cover
Contact Name
-
Contact Email
jpsi@usk.ac.id
Phone
+628121815214
Journal Mail Official
jpsi@usk.ac.id
Editorial Address
Jalan Tgk. Chik Pante Kulu Nomor 5 Gedung C Lantai 1 Kantor Pengelola Jurnal Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. Darussalam – Banda Aceh 23111, Indonesia Email: jpsi@usk.ac.id.
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education)
ISSN : 23384379     EISSN : 2615840X     DOI : https://doi.org/10.24815/
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education) offers an interdisciplinary forum for the publication of original peer-reviewed, contributed and invited research articles of the highest quality that address different topics of science education with implications for improving and enhancing science education practices and theories. The topics involves biology, chemistry, physics, as well as some applications pedagogy and teacher development. The journal provides an invigorating and informative variety of research papers that expand and deepen our theoretical understanding. It also provides practice and policy based implications in the relevant contexts of science education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 578 Documents
Keterampilan Berpikir Kreatif Mahasiswa dalam Pembelajaran IPA Menggunakan Model Inkuiri Terbuka Agus Ramdani; I Putu Artayasa
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 8, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.924 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v8i1.15394

Abstract

Keberhasilan seorang mahasiswa menjadi guru dengan kemampuan mengajar IPA yang baik, perlu ditunjang dengan keterampilan berpikir kreatif, karena melalui keterampilan berpikir kreatif dihasilkan gagasan baru yang berkontribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menguji efek penerapan model inkuiri terbuka dalam pembelajaran IPA terhadap keterampilan berpikir kreatif mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah kuasi-eksperimen dilaksanakan dengan desain pretespostesdengankelompokpengendali atau kon­troltidakacak. Penelitian dilakukan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar(PGSD) FKIP Uiversitas Mataram. Sampel diambil dengan teknik purposivesampling, dan dibagi menjadi kelompok kontrol dan eksperimen. Data dikumpulkan dari skor pretes dan postes keterampilan berpikir kreatif. Data diuji dengan analisis kovarian (ancova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor keterampilan berpikir kreatif mahasiswa yang belajar menggunakan inkuiri terbuka memperoleh rerata skorlebih tinggi daripada rerata skor kelas kontrol. Secara statistik dapat dilihat bahwa pengujian hasil tes keterampilan berpikir kreatif menggunakan uji ancova menunjukkan nilai F = 26,382, p = 0,001 α = 0,05. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang menerapkan model inkuiri terbuka memiliki keterampilan berpikir kreatif yang lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang menerapkan pembelajaran konvensional.
IMPLEMENTASI MODEL DISCOVERY LEARNING PADA MATERI LAJU REAKSI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN SIKAP SOSIAL PESERTA DIDIK MAS ULUMUL QUR’AN BANDA ACEH Fita Nelyza; Muhammad Hasan; Musri Musman
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 3, No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.899 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model discovery learning terhadap keterampilan proses sains (KPS), sikap sosial, dan respon peserta didik pada materi laju reaksi. Penelitian ini dilakukan dengan metode pre-experimental design melalui one group pretest-posttest design yang dilaksanakan di MAS Ulumul Qur’an Banda Aceh sejak tanggal 16 Oktober – 1 Desember 2014. Sampel yang terpilih menggunakan teknik purposive sampling yaitu kelas XI IPA sebagai kelas eksperimen. Analisa data pretest dan posttest dilakukan untuk mengetahui KPS, lembar observasi untuk mengetahui sikap sosial peserta didik, dan angket untuk mengetahui respon peserta didik terhadap model pembelajaran discovery learning. Hasil gain nilai pretest dan posttest  sebesar 62,24 (kategori sedang ). Sedangkan, hasil uji normalitas dan homogenitas menunjukkan bahwa data pretest dan posttest berdistribusi normal dan tidak homogen. Selanjutnya hasil uji statistik (t’) menunjukkan bahwa thitung t(0,05,52) (14,81 1,66) yang berarti implementasi model discovery learning dapat meningkatkan KPS peserta didik secara signifikan. Nilai sikap sosial peserta didik mengalami peningkatan dari 67,22 pada pertemuan pertama menjadi 92,22 pada pertemuan kelima. Peserta didik memberikan respon positif terhadap implementasi model discovery learning. Simpulan penelitian ini adalah pembelajaran dengan model discovery learning dapat meningkatkan KPS, sikap sosial, dan peserta didik memberikan respon positif.
Peningkatan Kemampuan Mahasiswa Pendidikan Guru Dalam Menyusun Perangkat Pembelajaran Melalui Refleksi Diri Pada Mata Kuliah Pendidikan IPA Sekolah Dasar Yulinda Dwi Saputri*; Banu Setyo Adi; Woro Sri Hastuti; Rahayu Condro Murti
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 11, No 1 (2023): JANUARY 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.393 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v11i1.26571

Abstract

The ability of elementary school teacher education students at Yogyakarta State University in compiling learning tools is still low. It is proven from the results of the learning tools that are not in accordance with the writing procedures and characteristics of elementary school students, the content is not appropriate, and the components are not complete. The solution that can be done is to do self-reflection on the learning tools they have arranged. This study aims to improve the ability of teacher students in compiling learning through self-reflection in the Elementary School Science Education course. This research uses the classroom action research method. The subjects of this study were 4th-semester Elementary School Teacher Education students in class C. The data were processed and analyzed descriptively, quantitatively, and qualitatively. The results showed that the student's ability in preparing science learning tools had an average initial score of 75.43 and increased to 95 after the first cycle was carried out by self-reflection through the instrument. The student's ability increased again after the second cycle was carried out by adding treatment in the form of giving instruments and conducting peer discussions and expert experts. This increase obtained an average score of 98. It was concluded that self-reflection can help students analyze shortcomings and find solutions and make improvements so that they can develop good science learning tools as a provision to become professional teachers
DAMPAK PENGGUNAAN MEDIA SIMULASI PHET UNTUK MEMINIMALKAN KUANTITAS MISKONSEPSI SISWA PADA PEMBELAJARAN LISTRIK DINAMIS Muhammad Azzarkasyi; Abdul Halim; Suhrawardi Ilyas
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 3, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.01 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dampak media PhET simulasi untuk meminimalkan kuantitas miskonsepsi pada materi listik dinamis siswa SMAN 5 Banda Aceh.  Penelitian ini menggunakan  desain  pre-experimental  design  dengan  bentuk  one  group  pretest-posttest design.  Sampel  yang  digunakan  adalah  kelas  XII-IA4 dan kelas XII-IA5  yang  berjumlah  46  siswa. Soal  pretest  dan  posttest yang dilengkapi dengan kolom  Certainty of Response Index  (CRI) dan alasan untuk  membedakan siswa yang tidak tahu konsep (LK), tahu konsep (KCC), menebak (LG), miskonsepsi (MK), dan jawaban tidak konfiden (NC). Hasil pretes menunjukkan bahwa 25,95 % siswa tidak tahu konsep (LK), 20,79% siswa tahu konsep (KCC), 0,68% siswa menebak (LG), 40,49% siswa yang miskonsepsi (Mis), 12, 11 % siswa tidak konfiden (NC). Setelah pembelajaran dengan simulasi komputer, siswa yang mengalami miskonsepsi (Mis) menurun menjadi 13,04%. Kesimpulan yang diperoleh adalah  pembelajaran dengan menggunakan media simulasi komputer mampu secara signifikan meminimalkan kuantitas siswa pada materi listrik dinamis
Structural Equation Modeling Multi-group of Science Process Skills and Cognitive in PjBL Integrated STEAM Learning Anik Anekawati*; Jefri Nur Hidayat; Nabila Abdullah; Helliyatul Matlubah
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 9, No 3 (2021): JULY 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.833 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v9i3.20447

Abstract

In Science, students tend to use the ability, which is dominantly controlled by their left-hemisphere brain. This study explores how science process skills (SPS) affect cognitive learning achievement (CLA) of dominantly right-brained and left-brained students. By applying project-based learning on the topic that integrates STEAM elements, this research examines the differences of the effects among those groups. The respondents were 32 8th-grade students from two randomly selected intact classes. This study employed a test to measure exogenous (SPS) and endogenous (CLA) latent variables. The partial least square - structural equation modeling (PLS-SEM) and multi-group PLS-SEM were employed to analyze the results. The evaluation of the outer model shows that both latent variables were valid and reliable. The factor loading value for all indicators of each latent variable was over 0.7. The cross-loading value indicates a higher correlation between the latent variable and its indicators compared to the other variables' indicators. The composite reliability and Cronbach's alpha values were over 0.7. The significance test shows that all indicators of each latent variable were valid. The evaluation of the inner model through the significance test (α=5%) suggests that the science process skill influenced CLA with a coefficient of 0.907. Meanwhile, the 0.822 R-square value demonstrates the variability of the SPS can explain the variability of CLA of 82.2%. The multi-group-SEM test reveals a difference in the effect of SPS toward CLA among dominantly right-brained and left-brained students. While the path coefficient for the former was 0.94, the latter was 0.881.
Pengembangan dan Implementasi Modul Fisika Berbasis Saintifik pada Materi Alat Optik untuk Meningkatkan KPS Siswa di SMA Negeri 5 Banda Aceh Febdi Candra Kirana; A Halim; Adi Rahwanto
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 6, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.242 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v6i2.12547

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas implementasi modul fisika berbasis pendekatan saintifik dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa pada materi alat-alat optik di SMA Negeri 5 Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi experimental design, desain penelitian ini hanya menggunakan  satu kelompoks aja, sehingga tidak memerlukan kelompok kontrol. Jenis penelitian yang digunakan adalah pengembangan dan implementasi dengan menggunakan model ADDIE. Pembelajaran melalui implementasi modul fisika berbasis pendekatan saintifik pada materi alat-alat optik efektif meningkatkan keterampilan proses sains. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata skor keterampilan proses sebelum diberikan perlakuan sebesar 46,09%, dan setelah diberikan perlakuan didapatkan sebesar 76,74%.
Profil Berpikir Kritis Peserta Didik SMP pada Materi Sistem Ekskresi Manusia Erfin Nofianti*; Ani Nurhidayanti; Novia Amarta Handayani; Dadan Rosana; Insih Wilujeng
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 10, No 3 (2022): JULY 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.288 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v10i3.23877

Abstract

Critical thinking is the ability to analyze and find out the truth of the information obtained in order to determine the right decision. The purpose of this study was to determine the critical level of class VIII students at SMP Negeri 2 Bungkal, especially on the material of the human excretory system. Type of this research is descriptive qualitative. The subjects used were students of class VIII A SMP Negeri 2 Bungkal, Ponorogo who collected 30 students using purposive sampling technique. Data collection techniques consist of interviews and tests. The research instrument consisted of a teacher interview sheet and a critical thinking question instrument that had been validated by expert lecturers. The data analysis technique used is descriptive analysis technique. The results showed that in the aspect of interpreting the average score was 34.66 (very low), analyzing 38.66 (low), evaluate 55.33 (enough), concluding 29.99 (very low), explaining 58.66 (enough). So that overall students' critical thinking is included in the low category with an average value of 43.46. This research is important because it can be used as input for teachers to design learning using appropriate models and approaches so that they can develop and improve students' critical thinking
PENGGUNAAN MEDIA SIMULASI PhET DENGAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA POKOK BAHASAN KALOR DI SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Syarifah Lely Fithriani; Abdul Halim; Ibnu Khaldun
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.762 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media simulasi PhET dengan pendekatan inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada pokok bahasan kalor. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen research dengan desain non-equivalent control group design dimana dalam rancangan ini dilibatkan dua kelas yang dibandingkan, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Cluster Random Sampling (sampel acak kelompok). Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X-MIA1 dan X-MIA3 dengan jumlah siswa masing-masing kelas 22 orang SMA N 12 Banda Aceh tahun ajaran 2014/2015. Pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda beralasan untuk mengukur keterampilan berpikir kritis, tes keterampilan berpikir kritis ini diberikan sebanyak dua kali pada saat pretest sebelum pemebelajaran dan posttest setelah pembelajaran Setelah diberikan perlakuan dengan simulasi PhET ,hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Setelah penggunaan simulasi PhET melalui pendekatan inkuiri terbimbing terhadap keterampilan berfikir kritis sebesar 76%, terlihat dari setiap indikator dan butir soal keterampilan berpikir kritis dengan proses pembelajaran 4 x perlakuan, (2) Uji-t  untuk keterampilan berpikir kritis N-Gain diperoleh thitung ttabel (2,87 2,018) dapat dikatakan bahwa terjadi peningkatan keterampilan berpikir kritis pada siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan media simulasi PhET.
The Use of Smartphone Applications in Laboratory Activities in Developing Scientific Communication Skills of Students Adam Malik*; Mujib Ubaidillah
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 9, No 1 (2021): JANUARY 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.377 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v9i1.18628

Abstract

Smartphone applications have been widely used in everyday life, not least in the world of education. The use of smartphone applications in improving the quality of learning has become a trend and is widely used by educators. The use of smartphones in learning is dominated by the implementation of regular learning and is still lacking in the laboratory's implementation. This study aimed to determine the use of smartphone applications in laboratory activities in developing students' scientific communication skills. The research method used was the quantitative descriptive method. The research sample was a fifth-semester physics education study program student who contracted the school physics laboratory course. The smartphone application used in laboratory activities in this study consists of a physics toolbox and tracker. Physics toolbox is an application whose working principle is based on sensors. Students use the tracker to make graphs from videos that illustrate activities laboratory. The research instrument used was a performance assessment in the form of a scientific communication skill observation sheet. The data analysis technique was done by calculating the percentage of achievement of students' scientific communication skills. The results showed that smartphone applications could develop students' scientific communication skills in a good category. Thus, smartphone applications in laboratory activities can develop one of the skills needed by students in facing the era of industrial revolution 4.0.
MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E BERBANTUAN BUKU SAKU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA Fatma Zuhra; Muhammad Hasan; Rini Safitri
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 5, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.564 KB)

Abstract

Learning cycle adalah salah satu model pembelajaran dengan pendekatan konstruktivis. Model pembelajaran ini mulanya ada 3 tahap, selanjutnya mengalami perkembangan menjadi 5 tahap dikenal dengan 5E, lalu dikembangkan menjadi 7E yang menekankan transfer pembelajaran dari pengetahuan awal. Salah satu kelebihan dari model pembelajaran learning cycle adalah mampu mengembangkan sikap ilmiah peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran learning cycle 7E. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu pada materi hukum Newton dengan populasi seluruh peserta didik kelas X SMA Negeri I Bireuen. Sampel yang digunakan adalah peserta didik kelas X IPA I sebagai kelas eksperimen dan peserta didik kelas X IPA G sebagai kelas kontrol pada semester ganjil tahun ajaran 2016-2017 yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk melihat hasil belajar peserta didik adalah tes berbentuk pilhan ganda berjumlah 17 soal. Hasil akhir menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol yaitu 72,62 dan 66,86, dari hasil perhitungan N-gain diperoleh rata-rata pada kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 0,53 dan 0,44 keduanya berada pada kategori sedang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol.