cover
Contact Name
Dedy Arisjulyanto
Contact Email
dedyarisjulyanto@gmail.com
Phone
+6282359088338
Journal Mail Official
dedyarisjulyanto@gmail.com
Editorial Address
Jln. Padang Aziz, Perumahan Kuranji Larisa Blok A6, Desa Kuranji, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29866332     DOI : https://doi.org/10.1234/jkti.v1i2
Core Subject : Health,
1. biostatistics and epidemiology 2. health administration and policy Environmental health 3. occupational health and safety 4. health promotion, 5. maternal and child health 6. public health 7. nutrition 8. Environmental health 9.Mental health nursing 10. reproductive health 11. labor health 12. obstetric care.
Articles 93 Documents
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Post Orif Fraktur Shaft Femur Dekstra Candrika, Anindita Antya; Widodo , Agus; Yanuar, Reza Arshad
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v4i2.199

Abstract

Fraktur femur merupakan salah satu cedera muskuloskeletal yang sering menyebabkan gangguan fungsi ekstremitas bawah, terutama setelah tindakan operasi fiksasi internal seperti pemasangan plate and screw. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri, keterbatasan luas gerak sendi, penurunan kekuatan otot, serta gangguan kemampuan berjalan dan aktivitas fungsional sehari-hari. Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program fisioterapi berbasis prinsip FITT (Frequency, Intensity, Time, Type) pada pasien pascaoperasi fraktur shaft femur kiri. Penelitian dilakukan di RSUD Salatiga pada bulan September 2025 terhadap satu pasien laki-laki berusia 20 tahun yang berada pada fase dua bulan pascaoperasi. Program fisioterapi diberikan sebanyak lima kali dalam satu minggu dengan durasi 60 menit setiap sesi. Intervensi yang diberikan meliputi latihan range of motion (ROM) aktif dan pasif, latihan penguatan otot isometrik pada quadriceps dan hamstring, gait training menggunakan alat bantu kruk, latihan fungsional seperti transfer dan latihan berdiri, serta edukasi home exercise untuk mendukung keberlanjutan terapi di rumah. Evaluasi dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur tingkat nyeri, goniometer untuk mengukur luas gerak sendi, Manual Muscle Testing (MMT) untuk menilai kekuatan otot, serta Lower Extremity Functional Scale (LEFS) untuk menilai kemampuan fungsional pasien. Hasil menunjukkan adanya penurunan nyeri, peningkatan ROM fleksi panggul dari 90° menjadi 100° dan ekstensi dari 10° menjadi 15°, peningkatan kekuatan otot dari 3/5 menjadi 4/5, serta peningkatan skor LEFS dari 41 menjadi 47. Disimpulkan bahwa fisioterapi berbasis FITT efektif dalam mempercepat pemulihan fungsional pasien pascaoperasi fraktur femur tanpa menimbulkan komplikasi tambahan.
Penatalaksanaan Fisioterapi pada Carpal Tunnel Syndrome Unilateral: Studi Kasus Romadhona, Anggri; Santoso, Totok Budi; Yanuar, Reza Arshad
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v4i2.200

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan gangguan muskuloskeletal pada ekstremitas atas akibat penekanan nervus medianus di terowongan karpal yang dapat menimbulkan nyeri, parestesia, penurunan kekuatan otot, serta keterbatasan fungsi aktivitas. Kondisi ini sering dijumpai pada individu dengan aktivitas tangan berulang dan berpotensi menurunkan kualitas hidup apabila tidak ditangani secara adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan fisioterapi berbasis International Classification of Functioning, Disability and Health (ICF) pada pasien dengan Carpal Tunnel Syndrome unilateral. Penelitian menggunakan desain studi kasus pada seorang pasien perempuan berusia 55 tahun dengan keluhan nyeri dan kesemutan pada pergelangan tangan kiri selama ±2,5 bulan. Pemeriksaan meliputi asesmen nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), lingkup gerak sendi (ROM), kekuatan otot menggunakan Manual Muscle Testing (MMT), serta fungsi aktivitas menggunakan Boston Carpal Tunnel Syndrome Questionnaire (BCTSQ). Intervensi fisioterapi diberikan selama tiga minggu dengan frekuensi dua kali per minggu, meliputi ultrasound terapeutik, terapi manual, latihan ROM aktif, latihan penguatan genggaman, stretching, nerve gliding, tendon gliding exercise, serta edukasi ergonomi dan home exercise program. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan nyeri, peningkatan ROM palmar dan dorsal fleksi, peningkatan kekuatan otot fleksor dan ekstensor wrist, serta perbaikan fungsi aktivitas berdasarkan BCTSQ. Studi kasus ini menunjukkan bahwa asuhan fisioterapi berbasis ICF memberikan dampak positif terhadap perbaikan gejala dan fungsi pada pasien dengan Carpal Tunnel Syndrome unilateral.
Hubungan Lama Hari Rawat Dengan Kualitas Hidup Pasien Sindroma Koroner Akut Di Ruang ICVCU RS Jantung Dan Pembuluh Darah Harapan Kita Setiyarto; Diel, M. Martono; Faridah, Ida
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v4i2.201

Abstract

Sindroma Koroner Akut (SKA) merupakan kondisi kardiovaskular yang memerlukan penanganan intensif dan sering kali membutuhkan lama rawat inap yang bervariasi, yang berpotensi memengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama hari rawat dengan kualitas hidup pasien Sindroma Koroner Akut di ruang Intensive Cardio Vascular Care Unit (ICVCU). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Populasi penelitian berjumlah 142 pasien SKA dalam tiga bulan terakhir, dan berdasarkan perhitungan rumus Slovin diperoleh sampel sebanyak 114 responden. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner karakteristik responden, lembar observasi lama hari rawat, serta kuesioner kualitas hidup menggunakan Seattle Angina Questionnaire-7 (SAQ-7) yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menjalani lama rawat inap selama 3–5 hari dan memiliki kualitas hidup dalam kategori tinggi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama hari rawat dengan kualitas hidup pasien SKA. Semakin lama pasien dirawat di ruang ICVCU, maka kualitas hidup pasien cenderung menurun. Oleh karena itu, pengelolaan lama rawat inap yang optimal diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien SKA.
Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Seledri (Apium graveolens L) Dengan Metode DPPH (1,1 Difenil-2-Pikrihidrazil) Shaliha, Indah; Asriyani, Ainun; Sari, Dwi Retno
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v4i2.202

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang mempunyai struktur molekul yang dapat memberikan elektronnya kepada molekul radikal bebas dan dapat memutus reaksi berantai dari radikal bebas. Ketika memberikan elektronnya maka radikal bebas tersebut akan stabil dan berhenti bersifat reaktif pada atom atau molekul lain karena sudah bersifat oktet. Beberapa tumbuhan yang mengandung antioksidan yang tinggi adalah seledri. Seledri (Apium graveolens L) adalah tanaman yang memiliki banyak kandungan bagi kesehatan tetapi dalam pemanfaatanya seledri masih dianggap kurang. Sejauh ini tanaman seledri hanya digunakan sebagai penyedap suatu olahan masakan padahal manfaat dari seledri sangat banyak dan sangat disayangkan jika hanya sebagai pelengkap masakan. Tanpa disadari sesungguhnya tanaman seledri dapat dimanfaatkan secara lebih maksimal misalnya dengan kandungan minyak atsiri yang berada  dalam seledri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dengan uji reagen dan aktivitas antioksidan yang terdapat dalam Seledri (A. graveolens L) dengan menggunakan metode DPPH. Dengan mengetahui berapa kandungan antioksidannya maka seledri bisa dengan mudah dimanfaatkan misalnya dengan dibuat sediaan farmasi. Pada penelitian ini didapatkan hasil nilai IC50 12,53 ppm yang artinya nilai IC50 tergolong sangat kuat.   Adapun kandungan metabolit sekunder yang dinyatakan positif adalah, flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan steroid. Senyawa metabolit sekunder tersebut memang sangat bermanfaat untuk kesehatan sehingga sangat disayangkan jika seledri pemanfaatnya masih belum maksimal.
Peran Caregiver Dalam Menjaga Keselamatan Pasien Pada Layanan Homecare Di Wilayah Topis: Manajemen Obat Dan Pencegahan Infeksi Ahmad, Erwan; Nopriyanto, Dwi; Muda, Iskandar
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v4i2.203

Abstract

Keselamatan pasien pada layanan perawatan di rumah (homecare) menjadi perhatian penting di wilayah tropis yang memiliki tantangan lingkungan serta ketergantungan tinggi pada caregiver keluarga. Kondisi lingkungan dengan suhu dan kelembaban tinggi berpotensi memengaruhi pengelolaan obat dan praktik pencegahan infeksi di lingkungan rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko keselamatan pasien pada layanan homecare dari perspektif caregiver, khususnya terkait pengelolaan obat dan pencegahan infeksi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei yang melibatkan 105 caregiver non-profesional berusia 20–70 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup aspek self-efficacy caregiver, pengelolaan obat, dan praktik pencegahan infeksi. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self-efficacy caregiver berada pada kategori sedang. Risiko kesalahan pengelolaan obat cenderung rendah, namun masih terdapat potensi risiko yang dipengaruhi oleh keterbatasan pemahaman caregiver serta kondisi penyimpanan obat di lingkungan tropis. Pengetahuan caregiver mengenai pencegahan infeksi tergolong baik, tetapi praktik pencegahan infeksi masih berada pada kategori sedang. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas caregiver melalui edukasi berkelanjutan dan dukungan dari layanan kesehatan primer untuk meningkatkan keselamatan pasien pada layanan homecare di wilayah tropis.
Pendidikan Kesehatan Melalui E-Modul Digital Terhadap Peningkatan Kemampuan Perawatan Diri Kesehatan Jiwa Santri Di Pondok Pesantren Darussalam Pada Remaja Pramudya, Dian; Alfianto, Ahmad Guntur; Kurniyanti, Mizam Ari
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v4i2.204

Abstract

Kesehatan jiwa remaja, khususnya santri di pondok pesantren, menghadapi tantangan signifikan akibat tekanan akademik, religius, dan sosial serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mental. Pendidikan kesehatan melalui e-modul digital merupakan salah satu strategi inovatif yang berpotensi meningkatkan kemampuan perawatan diri kesehatan jiwa santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan melalui e-modul digital terhadap kemampuan perawatan diri kesehatan jiwa santri di Pondok Pesantren Darussalam. Metode penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group design yang melibatkan 80 santri yang dibagi menjadi kelompok intervensi yang menerima e-modul digital dan kelompok kontrol yang menerima media leaflet. Instrumen penelitian menggunakan Mindful Self-Care Scale untuk mengukur kemampuan perawatan diri kesehatan jiwa santri dan dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami peningkatan signifikan pada seluruh indikator perawatan diri dengan nilai p=0,000–0,001, sedangkan kelompok kontrol juga mengalami peningkatan dengan nilai p=0,001–0,002, namun dengan selisih rerata pretest dan posttest yang lebih kecil. Secara klinis, peningkatan pada kelompok intervensi lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa e-modul digital efektif meningkatkan kemampuan perawatan diri kesehatan jiwa santri dan direkomendasikan untuk diterapkan luas di lingkungan pesantren serta layanan kesehatan komunitas.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Musculoskeletas Dirsordes (MSDs) Pada Pengrajin Tenun Desa Masalili Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna Wahyuni, Putri; Pratiwi, Arum Dian; Akib, Nurhijrianti
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v4i2.205

Abstract

Musculoskeletas disorders (MSDs) adalah kumpulan gejala atau kondisi yang berkaitan dengan jaringan otot, tulang rawan, tendon, sistem saraf, ligamen, struktur tulang, dan pembuluh darah. Pengrajin tenun sering terpaksa berada dalam posisi tubuh sama dalam waktu lama atau melakukan gerakan berulang, sehingga meningkatkan risiko MSDs. Faktor risiko keluhan MSDs meliputi faktor pekerjaan, individu, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan musculoskeletas disorders (MSDs) pada pengrajin tenun Desa Masalili Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel sebanyak 73 pengrajin tenun yang diperoleh menggunakan accidental sampling. Penelitian ini menggunakan teknik pengolahan data melalui analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square, pengumpulan data dilakukan dengan mengombinasikan data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa ada hubungan postur kerja (Pvalue = 0,000) < (? = 0,05), beban kerja (Pvalue = 0,000) < (? = 0,05), lama kerja (Pvalue = 0,000) < (? = 0,05), status gizi (Pvalue = 0,000) < (? = 0,05) dengan keluhan MSDs. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara postur kerja, beban kerja, lama kerja dan status gizi dengan keluhan Musculoskeletas Disorders (MSDs).
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pada Pasien Hemodialisa Di RSUD Dr. R. Soedjono Selong Yuliana, Sri; Aupia, Anatun; Taufandas, Maruli; Ikhwani, Dina Alfiana; Khairari, Nandang DD
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v4i2.206

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat dan berdampak besar terhadap kualitas hidup pasien. Hemodialisa sebagai terapi pengganti ginjal utama pada PGK stadium akhir tidak hanya membantu mempertahankan fungsi tubuh, tetapi juga menimbulkan berbagai tantangan fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Beberapa faktor yang diduga berhubungan dengan kualitas hidup pasien hemodialisa meliputi beban ekonomi, tingkat kelelahan (fatigue), dan penyakit penyerta (comorbid). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien hemodialisa di RSUD dr. R. Soedjono Selong. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 112 pasien hemodialisa yang dipilih menggunakan purposive sampling. Beban ekonomi diukur menggunakan instrumen COST-FACIT, fatigue menggunakan FACIT-Fatigue Scale, kualitas hidup menggunakan WHOQOL-BREF, dan comorbid diperoleh melalui wawancara menggunakan lembar checklist. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi Spearman rank. Sebagian besar responden memiliki kualitas hidup buruk (58,0%), beban ekonomi ringan (48,2%), fatigue sedang (32,1%), dan memiliki comorbid (67,9%). Terdapat hubungan signifikan antara fatigue dan kualitas hidup (p = 0,007; r = 0,255), sedangkan beban ekonomi dan comorbid tidak menunjukkan hubungan signifikan. Fatigue berhubungan signifikan dengan kualitas hidup pasien hemodialisa, sehingga pengelolaan fatigue diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Hubungan Aktifitas Fisik, Konsumsi Minuman Manis dan Konsumsi Junk Food dengan Kualitas Tidur Suharmanto, Suharmanto
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v4i1.207

Abstract

Kualitas tidur merupakan salah satu indikator penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. Namun, perubahan gaya hidup modern seperti rendahnya aktivitas fisik serta tingginya konsumsi minuman manis dan junk food diduga berkontribusi terhadap penurunan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik, konsumsi minuman manis, dan konsumsi junk food dengan kualitas tidur. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur (p < 0,05; OR = 2,10), konsumsi minuman manis dengan kualitas tidur (p < 0,05; OR = 2,75), serta konsumsi junk food dengan kualitas tidur (p < 0,05; OR = 3,20). Responden dengan aktivitas fisik ringan serta konsumsi minuman manis dan junk food yang tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami kualitas tidur yang buruk. Variabel konsumsi junk food merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kualitas tidur. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa gaya hidup tidak sehat berhubungan dengan penurunan kualitas tidur. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif untuk meningkatkan aktivitas fisik dan mengurangi konsumsi makanan serta minuman tidak sehat.
Pengaruh Durasi Bermain Game Online Terhadap Keluhan Fisik yang Dirasakan oleh Remaja Suharmanto, Suharmanto
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v4i1.208

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan penggunaan game online pada remaja, yang berpotensi menimbulkan berbagai keluhan fisik akibat penggunaan perangkat secara berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi bermain game online dengan keluhan fisik pada remaja. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja usia 12–18 tahun yang aktif bermain game online, dengan jumlah sampel sebanyak 315 responden yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terkait durasi bermain dan keluhan fisik yang dirasakan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden bermain game selama 1–3 jam per hari (63,5%), namun sebagian besar mengalami keluhan fisik berat (65,1%). Keluhan yang paling dominan adalah mata pedih/kering (73,0%) dan nyeri leher/pinggang (66,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara durasi bermain game online dengan keluhan fisik (p-value < 0,001). Remaja yang bermain lebih dari 6 jam per hari memiliki risiko 6,55 kali lebih besar untuk mengalami keluhan fisik berat dibandingkan dengan yang bermain 1–3 jam per hari. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin lama durasi bermain game online, semakin tinggi risiko terjadinya keluhan fisik pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan upaya pembatasan durasi bermain, penerapan pola penggunaan gadget yang sehat, serta edukasi dari orang tua, sekolah, dan tenaga kesehatan untuk mencegah dampak negatif terhadap kesehatan remaja

Page 9 of 10 | Total Record : 93