cover
Contact Name
Ejen Jenal Mutaqin
Contact Email
badranaya@institutpendidikan.ac.id
Phone
+6282216666772
Journal Mail Official
badranaya@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Jl. Pahlawan No.32 Kel. Sukagalih Tarogong Kidul Garut 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Badranaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : 29880742     EISSN : 29880742     DOI : https://doi.org/10.31980/badranaya
Badranaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pendidikan Indonesia adalah peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Badranaya meliputi hasil-hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mencakup bidang keilmuan: Sosial Kependidikan Sains Keolahragaan Bahasa Bisnis dan Ekonomi Teknik dan Kejuruan Kesenian
Articles 48 Documents
Transformasi Desa Inklusif Mewujudkan Kemandiriaan Melalui Inovasi Edukasi, Kesehatan, Ekonomi dan Ekologi Berkelanjutan di Desa Katapang Kabupaten Bandung Sri Rohartati; Nenden Yuliani Pratiwi; Eneng Seli Rosalina; Rafli Insan Ramadhan; Neng Rizkanisa; Neng Silvi; Dian Anggraeni Maharbid; Retno Andriyani
Badranaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/badranaya.v4i1.3814

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mendukung transformasi Desa Katapang menjadi desa inklusif, mandiri, dan berdaya saing melalui penguatan bidang ekologi, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research yang melibatkan mahasiswa, dosen pembimbing, pemerintah desa, dan masyarakat sebagai mitra aktif. Tahapan kegiatan meliputi observasi awal, perencanaan, implementasi, evaluasi, dan refleksi. Program yang dilaksanakan mencakup “Tanam Aksi, Tuai Generasi” melalui penanaman bibit pohon, sosialisasi TPS 3R, donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis, program PELITA mengenai pencegahan perundungan dan pendidikan seks usia dini, serta pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM bekerja sama dengan LPH Salman ITB. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan penguatan ekonomi lokal. Kegiatan ini berkontribusi pada pengembangan Desa Katapang yang lebih mandiri, inklusif, dan kompetitif.
Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan sebagai Laboratorium Kepemimpinan Demokratis melalui Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi Aceng Ahmad Rodian Susila; Irdam Denni; Demmy Dharma Bhakti; Iman Nasrulloh; De Budi Irwan Taofik; Ejen Jenal Mutaqin; Zoni Sulaiman
Badranaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/badranaya.v4i1.3816

Abstract

Organisasi kemahasiswaan dapat menjadi ruang pengalaman untuk melatih kepemimpinan, partisipasi demokratis, dan tanggung jawab etis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi tentang fungsi organisasi sebagai laboratorium kepemimpinan dan demokrasi. Kegiatan melibatkan 60 mahasiswa pada Februari 2026 dengan pendekatan edukatif-partisipatif melalui pemaparan terarah, diskusi kasus, simulasi musyawarah, tanya jawab, dan refleksi. Evaluasi menggunakan angket Likert sepuluh butir dan refleksi terbuka. Rata-rata skor keseluruhan mencapai 4,38 dari 5. Aspek tertinggi ialah pemahaman organisasi sebagai ruang praktik demokrasi dengan skor 4,47 dan respons positif 96,7%. Peserta juga menunjukkan persepsi positif terhadap etika kepemimpinan, akuntabilitas, komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan transparan. Namun, motivasi untuk tetap aktif memperoleh respons positif terendah, yaitu 88,3%. Kegiatan ini menegaskan perlunya kaderisasi terstruktur, budaya organisasi aman, tata kelola transparan, administrasi digital, dan pendampingan berkelanjutan
Pelatihan Penyusunan Modul Ajar IPAS Berbasis Project Based Learning (PjBL) bagi Guru Sekolah Dasar Rizqa Dwi Shofiya Maghfira Izzania; Neza Agusdianita; Yusnia
Badranaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/badranaya.v4i1.3840

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar menuntut guru mampu mengembangkan modul ajar yang integratif, kontekstual, dan selaras dengan model pembelajaran aktif. Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) sebagai mata pelajaran wajib di kelas III–VI SD menghendaki guru memiliki kompetensi komprehensif dalam perencanaan pembelajaran, khususnya dalam pemanfaatan model Project Based Learning (PjBL). Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar guru di SDN 05 Kota Bengkulu belum mampu menyusun modul ajar IPAS yang mengintegrasikan sintaks PjBL secara sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun modul ajar IPAS berbasis PjBL melalui pelatihan terstruktur. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan metode ceramah, diskusi, workshop, dan praktik langsung, melibatkan 15 guru SDN 05 Kota Bengkulu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan kompetensi guru: pemahaman struktur modul ajar meningkat dari 58% menjadi 89%, pemahaman PjBL dari 52% menjadi 91%, kemampuan merumuskan tujuan pembelajaran dari 60% menjadi 90%, kemampuan menyusun aktivitas PjBL dari 50% menjadi 88%, dan penyusunan asesmen dari 55% menjadi 87%. Guru mampu menyusun modul ajar IPAS berbasis PjBL secara mandiri. Disarankan agar kegiatan serupa dilaksanakan secara berkala dan diikuti program pendampingan berkelanjutan
Pelatihan Pembuatan Multimedia Interaktif Berbasis Genially Pada Pembelajaran IPAS bagi Guru MI Plus Ja-Alhaq Kota Bengkulu Yusnia; Debi Heryanto; Neza Agusdianita; Rizqa Dwi Shofiya Maghfira Izzania
Badranaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/badranaya.v4i1.3841

Abstract

Science learning (IPAS) in Islamic elementary schools requires the visualization of abstract and integrative concepts, yet most teachers still face limited digital literacy in packaging such material attractively. Learning tends to be conventional and textbook-oriented, leading to student boredom. This community service program aims to improve teachers’ knowledge and skills in creating Genially-based interactive multimedia for IPAS learning. The method applied an observational and structured modeling approach operationalized into four phases: attention, retention, reproduction, and motivation. Data were collected through direct observation, documentation, and pretest posttest instruments. The evaluation results showed an increase in the average knowledge score from 70 to 90 and the average skill score from 73 to 94. This improvement confirms that training with structured modeling is effective in fostering teachers’ digital pedagogical competence while producing ready-to-use interactive media products. It is concluded that Genially training contributes significantly to the innovation of IPAS learning in madrasah and is recommended for sustainable dissemination to other Islamic elementary schools in Bengkulu City.
Peningkatan Literasi Digital Guru MI  Plus Ja-Alhaq Kota Bengkulu Melalui Pemanfaatan Aplikasi Canva Dalam Penyusunan Bahan Ajar Kreatif Neza Agusdianita; Debi Heryanto; Yusnia; Rizqa Dwi Shofiya Maghfira Izzania
Badranaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/badranaya.v4i1.3842

Abstract

Madrasah Ibtidaiyah (MI) teachers are required to deliver engaging and contextual learning amid the demands of 21st-century digital literacy; however, at MI Plus Ja-AlHaq, Bengkulu City, most teachers still rely on conventional methods with text-based teaching materials that lack visual elements, resulting in student learning fatigue and low teacher digital competence in designing instructional media. This community service activity aims to improve teachers' digital literacy and creative teaching material design skills through a Canva application utilization workshop. The method applied was a structured observational and modeling approach consisting of four phases: the attention phase (administration of a pretest questionnaire to identify needs), the retention phase (delivery of material on Canva concepts, features, and visual message design principles), the reproduction phase (guided independent and group practice in developing teaching materials), and the motivation phase (appreciation, posttest evaluation, and encouragement toward classroom implementation). The results showed a significant improvement, with teachers' knowledge scores on Canva and digital literacy increasing from an average of 68 to 89, while teaching material design skill scores increased from an average of 65 to 92. This improvement indicates that the structured modeling approach effectively builds MI teachers' confidence and technical competence in utilizing visual technology for learning. The activity implies the need for sustainable replication of similar programs to support the digital transformation of education at the madrasah level.
Integrasi Aplikasi Canva dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar: Upaya Peningkatan Literasi Digital Guru dan Siswa Neng Silvi; Rizki Alipansyah Saputra; Eri Subekti; Sri Rohartati
Badranaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/badranaya.v4i1.3927

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut guru dan siswa untuk beradaptasi dalam pembelajaran abad 21. Namun, observasi di SDN Margamulya menunjukkan bahwa pemanfaatan aplikasi desain grafis seperti Canva belum diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Kondisi ini berdampak pada keterbatasan inovasi guru dalam membuat media ajar serta rendahnya motivasi siswa dalam belajar. Oleh karena itu, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Langlangbuana melaksanakan program pengabdian berupa Pelatihan Canva untuk Guru dan Pembelajaran Canva untuk Siswa. Metode pelaksanaan meliputi observasi kebutuhan, pelatihan guru, pembelajaran berbasis praktik untuk siswa kelas 5 dan 6, serta evaluasi hasil karya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi digital guru dan kreativitas siswa. Guru mampu menguasai fitur Canva untuk membuat media ajar yang interaktif, sementara siswa berhasil menghasilkan poster digital dengan tema menjaga lingkungan. Program ini membuktikan bahwa integrasi teknologi desain grafis dapat meningkatkan literasi digital, kreativitas, dan motivasi belajar, serta relevan untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.
Pendampingan Pembelajaran Adaptif Berbantuan Kecerdasan Buatan untuk Personalisasi Capaian Akademik Siswa SD di Kabupaten Garut Tatang Herman; Sufyani Prabawanto; Rostina Sundayana; Ejen Jenal Mutaqin; Aryanti; Fitri Ayu Febrianti; Lina Siti Nurwahidah
Badranaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/badranaya.v4i1.3933

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam merancang dan menerapkan pembelajaran adaptif berbantuan kecerdasan buatan untuk personalisasi capaian akademik siswa di Kabupaten Garut. Permasalahan mitra mencakup pembelajaran yang masih seragam, keterbatasan pemanfaatan data hasil belajar, serta rendahnya keterampilan guru dalam menggunakan AI secara pedagogis. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan penguatan keberlanjutan melalui komunitas praktik guru. Teknologi yang digunakan berupa chatbot berbasis Large Language Model, Canva Pro, learning analytics, perangkat pembelajaran adaptif, dan asesmen berbasis data. Hasil yang ditargetkan meliputi peningkatan pemahaman guru, tersusunnya perangkat pembelajaran adaptif, implementasi pembelajaran berbantuan AI di kelas, serta model praktik yang dapat direplikasi. Program ini mendukung transformasi digital pendidikan dasar, memperkuat budaya reflektif guru, dan mendorong layanan pembelajaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan individual siswa. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan mutu literasi dan numerasi siswa SD secara berkelanjutan di wilayah mitra sasaran terpilih.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Menuju Ketahanan Pangan Mandiri Melalui Pelatihan Budidaya Maggot BSF di Desa Adiluhur Adhyaksa Faishal Rafi; Miftah Nurul Azmi; Abigail Oka Vander Molen; Miya Ramadhan; Alodia Zahra Angelnina; Azzahra Indiana Nugraha; Samsya Adintya Nurfadillah; Marcella Wahyu Kristiyani; Iffa Irfannisa; Moh Salimi
Badranaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/badranaya.v4i1.3964

Abstract

Tingginya harga pakan dan penumpukan sampah organik adalah tantangan utama peternak di Desa Adiluhur. Budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) menjadi solusi pakan alternatif dan pengurai limbah, namun pengetahuan masyarakat masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pelatihan budidaya BSF dalam program KKN untuk mewujudkan ketahanan pangan mandiri. Metode penelitian kuantitatif pre-experimental (desain One Group Pretest-Posttest) digunakan pada 20 sampel dari total 50 peserta melalui teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji N-Gain. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan: skor rata-rata pretest 21,00 naik menjadi 40,05 pada posttest. Uji N-Gain memperoleh nilai 0,66 (kategori sedang). Standar deviasi juga menurun drastis dari 8,96 menjadi 2,93, membuktikan pemerataan pemahaman peserta. Kesimpulannya, pelatihan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan warga dan menjadi langkah awal strategis menuju kemandirian produksi pakan ternak