cover
Contact Name
Kiki Kristiandi
Contact Email
pakisjournal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jfsa@pakisjournal.com
Editorial Address
Jl. Tabrani, Saing Rambi, Sambas, 79462 Kalimantan Barat
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Food Security and Agroindustry
ISSN : 29860555     EISSN : 29860563     DOI : https://doi.org/10.58184/jfsa
Core Subject : Agriculture,
The Journal of Food Security and Agroindustry (JFSA) provides readers with the state of the theory and its application in all aspects of food security and agroindustry. The aim of JFSA is to publish compelling empirical research, current scientific developments, and high-quality science that answers fundamental questions in food security and agroindustry. The scope of this journal includes but is not limited to research results on processing food, production, packaging, nutrition, food security, agriculture, process engineering, agricultural management, functional food, and agro-industrial biotechnology.
Articles 45 Documents
UJI PROTEIN DAN UMUR SIMPAN FROZEN FOOD MENGGUNAKAN KEMASAN POLYPROPYLENE DAN POLYETHYLENE Hafiza Hafiza; Angga Tritiasari; Nurul Nasuha
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 1 No. 3 (2023): OCTOBER
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v1i3.71

Abstract

Istilah frozen food ini  sudah tidak asing lagi bagi penikmat kuliner. Namun, masih ada yang bertanya apa itu frozen food. Sebenarnya frozen food atau makanan beku adalah makanan yang dibekukan dengan tujuan untuk mengawetkan makanan hingga siap dimakan. Produk frozen food ini juga menjadi salah satu alternatif pilihan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pangan. Produk pangan beku banyak memberikan kepraktisan bagi konsumen. Saat ini produk frozen food sangat bervariasi sehingga menuntut konsumen untuk dapat memilih produk olahan pangan terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung tempe terhadap protein nugget dan penyimpanan terhadap umur simpan produk nugget. Metode penelitian ini dilakukan dengan eksperimen studi desain berbentuk penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Analisis deskriptif kuantitatif adalah analisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul. Berdasarkan hasil penelitian pada frozen food menggunakan kemasan polypropylene dan polyethylene dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan dari seluruh perlakuan dari tiap kelompok pengemasan dan suhu penyimpanan, dari masing-masing perlakuan menghasilkan kandungan protein yang berbeda nyata.
PERUBAHAN FISIOLOGI BUAH TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) TERHADAP SUHU KAMAR DAN UMUR SIMPAN YANG MEMENGARUHI MUTU Rini Fertiasari; Syahrulizar Arditian; Sri Yuliani; Nurhafiza Nurhafiza; Pegi Aryasari
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 1 No. 3 (2023): OCTOBER
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v1i3.125

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum) termasuk keluarga Solanaceae adalah tanaman kedua yang paling agro-ekonomi, yaitu sayuran penting. Tomat termasuk tanaman yang sering dibudidayakan. Pemilihan tomat sebagai tanaman yang sering dibudidayakan karena tanaman tomat tidak terlalu sulit dan tidak membutuhkan biaya yang mahal. Penghasil tomat pada 2018-2019 mengalami peningkatan dari 54.156 mencapai 54.780. Tingkat produksi tomat yang meningkat menyebabkan penanganan pada tomat tersebut kurang efektif, penanganan yang kurang tepat akan menyebabkan banyaknya kerusakan pada buah tomat. Kerusakan yang terjadi akan menyebabkan mutu pada buah tomat menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan fisiologi yang terjadi pada buah tomat terhadap suhu kamar. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf signifikan 5%. Tomat yang digunakan adalah tomat dengan kematangan tua dan kematangan masak. Setiap jenis kematangan tomat disediakan sebanyak 8 buah sampel, sehingga terdapat 16 satuan percobaan. Hasil analisis yang didapat dari uji (ANOVA) berdasarkan parameter warna  (3 ≤ 7,71), kesegaran kulit (24,47 > 7,71), rasa (0,28 ≤ 7,71), aroma (118,87 > 7,71), kekerasan (4,41 ≤ 7,71) dan bagian yang dapat dimanfaatkan (15,70> 7,71). Perubahan fisiologi yang memengaruhi mutu buah tomat dari parameter kesegaran kulit, aroma, dan bagian yang dapat dimakan.
PENGARUH LAMA PEMASAKAN DAN TINGKAT KEMATANGAN TERHADAP MUTU BUAH NANAS (Ananas comosus (L) Merr) DALAM SIROP GULA DENGAN PENGEMASAN BOTOL KACA Meida Muhandika; Hidayat Asta; Johan Johan
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 1 No. 3 (2023): OCTOBER
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v1i3.128

Abstract

Masalah yang terjadi adalah kurangnya pemanfaatan buah nanas menjadi olahan produk pangan, sedangkan Kabupaten Sambas merupakan salah satu daerah sentra produksi nanas di Provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Sambas telah memproduksi tanaman nanas mencapai 800,1 ton/tahun atau sekitar 1,07% dari produksi nanas di Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lama pemasakan sirop gula terhadap mutu nanas dalam sirop gula dan Mengetahui pengaruh tingkat kematangan buah nanas terhadap mutu nanas dalam sirop gula. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Maret 2021 dilakukan di laboratorium Agroindustri Pangan Politeknik Negeri Sambas. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimen, yaitu mengetahui pengaruh pemasakan sirop gula dan tingkat kematangan buah terhadap mutu nanas dalam sirop gula. Rencana percobaan yang dilakukan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan pada penelitian ini adalah lama pemasakan sirop gula dengan taraf tanpa pemasakan, pemasakan 10 menit dan pemasakan 15 menit. Faktor adalah tingkat kematangan buah nanas dengan taraf buah lewat matang dan buah matang. Masing-masing perlakuan dilakukan pengujian derajat keasaman (pH) dengan dilakukan 3 kali pengulangan. Parameter yang diamati, yaitu keadaan isi, pengujian derajat keasaman (pH) dan organoleptik. Hasil peneitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata setiap perlakuannya pada pengujian derajat keasaman (pH) dan organoleptik.
ANALISIS LEGALITAS PRODUK PANGAN DI KABUPATEN SAMBAS Susilawati Susilawati; Dian Sari; Seti Arza; Ega Ega; Novita Novita; Fiona Fiona; Bambang Darmawan; Hikmal Hikmal
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 1 No. 3 (2023): OCTOBER
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v1i3.137

Abstract

Pangan adalah salah satu kebutuhan utama bagi keberlangsungan setiap hidup manusia. Produk pangan harus memenuhi persyaratan sebagai pangan yang baik, aman, bermutu, dan bergizi. Tujuan dilakukan kegiatan ini adalah untuk mengetahui legalitas produk yang tersebar pada pasar swalayan dan toko tradisional yang ada di Kabupaten Sambas. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan apakah produk tersebut memiliki izin edar. Kegiatan dilakukan dengan mengamati kemasan produk yang memiliki barcode BPOM serta nomor P-IRT menggunakan aplikasi BPOM Mobile dan situs cek BPOM yang ada di internet. Aplikasi BPOM Mobile akan memindai barcode pada kemasan luar produk dan menampilkan spesifikasi produk tersebut apabila produk dinyatakan teridentifikasi oleh aplikasi. Kegiatan survei ini menghasilkan data sebanyak 200 produk dengan legalitas BPOM dan nomor P-IRT secara jelas dan telah dibenarkan peredarannya di masyarakat. Data ini disajikan dalam bentuk gambar dengan perbandingan 200 buah yang terbagi menjadi 50 produk basah, 50 produk kering BPOM, 50 produk basah, dan 50 produk kering P-IRT. Produk non-BPOM dan non P-IRT masih banyak ditemukan dan beredar luas di pasaran.
ANALISIS KADAR AIR TEH HERBAL DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) MENGGUNAKAN VARIASI SUHU A’an Utbah Jumanio; Junardi Junardi; Hadi Darmansyah
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 1 No. 3 (2023): OCTOBER
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v1i3.140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu dengan pendekatan pengeringan terhadap kadar air teh daun pandan. Daun pandan merupakan salah satu jenis daun yang memiliki aroma khas yang biasa dimanfaatkan sebagai zat pewarna atau sebagai pemberi aroma pada produk olahan pangan. Kecenderungan pengolahan dalam pembuatan teh yang dibuat adalah yang berasal dari tumbuhan teh itu sendiri sehingga dengan penelitian ini memberikan pengembangan pada jenis teh agar memiliki keragaman. Perlakuan penelitian ini adalah variasi suhu pengeringan pengolahan daun pandan wangi, yaitu suhu 50 °C, 60 °C, dan 70 °C dan lama pengeringan 150 menit. Teh daun pandan yang dihasilkan lalu dilakukan pengujian kadar air. Rancangan metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 kali pengulangan. Hasil data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan ANOVA kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk menentukan perlakuan yang terbaik. Hasil penelitian menunjukkan sampel terbaik adalah perlakuan suhu 70 °C sebesar 41,51%. Namun, perlakuan suhu 70 °C masih belum memenuhi standar kadar air teh kering maksimal sebesar 8% berdasarkan Standar Nasional Indonesia.
ANALISIS DAN KELAYAKAN USAHATANI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) DENGAN SISTEM HIDROPONIK DI BPSIP BENGKULU Andini, Nanda; Sumartono, Eko; Mujiono , Mujiono; Fariadi, Herri
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 2 No. 1 (2024): FEBRUARY
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v2i1.253

Abstract

Tanaman selada hidroponik menjadi solusi yang tepat dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi kelayakan usahatani tanaman selada dengan sistem hidroponik di Balai Penerapan Standardisasi Instrumen Pertanian (BPSIP) Bengkulu. Penelitian dilakukan dari Juli hingga Agustus 2023 di lokasi tersebut. Melalui metode pengumpulan data primer dan sekunder, penelitian ini menyajikan informasi tentang biaya tetap, biaya variabel, total biaya, penerimaan, pendapatan, dan rasio keuntungan atas biaya (B/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya yang dibutuhkan dalam satu periode tanam adalah Rp114.359, sedangkan penerimaan yang diperoleh mencapai Rp325.000. Dengan demikian, pendapatan usahatani tanaman selada hidroponik di BPSIP Bengkulu adalah sebesar Rp210.641. Rasio keuntungan atas biaya (B/C Ratio) yang lebih dari 1 (1,84) menunjukkan bahwa usaha tanaman selada hidroponik layak dan menguntungkan. Tanaman selada hidroponik tidak hanya memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan pangan, tetapi juga memberikan potensi ekonomi yang menjanjikan bagi pelaku agribisnis.
ANALISIS KADAR AIR DAN NITRIT PADA PATI SAGU Sari, Dian; Arza, Seti; Fiona, Fiona; Novita, Novita; Dermawan, Bambang; Ega, Ega
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 2 No. 1 (2024): FEBRUARY
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v2i1.280

Abstract

Pati sagu memiliki kandungan amilosa yang relatif tinggi. Pati sagu mudah mengalami kerusakan akibat kadar air yang terkandung didalamnya. Kadar air merupakan persentase perbandingan berat dalam bentuk cair terhadap bentuk padatan. Besarnya risiko kerusakan bahan pangan dipengaruhi oleh tingginya kadar air bahan pangan baik sebagai dampak metabolisme maupun adanya mikroorganisme yang memicu peningkatan kadar air tersebut. Kandungan nitrit juga dapat terbentuk di dalam pati. Tujuan dilakukan pengujian ini adalah untuk mengidentifikasi kadar air dan nitrit yang terkandung di dalam pati sagu. Metode pengujian ini bertumpu pada perbandingan berat awal dengan berat setelah diuji. Sampel yang digunakan adalah pati sagu. Hasil dari pengujian akan dijabarkan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yaitu penyajian data yang diperoleh dari perhitungan jumlah berat beserta pengamatan secara jelas dan sistematis. Hasil pengujian kadar air akan dihitung menggunakan rumus kadar air yang dinyatakan dalam bentuk persentase. Pengujian yang telah dilakukan memperoleh hasil pengukuran kadar air tertinggi pada sampel PS3 sebesar 13,32% dan PS4 dengan kadar air yang paling rendah sejumlah 11,32%. Uji nitrit menghasilkan sampel yang memiliki nilai pengukuran paling tinggi dari sampel PS1 dengan berat akhir 15,9262 gram, dan PS4 yang memiliki berat akhir paling rendah dengan berat 14,6056 gram.
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF PADA TAPAI SINGKONG DAN BERAS KETAN Susilawati, Susilawati; Amalina, Nur; Muslima, Muslima; Hidayat, Deski; Febriansyah, Muhammad; Pazira, Zira; Fithriyyah, Hulwah
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 2 No. 1 (2024): FEBRUARY
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v2i1.281

Abstract

Tapai adalah makanan tradisional Indonesia yang di fermentasi oleh khamir Saccharomyces cerivisiae sehingga memiliki rasa yang unik. Tujuan dari kegiatan ini untuk menguji kadar alkohol, saponin, tanin, sulfur, gula reduksi, flavonoid, dan kardiak glikosida pada tapai singkong plastik, tapai singkong daun pisang dan tapai beras ketan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari kegiatan ini adalah kadar alkohol pada tapai singkong daun pisang lebih tinggi sebesar 9,21%. Terdapat saponin pada tapai beras ketan, sedangkan pada tapai singkong tidak ada. Tanin tidak terdapat pada semua sampel karena tidak terjadi perubahan warna. Gula reduksi pada tapai singkong daun pisang (P1) 11,6% dan (P2) 11, 4%, tapai beras ketan (P1) 8,8% dan (P2) 8,7%, serta tapai singkong plastik (P1 dan P2) sebesar 11, 1%. Uji flavonoid 1 tapai singkong plastik dan tapai singkong daun pisang memiliki warna hitam pekat, tetapi tapai beras ketan memiliki warna kecokelatan. Uji flavonoid 2 semua sampel tidak terjadi pengendapan dan perubahan warna. Uji kardiak glikosida, semua sampel mengendap setelah menambahkan larutan FeCl3 1% dan asam sulfat pekat. Adanya endapan sulfur yang terindikasi pada dasar tabung reaksi.
UJI PROTEIN PADA PRODUK TEMPE DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Fertiasari, Rini; Jailani, Jailani; Sindi, Sindi; Valoma, Valoma; Nandasari, Nandasari; Rani, Rani; Febriani, Wiwi
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 2 No. 1 (2024): FEBRUARY
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v2i1.286

Abstract

Tempe secara tradisional dibuat dari kedelai yang difermentasi, disajikan dalam bentuk kue dan dikonsumsi sebagai makanan pokok di Indonesia. Salah satu makanan yang mengandung sumber protein adalah tempe. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji protein pada suatu produk, yaitu tempe dengan melakukan perbandingan. Metode pengujian menggunakan reagent biuret secara spektrofotometri pada tempe dengan 4 perlakuan. Perlakuan dalam pengujian adalah tempe dalam kemasan plastik dan daun. Hasil dari pengujian dengan 4 perlakuan pada tempe dalam kemasan plastik dan daun, didapatkan hasil tempe yang dibungkus dengan plastik pada sampel 1 menunjukkan rata-rata 0,125 dengan standar deviasi sebesar 0,053, sedangkan tempe yang dibungkus dengan daun pada sampel 1 memiliki rata-rata 0,139 dengan standar deviasi 0,084. Tempe dibungkus dengan plastik pada sampel 2 menunjukkan rata-rata sebesar 1,117 dengan standar deviasi 0,047, sedangkan tempe dibungkus daun pada sampel 2 menunjukkan rata-rata sebesar 0,133 dengan standar deviasi 0,121. Kesimpulan dari hasil pengujian ini adalah perhitungan dari kadar protein pada tempe hasil signifikan berupa kadar protein dari tempe kemasan plastik sebesar 0,776 dan tempe kemasan daun simpur sebesar 0,906.
PERAN KELOMPOK TANI TERHADAP PENINGKATAN ADOPSI GOOD AGRICULTURAL PRATICE (GAP) JAGUNG HIBRIDA DI DESA MONGIILO KABUPATEN BONE BOLANGO Kadar, Maryam; Rauf, Asda; Sirajuddin, Zulham
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 2 No. 1 (2024): FEBRUARY
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v2i1.289

Abstract

Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengidentifikasi komponen-komponen inovasi pada budi daya jagung hibrida dalam GAP jagung, menganalisis keragaman adopsi terhadap komponen teknologi dalam GAP yang dilakukan oleh petani, dan menganalisis korelasi antara keterlibatan petani dalam kelompok tani dengan adopsi inovasi dalam GAP. Penelitian ini menggunakan  metode kombinasi antara metode kualitatif dengan metode kuantitatif. Metode kombinasi tersebut adalah exploratory sequential design yang didahului dengan pengumpulan data kualitatif dengan melakukan wawancara kepada informan kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data kuantitatif, yakni menggunakan data hasil wawancara terhadap 60 responden. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa budi daya jagung dari pratanam sampai pasca panen oleh kelompok tani di Desa Mongiilo terdapat 10 komponen inovasi dalam GAP. Komponen teknologi dalam GAP yang paling tinggi diadopsi adalah pembubunan pada akar jagung dan penanaman satu benih per satu lubang, serta yang paling rendah diadopsi adalah pengeringan segera setelah panen dan penggunaan jarak tanam sesuai petunjuk penyuluh. Keaktifan petani dalam kelompok tani berpengaruh signifikan terhadap adopsi pemupukan yang tepat jumlah dan waktu sesuai rekomendasi. Oleh karena itu, petani perlu didorong untuk lebih aktif dalam kelompok tani untuk meningkatkan adopsi inovasi jagung hibrida.