshun
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 5, No 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan tikrar dalam membentuk karakter disiplin siswa kelas IV–VI di SD IT Asshodiqiyah Semarang, mengidentifikasi nilai-nilai disiplin yang ditanamkan, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan tikrar dilaksanakan secara rutin setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai melalui tahap pembukaan, kegiatan inti berupa pengulangan bacaan Al-Qur’an, dan penutup. Kegiatan tersebut berperan dalam membentuk karakter disiplin siswa melalui pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Nilai disiplin yang ditanamkan meliputi disiplin waktu, kepatuhan terhadap tata tertib, tanggung jawab, serta kontinuitas dan konsistensi dalam menjalankan kegiatan. Faktor pendukung meliputi peran aktif guru, aturan yang jelas, pembiasaan rutin, dan lingkungan sekolah yang kondusif. Adapun faktor penghambat meliputi kurangnya kesadaran siswa, perbedaan kemampuan peserta didik, kurangnya dukungan orang tua, serta kondisi siswa yang mudah lelah dan bosan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan tikrar efektif sebagai salah satu strategi pembentukan karakter disiplin pada siswa sekolah dasar berbasis Islam.Kata Kunci: Tikrar, Karakter Disiplin, Pendidikan Agama Islam, Pembiasaan Religius
ANALISIS INTERNALISASI NILAI-NILAI PAI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA KELAS XI DI MA NU SAFINATUL HUDA KARIMUNJAWA TAHUN AJARAN 2025/2026 Andini Syiam Novianti; Ahmad Muflihin
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 5, No 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter religius peserta didik di tengah tantangan perkembangan teknologi, media sosial, dan perubahan lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai PAI, faktor pendukung dan penghambat, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter religius siswa kelas XI di MA NU Safinatul Huda Karimunjawa Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, guru Akidah Akhlak, Fikih, Al-Qur’an Hadis, SKI, Ke-NU-an, serta siswa kelas XI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai PAI dilaksanakan melalui keteladanan, pembiasaan, nasihat, praktik keagamaan, dan kegiatan religius madrasah. Faktor pendukung meliputi peran guru, dukungan orang tua, program keagamaan sekolah, dan pembiasaan religius. Faktor penghambat meliputi pengaruh media sosial, lingkungan pergaulan, rendahnya kontrol orang tua, serta karakteristik peserta didik yang beragam. Dampak internalisasi nilai PAI terlihat pada meningkatnya kedisiplinan ibadah, sikap hormat kepada guru, sopan santun, tanggung jawab, dan kesadaran menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: internalisasi, nilai-nilai pai, karakter religius, peserta didik, madrasah.
PENGARUH KREDIBILITAS SOCIAL MEDIA INFLUENCER SERTA KETERAMPILAN REVIEW PRODUK KOMPUTER TERHADAP MINAT PEMBELIAN PADA SATKER SPRIPIM POLDA MALUKU UTARA Danu Sulistya; Made Dwi Adjani
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 5, No 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah pola pemasaran produk secara signifikan. YouTube sebagai platform video sharing terbesar dengan 2,6 miliar pengguna aktif bulanan menjadi medium efektif untuk pemasaran produk teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kredibilitas social media influencer serta keterampilan review produk komputer terhadap minat pembelian pada personel Satuan Kerja Staf Pribadi Pimpinan (Satker Spripim) Polda Maluku Utara. Menggunakan paradigma positivistik, penelitian ini didasarkan pada teori kredibilitas sumber, teori review produk, dan teori minat pembelian. Metodologi penelitian bersifat kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian adalah seluruh personel Satker Spripim Polda Maluku Utara yang berjumlah 37 orang, dengan teknik pengambilan total sampling (sensus). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert 1–5. Instrumen penelitian dianalisis dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel kredibilitas social media influencer tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap minat pembelian produk komputer (signifikansi = 0,219 > 0,05). Sebaliknya, variabel keterampilan review produk terbukti memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap minat pembelian (signifikansi = 0,000 < 0,05) dengan koefisien regresi 0,746 dan standardized coefficient (Beta) 0,779. Secara simultan, kedua variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat pembelian, ditunjukkan oleh nilai F hitung 83,424 dengan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,831 menunjukkan bahwa 83,1% variasi minat pembelian dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen. Kesimpulan penelitian mengindikasikan bahwa dalam konteks produk komputer yang memerlukan pertimbangan teknis tinggi, konsumen cenderung lebih menghargai substansi informasi dan keterampilan review produk dibandingkan dengan kredibilitas influencer secara umum, meskipun kedua variabel secara bersama-sama memberikan kontribusi yang signifikan terhadap minat pembelian.Kata Kunci: Kredibilitas Social Media Influencer, Keterampilan Review Produk, Minat Pembelian, Komunikasi Pemasaran Digital, YouTube
FAKTOR DUKUNGAN SUAMI DAN PELAYANAN KELUARGA BERENCANA YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN UNMET NEED PADA PASANGAN USIA SUBUR DI KELURAHAN GEMAH KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Alfitra Sekarayu Falahayati; Is Susiloningtyas; Machfudloh .
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 5, No 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unmet Need merupakan kondisi pasangan usia subur yang ingin menunda atau menghentikan kehamilan tetapi tidak menggunakan metode kontrasepsi apapun. Angka Unmet Need di Indonesia pada tahun 2024 masih tergolong tinggi yaitu sebesar 11,1% dan belum mencapai target BKKBN sebesar 7,4%. Tingginya angka Unmet Need dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal, diantaranya kurangnya dukungan suami dan belum optimalnya pelayanan keluarga berencana (KB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor dukungan suami dan pelayanan KB terhadap kejadian Unmet Need pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Kelurahan Gemah Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 198 wanita usia subur dengan jumlah sampel sebanyak 66 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan kejadian Unmet Need dengan nilai p-value sebesar 0,016 (<0,05). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara pelayanan KB dengan kejadian Unmet Need dengan nilai p-value sebesar 0,003 (<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah dukungan suami dan pelayanan KB memiliki hubungan terhadap kejadian Unmet Need pada pasangan usia subur. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan keterlibatan suami dalam pengambilan keputusan penggunaan kontrasepsi serta optimalisasi pelayanan, konseling, dan pemberian informasi KB guna menurunkan angka Unmet Need di masyarakat. Kata Kunci: Dukungan suami, Pelayanan KB, Unmet Need, PUS.
IMPLEMENTASI METODE UMMI DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN PADA SISWA KELAS 3 DI SDIT NURUL IMAN SEMARANG TAHUN AJARAN 2025/2026 Annisa Ushofi; M. Muhtar Arifin Sholeh
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 5, No 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Metode Ummi dalam Pembelajaran al-Qur’an pada Siswa Kelas 3 di SDIT Nurul Iman Semarang Tahun Ajaran 2025/2026. Fokus kajian meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran guna memastikan standar mutu bacaan siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan pihak manajerial serta pengampu, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Metode Ummi telah berjalan secara sistematis sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari Ummi Foundation. Perencanaan dilakukan melalui standarisasi kurikulum yang mengacu pada Ummi Daerah (UMDA) Semarang, pelaksanaan placement test untuk pengelompokan (grouping) siswa berdasarkan kemampuan, serta penyiapan sarana fisik seperti alat peraga dan buku prestasi. Pelaksanaan KBM dilakukan secara konsisten dengan menerapkan tujuh tahapan pembelajaran (pembukaan, hafalan/murojaah, penanaman konsep, pemahaman, latihan, evaluasi, dan penutup) menggunakan teknik baca simak dan nada Rost. Evaluasi dijalankan secara berjenjang mulai dari penilaian harian di buku prestasi, tes kenaikan jilid, hingga ujian akhir resmi (munaqosyah) oleh penguji eksternal. Faktor pendukung utama meliputi kompetensi guru yang tersertifikasi tashih, ketersediaan alat peraga yang lengkap, serta dukungan finansial dan kebijakan penuh dari pihak sekolah. Adapun faktor penghambat mencakup perbedaan kecepatan daya tangkap siswa (mix group), keterbatasan ruang kelas, serta kurangnya pendampingan orang tua di rumah. Solusi yang diterapkan sekolah meliputi fleksibilitas teknik mengajar (sistem privat), pemberian tugas rumah (PR), penggunaan sekat ruangan non-permanen, serta penguatan sinergi dengan orang tua melalui program parenting. Kata Kunci: Implementasi, Metode Ummi, Pembelajaran Al-Qur’an, SDIT Nurul Iman Semarang.
KEABSAHAN PERKAWINAN MENURUT HUKUM KELUARGA ISLAM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP STATUS ANAK Dava Arif Nur Azis; Winanto .
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 5, No 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui ketentuan mengenai keabsahan perkawinan menurut hukum keluarga Islam dalam sistem hukum di Indonesia dan untuk mengetahui kedudukan dan status hukum anak yang lahir dari perkawinan yang tidak memenuhi syarat sah menurut hukum keluarga Islam. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif bersifat deskriptif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Analisis data dilakukan secara kualitatif untuk mengkaji keabsahan perkawinan dan implikasi yuridisnya terhadap status anak menurut hukum keluarga Islam. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ketentuan mengenai keabsahan perkawinan menurut hukum keluarga Islam dalam sistem hukum di Indonesia. Perkawinan dinyatakan sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jo Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Bagi umat Islam, keabsahan merujuk pada pemenuhan rukun dan syarat dalam Kompilasi Hukum Islam, termasuk adanya wali nikah dan dua orang saksi. Meskipun sah secara agama, Pasal 2 ayat 2 mewajibkan pencatatan perkawinan oleh negara demi perlindungan hukum. Perkawinan di bawah umur tanpa dispensasi pengadilan tidak dapat dicatatkan secara administratif, namun dapat diajukan melalui proses itsbat nikah. Hakim dalam proses itsbat nikah akan mempertimbangkan aspek kemaslahatan serta terpenuhinya syariat Islam untuk menentukan legalitas perkawinan tersebut di mata negara. Dan k edudukan dan status hukum anak yang lahir dari perkawinan yang tidak memenuhi syarat sah menurut hukum keluarga Islam. Status hukum anak sangat bergantung pada keabsahan perkawinan orang tuanya sesuai Pasal 42 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jo Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah secara syariat Islam, meskipun belum tercatat secara resmi oleh negara, tetap diakui sebagai anak sah yang memiliki hubungan nasab dengan ayahnya. Namun, jika perkawinan tersebut tidak memenuhi rukun agama, maka anak hanya memiliki hubungan perdata dengan ibu dan keluarga ibunya sesuai Pasal 43. Perlindungan terhadap anak dalam perkawinan di bawah umur diupayakan melalui jalur itsbat nikah agar anak memperoleh hak administratif seperti akta kelahiran. Kepastian hukum ini penting guna menjamin hak nafkah, pendidikan, serta hak kewarisan anak di masa depan.Kata Kunci : Hukum Keluarga Islam, Implikasi Yuridis, Keabsahan Perkawinan, Status Anak.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KREDITUR DALAM PERJANJIAN HUTANG PIUTANG YANG TIDAK DIBUAT SECARA TERTULIS MENURUT KUHPERDATA Davicho Mahendra Putra; Dini Amalia Fitri
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 5, No 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perjanjian hutang piutang merupakan salah satu bentuk perikatan yang sangat umum terjadi di tengah masyarakat Indonesia, baik yang dilakukan secara formal maupun informal. Masalah utama muncul ketika perjanjian tersebut hanya dibuat berdasarkan kesepakatan lisan tanpa adanya bukti tertulis yang otentik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan perjanjian hutang piutang tidak tertulis menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) serta bentuk perlindungan hukum bagi kreditur apabila debitur melakukan wanprestasi. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yang didukung dengan pendekatan yuridis sosiologis untuk melihat praktik di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian lisan tetap sah secara hukum berdasarkan asas konsensualisme dalam Pasal 1320 KUHPerdata, sepanjang memenuhi syarat sah perjanjian. Namun, kreditur menghadapi kendala besar dalam aspek pembuktian di pengadilan jika terjadi sengketa. Perlindungan hukum bagi kreditur dapat dilakukan melalui upaya preventif berupa pencatatan saksi atau kuitansi, serta upaya represif melalui gugatan perdata ke pengadilan dengan memanfaatkan alat bukti saksi, persangkaan, dan pengakuan untuk memperkuat posisi hukum kreditur di hadapan hakim.Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Kreditur, Hutang Piutang, Perjanjian Lisan, KUHPerdata.